[FF COMPETITION] EXOtic’s Fiction “Another Man Who Loves You”

**Title : Another Man Who Loves You

**Author : @icaclrss

**Genre : Romance, Sad

**Length : Oneshoot –

**Language : Indonesian

**Main Character :

Kim Jongdae (Chen) EXO M

Shin Yue (OC)

**DISCLAIMER : THIS IS ONE OF THE BEST FANFICTION IN ADOREABLEXO’S BIG GIVEAWAY – FANFICTION COMPETITION. ALL PLOT OWNED BY AUTHOR. ADOREABLEXO ALSO EXO1STWONDERPLANET HAVE FULL RIGHTS TO POST IT HERE. DO NOT POST THIS IN OTHER SITE WITHOUT PERMISSION. IF YOU LIKE THIS FANFICTION, PLEASE GIVE LIKE, STARS OR EVENT COMMENTS IN THIS POST ^^ THANK YOU. (-HJS)

**

Title:    Another Man Who Loves You

Author: Clarissa Pangestu

Cast:    Kim Jongdae (Chen) EXO M

Shin Yue (OC)

Other Casts: Some EXO members

Genre: Romance, Sad

Summary: I fall in love with you. With those eyes. Those smiles. Those lips. Those voice. Those hair. I fall in love with everything about you. Everything in you. And all I want to see is just your smile, though it’s not for me. Though it’s not because of me. It’s okay….’cause I love you. Because for you….i’m just another man. Yes, another man who loves you.

 

Chen’s POV

Gadis itu selalu datang diwaktu yang sama dan duduk ditempat yang sama, memesan menu yang sama dan menatap keluar jendela sambil menopang dagunya. Aku selalu memperhatikannya. Tersenyum sesekali melihat dua bola mata coklatnya dan bibir merah mudanya yang begitu cantik. Aku menyukainya tapi sayang…aku bukanlah yang ia sayangi.

Hari ini pun ia duduk ditempat yang sama dan setelah memesan menu makan siang dia menatap keluar jendela sambil menopang dagu dengan tangan kanannya. Aku melihatnya tepat dari tempatku berada sekarang. Kutekan tuts piano yang berada didepanku dan mulai melantunkan lagu lagu jazz yang memang menjadi favoritku. Aku Kim Jongdae, seorang pemusik dari kota kecil yang mengadu nasib di sini, Seoul.

Tak banyak yang kupunya, hanya suaraku yang bisa kubanggakan. Penampilanku pun menurutku biasa saja tapi ada hal lain yang menjadi salah satu kebanggaanku, senyumku. Sebut saja aku beruntung karena dengan senyumku ini banyak orang yang mau menjadi temanku, padahal sejujurnya aku hanyalah seorang yang pendiam dan tertutup. Tapi entahlah, semenjak menyukai gadis itu aku semakin sering tersenyum. Tersenyum karena membayangkannya duduk disampingku dan mendengarkan lagu yang memang kumainkan untuknya.

I cant take my eyes from you. This feeling came by itself

I just smile every time I see you. I just want to know your name

I just want to get closer with you

Sebait lirik lagu yang kubuat sendiri kunyanyikan sambil memandang gadis itu. dia tetap sibuk dengan dunianya sendiri. Ya dia terus menatap keluar, seperti menunggu…. Menunggu seseorang yang entah kenapa bagiku ia takkan pernah datang. Kupejamkan mataku sebentar menikmati alunan piano yang kumainkan

All I want just to know you. Be your friend

And if you let me, I’ll love you

Everyday everytime this feeling is getting bigger and bigger

Lirik lirik itu memang kubuat khusus untuknya. Gadis yang entah sampai kapan hanya dapat kupandang dari jauh. Tetap bermimpi untuk mengenal dan menjadi temannya. Tetap mengkhayal dalam anganku sendiri bahwa dia akan melihat ke arahku dan menanyakan siapa aku sebenarnya. Karena tak bisa kupingkiri aku sudah terpikat dengannya. Sangat terpikat.

‘cause baby though I just met you. But I just can’t hide it anymore

‘cause baby though you don’t know me, this song is my unsaid feeling

So listen and listen. Don’t running just stay here

All I want….. Is just to know you

Kuakhiri permainan pianoku dan para pengunjung café ini pun bertepuk tangan untukku. Aku pun tersenyum, ya inilah hal yang membuatku bahagia disini. Walaupun aku bukan seorang namja kaya yang dikelilingi wanita tapi aku seorang namja biasa yang dikelilingi orang orang baik dan selalu membuatku senang. Aku pun turun dari panggung kecil di café itu dan duduk dekat sudut ruangan

“Apa kau seorang penyanyi?” Tanya sebuah suara membuatku menoleh kearahnya. Ah rupanya seorang bapak bapak yang sudah cukup berumur.

“Ani agashi, aku hanya orang yang senang bernyanyi.” Jawabku dan tak lupa untuk tersenyum.

“Jinjja? Suaramu sangat indah! Dan jangan katakan padaku lagu tadi kau yang membuatnya?”

“Haha terimakasih agashi. Eunggg kalau begitu akan kujawab kalau itu bukan buatanku.”

“MWO? Jadi itu juga lagu buatanmu? Daebaaak!” Ucapnya sambil mengacungkan kedua ibu jarinya membuatku tersenyum.

“Terimakasih agashi^^”

“Ya, kurasa aku harus sering sering kesini bersama istriku. Kuharap kau akan menyanyikan lagu untuk kami nanti.” Ucap bapak itu lalu beranjak pergi sambil melambaikan tangan padaku.

“Tentu agashi, aku pasti bernyanyi untukmu.” Jawabku yang sudah pasti takkan terdengar olehnya.

***

Sekarang sudah jam 23.00, dan sudah waktunya aku untuk pulang. Setelah selesai berpamitan dengan orang-orang di café aku pun keluar dan menyusuri tepi jalan yang sudah hampir sepi. Kehidupanku selalu seperti ini selama 2 tahun, bosan? Tidak. Aku mencintai hidupku seperti apapun itu dan ya aku rasa hari ini aku mendapat teman baru lagi, bapak berumur tadi sangat friendly untuk orang seumurannya menurutku.

Kulanjutkan perjalananku menuju rumah ah ani, aku tinggal disebuah apartemen. Bukan apartemen yang mahal, hanya apartemen biasa yang sanggup ku bayar dengan setengah gajiku baiklah kalian boleh sebut itu rumah susun haha. Namun kakiku terhenti, kupicingkan mataku dan memperjelas sosok yang kulihat didepan mataku.

Gadis itu. dia sedang duduk dibangku taman dan lagi lagi dia hanya melamun. Apa yang dia tunggu? Apa tak cukup menghabiskan waktu begitu banyak di café untuk menunggu seseorang itu? siapa dia? Kuperhatikan gadis itu hanya menatap handphonenya dengan hampa. Tapi seketika raut mukanya berubah begitu ia mengangkat sebuah telepon dan dia berlari, entah bagaimana aku pun ikut berlari mengejarnya. Kali ini, biarkan kali ini aku bertindak bukan hanya sebagai pengagum rahasianya Tuhan.

Akhirnya kami(?) tiba di tempat tujuan kami, ya sebuah rumah sakit besar. Aku pun mulai mengerti dan menafsirkan sendiri apa yang sebenarnya terjadi dengan gadis ini. orang yang ia tunggu….pasti ada hubungannya dengan ini semua. Gadis itu berjalan terus dan menyusuri koridor rumah sakit, dia terlihat sangat panik. Begitu menemukan kamar 403 dia segera berhenti dan mengetuk pintu didepannya. Tak berapa lama ia pun masuk ke dalam.

Apa? Ada siapa disana? Siapa dia? Apa hubungannya dia denganmu? Kenapa kau terlihat begitu panik sekarang? Apa dia sangat berarti bagimu? Apa ini yang menyebabkan kau selalu menghabiskan waktu di café? Semua pertanyaan itu berputar putar di kepalaku membuatku semakin tak mengerti dan penasaran, aku pun berjalan mendekat dan mengintip sedikit dari celah pintu. Disana, terbaring seorang namja dengan berbagai peralatan medis. Namja itu begitu kurus, aku yakin dia sudah berada di sini dalam waktu yang cukup lama. Gadis itu menggenggam tangan namja disampingnya dengan erat dan dia menangis. Sakit. Aku merasa sakit tepat di dadaku, sakit karena melihat gadis yang kau sukai diam diam ternyata sudah menyukai orang lain. Aku pun terduduk lesu di depan ruangan itu, sepertinya seorang Kim Jongdae takkan pernah mendapatkan kisah cinta yang bahagia.

“Maaf…” Ucap sebuah suara membuatku mendongakan kepalaku.

DEG

Gadis itu kini sudah berdiri dihadapanku dengan mata yang sedikit sembap.

“Ah ternyata benar kau! Kau penyanyi di café itu kan? :D” Ucapnya dengan menyunggingkan senyumnya. Cantik. Kau sangat cantik apalagi disaat tersenyum.

“Iya itu aku agashi.” jawabku sambil membalas senyumnya.

“Ada apa kau disini? Apa kerabatmu sakit? Ah maaf….aku jadi sok kenal begini hehe.” Ucapnya lagi. Aku terdiam, baru kali ini aku mendengar ia berbicara begitu banyak. Apa kau selama ini menutup rapat rapat mulutmu dan menyembunyikan suara indahmu?

“Ah ya….kerabatku….enggg.” Jawabku terbata. Tentu saja aku hanya mengikuti gadis ini dan sekarang dia memergokiku.

“Bolehkah aku duduk disampingmu?” Tanyanya dan aku pun mengangguk lalu mempersilakan dia duduk.

“Shin Yue, kau?” Lanjutnya sambil mengulurkan tangannya. Oh Tuhan apa kau sedang mengujiku? Gadis ini sudah menyukai pria lain dan sekarang setelah aku tahu kau justru memberiku kesempatan mengenalnya?

“Jongdae, Kim Jongdae. Tapi percayalah semua orang memanggilku Chen.” Ucapku sambil membalas uluran tangannya.

“Eummm baiklah Chen….ssi?”

“Tak usah pakai –ssi ^^” Jawabku lagi sambil tersenyum dia menatapku dan mengangguk.

“Kalau begitu Chen oppa?” Katanya sambil tertawa. Tidak. Jangan seperti ini, kau tahu Yue aku sudah hampir gila sekarang.

“Hahaha… if you want it just call me with oppa then.” Jawabku sambil tertawa. Oh Jongdae kau sangat tahu ini hal paling membahagiakan bagimu.

“Jinjja?? Baiklah Chen oppa! Hihi senang berkenalan denganmu”

“Aku juga. Aku…..sangat senang.” Jawabku sambil menatap kedua bola mata indahnya. Aku menyukaimu, ah tidak bahkan lebih dari itu aku mencintaimu. Klise, tapi aku mencintaimu.

“Oppa, apa kau ingin menemaniku berjalan jalan?”

“Sekarang? Disini?” Tanyaku bingung

“He eum”

Aku pun mengangguk dan berdiri dari bangku lebih dulu memberi isyarat kalau aku mau menemaninya. Kami berjalan menyusuri taman yang berada di belakang rumah sakit. Yue terus berjalan dan begitu pun aku

“Chen oppa…” Ucapnya membuatku segera mengalihkan pandanganku dari langit ke arahnya

“Ya?” Jawabku

“Kau tahu tidak kenapa aku disini?” Tanyanya sambil mengangkat kedua tangannya kearah langit dan menengadahkan kepalanya ke langit.

“Eum….kerabatmu ada yang sakit?” Tanyaku. Tidak jongdae, bukan kerabatnya. Yang sakit itu namja yang ia cintai.

“Ya. Sebenarnya….bukan kerabatku” Ucapnya sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

“Pa…carmu?” Jleb. Sakit. Aku sangat sakit mengatakannya.

“……” Diam. Yue hanya terdiam dan masih menutup mukanya. Aku merasakan firasat tidak baik. Aku berjalan mendekat kearahnya

“Kau baik baik saja Yue?” Tanyaku

“….dia sakit. Dia sakit parah.” Ucapnya masih dengan wajah yang tertutup dan mengadahkan wajahnya ke langit.

“Yue…. Dia pasti sembuh” Jahatkah aku jika berharap namja itu tidak sembuh dan kau akan melihatku?

“Tidak oppa….tidak…. tidak sampai ada orang yang mendonorkan jantung untuknya…” Ucapnya pelan namun aku bisa dengan jelas mendengar kesedihan didalamnya. Apa kau sangat mencintainya?

Aku hanya diam, aku tahu dia akan melanjutkan ceritanya jadi aku hanya berdiri disampingnya mematung dan menunggu ia melanjutkan ceritanya

“Aku…..mencintainya. sungguh. Lebih dari apapun…hiks aku tidak bisa. Aku tidak bisa berhenti berharap dia akan datang kepadaku dan menjemputku di café tempatmu bekerja oppa hiks. Aku bahkan terus menerus membayangkan dia datang padaku hiks…” Dia menangis dan menangis. Tidak Yue, jangan menangis kumohon.

“Yue…jangan menangis.” Ucapku perlahan

“Aku hanya ingin dia sadar dan memelukku seperti dulu. Penyakit itu terus menggerogoti dirinya membuat dia seperti boneka yang hanya bisa pasrah dibantu berbagai alat medis itu hanya untuk sekedar mengedipkan matanya.” Ucap yue. Dengan ragu ragu aku pun mendekat kearah menarik perlahan kedua tangan yang sedari tadi masih menutupi wajahnya

“Kau tahu? Dia pasti akan sangat sedih melihat yeoja kesayangannya menangisinya seperti ini.” Ucapku sambil menangkupkan kedua tanganku diwajahnya menghapus bekas bekas air mata di wajah cantiknya, dan aku akan JAUH LEBIH SEDIH melihatmu seperti ini Yue.

“Oppa…”

“Aku akan membantumu, ok? Aku akan mencari orang yang mau mendonorkan jantungnya. Jadi tenanglah^^” Ucapku sambil tersenyum padanya. Dengan hitungan sepersekian detik dia sudah memelukku erat dan menangis di dadaku. Aku tahu, hanya dengan begini aku bisa melihat senyummu lebih banyak lagi….walaupun hal itu berarti menyakitiku.

“Gomawo. Gomawo. Terimakasih  Chen oppa hiks.” Ucap Yue dalam tangisnya.

“Cheonmaneyo….Yue” Ucapku dan membalas pelukannya. Hari ini, aku mengenalmu. Mengetahui namamu bahkan lebih dari itu kau menceritakan hal yang menjadi bebanmu selama ini. Beban yang mungkin sebenarnya tak usah ku ketahui.

***

#3minggu kemudian

Aku baru saja selesai membersihkan diri dan bersiap untuk bekerja. Kutatap diriku di cermin yang tak begitu besar sambil mengeringkan mengeringkan rambutku yang basah dengan handuk, kupejamkan mataku dan mengingat kejadian 3minggu yang lalu. Mengingat bagaimana Yue memelukku dan mencurahkan isi hatinya. Aku senang sekaligus sakit. Membingungkan. Yang jelas sejak hari itu aku dan Yue selalu bertemu…..heum walaupun aku pasti akan mendengarkan ceritanya dengan namjachingunya dan dia pasti memohon untukku membantunya.

Kuambil sebuah kemeja dan segera memakainya, kuambil tasku dan pergi dari rumahku. Aku harus mulai membantu Yue menemukan donor jantung untuk namjachingunya. Entah harus memulai darimana yang jelas mungkin aku akan bertanya pada orang orang di café.

Begitu tiba di café aku pun menyapa setiap orang yang memang sudah 2 tahun menjadi temanku

“Yo Kai!” Sapaku sambil menepuk pundaknya. Kai ini pelayan paling favorit di café kami. Dia sangat tampan dengan badannya yang atletis, ya kadang dia akan menunjukkan skill dancenya jika pengunjung memintanya

“Hai Chenchen hyung!” sapanya

“Yaaa berhenti memanggilku Chenchen-_-“

“Hahaha nama itu cocok untukkmu hyung.” Jawab sebuah suara, ya itu Sehun. Salah satu pelayan favorit di sini juga. Wajah tampannya memang takbisa dipungkiri.

“Aishh kalian berdua sama saja -_-“ Jawabku dan segera kubersihkan piano dihadapanku. Ya ini piano yang selalu kugunakan untuk bernyanyi.

“Hey Kai” Ucapku membuat kai menggumam

“Heem?”

“Kau tahu orang yang menyediakan jasa donor jantung?” Tanyaku masih dengan kegiatanku membersihkan piano.

“EH????? UNTUK SIAPA???” Ucap Kai dan Sehun bersama sama dengan heboh. Oh baiklah aku rasa aku salah bertanya.

“Untuk temanku. Dia sangat membutuhkannya.” Ucapku sambil terus membersihkan piano, malas melihat ekspresi dua namja muda labil dihadapanku.

“Aku tahu!” Jawab sebuah suara bass membuat kami bertiga menoleh kearahnya

“Kris hyung!” ucap aku, Kai, dan Sehun berbarengan. Ya dia Kris pemilik dari café ini dan sudah sangat lama dia tak berkunjung ke sini.

“Yo!” jawabnya masih dengan muka coolnya. Aku pun berjalan mendekatinya

“Kau tahu dimana?” Jawabku memastikan aku tak salah dengar kalau dia tahu tempat pendonoran jantung.

“Ya, tapi masalahnya jaman sekarang aku tak bisa menjamin ada atau tidaknya.” jawab Kris hyung.

“Antarkan aku kesana! Kumohon! Kau boleh ambil gajiku bulan ini!” Ucapku memohon dan dapat kulihat jelas Sehun dan Kai melihatku dengan tatapan ‘ada apa dengan namja ini’

“Ya ya santai saja Jongdae. Pasti kau kuantarkan, hanya saja selesaikan pekerjaanmu hari ini dan aku tak berniat mengambil gajimu, ara?” Jawab Kris hyung sambil menepuk pundakku. Ya aku sangat beruntung mendapatkan bos sebaik dia. Aku pun mengangguk mengerti dan kembali ke tempatku.

Kulihat Kai menatapku dengan tatapan penasaran. Begitu juga Sehun, dua namja ini hobi sekali ingin tahu segala sesuatu dan sejujurnya wajah mereka yang sedang penasaran itu lebih menyebalkan daripada apapun.

“Apa?” Tanyaku

“Kau sedang mencari buat siapa sih? Kau tidak menutupi penyakitmu dari kami kan?” Tanya mereka was was.

Pardon?” Tanyaku sekali lagi

“Kim Jongdae hyung! Kau tidak menyembunyikan penyakitmu dari kami kaaaan???” Ucap Kai dengan sedikit emosi.

“…..HAHAHAHAHA aku???? Tidak. Bukan aku, pabo.” Jawabku dengan muka -_-

“Lalu kenapa kau sangat semangat mencari donor jantung?” Tanya Sehun. Yatuhan mereka sangat ingin tahu urusan orang heh-_-

“Untuk temanku. Bukankah aku sudah mengatakannya?”

“Temanmu? Eugh baiklah…. Kalau begitu semoga berhasil Chenchen hyung!” ucap mereka berdua dengan sedikit kecewa karena aku tidak memberikan jawaban yang memuaskan. Ya maafkan aku Kai, Sehun aku hanya tak mau membuka rahasia Yue.

Tak berapa lama café kami pun akhirnya buka, beberapa pengunjung mulai datang pagi ini. tentu saja untuk menikmati menu breakfast dari café kami. Aku pun bersiap di depan pianoku, menarik nafasku panjang dan tersenyum.

I just knew your name yesterday. It was the first time I saw you cry

Oh baby what’s wrong?

Oh baby what’s going on?

Kulihat para pengunjung yang mulai menikmati lagu yang kunyanyikan. Aku pun tersenyum dan kembali tenggelam dalam lagu yang baru saja kubuat semalam

You just keep smiling. You said you miss him

You need him. You love him….

Suaraku terhenti. Beberapa orang pun langsung melihat kearahku menuntut kelanjutan dari lirik lagu yang kunyanyikan. Aku pun kembali tersenyum, inilah bagaimana aku menyukai pekerjaanku. Aku suka saat mereka menunggu kelanjutan dari lirik laguku

So what if I ask you. The one thing bout me

So what if I tell you. The one thing bout my feeling

Oh baby look at me, look at me. Look at me and you will know

What if there’s another man who loves you…

What you gonna do?

Tak berapa lama kulihat Yue sudah duduk ditempat biasanya kali ini ia tak langsung menatap keluar jendela dan melamun dia menatapku dan tersenyum. Kau tahu Yue? Lagu ini….lagu untukmu

What if there’s another man who loves you

As much as you love him

What if there’s another man who needs you

 As much as you need him

Just take a look. Just for a moment. Just realize it

That… I’m the another man

Kuakhiri permainan pianoku dan berdiri membungkukkan badanku. Aku pun turun dari panggung dan mempersilakan Baekhyun yang juga bekerja dicafe ini untuk bernyanyi. Aku melangkahkan kakiku ke meja tempat Yue berada

“Hai” Sapaku ramah

“Hey oppa. Duduklah.” Ucapnya dan aku pun segera duduk dihadapannya

“Eum…jadi kau akan melamun lagi hari ini? Disini?” Tanyaku

“Haha ani. Aku kesini untuk bertemu denganmu.” Jawabnya sambil tersenyum. Tenang Jongdae, jangan berharap lebih atau kau akan menyesal.

“Ah aku sudah bertanya pada bosku soal itu.” Jawabku. Ya tentu saja, untuk apa lagi dia menemuiku jika bukan karena masalah donor jantung untuk kekasihnya?

“Astaga kau pikir aku datang kesini menemuimu hanya untuk itu? Tega” Ucapnya sambil mempoutkan bibir merah mudanya yang cantik, ternyata dia mengerti maksud perkataanku tadi.

“Lalu?”

“Aku kesini karena aku ingin kau menemaniku berjalan jalan oppa. Eum itu pun jika aku tidak mengganggu pekerjaanmu mengingat banyak sekali fansmu.”

“Mwo? Fans? Haha jangan mengada-ngada.” Jawabku sambil tertawa. Tentu saja aku hanya seorang penyanyi café dan mana mungkin aku memiliki fans yang banyak, sekalipun aku punya yang kuinginkan hanya kau, Yue.

“Oh ayolah, kau sudah menjadi bahan perbincangan banyak orang. Kau tahu tidak kau itu alasan mengapa café ini terus menerus mengalami renovasi.”

“Apa maksudmu? Kenapa?” Tanyaku tak mengerti maksud pernyataan dari Yue.

“Karena………café ini selalu punya pengunjung lebih tiap harinya hihi.” Ucapnya sambil ber-eye smile. Oh Tuhan, tidakkah kau lihat betapa indahnya senyum milik gadis ini? mengapa kau baru menunjukkannya padaku sekarang? Apa selama ini senyum itu tak pernah muncul ke permukaan?

“Hahaha jangan mengada-ngada. Baiklah sebentar aku akan meminta izin pada bosku. Kau akan kutemani jalan jalan.” Jawabku dan segera menghilang dari pandangan Yue. Ya aku tentu saja meminta izin pada Kris, dan untung saja dia mengizinkanku. Akhirnya aku pun segera beres beres.

“Hyung! Mau kemana?” Tanya Sehun penasaran.

“Pulang.” Jawabku singkat. Aku tak ingin membuat Yue menunggu lama.

“Kau…..resign??” Sekarang Kai yang angkat bicara.

Pletak!

Segera kujitak kepala namja berkulit gelap itu karena sudah berbicara sembarangan. Benar-benar deh mereka berdua ini klop sekali.

“Pabo! Aku hanya ingin izin menemani temanku sebentar. Kalian bekerjalah dengan benar!” Ucapku dan segera pergi. Mereka pun hanya melambaikan tangan padaku dan mengangguk angguk mengerti.

***

#Di taman

Yue terus berjalan disampingku sambil bercerita banyak hal. Ya tentu saja tentang dia dan namjachingunya. Namjachingunya bernama Zhang Yi Xing, seorang lelaki chinesse yang memang sakit sejak ia lahir. Yue bilang penyakit Lay (Yi Xing) semakin parah akhir akhir ini dan pada akhirnya namja itu hanya bisa terkulai tak sadarkan diri di rumah sakit. Kritis. Koma.

Kuperhatikan yeoja disampingku itu, dia bercerita tanpa ada sedikitpun rasa sungkan padaku. Apa kau merasa nyaman denganku? Apa kau tak mau mencoba mencintai namja lain? Apa kau tak ingin melihatku?

“Oppa….kenapa melamun?” Tanyanya sambil mengibaskan tangannya didepan mukaku membuatku sadar.

“Eeh? Apa?”

“Aishhh, kau benar benar melamun daritadi? Aku bertanya apa kau membuat semua lagu yang kau nyanyikan sendiri?”

“Ne, aku membuatnya sendiri.”

“JINJJAAAA??? Whoaaa kau harusnya bisa merekamnya dan mengirimkannya pada SM oppa. Kau tahu? Suaramu sangat indah” Pujinya padaku. Tidak Yue, jangan mulai mengagung-agungkan suaraku, kau justru membuatku semakin sulit untuk merelakan kebahagiaanmu dengan orang lain

“Terimakasih. Tapi aku sudah cukup senang dengan keadaanku yang sekarang.” Sebenarnya lebih senang jika kau mau menerimaku, Yue.

“Eh? Kenapa?” Tanyanya penasaran dan menatapku dengan bingung.

“Aku datang kesini tanpa apa apa, ya aku benar benar perantau di Seoul, untunglah aku dapat menjual suaraku di café itu dan berteman baik dengan orang orang disana. Itu menyenangkan dan aku tak ingin menjadi orang yang muluk Yue-ssi.” Ucapku

“Yaaa jangan memanggilku dengan –ssi T^T kita kan sudah kenal lama.” Ucapnya sambil cemberut dan itu terlihat sangat menggemaskan! Kenal lama katanya? Kalau kenal lama apa kau masih tak menyadari perasaanku?

“Haha jangan cemberut begitu kau jadi terlihat jelek.” ucapku sambil mengacak rambutnya pelan.

“………” Hening. Seketika itu juga aku sadar apa yang baru saja kulakukan pada Yue dan menarik tanganku menjauhinya.

“Mian” Ucapku sambil menunduk.

“Gwenchana oppa ^^” Ucapnya lalu melanjutkan untuk berjalan. Aku tahu Yue, pasti kau merindukan namja bernama Lay itu mengelus puncak kepalamu bukan? Bukan aku. Bukan seorang Kim Jongdae.

“Yue” Ucapku perlahan.

“Ne?”

“Apa kau sangat teramat mencintai namja itu?” Tanyaku. Walau aku sudah tahu jawabannya, sekali ini saja biarkan aku mendengarnya.

“Ya. Aku sangat mencintainya. Aku takkan bisa mencintai namja lain selain dirinya oppa J” Ucapnya sambil tersenyum. Lebih terlihat kesedihan dimataku. Aku pun menghela nafas, aku mengerti sekarang. Jongdae, kau tak bisa berharap lebih. Kau hanya bisa membantunya sebagai teman.

“Jika ada seorang namja yang menyukaimu?” Tanyaku. Bodoh Jongdae, kau hanya menyakiti diri sendiri.

“…..Aku pasti akan menolaknya oppa J aku hanya tak bisa mencintai orang lain lagi selain Lay oppa. Hanya dia.”

JLEB

Aku terdiam. Angin yang berhembus menyapu dedaunan kering disekitar kami, apa angin itu tak mau menyapu perasaanku padamu juga? Aku pun tersenyum. Kalau begitu biarkan penyanyi café bodoh ini membantu yeoja yang menjadi cinta pertamanya.

“Yue, aku harus pulang sekarang. Maafkan aku tapi aku ada pekerjaan.” Ucapku dan segera membalikkan badanku.

“Oppa! Mau kemana??”

Aku hanya berjalan dan melambaikan tanganku. Tidak Jongdae, jangan menangis disini. Jangan didepan seorang yeoja. Aku mempercepat langkahku menuju apartemenku. Hanya ada satu cara untukku membantumu Yue.

Begitu sampai di apartemenku, aku pun menelfon Kris

“Yeoboso…”

“Yeobosoyo, Kris hyung! Apa kau bisa memberiku nomor tempat pendonoran itu?” Tanyaku.

“Eh? Kenapa buru buru sekali? Ada, akan segera ku sms.” Jawabnya.

“Ok gomawo hyung!” Ucapku dan segera menutup sambungan telepon.

Tak berapa lama sebuah pesan sampai dan aku pun segera menelepon tempat pendonoran jantung itu. Hanya berharap dan berdoa, semoga aku bisa membantumu sekarang. Pertama dan mungkin terakhir kali, Yue.

***

 #2bulan kemudian

Author’s POV

Langit pagi itu begitu cerah, orang orang melakukan aktivitasnya seperti biasa. Kecuali seorang yeoja, dia pergi kerumah sakit tidak seperti yeoja yeoja seumurannya. Tapi kali ini ada yang berbeda, yeoja itu tersenyum dan berjalan dengan bahagianya menuju kamar 403.

“Annyeong oppaaaa^^~” Sapa yeoja itu dengan bahagia dan menaruh keranjang buah yang ia bawa di atas meja.

“Ah annyeong Yue-ah” Ucap namja berkulit putih itu dengan senyum, namja bernama Lay.

“Lay oppa, apa kau sudah baikan?” Tanya Yue sambil duduk di samping Lay.

“He eum, operasiku berjalan lancar dan besok aku sudah boleh pulang ^^”

“Jinjjaaa??? Aaaah aku sangat senaaaang!!” Ucap Yue sambil memeluk namja dihadapannya membuat namja itu sedikit kaget.

“Yaaa Yue jangan begini nanti suster suster lihat, kan malu.”

“Tidak mau! Lay oppa sudah terlalu lama disini dan aku sudah cukup sabar menyerahkan namjachinguku untuk dirawat suster suster genit disini huuu.” Ucap Yue sambil mempoutkan bibirnya.

“He? Hahaha baiklah baiklah aku mengerti chagi.” Ucap Lay sambil membalas pelukan yeojachingunya itu. Ya suatu mukjizat memang dia akhirnya mendapatkan donor jantung yang sesuai dengannya dan berhasil. Hanya saja Lay tak mengerti mengapa ia tak boleh memberi tahu siapa yang jadi pendonor jantung baginya kepada Yue.

***

Selesai dari rumah sakit, Yue pun berjalan sendirian menyusuri jalan. Ya dia sudah sangat tidak sabar untuk hari esok dan dia ingin memberitahukan hal ini pada Chen! Ya chen! Sudah 2 bulan terakhir tiap ia datang ke café Chen tak pernah terlihat, dan Yue sendiri tak berani bertanya karena tak enak tapi lama lama ia menjadi penasaran sendiri. Bodohnya ia tak pernah bertukar nomor handphone dengan Chen menyebabkan ia sekarang merasa kesepian tak ada teman yang siap mendengarkan segala ocehan-ocehannya.

Langkah kaki Yue terhenti di café tempat Chen bekerja, dengan ragu ia masuk ke dalam dan duduk di tempat ia biasa duduk. Dia tak segera memesan namun mencari cari sosok Chen disegala sudut ruangan.

“Mencari siapa agashi?” Tanya sebuah suara lembut.

“A…ah!” ucap Yue kaget menyadari ada orang yang tahu dia bertingkah aneh.

“Anda mencari seseorang disini?^^” Tanya pelayan yang bernama Kai itu dengan ramah.

“Eunggg aku mencari…..Kim Jongdae.” Ucap yue ragu ragu. Seketika itu raut muka Kai berubah dia pun segera membungkuk dan pergi dari hadapan Yue.

“Ada apa dengannya?” Ucap Yue bingung. Tak berapa lama datanglah Kai sambil membawa sebuah kotak coklat yang tak begitu besar.

“Apa ini?” Tanya Yue sambil menatap kotak itu dengan bingung. Yang ia cari itu Chen dan yang ia dapati hanya sebuah kotak berwarna coklat.

“Maafkan kami agashi, Kim Jongdae sudah resign dari sini 2bulan yang lalu. Dia meninggalkan barang barang ini dan bilang jika ada seorang wanita yang mencarinya maka kotak ini harus diberikan. Hanya itu yang bisa saya berikan agashi. Permisi.” Ucap Kai lalu pergi, Yue pun membungkuk mengucapkan terimakasih.

Dia segera membuka kotak coklat itu dan menemukan sebuah ipod serta beberapa lembar lirik lagu beserta notnya beserta sebuah amplop. Tanpa disuruh pun Yue sangat tahu hal pertama yang harus ia lakukan adalah mendengarkan apa yang ada di dalam ipod itu. ia pun menyalakan ipod yang sudah 2bulan tersimpan itu dan memasang headset di telinganya.

Annyeonghaseyo Shin Yue, ini aku Kim Jongdae”

Yue tersenyum, tentu saja ia tahu itu suara Chen. Mereka sudah sering mengobrol

“Maaf mungkin saat kau menerima semua barang ini aku sudah menghilang dari hadapanmu dalam waktu yang cukup lama. Pasti takkan ada yang mau mendengarkan ceritamu lagi kan? Hahaha just kidding, aku yakin namjachingumu sebentar lagi sadar percayalah.”

Bagaimana dia tahu Lay oppa sadar? Gumam Yue dalam hati

“Kenapa aku tahu namjachingumu sadar? Tentu saja! Haha kau tahu? Mencari donor jantung itu sangat sulit Yue-ah. Aku sudah mencari kesana kemari namun hasilnya nihil tak ada yang menyediakannya. Aku sudah sangat frustasi…….”

Yue tertegun. Menghela nafasnya dan merasakan firasat buruk mulai mendatanginya

“Pada akhirnya aku membuat sebuah keputusan. Kau ingin tahu? Haha kau tidak boleh tahu. Eummm maksudku tidak sampai aku selesai bercerita, mau mendengarkan? Harus. Kau waktu itu bertanya apa lagu yang kunyanyikan itu lagu yang kubuat sendiri kan? Ya itu benar dan kau sudah tahu hehe tapi masalahnya bukan disitu. Tahukah kau membuat lagu itu biasanya disesuaikan dengan emosi pembuatnya? Ya, aku membuat lagu karena aku sedang menyukai seseorang. Mwo? Kau marah? Tenanglah akan kuceritakan gadis itu. Gadis yang kucintai hanya seorang gadis yang setiap hari kulihat dan kuperhatikan. Dia selalu memesan menu yang sama di café kami, menopang dagunya dan menatap keluar jendela. Kau tahu? Masih belum tahu? Haha yaa, sebenarnya selama ini aku terus menyanyikan lagu tentangnya tapi entahlah kurasa ia tak terlalu mendengarkan mengingat aku hanya seorang penyanyi café.”

Yue kembali terdiam. Semua yang awalnya membingungkan mulai bisa terurutkan diotaknya. Batinnya menolak untuk meneruskan mendengar ipod itu tapi ia terlalu merindukan suara namja bernama Chen itu

“Well, pada suatu hari aku baru saja selesai bekerja dan berjalan pulang tiba tiba aku bertemu dengan gadis itu dan mengikutinya. Bodohnya aku itu justru kepergok olehnya di rumah sakit. Dan disana kami berkenalan haha, yeoja itu bilang….namjachingunya sakit….. kau tahu tidak aku menyembunyikan air mataku saat yeoja itu bilang dia sangat mencintai namjachingunya. Haha yaa itulah awal perkenalan kami. Semua berlanjut dan kami sering mengobrol walaupun topik kami takkan jauh dari dia dan namjachingunya tapi aku sangat senang. Aku sangat senang bisa mengenal….dan menjadi teman dari yeoja yang paling kusayangi itu…”

Tanpa sadar air mata mulai mengalir dari mata indah milik Yue, betapa bodohnya ia baru menyadari semuanya

“Kau menangis sekarang? Aku tahu kau pasti menangis. Jangan menangis! Uljima! Aku tak suka melihatmu menangis begitupunLlay namjachingumu itu. Jangan menangis, ara? Baiklah akan kulanjutkan, suatu hari aku bertanya pada yeoja itu bagaimana jika ada seorang namja yang mencintainya, kau tahu apa jawaban dia, Yue? Dia bilang dia takkan bisa mencintai namja lain. Aku…………sangat sakit saat itu. Aku akhirnya memutuskan untuk tidak menemuinya beberapa hari. Jujur saja aku patah hati saat itu dan itu masa yang cukup sulit bagiku. Mencintai tanpa pernah disadari perasaannya.”

Yue menahan airmatanya. Menyadari semua yang sudah sangat terlambat

“Mian oppa….mianhae….” Ucap Yue perlahan, beruntung pengunjung café tinggal dia dan 3 orang yang duduknya berjauhan darinya.

“Akhirnya, aku membuat sebuah keputusan. Keputusan yang mungkin sangat salah namun ini hal yang paling benar yang pernah kulakukan dalam hidupku. Aku sudah menelepon semua tempat donor jantung yang ada dan hasilnya nihil. Hingga akhirnya aku……..membulatkan tekadku. Bahwa jantungkulah yang akan didonorkan.”

DEG

Seketika itu air mata Yue tumpah dan ia tak bisa menahannya. Sakit. Ya sangat sakit. Tidak pernah ia bayangkan ia harus mendapatkan kesembuhan Lay dengan cara yang seperti ini. terlalu keji baginya merebut kehidupan orang lain. Orang yang sudah ia anggap….kakaknya.

“Uljima…..jangan menangis….. aku tahu kau sedang menangis sekarang. Tenanglah Yue. Aku sudah sangat memikirkan keputusan ini. Sebelum akhirnya aku mendonorkan jantungku aku resign dari café tempatku bekerja dengan alasan aku harus pergi ke tempat ibuku yang diluar negeri hehe ini rahasia kita berdua ya. Kau tak boleh memberitahu mereka! Lalu……ya tak banyak yang bisa kukatakan karena aku harus segera kerumah sakit. Doakan aku ya!! Pokoknya namjachingumu itu harus selamat, lalu setelah itu kalian harus berbahagia, ara? Jangan suka melamun dan bersedih. Ah iya, kalau kau merindukan suaraku kau bisa mendengarkanku bernyanyi hehe aku sudah merekam beberapa lagu. Itu pun jika kau merindukanku loh ya~ Terakhir, Aku sangat suka senyummu dan aku sangat beruntung bisa mendapat senyummu selama kita kenal. Karena itu tersenyumlah Yue, jangan pernah bersedih lagi. Gomawo untuk semua yang pernah kau berikan dan setiap momen yang kita lewati bersama, Shin Yue. Gomawo”

Suara itu pun berhenti. Yue menahan isak tangisnya. Ia tak pernah membayangkan Chen melakukan hal itu. melakukan hal yang merebut segalanya darinya, ia takkan pernah bisa mendengar namja itu bernyanyi sambil bermain piano. Tak pernah lagi mendengar suara namja itu saat memberinya nasihat-nasihat. Tak ada lagi tangan yang memeluk dan memberinya kekuatan. Tak ada lagi. Takkan pernah ada lagi Chen. Takkan pernah ada lagi Kim Jongdae…. Yue beralih ke kertas kertas yang tersusun rapi dan pandangannya teralih pada sebuah amplop. Ia segera membukanya dan menemukan sebuah surat didalam sana.

Heeey, kau sudah selesai mendengarkan ipodku? Ambil saja itu untukmu haha. Heum kau sudah liat kertas kertas itu? Itu lagu yang kubuat selama ini. tak banyak memang tapi itu sudah kubuat sepenuh hati………sepenuh hatiku padamu hehe^^ kau harus lihat yang judulnya “another man who loves you” yeah itu….aku. maafkan aku karena menyembunyikan semua ini darimu dan bertindak diluar izinmu padahal ini menyangkut dirimu. Aku mencintaimu Yue dan satu satunya hal yang bisa kulakukan untukmu hanya ini. mungkin kau takkan pernah bisa bertemu atau menyentuhku seperti dulu tapi percayalah perasaanku akan tetap hidup bersama dengan namjachingumu itu. Karena itu berbahagialah. Berbahagialah dan tersenyumlah lebih banyak! Karena aku….Kim Jongdae….sangat mencintaimu apalagi saat kau tersenyum^^ terimakasih sudah memberiku keberanian untuk bertindak demi kebahagiaan orang lain. Untuk pertama kalinya aku berani bertindak begini. Karena itu kau tidak boleh menangis! Karena jika kau menangis aku pasti menyesal, ara? Hanya itu dariku. Gomawo sudah menjadi cinta pertama dan terakhir untukku. Gomawo sudah mau dekat denganku. Gomawo untuk semuanya….berbahagialah. selamat tinggal^^

Kim Jongdae

Yue memegang kuat surat terakhir dari Chen. Tangisnya semakin tak tertahan dan dia pun segera menghapusnya. Ia ingat bahwa ia tak boleh memberitahu teman teman chen karena itu ia pun memutuskan untuk menyimpan air matanya sebelum teman teman Chen penasaran dan mendatanginya. Setelah merapikan kotak itu dia pun keluar dari café.

Ia berjalan dengan perasaan yang gusar. Ia pegang erat kotak itu dan menatap langit yang sudah mulai gelap. Memejamkan matanya sebentar dan tersenyum.

“Gomawo…..Chen oppa. Gomawo. Berbahagialah juga, karena suatu saat kita pasti akan bertemu lagi. Nado. Nado saranghae.”

Ucap yue sambil menyunggingkan sebuah senyum dan menghapus air mata yang keluar dari sudut matanya. Yeoja itu pun melanjutkan perjalanannya pulang. Tak ada lagi sosok yang akan menemaninya kali ini. Tak ada lagi namja yang akan bernyanyi dengan suara indahnya. Pelajaran bagi Yue, keberuntungan baginya memiliki seorang sahabat yang baik, seorang penyanyi café dengan senyumnya, seorang namja lain yang mencintainya, seorang bernama Kim Jongdae.

**

THE END

**

THANKS FOR READING 😀 IF YOU LIKE THIS FICTION, PLEASE LEAVE SOME COMMENTS AND LIKE THIS POST ^^

 

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE ALL ABOUT EXO:

@ADOREABLEXO

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE FANFICTION : @EXO1st_INA

ALSO RECEIVE PRIVATE EMAIL 😀 JUST SENT TO : ask.exo1st@yahoo.com

Exofirstwonderplanet@yahoo.com

VISIT OUR WORDPRESS : exo1stwonderplanet.wordpress.com

If you interest become official author or freelance author, please see https://exo1stwonderplanet.wordpress.com/ff-freelance/

Advertisements

Tagged:

142 thoughts on “[FF COMPETITION] EXOtic’s Fiction “Another Man Who Loves You”

  1. tifa January 30, 2013 at 2:48 PM Reply

    Ceritanya bkn Aq nangis …….g tega liat jongdae

    • icaclrss February 3, 2013 at 7:16 PM Reply

      uljimaaa TT chen hugs you tightly ^^~ thanks for read and comment<333

  2. CODE onSTATUS (@CODEonSTATUS) January 31, 2013 at 9:54 AM Reply

    Lovely Chen~
    So melancholic and flow…

    Thanks.

    • icaclrss February 3, 2013 at 7:18 PM Reply

      thankyou for read and comment<333

  3. ririnovi January 31, 2013 at 10:17 AM Reply

    pasti sakiiiiiit banget kalo ada di posisi chen 😥
    ceritanya emang ga pake tebak-tebakan ending, tapi alurnya bisa terhayati banget
    Nice, keep writing! 🙂

    • icaclrss February 3, 2013 at 7:19 PM Reply

      helloooooo thanks for read and comment^^~

  4. Yeny Nb (@yenynb) January 31, 2013 at 12:34 PM Reply

    So touching:”)

  5. hyunhee January 31, 2013 at 2:21 PM Reply

    ah eonni… daebak!!! jinjja daebak! nyentuh bgt…

    • icaclrss February 3, 2013 at 7:20 PM Reply

      saeeeng! jeongmal kamsahamnidaaaa<333

  6. @sysie14 January 31, 2013 at 11:02 PM Reply

    crtany sih sbnarnya bgus thor cumn gtau knapa kalo ak baca ff romance it rsany ya gmna yaahh.. #garukgarukkepalabingung#
    overall cara pnulisanny uda bgus, enak buat dbca.
    kapn” buat yg horor loh yaa 😀

    • icaclrss February 3, 2013 at 7:21 PM Reply

      halooo^^~ hehehe iya mungkin emang genre kamu bukan di romance 😉 yesseu, im still learning how to make a horror ff, pls keep looking forward for my ff thankyou<3

  7. Jual Sepatu Futsal February 1, 2013 at 6:38 AM Reply

    Ceritanya menarik Sudut Pandangnya orang pertama

    • clarissa March 25, 2013 at 4:14 PM Reply

      wah terimakasih yaaa 🙂

  8. cheonsaelfishyhae February 2, 2013 at 3:47 AM Reply

    Daebak ni ff ^^ :”’)

    Keep write author ~~~

    • clarissa March 25, 2013 at 4:15 PM Reply

      awww thankyouuu<3

  9. Super Junior ! ♥ (@Egaa_Kyu) February 2, 2013 at 11:33 AM Reply

    Keren. ^^)b
    Mengharukan. :’)
    Keep writing thor ! ‘O’)9

    • clarissa March 25, 2013 at 4:16 PM Reply

      awww terimakasih banyak yaaa <3<3 hihi okeeey 😉

  10. missryeong9 February 2, 2013 at 3:34 PM Reply

    bagus thor!!! Feel-nya dapet…
    Keep writing ya!!!

  11. clarissa February 2, 2013 at 4:57 PM Reply

    Hello guys, it’s me Clarissa the author of this ff 🙂 thanks for everyone who has helped me in this competition! thanks for everyone who has read, liked, commented my ff! THANKSSS<333 and thanks to AdoreablEXO too and EXO1st_INA too! ^^ I am so happy because knowing people read my ff hehehehe.
    I will reply your comment soon but not now, I am so sorry hehe *bow* i have read all the comments and so happy to know you all give me some critics because i really need it! 🙂
    once again, thankyou everyone! please keep looking forward for my new ffs
    contact me via twitter @icaclrss
    BYEEE<3333

  12. syifa February 3, 2013 at 6:58 AM Reply

    Wah…..daebak!!!! Sedihnya…. :’)

    • clarissa March 25, 2013 at 4:16 PM Reply

      terimakasih yaaa<3

  13. -- February 3, 2013 at 8:33 AM Reply

    waeyo chen?? T.T

    • clarissa March 25, 2013 at 4:17 PM Reply

      waeyo chen? heum…….. i dont know ;_; mianhae because i just typed it with my heart intuition ((lol)) thanks for reading<3

  14. gyuri6234 February 4, 2013 at 10:22 AM Reply

    Ceritanya seru..touching …

    • clarissa February 9, 2013 at 10:37 AM Reply

      ah jinjja? THANKYOU <333 🙂

  15. @ramadhanisasa February 5, 2013 at 8:09 AM Reply

    Poor chenchen T.T
    daebak!!Keep Writing ya 🙂

    • clarissa February 9, 2013 at 10:39 AM Reply

      thankyouuu ^^ hehe okay 🙂

  16. firen (@fiiren) February 6, 2013 at 2:50 AM Reply

    Nice ff 🙂

    • clarissa February 9, 2013 at 10:40 AM Reply

      THANKYOUUUU ^^ <333

  17. Juny~BusanPhoenixGold February 12, 2013 at 1:41 PM Reply

    Bagus ko… 🙂 Keep writting. aku tunggu loh 😀
    Kasih tau lagi ya, kalo ada ff baru. lewat twitter aja… hehe 😉

    • icaclrss March 11, 2013 at 12:18 PM Reply

      oke makasih yaaa<3 heheheh bisa di cek di blog aku atau wattpad aku kok ^^~ tapi maaf belom bisa update ff lagi soalnya lg banyak tugas kuliah hihi.
      terimakasih sekali lagi udah baca+comment ^^

  18. fera kim February 16, 2013 at 4:02 PM Reply

    waaaa kereeeen thor 😀
    tapi itu bapak bapak kok agasshi ya? Hehe harusnya ahjussi kali ya? Hehe
    ditunggu ff lainnya ya thor 🙂

    • icaclrss March 11, 2013 at 12:19 PM Reply

      wah makasih ya! hehehe<3 iya aku lagi setengah sadar pas ngetik ff ini TT~TT makanya typo bertebaran lol. terimakasih ya mau baca + comment + kasih koreksi :—)

  19. stekyung31 February 17, 2013 at 12:37 PM Reply

    sorry baru baca..
    ceritanya bikin mewek 😥
    btw,,
    aku suka pemeran cowoknya #colek chen oppa

    • icaclrss March 11, 2013 at 12:20 PM Reply

      halo, iya gapapa kok aku seneng banget malahan udah mau nyempetin baca + comment ^^~ ah terimakasih ya! please loves kim jongdae more and more 😀

  20. sehun lover_kiyah March 10, 2013 at 2:06 AM Reply

    sad endingnya buat aku nangis. . .hiks. . .

    • icaclrss March 11, 2013 at 12:21 PM Reply

      hai, terimakasih sudah baca + comment ya!<3 duh jangan nangis dong huhuhu aku jg gatega bikin chen begini huhu. terimakasih ya sekali lagi! ^^

  21. @krispectacles March 14, 2013 at 1:52 PM Reply

    Holla! This is @krispectacles/@naojuseyooo on twitter! Once again I’m sorry for the late reply! :{ correct me if I’m wrong juga yaa, we’re both learning kan? Hihi. So here I’m gonna start the review! 8)

    – NO TYPOS DETECTED! Daisukiii~

    – Those lyrics! Kyaaa bagus banget, feelnya nyampe! :} bener-bener bikin sendiri ya? Aaahh, kamu bakat jadi songwriter nih ; w ;

    – “Terimakasih agashi^^”
    Bagian situ, ada emot-nya 8’D bukannya gak boleh, tapi yaaa…di minimalisir aja pake emot! Misalnya bisa diganti dengan “!” atau “ujarku sambil tersenyum ramah.” or etc. But its not a big deal~

    – Sekarang sudah jam 23.00, …..
    Bagian sini, aku juga sering salah nih kalo nulis…orz. Bagian sini, “jam” bisa diganti dengan “pukul” karena kebanyakan guru bahasa indonesia pasti complaaaaiiin bagian jam/pukul lmao.

    – … sangat friendly untuk …
    Aku suka bagian ini, karena ‘friendly’ yang merupakan english word, kamu kasih italic! 8D

    – Akhirnya kami(?) tiba di …
    Bagian ini, si “(?)”nya itu diilangin aja! Gapapa kok keliatan rada absurd, tapi emang “kami”, kan? Gausah ragu-ragu lol kalo dikasih “(?)” feel suka rada ngilang ; ~ ;

    – … kejadian 3minggu yang lalu. …
    Kenapa 3 minggu-nya di gabung? ._.

    – “Yaaa berhenti memanggilku Chenchen-_-“
    Emote lagii ; ~ ;

    – … Jawabku dengan muka -_- …
    Muka mungkin bisa diganti jadi “wajah”? Dan emotnyaaa lol 8″D

    – … mempoutkan bibir merah mudanya …
    Pout itu kan english ya, bahasa indonesianya kayak cemberut atau sejenis frown gitu bukan sih?; /noob. Lol saran aku mungkin ‘mempoutkan’ bisa diganti ‘mengerucutkan’? 8D

    – “Kau…..resign??”
    Resign-nya di italic aja, nggak juga gapapa sih~ tapi kayak kata “friendly” tadi di italic, ya lebih bagus gitu~ but it is no biggie hahah

    – terus kata” berulang, kayak sejenis….ya kata berulang gitu lah yang menandakan bentuk jamak, itu kayaknya (aku juga gatau sih, sejauh ini aku begitu, tapi correct me if I’m wrong hehe) itu dikasih strip nggak sih di sela”nya? Kayak yaa…instead of “sela sela” jadi “sela-sela” gitu ._. Kamu ada nih tadi di akhir”, aku gabisa nemu lagi Soalnya sekarang aku cuma membaca cepat (?)

    Udah lah, gitu aja, yaampun aku bacot banget……(•̅_•̅ ) sorry if I’m being bossy atau Sok tau atau gimana orz afterall, ini fanficnya bagus! Alurnya yaa…bisa ketebak, tapi bahasanya memukau kyaaa //w//

    Tapi endingnya, aku rada bingung….yue bilang “nado saranghae” ke chen, was that as a brother, or as a lover? Nanti lay gimana lol disini rada gimana, tapi okay lah~ aaahh aku iri sama bahasa kamu! ;^; yang “klise? Memang.” OMFG KILL ME NOW bahasanyaaaa♥⁠

    Hahahah, that’s all! maaf banget gak bisa bantu on-time…eh batas waktunya udh lewat belom sih— Kalau belum, good luck aja! /o/ this is a great fiction, anyway~ keep it up~ hihihi. Regards, @krispectacles/@naojuseyooo

    • clarissa March 25, 2013 at 4:21 PM Reply

      KYAAAAAAAH GILA SUKA BANGET SAMA COMMENT KAMU HUHU makasih banyak ya udah mau koreksi dan ngetik sepanjang itu :’))) iya aku bikin lirik lagunya sendiri kok hehehehe, wah terimakasih banyak koreksinya. aku bakalan lebih baik lagi kok di ff ff selanjutnya 😀 lol kalo soal emot……heung itu sbenernya karena aku apa apa selalu ngetik pake emot -_- hahaha jadinya kebawa bawa ke ff huhu
      hahaha terimakasih banyak ya kamu bilang bahasa aku bagus huhuhu, duh kenapa sama bahasa aku sampe kamu iri? btw terimakasih banyak hihi iya batas waktunya emg udah lewat dan syukur aku menang heheheh :’))) terimakasih sekali lagi babe<3<3

  22. veronika April 19, 2014 at 4:50 PM Reply

    SATU KATA “DAEBAKKKKKK”
    nangis segseguan di kamar pas bca ni ff. sedih bukan main, chen oppa 1001 namja ky dia di dunia T.T

  23. Kim Jeong Rae May 20, 2014 at 5:34 PM Reply

    author, ini ff.nya DAEbak banget… aku lansung nangis sesenggukan.. feelnya dapet banget, apalagi main castnya chen oppa… emang chen oppa lebih cocok dengan karakter seperti ini, ya walaupun nggak rela juga kalau chen oppa meninggal… seandainya aku punya dua jantung, aku donorkan ke chen oppa deh.. terus chen oppa bisa hidup bahagia sama aku deh.. hehehe,#ngayal..

    Jongdae oppa, saranghae…. ❤

  24. mtiarazjongdae June 7, 2014 at 11:24 AM Reply

    Andwaee!
    Ini keren thor. Walaupun udah ketebak sih Chen bakalan nyumbang djantungnya(?) *kebanyakan baca ff gininih*
    Itu lagunya bikin sendiri thor? Daebak!
    Keep writing!

  25. oliva July 20, 2014 at 12:46 AM Reply

    Sedih… author sukses.. bikin aku nangis…
    Inget kata chen tuh tdi jangan nangis
    tpi bagus kok bikin lgi ya thor ffnya yg sedih….

  26. Ara September 3, 2014 at 4:20 PM Reply

    saoloh :3 nangis saya –” daebbak ahhhhh -_- :v

  27. fatikars April 5, 2015 at 12:25 AM Reply

    its sadness story that Ive ever read T^T suka banget sama jalan ceritanya. walaupun banyak ff yang pake alur begini, tapi kata-kata yang dirangkai sama kamu itu ngejleb ya ^^ soo its daebaakkk!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: