[FREELANCE] EXOtic’s Fiction “Stuck in the Moment” – Part 1

EXOtic’s FICTION

Exo1stwonderplanet.wordpress.com

“Stuck in the Moment”

cover

 

Title : Stuck In The Moment
Author : @hayfashaLia
Leghth : Chaptered
Main Cast : -Park Chanyeol
   -Park JiByung (OC)
Support Cast : Tiffany SNSD, Xi Luhan, Kai
Genre : Angst, Romance, Hurt
Rating : General
NB : Jika ada tulisan bercetak miring, itu menandakan mengingat masa lalu/flashback
 
Stuck In The Moment
 
Author POV
 
Mentari pagi menghangatkan tubuh seorang yeoja yang sedang menyusuri jalan menuju halte bus saat itu dengan tatapan kosong nya.
Tak lama bus tujuannya datang ketika itu, yeoja itu dengan perlahan menaiki bus itu. Kondisi bus sudah ramai, dilihat dari mata jernih nya tidak terlihat ada nya bangku yang kosong untuknya.
 
“sepertinya sudah penuh, biar aku cari bus yang lain” yeoja itu berniat turun kembali dari bus
“Agassi… dibelakang sana masih ada” ucap seorang ibu di dalam bus itu
 
Yeoja itu pun mengurung niat nya untuk turun. Dia berjalan kebelakang untuk segera duduk, dilihat nya satu bangku kosong berada di pojok dekat jendela. Dia menempati tempat itu, disebelahnya terdapat namja dengan tampilan yang cukup oke
 
Selama diperjalanan, Jibyung (nama yeoja tadi) hanya memfokuskan pandangannya keluar jendela. Namja disebelahnya terus memperhatikannya sedari tadi, jibyung tau hal itu tapi ia membiarkannya
 
“annyeong” sapa Chanyeol (nama dari namja disebelah jibyung)
Jibyung menoleh kearah chanyeol dengan anggukan lalu kembali melihat keluar jendela
“Siapa nama mu? Kenalkan aku chanyeol” Chanyeol terlihat penasaran dengan nama yeoja disebelahnya itu
“Apa perlu aku beri tahu namaku padamu?” Jibyung menjawab tanpa menoleh kearah chanyeol
“yaa… itu terserah padamu” dengan pasrah chanyeol enggan bertanya lagi siapa namanya “Ngg… apa kau tidak lapar? Aku ada beberapa makanan ringan di tasku, apa kau mau?” tawar Chanyeol pada Jibyung, ia mulai membuka retsleting tas nya
“Aniya..aniya.. aku juga punya makanan di tasku” tolak Jibyung cepat
“baiklah, aku akan makan ini sendiri”
 
Jibyung kembali menatap kelaur jendela dengan tatapan kosong, sedangkan chanyeol hanya memakan cemilan yang ia punya. Suara ringtone hape Jibyung berbunyi terlihat di layar hapenya tertulis nama “eomma” Jibyung segera menekan tombol telfon berwarna hijau untuk mengangkat telfon dari eomma nya tersebut
 
“ne eommanie gwenchana, terimakasih sudah mengkhawatirkan aku. Sampai jumpa”
 
Chanyeol mendengar perbincangan Jibyung dan ibunya ditelfon
 
“tadi itu… ibumu?” chanyeol bertanya pada jibyung
 
Jibyung hanya mengangguk kecil pada chanyeol. Jibyung memegang perutnya dengan tangan cantik nya lalu ia membuka tas nya
 
“aigoo…. Bagaimana aku bisa lupa? Semua nya tertinggal hh” Jibyung mendengus kesal pada dirinya sendiri
“makanlah ini” Chanyeol sudah tau apa yang dipikirkan Jibyung, sehingga ia menawarkan beberapa cemilan nya pada Jibyung, Jibyung masih enggan untuk menerima makanan yang chanyeol berikan. Dengan cepat chanyeol menarik tangan kanan Jibyung dan menaruh cemilannya diatas tangan Jibyung
“makanlah tidak apa-apa, aku masih punya banyak di tas”
 
Jibyung hanya terdiam, ia kembali melihat pandangannya keluar jendela sambil memakan cemilan tanpa mengucapkan kalimat terimakasih pada chanyeol
 
“Kau ini, kelas berapa?” tanya Chanyeol pada Jibyung, butuh waktu yang lama untuk Jibyung menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Chanyeol
“Jangan bilang ‘apa kau perlu tau itu?’ hhh…. ” seolah-olah chanyeol sudah tau apa yang akan Jibyung katakana padanya
“aku kelas 3 SMA” jawab Jibyung pelan
“Woooaaahh??? Berarti kita ini sama, aku juga kelas 3 SMA” Chanyeol meninggikan volume suaranya sehingga beberapa orang di dalam bus menoleh kearahnya
“Sssttt…. Bisakah kau diam? Di bus ini hanya kau yang berisik!” Jibyung menegur chanyeol dengan ekspresi datar nya, chanyeol hanya menunjukan senyum dengan gigi nya yang tertata rapih
 
Tanpa disadari Jibyung tertidur. Ia sangat lelah hari ini, dengan suasana yang membosankan di dalam bus ia pun memutuskan untuk tertidur
Ia bangun dari tidur nya dan merasakan sesuatu yang menyender pada bahunya yang membuat Jibyung tidak bisa duduk dengan tegak
 
“Ahh anak ini!” Jibyung menyingkirkan kepala chanyeol yang menyender di bahunya yang membuat chanyeol terbangun dari tidur nya
Jibyung berdiri dari posisi duduk nya dan berniat untuk turun karena ia telah sampai pada tujuannya
“kau sudah mau turun? Apa sudah sampai?” Chanyeol bertanya kepada Jibyung saat itu dan tidak direspon sama sekali oleh Jibyung “baiklah… sampai jumpa”
Jibyung sampai pada sekolah baru nya. Masih 10 menit lagi masuk kelas, beberapa orang disana melihat dan berbisik ketika Jibyung lewat di hadapan mereka. Yaa… beginilah nasib anak baru
 
Tiba-tiba beberapa siswi yeoja berlari kearah pintu masuk sekolah, tubuh Jibyung sempat tersenggol oleh bebrapa siswi yang berlarian itu. Apa yang menyebabkan mereka berlari histeris seperti itu? Jibyung menyenderkan tubuhnya ke tembok dan memperhatikan yang dilakukan oleh siswi-siswi itu
Sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti disana, banyak yeoja yang mengerubuni nya. makin saja membuat Jibyung penasaran
 
“ckck seperti menyambut pemilik sekolah ini saja” Jibyung terkekeh
“memang benar… yang mereka lakukan adalah menyambut seorang anak dari pemilik sekolah ini” terdengar suara yang menyaut pada Jibyung, Jibyung menoleh kesebelahnya. Di dapat nya seorang namja berdiri disebelahnya dengan tulisan di bajunya ‘Byun Baekhyun’ itulah namanya. “Kau tidak ikut-ikutan?” tanya baekhyun pada Jibyung
“aku tidak tertarik” Jibyung melangkahkan kakinya dan pergi meninggalkan baekhyun, baekhyun menggelengkan kepala nya karena ulah Jibyung tadi
 
Jam masuk kelas sudah tiba. Tanpa perkenalan, Jibyung langsung masuk ke kelas nya dan menduduki kursi yang kosong. Tak lama, beberapa anak masuk ke kelas. Dilihatnya seorang namja duduk didepannya, Jibyung masih dengan tatapan kosong nya.
 
“Kamu?” namja yang duduk didepan jibyung memutar balik badannya menghadap jibyung, Jibyung masih diam tanpa menoleh sedikitpun pada namja itu
“Kita satu sekolah? Dan kau… hmm… teman sekelas sekaligus sebangku dengan ku” sebelum guru memasuki kelas, namja itu terus berbicara pada Jibyung dan Jibyung tidak meresponnya sama sekali
“ohh jadi nama mu itu.. Park Jibyung” namja itu melihat ke nama yang tertera di baju seragam Jibyung, ya namja itu tak alin dan tak bukan adalah Chanyeol
“Pagi anak-anak” Ms.Lee memasuki ruang kelas dan seketika kelas berubah menjadi hening
Pelajaran pertama dimulai dengan pelajaran Kimia. Untuk tingkat SMA, pelajaran ini memang susah. Tapi jibyung sangat mahir dalam hal ini.
“Ngg…. Park Jibyung, anak baru. tolong kau kerjakan soal yang ku tulis di papan tulis ini” perintah Ms.Lee, ia mengetahui Jibyung sedari tadi melamun sehingga ia menyuruh Jibyung mengerjakan soal yang ada di papan tulis. Dengan pelan, Jibyung berjalan ke depan untuk mengerjakan soal tersebut
Beberapa anak mengira Jibyung tidak dapan mengerjakan soal itu, karena soal yang diberikan Ms.Lee saat itu adalah soal yang sulit. Tidak sedikit murid dikelas itu berbisik satu sama lain
 
Dengan waktu kurang dari 1 menit. Jibyung selesai dengan 2 soal yang diberikan Ms.Lee tersebut. Dan… wahh… hasil nya betul 100% seisi kelas bersorak karena kepandaian yang dimili Jibyung, Jibyung kembali ke tempat duduknya
 
“Wah… kemampuan mu dalam Kimia cukup hebat ya” Chanyeol tersenyum remeh pada Jibyung
“Itu sudah tentu” Jibyung membalas perkataan Chanyeol dengan tatapan sinis nya, sebetulnya Jibyung sangat risih dengan keberadaan Chanyeol
“Jibyung kemampuan mu dalam pelajaran saya sangat lah luar biasa, kau bisa bertanding nilai dengan Chanyeol” ucap Ms Lee, seketika Jibyung langsung melirik kearah chanyeol “Ne, besok kita akan ulangan. Cukup pelajari bab 3&4” lanjut Ms Lee lagi
Jibyung membereskan buku-buku yang ada diatas meja nya. saat itu juga, kelas berubah menjadi gaduh. Tapi chanyeol masih tetap diposisi duduk nya, ia kembali memutar posisi duduknya menghadap Jibyung.
“bagaimana kalau kita bertaruh? Siapa yang nilai ulangan kimia nya tertinggi dia yang menang” Chanyeol menantang Jibyung dengan kepercayaan dirinya
“Baiklah, jika aku menang… kau jauhi aku” dengan cepat Jibyung menjawab tantangan Chanyeol
“Okeyy… dan jika aku yang menang?” Chanyeol merapihkan kerah bajunya “kau akan menjadi pacarku 2 minggu” chanyeol berdiri dan mendekatkan mulutnya pada telinga Jibyung untuk membisikan kalimat itu
“apa kau gila?” Jibyung terbelalak kaget dengan perkataan chanyeol tadi
“Kenapa?” tanya Chanyeol dengan nada nya yang menantang
“Hhhssss….” Jibyung mendengus kesal “Aku akan memenangkan taruhan itu, lihat besok!” dengan nada kesal nya Jibyung segera pergi keluar kelas
Semalaman Jibyung belajar untuk ulangan besok. Ia sangat optimis menang dari Chanyeol besok. Begitu juga Chanyeol, ia begitu optimis menang dari Jibyung.
 
“Baekhyun-ah, kenapa kau datang dimalam hari begini? Apa kau tidak balajar untuk ulangan besok?” Chanyeol agak kelas dengan kedatangan Baekhyun kerumahnya, karena dengan begitu jelas saja Chanyeol tidak bisa belajar dengan focus
“Justru karena itu. Aku tidak mengerti sama sekali soal kimia, jadi aku memutuskan belajar bareng dengan mu, gwenchana?” 
 
Chanyeol menatap malas baekhyun “Kau kan sahabatku” baekhyun membujuk chanyeol dengan nada bicara manja nya itu
Chanyeol menyuruh sahabatnya itu masuk kedalam rumahnya. Dan mereka masuk ke kamar chanyeol, penuh buku berserakan di kamar nya malam itu.
 
“Ini semua buku kimia? Woahh tidak biasa nya kamu belajar sangat keras seperti ini, kau kan sudah pandai dalam bidang kimia” baekhyun mengomentari keadaan kamar chanyeol yang penuh dengan buku
“Besok, anak baru itu akan menjadi yeojachingu ku” ia duduk di tepi kasur nya
“Park Jibyung? Iyakah? Kurasa… dia tidak tertarik dengan mu” komentar baekhyun
“memangnya kau kira aku tertarik padanya? Ani.. aku bertaruh nilai kimia dengannya, seolah-olah kalau dia menjadi yeojachingu ku… dia bisa aku bodohi kkk” chanyeol memiliki pikiran rencana tersendiri pada Jibyung
“lama kelamaan kau juga akan menaruh hati pada gadis itu” celetuk baekhyun dengan nakal
===
Jibyung duduk di halaman belakang sekolahnya. Dengan keheningan ini semakin saja ia mengingat masa-masa indahnya dengan Luhan
 
“Chagi.. entah apa yang membuatku begitu sangat mencintai mu” Luhan membelai rambut lurus Jibyung
“Xi Luhan… aku juga sangat mencintai mu, terimakasih telah menjadi yang terbaik dihatiku” balas Jibyung dengan senyum indah nya
“suatu saat nanti, ketika kamu bangun. Aku akan menjadi orang pertama yang kau lihat” Luhan memeluk tubuh mungil Jibyung
 
Kata-kata mantannya itu selalu terekam indah di memori Jibyung. Janji manis yang diucapkan Luhan juga masih ia ingat. Yang ia butuhkan sekarang hanyalah keheningan
“Ngg…. Annyeong” suara lembut dari seorang yeoja mengarahkan kalimat sapaan itu pada Jibyung
“Ne” Jibyung mengangguk kepada yeoja itu
“boleh aku duduk disini?” Jibyung kembali mengangguk pada yeoja itu
“Tiffany imnida dari kelas XII B, namamu… Park Jibyung? Anak baru dari kelas XII A ya?” Tiffany mencoba akrab dengan Jibyung
“Ne… Jibyung imnida” senyum cantiknya terlihat jelas dari bibir pink nya, Jibyung merasa nyaman dengan Tiffany disampingnya. Ia sudah dapat mengira Tiffany adalah seorang yeoja yang baik hati
Di pertemuan itu, Tiffany dan Jibyung sudah akrab satu sama lain. Jibyung terlihat lebih terbuka dari pada sebelumnya.
 
“Heii… Lihat itu… Chanyeol-ah sangat tampan bukan?” Tiffany menunjuk kearah lapangan yang di dalamnya terdapat Chanyeol dan kawan-kawan
“Chanyeol? Kau suka pada nya? bagiku dia itu bodoh dan gila, tidak tampan” Jibyung dengan polos nya berkomentar dengan sebegitu jujur nya
“Mwo? Aku tidak menyukai nya, tapi aku mengidolakannya. Kau bilang chanyeol bodoh dan gila? Jibyung…Helloooowww…. Seisi sekolah ini suka padanya”  Tiffany tidak percaya bahwa Jibyung tidak menyukai Chanyeol sama sekali, karena Chanyeol adalah namja tampan dan paling popular di sekolahnya
“Aniya, kecuali aku. aku tidak tertarik pada namja itu. Tiffany, aku harus ke kelas sekarang, aku duluan ya” Jibyung pergi meninggalkan Tiffany, Yah mungkin Jibyung memang tidak tertarik pada chanyeol, itu yang di fikirkan tiffany
Ulangan Kimia dimulai. Keadaan kelas sangat tenang saat itu, semua murid focus pada soalnya masing-masing. Sebelum itu, chanyeol sempat tersenyum licik pada Jibyung. Jibyung memutar bola matanya melihat tingkah Chanyeol yang membuatnya muak
“Waktu habis! Segera kumpulkan kertas ulangan di depan, saya akan langsung mengoreksi nya” ucap Ms Lee dengan tegas.
Beberapa saat kemudian kertas ulangan dibagikan kembali kepada murid-murid tanpa diumumkan siapa yang meraih nilai tertinggi. Saat Ms Lee keluar kelas, kelas XII A berubah menjadi ricuh.
“Sudah pasti Chanyeol meraih nilai tertinggi di ulangan ini” celetuk beberapa murid di dalam kelas yang sudah dapat menebaknya
 
Sebetulnya Chanyeol ragu kalau dia mendapat nilai tertinggi, ia takut jika Jibyung memiliki nilai lebih tinggi dari pada nya
Chanyeol melirik ke kertas ulangan Jibyung yang sedang Jibyung pegang. Ekspresi nya berubah seketika, dengan girang ia tertawa geli “Kena kau Jibyung!” gumamnya dalam hati
“93! Hebat juga ya kau, tapi… nilaiku lebih tinggi satu angka dari nilaimu, 94” raut muka Jibyung sangat kesal saat itu, ia meninggalkan kelas dan menuju kantin untuk sekedar duduk-duduk saja
 
Dengan cepat chanyeol segera menyusul Jibyung ke kantin, ia mengikuti Jibyung dari belakang dan ia mencari posisi disebelah Jibyung.
“untuk apa kau mengikutiku kesini?” Jibyung menyadari Chanyeol duduk disebelahnya
“mulai sekarang kita berpacaran, tidak lama… hanya dua minggu saja”
“baiklah”
“kau tidak menolaknya? Apa jangan-jangan… kau menyukaiku ya?”
“aku mencoba bermain sportif disini, tapi kau jangan mengira aku menyukai orang bodoh seperti mu” balas Jibyung dengan tatapan sinis nya
“tenang saja… selama dua minggu ini hidup mu akan bahagia. Aku kan namja terkeren di sekolah ini” Chanyeol merapihkan rambut nya dengan gaya kerennya, makin saja membuat Jibyung muak
“tapi… kau jangan coba-coba bilang kalau hubungan kita ini hanya sebatas taruhan saja, kalau kau membeberkannya aku akan….” Chanyeol sedikit berfikir untuk melanjutkan kata-katanya
“aku akan mencium mu!” lanjut chanyeol
“kau gila!” Jibyung tentu tidak setuju dengan peraturan chanyeol
“memang aku gila hahaha. coba kau lihat orang-orang disekitar kita, mereka berbisik satu sama lain karena iri dengan kau yang dekat dengan ku kkk” Chanyeol tertawa geli, Jibyung melihat kesekitar nya dan benar saja. Banyak yang memperhatikan ia dan Chanyeol
“Oke semua nya, aku akan memberitahu kan 1 hal penting yang musti kalian tahu” tiba-tiba chanyeol mengeraskan suaranya menghadap semua murid yang sedang berada di kantin, jibyung tersenyum remeh melihat tingkah chanyeol saat itu
Murid yang berada di kantin mengalihkan pandangannya kepada chanyeol. Seisi kantin memperhatikan Chanyeol dengan serius
 
“yeoja disebelahku ini” chanyeol menoleh kearah Jibyung “kenalkan semua, dia Park Jibyung. Dia adalah yeojachinguku” 
 
Chanyeol merangkul Jibyung dengan sedikit paksa, sontak saja Jibyung terkejut dengan kata-kata Chanyeol barusan
Siswi disana terlihat sangat iri dengan Jibyung, mereka mendengus kesal. Kali ini Jibyung benar-benar tidak suka dengan kelakuan chanyeol. Ia segera pergi meninggalkan chanyeol, langkah Jibyung terhenti gara-gara namja yang berdiri tepat di depannya (baekhyun)
 
“Ku kira… kau tidak tertarik pada chanyeol” kata baekhyun
“aku memang tidak tertarik padanya!” dengan nada membentak Jibyung membantah kata-kata baekhyun, baekhyun menunduk diam saat mendengar perkataan Jibyung
“mianhe” Jibyung merasa bersalah pada sikapnya itu
“ehehe… tidak apa-apa, mari kita berjalan bersama. Kau ingin ke kelas kan?” balas baekhyun dengan ekspresi manis nya
Jibyung dan Baekhyun berjalan bersama menuju kelas. Selama itu mereka berbincang dengan asik nya.
“kemarin, kau bilang kau tidak tertarik pada anak dari pemilik sekolah ini. tapi sekarang kau malah berpacaran dengan nya” kata baekhyun sambil membawa beberapa buku dari perpus
“anak pemilik sekolah? Jadi yang kemarin itu chanyeol?”
“Ne, memangnya kau tidak tau?”
Jibyung tidak menjawab pertanyaan baekhyun, dia teruskan jalannya bersama baekhyun
“menurutku… kau lebih keren dari pada bocah gila itu”
Baekhyun tercengang mendengar kata-kata yang keluar dari mulut pacar sahabatnya itu
“Ja…jan…jangan bilang begitu, nanti Chanyeol marah padaku” ia mencoba menahan senyum nya
“chanyeol….chanyeol… dan chanyeol…. Apakah tidak ada kata lain selain nama nya? hah!” Jibyung memutar bola matanya bosan dan berjalan cepat meninggalkan baekhyun
Setelah Jibyung pergi jauh meninggalkan baekhyun dari tempat semula, Baekhyun masih dengan rasa geer nya
“anak baru itu. Orang pertama kali yang mengatakan aku lebih keren dari Park Chanyeol, good!” Baekhyun berbicara pada dirinya sendiri
 
TBC
 
Maaf kalo banyak typo terus agak kaku. maklum baru pemula

***

THANKS FOR READING :D WE OPEN BAD AND GOOD COMMENTS, BUT STILL ! KEEP RESPECT :D

FOLLOW @ADOREXONLY for the lastest update about EXO

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE FANFICTION : @EXO1st_INA

ALSO RECEIVE PRIVATE EMAIL :D JUST SENT TO : ask.exo1st@yahoo.com

Exofirstwonderplanet@yahoo.com

VISIT OUR WORDPRESS : exo1stwonderplanet.wordpress.com

ORIGINAL MADE BY @hayfashaLia, NO PLAGIRISM.

If you interest become official author or freelance author, please see https://exo1stwonderplanet.wordpress.com/ff-freelance/

Advertisements

Tagged: , ,

2 thoughts on “[FREELANCE] EXOtic’s Fiction “Stuck in the Moment” – Part 1

  1. prenges August 15, 2013 at 9:39 AM Reply

    Lanjuttttttt yaaaaaa
    okeeeeeee

  2. Ayu Prasetya September 21, 2013 at 11:00 AM Reply

    Seruuuu thor ceritanya^^ keep writing XD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: