[FREELANCE] EXOtic’s Fiction “My Adventure In Green Island” – Part 3

EXOtic’s FICTION

Exo1stwonderplanet.wordpress.com

“My Adventure In Green Island”

1391893_545974065481942_1611570061_n

Tittle : My Adventure In Green Island  Part 3

Cast : Byun Baekhyun,

Hwang Ji Sara (OC), and others Exo’s Member

Genre : Fantasy

Lenght : Chapter  

Rating : PG

Disclaimer : This story just for my imagination. Don’tplagiat this fic, because it’s pure my write. I hope you can enjoy and likethis story ^^

***

Dengarlah suaraku

Dengarlah suara kami

Hanya satu hal yang kami inginkan

Kami ingin hidup

Jiwa kamiberada ditanganmu

Dengarlah suara kami

Dan lindungilah kami
****

Hari itu Baekhyun kembali ke istanaHijau, pergi menemui Putri Sara untuk memberitahu kabar kemenangan.

Putri Sara menunggu kedatanganBaekhyun di mata air kehidupan yang berada di sebuah taman yang cantik dibelakang istana.

Langit di dalam seolah olahmelengkung dan sekelilingnya ditutupi daun-daun pohon.

Sinar matahari mengenai segala yangberwarna hijau, menyelimuti taman dengan warna lembut. Terutama di atas mataair kehidupan yang berada di tengah-tengah taman, sinar matahari menembus lurus-lurusseolah-olah merupakan jalan menuju nirwana.

Sosok putih Putri Sara berdiri ditengah cahaya itu tampak seperti seorang bidadari. Baekhyun menikmatipemandangan itu. Putri Sara menyadari kehadiran Baekhyun dan tersenyum.

“Baekhyun! Kau sudah datang?”Baekhyun mengangguk gugup. Baekhyun memang selalu gugup bila berada dihadapanPutri Sara. Putri Sara tidak seperti teman-teman yeojanya yang suka bercandadan berkelakar.

“Baru saja kudengar beritakemenangan dari Jendral Park.”

“Benar. Sebenarnya aku tidakmenyangka akan menang, karena badan mereka sangat besar tetapi diluar dugaantidak perlu ditakuti.”

“Aku senang mendengarnya.”Putri Sara tersenyum, rambut peraknya bergoyang dan tampak cahayadisekelilingnya.

Di tengah taman istana yang tenang,terdengar gemericik air. Udara taman beraroma bunga dengan harum yang lembut.Mata air ini adalah tempat lahirnya seluruh jiwa negeri Hijau.

Baekhyun pun merasa ada ada napaskehidupan yang lain jika berada di samping mata air ini. Perasaan menjaditenang seolah-olah terlindung seperti dalam rahim ibu.

Kegugupan Baekhyun mereda. Diamenjadi santai di tengah gemerisik daun-daun dan gemericik mata air kehidupan.

Dari kejauhan terdengar suara tawadan langkah berlari anak-anak yang mendekat.

“Putri Sara! Putri Sara!”

Baekhyun menoleh, sepasang anaklaki-laki dan perempuan yang berambut kuning memakai beju warna hijaukekuningan. Mereka manis-manis. Baekhyun mentaksir usia mereka baru tiga atauempat tahun. Saat menyadari kehadiran Baekhyun, mata mereka berkilat-kilat.

“Kakak siapa? Apa kaka seorangksatria dari negeri manusia?”

Baekhyun berjongkok, menyamaitingginya dengan kedua anak-anak itu.

“Ya. Nama kakak,Baekhyun.”

“Baekhyun?” Anak-anak itumemandang Baekhyun dengan senyum ramah.

Di negeri hijau ini hampir semuaberambut hijau, namun ada juga yang tidak berambut hijau. Salah satunya PutriSara yang mempunyai rambut perak berkilau, lalu ada juga yang berambut kuning,merah, pink, dan ungu, seperti bunga-bunga di taman.

Rambut anak-anak itu seperti pom-pomyang dibawa cheerleader.

Mereka menarik tangan Baekhyun danmenghampiri Putri Sara.

“Putri, ayo main!”

“Main sama Baekhyun.”

Bagi anak-anak kecil yang polosmemang tidak ada bedanya antara seorang putri dan ksatria.

Putri Sara sama sekali tidak merasaterganggu, dia melihat keduanya dengan wajah berseri seri. Wajah Putri Sarasaat itu tampak sesuai dengan usianya. Lebih alami dibandingkan saat duduk disinggasana yang megah atau saat berhadapan dengan menteri yang dewasa danberwatak keras. Baekhyun merasa senang berada di dekat Putri Sara saat inikarena dia bisa bicara tapi harus menjaga perasaan.

“Siapa anak-anak ini?”

“Orangtua mereka gugur saatbertempur melawan Teranian,” jawab Putri Sara dengan wajah sedikit muram.

“Di istana ini banyak anak-anakseperti mereka. Juga orang-orang yang lari dari rumahnya yang hampirhancur.”

Baekhyun tidak tahu harus berkataapa. Dia sangat gembira karena menjadi seorang ksatria, tetapi orang-orang dinegeri ini terancam bahay besar. Lalu betapa sakitnya hati putri cantik ini.

“Pasti Putri sedih, ya.”ucapan itu meluncur begitu saja dari mulut Baekhyun. Dan dengan segeradiperbaikinya.

“Pasti berat juga untukmereka.” Betapa tidak sopannya dia tadi.

Putri Sara tertawa dan berkatadengan suara lirih, “Santai saja, Baek. Tidak perlu formal sepertiitu.”

“Nde?”

“Aku ingin jadi temanmu.”

“Teman?”

Putri Sara tertawa berseri-seri didepan Baekhyun yang melongo. Lalu mengangguk.

“Panggil aku Sara.”

Baekhyun merasa pipinya menjadipanas, “Sara…..”

Bersamaan dengan itu Saraberseri-seri gembira. Melihat senyumannya, keberanian Baekhyun muncul.

“Apakah aku boleh memintasesuatu darimu?”

“Apa itu?”

“Apa kamu bersedia untuk tidakbersikap formal?”

Setelah berpikir sesaat, Saramenjawab dengan sungguh-sungguh, “Aku akan berusaha.” Pipi Saramemerah dan putri ini tertawa kecil, Baekhyun pun tertawa melihat Sara.

Kedua anak kecil itu menengadahmemandangi mereka dengan aneh.

Di dalam cahay lembut istana Hijau, Baekhyunmerasa semakin menyukai Sara dan Negeri Hijau. Baekhyun melewatkan waktu yangmenyenangkan bersama Sara dan anak-anak.

***

Ketika Baekhyun kembali ke dalamistana dengan perasaan yang lebih tenang ternyata dia sudah ditunggu oleh Tao,pemimpin tentara Negeri Hijau, putra Menteri D.O Kyungsoo.

Pemuda itu usianya beberapa tahundiatas Baekhyun. Seperti biasa dia dingin, tidak menyenangkan. Tao memandangBaekhyun dengan tajam.

“Ada apa, Tao?”

“Aku tidak mengakuimu seorangksatria.”

“Kenapa?”

“Aku mengakui kemampuanmubertempur tadi. Tapi, kamu seorang manusia. Aku tidak percaya manusia. Manusiaadalah musuh kami.”

Musuh? Sejak pertama kali bertemu,Baekhyun sudah merasakan permusuhan, tetapi ucapannya tadi membuat Baekhyunterdiam.

Setelah menatap Baekhyun tajam, Taomeninggalkan Baekhyun.

Baekhyun menatap sosok Tao daribelakang. Rasa terkejutnya berubah menjadi kemarahan.

Kenapa dia? Aneh sekali! Kenapa diamengatatakan manusia adalah musuhnya?

Padahal Sara memerlukan tenanga anakmanusia untuk menyelamatkan negeri ini. Pasti Tao iri karena Baekhyun dekatdengan Sara.

Baekhyun tidak bisa melupakantatapan Tao yang dingin dan ucapannya yang tidak menyenangkan itu. Tadi Sarabegitu hangat dan bersahabat kepadanya. Sekarang, Tao menganggapnya sebagaimusuh.

Yang mana sikap Bangsa Hijausebenarnya?

Tentu saja Baekhyun memutuskan untuklebih mempercayai Sara.

***

Hari-hari petualangan Baekhyun diNegeri Hijau berjalan lancar pada awalnya.

Baekhyun yang membawa Pedang Elmmengusir masuknya Teranian dari selatan kerajaan.

Selama di Negeri Hijau Baekhyunmendapat banyak teman. Mereka adalah anak-anak yang tinggal di istana karenaorangtuanya meninggal dibunuh Teranian.

Salah satunya adalah anak-anakberambut kuning itu, Jino dan Gina. Mereka menjadi lengket dengan Baekhyun.Jino dan Gina merupakan saudara kembar. Baekhyun yang tidak tahu rasanyamempunyai saudara berpikir akan menyenangkan bila memiliki saudara.

Tapi, sikap Tao masih sepertibiasanya. Dingin dan tidak acuh pada Baekhyun. Entah apa maksud Tao menyebutnyamusuh. Padahal kan musuh mereka itu Teranian.

Baekhyun menghela nafasnya pelan.Mengenai Teranian, Baekhyun berpikir kenapa serangan Teranian hanya pada sianghari saja?

***

Usai bertarung, Baekhyun menikmatipercakapan dengan Sara di taman.

Sara mendengar cerita Baekhyuntentang sekolah, teman-teman sekelasnya, dan orang tuanya dengan mataberbinar-binar penuh minat.

Sara tidak punya orang tua. Keduanyameninggal karena sakit sehingga di usia muda Sara harus memerintah kerajaan.

Baekhyun tidak bisa membayangkanNegeri Hijau ternyata sudah ada sejak dulu. Justru Teranianlah yang munculbelakangan, Teranian bangsa baru.

Dahulu bangsa Hijau dan Teraniansaling bekerja sama dan saling menghormati. Tapi seiring dengan bertambahnyajumlah Teranian, hubungan menjadi tidak harmonis lagi.

Untuk memperluas wilayahnya,Teranian memasuki wilayah bangsa Hijau. Bangsa Hijau adalah bangsa yang cintadamai. Serangan Teranian menyebabkan Negeri Hijau hancur sedikit demi sedikit.Di sekitar Negeri Hijau pun sudah, dihancurkan oleh Teranian.

Yang membuat Baekhyun terkejutadalah bangsa Hijau tidak makan! Mereka cuma minum untuk mempertahankan hidup.Mata air adalah sumber kehidupan bangsa Hijau.

Baekhyun semakin mengerti betapaberatnya tanggung jawab seorang Putri yang harus menjaga mata air.

Sara menjalankan tugas itu dengansebaik-baiknya, padahal dia tampak lemah, kecil, dan usianya hampir sama denganBaekhyun.

Baekhyun semakin terbiasa dengankehidupan di Negeri Hijau. Sempat pula Baekhyun merasa kalau di sini serbatidak praktis, namun sekarang tidak dirasakannya lagi.

Pakaian sederhana yang dianyam dariserat tumbuhan diluar dugaan sungguh nyaman di badan dan ringan. Meskupun tidakada pendingin ruangan, di dalam istana Hijau sejuk dan angin segar selaluberembus. Masakan yang dibuat dari pohon atau rumput yang spesial untukBaekhyun pun sangat lezat. Meskipun tidak ada televisi, komik, atau game, tapidisini ada petualangan dan yang penting ada seorang teman secantik Sara.

.

.

.

Tetapi hari-hari yang menyenangkantidak berlangsung lama. Sudah sepuluh hari Baekhyun berada di Negeri Hijau.

BLAAMM!!!

Terdengar suara menggema sepertiguntur memenuhi istana Hijau.

Saat itu Baekhyun sedang berada didekat mata air kehidupan bersama Sara dan anak-anak.

Ketika sedang menghibur anak-anakyang menangis karena mendengar suara besar tadi Menteri D.O Kyungsoo berlari kedalam taman dengan wajah panik.

“Putri Sara, gawat!”

“Ada apa?”

Wajah Menteri D.O yang biasanyatenang dan berwibawa menjadi merah padam.

“Serangan Teranian! Menurutpengawas, Teranian mempunyai senjata api yang aneh, yang menyebabkan sebuahdaerah hilang, karena ledakan besar. Wilayah selatan kerajaan hancur leburseketika.”

Baekhyun merasa ciut mendengarsituasi yang tidak menggembirakan itu. Sementara, wajah Sara yang putih punsemakin pucat.

***

Serangan Teranian menjadi-jadi.Ledakan itu berkali-kali terdengar dan setiap ledakan menhancurkan suatuwilayah kerajaan dan mematikan banyak bangsa Hijau.

Kematian bangsa Hijau berbeda denganmanusia. Jika ada luka di badan, tidak akan mengalir darah, tetapi nyawanyahilang. Badan akan melebur dengan tanah.

Meskipun Bekhyun dan Para Ksatrialain bertempur mati-matian, tetapi sulit menghadapi Teranian yang menggila.

Setiap hari Baekhyun melihat banyakprajurit gugur. Rasa takut semakin membayangi. Kalau begini terus apakah diaakan mati dalam pertarungan melawan Teranian?

Jika itu terjadi, dia tidak bisakembali ke dunianya lagi dan tidak bisa bertemu dengan keluarganya lagi.

Pertama kali dalam hidup, Baekhyunmembayangkan sebuah kematian yang begitu dekat.

Jika terkena cakar monster Teranianitu pasti sakit. Mungkin banyak darah yang keluar dan badannya akan menjadidingin.

Di dalam game komputer beberapa kaliBaekhyun pernah terbunuh. Tetapi di dalam game, betapapun gencarnya seranganmusuh, tidak ada rasa sakit di badan. Meskipun berkali-kali mati tetapi bisahidup kembali jika menekan tombol ‘reset’.

Dalam pertarungan yang sesungguhnyatidak bisa begitu. Jika terluka akan terasa sakit. Jika tewas tidak akan hiduplagi. Kematian ternyata dekat dengannya.

Dia ingin cepat mengakhiripetualangan ini. Jika menekan tombol ‘stop’ dan menghentikannya berarti bukangame yang bagus.

Baekhyun mempunyai tanggung jawabsebagai seorang ksatria. Hanya karena rasa takut, petualangan yang sudahdimulai tidak bisa dihentikan dengan seenaknya.

Baekhyun tidak ingin mengkhianatikepercayaan Sara!!!

****

Suatu hari, saat badan dan hatinyasudah lelah menghadapi perang, Baekhyun mengetahui kebenaran.

Pada suatu malam, Baekhyun sukartidur karena merasa cemas dan galau.

Dia keluar dari kamarnya untukberjalan-jalan menenangkan perasaan dan menghirup udara segar. Ketika Baekhyunmemasuki taman, ternyata sudah ada orang lain di sana. Menteri D.O, Jongin, danYifan. Ketiganya sedang berbicara di dekat mata air.

Baekhyun tidak menyukai mereka, jadidia memutuskan untuk pergi saja. Ketika hendak kembali ke kamarnya, Baekhyunmenghentikan langkah karena mendengar namanya disebut.

Mendengar pembicaraan adalah halyang tidak baik, tetapi Baekhyun merasa penasaran. Pelan-pelan dia masuk kedalam taman dan bersembunyi di balik sebuah pohon.

Ketiga menteri itu berbicara denganlirih. Mereka disinari bulan dengan warna putih.

“Sudah cukup akumenunggu,” kata Menteri Yifan. Dan menteri Jongin yang biasanya diammenimpali dengan tegas. “Aku juga. Ini saatnya untuk menjalankan rencanaitu?”

Rencana apa yang mereka bicarakan?

“Tapi rencana itu pastiditentang keras oleh Putri Sara,” sahut Menteri D.O dengan masam.

Yifan menjawab, “Kita tidakperlu menggantungkan masa depan kita kepada anak manusia itu.”

‘Ini tentang diriku?’ pikirBaekhyun.

Mereka seperti sedang membicarakansesuatu di belakang Putri Sara malam ini.

“Kita tidak bisamempercayainya. Baekhyun salah satu dari Teranian itu.” Menteri Jonginbicara dengan lirih.

Ucapan yang tidak disangka-sangka.Baekhyun terkejut. Salah satu dari Teranian? Apa maksudnya?

Bukankah dia ksatria yang dipanggiluntuk menyelamatkan negeri ini dari Teranian?

Bukankah Putri Sara sendiri yangmengatakannya?

“Itu tidak benar!!!”teriak Baekhyun didepan ketiganya yang tampak terkejut dengan kehadiranBaekhyun.

Baekhyun berlari menjauh. Dia inginmengetahui kebenarannya. Tapi dia tidak mau mendengarnya dari mulut mereka. Diaingin bertemu Sara dan bertanya padanya.

Malam itu terasa paling panjangdalam hidup Baekhyun. . . . . .

Keesokan harinya, Baekhyun pergi ketempat Sara. Seperti biasa Sara berada di dekat mata air kehidupan yangdisucikannya setiap pagi.

Taman dipenuhi oleh suara kicau burungdan cahaya pagi yang baru. Saat melihat senyum Sara yang disinari cahaya itu,Baekhyun merasa pembicaraan para menteri semalam seperti mimpi saja.

“Sara, apa benar aku iniTeranian,” tanya Baekhyun saat sudah berada di samping Sara. Sara terdiam,dia tidak bisa membohongi Baekhyun lebih lama.

“Benar,” jawab Sara dengannada pelan.

Baekhyun merasa terpukul. Rasanyaseperti dihimpit batu. Menyesakkan!

“Teranian dalam bahasa kamiberarti manusia.”

Baekhyun merasa lemas, kakinya pungemetaran.

Jadi, apa yang sudah dilakukannyasampai saat ini? Padahal dia datang dan bertarung untuk negeri ini yang bisasaja membuatnya tewas seketika.

“Kenapa kalian menyebutkuksatria?” Suara yang keluar dari kerongkongannya seperti suara orang lain.

“Jadi kau sudah menipuku.Memanggilku ke sini dan berperang dengan sesamaku!”

“Baekhyun,,,”

“Sudahlah!! Semua cumabohong!”

Wajah Sara yang putih, pucatketakutan mendengar ucapan Baekhyun yang tajam.

Baekhyun hampir menangis. Tanpamengetahui yang sebenarnya dia merasa menjadi seorang ksatria.

Dia juga sedih karena dikhianatioleh Sara yang dipercayainya.

Baekhyun tidak ingin Sara tahu kalaudia menangis. Dia berlari menjauh.

“Baekhyun!!!” teriak Sara.

Baekhyun terus berlari tanpa henti. Kebanggaan menjadi ksatria maupun kepercayaan kepada Sara hancur berkeping-keping.

Saat ini Baekhyun cuma ingin pulang ke rumahnya sendiri.

****

TBC

****

THANKS FOR READING :D WE OPEN BAD AND GOOD COMMENTS, BUT STILL ! KEEP RESPECT :D

FOLLOW @ADOREXONLY for the lastest update about EXO

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE FANFICTION : @EXO1st_INA

ALSO RECEIVE PRIVATE EMAIL :D JUST SENT TO : ask.exo1st@yahoo.com

Exofirstwonderplanet@yahoo.com

VISIT OUR WORDPRESS : exo1stwonderplanet.wordpress.com

ORIGINAL MADE BY CHAKYUYOUNGSTER, NO PLAGIRISM.

If you interest become official author or freelance author, please see https://exo1stwonderplanet.wordpress.com/ff-freelance/

Advertisements

Tagged: , ,

8 thoughts on “[FREELANCE] EXOtic’s Fiction “My Adventure In Green Island” – Part 3

  1. Měilì Liú 美丽 刘 March 13, 2014 at 10:36 AM Reply

    *pukpukpuk kasian baekhyun 😦

  2. Meipinny March 18, 2014 at 8:40 AM Reply

    Huhh? Omoo ._. Sbr oppa 😀

  3. EunHee August 14, 2014 at 10:28 AM Reply

    Jadi Baekhyun itu termasuk bangsa teranian?
    Kasian amat Baekhyun di boongin 😦

  4. FANFICTION | Corazón June 26, 2015 at 7:15 PM Reply

    […]  2  3 […]

  5. tantitutetoo July 30, 2017 at 10:40 PM Reply

    Dear!

    I’ve just found some new methods to solve the problem you’re facing, read more here http://www.adsquimica.com/parent.php?eeef

    Typos courtesy of my iPhone, Javier Bowden

  6. tantitutetoo August 2, 2017 at 3:13 AM Reply

    Hi friend!

    Here is some important information I’ve picked especially for you, you may read it here http://www.templumconstruction.com/academic.php?5d5c

    Olive Tipton

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: