EXOtic’s Fiction “ Just Like You” – Part 18

EXOtic’s FICTION

Exo1stwonderplanet.wordpress.com

“Just Like You”

 

*Title : Just Like You

*Part : 18

*Main Cast :

  • Kris Wu
  • Kim Hyeon
  • Kim Sun Hye

*Length :  Series

*Genre : Romance

*Rating : PG 13

*P.S :  Ini adalah karya original by YuanFan. Dilarang keras untuk mem-plagiat dan mencopas tanpa seijin author

leave comment please

*Sinopsis : Kris dan Hyeon sama-sama mengetahui tentang latarbelakang keduanya menikah, dan mulai menyadari perasaan satu sama lain. Namu, dilain sisi Hyeon memutuskan untuk bercerai dari Kris. Dia merasa telah berhutang pada Kris.

*Disclaim :

SEMUA FANFICTION YANG DIPOST exo1stwonderplanet.wordpress.com adalah milik author yang menulis. DO NOT POST ANYWHERE WITHOUT ANY PERMISSION. And after read, please give comment^^ Every words from EXOWPers is A GOLD! *bow*

**

Luhan POV

Ujian kelulusan sudah didepan mata, aku menyiapkan diriku seadanya. Nilai baik bukanlah sasaranku, cukup lulus dari Korea dan segera pindah ke Jepang. Jujur selama beberapa hari ini aku merasa harus melindungi sesuatu dan membawanya ikut serta denganku agar dia tak terluka lagi. Hyeon.

“Kau mau makan apa hari ini?” tanyaku pada Hyeon yang sedang melamun disofa depan televisi. Dia sedikit berjingkat kaget, aku tahu pikirannya melayang ke kejadian sehari yang lalu.

“Aniya… terserah kau, Oppa.” Katanya kemudian memainkan ponsel yang dipegangnya. Aku duduk disampingnya dan memandangi wajahnya.

“Apa yang kau pikirkan?”

“Emh? Aniya,” jawabnya lagi.

“Sungguh?”

“Oppa, aku tahu kau berpikir aku pasti sakit hati dengan masalah tempo hari. Memang, iya. Tapi, setelah itu… aku merasa lebih rela Kris dengan Sun Hye. Aku yakin dia juga bisa bahagia dengan Sun Hye. Aku sekarang benar-benar bisa melepaskannya,” dia tersenyum diakhir ceritanya. Ketara sekali dia membohongi dirinya.

“Lalu, bagaimana dengan dirimu? Apa  kau bahagia?”

Dia menolehku pandangannya sedikit ragu, “well, tentu saja. Waktu yang akan memperbaiki semua. Kita harus berjalan sesuai dengan waktu ‘kan? Kalau tidak kita yang akan tergerus oleh waktu.”

Aku tersenyum dan merengkuh pundaknya, meletakan kepalanya di bahuku dan membelainya lembut.

“Kau ingin menangis?” godaku, dia terkikik dan menggeleng.

“Baiklah. Dengarkan aku Hyeon-ah,” gumamku.

Hyeon menegakan badannya dan memandang kearahku.

“Mwo?”

“Ketika kau kehilangan pegangan, kau kehilangan arah dan kau butuh sandaran. Ingatlah, aku akan selalu disisimu dan selalu menyediakan tanganku untukmu. Kau masih mempunyaiku dan Chanyeol,”

“Gomawo, aku sangat terharu” ucapnya seraya memeluk pinggangku.

Ya, aku sekarang tahu… aku mempunyai harta lain yang sangat berharga. Jangan sampai dia tergores dan terluka lagi.

Kris POV

Senyuman Hyeon. Itu tak bisa terhapus dari ingatanku. Hampir semalaman suntuk aku tak bisa tidur karenanya. Aku merasa menjadi manusia paling bersalah didunia, menjadi orang paling kejam yang pernah ada. Aku mengingkari cintaku sendiri. Aku tak tahu kenapa aku seperti ini.

“Kris,” suara itu masuk bersama seorang yeoja dengan seragam sekolahnya yang rapi.

“Kau mau kita terlambat dihari pertama ujian?” tanya Sun Hye sambil menggeleng heran.

“Aku hanya kurang memasang dasi,” kataku. Kuikat dasi yang menggantung dileherku, namun Sun Hye menariknya dan mengikatnya dengan cekatan. Dia tersenyum simpul ketika selesai mengerjakannya dan meninggalkan kecupan di pipi kananku.

“Gomawo,” kataku datar, lalu melewatinya untuk menjangkau tasku.

“Kau sudah sarapan?” tanyaku.

“Aku menunggumu,”

“Baiklah, ayo kita turun,” ajakku. Dia berlari kecil menggandengku berjalan turun menuju meja makan.

Hari ini dimulai, ada lembar jawaban soal dan lembar soal. Aku memandanginya lama. Aku menengok ke arah belakang, ada Suho tepat dibelakangku dan Xiumin disampingku. Biasanya didepanku, duduk Luhan yang akan berinteraksi irama denganku untuk mencocokan jawaban. Tapi, kini orang lain yang duduk didepanku.

“Kris Wu,”

Hampir seluruh isi kelas mendongak ketika namaku dipanggil. Aku melihat keara orang yang memanggil.

“Sampai kapan kau diam? Kau terlalu gugup?” tanya guru pengawas yang ada didepanku. Aku menggeleng.

“Aniya. Aku hanya sedikit berpikir,” kataku lalu mulai membuka lembar soal dan jawabanku. Guru itu mengangguk dan mengurungkan niatnya menghajarku, haha.

Aku kembali menengok kedua temanku, Suho dan Xiumin, yang dibalasnya dengan senyuman. Aku kembali memandang bangku depanku. Sekilas aku terbayang wajah Luhan yang menoleh kearahku. Aku sangat merindukannya. Sangat merindukan sahabat terbaikku.

 

Hyeon POV

Hari pertama ujian, aku harap Luhan bisa melewatinya dengan tenang. Akhir-akhir ini aku banyak melibatkan dia dalam masalahku. Aku berhutang banyak padanya, entah nanti akan kubayar dengan apa. Kuhela nafas panjang dan melemparkan buku yang sedari tadi hanya kupegang. Ponselku bergetar dimeja, foto Chanyeol terpajang disana, aku tersenyum melihatnya.

“Kau merindukanku?” kata pertama yang keluar dari bibirku.

Chanyeol tertawa keras diseberang sana.

Aku hanya kesepian tak ada kalian berdua. Luhan Hyung sekarang sedang ujian?

“Ne. Chanyeol-ah…” gumamku.

“Aku tahu ceritamu, semalam Luhan hyung sudah meneleponku,”

“Sial, kenapa dia selalu mencuri start?!” Luhan memang menyebalkan, dia selalu saja cerita semua tentangku pada Chanyeol.

Sudahlah, jangan sebal. Hyeon-ah, aku boleh menanyakan sesuatu?”

“Tidak, bila kau tanya masalah Kris. Aku tak akan menjawab,” tukasku.

“Kau sakit,” gumam Chanyeol dengan nada rendah.

Aku tak menampiknya, memang begitu kenyataannya. Memang sakit, tapi aku yakin rasa ini tak akan berlangsung lama. Akan segera hilang oleh waktu.

“Kau mau menikah denganku?” tanya Chanyeol tiba-tiba.

Aku terdiam sebentar. Berpikir. Aku bisa membayangkan wajah Chanyeol disana.

“Hahahaha…” aku tertawa sekeras-kerasnya. Dia sungguh membuat lelucon yang sangat bagus.

“Jangan tetawa. Aku serius, Hyeon-ah…”

“Eh? Apa maksudmu?” tanyaku seketika tawaku berhenti, suara Chanyeol terdengar lebih berat dari sebelumnya.

Aku tahu, dulu kau meninggalkanku karena kau terpaksa menikah dengan Kris. Hampir satu tahun, kau menyembunyikan statusmu sebagai istri Kris dariku, bukan untuk menjaga rahasia. Tapi, menjaga perasaanku ‘kan? Jawablah jujur Hyeon-ah,

“Ne,” tak ada kata lain selain kata ini.

Jujur aku masih mengharapkan selama ini. Terlalu kejam memang, bila saat itu aku pernah berpikir mendukung perceraianmu dengan Kris. Tapi, saat melihatmu menderita,  aku juga tersadar, aku ikut merasakan rasa sakitmu. Aku sangat menyayangimu. Sekalipun mungkin hatimu bukan untukku lagi, dan mungkin aku tak bisa bersanding denganmu. Ku mohon, kau jangan pernah jauh dariku,

Rasanya lidahku kelu untuk mengatakan sesuatu. Ini semua terlalu tiba-tiba, disaat aku yang sedang terluka. Dalam hatiku paling dalam, Chanyeol memang tak akan pernah tergantikan. Dia adalah namja pertama yang pernah menguasai hatiku dan pikiranku.

Aku tahu, aku mengatakan hal yang tak seharusnya kukatakan. Tapi, aku ingin kau memandangku. Seandainya mungkin, aku ingin ketika kau benar-benar berlari keadaanmu yang sekarang, akulah yang menjadi tujuan utamamu,

“Chanyeol-ah, mianhe… aku terlalu banyak melukaimu, aku terlalu banyak merepotkanmu. Kumohon, bukalah pikiranmu. Jangan sampai kau terluka lagi karenaku.. kumohon…”

“Kau menyukai Luhan-hyung?”

Apa yang dia tanyakan? Luhan?? Ya, ampun.. aku tak tahu bagaimana cara Chanyeol berpikir sekarang.

“Andwe.” Tegasku.

“Bagaimana bisa kau berpikir seperti itu, huh?” tuntutku.

Aniya… aku hanya sekedar bertanya.” Katanya dengan nada menggerutu.

Yah, Hyeon-ah. Ingat perkataanku dulu?

“Yang mana?”

Aku akan mengejarmu, sampai kapanpun,”

Aku mendengus, “kau jangan menjadi orang bodoh,”

Aku akan mempersuntingmu nanti. Tunggu saja.” Katanya dengan santai.

Aku tertawa lepas saat membayangkan hal itu terjadi. Aku tahu dia juga bersungguh-sungguh dengan apa yang dia lakukan.

“Selama itu, jangan jatuh ke pelukan siapapun. Kecuali, Kris hyung.”

“Kenapa Kris?” tanyaku mengerutkan alisku. Aku mendengar suara smirk-nya.

“Sudah, dulu Hyeon-ah. Aku akan mengerjakan tugas. Bye..”

“Yah! Chanyeol-ah!!!” suara ‘tut…tut…tut…’ yang menjawabku. Dia langsung mematikan teleponnya. Chanyeol ingin membuatku penasaran?! Tak akan bisa. Dasar Chanyeol!

Kris POV

Perasaanku tiba-tiba menjadi kurang nyaman. Ada apa ini? Sekilas aku bayangan Hyeon terlintas dikepalaku. Ah~, kenapa lagi ini?! Kepalaku menjadi lebih pusing daripada sebelumnya, bukan karena soal didepanku. Aku segera menggoreskan pensilku dan menjawab semua soal sebisaku. Dalam waktu 45 menit aku berhasil menyelesaikannya, aku ingin beristirahat di ruang kesehatan.

“Kris Wu, kau sudah selesai?” tanya guru pengawas padaku, aku mengangguk. Hampir seluruh kelas memandangku takjub, dan membuat siswa terpandai dikelas mengangah melihatku berdiri dari kursiku.

“Kau yakin tidak menelitinya lagi? ini penentuan nasibmu,” kata guru pengawas ketika aku menyodorkan lembar jawabanku.

“Aniya,” aku menggeleng.

“Aku sudah terlalu pusing untuk mengecek ulang. Sudahlah, aku telah berusaha sebisaku,”

“Baiklah kalau begitu, silahkan keluar, Kris.”

Kurebahkan badanku diranjang ruang kesehatan. Asisten dokter di ruang kesehatan memberiku supelmen saat aku mengatakan kepalaku pusing. Dia berkata, aku terlalu kelelahan dan menyuruhku tidur beberapa jam disana.

“Kau yakin, kau sakit?”

Aku sedikit menegakan punggungku melihat tamu yang tak diundang. Aku menghela nafas bosan ketika tahu orang itu.

“Jangan ikut campur,” kataku pada Suho dan Xiumin yang sudah berdiri tepat didepanku.

“Kalian segera menyelesaikan ujian untuk segera menyusulku? So sweet,” dengusku geli. Aku merasakan tinjuan pelan dikakiku.

“Kami ini manusia jenius,” timpal Xiumin seraya tersenyum jahil.

“Pertanyaanku belum kau jawab. Kau yakin, kau sakit?” protes Suho dengan mengulangi pertanyaannya.

“Menurutmu?”

Xiumin dan Suho saling berpandangan kemudian tersenyum penuh arti. Suho mendekatiku dan duduk disampingku. Dia tersenyum geli melihatku, aku memalingkan pandanganku sebal.

“Bisakah kau tersenyum biasa saja?” tuntutku.

“Memang ada apa dengan senyumanku?” tanya Xiumin sok bodoh sambil menggerak-gerakan bibirnya. Aku sendiri tak tahu kenapa dia menjadi menyebalkan seperti ini.

“Kris, aku melihatmu sangat rumit,” gumam Suho. Aku mengerti tujuan mengatakannya. Aku hanya diam tak menjawabnya, menjawabnyapun percuma. Dia tak akan mengerti posisiku, dia juga tak bisa merasakan apa yang kurasakan.

“Sudah semestinya, dan aku harus menjalaninya bukan?” timpalku.

“Aku tak apa, kalian tenang saja. Aku bisa mengatasinya,”

“Dengan apa?” tanya Xiumin, aku benci membicarakan tentang teknis sebuah hal.

“Biarkan alur yang menjawab. Aku tak bisa menceritakannya dari mana aku harus memulai.”

“Kau mau akhir yang bagaimana, Kris?”

Sial, Suho menanyakan tepat pada sasaran. Aku merasa mereka membuatku terpojok dengan sikap yang kuambil ini. Aku sendiri tak punya pilihan lain.

“Akhir yang sesuai dengan apa yang kuinginkan,” jawabku seadanya.

“Bersama Hyeon?” tanya Suho lagi.

Aku ingin meng’iya’kannya, tapi kenyataannya itu hanya sebuah rancangan tanpa tahu bagaimana aku mewujudkanya. Aku memilih diam lagi. Bila aku menjawab ‘tidak’, sama dengan aku memunafikan diriku sendiri.

“Aku mengikuti takdir,” jawaban ini lebih aman.

Sun Hye POV

Aku berharap hari-hari ujian segera berlalu. Aku ingin segera menikah dengan Kris. Membuktikan bahwa aku yang paling mencintainya didunia ini. Aku akan merebut hatinya, dan membuatnya menjadikan milikku selamanya.

“Sun Hye-ya… kau tak menemani Kris?” tanya Jessica saat aku bari kembali dari kantin. Aku memandangnya dengan pandangan bingung.

“Yah.. dia diruang kesehatan. Katanya dia sakit,”

Aku membelalakan mataku, tanpa berkata apa-apa lagi aku segera berbalik arah menuju ruang kesehatan. Belum sampai ditikungan koridor aku melihat Kris berjalan menuju kearahku. Dia berhenti sejenak saat aku berdiri didepannya, aku segera berlari kearahnya.

“Gwenchana-yo?” tanyaku seraya memeriksa suhu badannya.

“Ne~…” dia menurunkan tanganku dan menegakan kepalanya.

“Aku tak apa, hanya sedikit pusing,”

Aku tersenyum, aku lega dia tak apa-apa.

“Kau makan apa hari ini?” tanyaku, dia hanya tersenyum simpul

“Apapun akan kumakan,”

“Hari ini aku akan memasak untukmu,” aku melompat rendah seraya memenggelayuti lengannya. Kris kembali tersenyum simpul. Aku tak akan menanyakan lagi siapa yang kini ada dihatinya dan apakah aku bisa memasukinya. Aku tak peduli lagi yang terpenting aku sekarang yang berada disisinya.

Semuanya ingin kukerjakan sendiri, aku akan memasak untuk Kris, itu berarti akulah yang harus memilih bahannya sendiri. Aku berbelanja di Hypermart terlengkap. Aku ingin memasak masakan negara asal Kris, Cina. Aku mengambil bawang bombay secukupnya dan memasukannya kekeranjang. Aku sudah bisa membayangkan bagaimana nanti menjadi Ny.Wu. Aku akan melakukan hal ini setiap hari. Bruk!

“Ah~, Changshamnida,” ucapku saat aku tak sengaja menabrak trolley seseorang dibelakang.

“Apa kabar, Sun Hye-ya…”

Aku melihat orang yang kutabrak, orang itu malah menanyakan kabarku. Orang yang paling tak ingin ku temui.

“Kabar baik, Hyeon-ah…” jawabku sedikit tertegun. Aku melihat trolley yang dia dorong. Banyak sekali belanjaannya. Aku tersenyum kecil padanya.

“Lama kita tak mengobrol seperti ini,” kataku, aku sengaja mengajak Hyeon minum kopi dikafe dekat dengan tempat kami berbelanja.

“Ne~, “

“Kau suka Jepang?” tanyaku basa-basi.

“Aku menyukai tempat apapun asal aku nyaman,” katanya kemudian menyeduh coffelatte-nya.

Jujur saja, wajahnya yang selalu berusaha tenang itu kadang membuatku sebal. Dia adalah orang yang terlalu baik. Aku tahu mungkin dipikirannya dia masih memikirkan Kris.

“Tahun ini adalah tahun terakhir kami sekolah, kau sudah tahu kan, pernikahanku dan Kris dimajukan,” kataku, aku ingin dia tahu sekarang Kris hanya milikku. Cangkirnya membeku diudara, kemudian tersenyum simpul dan meletakkannya dengan lembut.

“Syukurlah, selamat untuk kalian berdua,” ucapnya, wajahnya kembali membuatku sebal. Wajah yang terlalu senang.

“Kau akan datang ‘kan nanti?” tanyaku lagi.

“Tentu aku akan datang. Aku tak akan pernah melewatkan momen bahagia seperti itu,”

“Jeongmal gomawo, Hyeon-ah.”

“Gwenchana. Sun Hye-yah. Kurasa aku harus kembali.” katanya terburu-buru sambil melihat jam tangannya.

“Ada janji?”

“Aniya, aku harus memasakan Luhan Oppa. Dia sebentar lagi pulang,”

Luhan? Dia berniat pamer karena banyak yang menyukainya?

“Kapan-kapan kita minum kopi bersama lagi, sampai nanti,” pamitnya seraya beranjak dari kursinya.

“Aku benci,” ucapku datar. Aku melihat dia membeku diposisinya kemudian berbalik secara berlahan.

“Mwo?” dia mengerutkan dahinya memandangku.

Aku menatapnya, “Aku benci dengan wajahmu yang selalu sok ceria dan tegar. Kau membohongi dirimu sendiri. Kau sebenarnya ingin menangis tapi kau memaksakannya untuk tersenyum. Kau menggelikan,”

Dia membalas tatapan mataku dengan heran. Hyeon menegakan badannya dan benar-benar menghadapku. Dia kembali tersenyum, senyum yang membuatku muak.

“Kalau kau bisa membaca apa yang ada dalam pikiranku, harusnya kau bersikap seolah-olah tak tahu apa-apa. Kau menabur garam pada luka seseorang, dia ingin menjerit tapi ditahannya dan kau terus menaburnya,”

Aku tercengang dengan kata-kata Hyeon. Dia bisa mengatakan hal itu didepanku. Dia tetap tersenyum memandangku, kemudian berbalik pergi meninggalkanku.

“Dia…” aku masih tak percaya apa yang dikatakannya.

Hyeon POV

Setelah selesai memasak untuk makan siang Luhan Oppa, aku merebahkan diriku disofa sejenak. Aku kesal dengan kata-kata Sun Hye, kenapa dia menjadi kejam seperti ibu tiri seperti itu. Dia sekarang jauh dari image Tuan Putri-nya. Ya, ampun. Aku lelah, ingin tidur sebentar saja. Aku mulai memejamkan mataku.

Tak lama kemudian, aku merasakan tangan dingin menyentuh pipiku.

“Hyeon-ah…” panggilnya pelan. Aku membuka mataku setengah sadar.

Namja berambut blonde tepat didepan mataku.

“Kris…” gumamku, pandanganku masih belum fokus.

“Kris?” tanya suara itu tampak bingung. Aku tersentak dan benar-benar membuka mataku lebar-lebar. Sial, Luhan. Aku bangun dengan wajah sedikit malu padanya.

“Kris?” tanyanya lagi.

“Sudahlah, yang biasanya membangunkan seperti itu memang Kris.” Elakku. Aku mendorong Luhan menyingkir dari depanku dan berjalan kearah meja makan.

“Aku sudah memasakannya untukmu,” kataku seraya menunjuk meja yang berdiri ditengah ruangan. Luhan tetap diam memandangku

“Kau masih memikirkan Kris?” Luhan bertanya dengan nada datar. Aku sunggu tak mau membahas hal ini.

“Sudahlah, kau ini kenapa? Jangan tanyakan lagi,” kataku sambil lalu.

“Hyeon-ah…”

“Oppa, makanlah dulu,” aku mendorong badannya ke meja makan dan menyeretkan kursi agar dia segera duduk.

“Habiskan semua makannya dulu, baru bicara denganku nanti,” kataku, Luhan hanya mengangguk dan tersenyum.

“Enak,” itu komentarnya seusai menghabiskan semua makanan yang ada dimeja.

“Kau rakus,” gumamku, dia nyengir tanpa dosa.

“Ya sudah, sekarang Oppa yang membersihkan sisanya, aku ingin tidur,”

“Yah! Hyeol-ah, yang benar saja.” dia menarik bajuku yang hendak pergi ke kamarku.

“Oppa, aku sudah memasakanmu. Kau tega aku lelah??”

“Kau tega membiarkanku kelelahan, aku harus ujian,”

Sialan. Dia memang selalu menyebalkan. Aku berdecak kemudian mulai mengangkuti semua piring kotor ke tempat cuci piring.

“Yah, jangan dengan wajah muram begitu…” dia menyenggol-senggol bahuku. Aku meliriknya tajam, Luhan langsung berhenti tak berani meneruskannya.

Aku berbaring disofa depan televisi, tak lama kemudian ponselku berdering. Chanyeol. Aku mendengus sebelum benar-benar mengangkatnya.

“Yeoboseo?” sapaku, aku melirik Luhan yang sedang mencuci piring. Dia melirikku sebentar, kemudian meneruskan pekerjannya.

Bagaimana kabarmu hari ini?

Aku memutar mataku, dia bertanya seolah-olah tidak pernah tahu kabarku sama sekali.

“Sangat baik. Kau juga sangat baikkan mencatatkan semua pelajaran disana?” aku menyeringai iblis, aku mendengar Chanyeol mendesah.

Jadi itu yang lebih penting sekarang?

Aku terkikik mendengar protesnya.

Aku dengan sangat baik dan indah mencatat untukmu. Yah, Hyeol-ah… aku besok akan berangkat ke Korea,”

“Mwo?? Kenapa sangat mendadak?!” aku bangkit dari tidurku.

“Ada apa? apakah ada sesuatu?”

perasaanku tak enak. Entah kenapa kau butuh aku nanti,”

“Jangan sok tahu. Hanya itu? kau mengkhawatirkanku akan terluka lagi? Chanyeol-ah, sekarang aku lebih bisa menerima…”

Bukan. Selain itu ada tujuan lain aku kesana,

“Ooh.. baiklah kau begitu. Jangan bertindak berlebihan. Yah, kau tak mau bicara dengan Luhan Oppa?” tanyaku.

Ne~, aku memang ingin bicara dengannya,

Suara Chanyeol lebih serius daripada sebelumnya. Ada apa dengannya? Dia menjadi aneh seperti ini.

“Oppa… Chanyeol ingin bicara denganmu,” teriakku agak kencang.

Luhan menghampiriku, dijarak 3 meter aku langsung melemparkan ponselku. Dia melirikku marah saat ponselku hampir luput dari tangkapannya. Aku hanya tersenyum tanpa dosa.

“Apa yang ingin kau bicarakan?” aku melihat Luhan tersenyum jahil, membuat suaranya seolah-olah menantang.

“Oh, ne~…” suara dan wajahnya seketika berubah. Dia melirikku sebentar kemudian pergi meninggalkanku.

Ada apa dengannya, kenapa seperti ada yang dia sembunyikan. Lagipula aku juga tidak ingin tahu apapun. Kenapa orang-orang disampingku akhir-akhir ini menjadi aneh semua. Selang beberapa menit aku melihat Luhan kembali setelah bicara dengan nada sedikit berbisik. Dia melemparkan ponselku, syyyuuut…. hampir saja meleset. Aku memelototinya.

“Mwo?? Kau tadi juga seperti itu,”katanya membela diri. Beda, dia melemparkannya memang dengan niat menjatuhkan. Aku kembali merebahkan badanku ke sofa.

“Hyeon-ah,” panggil Luhan.

“Ne?”

“Kalau diminta memilih, kau memilih Kris, Chanyeol atau… aku?” tanyanya dengan memandang mataku, tidak seperti biasanya.

“Memang ada apa?”

“Aku hanya ingin kau memilih,”

Aku menghela nafas panjang, “ Kalian semua tidak bisa dipilih,”

Luhan mendengus.

“Kau dan Chanyeol apakah masih ada hubungan?” tanyanya lagi. Aku berdecak sebal, aku merasa seperti dia sedang mengintrogasiku.

“Kau ingin tahu apa sebenarnya?” aku mulai jengkel.

“Aku ingin melamarmu,”

Apa maksudnya? Dia mulai gila, ya? Aku menganggapnya hanya gurauan tidak bermutu. Kata-kata konyol.

“Aku serius,” kata Luhan lagi.

“Yah, Oppa. Berhentilah. Aku tak mau mendengarmu, kau semakin melantur,”

“Aku bersungguh-sungguh. Aku ingin melindungimu, dan menjagamu seumur hidupku,”

Aku menatap matanya tajam. Aku tak suka perbincangan seperti ini. Aku menegakan badanku dan duduk bersila dengan pandangan tajam pada Luhan. Wajahnya memang serius, tapi tetap kuanggap semua ini konyol. Tak lama ponselku kembali berdering nyaring. Aku mengalihkan perhatianku.

“Yeoboseo…”

Aku mendengar suara lain, suara asing. Aku mendengarnya dengan seksama. Airmataku jatuh luruh tak tertahankan, ponsel yang kupegang jatuh membanting lantai.

Kris POV

Aku akan belajar lebih keras, untuk mendapatkan nilai terbaik. Agar Hyeol itu tidak menertawaiku lagi. Ah~, Hyeon lagi. Aku sudah tidak dengannya. Apa aku harus mulai mengakhiri perasaan ini? Seandainya aku meneruskanpun, sepertinya aku belum menemukan jalan. Blak! Suara pintu dibuka dengan kasar.

“Ada apa?” tanyaku menoleh sekilas pada Sun Hye yang memandangku dengan tatapan kesal. Kemudian aku kembali berkutat dengan bukuku.

“Kris-ah… ayo kita persiapkan semua perlengkapan kita. Kau juga harus fitting jas untuk pernikahan kan?” rengeknya.

Darahku berdesir saat aku mendengar kata pernikahan. Sangat menjijikan. Aku kembali memandang Sun Hye sekilas.

“Kau tak mau? Aku ingin kau ikut,” dia mulai merengek lagi.

“Biarkan aku belajar terlebih dahulu,” kataku agak sebal.

“Hanya setengah hari” ucapnya lagi mirip anak umur 5 tahun.

“Kau tahu, sekolahku selama 3 tahun ini akan ditebus oleh seminggu besok. Kau gila,ya?” aku mulai muak dengannya.

“Aku ingin bertanya padamu,” kataku.

Sun Hye menatapku seakan berkata dia siap ditanyai apapun.

“Kenapa kau sangat berubah menjadi memuakan seperti ini?” aku mulai kesal dengannya. Sun Hye membelalakan matanya, mungkin dia kaget dengan pertanyaan kasarku.

“Kau tak mau menjawab? Baiklah,” kataku memutar kembali kursi belajarku dan memunggunginya.

“Kau tanyakan hal itu tanpa mengerti perasaanku?” tanyanya dengan nada memelas. Aku membeku sejenak, kemudian meneruskan kerjaanku.

“Aku begini karena kau. Kau tau, kris-ah. Sejak kau menjadi siswa satu sekolah denganku. Aku menyukaimu, sangat menyukaimu. Aku tak peduli orang berkata apa tentang perilakumu disekolah. Bagiku kau sangat istimewa…”

Berlahan aku memutar kembali bangku menghadapnya. Wajahnya tampak menahan tangis. Sampai dia menangis, aku tak tahu harus berbuat apa.

“… ketika kau tolong aku sungguh beruntung bisa dekat denganmu. Aku tak menyangka satu rumah dengan Hyeon, yeoja yang pernah memperbaiki rantai sepedaku. Saat kalian mengijinkan aku menginap, terbesit keinginanku untuk tinggal bersama kalian. Karena kau.  Tapi semua kebenaran terungkap, ternyata kalian adalah suami istri. Awalnya aku bisa menerimanya dan mencoba merelakan semuanya. Lama kelamaan aku tak bisa, sampai aku pulang kerumah dan mengetahui kenyataan kalau kau adalah namja yang telah diperjodohkan denganku. Tapi semua batal karena keluargamu menikahkanmu dengan Hyeon. Saat itu aku merasa, Hyeon merebut apa yang menjadi miliku,”

Airmata Sun Hye menetes, namun dia segera mengusapnya. Dia mempertahankan tatapan mata tajamnya terhadapku. Aku tak tahu harus berbuat apa dalam kondisi seperti ini.

“Kau merebut apa yang Hyeon dapat,” kataku datar.

“Kau masih membelanya?? Kau masih mengelak kalau kau sebenarnya untukku??! Huh??” teriaknya marah.

“Takdir. Kau percaya itu? Hyeon menjadi istriku tanpa dia tahu dan dia mau. Semuanya karena takdir. Perjodohan itu memang ada, tapi apakah juga tak sadar pernikahanku dan Hyeon juga ada?”

Dia memandangku dengan tatapan lebih marah lagi. Aku semakin tak beperasaan padanya, dia sungguh keterlaluan.

“Akulah yang paling mencintaimu!”teriaknya lantang.

“Seseorang yang benar-benar mencintai adalah seseorang yang membiarkan dirinya terluka untu kebahagian orang yang dicintainya,” ucapku. Dimataku membayangkan sosok Hyeon. Sosok Hyeon yang merelakanku demi kedua orangtuanya.

“Kau sangat menyebalkan! Kris-ah! Aku membencimu!! Aku akan segera meminta untuk memajukan pernikahan kita! Setelah ujian ini berlangsung, tanpa menunggu pengumuman kelulusan!” dia menekankan nadanya disetiap hurufnya. Aku tersenyum simpul. Dia menghentakan kakinya kemudian pergi meninggalkanku. Sendiri dengan pikiran kosong.

To be continued…

Mianhe T.T lama banget updatenya… tugas kuliah menumpuk. Dan saya terbelit. Semoga masih banyak yang minat dengan FF ini. Jeongmal gomawoo~…

-yuanfan-

**

THANKS FOR READING 😀 WE OPEN BAD AND GOOD COMMENTS, BUT STILL ! KEEP RESPECT  😀

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE ALL ABOUT EXO: @EXO1st

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE FANFICTION : @EXO1st_INA

ALSO RECEIVE PRIVATE EMAIL 😀 JUST SENT TO : ask.exo1st@yahoo.com

Exofirstwonderplanet@yahoo.com

VISIT OUR WORDPRESS : exo1stwonderplanet.wordpress.com

ORIGINAL MADE BY @yuanitasugianto  @yuanwufan @exo1st_INA , NO PLAGIRISM.

If you interest become official author or freelance author, please see https://exo1stwonderplanet.wordpress.com/ff-freelance/

Advertisements

Tagged:

10 thoughts on “EXOtic’s Fiction “ Just Like You” – Part 18

  1. Jung Hyun Mi May 22, 2013 at 1:19 PM Reply

    ciattt ciattt ciattt
    akhirnyyaaaaa T,T
    hueeee
    hyeonn u.u
    hyeonn ama krissss !!!
    pokoknya ama krisss ga peduli amat mau dilamar satu rw juga -_-
    udahh hyeon ama kris titikk …
    sun hye ceburin aja ke comberan biar tau rasa
    (comen random)

    • kira May 25, 2013 at 11:21 AM Reply

      Huueeeeee….. /ikut-ikut/
      gomawo Hyun mi chingu masih baca FF saya. padahal lama gak update. Semoga saya bisa selesein dengan cepat 🙂

  2. Cynthia May 23, 2013 at 4:04 PM Reply

    Gmn ini? Sun hye kok smkin gt sih?
    Ayo dilnjutkn.. Apa tb2 sun hye ma kris n hyeon sm chanyeol/luhan ato sebalikx? Kn diakhir cerita bs aja ternyta hyeon memsng bkn untuk kris.. Huaaaa aq penasarn T.T
    Cpt update lagi ya.. Hwaiting^^

    • kira May 25, 2013 at 11:18 AM Reply

      xixix~… gomawo ya udah tetep baca walopun updatenya lama
      Iya, saya akan coba cepet update. bikin orang penasaran itu dosa. hahaha.. gomawo Cynthia 🙂

  3. risamarlangen May 24, 2013 at 8:30 AM Reply

    ga tau kenapa tiap baca baca ni epep bawaannya mau nangis bombay mulu,,huhuhu
    hyeon dan kris sama2 mengorbankan cintanya,,, hadehhhhhhhhh ga kebayang nyeseknya kaya gimana… dah tau saling cinta tapi ga bisa bersatu,,huhuhuhuhuh
    jangan pisahin hyeon kris yah… satuan mereka lagi,, enak yah jadi hyeon yang suka kece2 semua ~kekekek,, hyeon ayo kita tukar tempat ~kekekekekek

    • kira May 26, 2013 at 2:30 AM Reply

      saya sendiri juga pengen tuker tempaaat~~ /jerit gaje/
      gomawo udah baca, ne~ 🙂

  4. Mrs. Oh May 24, 2013 at 12:23 PM Reply

    dasar licik -_- Sun Hye licik ._____.
    ayolah, Kris Hyoen balik lagi^^
    mwo? Luhan mau ngelamar Hyoen? andwae!! luhan punya ku -_- *ditabokluhan
    duh, rumit banget hidupnya Hyoen, dikelilingi oleh 3 namja ganteng nan kece yang mencintainya._. aku juga mauuuu…. u,u

    • kira May 26, 2013 at 2:31 AM Reply

      saya juga mau dicintai cowo” kece -_-” /author jablay/
      siip,.. gomawo ya udah baca chingu 🙂

  5. excelladian14 June 1, 2013 at 5:01 AM Reply

    daebak

    tp makin rumit karna chan sama luhan suka hyoen sih…

  6. Dinidink June 28, 2013 at 2:10 PM Reply

    Cih. Itu sunhye egois banget d, relain napa kris sama saya, eh sama hyeon maksudnya xD
    Dann hyeeonn.. pleasee.. jangan embat semua tuh ye, para cowo yang pada suka situ.. sisain bwt ak n authornya kek xD
    Enak banget jd hyeon, itu sehari ada dua cowo yg ngajakin nikah, tinggal milih doank o.O

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: