[FREELANCE] EXOtic’s Fiction “Thanks Luhan! I Love You!”

EXOtic’s FICTION

Exo1stwonderplanet.wordpress.com

“Thanks Luhan! I Love You!”

Untitled

 

THANK’S LUHAN! I LOVE YOU!

  1. Title : Thank’s Luhan! I Love You!
  2. Author : Istrinya Luhan!
  3. Main Cast : Xi Luhan
    Song Ji Han (OC&asyou^^)
  4. Support Cast [Cameo] : Oh Sehun

Jessica Jung

Krystal Jung

Sooyoung

  1. Genre : Romance , Drama , Friendly , School
  2. Length : Long OneShoot
  3. Ranting : T & M
  4. A/N : annyeonghaseo. Ilu(istriluhan) imnida. Banggapta, aku author baru. Masih terlalu muda hehehe, ini fanfiction aku yang pertama. Dengan cast bias tercinta. Xiaolu’s mwah! . alurnya agak panjang.. han minta saran&kritik juga deh buat fiction ini. Semoga kesalahannya gak terulang lagi di fiction berikutnya. Arra? Semua yang aku ketik disini hasil mikir sendiri ada sedikit masukan dari temen sih hehe, terinspirasi karena denger lagu TTS – Love Sick. Kalau mau reposted jangan lupa minta izin dlu ya / gak pake credit juga gapapa kok, buat yang mau kenal aku lebih jauh, yuk follow @JihanXLH or invite 28518BD1. And one more. If unlike this fiction story can klick “back” button. Gomawo! Don’t be silent readers(-‘_’-)

 

  1. Disclaimer : terimakasih luhan. Karenamu hidupku sangat berarti. Aku jadi mempunyai harapan dan kesempatan untuk bernyanyi karenamu. Aku sangat beruntung mengenalmu. Wo ai ni  ❤

*Disclaim : SEMUA FANFICTION YANG DIPOST exo1stwonderplanet.wordpress.com adalah milik author yang menulis. DO NOT POST ANYWHERE WITHOUT ANY PERMISSION. And after read, please give comment^^ Every words from EXOWPers is A GOLD! *bow*

**

/HanHan Couple/

Author Side

Pagi yang cerah, ditemani mentari dan bunga-bunga yang bermekaran menambah suasana pagi ini menjadi begitu cerah. Walaupun diselimuti hawa yang selalu dingin setiap harinya.

/HanHan Couple/

Disuatu sekolah lebih tepatnya untuk para senior talent school internasional seoul. (Sekolah Talenta+kayak SMA gitu yakk maksudnya). Kedatangan murid baru, Song Ji Han, gadis jangkung yang dingin dan katanya tidak tertarik apapun yang berbaur dengan Talenta! Lebih tepatnya bernyanyi, Dia hanya tertarik dengan alunan gitar yang setiap saat menemaninya.

@ class.

Hiruk pikuk dalam kelaspun sekejap berhenti, karena orang yang sedari tadi mereka tunggu telah datang kehadirannya, park seosangnim.

“Selamat pagi semuanya. Maaf aku sedikit terlambat, hari ini aku membawakan teman baru untuk kalian. Ssongji silahkan masuk”

Kelaspun masih dalam keadaan hening. Menunggu nama yang dipanggil ssongji itu masuk ke kelasnya, sementara luhan? Namja yang populer disekolahnya itu terlihat sangat tidak tertarik dengan suasana kali ini. Dia lebih memilih untuk mengotak-ngatik rubiknya.

Ssongji pun masuk. Dan luhan menoleh sedikit. Kini pikirannya berubah, rubik yang sedaritadi bergoyang berhenti sejenak.

“Annyeong, Song Ji Han imnida, bisa panggil aku ssongji. Aku pindahan dari australia, ini pertama kalinya aku datang ke korea, senang bertemu kalian”

Katanya dingin, pandangannya terus ke bawah. Kalau ke depan pandangannya pun kosong.

Luhan pun melanjutkan kegiatannya yang tertunda. Karena terpaku oleh fashion dan face putih pucat ala blasteran ssongji tersebut. Fikirnya menarik. namun luhan sudah menduga jauh, besok besok palingan dia akan menjadi fangirl baru luhan. #PDbangetsih (˙▿˙?)! Eh tapi memang iya, begitu sih kebanyakan murid baru disekolah ini, perlu kalian ketahui luhan mempunyai banyak grup fansclub dirinya disekolah ini.

“Baik. Kau bisa duduk dan mengikuti pelajaran hari ini dan seterusnya, duduk didekat luhan ya.”

“Ne”

Jawabnya singkat dan berlalu menuju meja yang dipanggil luhan tadi, tanpa perlu dikasih tau yang mana luhan ssongji telah mengetahuinya, karena dikelas ini hanya ada 1 bangku yang kosong dan itupula disamping namja. Sedangkan bagi luhan. Dia duduk sendiri itu adalah anugerah *anunya gerah(?_?)*. Karena telah beberapa lama dia mencoba untuk menghindari fans fansnya yang setiap hari mencoba untuk duduk disampingnya. Saat ssongji duduk para yeoja dikelas itu menjerit. Mereka sangat tidak beruntung, dalam arti duduk dekat luhan mereka sudah gagal, karena sekarang sudah ada yang mengisinya, apaboleh buat? Pikir mereka semua.

“Hai aku luhan.”
Sapa luhan cuek berusaha tidak memberi harapan lebih dan masih memainkan rubiknya

“Aku sudah tau”
Sapa ssongji tak kalah cuek, bukan sok cuek. Tapi memang begitulah sikapnya, luhan menoleh untuk menatap ssongji sebentar.

“Salam kenal s..ssongji”
Kata luhan kali ini dengan senyuman

“Juga”

“Ssongji, pertama kali ke korea ya?”

“ya”

“Bahasa korea-mu fasih sekali”

“Gamsha”

‘Yak! Apakah perempuan ini tidak mengenal senyum dalam hidupnya? Jago sekali dia poker face. Tapi tak apa, sedikit mengurangi bebanku untuk tidak mendapatkan perlakuan2 seperti sasaeng fans’

batin luhan.

Seminggu berlalu, sikap ssongji pada luhan tak kunjung berubah. Sama seperti mereka pertama kali bertemu, luhan kira dia juga akan termasuk salah satu fansnya? Kenal dengan luhan saja hanya nama. Hal ini tentu membuat luhan penasaran. Kali ini dia akan mencoba memulai, tak perduli lah apabila nanti ssongji termasuk sasaeng fansnya. Yang penting rasa penasarannya terhadap ssongji hilang, ingin saja 1kali luhan melihat senyum dari seorang ssongji. Namun dia fikir. Sulit.

Dilihat jam pelajaran kim seosangnim 30 menit yang lalu tak kunjung mulai. Mungkin kim seosangnim tidak masuk hari ini, dan luhan mengira ini adalah kesempatan yang bagus untuk menguasai (?) Rasa penasarannya saat ini. Luhan yang sedari tadi memainkan rubik ini menoleh sedikit ke arah kanannya. Didapati ssongji sedang menulis di bukunya. Entah dia sedang menulis apa, yang luhan tau disetiap waktu kosong ssongji selalu mengotori buku polosnya dengan coretan2 angka dan huruf, dan kegiatan itu selalu ditemani dengan gitar di samping tempat duduknya yang ada disamping jendela.

“Ssongji..” Kata luhan memulai pembicaraan tak lupa dirinya juga ikut sibuk mengotak ngatik rubiknya.

“Mwo?”

“Sedang apa?”

“Menulis kunci-kunci gitar.wae?” Jawabnya

“Aniya, aku hanya bingung. Dipelajaran dan waktu kosong hanya itu yang kau lakukan. Tidak kah kau bosan?”

Tanya luhan lagi sambil memiringkan kepalanya agar dapat melihat wajah ssongji yang terlihat serius serta terganggu oleh luhan. Bisa dibilang wajahnya kini…lucu (∩˛∩)

“Hm? Tidak, aku tidak pernah merasa bosan dengan ini. Bagiku ini adalah talentaku. Bagaimana denganmu? Kau sendiri selalu berkencan dengan rubikmu?”

“Wahahaha menulis kunci gitar adalah talenta? Ahahaha, aniya. Satu2nya yang membuatku nyaman adalah Rubik ini.”

“Bagiku begitu, kenapa rubikmu yang membuatmu nyaman? Bagaimana dengan tindakan para fansmu? Hehehe”

Kata ssongji sambil membentuk tangannya menjadi ‘v’ sambil tersenyum kelinci

‘Dari mana dia tahu aku punya fansclub?, ohya baru ingat dia disini sudah tidak baru lagi. Alhasil dia tau semua keseharianku’

Dan…

‘Aigooo baru kali ini aku melihatnya tersenyum. Dan sekarang aku tau dia mengerti kata senyum dalam hidupnya!.’

“Yak! Jangan bahas tentang mereka.. , dan ohiya apa kau bisa bernyanyi ssong?”
tanya luhan sambil mendekatkan dirinya agar bisa sedekat mungkin dengan ssongji. Mendengar pertanyaan luhan membuat senyum manis yang tadi terukir di wajah ssongji menghilang. Dia menatap buku dan kembali bersikap dingin, melihat kelakuan ssongji yang tiba-tiba berubah luhan menyeritkan alisnya bingung, apakah mungkin dia salah bicara?

“Hmh. Aniya , aku tidak bisa bernyanyi, wae?”

Kata ssongji cuek se cuek mungkin, menampakan dirinya yang tengah tersinggung dengan pertanyaan luhan

“Jinjja? Tapi sepertinya suaramu cukup bagus untuk bernyanyi?”

“Aku tidak suka dan tidak tahu bagaimana caranya bernyanyi.”

“Mau ku ajarkan?”

“Andwae. Aku tidak punya keinginan untuk itu.”

“Baiklah, jika kau mau. Minta tolong padaku juga bisa, hehehe”

Jawab luhan eksis, dia tak mengerti apa yang membuat ssongji tak begitu tertarik akan menyanyi.

/HanHan Couple/

Two moons later. weh salah weh. Maksudnya two days leter (•̅_•̅ )

“Ssongji”

Panggil luhan memanja, panggilan ini entah kenapa sangat disukai ssongji. Ditelinganya begitu indah.

“Hm.” Jawabnya singkat dengan nada mendesah(?). Dan tak lupa kegiatan mereka kali ini selalu sama, bermain rubik dan menyelesaikan kumpulan kunci-kunci gitar.

“Kalau diperhatikan. Kau sangat menyukai gitar ya? Boleh aku mendengarkanmu bermain?”

Mendengar permintaan luhan ssongji mengalihkan pandangannya dari bukunya.

“Kau mau mendengarkan aku bermain?”

Tanya ssongji dengan wajah yang berbinar2

“Nde, eo! Kenapa matamu seperti itu?”

“Aniya. Soalnya baru pertama kali ini ada yang memintaku untuk bermain gitar.”

Jelas ssongji.

“Ya! Coba kau mainkan sekarang”

/nada gitarnya pake taetiseo – love sick Akustik ya, han belum pernah denger sih akustik ver sih. Bayangin aja tapi ‘-‘/

Luhan seakan terhanyut dengan petikan-petikan gitar yang mengalun merdu. Dia tercegang menikmati apa yang dia dengar saat kini. Matanya terbuka sempurna. Rubiknya telah tersusun rapih dengan kelompok warnanya. Mulutnya menganga sedikit membuat dia terlihat tablo(?)

“Bagaimana?”
Kata ssongji memulai pertanyaan yang sudah dia siapkan dari tadi.

“Agh..eh ah, itu… Waaaw!! Sempurna!”

Kata luhan yang kini bertepuk tangan riang layaknya mendapat banyak balon(?)

“Oh iya, selain itu,kelebihan bermain gitar itu apa?”

Tanya luhan penasaran. Kenapa ada perempuan yang sangat begitu terobsesi dengan gitar.

“Selain mengetahui banyak tentang lagu, kita juga dapat menjadi seorang composer. Menciptakan lagu itu semuanya dari petikan petikan yang seperti ini, dari gitar berlalu ke piano dan musik musik lainnya. Selain menjadikanmu lebih kreatif dalam hal mengarang sebuah lagu. Itu juga dapat menjadikanmu lebih memotivasi, karna tanpa bantuan orang lain untuk berkreasi dalam berkarya. kita malah dapat membantu orang untuk menciptakan karyanya sendiri., begitu lu. Hehe, apa kau mengerti? Yah kurasa penjelasanku terlalu panjang ya? Hehe”

Luhan kembali menganga! Dia yang menganggap dirinya mengetahui semua tentang musik tapi ternyata… Ada yang lebih mengetahuinya dibanding dia sendiri. Hebat! Pikirnya

“Aniya, kau menjelasikan secara details sekali.. Aku jadi mengerti apa maksudmu sering mengotori buku2mu dengan banyaknya angka dan dan abjad seperti itu hehe”

Jelas luhan memuji sambil tersenyum paham. Sekarang ssongji sudah mulai takluk kepada luhan. Walaupun sikap dinginnya sering muncul kembali serta sikapnya akan berubah jika luhan mengajaknya berbicara tentang bernyanyi.

‘Ternyata akrab dengannya hanya perlu waktu… 9hari. Tidak sulit rupanya’

Batin luhan.

Disisi lain……….

“Lihat tuh, belagu pake nunjukin main gitar ke luhan oppa. Belum tau rasanya dia kalau mau dekat dengan luhan oppa harus langkahi kita dulu!”

“Bener tuh, nyebelin bngt. Sok akrab lagi, cih.”

“Eh aku punya ide nih, gimana kalo nanti…….”

/HanHan Couple/

“Kalo kamu sendiri? Kenapa begitu tertarik sama rubik itu?”

Tanya ssongji sambil menaruh gitarnya.

“Oh kalo rubik ini. Rubik ini permainan yang bikin aku jadi… Connect hehehe”

“Hm? Connect gimana?”

“Ya karna rubik ini bisa ngeloncerin pikiran, maksudnya kita jadi gampang ngehafal rumus.”

“Ngehafal rumus?”

“Iya. Disini banyak kotak-kotak kan.? Dengan kelompok warna yang berbeda-beda, jika diacak-acak. Maka kita akan berfikir keras, bagaimana cara mengembalikan ke kelompoknya masing-masing, cara ini dilakukan bekali-kali agar kita dapat terbiasa akan kotak yang berbeda-beda nantinya. Sama seperti rumus matematika, jika dicari melalui cara yang berbeda. Hasilnya pun akan tetap sama. Dan kita tidak perlu menghafal perbedaan itu, kita hanya perlu mengulang. Agar biasa kedepannya. apa kau mau mencobanya?”

Ssongji berhenti menulis, dia menatap luhan lekat.

“Hmm jadi begitu, kau benar-benar mengerti ya tentang rumus-rumus begitu hahaha, aniya aku tidak suka dengan rumus-rumusan begitu hehe.”

“Tidak juga kok hehehe, baiklah kalau begitu. Apa kau lapar? Ke kantin yuk?”

“Baiklah. Ya aku lapar hehe, ayok!”

/HanHan Couple/

dikantin ssongji bersumpah. Disepanjang jalan dia selalu mendapatkan tatapan maut dari orang2 sekitarnya. Dia tidak mengerti karenanya tapi sebenarnya tatapan itu diartikan mereka yang melihatnya benci terhadap ssongji yang disepanjang perjalanan ke kantin begitu terlihat akrab dengan luhan.

“Lihat perempuan itu,”

“Iya genit sekali dia”

“Setuju setuju!”

“Yak! Dia pikir siapa bisa mendekati luhan oppa begitu”

“Tau! Anak baru sudah berani2nya”

Ssongji melihat kanan kiri depan dan belakangnya bergantian. Luhan yang bingung karena sikap ssongji yang tak kunjung merespon ucapannya itu akhirnya mengikuti tatapan ssongji. Kanan kiri depan belakang dan sedikit menguping perkatan yeoja2nya, dia sadar apa yang mereka bicarakan. Dipikirnya mungkin ssongji tersinggung, dan Dia lupa selama ini bahwa orang yang selalu dekat dengan luhan contohnya ssongji akan mempunyai banyak musuh disini.

“Ah ssongji, ayo!”

Ajak luhan sambil menarik ssongji. Agar hal yang tidak diharapkan tidak terjadi. Tapi saat luhan menarik tangan ssongji obrolan mereka semakin panas. Meskipun tarikan tadi bukan ssongji yang memulai namun apalah kata haters. Sudah terlanjur benci makan bash-an pun akan terus berlanjut.

/HanHan Couple/

“Kau mau makan apa? Hari ini biar aku yang traktir.”

Kata luhan sambil perlahan melepaskan cengkraman tangannya dari tangan ssongji.

“Aku mau minum jus strawberry saja lu, terimakasih ya hehe”

“Oke aku pesan dulu ya , tunggu sini”

Kata luhan beranjak dari tempat duduknya. Sementara ssongji. Mengalihkan pandangannya kepada objek2 disekitarnya,

Tapi disisilain…….

“Kau yakin cara ini berhasil?”

“Tentu saja. Kau tahu kan waktu yeoja yang didekati luhan oppa? Hahaha.  Yah otomatis kejadian ini akan terulang.”

“Baiklah kalau begitu. Kita tunggu waktu yang tepat. Sebentar lagi!”

/HanHan Couple/

“Ini”

Luhan datang membawakan jus stawberry pesanan ssongji

“Ha’ah! Gomawo lu”

“Ne cheonma hehe”

Mereka terdiam sejenak. Bingung topic apa yang akan mereka bahas, tapi luhan mempunyai pertanyaan yang selalu mengganggunya.

“Jadi ssong. Ceritalah padaku, apa alasanmu tidak menyukai menyanyi”

Seperti biasa, setelah mengajukan pertanyaan itu ssongji selalu memasang wajah pokerfacenya.

“Sekarang bukan waktu yang tepat lu. Mungkin nanti juga kau tahu”

Katanya, luhan meng-iyakan saja perkataan ssongji. Sekarang hatinya sudah merasa baikan karena pertanyaan itu berhenti menghantui hatinya /serem(-‘_’-)

“Lu, aku ke toilet sebentar ya?”

“Iya, jangan lama2”

Ssongji pun beranjak. Dia berlari kecil ke kamar mandi, saat dia berdiri dari bangkunya. 3 yeoja yang sedari kapan tahu menguntit mereka ber2 tersenyum. Karena perlahan ide mereka berjalan mulus.

“Ayo!” Ucap mereka ber3.
Ssongji telah berada ditoilet kini. Suasana disana sangat sepi. Hanya ada suara gemercik air yang turun di dalam ruangannya.
Ssongji memasuki kamar mandi dan menguncinya. saat dia masih ada didalam. suara langkah kaki terdengar, dan pintu utama kamar mandi pun terdengar terkunci. Ssongji awalnya merasa biasa saja. Dia fikir ada orang juga disamping ruangannya, tapi……

“Yes! Berhasil!” Umpat mereka kegirangan. Rencana utama telah berhasil dikerjakan.

“Apa aku bilang, berhasil kan!” Tanyanya senang sambil Berbisik bisik.

“Biar lebih berhasil. Tambahkan ini, agar tidak ada yang curiga.” Katanya dengan sigap mengeluarkan stiker berukuran sedang dengan tulisan

“TOILET RUSAK”

“Waaah! Aigooooo kau pintar sekali. Benar tuh, sudah sana tempelkan. Cepat! Keburu ada orang yang datang melihat. Brabe kita kalo gituuu.”
Kata salah satu dari mereka.

 

Stiker selesai di tempel pun mereka segera berlari. takut ketahuan seseorang disekitarnya, selesai dari kamar mandi ssongji menuju wastaple *apalah tulisannya-_-)/. Untuk membasuh wajahnya sebentar, setelah itu saat dia mencoba membuka pintu, susah,keras.dan tidak dapat dibuka. Dikunci dari luar, ya itulah kata-kata yang tepat untuk melengkapinya.

Ssongji mendobrak pun tak kunjung terbuka pintunya.,takut,dan kedinginan yang saat ini dia rasakan.

Sementara dengan luhan dia berkali kali menengok jam tangannya namun ssongji tak kunjung datang, dia hanya melamun melihat orang orang disekitarnya.

/HanHan Couple/

Lima belas menit berlalu ssongji berteriak meminta tolong tidak ada yang menggubrisnya. Apakah disaat ini tidak ada yang datang ke toilet? Atau sengaja?. Tega sekali, dan sekarang dia lelah untuk berteriak. Badannya lemas karna dinginnya suasana dikamar mandi. Dirinya serasa beku disitu alhasil dia duduk dan memeluk lututnya.

Bel pun berbunyi. Setelah sekian lama luhan menunggu ssongji yang tak kunjung menghampirinya, diapun segera berlari, tapi ke kamar mandi perempuan. Niatnya menemui ssongji. Takut terjadi apa apa dengannya. Tapi dia mengurungkan niatnya untuk ke kamar mandi perempuan. Karena telah tertulis “toilet rusak” disana, luhan mungkin lupa dengan kejadian 2tahun lalu yang sama dengan ini. Jadinya dia tidak memeriksa dulu didalamnya. Apakah ada orang atau tidak. Pikirnya sekarang mungkin ssongji telah ke kelas terlebih dahulu. Meninggalkannya.

Tapi, sesampainya dikelaspun dia melihat bangku ssongji kosong, tas&gitarnya masih duduk manis diatas meja dan disebelah bangku ssongji.
Fikiran luhan entah kemana sekarang, dia bingung dengan ssongji yang tiba tiba menghilang. Oh good! Kemana dirimu ssongji? Aku menghawatirkanmu. Batinnya. Luhan tidak sadar dengan dirinya sendiri, bahwa sikapnya yang saat ini begitu perduli dengan ssongji menampakan dirinya yang sudah mulai menyukai ssongji!

Dia ingin kembali ke kamar mandi lagi. Namun terlambat si guru killer telah memasuki kelasnya terlebih dahulu. Alhasil niatnya kali ini. Tidak jadi lagi,

Disela sela belajar luhan tidak bisa fokus. Pikirannya tertuju pada guitar girls itu, bahkan sampai saat ini dirinya tidak memainkan rubiknya. Hanya karena, ssongji.

/HanHan Couple/

Luhan menghembuskan nafasnya senang. Pelajaran telah berakhir. Tanpa merapihkan buku-bukunya terlebih dahulu, dia langsung berlari ke kamar mandi perempuan. Kenapa dia kembali lagi? Hatinya dengan kuat berkata bahwa ssongji ada didalamnya. Meskipun ada tulisan “Toilet Rusak” itu tak menghalangi niatnya kini untuk mengecek didalamnya.

Tok..tok..tok!

“Ada orang?”

Tanya luhan sambil berusaha membuka pintu. Tak kunjung mendapat respon dari dalam. Luhan mengambil aba-aba. 1,2,3

BRAAKKKK……..

Pintu terbuka dan terlihat siswinya, berambut panjang yang diikat 1, jangkung,modis dan putih pucat. Tergeletak lemas dibalik pintu yang didobrak tadi, luhan kaget, dia langsung menghampiri ssongji, memegang suhu badannya

“Astaga. Panas sekali”

Dengan sigap luhan menggendongnya ala bridal style. Dia jalan melalui tangga , tak perduli berat badan ssongji dia tetap membawanya ke kelas. Setelah sampai dikelas. Luhan mendudukan ssongji di kursinya, dikeluarkan jaket yang tebal dan dia pakai kan di ssongji, setelah rapih ssongji digendong dipunggung luhan tas dan gitar ssongji berada diperut luhan. Disepanjang perjalanan luhan hanya memikirkan. Siapakah pelaku semua ini, dan dia bingung membawa ssongji kemana. Alhasil dia mempunyai ide membawa ssongji kerumahnya dahulu. Jika sudah sembuh dia boleh pulang

/HanHan Couple/

Setelah sampai dirumah luhan dia langsung meminta pembantunya menolong untuk membawa ke kamar luhan dan merawatnya. Sementara itu luhan mencari handuk yang dingin untuk ssongji.

Dilihat kini ssongji sedang tertidur pulas diselimuti dengan kain yang tebal. Luhan duduk disamping kasur, melihat ssongji dan mengompress kepalanya. Agar panasnya cepat pulih.

/HanHan Couple/

Tak terasa jam dinding rusa menunjukan pukul 06:30PM KST. Ssongji dan luhan yang sama sama tertidur. Lelah, ya itu yang mereka rasakan. Perlahan tangan ssongji yang dipakai luhan menjadi bantal bergerak. Membuat yang tertidur lelap di tangannya perlahan bangun. Dan disusul dengan mata hazzle ssongji yang perlahan terbuka.

“Kau sudah sadar?”

Hanya dibalas anggukan ssongji, dan melihat sekitarnya bingung. Karena dia tak mengenali tempat itu.

“Aku dimana?”

Tanya-nya to the point

“Dirumahku. Tadi kau aku temukan dikamar mandi sekolah, apa yang sebenarnya terjadi?”

“Aku juga tidak tahu, saat aku ingin keluar. Tiba tiba pintu itu sangat susah untuk dikendalikan. 15 menit aku mencoba meminta bantuan, tapi tidak ada yang ke kamar mandi aku lemas lu. Dikamar mandi dingin sekali”

Luhan menatap sendu lawan bicaranya kini. Syukurlah dia tidak kenapa-kenapa

“Maafkan aku, aku terlambat”

Kata luhan sambil beranjak memeluk ssongji yang masih dalam posisi tidur.

Blush!

Semprotan merah suksess mengenai pipi chabi ssongji. Malu, kini yang dia rasakan. Hangat juga, karena pelukan luhan begitu dalam(?) #eaaakkkk!

“Nan gwaenchana lu, sekarang jam berapa? Aku ingin pulang”

Luhan melepas pelukannya dan melihat jam.

“Set7 malam ssongji, ayo pulang. Orang tua-mu pasti mengkhawatirkanmu.”

Plassh! Mendengar kata orang tua ssongji terdiam.

“Kenapa?”

Tanya luhan menyadarinya.

“Aniya.. Maaf ya hari ini aku kebanyakan merepotkanmu”

“Tak apa. Itulah gunanya sahabat.”
Luhan tersenyum dan dia mengacak-ngacak gemas rambut ssongji

/HanHan Couple/

“Baiklah lu.. Aku pulang dulu ya, terimakasih coklat panasnya.annyeong!”

Kata ssongji diluar pagar luhan

“Heeeh! Tunggu dulu…. Kau tidak mau ku antar?”

Tanya luhan sambil menggengam tangan ssongji yang berbalik.

“Aniya, lagi pula rumahku tidak terlalu jauh kok dari sini. Dan lagi pula lu, hari ini aku sudah banyak merepotkanmu”
kata ssongji. sambil tersenyum pucat

“Ku antar saja. Dekat/jauh tidak masalah. Yang penting kau sampai tujuan dengan selamat, ini sudah malam… Yeoja tidak boleh pulang sendirian. Bahaya nyonya song”

Kata luhan melepaskan tangannya dan beralih ke bagasi. Mengambil motor ninja-nya *ngebayangin anak TK naik motor ninja *.*

“Ayo naik”

Katanya sambil mencoba gas motor itu.
dengan pasrah Ssongji naik ke atas motor

“Pegangan yang kuat ya!”

“Ha?”

Ngenggggg……..

Belum sempat mendengar perintah luhan. gas sudah di tancap luhan. Membuat pergelangan tangan ssongji sukses melingkar di pinggang luhan, erat!

/HanHan Couple/

Hari demi hari pun berlalu luhan dan ssongji sekarang benar benar dekat, serta penerorran pun marak terjadi kepada ssongji seperti permen karet ditempat duduknya, diatas pintu ditaruh terigu dan ketika ssongji masuk kelas terigu itu jatuh, senar gitarnya putus semua, dan lain lain. Namun untuk kejadian itu luhan selalu ada untuknya. Membantu membersihkan semua kekacauan yang terjadi kepada ssongji, tapi. semakin sering luhan membantu semakin sering juga aksi sadis itu terjadi, siapa lagi kalau bukan pelakunya : krystal , jessica dan sooyoung. 3 gadis ini adalah biangkerok dari semuanya. Merekalah yang melakukan itu. [Tanpa sepengetahuan luhan dan ssongji] .
Dan kini bel istirahat pun berbunyi. Ssongji meminta izin untuk tidak bersama luhan hari ini, lebih tepatnya istirahat kali ini dia memilih untuk ke loker tercintanya. Disanalah barang-barang kesayangannya dia sembunyikan. Entah itu kenangan maupun pribadi. Luhan penasaran dengan sikap ssongji yang hari demi hari pun ikut berganti #ciat! Aokaok. Maksudnya dingin kembali. Dia sudah berhasil menaklukan ssongji 1bulan yang lalu. Dan kini sikapnya kembali ke asalnya, dingin dan menjawab apa adanya. Alhasil luhan selalu membututi kemanapun ssongji pergi. Tanpa sepengetahuannya.

/HanHan Couple/

Alangkah terkejutnya ssongji saat membuka lokernya. Barang barangnya hancur semua, fotonya bersama luhan. Kalung pemberian luhan, boneka kelinci miliknya waktu kecil, memo pribadinya dan… Foto keluargnya, satu satunya itu barang. Tiada duanya lagi. Tak kuat dengan aksi orang jahat itu. Ssongji pun menangis. Luhan yang mendengar itu ingin sekali menghampirinya.. Namun, tidak sempat karena dia mendengar suara gadis2 lagi. Dia menjadi semakin mengumpat karena. Dia ingin tahu penyebab semuanya

“Hey kau!” Panggilnya acuh sambil berjalan ke arah ssongji. Mendengar itu refleks ssongji menoleh.

“Masih belum puas hm?” Katanya

“Maksud kalian?” Jawab ssongji lemas

“Apakah kau belum puas dengan semua perlakuan kami?!”

“Jadi kalian yang melakukan ini semua??” Kata ssongji kaget dan semakin merintikan air matanya

“Yah begitulah” jawab jessica santai sambil melipat kedua tangan didadanya

Ssongji yang sedari tadi memegang foto kluarganya yang rusak karena dibakar pun menaruh foto itu sambil menggebrak lokernya.

“Apa salahku?! Kenapa kalian melakukan ini semua?!”

“Kami tak suka denganmu. Dan caramu mendekati luhan oppa”

Jawabnya tersenyum licik

“Memangnya luhan siapa kalian?”

Tanya ssongji dengan nada tinggi. Amarahnya benar-benar tidak bisa dibendung lagi, semetara luhan. Dia hanya bisa kaget.. Ternyata itu semua karena dirinya juga

Sebelum menjawab jessica menoleh kepada temannya dibelakang

“Aigo, kau tidak tau luhan oppa siapa kami? Hahahahaha!”

“Dia itu milik kami.”

“Tapi luhan tidak pernah bilang begitu padaku”
Jawab ssongji sinis

“Dia hanya menyembunyikan itu. Aslinya kau tidak tahu sih!”

“Ani! Semua tentangnya aku tahu sekarang, soal ini kalian saja yang mengarang…”

Sempat bisu untuk menjawab itu. Alhasil jessica mengalihkan pembicaraanya

“JAUHI LUHAN SEKARANG JUGA. APABILA TIDAK. KAU AKAN TAU AKIBATNYA.”

“Apa hak mu melarangku? Ibu kandung bukan,teman bukan”

“KAMI TIDAK SUKA KAU DEKAT LUHAN. APA MASIH TIDAK MAU MENJAUHI JUGA?”

“Aku bilang tidak akan! Dia temanku. Aku bebas berteman dengan siapa saja!”

“Tidak kah kau merasa? Semua ini penyebab kau mendekati luhan?”

“Aku tidak pernah merasa begitu. Luhan tidak salah dalam masalah ini,. Luhan tidak ada sangkut pautnya dalam semua yang terjadi antara kita. Karena itu, adalah salah kalian sendiri. Aku peringatkan. Luhan bukanlah manusia yang bisa kalian atur jalan hidupnya, dia mau dekat dengan siapa saja itu urusannya, dan bukan urusan kalian. Tidak kah kalian merasa?! Lelaki didunia ini banyak mungkin yang menyukai kalian. Dan kenapa kalian menyukai seorang lelaki yang tidak pernah perduli dalam jalan hidup kalian? Sekali lagi aku peringatkan. Aku akan selamanya jadi teman luhan. Bisa aku jamin itu!” Jawab ssongji yang kesal sambil membanting pintu lokernya. Dan beranjak pergi dari tempat itu.

“OKE. KALAU ITU MAU MU. RASAKANLAH AKIBATNYA.”

Teriak sooyoung.

“Aku tidak takut!” Balas ssongji. Luhan terengah engah. Mencerna kembali apa yang dia dengar. Ssongji membelanya, dan menganggapnya teman selamanya… Sebegitukah pentingnya luhan dimata ssongji? Tidak bukan begitu maksudnya, hanya saja ssongji tidak mau, luhan yang tidak bersalah malah masuk kedalam masalahnya.. *thor geregetan dibagian sini, luhan malah ngumpet bkn nolongin (˘•˘)~

Beberapa hari kemudian.

Luhan semakin bingung dengan sikap ssongji yang selalu keluar disaat jam pelajaran kosong, dia tidak lagi memainkan gitar maupun menulis kunci gitar dia berfikir, ataukah semua ini Karena aksi penerorran jess dan kawan2nya atau bukan?. Sekarang luhan merasa ssongji yang lama… Yang ceria. Telah meninggalkannya, namun bukan untuk selamanya kan? Umpatnya. Sekarang pun jam olahraga, tapi bagi ssongji dan luhan adalah jam kosong, disaat yang lain sibuk berolahraga, Ssongi asik ditaman belakang, mencurahkan isi hatinya kepada bunga-bunga cantik yang sedang bermekaran. Kini dia sudah tidak dapat aksi terorr lagi, namun dia tidak tahu, ada hal lain yang sedang direncanakan.

Kata jung seosangnim terus tergiang diotaknya selama seminggu ini, luhan tidak tau bahwa disela sela ssongji yang menghilang itu dirinya juga dimarahi hampir seluruh seosangnim disitu

‘untuk apa masuk sekolah talenta? Jika bernyanyi saja kau tidak bisa?! Hanya gitar, gitar saja. Mau apa kau dengan gitar. Menikah? Begitu. Kau tahu kan. Kami disini membuka sekolah talenta bernyanyi menari, dll. Bukan kursus musik. Baiklah akan kami berikan waktu. Jika 1 minggu kau tidak dapat bernyanyi. Maka namamu akan kami blacklist dan kami keluarkan dari sekolah ini, sekarang kembali ke kelas. Pikirkan dirimu, cari les bernyanyi dan menari!’ 

Sakit dirasakan ssongji? Tidak. Tidak sama sekali, karena ini adalah waktu yang dia tunggu-tunggu sejak awal. Niatnya disekolah yang bukan impiannya saat ini. Tapi entah mengapa, begitu berat rasanya untuk meninggalkan sekolah ini.. Ada seseorang yang membuat disini itu begitu berarti, kata ssongji dalam hatinya.

/HanHan Couple/

Disuatu tempat sepi yang hanya ada 4 orang penghuni itu kini sedang ramai karena membicarakan sesuatu
.. Lebih tepatnya mencelakai seseorang

“Jadi, apa yang harus ku lakukan noona?”

“Bawa dia pergi dari sini.”

“Contohnya?”

“Habisi dia. Terserah mau kau apakan, tapi kalau kataku. Perkosa saja dia!”

Namja itu tersenyum licik, memang inilah pekerjaan sehari-harinya. Pembunuh bayaran, namun kali ini disewa bukan untuk membunuh seseorang, hanya membuatnya menghilang saja.

“Terimakasih bantuannya sehun! Pokoknya kau harus bisa membuat dia menghilang seketika dari dunia ini, bawa dia pergi entah kemana”

“Pasti noona, dimana sekarang dia?”

“Rumah dia tidak jauh dari sini, coba ikuti saja dari sekolah kami. Jam segini dia belum pulang”

“Baiklah. Aku permisi dulu”

Namja yang dipanggil sehun itu melangkah pergi, ketempat yang dia sebut. Misi kali ini!

/HanHan Couple/

Ssongji kali ini pulang tanpa luhan, karena luhan ada latihan kursus dance. Memangsih akhir-akhir ini ssongji sering pulang sendiri, hal inilah yang membuat sooyong,krystal dan jessica memutuskan membuat rencana baru.

sehun berdiam ditempat persembunyian yang sedari tadi dia tempati. Lama, namun tidak apa! Targetnya kali ini sangat disayangkan sekali kalau gagal! Sehun berfikir licik apa yang akan dilakukannya nanti jika sudah bertemu dengan yeoja manis yang fotonya kini telah berada ditangan sehun.

Saat sedang melamun tak sengaja dia menoleh ke depan dan mendapati yeoja yang mirip difoto itu dengan name tag song ji han! Bingo! Matanya kini tak lepas dari kedua objek yang sangat membuat namja-namja yang melihatnya tidak mau melepaskan pandangan dari dirinya.

Ssongji pun perlahan berjalan ke arah yang berlawanan, dengan sigap sehun mengikutinya. Perlahan lahan tapi pasti. Batin sehun, dalam perjalanan ssongji tak merasakan seseorang yang jahatkah dibelakangnya? Daritadi dirinya cuek sekali menunduk. Apakah yang dia pikirkan? Masih sama, apakah dia harus bernyanyi lagi untuk tetap berada disekolah itu? Mempertahankan dirinya yang tidak bisa jauh dari salah seorang disana? Siapakah dia?…….tentu dia yang sudah mengisi bagian yang selalu kosong dalam hidupnya.

Seolah tersadar dari lamunanya ssongji pun menoleh kebelakang. Tidak ada siapa-siapa disana, hanya jalanan yang kosong, namun entah kapan ssongji merasa, ada seseorang yang mengikutinya… Mungkinkah itu orang yang selama ini dia maksud? Membatalkan jadwal latihannya agar dia bisa pulang bersama ssongji? Tapi tidak mungkin, karena ‘dia’ tidak tahu, sebentar lagi ssongji akan meninggalkannya.

Berkali kali ssongji memastikan dibelakangnya ada orang apa tidak tetapi selalu nihil. Tidak ada siapa-siapa disana. Karena mulai terasa resah. Dia membalikan badannya

“Ada orang apa?hmmmffft!”

Seseorang dari arah sana tiba-tiba datang menutupi hidung dan mulutnya menggunakan handuk kecil yang sudah diberikan cairan alkohol. Ssongji memberontak. Tapi semakin dia memberontak semakin orang itu menekan handuk kecilnya agar ssongji cepat pingsan karena ulahnya, dan semakin ssongji memberontak orang itu [sehun] semakin erat melingkarkan tangannya dipinggang ssongji. Tapi siapa sangka? Tingkat kesadaran ssongji tidak serendah yang dibayangkan, dia menginjak kasar sepatu pelaku itu, lalu sikutnya dengan refleks menonjok perut sehun hingga akhirnya dia tak sengaja melepaskan ssongji begitu saja. Karena jangan salah, pukulan ssongji bukanlah pukulan yeoja biasa.

Ssongji berlari secepat mungkin, tapi apa daya saat dia tengah berlari bau alkohol yang menyengat itu menyeruak memasuki alat pernapasannya. Yang membuat semakin lama ssongji kehilangan kesadaranya, tapi. Sehun dengan sigap menahan rasa sakitnya, dia langsung berlari kearah ssongji yang mulai kehilangan kesadarannya.

Dan..

Bruk!

Ssongji jatuh, dan sehun menangkapnya. Bagusss! Ini kesempatan yang baguss. Pikirnnya. Dia menunggu sebentar, memastikan ssongji benar-benar pingsan, dan benar saja, alcohol dengan kadar tinggi mampu meluluhkan seorang ssongji. Perempuan dingin itu, tanpa menunggu banyak waktu lagi sehun membawanya ke tempat sepi dan kosong, entah itu dimana. Rencanannya kali ini berjalan mulus ini, sesuai apa perintah kakak perempuannya. “jessica jung.” Tanpa memperdulikan berat badannya sehun terus menggendong ssongji layaknya sepasang kekasih.. dan sehun berjanji, setelah apa yang dia perbuat. Dia akan bertanggung jawab dan membiayai semuanya. Setelah sampai ditempat tujuannya. Sehun membaringkannya dilantai dan mengikat tangan serta kakinya, agar tidak bisa memberontak atas apa yang akan sehun lakukan. Setelah selesai semua sehun menunggu bangunnya ssongji, dan tidak lama kemudianpun ssongji bangun melihat sekelilingnya. Tempat yang tidak dikenalinya, kepalanya terasa berat namun dia paksa untuk mengetahui tempat di sekelilingnya.

“dimana aku?”

Tanyanya sendiri berharap ada orang yang menjawab pertanyaan. Dan nyatanya memang ada yang menjawab. Sehun. Dia senang, akhirnya dia tidak perlu menunggu lama untuk ini

“kau… sudah bangun rupanya”

Katanya yang membelakangi ssongji. Ssongi mencari-cari suara itu, yang sebenarnya ada didepannya itu karena gelap dia jadi tidak dapat melihatnya.

Sehun berbalik dan berjalan mendekati ssongji. Dia jongkok dan mensejajarkan wajahnya dengan ssongji yang sudah duduk daritadi.

“siapa kau?” Tanya ssongji dengan nada keras. Mencoba menyembunyikan rasa takutnya itu.

“tidak perlu tahu honey” ucap sehun sambil memainkan rambut panjang ssongji.

“jangan macam-macam kau! Atau aku akan berteriak!”

Kata ssongji yang mulai memberontak, namun aksinya sempat kesusahan karena kaki dan tangannya.

“coba saja, tidak ada orang disekitar sini, jadi mana mungkin kedengaran.” Tantang sehun, dan segeralah ssongji berteriak

“TOLONG!!!!!!!!!!! TOLONG AKU!!!!!! TOLONG!!!!!!!!!!!!!!!” namun tidak ada yang menjawab. Sehun benar ini tempat yang sangat sepi. Jadi mana mungkin ada yang mendengarkan ssongji berteriak. Merasa keberisikan dengan tingkah ssongji , sehun pun perlahan mendekatkan wajahnya dan mencium bibirnya kasar. Ssongji tidak membalas. Tubuh mungil dan jangkungnya didorong sehun hingga dia berbaring lagi, ssongji tetap memberontak. Menggoyang goyangkan badannya agar sehun melepaskannya, namun semakin keras gerakan ssongji semakin dalam pula ciuman sehun terhadap ssongji, ssongji menangis. Dia takut ah ralat! Sangat takut dengan keadaan sekarang. Perlahan sehun meremas milik ssongji. Sehun berfikir dengan begini pasti ssongji akan membukakan mulutnya dan. Itu memberi kesempatan baginya untuk menguasai bibir ssongji, dan ternyata memang benar, hasil tindakannya membuat ssongji membuka mulutnya dengar pelahan, sehun memiring-miringkan kepalanya memasukan lidahnya perlahan. Dia tidak memberikan kesempatan ssongji untuk bernafas. Dia ingin melakukan semua ini secara paksa dan cepat. Sehun makin meremas-remas membuat ssongji mendesah dan menambah tempo ciuman mereka. Ssongji masih belum membalasnya, dia masih sadar.. dia tidak mau menyerahkan ‘harta yang paling berharga’ kepada orang ini, lebih tepatnya penjahat. Beberapa menit kemudian masih dengan kejadian yang sama. Ssongji tidak kehabisan akal, dia mengigit kuat kasar bibir sehun reflex sehun melepaskan ciumannya. Dia senang karena ssongji ternyata agresif juga.

“kau… agresif juga rupanya..”

Goda sehun sambil perlahan tangannya membuka kancing seragam ssongji, sadar akan perlakuan sehun yang sudah diluar batas ssongji pun mengerakan tubuhnya keras dan kasar dia tidak perduli tangannya bengkak karena ulahnya yang memberontak, padahal sudah tahu kalau ikatan itu keras,

Sehun terjatuh kebelakang karena tindakan ssongji yang kasar itu. Tidak habis akal dia mendekati ssongji lagi. Ssongji masih dalam keaadaan tertidur. Melihat wajah sehun yang sekarang :berkeringat diwajahnya, penampilannya sekarang berantakan. Meskipun begitu membuatnya semakin terlihat tampan. Dan itu membuatnya bisu, dia tidak dapat berteriak. Sehun beranjak lagi ketempatnya dan memulai aksinya lagi. Meremas sesuatu yang menonjol disana lalu perlahan tangannya membuka kancing seragam ssongji dan mengunci mulutnya. Seakan ada bisikan darimana yang membuat ssongji sadar dengan reflex ssongji berteriak meminta tolong dan….

/HanHan Couple/

Luhan Side’s

Kali ini entah sudah keberapa kalinya aku pulang sendirian tanpa guitar girls itu. Tapi aku tadi melihat dia belum lama pulang semasih aku latihan boyband. Aku berharap dia sekarang berada didekat halte bus yang tidak jauh dari jalan pintas yang sepi, yang selalu kami lewati tiap pulang dan ketika sudah mepet.-. pergi sekolah, ketika didekat rumah kosong aku mendengar suara perempuan minta tolong.. semakin dekat jarakku dari rumah itu, suara itu semakin kencang, kadang terdengar, putus-putus serta seperti ada yang menutupi mulutnya agar berhenti berteriak. Aku merinding.. mungkinkah itu suara hantu? Tapi ini belum terlalu malam. Tidak mungkin kan ada hantu, dan ini membuatku penasaran. Aku berhenti melangkah tepat didepan bangunan itu. Mencerna apakah suara itu masih terdengar? Dan ternyata.. masih!

Kulangkahkan kakiku mengikuti suara tersebut. Terdengar.itu yang kurasa sekarang.. aku bisa melihat cahaya kecil dipojok ruangan itu, dan melihat ada dua orang disana, satu diatas dan satu dibawah.. kalau diperhatikan yang 1 namja dan yang 1 yeoja… tunggu dulu!? Yeoja? Omona! Ditempat kosong..berdua dan berbeda gender.. atas bawah.. dan itu artinya?!! ASTAGA!

Aku sadar lalu berlari kearah mereka memisahkan kedua manusia yang sedang melakukan….-_-

Namja itu terjatuh. Aku tidak perduli, aku langsung terfokus kepada yeoja itu.. sepertinya pernah melihat.. samar-samar aku berusaha melihat, namun tidak jelas, kuurungkan niatku untuk mengetahuinya, yang penting aku harus menyelamatkan yeoja ini.

“gwaenchana?”

Yeoja itu tidak menjawab. Dia hanya menunduk, mungkinkah takut? Ya mungkin saja,, dia pasti berfikiran aku teman dari namja ini, kulihat dirinya sangat berantakan, rambutnya,wajahnya dan pakaiannya. Aku mengabaikannya sejenak. Lalu beralih kepada namja yang satu itu. Langsung ku pukul kencang tubuhnya. Sesalilah yang hampir kau perbuat bung. Dalam benakku. Dia mengambil kayu lalu hendak mengarahkannya kepadaku. Dengan cekatan aku menahannya dan dengan penuh kekuatan aku mendorongnya hingga jatuh kasar.

Aku menindihinya yang sekarang terbaring lemas dibawahku

“pergilah sekarang.. atau aku tidak segan-segan berbuat lebih padamu.” Ancamku lalu berdiri dari posisi itu, aku menoleh kepada yeoja yang berada dipojok tadi. Lalu membantunya berdiri serta berjalan..

Diluar gedung dia masih menunduk,, kurasakan tubuhnya bergetar hebat dari tadi.. mungkin masih takut, dan sampai sekarang aku belum mengetahui siapa dia, kulepaskan ikatan pada tangan dan kakinya yang terlihat membengkak karna terlalu erat. Kulirik sedikit bibirnya merah bengkak. Sepertinya dia habis dicium kasar

“gomawo” ucapnya lirih didalam rangkulanku.

“cheonma..” mendengar suaraku dia menoleh.

“luhan?” panggilnya.. aku yang sedari tadi terfokus dengan jalan menoleh kepadanya dan..

“he’eh? Ssongji-sssiiii!!!? Bagaimana bisa..”

“ah.. aku tidak tahu bagaimana bisa, tapi.. terimakasih banyak. Kalau saja kau tidak datang maka aku..aku..”

Katanya sambil melirik lirik bingung..

Dan aku mengerti maksudnya apa.

“ne.. awalnya juga aku melihatmu seperti pernah lihat..tapi aku tidak tahu siapa. Ehehe”

Kataku sambil tersenyum. Senang akhirnya aku bertemu dengannya.

“mulai besok aku akan melindungimu..”

“aih.. tidak usah, kau tidak pernah kusuruh sebagai bodyguardku kan”

Katanya dengan tatapan seperti “luhan tetaplah disisku ya..”

“yah. Bukan sebagai bodyguard tapi sebagai teman ssong” kataku.

Lalu dia tertawa dan kuanggap sebagai jawaban “ya!”

Kurasakan dadaku berdegup kencang. Inilah yang kurasakan setiap berada disampingnya.

Tubuhnya sudah normal dan kini penampilannya sudah rapih seperti tadi disekolah.. untungnya tidak terjadi apa-apa yang lebih padanya.

Lamunku sambil tersenyum-senyum sendiri
/HanHan Couple/

Keesokan harinya……

Author Side’s

Hari ini jessica,krystal,dan sooyoung merasa bahagia, dipikirannya ssongji telah menghilang, otomatis mereka dapat menguasai luhan lagi. Mereka bercanda-canda didalam kelas. Entah membicarakan hal konyol maupun yang lain sebagainya. Yang jelas. Hari ini mereka begitu bahagia, namun senyum dan tawaan mereka menghilang saat melihat luhan dan ssongji masuk kelas secara bersamaan saling bertegur sapa dan senyum tersenyum.
sedangkan luhan, diakan sudah berkata akan melindung ssongji. Dan dia akan melaksanakannya sekarang! ^^
“Wow! Apa yang kita lihat itu salah kan jessiee?”

Kata krystal.

“Hngaah.. Itu kenapa mereka?!”

Tanpa aba-aba jessica mengeluarkan ponselnya. Langsung menelepon sehun

“Sehunie! Apa yang terjadi?” Tembaknya saat orang yang diseberang sana sudah menjawab telponnya

“Sebenarnya… Aku tidak bisa melakukannya noona, saat sedang melakukan aksiku. Dia memberontak kuat sekali. Lalu tiba-tiba lelaki yang siapa aku lupa namanya itu datang tanpa undangan. Semuanya kacau noona!”

Jelasnya panjang lebar.

“Lalu kenapa kau tidak langsung bilang kepadaku……………… Agar aku bisa merencanakan yang lain?????? Aissh neeooo! Neomu pabboya namja! Argh!”

Kata jessica. Kesal sekali kenapa begitu rencananya gagal sehun tak langsung memberi tahunya?!! Paboyyaa! Fikirnya.

/HanHan Couple/

Beberapa hari kemudian……..

Seperti biasa ssongji menghilang lagi, belum lama sih tapi entah kenapa, tapi fikirnya ssongji pasti berjalan-jalan. Luhan yang berdiam diri dengan rubiknya merasakan ada panggilan alam(-_-) dia lalu membawa rubiknya menuju toilet.

Sesaat setelah selesai. Luhan menuju kelasnya sambil membawa pacarnya(-_-) saat tengah asik bermain rubik. Toilet itu dekat dengan ruang seosangnim. Otomatis luhan melewati ruangan itu. Namun saat luhan tengah bercengkrama dengan rubiknya suara guru mengagetkannya. Keras ,Kencang,dan seperti marah sekali. Luhan sengaja menengokan kepalanya awalnya dia biasa saja namun saat kedua kalinya dia menengok…

“Yak! Ssongji?”

“Kenapa dia ada diruangan guru? Dan tepat di depan meja jung seosangnim??!” Tanya luhan bertubi-tubi, luhan akhirnya yang penasaran diam-diam menguping

“Belum bisa bernyanyi juga?! Apa mau mu ssongji? Bukan kah beberapa minggu lalu aku telah memberitahumu?! Sekarang waktumu tinggal 3 hari lagi disini, kau belum bisa bernyanyi lagi? Hah! Oh tuhannnnn. Apa kau benar-benar mau dikeluarkan dari sekolah ini? Hah! Pokoknya aku tak mau tau. 3hari lagi kau harus bisa bernyanyi”

Paksa jung seosangnim. Luhan terpaku, kata-kata jung seosangnim terulang kembali.. Jadi mungkinkah selama ini ssongji sering menghilang dan menjauhi luhan karena hal ini? Oh ayolah! Luhan kan teman ssongji! Tapi kenapa dia tidak pernah cerita kepadanya? Dan 3hari lagi ssongji akan dikeluarkan dari sekolah? Dan itu pula. Tiada yang membantunya untuk dapat kembali lagi bernyanyi?!!.Lalu siapa yang akan duduk didekatku lagi,mengajarkan dan menunjukan keahliannya bermain gitar lagi? Siapa? Batin luhan.

Ssongji keluar kantor dengan berlari, bukan kembali ke kelas namun ke tempat yang sepi. Untungnya saat ssongji keluar kantor dia tak menyadari ada luhan. Dan luhanpun langsung mengejar ssongji dengan pelan. Hari ini dia harus dapat penjelasan. Semuanya dari ssongji, dia ingin ssongji merasa lega sedikit dengan berbaginya kejadian yang tengah menimpanya.

Sesampainya di tempat tujuan, ssongji duduk dan menyender kepada pohon, pohon yang selama ini mendengarkan curahan hatinya, luhan juga ikut duduk. Namun disebelah ssongji dan pohon posisinya, mereka dibatasi pohon tersebut., dan betapa bingungnya ssongji sampai dia tidak menyadari keberadaan luhan, ssongji berbicara sendiri awalnya mengatakan yang barusan terjadi. Luhan tidak mengeluarkan suaranya dahulu. Dia lebih memilih diam, saat ssongji selesai berbicara, luhan memberanikan diri membuka mulutnya

“Ssongji” panggilnya kecil berharap ssongji mendengarnya. Permintaan luhan terkabul, ssongji mencari-cari suara tersebut. Dan didapati luhanlah yang memanggilnya, ssongji kaget. Dan otomatis dia berfikir apakah luhan mendengar celotehannya? Oh god.

“Ah.ha…luha,lu..luhan?”

“Apakah kau mendengarkan semuanya?”

“Ya aku mendengar. Dan sekarang saatnya aku meminta penjelasan darimu. Semuanya, sikapmu yang akhir-akhir ini berubah, kenapa kau tidak tertarik untuk bernyanyi, dan jika kau tidak mempunyai talenta, kenapa masuk sekolah ini?”

Luhan menatap ssongji tajam sambil berpindah duduknya didekat ssongji, sedangkan ssongji? Bingung dan akhirnya dia pasrah, kini saatnya… Luhan tau semuannya.

“Baiklah lu, aku akan cerita, inilah saatnya kau mengetahui semuannya”

“Tapi kau berjanji, dengarkan aku dulu, dan baru aku akan membiarkanmu bertanya, marah padaku, dan menjauhiku”

Luhan terdiam. Dia mengangguk iya sambil berfikir, apa yang akan diceritakan ssongji padanya

“Jadi begini, apa kau kenal Im Yoon Ah?”

Pertanyaan yang sukses membuat luhan kaget, dia mengangguk. YoonA, sunbaeyeoja-nya yang meninggalkannya.. Demi orang lain, begitu sakit hati luhan saat mendengar namanya

“Dia lulusan disini juga,dan dia adalah kaka angkatku. Sebagian orang tidak akan percaya, ya jelas… Dia terkenal,sangat cantik. Dan banyak yang menyukainya, sedangkan aku? Gadis dingin yang tidak bisa apa-apa….. Dia adalah anak kesayangan eomma dan appaku. Semenjak kedatangannya di keluarga kami, hidupku berubah, aku selalu menyendiri karenanya, YoonA itu selalu dimanja kedua orangtuaku, entah fisik,ekonomi,maupun teknologi, sementara aku? Aku selalu memakai yang ada. Jika tidak ada barang yang ku inginkan, mereka hanya bisa berkata nanti, tapi YoonA? Apapun yang dia inginkan selalu dituruti, semua kemauannya! Saat dia belum ada dikeluarga kami… Aku yang selalu dimanja kedua orang tuaku. Meskipun mereka sering keluar kota, tapi yoona selalu mendapatkan lebih, jika ayah dan ibuku pulang dari luarkota, bermacam-macam benda mereka beli untuk yoona! Sedangkan aku? Cukup 1batang lolipop mengisi kamarku, jika kau pergi kerumah kami. Kamarku dan yoonA begitu berbeda,barang barang yang ada dikamar yoonA tidak akan ada didalam kamarku, dan sampai suatu hari yoona bercita-cita sama denganku, menjadi penyanyi terkenal dan mendunia, namun setelah mendengarkan permintaannya, ayahku langsung membawanya ketempat kursus bernyanyilah Sedangkan saat diriku meminta ikut dengannya ke tempat kursus itu, ayahku bilang belajarlah dirumah sendiri nak. Ayah yakin kau bisa, padahal ayahku sendiri tahu, vocalku tidak baik. Dan suaraku naik turun, berjuta juta uang ayahku keluarkan untuk yoona, sekolah talenta,les dan sebagaimacamnya, sampai pada saat yoona menjadi terkenal Ayah dan ibuku, selalu ada disampingnya. Tidak kah mereka merasa? Umurku lebih muda dari yoona, aku lebih membutuhkan kasih sayang dari mereka, yang selama 10tahun sudah tidak aku dapatkan, aku merasa tersingkirkan. Jika ada acara ditv hanya mereka ber3 yang tampil.. Tapi denganku? Aku hanya bisa menonton lewat tv dengan pembantuku dirumah. Dengan itu aku bertekad ingin bernyanyi , setiap hari,waktu aku selalu mencoba sampai suaraku habis. Sampai suatu saat aku benar benar bisa bernyanyi. Saat itu ayahku sedang dirumah, aku ingin menunjukan juga, diriku tidak kalah hebat dengan yoona, tapi apa daya lu.. Mereka selalu sibuk untukku, telpon telpon dan berkas berkas yang selalu mereka pegang setiap menit. Alhasil salah satu pembantuku mengetahui usahaku, sampai akhirnya dia. Memintaku untuk bernyanyi, dan setelah bernyanyi dia selalu memberikanku semangat, aku beharap dia adalah orang tuaku saat itu. Dengan tak perduli. Mereka membawaku ke korea. Menitipkanku pada bibi Song. Untuk disekolahkan ke sekolahan ini, sekolah yoona dulu, namun, hatiku sudah gugur untuk bernyanyi, semangatku hilang untuk itu. aku benar benar sudah sakit hati dengan orang tuaku. Sampai akhirnya aku mempunyai rencana. Aku tidak akan mau untuk bernyanyi. Agar aku dikeluarkan dari sekolah ini dan membuat orangtuaku malu. Agar mereka mengerti perasaanku. Namun aku merasakan berat untuk meninggalkan tempat ini, ada seseorang yang membuat disini, begitu berarti……..”

Jelasnya panjang x lebar = luas-_-.luhan tertegun. Ternyata selama ini, ssongji mempunyai hari-hari yang berat bagi hidupnya, dan sulit dipercaya, ssongji adalah adik dari mantannya. Im Yoon Ah. APAAN INI APAAN (º̩̩́Дº̩̩) *emaap ya soalnya hannie exoshidae haters/w\*

Angin berhembus pelan… Seakan berbisik kepada diri mereka masing-masing.

Luhan tidak sadar bahwa perlahan fisiknya mendekat ke ssongji, memeluknya dari samping seakan menyalurkan kasih sayang seorang pasangan.

Blush!

Rona merah berhasil menghiasi pipi chubby ssongji, mereka berdua terdiam. Luhan meletakan dagunya dipundak ssongji, agar dia bisa menghirup aroma khas dari ssongji, serta dia membisikan..

“Jadi, apakah kau mau bernyanyi kembali? Ssong?”

“Aku… Tidak bisa lagi lu”

Jawab ssongji sambil menunduk. Menyembunyikan pipi merahnya dari luhan. Luhan menyadari itu, hatinya terkekeh melihat seorang ssongji malu (>̯͡⌣<̯͡).

“Demi orang yang kau maksud ssong?…., apakah kau ingin meninggalkannya?”

Luhan melepaskan pelukannya, dia terus menatapi ssongji yang masih berfikir.

“Tidak bisa lu, tidak bisaa!” Kata ssongji sambil menangis. Dia sudah gugur. Pikirnya.

Luhan juga ikut bingung, kalau begini. Ssongji benar benar akan dikeluarkan.

“Cobalah. Aku yakin kau masih mempunyai kesempatan untuk kedua kalinya”

Luhan beranjak berdiri. Dia mengacak-ngacak rambut ssongji lalu pergi, mencoba memberikan waktu untuk ssongji sendirian. Luhan tau ssongji sedang butuh sendiri.

“Cobalah. Aku yakin kau masih mempunyai kesempatan untuk kedua kalinya”

Kata itu terus tergiang di fikiran ssongji, luhan benar dirinya masih mempunyai kesempatan kedua untuk bernyanyi, dengan berat hati ssongji akan mencobanya.

/HanHan Couple/

sorenya pada pukul 05:29 KST ssongji masih belum beranjak dari tempatnya kini, balkon sekolah tempat favoritenya yang kedua.. Hari ini dia benar benar akan menetraliris kemauannya untuk bernyanyi, luhan tidak bersamanya kini. Tadi dia mendapatkan latihan khusus dulu jadi luhan sudah menghilang dari jadwal pelajaran kedua. Ssongji juga sama-sama menghilang, hari ini dia juga tidak pulang bersama luhan. Keduanya benar-benar berpisah. Dan ssonji juga tidak tahu, apakah sekarang luhan sudah pulang / masih disekolah. Yang pasti sekarang yang ssongji lakukan adalah dia butuh waktu untuk menjernihkan fikirannya saat kini. Dia sekarang ditemani gitarnya, sesekali dia memetik senar gitar sehingga menghasilkan sebuah alunan lagu.
Dengan perlahan ssongji membuka mulutnya yang senada dengan gitarnya.

Nan cheoeumieotjyo ireon gibun
da ppaetgyeo beoryeotjyo ontong mameul
nan eojjeojyo nan eojjeom johayo
Nan eoreumi doejyo ape seomyeon da
mangchyeo beorijyo motnan malman nal
eojjeomyeon baborago saenggak
haesseuljido molla
Wae ireoke nal mandeun geojyo
Naege dollyeojwoyo geudaega mollae
humchyeogan nae mam heorakdo eobsi
yego eobsi deureowa wae heundeureo
nwa
Naman aetago ullige hae
Maeil gidohaeyo geudaega nareul dora
bol geu nal han yeojaro barabol sun
eomnayo imi neujeo beoringeollyo
Cheoeumieotjyo sarangeul alge doen
geollyo
Nan gamchul su eobtjyo ireon pyojeong
da deulkyeo beoryeotjyo mongttang
nareul nan eojjeojyo nan eojjeom
johayo

/HanHan Couple/

Luhan Side’s

Hari ini aku pulang terlambat. Karena ada latihan khusus boyband sekolah ini, soalnya sebentar lagi akan ada acara disekolah ini. Lebih tepatnya… Pentas seni yang tidak terhitung sampai 1minggu lagi, karena itu aku harus latihan giat demi menampilkan penampilan terbaik kami. Exo! Hehehe,

Aku berjalan dilorong sambil memainkan rubikku. Niatku pulang lebih terlambat lagi, aku ingin ke perpus dulu mencari buku yang aku butuhkan dan mempelajarinya di balkon sekolah. Tempat yang indah….sangat indah, setelah dari perpustakaan aku berjalan lagi kearah balkon. kalian bingung kenapa disini perpus dan gerbang belum ditutup? Ya jelas…. Semua pengurus sekolah itu selalu menginap disini, terlebih lagi siswa siswi yang banyak tugas ataupun latihan. Mereka tidak akan pulang karena disini juga telah disediakan ruangan khusus.. , aku lanjut melewati tangga sambil mengeluarkan handphone dari saku-ku. Menulis pesan singkat untuk ssongji, ya akhir akhir ini aku sangat sering berinteraksi dengannya. Senang? Itu yang ku rasakan..

Sesampainya di balkon mataku tak sengaja melihat seseorang yang sepertinya aku kenal…. Ssongji! Itu dia, dia memainkan gitarnya, dan dia juga seperti mengambil aba-aba untuk bernyanyi.

Dan benar saja, dia bernyanyi sambil meratapi indahnya sekolah ini dari balkon…

Dengan sigap ku otak atik handphoneku, menuju ‘voice notes/rekaman suara’

Aku ingin menyimpan suaranya,agar disaat aku merindukannya, suaranya dapat menjadi obat perasaanku itu. Hehehe 🙂

Nan cheoeumieotjyo ireon gibun da
ppaetgyeo beoryeotjyo ontong mameul
nan eojjeojyo nan eojjeom johayo
Nan eoreumi doejyo ape seomyeon da
mangchyeo beorijyo motnan malman nal
eojjeomyeon baborago saenggak
haesseuljido molla
Wae ireoke nal mandeun geojyo
Naege dollyeojwoyo geudaega mollae
humchyeogan nae mam heorakdo eobsi
yego eobsi deureowa wae heundeureo
nwa
Naman aetago ullige hae
Maeil gidohaeyo geudaega nareul dora
bol geu nal han yeojaro barabol sun
eomnayo imi neujeo beoringeollyo
Cheoeumieotjyo sarangeul alge doen
geollyo
Nan gamchul su eobtjyo ireon pyojeong
da deulkyeo beoryeotjyo mongttang
nareul nan eojjeojyo nan eojjeom
johayo

/HanHan Couple/

Author Side

Luhan terdiam menikmati indahnya alunan gitar ditambah suara yeoja yang selama ini ada untuknya…. Si guitar girls, dia juga masih menggengam handphonenya yang tanpa diketahui ssongji, alat itu sedang merekam suaranya yang merdu.

Da hayake doejyo geudael bomyeon
domangchyeo beorijyo aicheoreom nal
eojjeom byeollago cham isanghadago
saenggak haesseuljido molla
Wae ireoke na byeonhan geojyo
Naege dollyeojwoyo geudaega mollae
humchyeogan nae mam heorakdo eobsi
yego eobsi deureowa wae heundeureo
nwa
Naman aetago ullige hae
Maeil gidohaeyo geudaega nareul dora
bol geu nal han yeojaro barabol sun
eomnayo imi neujeo beoringeollyo
Cheoeumieotjyo sarangeul alge doen
geollyo

Waktu terus berjalan.. Ssongji terus mengeluarkan suaranya.

I sarangeun gamgicheoreom arheumyeon
natneun geongayo tto dasi apeumyeon
eotteokhajyo
Jebal gajyeogayo geudaega nuneul
tteuge han sarang nunchido eobsi sori
eobsi dagawa wae heundeureo nwa
Naman wonhago apeuge hae
Maeil gidaehaeyo geudaega nareul ara
jul geu nal han beonjjeumeun irwojil
sun eomnayo manhi gidaryeo on geollyo
Cheoeumieotjyo sarangeul alge doen
geollyo

Ssongji pun selesai bernyanyi. Dia menghembuskan nafasnya panjang, ternyata. Kesempatan kedua itu.. Memang ada, pikirnya.

Sementara luhan langsung meng-offkan rekaman itu, dan tak lupa dia simpan dengan nama file ‘Ssongji Voice :)’

Dia tertegun mendengar suara ssongji, jadi selama ini ssongji bohong kepadanya kalau dia sama sekali tidak bisa bernyanyi….sebenarnya luhan telah mendapatkan penjelasan sih, dan itu memuaskannya.. Namun tak apa, dia tidak akan marah, karena ada ide yang cemerlang tiba-tiba singgah diotaknya. Hehehe

Dan dia mengurungkan niatnya untuk duduk dibalkon, dia malah memutuskan untuk pulang, dia mempunyai rencana yang wow nantinya! ^w^

Ssongji masih melamun. Dia berharap saat tadi dia bernyanyi orang tuanya mengetahui itu… Tapi sayang, hanya akan ada dimimpinya……

/HanHan Couple/

Hari demi hari berlalu untuk kepergian ssongji dari sekolahnya kini, ssongji sudah pasrah. Dia sangat bertekad untuk dikeluarkan dan pulang ke australia tanpa hasil… Dimarahi kedua orang tuanya? Itu juga bukan salah ssongji kok! Itu salah merekanya. Siapa suruh membuat semangat dalam diri ssongji runtuh begitu saja?!

Dan dengan orang yang selama ini dia maksud… Dia akan meninggalkannya, maaf. Hanya kata itulah yang dapat terucap darinya. Sementara luhan? Dia tidak akan membiarkan orang keduanya meninggalkan dia begitusaja. Kedua setelah, yoona-_-

Dua hari kemarin ssongji habiskan dengan luhan. Luhan yang pura-pura lupa dengan kepergian ssongji, namun sebenarnya dia ingat lho, mankannya dua hari ini luhan selalu membuat ssongji tersenyum.

/HanHan Couple/

Hari ini adalah hari kepergian ssongji dari sekolahnya, dia murung. Mengingat dia tidak akan pernah bertemu seorang luhan lagi nantinya, sakit. Itu yang dirasakan. Namun apa boleh buat? Dia tidak boleh menghancurkan rencana yang sudah lama ia rancang hanya karena seorang namja.

Ssongji sangat murung, dan luhan belum juga datang, apakah luhan tidak mengingat? Bahwa hari ini adalah hari terakhir mereka bertemu?!.

Luhan, nama yang sedari tadi terulang ulang dihati ssongji,

“Kenapa dia belum datang juga!? Apa hari ini dia tidak masuk?”

Batin ssongji sambil meremas-remas tangannya, rasa gugup dan takut kehilangan. Itulah yang dirasakan ssongji kini.

Bermenit menit berlalu, batang hidung luhan belum terlihat juga,
Padahal sebentar lagi jung seosangnim akan masuk dan mengurus kepergian ssongji, sekaligus ini memang jadwal pelajarannya.

Kringgggggg!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Bel pun berbunyi. Oke kali ini ssongji pasrah untuk kedua kalinya. Luhan tidak masuk. Batinnya

Keringat dingin dan wajah pucat menghiasi wajah ssongji kali ini. Sebagian hatinya memberontak ingin tetap disini, bersama luhan yang membuat dia terasa berarti, namun sebagian lainnya berjingkrak-jingkrak senang karena rencananya berjalan mulus.

Tap…
Tap…
Tap…

Langkah kaki mendekati kelas mereka yang sudah hening, sampai orang itu berada didepan pintu, ssongji berharap. Bahwa itu adalah luhan, namun…..

“Pagi anak-anak!”

“Pagi seosangnim”

“Hari ini kita akan kehilangan satu orang teman”

Semuanya mengira luhan. Karena luhan dari tadi tidak ada disini, namun pikiran mereka salah semua, ssongji lah yang pergi.

“Luhan seosangnim?”

“Andwae. Ssongji lah”

Saat jung seosangnim menyebutkan namaku, fangirl luhan berteriak senang, apalagi 3 biang kerok siapa lagi kalau bukan jessica,krystal,sooyoung.

Namun para namja malah murung, mereka kehilangan little princess ahahahaha!.

“Baiklah kalau begitu ssongji, bereskan buku-bukumu dan ucapkan salam perpisahan untuk teman-temanmu”

Ragu yang saat ini ssongji rasakan. Luhan belum juga datang, ah sudahlah dia memang tidak masuk.

Ssongji merapihkan buku-bukunya dan gitarnya, setelah rapih dia lalu maju kedepan.

“Baiklah seosangnim… Ini sudah saatnya aku…”

“TUNGGUUUUUUUUUUUUUUUUUU!”

Teriak seorang namja dari luar sana, membuat seluruh pasang mata melirik kearahnya, aksi berisiknya suksess membuat ssongji terbelalak.

‘Luhan’

Batinnya.

/HanHan Couple/

Luhan Side

“Kriingggggg!!!!!!!!”
Suara alarm membangunkanku.

“Berisiiiiikk, argh!”
Semakin aku berteriak semakin keraslah bunyi alarm itu. Aku terlalu lelah mungkin semalam bergadang untuk belajar sambil mendengarkan hasil rekamanku, alhasil seperti inilah jadinya, tertidur lelap tanpa mengetahui besok adalah hari yang tidak boleh terlewatkan.

“Luhann, kau tidak sekolah nak? Ini sudah jam 7”

Teriak eomma dari bawah sana,

“Ya”
Jawabku singkat.

“HAH? JAM 7?!”
Replayku. Astaga! bagaimana bisa seperti ini. Aku benar-benar telat sekaliii. Bagaimana jika saat aku datang ke sekolah ssongji sudah meninggalkanku? Habislah aku rencana ku gagal semua kalau begitu.

Omelku sambil terus melakukan aktifitas, mandi buru-buru.menyiapkan buku dengan asal, sarapan aku tidak melihat menunya. Yang penting setidaknya itu mengisi perutku.

“Eomma aku berangkat!”

Teriakku dari luar, saat tengah jalan aku ingat sesuatu.

“Handphoneku! Aaah!”

Kesalku lalu balik kerumah lagi, kekamarku dan lebih tepatnya di meja belajarku. Setelah ketemu langsung kumasukan kedalam kantung, tapi batrenya sudah low. Yatuhan. Sial sekali hari ini, tak apa aku matikan dulu ponselku, dan berharap sesampainya disekolah nanti ponselku bisa menyala.

Lelah sekali dari rumah aku berlari, mengejar waktu. Jika menunggu ke halte bus aku yakin akan lama.
Sebenarnya pagar sudah tertutup rapat, namun akalku tidak sedikit. Kupanjat pagar tajam itu lalu loncat. Untungnya tidak ada satpam / penjaga yang menunggu disitu, sempat terluka tanganku terkena bagian yang tajam tadi, terus mengeluarkan darah. Tapi aku tidak perduli. Difikiranku sekarang hanya ada guitar girl itu.

Sesampainya dilingkungan sekitar yang dekat dengan kelas ku lihat ssongji telah berdiri didepan. Pasti dia ingin mengucapkan salam perpisahan. Itu tidak boleh terjadi! Ssongji tidak boleh pergi!.

Aku terus berlari sampai didepan kelas aku langsung berteriak….

“TUNGGUUUUUUUUUUUUUUUUUU!”

Teriakku sambil ter-engah-engah. Kulihat semua orang kaget atas kehadiranku yang tiba-tiba, termasuk ssongji.

/HanHan Couple/

Author Side

Luhan yang masih berusaha mengatur nafasnya pun berjalan mendekati jung seosangnim dan ssongji.

“Seosangnim… Ssongji bisa bernyanyi!”

Semua yang mendengarkannya terkejut lagi, termasuk ssongji.
‘Apa-apaan ini!?’ Batinnya

“Lu aku tidak….”

“Ssongji bisa bernyanyi seosangnim”

Kata luhan lagi, memotong pembicaraan ssongji. Dia tahu ssongji bisa bernyanyi, hanya saja… Ssongji selalu menutupinya.

“Yak! Luhan-ssi, dia tidak bisa bernyanyi! Dari jauh-jauh hari aku sudah memberikan waktu serta kesempatan agar dia bisa bernyanyi, namun sampai detik ini dia juga belum bisa bernyanyi! Jadi apa boleh buat, dia harus dikeluarkan dari sekolah ini! Kau tahu-kan lu, orang yang bisa masuk sekolah disini hanya yang mempunyai bakat saja. Bukan orang sembarang sepertinya!”

Jelas jung seosangnim. Luhan yang perlahan bisa bernafas lega. Sekarang angkat bicara lagi

“Dia bisa bernyanyi, dan aku punya buktinya!”

Ssongji melotot lagi kearah luhan. Kaget, luhan pasti hanya bercanda, atau dia mencari lagu-lagu yang senada dengan suara ssongji, dan ssongji fikir, kalau memang luhan punya bukti. Dari mana dia dapatnya? Menyanyi didepan luhan saja tidak pernah. Firasatnya.

“Bukti apa?!”

Kata jung seosangnim, dengan sigap luhan mengeluarkan ponselnya, dan untunglah batrenya masih bertahan sampai saat ini, diotak-atiknya ponsel luhan lalu menuju “Voice Notes” dan dia menuju ke ….. “Ssongji Voice :)” suara yang setiap malam dia dengar, bila merindukan ssongji.

Setelah menuju file yang dimaksud, luhan membesarkan volumenya, lalu menaruh ponselnya ditangannya, agar yang lain bisa mendengarkan. Untungnya saat merekam suara ssongji, dia tidak berbeda jauh posisinya, sehingga suara yang dihasilkan jelas.

Nan cheoeumieotjyo ireon gibun da
ppaetgyeo beoryeotjyo ontong mameul
nan eojjeojyo nan eojjeom johayo
Nan eoreumi doejyo ape seomyeon da
mangchyeo beorijyo motnan malman nal
eojjeomyeon baborago saenggak
haesseuljido molla
Wae ireoke nal mandeun geojyo
Naege dollyeojwoyo geudaega mollae
humchyeogan nae mam heorakdo eobsi
yego eobsi deureowa wae heundeureo
nwa
Naman aetago ullige hae
Maeil gidohaeyo geudaega nareul dora
bol geu nal han yeojaro barabol sun
eomnayo imi neujeo beoringeollyo
Cheoeumieotjyo sarangeul alge doen
geollyo
Nan gamchul su eobtjyo ireon pyojeong
da deulkyeo beoryeotjyo mongttang
nareul nan eojjeojyo nan eojjeom
johayo
Da hayake doejyo geudael bomyeon
domangchyeo beorijyo aicheoreom nal
eojjeom byeollago cham isanghadago
saenggak haesseuljido molla
Wae ireoke na byeonhan geojyo

Ssongji tidak percaya dengan apa yang dia dengar, itu suaranya… 2hari yang lalu, bagaimana bisa?! … Atau jangan-jangan, luhan merekamnya?

Semua yang dikelas yang mendengarnya tidak percaya bahwa itu adalah suara ssongji, sulit dipercaya. Ssongji yang selalu berusaha menutupinya, kini akhirnya terbongkar juga rahasianya.

Naege dollyeojwoyo geudaega mollae
humchyeogan nae mam heorakdo eobsi
yego eobsi deureowa wae heundeureo
nwa
Naman aetago ullige hae
Maeil gidohaeyo geudaega nareul dora
bol geu nal han yeojaro barabol sun
eomnayo imi neujeo beoringeollyo
Cheoeumieotjyo sarangeul alge doen
geollyo
I sarangeun gamgicheoreom arheumyeon
natneun geongayo tto dasi apeumyeon
eotteokhajyo
Jebal gajyeogayo geudaega nuneul
tteuge han sarang nunchido eobsi sori
eobsi dagawa wae heundeureo nwa
Naman wonhago apeuge hae
Maeil gidaehaeyo geudaega nareul ara
jul geu nal han beonjjeumeun irwojil
sun eomnayo manhi gidaryeo on geollyo
Cheoeumieotjyo sarangeul alge doen
geollyo

Rekaman selesai diputar, para fanboy ssongji *azeek punya panboy (•̪⌣•̪)* bertepuk tangan ria, idola mereka *azeek jd idola (ʃ⌣ƪ)* mempunyai suara emas yang tidak mereka ketahui.

Ssongji masih terkejut, sedangkan luhan tersenyum lebar menampilkan deretan giginya.

“Apa benar itu suara-mu ssongji?”

Tanya jung seosangnim memastikan, membuat luhan dan ssongji serempak menolehkan wajahnya, luhan menaruh kembali ponsel kedalam sakunya, dan menraih tangan ssongji, menggengamnya seakan memberikan rasa semangat ^^

“Sekarang saatnya”

Kata luhan, ssongji menolehkan pandanganya dari jung seosangnim kepada luhan, ragu masih dirasakannya kini. Luhan tersenyum. Makin mengeratkan genggamannya,
Ssongji menunduk. Haruskah dia mengakuinya?! Hmm….

Ssongji telah menemukan jawabannya. Dia mengangkat kepalanya, lalu menatap jung seosangnim

“Iya seosangnim”

Jawabnya sambil menunduk. Dia tahu sekarang, bahwa dirinya tidak bisa pindah keaustralia, meninggalkan suatu kenangan pahit disini, hatinya berkata dia ingin terus disini. Bersama luhan, dan mewujudkan mimpinya, mengalahkan kaka angkatnya!.

“Ikut aku ke kantor sekarang, dan luhan juga ikut”

Kata jung seosangnim yang terlihat bingung dengan semua ini.

/HanHan Couple/

Sesampainya dikantor luhan dan ssongji duduk bersampingan dan berhadapan dengan seosangnimnya.

“Katakan padaku apa maksud dari semua ini? Jangan main-main, ceritakan saja apa-pun itu”

Kata jung seosangnim mulai marah. Dia merasa dirinya dipermainkan oleh kedua anak didepannya itu.

Luhan telah tahu bahwa nanti akan seperti ini, dia menoleh kepada ssongji yang terus menundukan kepalanya dari tadi.

“Ceritakan saja ssongji, semuanya apa yang waktu itu kau ceritakan kepadaku”

Perintah luhan, ssonji ikut menoleh kepada luhan, haruskah dia menceritakan masalah pribadinya kepada gurunya ini?

“Harus kah lu?”

Tanyanya ragu, *elah ssongji ragu mulu nih -w-“)

Luhan mengangguk dan tersenyum layaknya malaikat.

Ssongji mengalihkan pandangannya kedapa gurunya itu.

“Jadi begini seosangnim, aku….”

Ssongji terus menceritakan masalah yang sedang dan pernah menimpanya, dia menceritakan semuanya kepada seosangnimnya itu, ceritanya sama seperti ceritanya kepada luhan waktu itu, alasan-alasan yang membuatnya jadi begini.

/HanHan Couple/

Jung seosangnim tersentuh mendengar cerita ssongji, kenapa tidak dari kemarin saja ssongji menceritakannya? Kalau begitu jung seosangnim tidak akan memaksanya sampai sebegininya, setelah semuanya diceritakan, jung seosangnim ikut memberikan semangat juga kepada ssongji, agar dirinya dapat bernyanyi, dan semoga hal itu dapat membuat kedua orangtuanya sadar. Seberapa banyak usaha ssongji agar mereka menoleh kepada ssongji dan membagikan kasih sayangnya juga kepada ssongji, sama seperti kasih sayang mereka terhadap yoona.

Ssongji dan luhan tidak kembali kekelas, mereka malah ke balkon sekolah, karena dikantor memakan waktu beberapa menit sampai istirahat.

Mereka berdua duduk bersampingan dan anginpun menjadi teman mereka saat ini.

“Bagaimana bisa suaraku ada diponselmu lu? Aku bahkan tidak pernah memberikan suara nyanyianku kepadamu”

Tanya ssongji menanti jawaban luhan.

“Aku merekamnya saat kau ada dibalkon saat itu, tadinya aku ingin membaca buku ditempat ini, namun tidak jadi saat aku mendengarkanmu bernyanyi, langsung saja aku merekamnya, akan ku jadikan barang bukti agar kau menetap disekolah ini, dan aku sangat bersyukur rencanaku, berhasil”

“Dan kau tidak jadi pergi ke australia lagi deh”

Sambung luhan sambil mencubit hidung mancung ssongji.

“Dan kau tahu?”

Kata luhan, ssongji menengokan kepalanya ke arah luhan.

“Butuh banyak perjuangan untuk itu, saking serius malamnya aku mendengarkan itu saat belajar semalam. Aku jadi bangun terlambat, dan lebih parah lagi ponselku ketinggalan+lowbatt. Tapi untungnya aku mengingatnya ditengah perjalanan menuju kesini,dan batre ponselku juga masih bertahan, aku juga beruntung, karena datang tepat waktu”

Sambungnya, ssongji mencerna kembali, luhan sangat perhatian kepadanya…..
Angin berhembus..

“Tadinya aku fikir, kau tidak datang lu…”

Luhan menengok kearah ssongji. Menunggu kata-kata yang lain keluar dari bibirnya

“Dan tadinya aku berfikir, kita tidak akan bertemu untuk terakhir kalinya”

Ssongji mengangkat wajahnya lalu berbalik ke arah luhan.

“Gomawoyo lu, ini semua berkatmu.”
Kata ssongji sambil memeluk luhan, luhan pun bergeser sedikit. Mensejajarkan badannya dengan ssongji, dan diapun membalas pelukan itu.

Luhan diam dan menepuk-nepuk punggung ssongji.

/HanHan Couple/

Hari pensi pun tiba, ssongji dan luhan Nampak telah siap dengan semuannya, ssong akan bernyanyi solo, luhan juga. Tapi sebelumnya dia akan tampil bersama grupnya dahulu. Awalnya ssongji tidak tertarik untuk mengikuti ini. Tapi luhan telah membuatnya menjadi menarik ^^.

Ssongji dan luhan sedang bercanda ria ditengah perjalanan mereka, mereka memakai baju yang sangat keren dan model namun mereka tutupi dengan jaket tebal berbulu serta memakai sepatu berbulu yang bisa menghangatkan mereka dari suhu saat ini karena cuaca sedang tidak bersahabat. Namun ditengah perjalanan mereka, ada seseorang yang telah mempersiapkan bom yang isinya telur, terigu dan air yang telah dicampurkan menjadi satu, saat orang itu tengah melempar tetapi mereka sial,saat itu luhan tidak sengaja melihat mereka, sengan sigap luhan memeluk ssongji dan membiarkan pakaiannya kotor terkena bom adonan tersebut, saat luhan memeluk ssongji. Waktu seakan begitu lama….. mereka berdua terdiam. Salju bersama dedaunan perlahan turun.. semuanya menjadi lambat, namun dirasakan luhan terlalu erat memeluk ssongji, ssongji tidak dapat bernafas. Akhirnya dia mencolek pinggang luhan,.

“lu.. kenapa?”

Belum sempat luhan menjawab bau busuk tercium dari pakaian belakang luhan. *soalnya pake telor busuk :)*

Ssongji membalikan badan luhan.. dan tertampaklah disana.

Luhan geram, memang semenjak ssongji datang banyak aksi penerorran tehadap ssongji, dan sekarang dia merasakannya.. kesal lalu teringat kepada kejadian diloker, tersebut. Masih dengan rasa marah, luhan menoleh kearah orang tersebut. Dia masih ada disana, dengan wajah yang amat merasa bersalah, luhan menarik pergelangan ssongji lalu berlalu kearah orang tersebut.

“BERHENTI MELAKUKAN INI SEMUA!” teriak luhan membuat tiga yeoja disana merem-melek, reflex karena mereka tidak menduga semua. Yang mereka harapkan adalah baju ssongji kotor dan dia tidak dapat tampil dipensi nanti. Tapi tuhan berkata lain(???) *bukan mati han ._.v*

Ssongji Nampak bingung sekaligus berfikir, maksud dari perkataan luhan apa?

“kalian berfikir kan aku tidak mengetahui semuanya?! Kalian salah, aku mengetahui ini semua karena ulah kalian diloker waktu itu.”

“berhenti melakukan hal-hal aneh LAGI kepada ssongji. Jika masih aku tidak akan segan-segan melakukan hal kasar terhadap kalian!”

“camkan. Aku bukan milik kalian. Dan kalian bukanlah milikku, jangan mengakui hal yang sama sekali tidak benar adanya.”

Kata luhan seraya menekan kata lagi dan beranjak pergi tangannya masih menggengam tangan ssongji, luhan mempercepat jalannya dan ssongji berhenti.

“lu.. kau, mengetahuinya?”

Pertanyaan itu sukses membuat luhan menoleh

“nde. Aku tahu semua”
“diwaktu loker itu aku mendengarnya.. dan maaf aku tidak bisa datang untuk membelamu saat itu.”

“gwaenchana.. lalu bagaimana dengan jaketmu? Aku tak tahan dengan baunya” ucap ssongji sambil menjepit hidungnya dengan tangannya,

“ah! Pakai jaketku saja ya?” kata ssongji lalu melepas jaketnya dan jaket luhan. Luhan diam, dia terus memperhatikan gerak-gerik ssongji, ssongji telah selesai memakaikan jaketnya kepada luhan. Dia lalu memasukannya kedalam tas plastic yang cukup untuk menampung pakaian itu. Setelahnya ssongji pun melihat luhan.

“lu? Kau kenapa?”

Sadar akan lamunan luhan, luhanpun sadar lalu menjawab ssongji

“gwaenchana ssong..”

“eh? Ini jaketmukan?”

Kata luhan sadar akan pakaian yang melekat di tubuhnya bukan miliknya.

“nde~”

“jaketku mana?”

“disini, jangan khawatir nanti aku yang mencucinya.”

“tidak usah. Sini biar aku pakai”

“yah lu! Kau ini bagaimana.. kan mau tampil? Masa seorang artis sekolah pakai baju telur busuk? Hahahaha”

Ledek ssongji sambil tertawa puas.

“kya! Kembalikan. Kalau aku pakai ini, kau pakai apa? Sekarang sedang musim dingin ssongji-ssi!!”

“kalau mau ambil dulu! Wleeek”

Ledek ssongji sambil mehrong serta menjulingkan matanya dan berlari.

“ya! Tunggu!!!”

Balas luhan sambil berusaha mengejar ssongji.

/HanHan Couple/

Disekolah pun sudah ramai dipenuhi dengan nuansa warna yang mewarnainya, entah itu pita.. balon maupun hiasan panggung. Ssongji yang telah sampai terlebih dahulu sekarang sedang bermain handphone-nya sambil memikirkan lagu yang cocok untuk dia nyanyikan nanti. sedangkan luhan tengah sibuk merapikan stylenya dan latihan sebentar, jaket luhan masih ditahan ssongji.

Sudah beberapalama kemudian dipanggung terdengar suarah megah serta meriah, dan mic-pun memanggil nama grup luhan EXO . luhan dan grupnya pun berjalan keatas pangungg. Music pun mulai berbunyi. Careless careless shoot anonymous anonymous, heartless mindless no who care about me.. saat mendengarkan itu ssongji mengintip dari balik pangung, suasana disini dingin tapi kenapa bagi ssongji itu panas ya? Melihat luhan yang bercahaya serta tubuh sexynya dipenuhi peluh yang bercucuran, jantung ssongji pun berpacu dengan cepat. Baru kali ini dia menyadarinya bahwa setiap didekat luhan inilah yang dia rasakan. Ssongji sudah paham. Dia, menyukai luhan.

 

Selesai perfom, grup luhan pun kembali kebelakang panggung pentas. Bingungnya karena dia tidak melihat ssongji disana, ssongji memang sengaja mengumpat. Dia sedang berlatih vocal karena.Dia ingin tampil dengan matang(?)

Luhan mencari keseluruh ruangan pun tidak kunjung menemukan ssongji. Dia bingung mau mencari kemana lagi.

 

MC pun memanggil nama ssongji yang akan tampil.disisi itu luhan panic karena dia tidak dapat menemukan ssongji, namun suara yang dia kenal dari panggung pentas membuat aksinya yang sedang mencari ssongji itu berhenti. Dia melihat dari belakang dan dapat ditemui ssongji diatas panggung sana. Matanya tidak lepas dari wajah ssongji, wajah yang selama ini menganggu hatinya.

 

“annyeonghaseo! Selamat pagi semuanya.. aku ssongji.. disini akan menyanyikan sebuah lagu.. yang menurutku sangat cocok dengan hatiku saat ini, lagu ini aku persembahkan untuk seseorang yang sudah mengisi ruang kosong dihatiku selama ini, juga.. dia yang memberikan hidupku warna begitu cerahnya. Aku rasa mengucapkan 1000x terimakasih.. itu tidak akan cukup untuk membalasnya.. maka dari itu, dengarkanlah.”

 

saranghae saranghae saranghae
cheon beoneul marhaedo mojara
keuriwo keuriwo keuriun
sunkanmada deo keuriwo

bureugo bureugo bureumyeon
jakkuman tteooreuneun eolkul
barago barago baramyeon
eonjenkan niga nae mam arajulkka

ojing neobakke moreuneun geureon naya
neomaneul saranghae jul saram baro naya
neol mannan sesanginaegen

gijeok gateun ilira keureon geoya

ojing neomaneul wonhaneun geureon naya
neomaneul jikyeo jul saramdo baro naya

nigyeote neoman paraboneun
keuge naya miryeonhan naya

ni eolkul keurida jamdeulmyeon
kkumsogeseorado mannalkka
wonhago wonhago wonhamyeon
eonjenkan niga nae mam arajulkka

ojing neobakke moreuneun geureon naya
neomaneul saranghae jul saram baro naya
neol mannan sesanginaegen

gijeok gateun ilira keureon geoya

ojing neomaneul wonhaneun geureon naya
neomaneul jikyeo jul saramdo baro naya

ni gyeote neoman paraboneun geuge naya

nae maeumi marhajanha
neoppunirago marhajanha

suara ssongji mengalun merdu.. senyumannya menambah kemeriahan saat itu juga, matanya menelusuri disekitarnya, berusaha menemukan seseorang ‘itu’ dan dia menemukannya. Dibelakang. Walaupun ramai tetapi ssongji tetap bisa menemukan luhan. Sebab dia mencari melalui hatinya, dilihat sekarang luhan yang tengah menatapnya juga.. tatapan kasih sayang yang luhan perlihatkan pada ssongji.
neoreul neoman saranghaneun
ireon naya ike naya

ojing negeman deullyeo jul sarangyaegi
han sarammaneul saranghaetdan geureon yaegi
honjaman ganjikhae amudo moreuneun
sarangi baro naya

ojing neol wiihae bureuneun sarangnorae
ojing naegeman teullineun geureon norae
neul gyeote negeman deullyeo jul
sarang norae bureuneun naya
[sunny ft.luna] [- it’s me]

 

suara tepuk tangan yang begitu meriah menyambut suara ssongji yang telah selesai bernyanyi, jika kalian tahu.. saat ssongji bernyanyi suara itu sangat tulus dia keluarkan, inilah ucapan terimakasihnya untuk.. luhan!

 

Ssongji menunduk sambil mengucapkan terimakasih karena penampilannya yang begitu diterima disini. Dan dia berhasil mendapatkan segalanya.. kesempatan kedua itu, kepercayaan dirinya yang lenyap kini hadir kembali karena. Luhan!

Tanpa aba-aba kaki luhan melangkah kearah panggung dia memungut bunga mawar pink yang tergeletak manis dihadapannya, ssongji mengikuti arah luhan melangkah. Dia terus tersenyum melihat luhan yang semakin dekat kearahnya.

Sesampainya dipanggung. Ssongji menoleh kearah luhan yang disampingnya. Rasa gugup dan jantungnya belum sirnah dari tadi. Semakin dekat..lebih dekat..dekat..dan sangat dekat jarak wajah mereka, hanya tertutup bunga mawar pink saja.

“ssongji..”

“aku memang mengira semua ini berlalu begitu cepat.”
“tapi jantung dan hatiku.. selalu merasa aneh jika didekatmu..”

“rasa senang, gugup, rasa takut akan kehilangan,jatuh cinta. Semua itu, aku rasakan bila didekatmu. Apakah kau merasakannya juga?”
masih dengan keadaan tersenyum ssongji mengangguk yakin. Inilah saatnya! Batinnya.

Luhan berlutut dan menyerahkan bunga mawar itu kehadapan ssongji.

“well, I’ve liked you for a long time. I feel love for you is long .. and I admire all that is within you, all the flaws you have. did. You want to be my lover? spirits? and companion? for now. tomorrow, and forever?”

Kata luhan sambil menyerahkan bunga yang dia pegang

Ssongji terkekeh. Darimana seorang luhan bisa berbicara bahasanya begitu fasih?

“all you taste it, I feel it helped. so I would want to be your lover, your spirit, and your escort. for now, tomorrow, and forever”

Kata ssongji,sambil menerima bunga dari luhan dan membantu luhan berdiri, luhan sangat kaget. Ternyata. Usahanya selama ini, tidak sia-sia

Para hadirin yang hadir disitu sangat berteriak histeris atas kejadian yang tidak terduga, baru saja terjadi.

Luhan dan ssongji berpelukan, pita pita pun berjatuhan menambah suasana menjadi makin romantic. Ssongji sangat bahagia.

“THANK’S LUHAN! I LOVE YOU!”

Teriak ssongji dalam pelukan luhan disertai dengan air mata kebahagiaan yang mengalir deras.

 

-THE  END-

 

Selesai sudah Fanfiction ini! Bagaimana readers? Alurnya kepanjangann yaa? Hehe mianhada, kan long oneshoot^^ , aku minta kritik & saran aja untuk ff ini ok!

Insyaallah untuk ff berikutnya aka nada cast KrisYeol dan songjihan lagi, mohon ditunggu karya aku berikutnya!

Annyeong^^

Salam manis ^0^ -ILU-

 

**

THANKS FOR READING :D WE OPEN BAD AND GOOD COMMENTS, BUT STILL ! KEEP RESPECT :D

 

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE ALL ABOUT EXO: @EXO1st

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE FANFICTION : @EXO1st_INA

ALSO RECEIVE PRIVATE EMAIL :D JUST SENT TO : ask.exo1st@yahoo.com

Exofirstwonderplanet@yahoo.com

VISIT OUR WORDPRESS : exo1stwonderplanet.wordpress.com

ORIGINAL MADE BY Istrinya Luhan! , NO PLAGIRISM.

If you interest become official author or freelance author, please seehttps://exo1stwonderplanet.wordpress.com/ff-freelance/

 

Advertisements

Tagged: ,

One thought on “[FREELANCE] EXOtic’s Fiction “Thanks Luhan! I Love You!”

  1. Emilio January 5, 2015 at 1:50 AM Reply

    Today i spent 300 $ for platinium roulette system ,
    i hope that i will make my first money online

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: