EXOtic’s Fiction “ Just Like You” – Part 17

EXOtic’s FICTION

Exo1stwonderplanet.wordpress.com

“Just Like You”

 

*Title : Just Like You

*Part : 17

*Main Cast :

ë  Kris Wu

ë  Kim Hyeon

ë  Kim Sun Hye

*Length :  Series

*Genre : Romance

*Rating : PG 13

*P.S :  Ini adalah karya original by YuanFan. Dilarang keras untuk mem-plagiat dan mencopas tanpa seijin author

leave comment please

*Sinopsis : Kris dan Hyeon sama-sama mengetahui tentang latarbelakang keduanya menikah, dan mulai menyadari perasaan satu sama lain. Namu, dilain sisi Hyeon memutuskan untuk bercerai dari Kris. Dia merasa telah berhutang pada Kris.

*Disclaim :

SEMUA FANFICTION YANG DIPOST exo1stwonderplanet.wordpress.com adalah milik author yang menulis. DO NOT POST ANYWHERE WITHOUT ANY PERMISSION. And after read, please give comment^^ Every words from EXOWPers is A GOLD! *bow*

**

Kris POV

“Aku akan menginap disini saja. Lagipula Luhan oppa macam-macam padakupun  kurasa tak ada masalah. Kami berdua juga akan menikah.”

Hyeon. Benarkah dia telah menikah dengan Luhan? Secepat itukah? Kuacak kesal poni depanku dan kemudian mebanting diri diranjang. Coklat. Langit-langit diatasku berwarna coklat, warna favorit Hyeon.

“Kris…”

Aku memiringkan kepalaku mendengar orang memanggilku. Sun Hye tersenyum, dia mengenakan gaun tidurnya setengah transparan. Yang mau tak mau aku mengakuinya.. dia terlihat seksi.

“Ada apa?” tanyaku.

“Begitukah sambutanmu pada calon istrimu yang merindukanmu?” dia merajuk manja padaku, lalu ikut berbaring disebelahku.

Aku menjadi agak risih. Sial. Aku sedikit menggeser tubuhku memberi ruang diantara kami berdua.

“Kris. Bagaimana kalau kita rancang masa depan kita mulai dari sekarang?” dia tersenyum melirikku kemudian menggenggam tanganku dan mengangkatnya tepat diatas kepala kami.

“Bila nanti kita berkeluarga kelak, aku ingin mempunyai 2 anak. Namja dan yeoja, itu cukup. Kita akan bangun rumah kecil yang dikelilingi kebun dan bunga. Bagaimana menurutmu?”

“Tidak buruk,” tanggapku. Dalam benakku aku berharap yang mengatakan impian seperti itu adalah Hyeon.

“Menurutmu aku perlu kerja atau menjadi ibu rumah tangga saja?” Sun Hye menurunkan tangan kami berdua dan diletakan tepat didadanya.

“Entahlah. Kurasa wanita pekerja juga tidak masalah,” jawabku seadanya lagi.

“Kris… kau mau bulan madu kemana?” dia membalikan badannya, tengkurap dan memandangku. Aku hanya meliriknya sekilas kemudian menggeleng.

“Molla, terserah kau,”

Aku mendengar Sun Hye menghela nafas kemudian kembali terlentang memandang langit lagi. Kami berdiam agak lama.

“Kau merindukan Hyeon?” nada suaranya berubah sedikit sarkartis.

Aku diam tak menjawab, harusnya dia tau apa yang akan kujawab.

“Kris, aku bicara padamu,” katanya lebih agak jengkel padaku.

“Kau sudah tahu jawabannya,” kataku.

“Kau menyakitiku. Sakit Kris…” dia bangkit dan duduk.

Aku melihat wajahnya sangat sengasara. Aku ikut duduk disampingnya dan memandangnya.

“Sun Hye-ya, bagaimana perasaanmu padaku?” pertanyaan bodoh itu terlontar begitu saja. Dia menatapku kilat.

“Kau masih bertanya?!” pekiknya.

“Mianhe, jeongmal mianhe… aku tak bisa melakukan ini. Aku…”

“Kau sangat mencintai Hyeon,” lanjutnya.

“Aku tahu, kau menikahiku demi kebebasan Hyeon. Kau rela mati menderita demi dirinya. Tapi aku tak mau tahu, selama kau bersamaku, seluruh dirimu hanya milikku,” Sun Hye menekankan kata-katanya kemudian beranjak pergi meninggalkanku sendiri dalam kamar.

Aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Aku sungguh tak mengerti, aku mencintai Hyeon. Tapi bila itu kuteruskan, aku semakin membuatnya menderita. Kusambar ponsel yang tergeletak disebelah ranjang.

Yeoboseo?” terdengar suara paling jelek disana.

“Temui aku didepan rumah kita,” ucapku lalu menutup telepon.

Hyeon POV

Kris meneleponku memintaku menemuinya didepan rumah kami… bukan, rumahnya yang lama. Aku menimbang-nimbangnya. Aku merasa ada sesuatu yang penting yang ingin dia sampaikan.

“Kau sedang memikirkan apa?”

Luhan keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan lipatan handuk.

“Bisakah kau tak berlaku porno didepanku?” dengusku.

Dia memandang dirinya sendiri kemudian tersenyum.

“Mianhe…” cengiran malunya membuatku geli.

“Apa yang kau pikirkan?” tanyanya lagi.

“Aniya. Aku tak memikirkan apa-apa. Hanya kurasa aku butuh waktu untuk sendiri,” kataku. Lalu aku memandang seluruh ruangan di apartemen memberinya isyarat.

“Boleh aku pergi?” tanyaku.

“Sendiri? Ini malam hari,”

“Oppa, aku bukan orang yang baru datang ke Korea. Aku hapal betul jalan. Aku sering keluar malam sendiri sebelumnya,” aku tersenyum meyakinnya.

“Ah~ baiklah, pulanglah sebelum jam 12 malam,”

“Aku bukan cinderella,” dengusku geli. Luhan terkikik lucu.

Aku melihat sosok tinggi yang bersadar dipagar rumah. Rumah kenanganku. Aku berjalan lambat menghampirinya, merasakan hadirku dia menegakan badannya dan menghadapku. Semakin lama, semakin jelas terlihat wajahnya. Wajah yang kurindukan.

“Ada apa Kris?” tanyaku saat aku semeter didepannya.

Dia tak menjawab, namun langsung memelukku erat. Aku tak menolaknya, hanya diam kaku ditempat. Pelukannya menyamankan hatiku.

“Kau tak ingin mengatakan apapun?” tanyaku lagi.

“Kukatakan saja mungkin tak cukup.” Jawabnya, memelukku semakin erat. Aku menghela nafasku panjang.

“Aku tau,” kataku dengan sedikit mendorongnya mundur.

“Untuk hari ini saja,” ucapnya. Aku mendongakan kepalaku melihatnya.

“Untuk hari ini saja. Biarkan aku bersamamu, hanya bersamamu. Seperti dulu, saat kita bersama. Melakukan apa yang belum pernah kulakukan. Hanya denganmu?”

Aku membeliakan mataku menatap Kris. Apa dia sedang mabuk? Aku mengendus seluruh badannya, tidak ada bau alkohol. Dia pastis sedang tidur.

“Yah! Aku tak mau berbuat mesum denganmu!” aku memukul bahunya mundur.

“Hei! Apa yang kau pikirkan?!” teriaknya.

“Kau ingin melakukan hal yang ‘belum kau lakukan denganku’?!”

Dia menepuk dahinya dan kemudian menjitak kepalaku halus.

“Kau pikir aku segila itu?! pikiranmu memang kotor! Memang aku sebejat itu?!” teriaknya berang. Aku hanya memanyunkan wajahku.

“Yang terpenting aku hanya ingin bersama. Titik,” paksanya kemudian memaksaku masuk kedalam rumah. Aku tak bisa berontak, tenaga Kris terlalu kuat.

“Papa dan Mama ada disini?” tanyaku. Aku mengutuk diriku yang masih memanggil mantan mertuaku dengan sebutan Mama dan Papa. Aku merasakan Kris tersenyum. Memalukan.

“Aniya… mereka keluar. Makan malam, biasanya bisa sampai larut malam,”

Kami berjalan memasuki ruangan yang gelap. Klik. Kris menyalakan lampu rumah, semua tampak lebih terang. Kenanganku bangkit begitu saja dari benakku. Semuanya. Tentang masa sekolah kami, Luhan, Suho, Xiumin, Chanyeol, Sun Hye, dan tentu saja… kita berdua. Aku duduk disofa tengah, dimana sofa ini saksi bisu kami berdua, saksi yang selalu melihat kamu bertengkar dan beradu mulut. Aku mengelus lengan sofa lembut, kurasakan setiap detik saat aku menghabiskan waktu dirumah ini.

“Kau merindukan saat itu?” Kris duduk disebelahku, tangannya yang dekat denganku merangkulku.

“Aniya… aku hanya merasa bisa melihat dulu kita saat menghabiskan waktu dirumah ini,”

Kris mengalungkan kedua lengannya dibahuku, dagunya diletakan puncak kepalaku. Aku tidak boleh merasakan kenyamanan ini.

“Hyeon-ah… jangan berontak. Hanya semalam ini,”  dia mengatakan hal yang seakan tahu apa yang ada dalam pikiranku.

“Kris, dengan kau seperti ini kau menyakiti Sun Hye,”

“Dari awal aku tidak menyakiti siapapun. Aku lebih merasa menyakitimu, Hyeon-ah. Aku sudah menolak secara tegas, masalah perjodohanku dan Sun Hye. Kau tau sendiri, aku tak bisa menerima orang lain selain dirimu,”

“Kris, kalau kau egois seperti ini, banyak yang akan terluka olehmu. Aku tak mau melihatnya. Kris, kumohon dewasalah.” Pintaku. Aku merasakan dia melonggarkan badannya, lalu menghadapkan aku kearahanya.

“Hyeon-ah… aku tak ingin mendengar apapun darimu saat ini. Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersamamu malam ini,”

Aku menghela nafasku, dan aku menurutinya saat dia menarikku dari sofa dan menuntunku berjalan menjauh dari ruang tengah.

Kris POV

“Bisakah kau lebih cepat sedikit, Kris-ah!! aku lapar!” teriak Hyeon.

Sialan, dia memanfaatkan kebaikanku. Kumasukan banyak tomat dalam pasta yang kubuat. Dia sangat menyebalkan. Tapi, saat-saat seperti inilah yang kurindukan. Sifat pemaksanya dan egoisnya.

“Ini, Nona…” kataku seraya meletakan makanan tepat didepannya.

Dia tersenyum sok manis, dengan satu gerakan dia sudah hampir menghabiskan seperempat porsi makanan.

“Kau kelaparan?” godaku, dia mendongakan kepalanya kemudian memanyunkan wajahnya.

“Sangat. Kau tahu, perutku hampir lengket,” katanya.

“Luhan tak memasakanmu?” sindirku.

Hyeon meliriku sebentar, “dia sangat sibuk. Tidak sepertimu yang selalu bermalas-malasan,”

“Jadi kau lebih memilih ‘suami’ yang sibuk dari  pada suami yang malas, tapi sangat perhatian?” tanyaku memandangnya yang sibuk melahap makanannya.

“Kenapa kau masih tanya hal seperti itu, kau tahu aku tadi berbohong kan?!” katanya.

“Ne?” ulangku menelengkan kepalaku yang kutompang dengan tanganku.

Hyeon berhenti makan kemudian mendongakan wajahnya berlahan. Aku tersenyum melihat ekspresinya.

“Baiklah, kau menang,” jawabnya sebal kemudian mulai makan lagi.

Dia sangat lucu, aku tak bisa menahan tawaku melihat tingkahnya. Dia melirikku dengan pandangan menusuk, sangat menggelikan. Aku beranjak dari dudukku dan berjalan kearah Hyeon, memeluk lehernya dari belakang.

“Kau itu sangat tidak pandai berbohong,” kataku.

“Jinjja? Kurasa aku pernah berhasil membohongimu sekali,” katanya dengan nada sangat sok.

“Sungguh?” aku mencoba mengingat-ingat hal itu.

“Kriss…” dia terdengar merengek lagi. Aku menunduk melihatnya, dia menoleh padaku sambil menunjukan mangkoknya yang sudah kosong.

“Bisakah kau ambilkan aku lagi?” tanyanya dengan wajah malu-malu.

“Dasar,” aku menjitak kepalanya gemas, kemudian mengambil mangkoknya dan mengisinya dengan spagetti yang kubuat.

Porsi makannya tetap luarbiasa, aku sangat merindukannya yang rakus seperti ini. Untuk pertama kalinya kami tidur satu ranjang. Hyeon meringkuk didepakanku, dan semakin kueratkan tanganku yang melingkarinya.

“Kau sudah tidur?” tanyaku

“Hem…” dia bergumam.

“Katakan satu kalimat untukku sebelum kau tidur,”

“Eobseo,” jawabnya dengan tetap mata terpejam.

Aku sedikit menundukan wajahku untuk melihat wajah tidur hyeon yang sangat jelek.

“Jelek sekali wajah tidurmu,” kataku.

“Biarkan saja, aku tak peduli,” dia bergumam sambil tertidur. Aku tersenyum mendengarnya.

Andai dia tahu, betapa aku sangat menderita melihatnya seperti ini. Betapa aku menahan sakit karena cintaku padanya. Andai dia tahu, aku merindukannya sampai hampir gila.

“Saranghe, Hyeon-ah…”

Aku mendekatkan wajahku pada wajahnya, dan menyentuh bibir dinginnya dengan bibirku. Aku merasakan ada sesuatu meleleh dari mataku.

Hyeon POV

 

Aku sadar Kris menciumku. Aku tak bisa berontak dan menerimanya. Yang kulakukan hanya diam. Aku tak ingin menyakiti siapapun lebih dari ini. Aku takut.

“Ah~…” aku dengar seseorang memekik lirih. Aku sudah cukup lelah untuk membuka mata, aku hanya bisa mendengarnya.

“Mama?” Kris bergumam, aku merasakan dia melepaskan tangannya dari kepalanya dan menyadari tubuhnya bangun dan berjalan.

“Hyeon?” suara yeoja itu tampak tak percaya.

“Kris-ah…” dia menyebut nama Kris dengan lembut.

Aku tak mau membuka mataku.

“Ada apa?” sekarang suara yeoja yang lebih berat bergabung.

“Hyeon?” dia menyebut namaku.

“Kalian marah padaku?” aku mendengar suara Kris tampak ragu.

“No, absolutly no, Honey.” Suara mantan mertuaku sangat lembut, aku bisa membayangkan wajah cantiknya.

“Aku—“

“Kami tahu, kamilah pihak yang bersalah. Kami secara terpaksa melepaskan kalian berdua,”

“Papa, aku—“

“Sudahlah Kris, maafkan kami. Kami tidak akan menganggu malam ini,” suara Papa terdengar sedikit menggoda membuat Kris mendengus keras.

“Jangan berbuat macam-macam,” pesan Mama.

“Kau tak boleh menghancurkan hati dan masa depannya,”

“Aku sudah dewasa, Ma,”

“Ehm, baiklah. Selamat malam, sayang.”

Aku mendengar seseorang mendekatiku yang sedang bebaring.

“Hyeon-ah, maafkan Mama. I love you, nite, honey,”

Aku merasakan bibir lembut menyentuh pipiku. Aku ingin menangis dalam tidurku.

Kris POV

 

Setelah aku menutup pintu, aku kembali disebelah Hyeon yang sudah tertidur pulas. Membelai rambutnya sekali dan ikut tertidur disebelahnya. Aku berharap ini akan berlangsung selamanya. Besok saat matahari terbit, hari ini akan berakhir. Kesusahan besok, biarlah untuk besok. Sekarang dia milikku.

Aku mendengar ada suara ribut diluar. Kubuka mataku dan menahan silau matahari yang menerobos dari cela gorden tepat ke korneaku. Sebelum aku mendengar jelas suara ribut apa itu, suara langkah kaki berderap menuju kamarku. Blak!! Aku hampir terlonjak saat pintu kamarku dibuka kasar oleh Sun Hye. Sun Hye? Untuk apa dia datang kemari.

“Mana yeoja itu?!” teriaknya dengan mata menyalang. Aku tersadar dari tidurku, dan mendapati Hyeon sudah tak tidur disebelahku lagi.

“Kris, kumohon jangan kau sembunyikan dia!!” teriaknya.

“Sun Hye-ya… jangan berteriak seperti itu. sabarlah sedikit,” rayu Papa sambil mencoba menahan Sun Hye.

“Paman! Kau membela anakmu yang berselingkuh dibelakang tunangannya?!” teriak Sun Hye.

Setan apa yang merasukinya hingga dia menjadi seperti itu dan Hyeon, kemana dia.

“Aku tak mau Kris, kita majukan tanggal pernikahan kita. Seminggu lagi.” katanya kemudian membalikan badan dengan wajah yang sangat kesal.

Aku sudah vosan dengan paksaannya yang semakin lama menyebalkan.

“Hyeon!!” pekik Sun Hye tiba-tiba.

Aku melihat Papa yang masih terlihat didepan pintu, dia tampak terkejut. Aku segera melompat dari tempat tidurku melihat apa yang terjadi.

“Kau benar-benar tak tahu diri!!” teriak Sun Hye, dia berdiri diatas tangga setingkat diatas Hyeon. Hyeon yang sedang menenteng segelas susu hanya memiringkan kepalanya.

“Aku tak melakukan apapun,” kata Hyeon dengan nada datar.

“Lalu sedang apa kau kesini?!” Sun Hye masih memakai intonasi tinggi.

“Sedang berkunjung. Ini adalah rumah lamaku, kebetulan aku sedang datang ke Korea dan ingin berkunjung kemari. Kau mau melarangku?” tanya Hyeon.

“Tentu, karena Kris adalah calon suaminku,”

“Baiklah, aku akan segera pulang.” Hyeon  menorobos badan Sun Hye dan berjalan kearahku. Dia melewatiku tanpa kata-kata kemudian segera keluar dengan menenteng tas. Saat dia melewatiku dia berdiri sejenak dibelakangku.

“Hyeon-ah…” Sun Hye mendekati kami berdua.

“Kau yang kuundang pertama kali di pernikahan Kris besok,”

Aku membeliakkan mataku. Besok??

“Katamu seminggu lagi?” tanyaku dengan tetap memasang wajah tenang.

“Aniya, aku ingin besok,” jawab Sun Hye tanpa melepaskan pandangan dari Hyeon.

“Aku tak ingin kau direbut, Kris-ah.” tambahnya. Aku mendengar Hyeon mendengus.

“Bukankah kau yang merebut? Dia adalah suamiku sebelumnya,” aku tak percaya Hyeon mengatakan hal itu.

“Huh? Sejak awal dia untukku. Kau yang merebutnya,”

“benar, secara fisik. Secara jiwa, dia untukku,” Hyeon menyeringai dan berjalan melewatiku dan Sun Hye.

“Apa kabar Luhan, Hyeon-ah? kau akan menikah dengannya?” tanya Sun Hye dengan nada yang terlihat disengaja. Hyeon menoleh kearah Sun Hye.

“Jangan menanyakan kabar namja yang kau lukai. Kau tak pantas,”kemudian dia membalikan badannya. Sun Hye tampak geram.

“Tangkap yeoja menyebalkan itu!!” teriak Sun Hye.

Tiba-tiba derap kaki terdengar memenuhi ruangan.

“Apa yang kau lakukan?!” aku mendesis pada Sun Hye dan mencengkeram lengannya sebal. Pandanganku beralih pada Hyeon yang hanya diam melihat para bodyguard itu.

“Jangan seperti anak kecil. Kau yang kukenal dulu tak seserakah ini, kau juga terlalu memaksakan kehendakmu.” Suara itu berasal dari bawah tangga Luhan.

“Sun Hye hentikan, Nak,” pinta Papa yang sedari tadi diam disampingku.

“Hentikan,” bisikku.

“Ini bukan dirimu,” kataku. Aku sedikit melirik Hyeon yang kini bersama Luhan.

“Aku berubah karena aku mencintaimu!” teriak Sun Hye padaku.

“Aku sangat ingin berada disampingmu. Tapi kau selalu tak melihat kehadiranku. Kau selalu dipenuhi dengan pikiran tentang Hyeon. Bayangkan bagaimana menderitanya aku!!”

“Sun Hye-yah, dari awal kita bertemu harusnya kau tahu. Aku hidup selama setahun dengan siapa? Kau harusnya sadar juga, orang yang paling kau cintai dalam hatimu tak akan semudah itu kau lupakan,” kataku lebih lembut.

“Kau harus berlahan. Kau tidak bisa memaksakan seperti itu. Bila nanti kau bisa mencintai Kris tanpa ambisi. Saat itu akan benar-benar melepaskannya.” Hyeon tersenyum sangat sabar ketika berkata seperti itu. Luhan dari belakang merangkulnya.

“Setiap manusia mempunyai cintam, Sun Hye-ya. Tapi semua tak bisa dipaksakan. Kau yang kukenal dulu, lebih dewasa dan berfikir dari sekarang. Kau sangat menyebalkan sekarang. Semua akan lebih baik bila kau memikirkan oranglain,”

Sun Hye memandang Luhan, pandangan yeoja itu tampak sedikit meneduh.

“Berhentilah berbuat bodoh,” kataku. Dia mendongak melihatku. Kemudian  memelukku erat dan menangis. Aku melirik Hyeon dan Luhan, mereka tersenyum penuh arti dan mengangguk bersamaan.

“Kris, jangan tinggalkan aku…” katanya disela-sela tangisnya.

Aku memandang Hyeon sejenak, “Andwe,” aku berat mengucapkannya. Hyeon tersenyum lebih ceria dari sebelumnya dan mengangguk isyarat setuju.

To Be Continued…

Gomawo udah baca, bosenin ga? Kritik sama sarannya ya 🙂

TBC

**

THANKS FOR READING 😀 WE OPEN BAD AND GOOD COMMENTS, BUT STILL ! KEEP RESPECT  😀

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE ALL ABOUT EXO: @EXO1st

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE FANFICTION : @EXO1st_INA

ALSO RECEIVE PRIVATE EMAIL 😀 JUST SENT TO : ask.exo1st@yahoo.com

Exofirstwonderplanet@yahoo.com

VISIT OUR WORDPRESS : exo1stwonderplanet.wordpress.com

ORIGINAL MADE BY @yuanitasugianto @exo1st_INA , NO PLAGIRISM.

If you interest become official author or freelance author, please see https://exo1stwonderplanet.wordpress.com/ff-freelance/

Advertisements

Tagged:

13 thoughts on “EXOtic’s Fiction “ Just Like You” – Part 17

  1. Jung Hyun Mi March 31, 2013 at 2:12 AM Reply

    whoaaa
    aku teriak2 pas liat ff ini o.o
    ko pendek ya thor ???
    aduhh
    lanjutt dong
    ini kris nya ama siapa sih ??
    ama hyeonn ajaaa !!!
    singkirkan sunhye apaan dia mah kaya nenek sihir aja :p
    lanjutt ya thorr

    • 1authorexo1st April 3, 2013 at 9:57 AM Reply

      gomawo udah baca 😀
      wah, gatau nih kris sama sapa entar.
      keep reading ya 😀

      -yuanfan-

  2. yeojachingukris March 31, 2013 at 6:05 AM Reply

    lanjuuuutttt! kurang panjang! di part ini konflik’a kurang banyak thor:)

    • 1authorexo1st April 5, 2013 at 6:28 AM Reply

      iyah.. bakal dilanjut dan dibanyakin konfliknya. moga ga ngebosenin 😀
      gomawo udah baca 😀 keep reading ya ..

      -yuanfan-

  3. fazriyah March 31, 2013 at 9:27 AM Reply

    aku jadi ga ikhlas, Kris sama Sun Hye… Tapi kenapa Hyeon malah tersenyum ~ ayolah buat Kris kembali lagi ke Hyeon…

    • 1authorexo1st April 5, 2013 at 6:29 AM Reply

      nah, hayoo kenapa Hyeon-ah?? hehe.. kira-kira ketebak ga endingnya sama siapa??
      keep reading ya 😀 gomawo uda baca.

      -yuanfan-

  4. dian April 2, 2013 at 3:26 AM Reply

    thor ko pendek…?
    apakabar dengan chanyeol?
    hahahahat api aku tunggu part selanjutnya

    • 1authorexo1st April 5, 2013 at 6:31 AM Reply

      kurang panjang?? hehe, saya coba panjangin deh 😀
      Chanyeol? lagi istirahat ga striping dulu. /lho??/
      oke.. gomawo udah baca 😀

      -yuanfan-

  5. Cynthia April 4, 2013 at 5:20 PM Reply

    😦 sun hye kok gt..
    Ayo dilanjut 😀

    • 1authorexo1st April 5, 2013 at 6:33 AM Reply

      annyeong!!
      ditunggu lanjutannya ya 😀 gomawo udah terus ikutin 😀

      -yuanfan-

  6. swastika ch May 4, 2013 at 10:50 AM Reply

    keren thor 😀 *padahal blm baca*
    hehehe.. baru sempet ngopi doang >,<
    tapi kalo liat part2 yg sebelumny, KEREN BANGET! /injek capslock/
    lanjutin yang banyak thor~

  7. risa marlangen May 7, 2013 at 2:06 PM Reply

    q sukaaaaaaaaaaaaaaaaaa bgt ff ni,,q baca dari part awal mpe ni,, ceritanya nyampe bgt,, ni epep bener2 nyentuh ati bgt,,tapi2.. jangan ma sun hye yah krisnya,, andwaeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee!! di lanjut kapan ini? kenapa hiatus lama sekali, FF mu jjang eo jjang kekekeke

  8. Dinidink June 28, 2013 at 1:18 PM Reply

    Wohh.. itu kenapa si sunhye makin menjadi *?*
    Dan bukan cuman kris yg kangen hyeon, ak jg kangen scene mreka berdua lg *halah* u,u
    Di part awal emank agak maksa kris enakan sm sunhye tapi kalo gini mah udh ogah jangan sama sunhye kalo gitu sama aku aja xD *digeplak*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: