[FREELANCE] EXOtic’s Fiction “Fortune” – Part 1

EXOtic’s FICTION

Exo1stwonderplanet.wordpress.com

“Fortune”

 

Title : [EXOFF] – [Fortune] viNix – SM Entertainment’s New Girl group (Chapter 1)

Author : Indriasari

Cast: Kai – EXO K and for other character you could be find by yourself Length: Chaptered / Series

Genre: Romance Comedy (maybe) Rating: PG-13
NO silent reader and Plagiarize please. DO NOT take ideas/plagiarize, dialogues and others from our story. Comments are very welcome.

 

 

Audisi Global SM Entertainment. Hanna- teman ku bilang soal audisi itu. Ia sepakat mengajak ku untuk ikut Audisi tersebut. Hanna bilang , dia akan mengikuti Audisinya secara Online dan langsung di tempat. Dia juga bilang akan mengikuti dua sesi, pertama Duet bersama ku, dan yang kedua ia ber-Solo menampilkan sesuatu di depan Juri. Aku tau ini adalah impian yang benar benar ku dambakan. Kekhawatiran ku memuncak akibat bekal ku yang seadanya. Hanya berbekal bakat yang seadanya , Bahasa Inggris yang alakadarnya , dan juga Ambisi terbesar ku untuk bertemu Idola yang selalu ku dambakan setiap melihat poster poster Artis korea yang ada di kamar ku.

“mamih serius mau ikut audisinya? Aku pesimis bakalan lolos” kataku akhirnya. Hanna- yang biasa ku panggil mamih terlihat begitu enerjic dan sangat bersemangat. Dia mendekat dan langsung meletakan kedua telapak tangannya dibahu ku.

“cerewet!. Kamu punya bakat! Dari dulu aku suruh masuk Agency Dance Cover bilangnya gamau terus! Sekarang kesempatan yang gabakal datang dua kali! Indri juga udah janji kan bakalan ikut! Ayo semangat! Inget Wu Yi Fan!!!” ujar Hanna menyemangati ku. Ku lihat wallpaper di Ponsel ku. Terpasang wajah Kris EXO-M dengan outfit Wolf seminggu setelah EXO comeback. Segelintir kalimat Hanna mulai merasuk. Akhirnya aku bangkit dan kami berdua mulai berlatih kembali. Segumpal semangat kini tumbuh dan mulai merasuk kedalam setiap inci sendi ku. Ku harap usaha ini benar benar berujung pada keberuntungan dan takdir baik.

“epi beneran gamau ikut?”

“sebenernya mau, tapi orangtua aku kan gak kasih izin. Salam sama Siwon aja ya kalo kalian lulus jadi Traine SM” senyum lebar dengan logat polos selalalu saja membuatnya terlihat baik baik saja. Effy- teman ku seorang Elf yang sangat amat mencintai Siwon harus merelakan impiannya. Orang tuanya bilang Effy harus focus belajar. Sudah saatnya kelas tiga SMA focus pada masa depannya, tanpa harus memikirkan Artis Artis Korea.

“Fighting Epi~” Hanna memeluknya sambil sedikit berjingkrak.

Hari ini , aku dana Hanna resmi mengirimkan Video Dance kami secara Online. Time Control milik EXO Kai dan Luhan menjadi Cover tari kami untuk Audisi ini, dan untuk Vocalnya kami memilih lagu Onew dari Shinee – In Your Eyes. Aku gemetaran saat melihat Uploading itu berjalan begitu cepat.

“kita pasti bisa” Hanna meremas kedua tangan ku. Aku sedikit tertolong karna ucapannya. Semoga saja ini benar benar Nasib baik.

—-

7 malam Bandara Soekarno Hatta. Aku dan Hanna pamit dengan kedua orang tua masing masing. Kami berdua akan berangkat ke Korea pukul 8 malam ini. Bunda yang awalnya tidak setuju tentang hal ini akhirnya Lunak karna Ayah memberikan banyak penjelasan pada Bunda. Hanna membawa salah satu saudaranya yang fasih berbahasa Korea dan Inggris. Kami di kawal oleh Mba Nita sebagai Jubir- sementara selama kami di Korea.

“Bun, Doain Indri ya” Aku memeluk Bunda ku yang sepertinya sudah tak tahan untuk memeluk ku. Ayah ku menggenggam tangan ku dan mengisyratkan sesuatu yang mungkin artinya “Ayah percaya sama kamu, jaga diri baik baik. Doa dari keluarga selalu mengiringi” . Aku ingin sekali menangis , tapi sepertinya itu tak mungkin dilakukan jika sudah setengah jalan seperti ini.

“Ayo Ndri. Pesawatnya bentar lagi harus Boarding. Tante Om, Hanna sama Indri pamit ya”

“Hati Hati”

Pelukan hangat Ayah dan Bunda penghantar terakhir untuk ku. setelah itu kami pun mulai membawa koper masing masing dengan sebuah Tiket kelas ekonomi dan passport.

Setelah sejam menunggu kami pun lepas landas pukul 8 malam dan akan menempuh waktu berjam jam untuk Landing di Incheon Airport esok pagi. Hanna menggengam kedua tangan ku sambil tersenyum menyemangati. Mungkin dia tahu bahwa rasa Pesimis ku itu mulai menggerogoti setiap inci tubuh ku.

“Tuhan kasih yang terbaik”

—–

Incheon Airport. Pesawat kami Landing dengan sempurna. Aku sedikit banyak kagum karna telah menghirup sejuknya Korea. Negara gingseng ini benar benar membuat takjub mata sampai ke syaraf hati. Mamih atau Hanna bilang pada ku , kita akan segera ke penginapan. Sepanjang perjalan aku dan Hanna serta Mba Nita terus saja tengok kanan kiri melihat Korea yang sedemikian rupa.

“semoga aja Nasib baik. Bismillah..” aku menyemangati diri ku sendiri. Disini bisa dibilang boros pakaian. Kau tahu berapa lapis pakaiaan yang ku pakai? Aku hampir memakai empat lapis. Satu cup kopi Latte menemani perjalanan kami yang cukup singkat.

Kami tiba di sebuah Hotel sederhana dekat dengan Gedung SM yang tadi sempat kami lewati. Aku frustasi berat karna harus membeli Handphone baru setelah sampai disini. Terlebih bahasa yang dipakai Mba Nita saat berbicara pada Driver Taxi itu. Sepertinya otak ku akan terbelit belit jika harus belajar bahasa ini.

“Mih udah dapet Respone?”

“sejauh ini sih belum, kata Mba Nita katanya setelah Audisi Offline tuntas , kita baru dapet hasilnya” Hanna kembali menari. Aku sedang pemanasan, hampir saja lupa untuk pemanasan. Untung saja kaki ku terasa keram saat mulai melangkah.

“kita ambil hari keberapa Mih?”

“yang pertama, udah selesai? ayo latihan”

“iya”

Gerakan demi gerakan membuat ku makin semangat. Satu hal yang membuat ku ingin terus dan terus berjuang. Siapa lagi kalau bukan karna laki laki yang ada di wallpaper Ponsel ku. Hanya demi Wu Yi Fan.

“aku pengen pipis Mih”

“yaudah toilet dulu sana”

“Mba Nita anterin yah”

“iya iya”

Inilah penyakit ku saat gugup melanda. Gemetaran dan buang air kecil terus menerus. Sebentar lagi kami masuk ruang Audisi. Setelah dari Toilet akupun mulai masuk bersama Mamih-Hanna. Kaki ku gemetar bukan main.

“Good Morning” aku dan Hanna membungkukan badan- memberi salam kepada para jurinya. Mereka mempersilahkan kami untuk mulai menampilkan sesuatu. Aku membaca hamdalah sebelum perfom. Aku hampir kehilangan keseimbangan saat part akhir. Kami berdua menari dengan maksimal. Suara tepukan tangan begitu banyak terdengar. Salah satu jurinya meminta kami menari Solo.

“semangat Indri” Hanna menggenggam tangan ku.

Aku pun mulai menari. Kau tau Teaser EXO Kai – My Lady bukan?  Nah saat ini aku sedang mengcovernya. Setelah giliran ku , Hanna mulai tampil dengan lagu B2sT. Aku gemetarn bukan main saat Mba Nita menerjemahkan bahasa mereka.

“….dan kalian resmi , selamat bergabung di SM Entertainment”

Aku meloncat dan memeluk Hanna dan Mba Nita bergantian. Sumpah demi apapun di dunia ini, ini adalah hal terindah dan termustahil yang bisa dicapai oleh seorang Indriasari. Kami mewakili Indonesia. Aku bahagia bukan main.

——

“kata staff-nya, kalian bisa tinggal di sana selama training. Setelah itu kalian dipersiapkan untuk debut dengan Girlband dua Sub. Kalian tau kan soal Couple Group yang biasa dibuat SM? Semacam Super Junior dengan SNSD , SHINEe dengan F(x) begitu juga Girlband kalian yang akan mendampingi, katanya sih EXO”

“BENERANNN???!!! EXO???”

“BIASA AJA INDRIIIII” Hanna meneriaki kuping ku.

“kan seneng Mamih~”

“yasudah cepet beres beres”

Aku dan Hanna mulai packing barang masing masing. Mba Nita juga packing barangnya sendiri. Dibenak ku tergelincir bayangan dan khayalan indah tentang bertemu dengan Bias di SM Build nanti. Aku ingin sekali bertemu dengan Evil Kyu dari Super Junior dan si Lead Dance Lee Hyukjae, bertemu Taemin dan Onew dari Shinee dan setelahnya aku harus bertemu seluh member EXO. Tekat ku bulat untuk sukses dan bersanding bersama mereka. terutama si Chinese Canadian, Kris.

—-

“ini kamar kalian, kalian tinggal disini selama training. Disini kalian gak Cuma berdua, kata staffnya ada dua Traine yang akan sekamar dengan kalian. Jadi jaga diri baik baik, aku tinggal bersama Staff yang lain, kalian harus teliti dan semangat untuk latihan. Terutama Indri yang suka pesimis” Mba Nita ucapkan semua itu panjang lebar.

“siap bos!” aku dan Hanna hormat dengan semangat 45.

“yasudah, Anyeong~”

—-

“..iya Bun, masa aku paling item disini. Dingin banget, aku nyuci extra. Iya aku kerasa banget deh jadi bunda disini.. iya katanya Mba Nita bakalan latihan tiap hari.. iya, yaudah asalammualaikum” ku akhiri sambungan teleponnya. Bunda bilang Ayah rindu berat sama temen – atau anaknya ini. aku juga lebih rindu lagi dibandingkan Ayah, asal Ayah tau aja.

“Ndri katanya kita harus mulai latihan”

“Oke”

Kaca dimana mana. Lantai dengan kayu yang dibuat untuk lantai tari terlihat jelas. Aku dan Hanna duduk di antara belasan orang wanita yang ada diruangan ini. Mba Nita masih setia mendampingi kami sebagai peneejemah. Mba Nita bilang , Aku dan Hanna akan dibagi sesi untuk berlatih, tapi sebelumnya harus perkenalan diri dulu.

“giliran kamu Ndri” Hanna menarik tangan ku. aku berdiri dan membukuk 90 derajat.

“Good Morning, My Name is Indriasari. Iam From Indonesia , Iam Sixteen Years Old, Thank you” Gemetaran sekali saat berada di tengah tengah mereka. tadi ku ingat semua nama nama mereka. Gong Ahra , Park Dasom , Jung Shanghi , Kang Yunhi , Alexa Park , Xi Ren , Hwang Zin Lee , Felix Kwon , Oh Eunjo  , Lee Hera , Hanna Asyela , dan tentunya aku – Indriasari. Aku minder bukan main. Mereka seratus persen PUTIH. Hanya aku yang Coklat benar benar kematangan -_-.

Hanya 2 orang yang berasal dari Negara barat. Felix yang berasal dari New York dan Alexa Park yang berasal dari London. Mereka keturunan blasteran. Pantas saja parasnya masih terlihat Asia. Yang berasal dari China ternyata ada 3 orang , Xi Ren , Gong Ahra , Dan Hwang Zin Lee. Kebetulan sekali Xi Ren memang sekamar dengan ku dan Hanna begitu juga Park Dasom. Untung saja Bahasa Inggris mereka terbilang cukup fasih sehingga membuatku dan Hanna tidak begitu kesulitan untuk komunikasi.

“Lets Do It!!” Nona Kim bersorak. Dan kami pun mulai berlatih.

—-

Jam 11 malam waktu Korea. Aku barus saja selesai Latihan. Hanna sudah tidur duluan setelah makan Ramen bersama Ren tadi. Aku kelaparan, tapi hendak makan malah ingin tidur juga. Akhirnya mata ku tertutup sempurna. Semoga esok pagi lebih mengejutkan lagi.

Pukul 4 pagi. Mata ku buram buram mulai terbuka, Hanna membangunkan ku dan menyodorkan se-cup Mie Instan yang baru jadi.

“semalem gak makan kan? Makan dulu, nanti sakit. Oh iya ada salam dari Epi”

“waalaikumsalam, makasih Mamih”

Akupun turun dari ranjang ku yang berada diatas. Ranjang kami bentuknya dua susun. Hanna kebetulan berada dibawah ku sedangkan aku di atas. Kami pun mulai disibukan oleh berbagai kegiatan. Ren dan Dasom pergi mandi, sednagkan aku harus Solat dulu sebelum waktu subuh habis. Setelah itu akupun mandi setelah Hanna selesai.

Hari ini kelas bahasa itu dimulai. Aku dengan Traine yang lain harus belajar beberapa bahasa. Bahasa Korea , Mandarin , Jepang , Serta Inggris. Yang menjadi kendala ku adalah bahasa Utamanya. Bahasa Korea. Aku hanya tau kata mianhae, gomawo , ne , aniyo , oppa , saranghae , dan lain lain. Aku yakin aku yang paling bodoh disini.

2 jam berlalu, aku sudah belajar 4 bahasa itu. sebenarnya yang ku pelajari sungguh sungguh hanya bahasa Mandarinnnya saja. Tujuan ku tak lain hanya karna ingin bisa bicara bahasa yang sama dengan Kris. Aku tak sabar untuk menantikan Debut kami.

“Mih, Mba Nita bilang kita disuruh ikut kelas Homeschooling”

“yaudah gampang”

Aku benar benar disibukan dengan buku hari ini. setelah pelajaran IPA selesai akupun segera ke rangan Dance Practice. Hanna ke Studio untuk berlatih vocal. Kami terpisah dan aku berbekalkan kamus kecil – Korea Indonesia. Bodoh sekali aku ini.

“untuk latihan saat ini kamu berlatih bersama salah satu artis dari SM” Nona Kim berbahasa Inggris dan bilang begitu pada ku.

“oh, ok. Terimaksih” akupun masuk bersama Shanghi Eonnie. Dia mulai bisa bahasa inggris, aku sangat amat bersyukur. Kaki ku melangkah, suara music khas R&B terdengar ditelinga ku. seorang laki laki dengan kaus hitam dan training putih serta topi baseball memelakangi kami. aku belm bisa melihat wajahnya. sepertinya Yunho dari TVXQ atau entah siapa.

“Anyeonghaseo” dia berbalik dan membungkuk. Mataku hampir meloncat. Akhirnya pencapaian selama ini terwujud juga. TAEMIN shine tepat di depan mata ku.

“Anyeong” aku dan Shanghi Eonnie membungkuk. Setelah itu kami duduk bersila terlebih dahulu di depan Taemin yang begitu tampan dimata ku.

Awalnya ia hendak berbahasa korea tapi aku jujur padanya bahwa aku sangat buruk dala bahas itu. akhirnya Taemin menggunakan bahasa seadanya. Aku susah payah berbahasa kore dengan benar , sedikit bahasa Inggris yang ku campur aduk sesuka hati. Taemin sempat tertawa, aku saja dakam hati sdah terjungkal hanya karna ucapan ku sendiri.

“baikalah , aku sudah melihat cara kalian menari dari Video yang diberikan Manager Kim pada ku. Jujur saja aku kagum pada kalian berdua. Kau Shanghi , kau masih berusia 17 tahun tapi cara mu menari hampir seperti Yunho TVXQ itu menakjubkan. Sedangkan kau In-Dri , kau begitu glamor dengan Time Control dan My Lady milik EXO. Ku dengar kau menyukai ku? benarkah begitu?” ujar Taemin dengan Bahasa Inggrisnya yang acak acakkan.

Aku merunduk, merutuki diri ku karna telah jujur pada Nona Kim soal siapa saja yang ingin sekali ku temui di SM.

“iya. Aku menyukai mu dan Onew. Aku sangat menyuka cara mu menari, sangat luar biasa” Awesome kata yang cocok untuk menggambarkan ketakjuban ku padanya. si Magnae Shinee itu tersenyum. Aku benar benar ingin sekali berfoto denganya. Tapi sayang sekali rasanya tidak mungkin.

“baik lah kita mulai latihannya”

—-

Seminggu berlalu , tiga kali dalam seminggu ini kaki ku harus di perban untuk pemulihan akibat terkilir. Dua kali dalam seminggu aku harus suntik vitamin akibat sempat Drop. Mamih-Hanna bilang , kelelahan yang ku alami akibat memaksakan diri karna gerakan gerakan yang diberikan Taemin. Resmi sudah Taemin sebagai Coach untuk ku dan Traine yang lain. Hari ini aku dan para Traine akan mendapatkan pengumuman dari Nona Kim. Aku penasaran sekali.

—-

Kami – berduabelas duduk melingkar dan ditutup matanya oleh kain hitam. Kami saling berpegangan, Nona Kim Bilang kami akan diberi sesuatu. Aku meras punggung ku di temple sesuatu , aku benar benar penasaran. Setelah aba aba , kami semua membuka penutup mata dan melihat apa yang di tempelkan di punggung masing masing.

“Lead Dance?” aku benar benar menganga. usaha ku yang ingin sekali mendapatkan posisi Lead Vocal malah mendapatkan posisi seperti ini. kaki ku pasti akan lebih banyak lagi terkilir akibat posisi ini. sungguh mengenaskan.

“..semua sudah terbagi ke dalam posisi masing masing. Kalian akan dibagi menjadi dua Sub Grup. Felix , Alexa , Ahra , Eunjo , Hanna , dan Indri akan ada di Sub Korea. Berarti Ren , Dasom , Shanghi , Yunhi , Zin Lee , dan Hera berada di Sub Chinese atau Mandarin. SM Entertainment mengeluarkan Girlband baru yang akan dinamai viNix. Tapi berbeda dengan EXO yang dipisahkan dengan K dan M kalian akan perfom dengan lengkap. 12 member lengkap setiap Vers-nya….” Nona Kim panjang lebar menjelaskan semuanya deng rinci. Aku ditaruh dalam Sub Korea dan untungnya tidak di pisahkan dari Hanna. Ahra akan menjadi Lead Vocal bersama Alexa , Hanna dan Felix Raper sedangkan aku Lead Dance dan Main Vocal , Enjo Juga ditempatkan Main Raper dan Main Dancer. Entah kalau di Sub Mandarin siapa dan apa posisi mereka masing masing.

“Leader untuk Sub Korea dipegang oleh Hanna, dan Leader untuk Sub Mandarin dipegang oleh Hera”

Hanna sempat protes karna takut tidak bisa menjadi Leader yang baik untuk Grupnya. Dia bilang usianya begitu muda untuk mengatur para Seniornya yang berusia setahun atau dua tahun lebih tua darinya. Tapi pada akhirnya ia menerima dan kami pun sepakat.

—-

Minggu kedua. Aku dan Hanna berjuang mati matian untuk dapat latihan sempurna. Mba Nita kini bekerja sebagai kreatif di salah satu stasiun TV di Korea. Aku mulai fasih berbahasa Korea walau kadang Gramer yang ku gunakan salah pada tempatnya. Mandarin lebih cepat ku kuasai dibandingkan Korea yang seharusnya terutamakan. Kini aku masih berlatih bersama Shanghi Eonnie dan Taemin. Ku akui SM memang punya cara yang ampuh membuat kami terlihat berkilauan.

BUKK

“Yak!”

“siapa suruh dirimu ini begitu babo! Cepat ulangi dari awal”

Untuk kesekian kalinya gulungan kertas Koran menghantam kepa ku. Taemin lebih menyebalkan dari kelihatannya. Shanghi Eonnie juga tak luput dari gulungan korannya. Aku segera membenahi kembali gerakan ku yang sejak tadi berkali kali salah.

“Taeminie..” seorang berkemeja putih dengan topi baseball masuk keruang latihan ku. Saat wajahnya tegak mataku bulat sempurna. Kai EXO-K tepat disana. Ku atur diri ku untuk tidak berlebihan menatapnya dan berusaha mengabaikan kedatangannya.

“Ada apa?”

“Manager mereka bilang aku disuruh menggantikan mu, bukannya kau ada jadwal Sukira sekarang?”

“astaga, hampir saja lupa. Baiklah ku serahkan mereka berdua padamu, oh iya awasi yang babo itu”

Aku melotot sempurna saat si menyebalkan itu menunjuk ku dengan predikat si bodoh? rasanya aku ingin sekali menjambak rambutnya. Music tiba tiba berhenti. Ku lihat Kai menghentikan Musiknya sengaja. Setelah itu kami duduk bersila.

“Nama ku Kim Jongin, siapa nama kalian?”

“Aku Indri, dan Shanghi Eonnie” ucap ku dengan lenguh deru nafas tak beraturan. Benar benar lelah rasanya, sampai keringat peluh ku begitu banyak bercucur.

“kau butuh ini” Kai memberi ku sebuah handuk.

“terimakasih”

“kami harus memanggil mu apa?” Shanghi Eonnie mendekat dan bertanya.

“Oppa juga tidak apa” Kai meneguk isotonic yang berada di dekat tape Music.

“Baiklah, kita mulai dari konsepnya…jadi begini…”

“Oppa”

Tekat ku bulat sekali. Sesaat ia kembali dan menghampiri ku.

“ada apa?”

“bisa minta bantuan?”

Hari berikutnya. Kami dikumpulkan kembali oleh Nona Kim. Kami semua mulai membahas sesuatu. Stage Name. Ku harap namanya tidak aneh aneh seperti pikiran setengah Abnornal Nona Kim.

“Hanna, kau tetap. Alexa kau tetap. Hera , Dane. Indri, kau menjadi Joe. Selanjutnya Zin Lee kau tetap , Ahra , kau tetap. Dasom , kau bisa pakai Jane. Shanghi , kau tetap. Yunhi kau sama seperti Shanghi. Felix kau berubah menjadi Fay . Eunjo , Ken . Ren kau tetap. Ada pertanyaan?”  panjang lebar Nona Kim menyusun satu demi satu nama panggung kami.

Hanna – Hanna 17th

Alexa – Alexa 18th

Hera – Dane 18th

Indri – Joe 16th

Zinlee – Zinlee 17th

Ahra – Ahra 18th

Dasom – Jane 17th

Shanghi – Shanghi 17th

Yunhi – Yunhi 17th

Felix – Fay 16th

Eunjo – Ken 16th

Ren – Ren 17th

Joe. Aku sempat bingung kenapa nama ku menjadi Joe. Ternyata Nona Kim tahu nama Korea ku. Lee Jisoo. Akupun enggan bertanya lagi kenapa ia bertekat untuk menamai ku itu. Setelah itu akupun mulai berlatih Vocal dengan Ren Eonnie. Kau tahu? Ternyata si Coklat matang ini – maksudku aku, aku adalah member termuda di viNix.Perbedaan umur ku dengan Felix dan Eunjo hanya kisaran bulan, mereka berda di Line yang sama dengan ku, tapi tetap Nona Kim memutuskan Magnae dari viNix adalah aku. Entah kenapa rasanya aku tak merasa seperti itu. Alexa Eonnie begitu tinggi menjulang membuat ku ingat pada Kris. Sesaat Vocal ku hilang dan saat itu juga Tuan Yoon menegur ku.

Hari ini selesai. Aku dan Ahra Eonnie keluar dari gedung SM berbarengan. Saat hendak menunggu Bus , sebuah motor berhenti tepat di hadapan kami. Aku sempat bertanya pada Ahra Eonnie dan dia bilang tidak tahu.

“ini aku Kai”

Laki laki itu membuka kaca Helmnya. Sekarang aku yakin dia itu Kai.

“kau mau menjemput Ahra Eonnie?”

“aku menjemput mu babo!”

“yak”

“bagaimana? Eonnie tidak apa pulang sendirian?”

“tenang saja”

“baiklah”

Kai POV

Perjalanan singkat kami akiri untuk singgah sebentar di sebuah kursi dekat Sungai Han. Sempat kaget saat ia bicara tentang keinginannya yang begitu amat ingin bertemu dengan Kris Hyung. Aku sempat sedikit kecewa karna ia mencari Kris Hyung bukan diriku.

“Mau ini?”

“terimakasih”

Kami berdua duduk berdekatan sambil menyantap baso ikan yang ia beli tak jauh dari tempat kami duduk. Indri – dia benar benar membuat ku sedikit penasaran. Taemin bilang kalau dia adalah Traine paling beruntung. SM Entertainment biasanya mulai Training selama 2 tahun , itupun minimal. Tapi dia dan salah satu temannya hanya butuh enam bulan untuk segera Debut. Aku heran kenapa bisa begitu.

“jadi bagaimana? Kau bisa pertemukan aku dengan Kris kan?” dia begitu antusias.

“3 hari sebelum kau Debut, aku janji pada mu untuk membawa satu set lengkap member EXO. Kau puas?”

“terimakasih, terimakasih telah membantu ku” dia tersenyum lalu makan lagi.

“selain Kris Hyung, siapa yang kau sukai?”

“aku suka D.O dan tentunya HunHan”

“bagaimana dengan ku?”

Dia menatap ku, lalu tersenum dengan saus yang belepotan di sekitar bibirnya. Ku keluarkan sapu tangan ku.

“aku menyukai mu, tapi Kris lebih mem…”

“saus di bibir mu” ku potong ucapannya. Ia langsung mengambil saputangan ku setelah itu kembali bicara setelah membersihkan sekitar bibirnya.

“aku mengagumi mu, bukan suka pada mu. Sekali lagi terimakasih..hmm Oppa”

“iya, itu bukan apa apa. Oh ya, apa kau tau kapan kau Debut?”

“entah, Nona Kim bilang kami akan segera Debut. Mungkin setahun kemudian”

“salah! Kau Debut Agustus ini, kau dan salah satu teman mu begitu beruntung ya~. Kau hanya butuh 6 bulan untuk segera Debut, sedangkan teman teman mu yang lain butuh dua tahun untuk bisa Debut. Kau tau? Felix dan Ahra adalah Traine yang sudah training selama tiga setengah tahun. Kau hebat sekali rupanya, mungkin tertolong akibat Time Control dan My Lady ku haha”

Aku tak sadar gadis itu menganga kaget dengan baso ikan yang ia makan. Menatap ku begitu tidak percaya. Tangan ku melambai beberapa kali dan setelah itu ku tepuk pundaknya ia baru sadar.

“benarkah? AKU akan DEBUT?? Secepat itu???”

“kau sendiri begitu kaget ya? Aihh kau polos sekali”

—-

Ku kira dia tinggal dimana, ternyata satu gedung dengan Dorm EXO. Hanya berselisihkan dua lantai dari Dorm ku. Dia – indri , mengucapkan begitu banyak terimakasih. Dan sebelumnya aku juga memperingatinya soal Debutnya, ia mengerti dan salah satu yang menjadi semangatnya adalah detik detik saat EXO bertemu dengannya. Dia mengatakan bahwa Kris pasti akan begitu tampan pada saat itu.

“Anyeong Oppa” setelah itu pintunya tertutup.

Akupun kembali ke Dorm ku. Saat membuka pintu, tepat Chanyeol Hyung sedang berada di depan pintu sampai akhirnya terbetur pintu karna ku.

“ah jidat ku”

“maaf Hyung” aku sempat tertawa dan setelah itu kembali ke kamar. Kyungsoo Hyung sedang duduk di dekat Balkon sambil membaca buku.

“Hyung aku patah hati”

“ada apa?”

“dia suka pada Kris Hyung”

—–

Indri POV

Bulan Mei. Aku tak sabar menungggu bulan Agustus yang masih lama itu. Hanna dan Ahra Eonnie sedang pemanasan, sedangkan aku masih sibuk minum isotonic yang ku beli beberapa hari lalu. Taemin datang bersama BoA Eonnie dan Hyukjae Oppa. Kau tau? aku sudah tiga hari di latih oleh mereka berdua – BoA Eonnie dan Hyukjae Oppa. Kami sempat berfoto dan tentunya aku pamer pada Ka Pitty yang ada di Indonesia. Ka Made juga cukup Histeris karna melihat Foto ku dengan Lead Dance Super Junior itu.

“VINIX FIGHTING!!” Hanna bersemangat. Kami pun mulai latihan. 12 orang member berlatih mati matian untuk persiapan Debut kami yang dijadwalkan 21 Agustus ini, tahun ini SM mengeluarkan Girlband untuk kesekian kalinya. Ditahun 2013 beberapa Artis SM banyak yang Comeback bersamaan dan tentunya perilisan Album , dan yang terakhir adalah Debutnya kami.

“Arghh” Dasom Eonnie jatuh. Kakinya terkilir dan akhirnya Aku dan Felix membawanya ke ruang kesehatan. Sempat ku lihat Changmin dari TVXQ masuk keruangan kami berlatih, aku tidak tahu kenapa dia kaesana. Setelah di perban sedikit , Aku kembali untuk berlatih sedangkan Felix menemani Dasom Eonnie.

“Mamih.. Changmin ngapain kesini?” ku pakai bahasa Indonesia agar tak ketauan.

“Nonton kita latihan. Aku kenal dia, aku juga yang ngajak dia untuk nonton kita. Mumpung Tournya sedang sedikit tidak padat”

“oh gitu”

—-

Jam 9 malam. Aku berbaring di tengah Studio. Sumpah demi tuhan hari ini begitu melelahkan. Sempat beberapa kali kami rekaman beberapa Lagu dan disalah satu part aku adalah orang yang membuat semuany aharus berulang ulang. Dua kali tepukan di kepalaku yang berasal dari Zhinlee Eonie dan Ren. Aku juga sempat menangis saat di ruang Practice Dance. Kai membuat ku tertawa karna menari ala Byonce di depan ku. Sedangkan Taemin malah mengabadikan momen itu dengan kamera Ponselnya.

“ini”

“he?”

Handuk putih dan isotonic terjulur pada ku. Kai rupanya. Aku duduk dan setelah itu meminum isotonic yang ia berikan pada ku. Kami duduk bersandar pada dinding , disini gelap sekali. Maksudku hanya cahaya remang remang yang menerangi ruangan ini.

“terimakasih untuk minuman dan handuknya”

“kau terlalu banyak berterimakasih”

“ah sebentar, aku butuh waktu untuk solat”

“ibadah?”

“iya”

Ku ambil mukena yang ku bawa dan sehelai kain yang kupakai untuk menjadi sajadah. Setelah mengambil Wudhu akupun mulai solat.

Kai POV

Jadi beginilah caranya untuknya – indri beribah. Aku memperhatikannya. Gerakannya empat kali berulang ulang. Sujud , membungkuk , dan duduk. Aku sempat takjub saat melihat dia selesai lalu berdoa. Ia melepas benada yang menutupinya itu. Aku sempat tau , kalau tidak salah namanaya Mukena.

“sudah selesai?”

“seperti kelihatannya”

Dia duduk kembali. Disamping ku sambil meneguk kembali isotonic yang dia berikan. Earphone menempel disebelah kupingnya. Ia seperti bersenandung.

“apa itu lagu mu?”

“ini rahasia”

“oke , baiklah. Jadi mau keluar dengan ku?”

“lagi?”

“sedikit penghiburan , seharian ini bukannya kau di pukul dengan gulungan Koran oleh Taemin? Dan kata kata menusuk darinya? Seperti..babo?”

“jangan bahas lagi, aku sedang konsentrasi”

“kau menolak ku?”

“kau sedang tidak mengatakan cinta kan? Ungkapan yang salah hanya untuk ajakan pergi bersama”

“jadi?”

“baiklah”

Dia memeluk ku begitu erat. Sudah ku peringatkan untuk berpegangan , tapi enggan ia laksanakan. Dan akhirnya kaget sendiri, dan reflek memeluk ku erat seperti ketakutan – ingin mati mungkin. Aku hendak membawanya ke kedai ramen untuk mengajaknya makan , tapi ku urungkan niat ku dan membawanya ke kedai kecil yang menjual sushi. Aku ingat dia bilang kalau dia butuh makanan yang Halal. Ku kira ikan Halal untuknya.

“jadi pesan apa?”

“pastikan salmonnya masih segar”

“ah baiklah”

Sesaat kami menunggu. Untung saja kedai ini begitu sepi, tak perlu untuk ku untuk takut keluar tanpa masker dan kacamata. Sekian detik kami menunggu, dia tetap asik dengan earphonenya. Seorang pelayan mengantarkan pesanan kami dan aku mulai dan mengajaknya untuk segera makan.

“makan nasi dengan sumpit?”

“gunakan sendok saja jika belum terbiasa”

“aku terlihat kampungan”

Aku tersendak, cepat cepat ku ambil minuman yang tersedia. Ku dengar di tertawa. Aku menyentil dahinya gemas. Enak saja dia tertawa di atas penderitaan ku. Aku benar benar tidak habis pikir. Aku sadar bahwa aku tertarik padanya. Mungkin menyukainya. Tapi sayang aku patah hati di awal, dia menyukai Hyung ku dan aku tau fakta itu. Menyedihkan.

“sudah larut , Hanna akan mengnci pintunya jika aku terlambat. Bisa kita pulang sekarang?”

“tentu”

—-

“terimakasih”

“Joe”

“ah nde?”

“bisa bertukar Nomor Ponsel?”

“ah boleh”

Beberapa digit Nomor ia ketik di Ponsel ku. Setelah itu ia menghilang dilahap pintu. Akupun kembali menaiki Lift. Hati ku berbunga bunga , sumpah demi Pot Ibu kantin, aku benar benar bahagia hari ini. wanita dari Indonesia itu benar benar merenggut ke normalan ku.

—-

TBC

***

THANKS FOR READING :D WE OPEN BAD AND GOOD COMMENTS, BUT STILL ! KEEP RESPECT :D

FOLLOW @ADOREXONLY for the lastest update about EXO

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE FANFICTION : @EXO1st_INA

ALSO RECEIVE PRIVATE EMAIL :D JUST SENT TO : ask.exo1st@yahoo.com

Exofirstwonderplanet@yahoo.com

VISIT OUR WORDPRESS : exo1stwonderplanet.wordpress.com

ORIGINAL MADE BY Indriasari, NO PLAGIRISM.

If you interest become official author or freelance author, please see https://exo1stwonderplanet.wordpress.com/ff-freelance/

Advertisements

Tagged: , ,

3 thoughts on “[FREELANCE] EXOtic’s Fiction “Fortune” – Part 1

  1. prenges July 10, 2013 at 3:23 PM Reply

    Lanjutttttttttt
    tolong bisa di kurangi (aku)nya
    Thanks

  2. khansagitaa July 11, 2013 at 5:52 AM Reply

    Lanjut thooorrr ihiy seru bgt, ceritanya menarik;;)

  3. yantie September 5, 2013 at 10:34 PM Reply

    WAW. . ddaebak bgdz nie ff thor. . hah. .kai q suka indri?gpp lah asal ma cwe indonesia. .hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: