Category Archives: #100daysWithEXO EXOfficialINA FANFIC COMPETITION 2012

[#100daysWithEXO EXOfficialINA FANFIC COMPETITION] 5th Winner – Its Because Oh Sehun

TITLE : Its Because Oh Sehun

PG-13

Genre : Romance

WARNING : This STORY BELONG TO THE WINNER. EXO1st Wonderplanet have rights to post it. DO NOT POST ANYWHERE WITHOUT ANY PERMISSION. And after read, please read and give comment^^ Every words from EXOWPers is A GOLD! *bow*

**

YiChan_                Na-ya ke dorm EXO yuk!

YiChan_                PING!!

YiChan_                PING!!

YiChan_                Onnie T-T

DoiLee_               Heh?Kau kira ini BlackBerry Park Chanra-ssi?w(-_-)w ini WHATS App tau-_- tidak usah pake PING PINGan -,-

DoiLee _              Hoh?Ngapain?

YiChan_                Hehe suka – suka dong XD .Wu Yifan pulang ke korsel . Ayuk ke dorm~ kangen berat neh-_- *gigit baju*

DoiLee _              Yifan?Siapa itu?

YiChan_                Eonni-ya, penyakit bolotmu sudah kambuh lagi ya?Kris yang tampaaaaaaaan onn masa lupa? Orang yang kaya tiang listrik itu loh onn=_=

DoiLee _              Malaaaaas , mau tidur lagi. byee~ *tarik selimut

YiChan_                Onnie , gak kangen ama Domonie yang menawan, heh?

YiChan_                Yeeee-_- tidur beneran-_- Onnie jam 10 aku jemput onn dirumah yaaa . Harus pas jam 10!

***

Sunday 25 April 2012

EXO Apartement Building

“Park Chanra-ssi!Kau tega he?”

Sebelum menjawab pertanyaan dari sahabat sekaligus teman yang paling menyebalkannya, Chanra menekan tombol lift ke lantai 7, dan menoleh ke arah sumber suara dan langsung memasang muka polosnya.”Ho? Tega kenapa?”

Nayeon, yang terpaksa harus berpisah dengan kasur stich tersayangnya, melotot kejam.“Aku sudah bilang kalau aku tidak mau ke dorm mereka! Aku ingin menenangkan diri dari tes kemarin tau! Haish jinjja” ucap Nayeon kesal namun Chanra hanya membulatkan mulutnya, masih memasang muka polos. Continue reading

[#100daysWithEXO EXOfficialINA FANFIC COMPETITION] 4th Winner – My Best Chanyeol

TITLE : MY BEST CHANYEOL

Author : Araide (@kodeers)

Genre : Romance

PG-13

Warning : This STORY BELONG TO THE WINNER. EXO1st Wonderplanet have rights to post it. DO NOT POST ANYWHERE WITHOUT ANY PERMISSION. And after read, please read and give comment^^ Every words from EXOWPers is A GOLD! *bow*

**

“Kamsahamnida.”

Ucapku datar sambil menatapnya dingin. Hanya itu yang bisa kukatakan saat melihat namja itu di depanku. Anak kecil dengan rambut kecoklatan itu menjawab sambil tersenyum lebar.

“Gwaenchanayo. Jangan menatapku dengan tatapan seperti itu. Ayo kita pulang. Dimana rumahmu?” tanyanya sambil menggandeng tanganku. Masih sambil tersenyum.

“Mmm.” Aku menggumam dan mengangguk, sambil menghapus sedikit sisa air mataku. Aku telah menangis banyak. Sekujur tubuhku basah. Badanku bergetar. Aku benar-benar ketakutan.

“Bagaimana kau bisa masuk kesana? Apa kau tidak bisa berenang?” tanyanya.

“Aku.. aku tidak tau. Aku sedang memikirkan.. memikirkan sesuatu. Tiba-tiba saja.. sepedaku tergelincir masuk ke sungai itu.. aku..” jawabku masih sesenggukan. Aku mau menangis lagi.

Kemudian anak itu menepuk-nepuk pundakku pelan, sambil tersenyum menenangkan.

“Baiklah, baiklah. Sudahlah, tidak apa-apa sekarang. Jangan menangis, kau sudah selamat. Nah, rumahmu yang mana?”

Aku tersenyum sedikit, “Itu. Di ujung jalan. Yang pagarnya berwarna biru.”

“Ah.. aku tahu.  Ayo cepat, bajumu basah semua. Nanti kau bisa kena flu.” Sebelah tangannya menggandengku, sebelahnya lagi menuntun sepedaku. Seluruh tubuhnya juga basah.

Aku tidak tau bagaimana memulai ceritanya, seingatku aku sedang bersepeda, lalu aku antusias memikirkan kado apa yang akan kudapat di hari ini. Yap, hari ini adalah hari ulang tahunku yang keenam. Tapi yang terjadi selanjutnya malah aku tak melihat sungai kecil yang ada di depanku. Sepedaku tergelincir dan masuk kesana.  Tanganku menggapai-gapai. Ingin meraih sesuatu atau apapun yang membuatku tidak akan tenggelam. Aku yang tak bisa berenang lalu panik berteriak ketakutan. Tapi sepertinya sia-sia saja. Pasti tak ada yang mendengarku karena daerah di sini sepi. Dan dengan berteriak itu malah membuat banyak air masuk ke mulut dan hidungku. Badanku terhempas menabrak beberapa bebatuan. Sakit. Aku menangis ketakutan dan kesakitan. Air pun semakin banyak masuk. Beberapa tertelan olehku.

Eomma aku takut.. Eomma tolong aku.. Siapapun tolong..

Aku memejamkan mata. Berharap siapapun datang dan menolongku. Lalu tiba-tiba aku melihat sekilas dengan mata setengah terpejam, sesosok anak kecil melompat dari pohon di samping sungai, lalu berlari dan terjun masuk ke dalam sungai. Dia menarik tanganku dan berenang membawaku ke tepi sungai. Dia mengajakku duduk di sebuah bangku, lalu dia kembali ke sungai dan mengambil sepedaku yang terjatuh disana. Aku menangis keras. Lutut dan sikuku lecet, tenggorokan dan hidungku sakit, perih dimana-mana. Aku masih sangat ketakutan. Untung dia menyelamatkanku. Jika tidak mungkin aku sudah..

“Nah kita sudah sampai” ucapnya. Menyadarkanku dari lamunan.

“Ah iya”. Aku segera memencet bel rumah. Lalu Bibi Minsoo, salah satu pelayan di keluarga kami keluar.

“Astaga, Yara! Apa yang terjadi? Kau sangat berantakan! Ada apa ini?” tanya Bibi Minsoo panik. Aku hanya diam membisu. Tidak tahu harus memulai cerita dari mana. Aku masih ketakutan. Akhirnya anak itu angkat bicara,

“Tadi dia terjatuh masuk ke sungai. Dia berteriak ketakutan jadi kupikir dia tidak bisa berenang, lalu ku tolong. Dia sedikit terhanyut arus sungai tadi, tapi untung arusnya tidak deras. Sepertinya dia juga menabrak batu-batu, tangan dan kakinya lecet. Tolong segera diobati ya sebelum infeksi. Ah iya, dia juga sepertinya menelan banyak air.” Ucapnya panjang lebar sambil tersenyum ke arahku. Aku hanya mengangguk menyetujuinya. Mataku memandang ke bawah, ke arah sepatu sandal Mickey Mouse kesayanganku, yang sekarang telah basah dan robek. Mungkin terantuk salah satu bebatuan itu.

“Ah begitu.. baiklah Yara ayo masuklah. Kau harus segera mengganti bajumu sebelum terkena flu. Ini hari ulang tahunmu tetapi kenapa kau jadi berantakan seperti ini? Ah baiklah terima kasih ya nak. Tapi bajumu juga basah. Apa kau tidak apa-apa? Dimana rumahmu?” tanya Bibi Minsoo sambil menggandengku dan membawa sepedaku masuk.

“Ah aku baik-baik saja! Itu rumahku di depan sana. Aku baru saja pindah kesini kemarin. Salam kenal! Aku juga akan segera pulang dan berganti baju kok.” Ujarnya sambil mengangguk memberi hormat lalu menunjuk rumah di sebelah kiri rumah di depanku. Rumah kami hanya serong berseberangan.

“Oh ya apa hari ini ulang tahunmu?” tanyanya kearahku. Masih sambil tersenyum. Mungkin dia tidak akan pernah kehabisan senyum selamanya. Aku mengangguk.

“Wah selamat ulang tahun ya kalau begitu! Lain kali kau harus berhati-hati. Dan belajarlah berenang agar kau tidak tenggelam lagi. Ehehe” dia menyeringai lebar, memperlihatkan giginya yang ompong, sambil menjabat tanganku. Sekali lagi aku hanya bisa mengangguk dan menjabat balik tangannya.

“Oh iya perkenalkan namaku Chanyeol. Park Chanyeol.” Ucapnya memperkenalkan diri.

“Aku Yara. Kim Yara” balasku sambil tersenyum.

“Senang berkenalan denganmu! Baiklah kalau begitu aku pulang dulu ya! Lain kali ayo kita bermain lagi. Oh iya segera ganti bajumu, nanti kau bisa sakit. Daah!”. Ia melepaskan jabatan tangannya dan berlari menuju sambil sesekali menoleh kebelakang, melambaikan tangannya kearahku. Aku balas melambai. Lalu ia masuk ke gerbang rumahnya.

“Ya, kita pasti akan bermain lagi..” gumamku pelan. Lalu Bibi Minsoo membawaku masuk dan menutup pintu rumah.

“Bibi..”

“Ya? Ada apa Yara?”

“Dimana aku bisa belajar renang?”

*** Continue reading

[#100daysWithEXO EXOfficialINA FANFIC COMPETITION] 3rd Winner – EXO KIDS

 

Title : EXO KIDS: WE’RE GROWIN’ TOGETHER AND FOREVER ONE!

Author : Catalien S. S. / M. K.

PG : All Ages

Warning : This STORY BELONG TO THE WINNER. EXO1st Wonderplanet have rights to post it. DO NOT POST ANYWHERE WITHOUT ANY PERMISSION. And after read, please read and give comment^^ Every words from EXOWPers is A GOLD! *bow*

**

Seorang anak berumur enam tahunan menatap orang-orang yang lalu-lalang di sekitarnya. Dia menggigit bibir bawahnya dengan gelisah, lalu melirik ke arah jam tangan warna biru cerah yang ia gunakan. Begitu tahu ia telah lama berdiri sekitar sepuluh menit, anak itu menarik nafas berat, ingin berhenti menunggu dan segera pergi saja.

Tapi ia tak bisa. Bagaimanapun, ia datang ke tempat itu untuk bersekolah. Dan karena ini hari pertamanya, ia begitu gugup dan gelisah, terlebih tanpa sang kakak yang biasanya dapat selalu ia andalkan.

“Yah!”

Anak kecil berambut cepat kecokelatan itu terdorong ke depan karena seseorang mendorongnya cukup keras. Antara kesal dan terkejut, anak tersebut membalikkan badan dan ternganga.

Dia melihat sosok yang lebih tinggi darinya beberapa inci, berambut ikal cokelat, menatapnya datar.

“N-Ne?” jawab anak itu.

“Kau murid baru itu?” si Ikal melipat tangan di depan dada dan mengerucutkan bibir, mencibir. “Byun Baekhyun kan?”

“Ne,” anak kecil itu, Baekhyun, menjawab dengan mata masih membesar. “Kenalkan, aku Baekhyun….”

“Aku sudah tahu!” si Ikal membentak, melotot. “Aku kan sudah bilang tadi! Tch!”

“Ah…,” Baekhyun merasa gelisah dan menarik tangannya yang semula ia ulurkan. Padahal kakaknya sudah mengajarinya cara berteman yang baik, mulai dari saling mengenalkan nama, tapi kelihatannya si Ikal tidak menyukainya.

“Kau, Baekhyun-ah, dengar,” si Ikal mendekatkan wajahnya hingga hanya menyisakan jarak tak sampai sepuluh senti dari Baekhyun, membuat anak kecil itu menahan nafas sesaat, lalu si Ikal melanjutkan. “Jangan berani-berani padaku, kau mengerti?”

Baekhyun merasakan lehernya sakit karena ia menahan tangis yang ingin pecah, namun yang dilakukannya hanya mengangguk patuh.

“Bagus,” si Ikal menarik tubuhnya yang semula condong menjadi tegap kembali, menatap rendah Baekhyun yang lebih pendek darinya. “Kalau begitu, ikuti aku sekarang. Akan kutunjukkan kelasmu.”

Si Ikal berbalik dan mulai melangkah, meninggalkan Baekhyun yang termangu tak mengerti.

“Eh?” hanya itu yang keluar dari bibir mungilnya, namun cukup untuk didengar si Ikal sehingga membuat anak jangkung itu berbalik.

“Waeyo?” tanyanya kesal, kembali melangkah ke arah Baekhyun. “Kau tidak dengar aku tadi bilang apa? Kau kan punya dua telinga dan tidak tuli??”

“K-kupikir kau tidak ingin aku macam-macam…,” Baekhyun bergumam, masih menatap mata besar si Ikal yang kecokelatan.

“Memang, duh,” si Ikal menepuk keningnya kesal. “Kau tahu apa sih? Aku disuruh sonsaengnim untuk menjagamu di sekolah ini, kau mengerti? Nanti akan kukenalkan pada teman-temanku, tapi jangan belagak ya.”

“Ah,” Baekhyun merasa sedikit lega mengetahui si Ikal bukan orang jahat seperti yang ia sangka. “Gomawo, …er….”

“Aku Park Chanyeol,” si Ikal berkata, kini menyeringai lebar dan menampakkan semua giginya, membuat Baekhyun langsung teringat tokoh kartun Stitch. “Kau boleh memanggilkan Chanyeol.”

“Ne, Chanyeol-ah,” Baekhyun mengangguk bersemangat, mulai tersenyum. Ia langsung melangkah maju dan menggenggam tangan Chanyeol yang tenggelam setengah dibalik lengan sweaternya.

Sementara Chanyeol sedikit tersentak kaget. Ia mengangkat tangannya, melihat jemari Baekhyun yang sudah bertautan dengan jemarinya dengan sempurna, lalu merasakan wajahnya memanas.

“Apa yang kau lakukan?” tanyanya pada Baekhyun, menutup mulutnya dengan punggung tangan satu lagi. Baekhyun malah menatapnya dengan tatapan sepolos porselen.

Continue reading

[#100daysWithEXO EXOfficialINA FANFIC COMPETITION] 2nd Winner – The Irreplaceable Person

Author : Yuridista (TWITTER : @yuridistapp )

Genre : Friendship

Casts : Member EXO-K (Baekhyun, Chanyeol, Suho, D.O, Kai, Sehun)

Rating : G

Disclaimer : Ide, plot, dan alur cerita murni berasal dari penulis. Kesamaan adegan hanyalah kebetulan semata. Dilarang copy paste tanpa izin penulis.

Warning : This STORY BELONG TO THE WINNER. EXO1st Wonderplanet have rights to post it. DO NOT POST ANYWHERE WITHOUT ANY PERMISSION. And after read, please read and give comment^^ Every words from EXOWPers is A GOLD! *bow*

***

“Apa menurutmu hari ini kita seburuk itu, anak-anak?” tanya Suho, memandang satu kelima teman satu kelompoknya satu persatu—Chanyeol, Baekhyun, D.O, Kai, dan Sehun. Keenam lelaki itu kini tengah berkumpul di ruang santai dorm mereka, semuanya tampak kelelahan setelah tampil di mini konser di Gwangju seharian penuh.

Kai mengangkat bahu, tampak acuh tak acuh. “Tidak juga, Hyung. Kurasa tadi kita cukup oke,” jawabnya.

“Kai benar, Hyung,” D.O menambahkan, “Kurasa kita tadi sudah menampilkan yang terbaik, kok.”

Suho mengangguk-angguk, tampaknya sudah nampak lebih rileks daripada sebelumnya, tetapi ketika sudut matanya menangkap sosok Baekhyun yang berwajah murung di sofa di sebelahnya, ekspresinya berubah muram lagi. “Baekhyun-ah, kau kenapa?” tanyanya, suaranya pelan.

Baekhyun mengangkat wajahnya untuk memandang hyung tertuanya itu. “Aku hanya merasa…aku lah yang membuat penampilan kita hari ini jadi jelek, Hyung,” katanya sedih.

Mendengar ucapan Baekhyun barusan, Chanyeol yang duduk di lantai langsung melotot. “Astaga, Baekhyunnie, ada apa, sih, denganmu? Kau tadi keren seperti biasanya, kok,” tukasnya.

Baekhyun mendesah, kemudian menggelengkan kepalanya perlahan. “Aku cukup tahu kalau aku memang tidak tampil seperti biasanya, Yeol-ah. Suaraku banyak yang fals tadi. Kau tidak usah menghiburku.” Continue reading

[#100daysWithEXO EXOfficialINA FANFIC COMPETITION] 1st Winner – Kim Hana’s Brand New Day

Title                        : Kim Hana’s brand new day!

Author                   : Yellowcandy (twitter : @abcdedot)

Main Cast               : Oh Sehun, Kim Hana, Lee Jisuk

Length                    : one shot

Genre                     : Romance

Rating                     : PG-15

Warning                 : This STORY BELONG TO THE WINNER. EXO1st Wonderplanet have rights to post it. DO NOT POST ANYWHERE WITHOUT ANY PERMISSION. And after read, please read and give comment^^ Every words from EXOWPers is A GOLD! *bow*

 

Hangatnya sinar matahari membangunkan Kim Hana, gadis dengan rambut coklat itu akhirnya membuka mata dan menggeliat pelan. Tubuhnya yang masih kaku kemudian dipaksa berjalan dengan langkah diseret menuju meja belajar untuk mematika lampu tidur, lagi-lagi ia menguap, kalau saja dia lupa hari ini dia akan kembali masuk sekolah, sekarang juga-pun ia akan kembali berbaring dan melanjutkan tidurnya, Tapi… aigoo[1] Hana terpekik kaget memandang jam dinding micky mouse-nya, sudah hampir jam 7 dan dia baru bangun, belum mandi, belum sarapan, ya tuhan…

Dengan terburu-buru Hana mengambil handuknya, kemudian berlari menuju kamar mandi, sepertinya hari ini dia harus mandi dengan kekuatan super.

Pintu kamar mandi diketuk, Hana dengan cekatan mematikan shower yang mengucuri tubuhnya.

“honey.. kau masuk sekolah hari ini?” tanya mom Continue reading