[FREELANCE] EXOtic’s Fiction “My Adventure In Green Island” – Part 4

EXOtic’s FICTION

Exo1stwonderplanet.wordpress.com

“My Adventure In Green Island”

1391893_545974065481942_1611570061_n

Tittle : My Adventure In Green Island  Part  4

Cast : Byun Baekhyun,

Hwang Ji Sara (OC), and others Exo’s Member

Genre : Fantasy

Lenght : Chapter  

Rating : PG

Disclaimer : This story just for my imagination. Don’tplagiat this fic, because it’s pure my write. I hope you can enjoy and likethis story ^^

 

***

Dengarlah suaraku

 Dengarlah suara kami

Hanya satu hal yang kami inginkan

Kami ingin hidup Jiwa kamiberada ditanganmu

Dengarlah suara kami

Dan lindungilah kami

***

Aku tidak tahu kapan petualangan inidimulai. Namun, yang pasti ini semua bagaikan mimpi nyata bagiku.

***

Sosok Teranian ternyata manusia. Baekhyun meninggalkan istana Hijau. Karena sudah tahu kebenaran, dia merasa tidak bisa tinggal di Negeri Hijau lagi.

Jika Teranian adalah manusia, dimanakah letak Negeri Hijau ini? Bagaimana cara kembali ke dunia manusia?

Waktu Baekhyun tiba ditengah hutan, hanya satu cara yang dipikirkannya. Pergi ke tempat Teranian.

Mengapa manusia tampak seperti monster yang menakutkan.

Jika Teranian adalah manusia, berarti disanalah tujuan Baekhyun.

Sara pernah bilang jika negeri Hijau ada di dekat dunia manusia. Baekhyun yang sudah terbiasa berjalan di dalam hutan pergi ke arah medan pertempuran.

Teranian harus diperangi, tetapi saat ini menjadi satu-satunya harapan. Jalan menuju medan tempur di selatan rasanya semakin dekat. Ini adalah bukti jika Teranian telah meluaskan wilayahnya. Tak lama lagi serangannya pasti akan tiba juga di istana Hijau.

Hilangnya mata air kehidupan berarti kematian dan hancurnya Negeri Hijau sudah tidak ada hubungannya lagi dengan Baekhyun.

Baekhyun adalah manusia, salah satu dari Teranian. Bagi bangsa Hijau, Teranian adalah musuh yang menakutkan. Tapi bagi Teranian, bangsa Hijau adalah musuhnya.

Akhirnya Baekhyun tiba di tempat tujuan. Bukan hutan yang penuh dengan kedamaian, tetapi daerah tanah terbuka yang berwarna cokelat.

Hari masih pagi, serangan Teranian belum dimulai. Tetapi disitu tampak sosok monster besar yang diliputi bayangan warna hitam.

Benarkah itu sosok manusia? Kenapa tampak seperti itu? Baekhyun melihat sosok Teranian dari balik bayangan tipis. Rasanya Baekhyun pernah melihatnya. Baekhyun berkonsentrasi sambil memejamkan mata untuk memastikan bentuk apa itu.

“Baekhyun!”

Tiba-tiba dari arah belakang terdengar suara anak kecil memanggilnya. Baekhyun menoleh, mendapati dua kepala berwarna kuning.

“Baekhyun!!! Akhirnya ketemu.” Jino dan Gina berlari menghampirinya.

“Jino! Gina! Kenapa kalian di sini?”

Keduanya menengadah melihat Baekhyun dengan gembira. Mereka terengah-engah.

“Kami menjemputmu, Baekhyun.”

“Ayo, pulang! Karena Baekhyun tidak ada, Putri Sara menangis. Putri Sara sedih.”

Mendengar nama Sara disebut, luka didadanya terbuka lagi. Sara menangis? Pasti bohong. Baekhyun berusaha membekukan hatinya.

“Aku tidak mau pulang ke istana! Kalian pulang saja sendiri.”

“Kenapa? Baekhyun mau kemana?”

Dengan pandangan cemas, anak-anak itu mengiringi langkah kaki Baekhyun.

“Baekhyun jangan kesana!”

“Nanti dibunuh hantu! Baekhyun!”

Mereka tidak tahu jika Baekhyun juga hantu, salah satu dari Teranian. Baekhyun menepis tangan anak-anak itu yang berusaha menggenggam tangannya

“Biarkan aku sendiri!”

Jino dan Gina memandang Baekhyun dengan mata sembap.

“Cepat pulang sana!”

Setelah membentak keduanya, Baekhyun berlari. Dia merasa sedih sudah menyakiti hati mereka.

Tetapi dengan begitu mungkin mereka tidak akan mengikutinya lagi. Lagipula, Baekhyun sudah bukan ksatria lagi.

Baekhyun meninggalkan hutan dan memasuki wilayah Teranian untuk kembali kedunianya. Dia menuju ke tempat monster besar yang tidak bergerak seperti sedang tidur dipagi hari. Tetapi tepat pada saat itu, monster itu terbangun dan mengeluarkan suara yang menyeramkan.

Dengan sekuat tenaga, Baekhyun menghilangkan rasa takutnya. Dia terus berjalan menuju ke arah monster itu. Usahanya gagal! Karena Jino dan Gina berlari ke arahnya.

“Jino, Gina!?”

“Baekhyun!!”

Dengan wajah ketakutan mereka berlari dengan tangan terulur.

“Bodoh!! Cepat kembali ke dalam hutan!”

Saat Baekhyun berteriak, monster hitam mulai bergerak ke arah mereka. Jarak monster besar itu semakin dekat, anak-anak gemetar ketakutan.

Kalau dibiarkan, monster itu akan menginjak atau menyerang dengan cakarnya yang besar. Dengan sigap, Baekhyun langsung melindungi Jino dan Gina.

Dia tidak peduli mana kawan, mana lawan. Dia tidak bisa melihat anak-anak yang polos itu terbunuh.

Saat monster itu mengayunkan cakarnya, dengan cepat Baekhyun melindungi mereka dengan badannya. Bahu kanan sampai lengannya dijalari rasa sakit.

“A!!”

Baekhyun tersungkur di tanah yang cokelat sambil terus memeluk kedua anak itu.

“Baekhyun!!!”

Jino dan Gina berteriak histeris. Pandangan Baekhyun tertutup warna merah darah.

Baekhyun merasa akan mati saat rasa sakit semakin luas menjalari tubuhnya.

Anehnya dia tetap tenang. Yang dipikirkannya hanya memindahkan anak-anak ketempat yang aman.

Badannya tidak bisa bergerak seperti tak bertenaga. Sesaat lagi monster Teranian itu akan menginjak mereka.

‘Syuuuungg!!!’

Tiba-tiba terdengar suara panah melintas di udara. Baekhyun menengadah dan tampaklah sosok yang dikenalnya. Sosok petarung muda yang menyerang monster dengan pedang dan panah.

“Tao??” gumamnya. Lalu Baekhyun tak sadarkan diri.

****

Kegelapan itu begitu dalam. Dia tidak tahu kemana lagi harus pergi.

“Baekhyun, Baekhyun,,,,!”

Baekhyun berusaha keluar dari dasar kegelapan mengikuti arah datangnya suara.

Saat membuka mata, pertama kali yang dlihatnya adalah bola mata hijau muda milik Sara yang memandanginya dengan cemas.

“Sara?”

Ketika Baekhyun bergerak, langsung merasa sakit luar biasa pada lengan dan bahu kanannya. Ingatannya pulih lagi. Tadi dia diserang monster. Saat melihat sekeliling, ternyata dia berada di kamarnya di Istana Hijau.

Baekhyun dibaringkan di atas tempat tidur dan dibalut ramuan obat dari tumbuhan pada bahu sampai lengannya.

“Bagaimana dengan Jino dan Gina?”

“Mereka selamat. Berkat perlindunganmu,” jawab Sara sambil tersenyum.

Dia ditolong Tao dan dibawa kesini. Daya ingatnya sudah pulih. Tapi karena masih lemah, kemarahannya pada Sara hilang.

“Untunglah lukanya tidak parah, bisa sembuh dalam beberapa hari,” kata uisa sambil memeriksa wajah Baekhyun.

“Terima kasih, uisa.”

Setelah Uisa keluar dari kamar. Tinggal Baekhyun dan Sara. Baekhyun tidak bisa memandang Sara. Tubuhnya masih sakit dan lemah.

“Maafkan aku karena menyembunyikan kebenaran darimu.”

Baekhyun membayangkan ekspresi Sara yang berdiri disamping tempat tidurnya. Pasti sekarang Sara sendang memandanginya sedih.

“Sudahlah,” kata Baekhyun sambil menahan sakit.

Baekhyun menjadi lebih tenang. Sebelum marah, dia harus mendengar dulu penjelasan dari Sara.

“Ceritakan semuanya.” ucap Baekhyun.

Wajah Sara tampak berbinar, karena sepertinya Baekhyun tidak marah lagi.

“Apa kau tahy ada sebuah hutan dikota tempatmu tinggal?” tanya Sara.

“Hutan?” Baekhyun kebingungan. Tapi dia ingat jika ada hutan dibelakang sekolah.

“Ya, waeyo?” Baekhyun menatap Sara penasaran.

“Negeri Hijau adalah hutan itu.”

“Nde?”

“Bangsa Hijau bagi kalian adalah pohon-pohon, rumput dan bunga. Jadi dalam bahasa manusia kami adalah tumbuhan.”

Baekhyun menahan napas karena kaget. Sara dan yang lain ternyata tumbuhan. Mereka adalah pohon-pohon di hutan belakang sekolahnya.

Mungkin jika mendengar cerita ini ketika datang pertama kali, dia tidak akan percaya.

Tiba-tiba Baekhyun teringat. Di gunung, agak jauh dari kota sedang ada pekerjaan pembangunan untuk perumahan baru.

Jika begitu, Teranian bukan hanya ilusi. Itu adalah buldoser besar yang memancarkan cahaya kekuningan dipagi hari. Akhirnya semua ‘puzzle’ berserakan telah tersusun rapi.

Negeri Hijau yang diserang oleh monster adalah hutan yang sedang dibuka.

“Bentuk kami tidak bisa dilihat manusia. Ini sosok yang dirasakan hati kamu. Sosok Teranian pun adalah sosok yang tampak dalam hati kami.”

“Kalau begitu, karena datang ke sini, aku melihat dari pandangan kalian?”

Sara mengangguk perlahan.

“Kenapa memilihku?”

“Karena aku ingin jadi temanmu. Aku ingin kau mengetahui jiwa dan pikiran kami.”

Bola mata Sara berlinang air mata tapi suaranya masih tetap tenang, “Negeri kami sebentar lagi akan hilang. Baekhyun, aku memercayaimu. Masih ada masa depan dan harapan.”

“Masa depan? Harapan?”

“Kami memilihmu menjadi ksatria yang menyelamatkan masa depan kami.”

Air mata Sara mulai berjatuhan. Butir-butirnya bak embun yang mengalir di pipinya. Baru pertama kali Baekhyun melihat air mata Sara.

“Maaf aku sudah memaksamu bercerita.”

Sara menghaus air matanya dan tersenyum.

“Jika lukamu sudah sembuh, aku akan mengembalikanmu.”

“Sara…”

“Sekarang istirahatlah! Cepat sembuh, ya.”

Sara tersenyum lalu meninggalkan Baekhyun. Terdengar langkah kakinya menjauh. Baekhyun melamun dan memikirkan ucapan Sara. Terlalu banyak yang diketahuinya dalam waktu bersamaan, sehingga dia belum menyimpulkannya.

“Aku ingin kau menjadi ksatria yang menyelamatkan masa depan kami.”

Ucapan Sara sampai kapanpun tidak akan dilupakannya. Bagaimanakah ksatria itu? Peran kstaria tidak hanya bertarung dengan pedang saja, kan? Karena rasa sakit, Baekhyun tidak bisa tidur dan terus memikirkannya. Juga air mata Sara yang begitu sedih.

****

Keesokan harinya, Luhan, Jino, dan Gina menjenguk Baekhyun.

“Baekhyun!”

Jino dan Gina langsung melompat naik ke atas tempat tidur. Baekhyun tersenyum.

“Aduh! Jino, Gina, ini masih sakit.” keluh Baekhyun.

“Sakit, ya Baekhyun?”

“Itu kan yang diserang hantu, sakit ya?”

Baekhyun tersenyum ceria kepada Jino dan Gina yang tampak khawatir, “Tidak apa-apa. Ini tidak parah.”

“Katanya, kau sudah menolong anak-anak. Terima kasih, ya,” kata Luhan dengan ramah.

Suara orang tua itu entah kenapa selalu membuat Baekhyun merasa tenang.

“Kau sudah mendengar semuanya?”

“Ya.” Baekhyun mangangguk lalu memandangis si kembar.

“Luhan, seandainya kalian adalah tanaman, apakah kalian ini seperti roh bunga dan pohon? Atau seorang peri?” tanya Baekhyun sambil mengelus-elus rambut kuning anak-anak.

“Mungkin lebih tepatnya disebut roh yang tinggal di dalam bunga dan pohon,” jawab Luhan sambil mengelus-elus jenggot putihnya.

“Kalau begitu kalian punya sosok rumput atau bunga?”

“Tentu saja. Di mata manusia akan seperti pohon chestnut.”

“Pohon chestnut?”

Saat ini Baekhyun menjadi pohon apa ya? Kalau harus menyebutkan jenis-jenis pohon, paling Baekhyun hanya tahu pohon gingo dan cemara saja.

Menteri D.O yang tampak tenang, menteri Yifan yang tinggi, panglima Park yang kuat pasti pohonnya pun mirip seperti mereka. Lalu Jino dan gina?

“Dandelion,” gumam Baekhyun sambil mengelus rambut anak-anak yang berwarna kuning itu.

Luhan tersenyum dan menjawab, “Benar.”

Jino dan Gina kebingungan. Dandelion berbunga tiap musim semi. Baekhyun pernah melihat gambar dan foto bunga yang cantik itu.

Baekhyun teringat bunga itu banyak tumbuh di tempat wisata. Baekhyun memang tidak pernah memperhatikan dandelion, pohon, atau bunga.

Saat tinggal di Seoul pun banyak pohon disepanjang jalan menuju sekolah. Tapi Baekhyun tidak tahu namanya.

Waktu pindah ke pinggir kota, pemandangan hijau semakin bertambah. Namun, Baekhyun tidak pernah memperhatikannya baik waktu pergi sekolah maupun les.

Sampai dia mendengar cerita Sara, Baekhyun tidak pernah mempunyai minat pada tumbuhan. Bahkan dia tidak tahu mempunyai nyawa.

Makanya, walaupun dia tahu ada pembangunan di belakang sekola, tapi tidak pernah terpikir jika tumbuhan dihutan itu terancam nyawanya.

Tiba-tiba dia teringat pesan dari Sara yang membuatnya datang ke sini.

“Permintaan kami hanya satu

Kami Ingin hidup

Nyawa kami berada ditanganmu”

Akhirnya dia mengerti. Itu adalah teriakan kesakitan Bangsa Hijau yang dihancurkan oleh manusia. Mereka tidak punya banyak harapan.

Apakah manusia mempunyai hak untuk mencabut hidup mereka? Baekhyun sendiri ketakutan jika mati ketika melawan Teranian.

Siapa gerangan yang memikirkan pentingnya hidup tumbuhan?

Seharusnya manusia tidak punya hak untuk merampas seenaknya hidup tumbuhan.

Baekhyun harus makan sayur dan buah untuk hidup. Dan tempat tinggalnya sekarang adalah perumaha hasil penebangan hutan.

“Ada apa, Baekhyun? Lukanya masih sakit ya?” pertanya polos dari si kembar membuyarkan pikiran Baekhyun.

Anak-anak itu mengelus pipi Baekhyun. Tangan-tangan yang lembut dan penuh sayang.

Nyawa anak-anak yang polos ini sama dengan nyawanya. Apa Baekhyun punya kekuatan untuk menyelamatkannya?

“Mianhae, Jino, Gina.”

Baekhyun memeluk dan merasakan hidup mereka berada di tangannya. Hatinya sedih dan sakit.

****

TBC

****

THANKS FOR READING :D WE OPEN BAD AND GOOD COMMENTS, BUT STILL ! KEEP RESPECT :D

FOLLOW @ADOREXONLY for the lastest update about EXO

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE FANFICTION : @EXO1st_INA

ALSO RECEIVE PRIVATE EMAIL :D JUST SENT TO : ask.exo1st@yahoo.com

Exofirstwonderplanet@yahoo.com

VISIT OUR WORDPRESS : exo1stwonderplanet.wordpress.com

ORIGINAL MADE BY CHAKYUYOUNGSTER, NO PLAGIRISM.

If you interest become official author or freelance author, please see https://exo1stwonderplanet.wordpress.com/ff-freelance/

Advertisements

Tagged: , ,

13 thoughts on “[FREELANCE] EXOtic’s Fiction “My Adventure In Green Island” – Part 4

  1. Ellana Nabilah December 29, 2013 at 12:12 PM Reply

    Next chapter segera ya thor!!!

  2. Měilì Liú 美丽 刘 March 13, 2014 at 10:46 AM Reply

    Makna ceritanya udh dpt. Tpi blm ending. 🙂 bagus

    • chakyuyoungster July 3, 2014 at 6:52 PM Reply

      wah senengnya ada yg nangkep makna fic ini #hug
      makasih ya ^^

  3. Meipinny March 18, 2014 at 8:50 AM Reply

    Next to the chapter thorr

  4. EunHee August 14, 2014 at 10:37 AM Reply

    Next chapter dong thoor..
    Penasaran..

  5. FANFICTION | Corazón June 26, 2015 at 7:15 PM Reply

    […] 1  2  3  4 […]

  6. tantitutetoo July 24, 2017 at 11:43 PM Reply

    Hello!

    I’ve been looking for some info on the web and came across that amazing picture, just take a look http://141-fat.princessshow.com/redo.php?6a6b

    Vernon Murdock

  7. tantitutetoo July 27, 2017 at 10:18 AM Reply

    Yo!

    I’ve found a great place with a lot of cool stuff that may interest you, please take a look http://ag-nn.ru/greatestx.php?aeaf

    Good wishes, Max Jeffers

  8. tantitutetoo July 29, 2017 at 12:29 AM Reply

    Yo!

    I’ve got something very interesting for you, you’ll love it for sure! Just check it out here http://jelsinpiazza.it/tmp/install_5847df7d5f188/fof/integration/joomla/filesystem/present.php?9091

    Be well, Brett Pollard

  9. tantitutetoo August 2, 2017 at 3:12 AM Reply

    Hi!

    I’ve recently came across that amazing stuff, it looks nice I think, take a look http://www.ders-notlarim.com/gate.php?aeaf

    Amelia William

  10. tantitutetoo September 8, 2017 at 3:38 AM Reply

    I’ve read an article recently, it seems tö be really filled with amazing facts, it may interest yöu töö. Yöu might red it here http://www.gdgmumbai.org/drill.php?UE9jb21tZW50K3B5dWVxZG41XzZtazF4a2dnbXJheXFlQGNvbW1lbnQud29yZHByZXNzLmNvbQ–

    Regards, Nathan Humphries

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: