[FREELANCE] EXOtic’s Fiction “Just Do as You Always Did”

EXOtic’s FICTION

Exo1stwonderplanet.wordpress.com

“Just Do as You Always Did”

just do as you always did

 

Title              :    Just Do as You Always Did

Author          :    Akirablue

Cast               :

Miss A Suzy

Exo Luhan

Exo Xiumin

Support cast  : Exo Suho/Kim Jun Myung

Genre            :    Romance, sad, hurt

Lenght           :    Oneshoot

Rating           :    general

Dislaimer      : semua tokoh dalam cerita ini adalah milik mereka masing-masing tapi cetita dan alur dalam ff ini adalah milik saya.

Reccomended backsong:  Yang Yoseob – Just Do as You Always Did, SG Wannabe – Partner for Life

—-

Seperti biasa namja manis itu masih duduk disudut salah satu cafe dengan segelas latte panas dihadapannya. Pandangannya lurus menatap hamparan pemandangan yang terbias dari kaca yang membatasinya dari dunia luar. Sesekali ia melirik kearah jam tangan yang melingkar dipergelangan tangan kirinya.

“sepertinya sudah saatnya” gumam namja itu, perlahan ia bangkit dan meninggalkan cafe itu. Melangkahkan kakinya menyusuri jalanan berlapis paving dengan orang yang ramai berlalu lalang disekitarnya.

Suara gemerincing terdengar ketika ia memasukki sebuah toko bunga yang terletak persis didepan cafe tempatnya tadi.

“anyyeong luhan-ssi”sapa sang pemilik toko pada namja manis itu. Dengan seyum senada namja bernama luhan itu membalas sapaan sang pemilik toko. Seakan telah hafal kebiasaan namja itu, sang pemilik toko menyerahkan dua buket bunga pada luhan. Seikat krisan putih dan seikat mawar merah. “kamsahamida noona”ucap luhan pada yeoja yang mempunyai toko itu setelah membayar sejumlah uang. “sampaikan salamku pada mereka luhan-ssi”ucap pemilik toko itu setengah berteriak karena luhan telah sampai diujung pintu.

Setelah memacu mobilnya membelah kota, namja itu akhirnya sampai kesebuah tempat yang hampir setiap hari dikunjunginya. Namja itu berjalan hingga kesebuah gundukan tanah yang telah membenamkan orang yang dikasihinya.

“anyyeong, aku datang minnie”ucap luhan dan meletakkan buket bunga krisan putih itu diatas pusara bertuliskan Xi Xiumin. “bagaimana ini minnie, sepertinya ini lebih menyakitkan daripada yang kubayangkan” jelas luhan didepan makam itu. Ia terus bercerita hingga bulir-bulir air bening keluar dari kedua mata indahnya.

—–

Sementara itu seorang yeoja tengah terlihat sibuk dengan kegiatan dapurnya, beberapa masakan telah terlihat terhidang diatas meja dengan apiknya.

Ting tong……..

Yeoja itu mengalihkan pandangannya dan tersenyum cerah. Ia bergegas membuka pintu rumahnya dengan ceria.

“kau terlambat oppa”ucap yeoja bernama sooji itu dan seketika menghempaskan tubuhnya dipelukan namja dihadapannya, seberkas senyum terlihat jelas menghiasi bibirnya.

“mian, ini…..”ucap namja dihadapannya dan memberikan seikat bunga mawar merah pada sooji, bunga yang setiap hari diterima yeoja itu semenjak hampir setahun belakangan.

Senyum cerah lebih mengembang diwajah sooji, ia mencium wangi bunga itu dan memandang namja dihadapannya bahagia.

“kajja….xiumin oppa”sooji mengandeng tangan namja yang sangat disayanginya itu untuk duduk di depan meja makan.

Luhan Pov

Inilah kehidupan yang kujalani saat ini, yeoja yang sekarang berada dihadapanku adalah orang yang sangat kucintai. Aku bahagia dia juga mencintaiku tapi rasa cintanya juga terasa menyakitkan bagiku karena ia mencintaiku bukan sebagai Xi Luhan melainkan sebagai Xi Xiumin. Ya……xiumin telah meninggal, dia meninggal karena aku. Karena ia memberikan hidupnya untukku.

“oppa cicipilah, aku sengaja memasakkan makanan kesukaanmu”sooji meletakkan semangkuk sup kimchi dihadapanku. Makanan yang sangat disukai xiumin. Aku tersenyum padanya, mencicipi sup yang telah terbiasa kurasakan. Rasanya sedikit aneh memang tapi inilah yang disukai saudaraku, dan karena telah terbiasa akupun menikmatinya seakan itu adalah makanan terlezat didunia.

Aku mungkin sudah gila, aku bersikap seolah aku adalah Xiumin. Dihadapan sooji aku selalu melakukan hal-hal yang selalu dilakukan xiumin, bahkan aku merubah cara tersenyumku seperti cara yang xiumin lakukan. Aku mencintainya, sangat mencintai sooji bahkan sebelum sooji mencintai xiumin. Tapi dia hanya mencintai seorang Xi Xiumin, tak ada tempat dihatinya selain namja cantik yang juga saudara kembarku. Sooji hanya mencintai hati seorang Xi Xiumin bukan hati seorang Xi Luhan, bahkan ketika hati itu telah berpindah menjadi hati Xi Luhan ia tetap mencintai hati Xi Xiumin. Dan dengan bodohnya aku mengikuti permainan yang semakin lama malah semakin menyakitkan ini.

“wae oppa? Apa masakanku tak  enak?”tanyanya menanti atas raut wajahku yang muram, sesegera mungkin kurubah dengan topeng ceria milik xiumin. Aku dengan bangga tersenyum dan memandang wajah berbinarnya. “aniyo, mashitta” kuacungkan kedua jempol tanganku seperti yang xiumin selalu lakukan.

“jeongmalyo?”raut wajah senang terpancar begitu jelas diwajah sooji. Terkadang aku berfikir jika melihat senyumannya saja akan cukup bagiku untuk mengobati perasaan sakitku ini. Tak mengapa jika sooji terus memanggilku dengan nama xiumin, dan tak mengapa bila ia mengagap Xi Luhan telah mati. Inilah yang kuinginkan, cinta seorang bae sooji. Tak peduli siapapun aku dimatanya.

Luhan pov end

—-

Sooji dengan bahagia mengandeng tangan luhan menyusuri taman, dengan hembusan angin yang mengiringi langkah mereka. Hingga seorang namja kecil secara tak sengaja menabrak mereka dan menjatuhkan gelang yang dipakai sooji.

“omo!”pekik sooji ketika namja kecil itu menabraknya.

“ah….miane, aku sedang terburu-buru”ucap namja kecil itu kemudian berlari menerobos celah antara sooji dan luhan. “aigoo”keluh sooji dan dengan cepat ia kembali melingkarkan lengannya kelengan luhan.

“bukankah itu luhan?”bisik seorang yeoja pada namjachingunya. “ne, jadi dia masih bersikap seolah dia xiumin? Aigoo…..pasti sangat menyakitkan untuknya” jawab namja yang kini mendapat tatapan dinggin dari luhan.

“wae oppa?”tanya sooji yang baru saja melihat kearah dua orang yang tengah dipandang luhan.

“ahni…..gwenchana”ucap luhan, ia tersenyum manis pada sooji dan kembali menatap kedua orang itu dengan tatapan dingginnya.

“aish…jinca! dia benar-benar, bagaimana bisa ia berpura-pura menjadi xiumin”cemooh namja yang kini menatap kepergian luhan dan sooji dengan sinis.

Langkah luhan terhenti didepan sebuah jalan raya disamping taman itu. Dengan ragu ia melangkahkan kakinya diatas aspal jalanan bersama dengan kerumunan orang yang tengah melintas itu. Meskipun sooji mengandeng erat tangannya terselip perasaan takut pada dirinya. Meskpipun dijalanan yang berbeda tapi luhan mengangap jalanan itu telah mengambil sesuatu yang berharga dari hidupnya. Selama tiga bulan terakhir ini ia begitu takut untuk berjalan menyebrangi jalan raya, karena disitulah ia harus kehilangan separuh kehidupannya.

“oppa gwenchana?”tanya sooji khawatir, karena raut wajah luhan seketika berubah.

“a…hmmm..”jawab luhan lemah, ia tersenyum kaku pada sooji.  Berusaha menghilangkan perasaan takutnya dan memulai menapakkan kakinya diatas garis putih hitam itu. “changkamanyo”sooji menahan lengan luhan ketika namja itu hendak menyebrang jalan. Luhan menatap heran sooji. “sebaiknya kita kembali kemobil”ajak sooji dan menarik lengan luhan menjauh dari penyebrangan jalan.

Luhan pov

Sooji hanya diam sepanjang perjalanan pulang kami, bahkan ketika aku mengengam erat tangannya. namun wajahnya seketika berubah panik, mata kecilnya membulat. “dimana gelangku”pekiknya kencang, matanya memerah dan dia terus mencari-cari gelang yang selalu dipakainya. Ia seperti mengingat sesuatu. “kembali ketaman, jebal!”ucapnya parau. Akupun mematuhi perintahnya dan memutar balik kemudiku ketaman yang sebelumnya kami kunjungi.

Tepat setelah sampai sooji bergegas berlari dan meninggalkanku jauh dibelakangnya. “apakah aku tak lebih penting dari gelang itu?”gumamku lirih. Gelang  itu adalah pemberian xiumin, selama ini sooji selalu memakainya dan tak pernah sekalipun melepasnya.

Aku terus berlari hingga menemukan sosok yeoja itu. Ia tengah mencari-cari ditempat kami bertabrakan dengan namja kecil tadi.

“apa ini milikmu?”tanya namja yang tadi kupandangi. Kalau aku tak salah dia adalah kim junmyung salah satu teman xiumin dan ia menawarkan gelang itu pada sooji. Namun saat sooji akan mengambilnya dengan cepat namja itu menutup telapak tangannya.

“apa kau masih mengangap namja itu xiumin?”tanyanya, dan bodohnya aku. Seorang luhan hanya diam membeku ditempatnya dan tak berjalan kearah namja itu.

“xiumin hyung telah meninggal kau ingat! Namja itu Xi Luhan bukan xiumin!”imbuh junmyung, sooji terlihat menutup kedua telinganya dan perlahan-lahan merosot ketanah. “agassi, terimalah kenyataan. Xiumin telah meninggal tiga bulan yang lalu”junmyung meletakkan gelang dari dalam gengamannya tapat dihadapan sooji dan meninggalkannya begitu saja.

“ahni….dia tidak meninggal, xiumin oppa masih hidup”sooji terus mengelengkan kepalanya, air matanya kembali menetes dipipi putihnya. Pelahan kudekati sooji dan berusaha memeluknya “katakan pada mereka kau masih hidup oppa! Katakan pada mereka!”tangis sooji pecah, ia berusaha menjauh dari pelukanku, ia terus mendorong tubuhku yang berusaha memeluknya.

“sooji-ah, mereka…….mereka benar…..aku bukan xiumin, aku luhan. Xi Luhan”ucapku pada akhirnya, entah dari mana keberanianku untuk mengakhiri sandiwara yang kubuat ini. “ahni, kau adalah xiumin oppa “pekiknya tak terima, ia terus menutup kedua telinganya dengan telapak tangan mungilnya. “lihat aku sooji-ah, lihat baik-baik aku adalah Xi Luhan, bukan Xi Xiumin!”aku mencengkeram bahunya kuat namun dengan segera aku melepaskannya karena ia terlihat sangat ketakutan. “miane…..aku lelah sooji-ah, biarkan aku menjadi luhan”ucapku lirih. Aku berusaha meraih lenganya namun ia malah menghempaskan tubuhku hingga terjatuh diatas tanah. Ia bangkit kemudian secepat mungkin berlari meninggalkanku.

“wae? Kenapa kau selalu membuatku menderita minnie?”pekikku frustasi, aku bahkan tak perduli dengan orang-orang yang memandang aneh kearahku.

Aku mengambil gelang yang masih tergeletak ditanah dan menatapnya lekat-lekat. Gelang yang juga persis melingkar ditangan kananku.

Flashback

“apa kau suka ini hannie?”tanya xiumin padaku, ia memperlihatkan sebuah gelang dan akupun menganguk setuju karena aku memang menyukainya. “mwoya?”tanyaku ketika ia memasangkan gelang itu ditanganku. “aku beli ini”ucapnya pada pemilik toko tanpa memedulikan keluhanku karena perbuatan semena-menanya.

“bukankah sangat cantik? Itu cocok denganmu. Jangan lepas ini arraci?”ucapnya dan menarikku untuk keluar dari toko itu.

Kami memang tumbuh bersama, tapi xiumin memilih tinggal bersama dengan appa di china sedangkan aku tinggal di korea. Hingga ia kembali kekorea, ia mengenal sooji. Yeoja yang selama lima tahun kucintai. Bahkan ia bisa lebih dekat dengan sooji daripada aku yang telah mengenal sooji lebih lama. Malam itu xiumin bertanya padaku tentang perasaanku pada sooji.

“lulu….apa kau menyukai sooji?”tanyanya cerah, aku tersenyum mendengar pertanyaan xiumin itu. Namun sayangnya aku tak menanggapi pertayaan xiumin dengan serius.

“kau tahu jawabanku kan minnie, hanya eomma yang paling kucintai didunia ini”candaku seperti biasa lalu mengelitik tubuh saudaraku. Begitulah awal kebodohan yang kubuat, xiumin tersenyum dan menatapku. “syukurlah kalau begitu, karena sepertinya aku menyukai sooji” gerakanku tiba-tiba membeku, aku tak tahu apa yang harus kulakukan. “ah….jinca?”ucapku kaku dan dia menganguk yakin. Awalnya aku merasa jika perlahan-lahan rasa cintaku pada sooji akan hilang, tapi nyatanya aku salah rasa itu justru tumbuh semakin subur apalagi aku selalu melihatnya setiap hari.

Hari itu aku melihat sooji dan xiumin berbincang-bincang cafe yang sering kami kunjungi. Mereka terlihat begitu bahagia sementara aku merasakan rasa sesak yang luar biasa didadaku. Kuputuskan untuk menghindari pemandangan yang membuatku menangis itu, aku terus berjalan namun sebuah tangan menahanku.

“minnie”lirihku pelan, ia terlihat kaget karena aku menangis. Ya….aku menangis saat itu. “miane, aku tak tahu jika kau juga mencintai sooji”ucap xiumin lemah, ada rasa bersalah dalam nada bicaranya. Namun dengan cepat aku mengeleng “aniyo, kau lebih pantas bersamanya”xiumin tersenyum padaku “aku ingin kau bersamanya”lanjutnya, masih dengan tenang ia tersenyum padaku.

“apa maksudmu eoh?”tanyaku heran, apa mungkin ia memutuskan hubungannya dengan sooji karena ia tahu aku menyukai kekasihnya.

“sehun bilang kau menyukai sooji sejak lima tahun yang lalu, sementara aku? Aku baru saja mengenalnya setengah tahun…itu tidak akan adil”ucapnya polos. seakan tak ada beban sedikitpun dalam hati kecilnya.

“ya! Apa kau kira bisa mempermainkan sooji?”ketusku, entah mengapa aku lebih tak rela jika sooji dipermainkan seperti ini.

“hannie…….”ucap xiumin pelan, ia pasti tak menyangka aku akan marah padanya. Tapi sungguh saat itu aku merasa seperti orang bodoh.

“apa kau kasihan padaku? Asal kau tahu aku tak butuh rasa kasihan darimu” ucapku dan berlari meninggalkannya. Tapi sepertinya arahku berlari salah, aku justru berlari kearah jalan raya dan aku masih sempat melihat sebuah sedan putih melaju kearahku dengan kencang.

“hannie!”pekik xiumin, namun aku tetap memejamkan mataku menanti besi-besi itu menghempas tubuhku. Tapi aku merasakan seseorang memelukku, melingkarkan tangannya ketubuhku dengan jelas aku mencium aroma parfum blueberry. Aroma yang sangat khas dari saudaraku, Xiumin.

Kami berdua terhempas aspal jalanan yang dinggin, aku membuka kedua mataku dengan berat. Rasanya seluruh tubuhku tak dapat bergerak sama sekali sekarang. aku hanya menatap xiumin yang tersenyum padaku “pabo, aku lebih menyayangimu dari pada sooji. Itulah alasanku”ucap xiumin, darah segar mengalir dari pelipisnya. Namun semakin lama pandanganku semakin kabur dan duniaku menjadi gelap.

Dan entah berapa lama aku tertidur, saat aku membuka kedua mataku. Eomma dan appa berada disampingku begitupula dengan sahabat-sahabatku. Tapi aku tak melihat xiumin dan sooji disana. “eomma dimana xiumin?”tanyaku parau. Eomma tak menjawab pertanyaanku dan jusrtu menangis dan appa mendekatiku. “dia ada didalam sini?”ucap appa sambil menunjuk perut bagian atasku.

“nde?”ulangku tak mengerti.

“hannie-ah, sekarang kau akan hidup bersama dengan saudaramu dalam satu tubuh”ucap appa sambil menahan tangisnya. Beberapa menit berikutnya aku tahu jika xiumin telah memberikan hatinya padaku, ia menitipkan seluruh hidupnya untuk kupakai. Appa berkata jika hatiku telah rusak karena kecelakaan itu, sedangkan xiumin menderita cedera parah pada kepalanya. Ia sempat tersadar dan meminta appa untuk memberikan hatinya padaku.

Beberapa hari  kemudian aku mencoba mencari yeoja yang dititipkan xiumin padaku. Ia tertidur, tapi ia tertidur ditengah hujan, disamping makam xiumin. Aku membangunkannya, tapi ia memanggilku dengan nama xiumin. Seolah ingatan tentang luhan telah terhapus dan yang seharusnya meninggal adalah Xi Luhan.

End Flashback

Luhan pov end

Luhan masih diam ditempatnya duduk. Ia meremas erat gelang yang dipengannya, namun perkataan ia kemudian bangkit dan memacu mobilnya ketempat yang dikunjunginya beberapa jam yang lalu.

Dengan setengah berlari ia mendatangi makam xiumin, dan tepat seperti dugaannya sooji telah berada disana. Yeoja itu terisak dihadapan gundukan tanah itu.

“xiumin oppa wae?”pekiknya, sementara luhan menyembunyikan dirinya dari balik pohon besar dibelakang sooji.

“kenapa kau harus meninggalkan hatimu untuk dia? Apa kau ingin aku terus mencintai hatimu?”isakan sooji terdengar semakin parau. “Rasanya sungguh menyakitkan memanggil namamu tapi tak bisa melihat wajahmu, arra? bagaimana jika semakin lama aku melupakanmu?”sooji mengengam beberapa rumput yang ada didepannya dengan kuat. “bagaimana jika aku semakin lama mencintai luhan oppa?”tangis sooji terdengar semakin nyaring. Begitupula dengan luhan, ia mendengar sooji menyebut namanya. Setelah kepergian xiumin ini pertama kalinya ia mendengar sooji menyebut namanya. Perlahan ia berjalan mendekati sooji dan bersimpuh disampingnya.

“bisakah kau menganggapku sebagai Xi Luhan?”tanya luhan parau, sementara sooji tersentak dengan kedatangan luhan disampingnya. “oppa……”ucap sooji ditengah isakannya

“bisakah aku menjadi penganti Xiumin dihatimu? Bisakah aku menjadi diriku sendiri dihadapanmu?”tanya luhan penuh harap. Namun sooji hanya terdiam menundukkan kepalanya dalam. “aku…..aku……..”jawab sooji.

“aku akan menunggumu, kapanpun kau siap”luhan tersenyum meskipun matanya terlihat menahan tangis yang akan tumpah. “bolehkan…………minnie…….?”imbuh luhan dan menatap pusara dihadapannya.

—–

Suara klakson mobil terdengar nyaring hingga ketempat dimana seorang namja duduk ditempat favoritnya, namun kali ini ia tak sendirian. Seorang yeoja manis turut duduk disampingnya, menggengam erat jemari namja itu dan tersenyum padanya.

“kajja oppa”ajak yeoja itu sembari menarik lembut tubuh namjanya agar bangkit, keduanya berjalan keluar dan menyebrangi jalanan kecil didepan cafe untuk sampai ditoko bunga didepannya.

“anyyeong luhan-ssi, sooji-ssi”sapa sang pemilik toko, keduanyapun membalas salam tersebut dengan senyuman hangat. “sampaikan salamku padanya”ucap pemilik toko itu saat keduanya keluar dari tokonya dengan membawa seikat krisan putih.

“kenapa mereka selalu kesini setiap hari unnie?”tanya seorang yeoja pada pemilik toko bunga itu.

“uhm……karena seorang namja cantik dulu selalu datang kemari setiap hari”jawab pemilik toko itu dengan seulas senyum.

“apa maksudmu?”

“mereka hanya melakukan apa yang dulu selalu dilakukan orang yang mereka cintai”

“nugu?”

“seorang namja mungil bernama Xi Xiumin, sebelum meninggal ia setiap hari membeli seikat mawar merah disini”senyum pemilik toko itu merekah.

Sementara luhan dan sooji berjalan beriringan dengan bergandengan tangan menuju ke makam orang yang sangat mereka sayangi. Mereka meletakkan bunga itu tepat dihadapannya. “gomawo minnie. Kau telah menitipkan hatimu untukku”ucap luhan lembut dan tersenyum menatap sooji begitupula sebaliknya. “ah….satu lagi minnie, saranghae”.

The End

***

THANKS FOR READING :D WE OPEN BAD AND GOOD COMMENTS, BUT STILL ! KEEP RESPECT :D

FOLLOW @ADOREXONLY for the lastest update about EXO

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE FANFICTION : @EXO1st_INA

ALSO RECEIVE PRIVATE EMAIL :D JUST SENT TO : ask.exo1st@yahoo.com

Exofirstwonderplanet@yahoo.com

VISIT OUR WORDPRESS : exo1stwonderplanet.wordpress.com

ORIGINAL MADE BY Akirablue, NO PLAGIRISM.

If you interest become official author or freelance author, please see https://exo1stwonderplanet.wordpress.com/ff-freelance/

Advertisements

Tagged: ,

One thought on “[FREELANCE] EXOtic’s Fiction “Just Do as You Always Did”

  1. amelia November 11, 2013 at 2:35 PM Reply

    Sedih 😦 tapi kenapa harus xiumin yang meninggal kenapa ga luhan aja 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: