[FREELANCE] EXOtic’s Fiction “Love is Madness”

EXOtic’s FICTION

Exo1stwonderplanet.wordpress.com

“Love is Madness”

cover Love is Madness

 

Title                            : LOVE IS MADNESS

Genre                          : Romance

Length                         : Oneshot

Rated                           : PG-13

Main Cast                    : Kim Jongin

Jung Soo Jung

and other casts will be mentioned in the following story.

Author                         : nurrinnocent

Twitter/IG                   : @nurrinnocent

Facebook                     : Nurry Permanaa

Blog                             : sweetlollipop2810.wordpress.com

Disclaimer                   :

All the casts belong to themselves, SME, GOD & their parents. The story line is mine, NO BASH! and COPAST isn’t allowed without my permit. You guys can re-blog this FF on your own blog. HAPPY READING! ^^

.

.

.

.

.

.

“There are times I wanna be mad, there are times I wanna give up, but no matter how many times I think about that, I always end up saying, Damn! I love you so much. She drives me mad.” – Kim Jongin.

“You know you really love someone when you can’t hate them for breaking your heart, because love is just about madness.” – Jung Soo Jung.

……….

            Soo Jung menatap layar smartphone miliknya, tak ada tanda-tanda pesan atau panggilan yang masuk. Soo Jung mencari sebuah nomer dengan nama Devil Dancer ❤ pada kontak ponselnya. Ia berniat untuk menghubungi nomer itu, namun Soo Jung menyerah dan menghela nafas pelan lalu memejamkan sejenak kedua matanya. Memasukkan kembali benda itu ke dalam tas gucci hitam miliknya.

Whatever…

            Batinnya.

“Kalian bertengkar lagi?” Sulli, sepupunya mengusap pelan bahu Soo Jung dan memeluknya.

“Haaaah, seperti biasanya…” Jawab Soo Jung pasrah lalu merebahkan tubuhnya diatas sofa.

“Sudahlah Soo Jung-ah…” Sulli mencoba menenangkan Soo Jung.

“Kau tahu, aku bahkan sudah berusaha sabar untuk menghindari pertengkaran diantara kami.”

“Lalu apa kali ini yang membuat kalian harus bertengkar untuk kesekian kalinya?” Tanya Sulli dengan mengernyitkan kedua alisnya.

“Suho oppa menyuruhku untuk mengajarinya beberapa grammar yang sulit dipahami, tapi tiba-tiba saja dia muncul lalu menarikku dari perpustakaan dan membawaku pergi.”

“Dia cemburu. Untuk kesekian kalinya. Tapi tak pernah mau mengakuinya.” Soo Jung menghela nafas.

“He is childish, isn’t he?” Tambahnya.

“But you loved him.” Sahut Sulli.

“Yeah, that’s true.”

“Love is just about madness…” Soo Jung tersenyum.

………

“Sial!!! Kenapa aku ingin sekali mendengar suaranya.” Gerutu Jongin.

Dia menatap layar smartphone miliknya, mencoba untuk menghubungi sebuah nomer dengan nama Ice Princess <3. Jongin hanya menatap tombol berwarna hijau pada layar ponselnya. Ia hanya menggerakkan jempolnya tanpa benar-benar menekan tombol itu.

“Kau sudah minta maaf?” Tiba-tiba terdengar sebuah suara.

Taemin, kakak laki-lakinya memasuki kamar Jongin dan melihat adiknya hanya memperhatikan layar ponsel hampir satu jam lamanya dengan terus menggerutu.

“Wae? Bukan aku yang membuat pertengkaran ini semua terjadi kalau saja dia tak bersama laki-laki itu.” Jongin melemparkan ponsel miliknya keatas tempat tidur.

“Kau cemburu?” Taemin tersenyum.

“Aku? Cemburu? Kenapa aku harus cemburu?” Jongin tertawa.

“Aku hanya tak ingin melihatnya tersenyum cerah dihadapan laki-laki lain seperti yang ia lakukan di perpustakaan tadi.”

“Jongin-ah…jangan sampai kau menyesal hanya karena terlalu keras kepala untuk mengakui bahwa kau memang cemburu.” Taemin menepuk pelan bahu adik laki-lakinya itu.

“Kapan kau akan menjadi sedikit dewasa?” Taemin menggelengkan kepalanya.

“Kenapa aku harus menjadi dewasa ketika aku mempunyai seorang Hyung” Jawab Jongin asal.

“Itu bukan alasan dan itu juga bukan sebuah jawaban.” Taemin memukul pelan perut Jongin.

“Dia mengadu lagi kepadamu Hyung?” Tanya Jongin.

“Eoh, dia bilang bahwa kali ini kau telah membuatnya benar-benar marah karena perbuatanmu itu.” Jongin terdiam mendengar kata-kata Taemin.

……….

 

“Mianhe….” Jongin menatap Soo Jung yang tak mempedulikannya.

“Soo Jung-ie…” Jongin menekan pelan bahu Soo Jung dengan jari telunjuknya.

“Berhenti melakukan hal itu, kau bahkan membuatku semakin kesal.” Soo Jung beranjak dengan sebuah seringai dan tersenyum pergi meninggalkan Jongin.

Jongin bukan tipe laki-laki yang dengan mudah menunjukkan aegyo miliknya. Tidak terkecuali dihadapannya kekasihnya, Jung Soo Jung. Mereka sudah menjalin hubungan selama dua tahun. Ada mitos yang mengatakan jika suatu hubungan sudah melewati masa 3 tahun itu berarti semua konflik-konflik yang selalu muncul akan segera berakhir karena sebenarnya itu adalah tantangan dalam sebuah hubungan pada  3 tahun awal.

Berawal dari sebuah persahabatan antara mereka dan berakhir pada sebuah perasaan lebih dari sekedar persahabatan membuat perasaan lain itu tumbuh dihati mereka. Benar, laki-laki dan perempuan tak akan bisa bersahabat. Setidaknya pasti ada perasaan yang mereka bunuh dan kubur dalam-dalam untuk tidak merusak persahabatan mereka.

Namun tidak dengan mereka berdua. Jongin dan Soo Jung sadar bahwa mereka memang mencintai satu sama lain. Maka dari itu mereka memutuskan tali persahabatan mereka untuk sebuah hubungan yang lebih dari sebuah persahabatan. Tapi siapa sangka banyak konflik yang harus mereka temui karena keegoisan masing-masing dan sifat keras kepalan yang mereka miliki.

Jongin dengan segala harga dirinya dan terlalu malu untuk mengakui bahwa dirinya cemburu. Sangat berbanding terbalik dengan Soo Jung yang akan mengatakan dirinya cemburu tanpa peduli apakah ada banyak orang yang mendengar semua amarahnya kepada Jongin, seorang devil dancer yang sangat dikagumi oleh banyak perempuan disekolah mereka.

Jongin mengikuti  Soo Jung yang masih berpura-pura kesal kepadanya.

“Ahjumma, tolong 1 cheese burger dan orange juice.” Soo Jung memesan makan siangnya.

“Ah, Ahjumma tanpa potongan tomat dan mentimun.” Jongin mengingatkan Ahjumma itu.

“Tidak, buatkanlah seperti biasa. Jangan dengarkan dia.” Soo Jung melirik tajam kearah Jongin.

Soo Jung membenci tomat dan mentimun.

Jongin hanya menatap bingung kearah kekasihnya itu.

Apa dia sudah gila?

            Batin Jongin.

“Ah, ahjumma tolong beri saus tomat sedikit saja dan lebih banyak saus pedas.” Sahut Soo Jung.

Pesanan Soo Jung sudah siap dan dia segera mengambil tempat duduk disebuah bangku taman. Jongin masih menatap heran kekasihnya itu.

Soo Jung meminum orange juice yang ia pesan, kemudian membuka perlahan burger miliknya. Ia mengamati burger yang ada ditangannya dan mengalihkan pandangan pada Jongin.

“Here, eat it.” Kata Soo Jung pada Jongin dengan tatapan datar.

“Mwo?”

“Kau pasti bercanda kan?” Sahut Jongin.

“Kau pikir aku memesannya untukku? Kau pikir aku sudah gila memasukkan tomat dan mentimun dalam makananku?” Soo Jung mendekat kearah Jongin yang masih terdiam melihat burger dalam tangan Soo Jung.

Jongin akhirnya memakan burger pedas itu dengan terpaksa agar pertengkaran diantara mereka segera berakhir. Beberapa detik kemudian keringat perlahan muncul dari dahi Jongin.

Jongin benci sesuatu yang terlalu pedas.

Soo Jung menahan tawanya melihat Jongin yang memakan burger pedas itu.

“Stop it, Kim Jongin.” Akhirnya tawa Soo Jung meledak.

“Kenapa kau sulit mengatakan kau cemburu, dasar menyebalkan.” Gumam Soo Jung.

Dia mengeluarkan sebuah sapu tangan dalam saku rok nya dan menyeka setiap keringat di dahi kekasihnya itu. Jongin menghentikan kunyahannya dan segera meminum orange juice milik Soo Jung untuk menghilangkan panas dalam mulutnya.

“Kau bahagia sekarang?” Tanya Jongin dengan memegangi bibirnya yang sedikit memerah.

“Ah…kau bahagia melihatku menderita.”

“Kalau saja aku tidak mencintaimu, tak akan pernah aku memakan itu.”

“Sekarang kau bisa memakannya karena aku sudah menghabiskan tomat dan mentimun dalam  burger itu.”

“Aish…kenapa ahjumma itu memberi saus pedas banyak sekali.” Gerutu Jongin

Soo Jung tersenyum dan melirik kearah Jongin yang terlihat lucu.

Dasar Si Keras Kepala yang suka menggerutu. Batin Soo Jung.

            Cup…

            Soo Jung memberikan sebuah kecupan pada bibir Jongin.

Jongin terdiam.

“Mianhe…” Soo Jung tersenyum dan mengusap pelan pipi Jongin.

“Kau tahu Soo Jung-ah? Kenapa aku suka sekali menggerutu? Karena ketika aku melakukan itu maka kau pasti dengan segera membuat bibirku terdiam dengan bibirmu itu…Arggghhhh” Goda Jongin yang tersenyum dengan menggigit bibir bawahnya sebelum akhirnya berteriak kesakitan.

Soo Jung tersenyum puas karena mencubit pipi Jongin dengan keras.

……….

 

“Hyung!” Jongin memasuki kamar Taemin mencoba mencarinya, namun ternyata kosong tak ada pemiliknya.

“Dimana dia, apa dia belum pulang…” Gerutu Jongin.

Jongin mengerucutkan kedua bibirnya. Dia lantas berjalan menuju lemari rak buku yang ada dikamar kakaknya itu.

“Aish…dasar  membosankan, kenapa dia hanya mengoleksi buku? Seharusnya dia mengoleksi CD game agar aku bisa meminjamnya.”

Jongin perlahan mengamati setiap koleksi buku milik Taemin dan menyapu setiap sudut buku itu dengan jarinya lalu membaca judul-judul buku yang berada dalam lemari rak itu. Pandangannya terhenti pada sebuah buku yangberada paling atas dan berwarna coklat. Sedikit berbeda dengan lainnya. Tanpa judul. Sebuah buku catatan. Jongin perlahan mengambilnya.

“Apa-apaan ini, dia menulis sebuah diary?” Jongin tertawa geli.

Tangannya membuka setiap halaman pada buku itu.

“Ah…hanya sebuah catatan biasa.” Jongin tersenyum lalu menutup kembali buku itu untuk dikembalikannya kembali.

Namun belum sempat ia menaruh buku itu pada tempatnya, sebuah benda jatuh dari dalam buku itu. Sebuah foto. Jongin mengambil foto yang terbalik dan terjatuh diatas karpet bulu berwarna abu-abu.

“Soo…Soo Jung?” Jongin melihat sebuah foto dengan wajah Soo Jung yang sedang tersenyum cerah dan membentuk sebuah V sign dengan kedua jarinya.

Jongin kembali membuka buku catatan itu dan memeriksa kembali isinya. Dia menemukan sebuah catatan berbeda dari lainnya yang berada hampir dibagian akhir buku itu.

Dia, Jung Soo Jung. Gadis dengan senyuman hangat yang selalu muncul ketika banyak orang memanggilnya Ice Princess. Orang tak akan percaya bahwa dia memiliki suara yang begitu indah ketika melantunkan sebuah lagu karena itu akan berbeda disaat dia sedang berbicara. Dia benci sekali tomat dan mentimun. Dia menyukai ice cream dan shaved ice mango. Dia penggila coklat. Dia benci pink, kuning, semua warna cerah yang terlalu mencolok. Dia suka sekali memasang wajah dinginnya. Orang akan berfikir bahwa dia sombong, tapi salah. Justru itulah ekspresi muka seorang Jung Soo Jung ketika pikirannya sedang tak berada pada tempatnya, lucu bukan?. Aku mengenal gadis ini ketika mendatangi kelas Jongin sepulang sekolah 3 tahun yang lalu. Dia adalah sahabat adik laki-lakiku.

            Jung Soo Jung.

            Aku mencintai gadis itu.

“Aku mencintai gadis itu.” Jongin berhenti pada kalimat itu.

Dia meletakkan kembali foto Soo Jung pada buku itu dan menaruh buku itu kembali pada tempatnya.

Jongin terdiam.

Aku mencintai gadis itu.

            Batin Jongin mengulangi kalimat terakhir yang Taemin tulis pada buku catatannya.

            “Hyung, wae?” Kata Jongin pelan memandangi foto yang diletakkan disebuah pigora dan berada dimeja Taemin.

Foto selca mereka bertiga. Jongin, Soo Jung, dan Taemin. Foto yang mereka ambil 3 tahun lalu disaat mereka berlibur bersama. Taemin terlihat begitu bahagia, dan memandang kearah….Soo Jung yang merangkul mereka berdua. Jongin dan Soo Jung, mereka masih bersahabat  saat foto itu diambil. Jongin beranjak dan keluar dari kamar kakak laki-lakinya.

……….

 

Satu minggu berlalu, Jongin menjadi lebih pendiam dari biasanya. Tak ada sebuah gerutu yang selalu muncul dari mulutnya. Soo Jung yang sadar akan hal itu pun terlihat curiga dengan keadaan Jongin. Jongin lebih sering menghabiskan waktunya berada di ruang tari sepulang sekolah daripada mengajak Soo Jung keluar bersamanya.

Soo Jung berjalan menuju sebuah ruangan yang berada diberada disebelah lapangan basket indoor sekolahnya. Setelah sampai disana Soo Jung pun mencoba melihat kedalam ruangan itu dari balik kaca pintu. Benar, Jongin berada disana. Soo Jung tersenyum. Ia terus mengamati kekasihnya yang sedang menari dengan sangat sempurna. Jongin akan terlihat lebih menarik jika sudah menggerakkan tubuhnya mengikuti irama musik. Soo Jung menyukai itu.

Setelah beberapa menit akhirnya Jongin menghentikan gerakannya dan mengambil sebuah botol air mineral lalu meminumnya. Soo Jung pun membuka kenop pintu ruangan itu dan masuk kedalamnya. Dia tersenyum, berjalan menuju kearah Jongin yang terlihat kelelahan.

“Apakah akan ada kompetisi menari? Kenapa akhir-akhir ini kau lebih sering menghabiskan waktumu disini?” Tanya Soo Jung sambil mengambil sebuah handuk dari dalam tas Jongin dan menyeka keringat kekasihnya itu.

Jongin terdiam.

Bukan itu alasan kenapa Jongin akhir-akhir ini menghabiskan waktu untuk menari. Dia memang sengaja ingin melakukan itu agar dia kelelahan dan segera tidur ketika berada dirumah. Jongin hanya ingin menghindari Taemin. Itu saja. Dan juga Soo Jung.

Jongin masih belum bisa menerima kenyataan bahwa, saudara laki-lakinya juga mencintai gadis yang sekarang menjadi kekasihnya. Dia tak menjawab pertanyaan Soo Jung. Seketika Jongin menarik tangan Soo Jung dan memeluk erat kekasihnya itu.

“Kim Jongin, Why?” Tanya Soo Jung terkaget melihat Jongin yang tiba-tiba saja memeluknya.

“Jangan memaksakan dirimu kalau kau merasa kelelahan. Kau bisa menari besok, aku akan menemanimu berlatih seperti yang pernah aku lakukan dulu.” Soo Jung tersenyum dan mengusap pelan rambut Jongin yang masih memeluknya dengan erat.

Jangan membuatku semakin mencintaimu dan takut kehilanganmu. Aku takkan pernah  bisa memilih diantara kau dan Taemin. Kalian adalah orang berharga dalam hidupku.

Damn! I love you so much, Jung Soo Jung. Batin Jongin.

……….

 

“Kau tak makan?” Tanya Taemin ketika Jongin baru saja sampai.

“Aku sudah makan, Hyung.” Jawab Jongin seadanya lalu beranjak menuju kamarnya.

“Ah, iya eomma dan appa baru pulang besok jadi hari ini aku yang memasak. Kau tak ingin mencobanya?” Taemin mencoba membujuk Jongin.

“Hyung, kau ingin mencoba meracuniku?” Jongin beralih dan menatap kakak laki-lakinya itu.

“Yaa!! Dasar menyebalkan.” Taemin tertawa, Jongin melanjutkan langkahnya.

“Apa aku harus meminta Soo Jung untuk datang kemari untuk mencoba masakanku.” Gumam Taemin melihat masakannya.

Jongin yang mendengar perkataan kakaknya itu lantas terdiam, menghentikan langkahnya dan menatap Taemin. Dia teringat kembali akan hal itu. Taemin juga mencintai kekasihnya, Jung Soo Jung.

“Jongin-ah, beritahu dia untuk datang kemari.” Taemin bersemangat.

“Hyung, bukankah kau juga dekat dengannya? Telfon saja dia langsung. Aku rasa gadis itu tak akan pernah menolak permintaanmu. Lagipula dia suka sekali makan. Setidaknya kau harus sedikit menaruh sesuatu yang sedikit pedas dan asin dalam masakannya.” Perjelas Jongin.

Apakah kau begitu mencintainya, Hyung?

            Batin Jongin.

            Taemin terdiam melihat sikap Jongin. Ia lantas menggelengkan kepalanya pelan ketika Jongin memasuki kamarnya dan sedikit membanting pintu kamar miliknya.

“Aish…ada apa dengannya? Apa dia bertengkar lagi dengan Soo Jung?” Taemin menghela nafas.

Jongin mendengar setiap kata-kata Taemin. Dia memejamkan matanya. Merebahkan tubuhnnya diatas kasur. Pikiran itu muncul lagi. Apakah dia telah menyakiti hati kakaknya karena hubungannya dengan Soo Jung?

Ingatannya melayang kembali pada 12 tahun yang lalu. Dimana kedua orangtuanya meninggal disaat Jongin berumur 5 tahun dan akhirnya dia harus tinggal bersama keluarga Lee, saudara dari eommanya. Taemin sangat menyayangi Jongin meskipun terkadang Jongin selalu membuatnya dalam masalah, mungkin karena dia merasa bahagia bisa memiliki seorang adik laki-laki. Jongin sadar akan hal itu. Dia sangat banyak berhutang pada keluarga Lee karena kebaikan mereka. Jongin sudah menganggap mereka adalah kedua orangtuanya dan kakak laki-lakinya.

Taemin selalu memberikan apapun yang Jongin minta. Tak terkecuali. Bahkan sebuah mainan yang sangat Taemin sukai ketika Jongin menangis karena terjatuh dari sepedanya. Dan sekarang Jongin tersadar bahwa Taemin juga merelakan gadis yang sangat ia cintai untuk bisa bersama Jongin.

Kau memang orang tak tahu diuntung, Kim Jongin!

            Batin Jongin.

Jongin memukul kasurnya dan duduk merengkuh diatasnya.

……….

 

“Kim Jongin!”

Kata Soo Jung dengan suara lemah. Dia melihat Jongin dan Bomi sedang berada diruang menari dengan kedua tangan Jongin melingkar tepat memeluk pinggang gadis itu.

Soo Jung masih terdiam, begitu juga dengan dua orang yang ia lihat sedang bermesraan diruang menari. Soo Jung berjalan mendekati mereka berdua. Ini adalah hal yang paling ditakutkan oleh Soo Jung. Kim Jongin, berpaling darinya. Soo Jung mencoba menenangkan dirinya. Dia tersenyum, bukan senyuman bahagia. Tapi lebih kepada meyakinkan dirinya sendiri bahwa semua yang ia lihat adalah salah.

“Kau sudah gila? Apa yang kau lakukan disini, bersama dengannya?” Soo Jung masih tersenyum, mencoba menghilangkan semua kemungkinan yang ada di pikirannya.

“Kau sudah lihat semuanya? Ah, mianhe…Jung Soo Jung.” Jongin tersenyum licik.

Mianhe, Soo Jung-ah…Batin Jongin.

            “Jongin, sepertinya kau harus menyelesaikan masalah ini bersamanya.” Bomi mengusap pelan pipi Jongin sebelum akhirnya beranjak pergi meninggalkan mereka berdua.

Air mata perlahan menetes dari sudut mata Soo Jung.

Jongin mencoba menahan untuk tidak memeluk gadis yang sangat ia cintai itu. Dia tak pernah bisa melihat Soo Jung menangis. Kim Jongin tak pernah membuat Jung Soo Jung menangis seperti itu. Sehebat apapun konflik ketika mereka berdua bertengkar, atau bahkan terlontar kata menyerah dari mulut mereka masing-masing untuk hubungan mereka, tak pernah Jongin melihat seorang Jung Soo Jung menangis karenanya. Soo Jung adalah gadis yang sangat kuat, setidaknya dia bahkan tak pernah dengan mudah mengeluarkan air matanya.

Namun kali ini untuk pertama kalinya, dia membuat gadis yang sangat ia cintai itu menangis.

“Kau tahu Kim Jongin, aku hanya pernah menangis sebanyak 3 kali.”

“Saat aku baru lahir, saat aku sangat mengkhawatirkan keadaanmu ketika kau masuk rumah sakit karena cidera pinggang setelah kontes menari 2 tahun yang lalu dan…” Soo Jung menghentikan kata-katanya.

“Dan hari ini, karena aku tahu kau telah mengkhianati hubungan kita.”

“Aku menangis untuk 3 hal. Diriku sendiri, kau, dan kita.” Air mata masih mengalir dari sudut mata Soo Jung.

Soo Jung beranjak meninggalkan Jongin yang hanya terdiam mendengar kata-katanya.

“Gomawo, Bomi-ah…” Kata Jongin pelan mendekati Bomi.

“Kau yakin dengan keputusanmu itu?” Bomi terlihat khawatir.

“Eoh, mungkin ini yang terbaik untuk hubungan kami.”

Jongin meminta bantuan Bomi untuk itu semua. Dia hanya mencinta Soo Jung. Gadis itu. Bagaimana bisa dia mengkhianati Soo Jung, gadis yang sangat ia cintai. Kim Jongin hanya ingin mengakhiri semuanya.

Mianhe…

            Jongin menatap punggung Soo Jung yang semakin menjauh dari hadapannya.

Tak ada lagi tawa, pertengkaran kecil, dan kecemburuan diantara Kim Jongin dan Jung Soo Jung.

Hubungan mereka berakhir.

……….

 

“Kau sudah gila?” Teriak Taemin dengan memegang kerah baju Jongin.

“Kenapa kau lakukan semua itu?”

“Hyung sudahlah, aku sedang tidak ingin membahas itu semua.” Sahut Jongin melepas genggaman Taemin dan beranjak tidur.

“Kau masih bisa tidur? Kau tahu Soo Jung benar-benar terluka.”

Jongin terdiam.

“Kalau begitu sembuhkan saja lukanya, bukankah kau orang yang selalu ada untuknya ketika aku menyakiti perasaannya dengan kata-kataku? Atau disaat aku bertengkar hebat dengannya kau adalah orang yang selalu ada untuknya.” Jongin beranjak dari tempat tidurnya dan memandangi kakak laki-lakinya itu.

“YAA! KIM JONGIN!!” Taemin melebarkan kedua matanya.

“Hyung berhentilah berpura-pura bahwa kau tak pernah mencintainya!!” Teriak Jongin.

Kali ini Taemin terdiam.

“Aku memang tak pernah mengakui aku cemburu ketika dia bersama laki-laki lain dan tersenyum cerah karena memang kenyataannya aku tak merasa cemburu. Aku tahu Soo Jung tak akan pernah mengkhianatiku, aku tak pernah takut akan hal itu. Tapi kali ini berbeda, aku terlalu takut. Aku terlalu takut untuk melanjutkan hubunganku bersamanya setelah aku mengetahui kau mencintainya.”

“Aku terlalu takut kehilangan diantara kalian berdua. Tapi, dia akan lebih bahagia jika bersamamu meskipun aku kehilangannya.”

“Jadi biarkan kali ini aku merelakan sesuatu yang berharga untukmu.” Pinta Jongin.

……….

 

Semuanya berakhir. Hubungan Jongin dan Soo Jung sudah berakhir.

Jongin memilih untuk melanjutkan pendidikannya diluar negeri. Hubungan Taemin dan Soo Jung semakin membaik. Mereka semakin dekat, meskipun Jongin selalu berusaha menghindari Soo Jung selama berada disekolah sampai akhirnya mereka semua lulus.

3 tahun sudah berlalu.

Jongin kembali ke Seoul setelah menyelesaikan pedidikannya di Cambridge University.

Dia tersenyum, mengamati setiap sudut rumah yang sangat ia rindukan.

“Yaa! Pabo!” Jongin merintih ketika sebuah pukulan tepat melayang di kepalanya.

“Ah…Hyung!! Aku merindukanmu!” Teriak Jongin dan lantas memberi sebuah pelukan kepada Taemin.

“Dimana eomma dan appa?” Tanya Jongin.

“Mereka masih ada keperluan di kantor, mungkin nanti sore baru pulang.” Perjelas Taemin yang telah menjadi seorang sajangnim disebuah kantor EO miliknya.

“Jongin-ah, kau tak merindukannya?” Tiba-tiba Taemin membuat Jongin terdiam.

“Dia sudah menjadi seorang wanita dewasa sekarang.” Tambah Taemin

Hyung, bagaimana mungkin aku tidak merindukan gadis itu. Aku merindukan semua tentangnya. Apa dia masih membenci tomat dan mentimun? Apa dia masih sering memakan coklat dengan ice cream vanilla? Apa dia masih sering memasang wajah ice princess miliknya ketika pikirannya melayang? Apa dia, Jung Soo Jung masih mencintai Kim Jongin?

            Batin Jongin.

            “Dia menolakku.”

“Uh?” Jongin mencoba mencerna kembali kata-kata yang baru saja Taemin ucapkan.

“Dia tak akan pernah bisa mencintaiku.”

“Dia membenci semua tentangmu, terluka oleh setiap keputusan bodohmu untuk merelakannya padaku.”

“Tapi satu hal yang harus kau tahu…”

“Jung Soo Jung tidak pernah membenci seorang Kim Jongin.”

DEG!

Bola mata Jongin membesar. Dunianya terhenti. Dia mencoba memahami setiap perkataan Taemin.

“Jung Soo Jung hanya milik seorang Kim Jongin.” Perjelas Taemin.

“Setidaknya itu yang aku selama 3 tahun dia terpisah darimu.” Taemin tersenyum.

“Kau masih disini?”

Aku tak tahu harus berkata apalagi. Aku ingin sekali berteriak sekencang-kencangnya. Soo Jung masih mencintaiku. Semua perasaan berkecamuk dalam hatiku. Hanya satu yang harus aku lakukan saat ini….

            Jongin tersenyum lebar memandangi Taemin yang juga tersenyum padanya. Ia lantas segera beranjak pergi dari rumahnya untuk satu tujuan. Mengambil kembali apa yang telah dia lepaskan.

DAMN! I LOVE YOU SO MUCH JUNG SOO JUNG!

            Gumam Jongin.

……….

P.S: Jangan lupa RCL ya…

***

THANKS FOR READING :D WE OPEN BAD AND GOOD COMMENTS, BUT STILL ! KEEP RESPECT :D

FOLLOW @ADOREXONLY for the lastest update about EXO

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE FANFICTION : @EXO1st_INA

ALSO RECEIVE PRIVATE EMAIL :D JUST SENT TO : ask.exo1st@yahoo.com

Exofirstwonderplanet@yahoo.com

VISIT OUR WORDPRESS : exo1stwonderplanet.wordpress.com

ORIGINAL MADE BY nurrinnocent, NO PLAGIRISM.

If you interest become official author or freelance author, please see https://exo1stwonderplanet.wordpress.com/ff-freelance/

Advertisements

Tagged: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: