[FREELANCE] EXOtic’s Fiction “Our Noona”

EXOtic’s FICTION

Exo1stwonderplanet.wordpress.com

“Our Noona”

Cover Fanfic Our Noona

Title : Our Noona

Author : ssdnn

Main cast :

–          All EXO K members

–          Shin Hee Ra

Support cast : None

Length : Oneshot

Genre : Romance

Rating : General

Summary : Kehidupan di dorm itu seperti kuburan yang tak terurus. Ditambah lagi dengan masalah – masalah yang mereka hadapi, kurasa hatiku seakan menciut untuk merasa tidak beruntung di dunia ini.

A.N : FF ini sudah pernah di publish sebelumnya di blog pribadi saya. Jeongmal mianhamnida jika ada kesalahan kata – kata, atau kesamaan tempat, alur dan sebagainya, itu bukan kehendak saya. FF ini saya bikin sendiri, dengan ide sendiri dan alur sendiri. Mohon yang baca tolong comment ya. Jeongmal gamsahamnida!

***

Tes..
Tes..
Tes..

“Aish. Kenapa hujan datang disaat yang tidak tepat?!?” Gerutu seorang yeoja sembari berjalan cepat, berusaha untuk menutupi tubuhnya yang basah karena terguyur oleh hujan dari langit.

Yeoja itu dengan tergesa – gesa memasuki bis yang telah berhenti tepat di depannya lalu mencari tempat duduk senyaman mungkin.

Setelah 20 menit menghabiskan waktu dengan duduk bermanja – manja ria di dalam bis, kini ia turun lalu berjalan memasuki sebuah apartment yang cukup mewah isinya.

“Chogi.. Eum.. Ini saya ada pesan dari seseorang..” Ucap yeoja itu seraya menyerahkan sebuah kertas kepada resepsionis apartment tersebut.

“Ah.. Ruangannya ada dilantai 7, nomor 7031. Nona mau diantar atau bisa sendiri?” Tanya resepsionis itu dengan sopan. “Ah.. Lantai 7? Saya akan jalan sendiri.. Gomawo atas tawarannya.” Balas yeoja itu tak kalah sopan.

Setelah resepsionis itu tersenyum, yeoja itu segera mencari tangga untuk berjalan menuju lantai 7.

***

‘Tok tok’

“Nuguya?” Tanya seseorang dari dalam ruangan apartment itu.

“Eum.. Joneun Shin Hee Ra imnida.. Kata Jiyeon eonni, aku disuruh menggantikannya selama 1 bulan un-”

“Masuklah.” Potong orang itu cepat dan membukakan pintu untuk yeoja tadi.

Dengan perlahan, yeoja yang bernama Hee Ra itu memasuki ruangan apartment seorang boy band terkenal, EXO K.

Eh? Mengapa sepi sekali? Suasana seperti ini sama sekali tidak mencerminkan suasana anak – anak EXO yang biasanya cerewet, bawel, nakal, tapi juga berisik dan seru. Melainkan mencerminkan suasana kuburan di pedalaman!‘ Batin Hee Ra namun tetap melangkah untuk mengetahui isi apartment itu lebih dalam.

“Ini kamar Suho hyung dan aku. Lalu disitu kamar Chanyeol hyung dan Baekhyun hyung sementara yang itu kamar Kai hyung dengan D.O hyung..” Jelas Sehun si maknae EXO K.

“Ah.. Apa semua member ada di dorm? Mengapa dorm ini sepi sekali?” Tanya Hee Ra mengutarakan pikirannya.

“Suho hyung dan Kai hyung lagi pergi. Kurasa mereka pergi ke tempat yang berbeda. Chanyeol hyung ada di kamar, begitu pula dengan Baekhyun hyung dan D.O hyung. Sekarang aku mau pergi. Eum.. Kau lebih tua dariku, ya?” Tanya Sehun memicingkan matanya.

“Ne.. Umurku setara dengan Suho. Aku berbeda beberapa bulan lebih tua darinya..” Balas Hee Ra namun segera diacuhkan oleh Sehun.

Hee Ra sedikit bingung dengan suasana ini. Tidak biasanya para member EXO yang notabene terlihat tampil ceria di depan layar malah menjadi dingin tak karuan seperti ini.

“Aku pergi dulu.” Ucap Sehun singkat lalu setelah itu, dirinya benar – benar menghilang dari ruangan apartment.

***

“Jadi aku harus…. Membereskan ruangan yang sudah nampak bersih ini.” Gumam Hee Ra pelan lalu menaruh tasnya dan berusaha untuk memposisikan dirinya di ruangan itu.

“Eh? Nuguya?” Tanya Suho dari ujung pintu apartment. “Eum.. Joneun Shin Hee Ra imnida. Aku-”

“Arraseo.” Ujar Suho singkat dan berjalan melewati Hee Ra.

“Hufft. Kesan dingin dari dua orang.” Gumam Hee Ra sambil tetap membersihkan ruang tengah itu.

Dari sudut matanya, Hee Ra dapat melihat Suho memasuki kamar Chanyeol dan Baekhyun.

“Chanyeol-ah.. Geumanhae!! Jangan merusak barang – barang di kamar ini!” Teriak Suho bagaikan petir di sore itu.

Semenit kemudian, Hee Ra dapat melihat Chanyeol keluar dari apartment dengan tergesa – gesa, disusul dengan Suho yang berada diujung pintu kamar.

“Hahh..” Keluh Suho sang leader itu lalu kembali memasuki kamar Chanyeol dan Baekhyun.

“Baekhyun-ah..” Panggil Suho dengan lesu. Kini sorot matanya terfokus pada Baekhyun.

“Kau seharian ini tak makan, hmm?” Tanya Suho yang dapat terdengar jelas dari luar.

Karena merasa penasaran, Hee Ra menghentikan sejenak pekerjaannya itu lalu beralih mengintip kamar Chanyeol dan Baekhyun.

Dari jarak yang tak bisa dibilang jauh itu, ia dapat melihat Baekhyun yang memandang lurus ke depan dengan pandangan yang kosong.

“Baekhyun-ah.. Makanlah.. Bukankah kemarin kau tak makan?” Bujuk Suho lembut sambil menyodorkan sepering nasi beserta lauk – pauknya.

Namun Baekhyun tetap tak bergeming. Ia sama sekali tak mengeluarkan suara apapun. Bahkan dehaman kecil pun tak lolos dari mulutnya.

Merasa telah mengetahui terlalu jauh, Hee Ra segera menyingkir dari tempat itu dan melanjutkan kembali pekerjaannya.

“Hee Ra noona.. Bolehkah aku memanggilmu seperti itu?” Tanya Suho sambil menutup pintu kamar Chanyeol dan Baekhyun rapat – rapat.

Hee Ra tidak membalas pertanyaan itu dengan ucapan. Ia hanya menganggukan kepalanya sebagai tanda persetujuan.

“Bolehkah aku bercerita padamu?” Tanya Suho lagi.

Dan sekali lagi, Hee Ra hanya mengangguk dan menghentikan pekerjaannya.

“Baekhyun diputusi oleh yeojachingu-nya.. Sekitar 2 bulan yang lalu.. Dan semenjak itu pula, ia sama sekali kehilangan pikirannya dan sangat amat jarang berkomunikasi dengan kami.” Ucap Suho lalu mendudukkan dirinya di sofa apartment yang cukup nyaman.

“Jangan dikata komunikasi, makan pun jarang..” Lanjut Suho kepada Hee Ra.

“Tapi aku beberapa kali melihatnya memakan beberapa buah dari dalam kulkas pada saat malam hari dan tentunya disaat member lain telah terlelap..” Ujar Suho lalu terkekeh pelan dan hal itu membuat Hee Ra tersenyum singkat.

“Ia mengalami trauma?” tebak Hee Ra yang dibalas dengan anggukan oleh Suho.

“Sepertinya begitu. Dekat dengan yeoja lain pun enggan. Maka karena itu ia juga tak disukai oleh para yeoja yang benar – benar mengetahui sifat aslinya.” Kata Suho menjelaskan.

“Lalu.. Jika di depan kame-”

“Bukankah artis dituntut untuk bisa ber-acting? Kami semua melakukan hal itu setiap hari di depan kamera.” Ucap Suho singkat namun dapat membuat Hee Ra sungguh terkejut.

“Kalian semua?” Tanya Hee Ra tak percaya.

“Noona akan merasakan dan mengetahuinya esok hari.” Ujar Suho singkat lalu berdiri dari tempatnya.

“Noona, D.O dimana?” Tanya Suho sembari memandang Hee Ra, lawan bicaranya.

“Kata Sehun tadi.. Dia di kamarnya..” Jawab Hee Ra seraya bersiap – siap melanjutkan pekerjaannya lagi.

“Aish. Dia pasti memikirkan surat dari anti fansnya lagi.” Gumam Suho tetapi masih bisa di dengar oleh Hee Ra.

“Anti fans?” Tanya Hee Ra bingung.

“Sejak seminggu yang lalu.. Ia sering mendapatkan surat dari anti fansnya. Sampai saat ini, kami pun kurang mengetahui penyebab hal ini dengan jelas.” Ujar Suho sambil berlalu menuju kamar D.O dan Kai.

Dilihatnya D.O yang sedang duduk sembari tersenyum miris, menatap laptopnya sedih.

Suho berjalan pelan menuju sebuah kursi lalu menatap mata D.O dengan selembut mungkin.

Setidaknya ia jauh lebih baik daripada Baekhyun yang sama sekali tak mau bicara.‘ Pikir Suho.

“Masih membaca komentar – komentar itu lagi, eh?” Tanya Suho masih duduk dengan tenang di kursinya.

“Kalau menurutku.. Anti fans itu seperti fans kita sendiri. Bukankah begitu, Kyungsoo?” Tanya Suho lagi kepada dongsaengnya.

“Kau benar, hyung. Eum.. Bagaimana dengan Baekhyun hyung? Apa ia sudah mau makan?” Tanya D.O lalu mulai mengalihkan pandangannya dari layar laptop.

Mengapa ada orang sebaik ini yang memiliki banyak anti fans? Aish. Bahkan ia sendiri memperhatikan hyungnya disela – sela kegalauan itu.‘ Batin Suho sebelum menjawab pertanyaan D.O.

“Nan molla. Ia masih tetap tidak mau bicara.” Jawab Suho dengan nada lirih.

“Kyungsoo-ah! Kita kedatangan pengganti Jiyeon noona hari ini!” Ucap Suho tiba – tiba dengan wajah sumringah.

“Nuguya?” Tanya D.O penasaran.

“Makanya, kau jangan di kamar dan merenungi nasibmu terus! Chankaman..” Ujar Suho lalu segera keluar kamar.

“Hee Ra noona!” Panggil Suho saat Hee Ra sedang mencuci pakaian member EXO K.

“Ne?” Tanya Hee Ra namun tanpa aba – aba, Suho segera menarik tangannya ke kamar D.O.

“Ini dia. Shin Hee Ra noona..” Ucap Suho memperkenalkan Hee Ra di kamar D.O.

“Aigoo.. Nampaknya kalian berdua telah akrab, hmm?” Tanya D.O sembari mengeluarkan senyum lembutnya, hal yang telah lama tak dilihat oleh Suho.

“Ah.. Eum.. Aku disini u-”

“Aku tahu.” Balas D.O singkat, memotong kata – kata Hee Ra.

“Noona.. Kurasa kau malam ini lebih baik tinggal di apartment kami saja.. Diluar petir menyebar dimana – mana..” Kata Suho saat melihat hujan tak kunjung reda di luar sana.

Mau tak mau, Hee Ra hanya mengangguk pasrah menanggapi ucapan sang leader itu.

“Hyung aku pulang.” Teriak Sehun memecahkan suasana itu.

Dengan raut wajah yang sulit ditebak, Sehun berjalan dengan gontai menuju kamar mandi dan setelah itu tak terdengar suara apapun lagi.

***

23.53 KST.

Samar – samar, bunyi pintu ruang apartment yang sedang dibuka terdengar cukup jelas diantara petir – petir yang bergemuruh di malam itu.

Hee Ra yang tertidur pulas ditengah sofa ruang apartment dapat melihat dengan jelas siluet tubuh seorang namja berjalan kearahnya.

Lama – kelamaan, wajah si namja itu terlihat. Namja itu, Kai. Ia terlihat sangat amat berantakan dengan baju putih yang sudah terbuka dibagian dadanya juga dengan rambut yang sangat tidak teratur.

“Nuguya?” Tanya Kai seraya mencondongkan tubuhnya kearah Hee Ra.

“Eh? Eum.. Joneun Shin Hee Ra imnida. Eum.. Aku disini menggantikan Jiyeon eon-”

“Ah. Arraseo.” Ujar Kai singkat lalu berjalan ke kamarnya.

Hee Ra memandangi punggung Kai yang sedikit demi sedikit menghilang di balik pintu. ‘Mengapa wajahnya aneh sekali? Dan. Ugh. Bau apa tadi? Alkohol? Wine? Vodka?‘ Tanya Hee Ra sembari menatap pintu kamar D.O dan Kai yang telah tertutup.

Eh. Tunggu. Chanyeol belum pulang? Lalu Sehun… Ada apa tadi dengan dirinya?‘ Batin Hee Ra kebingungan.

Dan tiba – tiba, ucapan Suho menghiasi otaknya yang sedang kacau balau itu.
Kau akan merasakan dan mengetahuinya esok hari.

***

“Chanyeol tidak pulang, noona?” Tanya Suho kepada Hee Ra di pagi harinya. “Eh? Justru aku baru saja ingin bertanya tentang hal itu..” Ujar Hee Ra sembari mengemasi tasnya.

“Suho-ssi, Aku akan datang sore hari nanti karena pagi ini aku ada kelas. Bagaimana?” Tanya Hee Ra saat ia telah berada di depan pintu ruang apartment.

“Ah.. Ne, mungkin nanti aku akan pergi. Kalau tidak salah, kurasa Sehun dan Baekhyun akan ada di rumah sementara yang lainnya ada jadwal kegiatan mereka masing – masing.” Ucap Suho yang membuat Hee Ra tertawa pelan.

Merasa bingung, Suho mulai mengerutkan dahinya atas sikap Hee Ra.

“Tentu saja Baekhyun akan ada di apartment. Bukankah ia mengalami trauma?” Tanya Hee Ra yang disambut dengan kekehan pelan Suho.

“Eum.. Suho-ssi, aku pergi dulu, ne? Annyeong!” Teriak Hee Ra sambil berlalu.

“Bahkan saat aku sudah memanggilnya dengan sebutan informal, noona masih saja menanggapi dengan formal.” Gumam Suho lalu lagi – lagi terkekeh pelan.

“Kau menyukainya, hyung?” Tanya D.O yang tiba – tiba juga ikut berdiri di depan pintu, persis di sebelah Suho.

“Aniya. Aku hanya meng-akrabkan diri dengannya.” Elak Suho dan berlalu menuju kamar Baekhyun dan Chanyeol.

“Kau tak makan lagi? Aku akan pergi bersama D.O untuk shooting variety show. Kai juga mungkin akan pergi untuk pemotretan majalah dan Chanyeol sejak kemarin belum pulang. Di dorm ini hanya tersisa kau dan Sehun. Apa kau baik – baik saja?” Jelas Suho kepada Baekhyun yang masih tetap terdiam di kamar itu.

Dengan pandangan yang masih kosong, Baekhyun menganggukan kepalanya sebagai tanda setuju. Lalu setelah itu, Suho dan D.O segera keluar dan berangkat untuk acara mereka.

***

Bruk!

“Ah.. Mianhamnida, Sehun-ssi..” Ujar Hee Ra sembari membantu Sehun mengambil berkas – berkas miliknya yang tersebar di depan lantai apartment.

Saat itu, Hee Ra sempat melihat nama Sehun tertera di suatu lembaran kesehatan dan hal itu membuat Sehun menjadi gugup.

“Eum.. Aku pergi dulu, noona.” Ujar Sehun dengan canggung lalu meninggalkan Hee Ra sendirian di depan ruangan Apartment pada sore itu.

Tadi itu apa?‘ Batin Hee Ra bertanya – tanya.

Tanpa memperhatikan kondisi sekitarnya, Hee Ra mulai melangkahkan kakinya ke dalam apartment itu.

Hee Ra mulai menaruh tasnya dan mencuci pakaian – pakaian member Exo K.

Setelah itu, ia melanjuti pekerjaannya dengan mencuci piring.

‘Ceklek’

Spontan, Hee Ra menolehkan kepalanya kearah sumber suara, pintu yang terbuka.

Dilihatnya Baekhyun yang mengendap – endap seperti pencuri berjalan menuju dapur tanpa memperhatikan keberadaan Hee Ra di dekatnya.

Hal tersebut membuat Hee Ra tersenyum lebar. “Mencari buah, Baekhyun-ssi?” Tanya Hee Ra yang membuat Baekhyun terkejut.

“Sini, biar kupotongkan..” Ujar Hee Ra lalu merebut sebuah apel yang dipegang oleh Baekhyun.

“Kau tahu, rasanya sulit untuk mempercayai bahwa kau yang notabene sangat pendiam tinggal satu ruangan dengan Chanyeol yang sangat berisik. Ibarat api dan air, kurasa sifat kalian sangat berketebalikan.” Ujar Hee Ra sambil tersenyum namun tetap fokus pada apel yang sedang ia potong.

Lagi – lagi, Baekhyun terdiam dan mendudukkan dirinya di kursi meja makan yang terlihat nyaman itu.

Namun tak seperti biasanya, kini Hee Ra dapat melihat satu pancaran kehidupan yang sangat berarti dari mata Baekhyun, dan Hee Ra sangat yakin arti dari pancaran itu adalah kelaparan.

Mengingat akan hal itu, Hee Ra menjadi tersenyum sendiri dan menyadari bahwa Baekhyun sedari tadi sama sekali tidak mengeluarkan suara.

“Baekhyun-ah.. Bisa aku memanggilmu seperti itu?” Tanya Hee Ra yang tak dibalas dengan sahutan apapun oleh Baekhyun.

“Kau kan teman sekamarnya Chanyeol.. Eum.. Apa kau tahu, Chanyeol dari kemarin tidak pulang? Apa kau tahu alasannya? Lalu.. Ia menginap dimana?” Tanya Hee Ra lagi seraya menyodorkan sepiring potongan apel kepada Baekhyun yang telah terduduk manis di kursi meja makan.

1 menit..
2 menit..
3 menit..
4 menit..

“Ia.. Berjudi lagi..” Jawab Baekhyun singkat namun dapat membuat Hee Ra terpana. Bayangkan, ini adalah kali pertamanya ia berbicara dengan Byun Baekhyun! Terlebih lagi, disaat hyung – hyungnya itu telah mencoba untuk berkomunikasi, namun tak pernah ditanggapi.

“Aigo.. Berjudi? Ya, Byun Baekhyun! Kurasa aku perlu merekam jawabanmu tadi, hmm?” Tanya Hee Ra namun dibalas dengan kekehan pelan dari Baekhyun. Nampaknya ia sudah mulai terbuka dengan Hee Ra.

***

Di tengah dinginnya malam itu, Hee Ra berjalan pelan melewati sebuah bar yang ia yakin sangat ramai suasananya. Bukan untuk bermain, ia hanya ingin menyampaikan berita duka kepada pemilik bar itu, Lee Eun Joo, sahabat kecilnya.

“Hee Ra-ya.. Kau kenapa ada disini?” Tanya Eun Joo kebingungan.

“Eun Joo-ah! Eomma-mu kecelakaan, Eun Joo-ah!” Ucap Hee Ra tergesa – gesa.

“Mwoya?!?” Teriak Eun Joo lalu segera mengemasi barang – barangnya sambil terisak.

Tanpa sengaja, mata Hee Ra menangkap tubuh seseorang yang ia kenal. Orang itu dengan santainya menari – nari, menjadi pusat perhatian seluruh yeoja disana.

“Kai-ssi?!?” Teriaknya yang membuat seluruh isi bar menengok ke arah sumber suara, menengok ke arah Hee Ra.

Kai dalam keadaan topless seperti itu segera keluar dari arena dan memakai bajunya dengan terburu – buru.

“Noona.. Eung.. Itu.. Ti-”

“Bisa kau ikut aku?” Tanya Hee Ra dengan mengeluarkan senyuman lembutnya.

Dengan canggung, Kai mengangguk dan mengikuti setiap langkah seorang wanita di depannya, Hee Ra.

***

“Biarkan aku bicara dulu, ne?” Ucap Hee Ra meminta ijin.

Setelah Kai mengangguk dalam – dalam, Hee Ra mulai menatap langit dan berkata, “Mungkin kau ingin menjelaskan banyak hal kepadaku.. Geundae.. Wae? Mengapa orang yang kulihat tadi adalah dirimu? Sebagai strip dancer?”

“Noona.. Appaku kehilangan pekerjaannya. Ia dituduh korupsi sementara eommaku sama sekali tidak bekerja. Bekerja sebagai salah satu member boy band tidak membuat pengeluaran keluargaku tercukupi sepenuhnya..” Ujar Kai lesu.

“Dan karena itu kau mendaftarkan diri ke bar tadi? Jong In-ah! Itu sama saja dengan menjual dirimu sendiri, bukan?” Ucap Hee Ra dengan pandangan nanar kearah Kai.

“Tapi noona.. Dengan profesiku sebagai artis, aku sama sekali tidak menemukan alasan yang cocok untuk bekerja sebagai karyawan biasa.. Lagipula.. Mereka tidak akan membocorkan identitasku, noona..” Balas Kai ditengah – tengah keheningan itu.

Kedua manusia itu kini terdiam. Mereka sama – sama menghayati indahnya sungai Han yang terbentang luas disekeliling mereka.

Hee Ra memejamkan matanya lalu menghembuskan nafas panjang seperti orang yang mengalami stress akut.

“Aku akan mencarikan pekerjaan untukmu.” Ucap Hee Ra pada akhirnya.

“Geundae noona.. Bagaimana jika ada orang yang mengetahui identitasku? Masalahku?” Tanya Kai seakan menentang ucapan Hee Ra.

“Aku akan bertanggung jawab atas dirimu dan menjamin keselamatan serta popularitasmu. Yang perlu kau lakukan adalah menghilang dari tempat haram itu mulai dari esok hari sampai selama – lamanya!” Perintah Hee Ra lalu mulai meninggalkan Kai sendirian di Sungai Han itu.

Aku tak akan pernah membiarkan seseorang yang telah kuanggap sebagai dongsaengku sendiri bekerja di tempat haram seperti itu.‘ Ucap Hee Ra bersungguh – sungguh di dalam hatinya.

***

Ternyata, Hee Ra bermaksud mempekerjakan Kai di sebuah kafe milih Yesung, salah satu member Super Junior.

Dibawanya Kai ke kafe itu dan ia segera membiarkan Kai berbicara 4 mata dengan Yesung.

“Noona gomawoyo!” Ucap Kai sambil memperlihatkan name tag barunya.

“Ne. Soal karirmu, kau tak perlu khawatir..” Ucap Hee Ra seraya menepuk pelan bahu Kai.

“Simpanlah uang itu baik – baik, eo? Aku pergi!” Lanjut Hee Ra lalu pergi meninggalkan Kai dalam keadaan tersenyum senang.

Hee Ra berjalan ditengah kerumunan keramaian pasar disekitar Dongdaemun pada sore itu.

Namun seketika, ia merasa ada seseorang yang menarik tasnya dan membawa tas itu kabur.

“Yaa! Pencuri!! Maling!!” Teriak Hee Ra sambil berlari mengejar orang itu.

“Ahh” rintih si pencuri saat Hee Ra memelintir tangannya.

“Kau pencuri kelas kakap! Lari saja lamban, bagaimana kalau ketawan polisi?” Ejek Hee Ra lalu mengambil tasnya sendiri.

Karena penasaran, Hee Ra membuka penutup muka yang di kenakan oleh si pencuri.

“Park.. Chanyeol?!?” Gumam Hee Ra tak percaya.

“Nuguya?” Tanya Chanyeol kebingungan.

“Eh.. Chankaman. Apa kau fansku? Ah.. Kau.. Eum.. Bisa merahasiakan hal ini? Aigo.. Kumohon.. A-”

“Arraseo.” Balas Hee Ra singkat lalu berjalan pergi setelah ia mendapatkan tasnya kembali.

‘Benar – benar sulit dipercaya..’ Batin Hee Ra sambil berjalan hampa menuju rumahnya.

Diambang pintu rumah, Hee Ra sempat berpikir 2 kali untuk masuk atau tidak masuk.

“Appa pasti ada di rumah. Lalu eom-”

‘Prang!’

“Eomma!” Teriak Hee Ra sambil membuka pintu rumah lalu berlari sekencang – kencangnya dan memeluk eommanya itu.

‘Bugh!’

Sebuah hantaman keras dari buku tebal mengenai lengan Hee Ra dengan mulusnya.

“Appa.. Appa..” Rintih Hee Ra kesakitan.

“Istri bodoh! Anak tak berguna!” Racau appa Hee Ra tak karuan.

Di balik pintu kamar, Hee Ra dapat mendengar suara tangis adik kecilnya itu saat melihat Hee Ra, eonninya dipukul oleh si appa.

Setelah puas memukuli Hee Ra, si appa pun keluar dari rumah kecil yang mereka huni.

“Yuri-ah!” Teriak Hee Ra lalu segera berlari dan memeluk Yuri, adik perempuannya.

“Eonni..” Lirih Yuri pelan.

“Yaa.. Jangan menangis! Yuri-ah.. Jaga eomma baik – baik, ne? Eonni ingin pergi sebentar..” Ujar Hee Ra lalu pergi meninggalkan Yuri bersama eommanya itu di rumah.

‘Tidak semua berjalan mulus, hmm? Bahkan hanya untuk membangun keluarga kecil saja sudah susah. Aigo.. Takdirku sepertinya tidak beruntung, ne..’ Batin Hee Ra seraya melangkahkan kakinya menuju apartment member EXO dengan pikiran yang kalut.

‘Tok Tok’

“Nugu- KAU?!?” Teriak Chanyeol saat ia membuka pintu apartment.

“Nu- Ah, noona mengapa tidak masuk?” Tanya Suho dari dalam apartment.

“Hyung! Siapa yeoja ini? Yeoja chingu-mu?” Tanya Chanyeol takut – takut.

“Aniyo. Dia yang menggantikan Jiyeon noona disini.” Jawab Suho lalu tersenyum tipis.

“Apa kalian saling mengenal?” Selidik Suho kepada dongsaengnya itu.

“Aniyo. Mungkin Chanyeol-ssi salah orang.” Jawab Hee Ra dengan tenang.

Dengan santainya, Hee Ra berjalan masuk meninggalkan Chanyeol dengan mulut ternganga di depan pintu.

Jadi Suho hyung mengenalnya?!?‘ Batin Chanyeol terkejut.

***

“Baekhyun-ah.. Mengapa kau hari ini begitu diam, eh?” Tanya Hee Ra saat ia dengan member EXO lainnya telah berkumpul bersama di waktu senggang.

Baekhyun hanya menjawabnya dengan senyuman tipis seolah mengatakan bahwa dirinya tidak apa – apa. Namun, justru hal itu membuat Hee Ra semakin khawatir.

Diam – diam, Chanyeol memperhatikan Hee Ra sedari tadi, matanya tak luput dari setiap gerakan Hee Ra.

Setelah mereka merasa letih, semua member bersiap – siap untuk tidur. Tapi, Chanyeol memutuskan untuk menunggu sebentar di dapur sampai Hee Ra selesai mencuci piring – piring serta membereskan meja apartment.

“Jadi kau bernama Hee Ra?” Tanya Chanyeol sembari menyandarkan dirinya di dinding dapur.

“Ne.” Jawab Hee Ra singkat.

“Kau pengganti Jiyeon noona?” Tebak Chanyeol yang ditanggapi oleh anggukan singkat oleh Hee Ra.

“Sudah selesaikah kau mengintrogasiku? Bisa kini aku bertanya padamu?” Tanya Hee Ra lembut.

Chanyeol mengangguk pelan lalu membiarkan Hee Ra untuk bertanya.

“Kau selama ini perampok?” Tanya Hee Ra dengan mata yang menuntut satu hal, kejujuran.

Deg!

Tepat sasaran, pikir Chanyeol.

“Mengapa kau tak mengadukannya kepada member lain, eh?” Tanya Chanyeol bingung.

“Apa untungnya bagiku? Bukankah justru itu merugikan bagimu, Park Chanyeol?” Gumam Hee Ra kepada Chanyeol.

“Berubahlah.” Ujar Hee Ra singkat.

“Bagaimana jika aku itu adalah fansmu, Chanyeol-ah?” Tanya Hee Ra frustasi.

“Noona.. Mianhae.. Aku.. Akan usahakan untuk berubah.. Geundae.. Jangan beritahu member lainnya, ne? Jebal noona..” Pinta Chanyeol sungguh – sungguh.

“Baiklah. Tapi kau harus berubah, arraseo?” Jelas Hee Ra.

“Akan kuusahakan, noona.” Ujar Chanyeol.

Merasa sudah tak ada hal yang perlu dibicarakan, Hee Ra segera meninggalkan Chanyeol dan berlalu ke kamarnya.

***

“Kyungsoo-ah.. Wae geurae? Mengapa mukamu murung sekali?” Tanya Hee Ra kepada D.O saat melihat muka D.O lesu.

“Aniyo. Aku tak apa.” Ujar D.O tetap dengan senyumnya.

“Bohong.” Kata Hee Ra yang membuat D.O terkekeh pelan.

“Surat anti fans itu lagi..” Lirih D.O, sambil tetap mempertahankan senyum palsunya.

“Aish. Kenapa kau pikirkan? Hei, lihatlah dirimu! Hmm.. Benar juga, kurasa kau perlu ditata sedikit lagi!” Seru Hee Ra tiba – tiba yang membuat D.O mengerutkan alisnya, bingung.

“Ikut aku!” Ajak Hee Ra lantas menarik tangan D.O

***

“Kau.. Pakai baju yang ini.. Lalu.. Eum.. Celananya bisa kita lihat di toko lain.”

Hee Ra mengajak D.O ke pusat perbelanjaan ternama, Dongdaemun. Tentu saja dengan menggunakan penyamaran selengkapnya. Jika tidak, pilihannya hanyalah dua : D.O dikerumuni fans atau semakin dijauhi fans.

Hee Ra membeli pakaian seadanya untuk D.O lalu menaruh barang barang itu di tangan D.O.

“Tanganmu itu harus diberi latihan untuk membawa barang – barang, Kyungsoo-ah!” Ucapnya setiap kali D.O ingin protes akan hal itu.

“Noona, sebenarnya kau ingin membawaku kemana dan untuk apa?” Tanya D.O yang nampaknya sudah letih.

“Aigo.. Kau sudah lelah, ya? Hmm.. Kajja! Kita coba baju – baju ini!” Ajak Hee Ra lagi lalu menarik D.O menuju kamar mandi umum.

Setelah 10 menit bertarung dengan pakaian – pakaian yang dibelikan oleh Hee Ra, D.O melangkah keluar dari kamar mandi itu dengan mengenakan kemeja putih berlengan panjang, celana jeans, sneaker putih dan tentunya dilengkapi dengan alat – alat penyamarannya.

“Kau terlihat sangat keren, Kyungsoo-ah! Ku jamin kau tak kalah keren dengan Lee MinHo itu! Bisik Hee Ra sambil menggulung kedua lengan kemeja D.O hingga sebatas siku.

“Hmm.. Rambutmu! Ya, rambutmu!” Ucap Hee Ra tiba – tiba.

Dan lagi – lagi, Hee Ra menarik tangan D.O secara asal dan membawanya ke suatu tempat yang -menurut D.O pasti- mengerikan.

“Noona! Pelan – pelan! Memangnya kita dikejar apa, sih?” Tanya D.O saat akhirnya Hee Ra menghempaskan tangannya yang sungguh terasa pegal.

“Kita? Dikejar waktu.” Jawab Hee Ra singkat lalu mendorong D.O dengan sekuat tenaga untuk memasuki sebuah tempat remang – remang.

“Aigo.. Ini namjachingu-mu?” Tanya seorang nenek – nenek kepada Hee Ra.

“Aniyo, ini orang yang kubilang kemarin. Bisa tolong nenek potongkan rambutnya?” Pinta Hee Ra kepada si nenek.

Dari sudut matanya, Hee Ra dapat melihat D.O yang memelototkan matanya tak terima.

“Babo! Dia sudah tua! Jika salah menggunting dan kepalaku menjadi botak bagaimana?” Bisik D.O dengan suara yang sangat amat pelan.

“Tentu tidak, bodoh! Kau mau kubawa ke salon yang terkenal? Bisa – bisa kau semakin banyak anti fansnya!” Bisik Hee Ra dengan suara yang tak kalah pelan.

Seketika, D.O terdiam dan hanya berpasrah kepada nenek – nenek di belakangnya. Dari cermin, ia bisa melihat si nenek itu memegang gunting dan sisir seakan ingin menerkam D.O hidup – hidup.

Semoga saja nenek ini tidak akan membabat habis rambutku.‘ Batin D.O lalu melirik Hee Ra sejenak untuk meminta pertolongan. Namun terlambat, Hee Ra ternyata telah tertidur pulas dengan sebuah majalah menutupi perutnya.

***

Di tengah kerumunan orang – orang yang sedang berlalu – lalang, tiba – tiba D.O membuka seluruh penyamarannya.

Saat itu juga, sebuah alunan musik pop entah datang dari mana mengalun kencang di tengah – tengah keramaian itu.

Di hitungan ke tiga, D.O mulai meliuk – liukkan tubuhnya sesuai dengan irama yang ada.

D.O dengan segala karisma yang dimilikinya mampu membuat para yeoja berteriak histeris.

Dengan penampilan barunya, D.O membuat seakan tempat itu lebih hidup. Terlebih lagi, ide Hee Ra untuk mengubah penampilan D.O itu dapat membalikkan popularitas D.O dalam sehari. Kini, justru anti fans yang selama ini ada malah ikutan berteriak – teriak layaknya fans – fans biasa.

Disaat D.O menjadi pusat tontonan seorang diri, Hee Ra menyingkirkan tubuhnya ke area penonton.

Tanpa sadar, ternyata mata Hee Ra bertemu dengan mata seseorang yang sangat ia kenal, Park Chanyeol.

Kau mengingkari ucapanmu, Park Chanyeol.‘ Batin Hee Ra saat melihat Chanyeol merokok sambil berjudi dengan orang – orang yang menyeramkan mukanya.

Takut kalau – kalau D.O mengetahui Chanyeol ada di daerah itu, Hee Ra menghampiri Chanyeol dan menutupi tubuhnya, membiarkan dirinya sendiri sebagai tameng untuk Chanyeol.

“Noona..” Gumam Chanyeol pelan.

Hee Ra mengarahkan tubuhnya supaya membelakangi Chanyeol. Ditengah keramaian yang semakin menjadi – jadi, Hee Ra dituntut untuk berdesak – desakkan dengan manusia lainnya.

“Yak! Kau minggir! Aku ingin melihat D.O oppa!!” Teriak seorang yeoja kepada yeoja yang lain.

Dalam hati, Hee Ra tersenyum bangga. ‘Jika kau berani menampilkan dirimu, bukankah kau akan melihat bahwa dunia itu menyenangkan, Kyungsoo-ah?

***

“Noona jeongmal gomawo!!” Teriak D.O sembari memeluk Hee Ra.

Hee Ra tersenyum lalu berucap, “Ne.. Lihatlah, karenamu, aku jadi harus pulang malam seperti ini.”

“Noona mianhae! Tapi.. Kau lihat tadi? Banyak sekali yang mengaku sebagai fansku!” Ucap D.O menggebu – gebu.

“Ne.. Itu karena hasil nenek – nenek tadi, bukan?” Ledek Hee Ra lalu disambut dengan kekehan mereka berdua.

Di tengah malam yang dingin itu, D.O dan Hee Ra menikmati suasana hangat yang diciptakan oleh mereka berdua.

Detik selanjutnya, Hee Ra dapat melihat beberapa kumpulan yeoja yang membawa banner bergambar wajah D.O dengan tulisan namanya besar – besar.

Seperti konser saja, pikirnya.

***

“Noona!” Panggil seseorang dari belakang Hee Ra.

Spontan, Hee Ra membalikkan tubuhnya dan saat itu, badannya menegang sempurna saat melihat Chanyeol.

“Waeyo? Mengapa kemarin kau justru melindungiku, noona?” Tanya Chanyeol dengan tatapan yang sendu.

“Wae? Jadi aku harus bagaimana? Kau bahkan tidak menepati ucapanmu sendiri, Park Chanyeol!” Bentak Hee Ra, tak dapat menahan emosinya.

“Noona.. Me-Mereka.. Memaksaku, noona..” Ucap Chanyeol dengan terbata.

“Mereka bilang jika aku tidak mengikutinya, maka ia akan menghancurkan keluargaku..” Lanjut Chanyeol.

“Aish. Kau ini.. Polos atau bodoh, sih?” Omel Hee Ra kemudian tersenyum.

“Jauhi mereka. Arraseo?” Tanya Hee Ra yang dibalas oleh anggukan oleh Chanyeol.

“Noona.. Ayo kita ke rumah sakit!” Ajak Chanyeol tiba – tiba yang membuat Hee Ra kebingungan. “Untuk apa?” Tanya Hee Ra.

“Eh? Noona belum tahu? Eommanya Suho hyung sudah 8 bulan lebih sakit parah..” Ucap Chanyeol polos.

“Mwo?!? 8 bulan?!?” Pekik Hee Ra yang membuat Chanyeol kebingungan.

“Wae noona?” Tanya Chanyeol dengan muka polosnya.

“Aniyo. Arraseo, ayo kita kesana..”

***

“Chan-Noona?” Tanya Suho terkejut.

Hee Ra hanya memandang Suho dengan lembut. Hatinya terasa teriris saat melihat eommanya Suho hanya berbaring lemah di ranjang rumah sakit.

“Noona kau kenapa bisa kesini?” Tanya Suho berusaha mengalihkan pandangan Hee Ra.

Sejenak, Hee Ra melirik Chanyeol yang sedang tersenyum lebar.

“Aish. Bocah ini memang tak bisa di andalkan.” Gerutu Suho namun dibalas oleh tawa Hee Ra.

Hee Ra mendekati ranjang tempat dimana eommanya Suho sedang berbaring. Ia berlutut lalu tersenyum prihatin.

“Ahjumma harus tetap sehat.. Berjuanglah, ahjumma!” Hee Ra menguatkan.

“Eommaku.. Terkena penyakit Ataksia.” Ucap Suho pelan.

“Mwo?!? Ataksia?!?” Ujar Hee Ra mengulang pernyataan Suho.

Dan seketika itu juga, bulir – bulir air mata menggenang di pelupuk mata Hee Ra.

“Yaa.. Kenapa noona yang menangis, hmm?” Tanya Suho.

Saat tangis Hee Ra semakin menjadi, Suho segera mendekapnya lalu mengusap pipinya yang telah terkena air mata itu dengan pelan.

“Eommaku tak akan kenapa – napa, noona.. ” Ucap Suho sambil mengusap – usap puncak kepala Hee Ra.

“Kenapa kau bisa bertahan? Aku.. Aku saja tak bisa membayangi jika eommaku sakit seperti ini.” Ujar Hee Ra serak.

Mengapa ia bisa tenang disaat eommanya dalam kondisi seperti ini?!? Tapi.. Kurasa aku harus banyak bersyukur, mulai dari sekarang.‘ Batin Hee Ra dalam isak tangisnya.

***

“Jong In-ah! Kau bekerja di kafe Yesung Super Junior?!?” Tanya Chanyeol histeris. “Ne, hyung.” Jawab Kai malu – malu.

“Kau keren sekali! Lihatlah, karena hal itu, kau masuk koran!” Ucap Chanyeol sembari memperlihatkan koran yang dibacanya sedari tadi.

Mata Kai berbinar saat ia melihat artikel yang berjudul

Kai Member EXO K Berendah Diri Dengan Bekerja di Kafe Milik Seniornya.

“Aigo, Baekhyun-ah.. Lihat ini, lihat! Dongsaeng kita menjadi terkenal karena berita ini. Menurutmu, apa aku juga harus mendaftar di kafe itu?” Tanya Chanyeol yang hanya dibalas dengan tatapan kosong oleh Baekhyun.

Ia masih tak mau bicara?‘ Tanya Chanyeol dalam hatinya.

“Ya, Jong In-ah! Mengapa kau bisa bekerja di tempat ini?” Tanya Chanyeol kini beralih pada Kai.

“Tentang itu.. Hanya aku dan seorang yeoja yang tahu.” Ucap Kai sambil tersenyum nakal.

“Ya! Kenapa kamar Suho hyung sangat berantakan, huh?” Omel D.O tiba – tiba saat memasuki kamar Suho dan Sehun itu.

“Untung saja kamar kita sangat rapi, hyung!” Ucap Chanyeol sembari membanggakan dirinya. Namun ia kembali terdiam saat melihat Baekhyun tidak merespon apa pun.

“Noona.. Ayo bantu aku bereskan kamar ini selagi Suho hyung dan Sehun tidak ada..” Ucap D.O memanggil Hee Ra seraya menarik tangan noonanya itu agar mau menghentikan kegiatan mencucinya.

Semenit kemudian, Hee Ra datang dengan membawa kemoceng dan alat pembersih debu.

“Ige mwoya?” Gumam Hee Ra sambil memperhatikan setiap kata – kata yang tertulis pada selembar kertas yang ia pegang.

“Aku pulang.” Seru Sehun seraya menaruh dan merapikan sepatunya di rak sepatu depan.

Tanpa basa – basi, Hee Ra meninggalkan kertas yang ia pegang lalu berlari secepat mungkin.

Hee Ra membuang kertas tersebut di lantai dengan begitu saja. Ia berlari menuju Sehun dan memeluknya dengan sangat amat erat.

“Sehun-ah!! Waeyo? Kenapa kau menyembunyikannya? Penyakitmu..” Tanya Hee Ra sambil menangis histeris.

Tak kuasa menahan beban tubuhnya sendiri, Hee Ra terjatuh lemas ke lantai. Member lainnya hanya tertegun menyaksikan adegan di depan mereka. Mereka semua hanya terdiam, terlebih lagi karena mereka telah mengetahui penyakit jantung yang selama ini di derita oleh Sehun, dongsaeng mereka.

Sehun terlalu pintar untuk menutupi penyakitnya dari awal.

“Noona.. Jangan menangis..” Lirih Sehun sambil mensejajarkan dirinya dengan Hee Ra.

Ia memegang bahu Hee Ra. “Noona, aku akan baik – baik saja.” Ucap Sehun lalu tersenyum lembut.

Senyuman lembut pertama yang Hee Ra lihat secara langsung.

Tapi bukan ini yang Hee Ra harapkan. Bukan, bukan dalam situasi seperti ini.

“Ada apa?” Tanya Suho yang tiba – tiba berjalan masuk ke ruang tengah apartment, dimana Hee Ra beserta member EXO K lainnya berkumpul.

“Hyung.. Sehun.. Sehun.. Sehun..” Ucap Kai menggantung.

“Sehun terkena penyakit jantung, hyung. Jantungnya lemah.” Ucap Chanyeol menyambung ucapan Kai tadi.

Seketika itu juga, mata Suho memanas dan tubuhnya merapat ke tembok. Sambil memejamkan matanya, ia bertanya, “Sejak.. Kapan?”

Hening. Tak ada satu orang pun yang tahu sejak kapan Sehun menderita penyakit itu.

Suho membuka matanya, melirik Sehun seakan meminta jawaban.

“Sejak dulu, hyung.” Ucap Sehun menjawab pertanyaan Suho takut – takut.

Suho memejamkan matanya lagi, khawatir. Setelah penyakit eommanya, kini tugasnya bertambah dengan penyakit maknae itu.

Tapi biar bagaimana pun, Sehun tetaplah Sehun, seseorang yang Suho sayangi.

“Sehunie, aku berjanji akan membuat hari – harimu menjadi sangat menyenangkan!” Ucap Suho tegas.

“Hyung, jangan berkata seperti itu.. Aku belum mau mati!” Ucap Sehun sambil pura – pura cemberut.

Member lainnya hanya tersenyum. Sekalipun mereka ingin tertawa, mereka tidak bisa. Bahkan tersenyum pun juga harus dipaksakan. Ya, setidaknya mereka harus melakukan itu demi Sehun.

***

“Sehun-ah.. Noona mohon.. Kau harus ke dokter.. Noona sangat khawatir padamu!!” Pinta Hee Ra kepada Sehun.

“Noona.. Aku sedang tidak sakit..” Bantah Sehun sambil menghindari Hee Ra yang berusaha untuk mengajaknya ke dokter.

“Sudahlah noona, kita ajak dia ke Lotte World saja.” Usul Baekhyun yang membuat semua orang terdiam.

Disaat mereka sedang berkumpul seperti itu, ini adalah hal yang menakjubkan bagi seorang Byun Baekhyun untuk mengeluarkan suaranya di depan member lain setela 2 bulan lamanya.

“Baiklah, ayo kita ke Lotte World!” Ajak Suho sambil tersenyum riang.

Selama Baekhyun mau bicara dan Sehun tidak mengeluh tentang penyakitnya.. Mungkin hari ini akan menjadi hari yang paling menyenangkan.‘ Batin Suho sembari melebarkan senyumnya.

***

“Sepertinya kau memang mengetahui keinginanku, hyung!” Ujar Sehun kepada sambil memasuki wahana lainnya.

Sehun memasuki Istana Boneka dengan santai. Sisanya, member EXO K yang lain mengikuti dibelakang.

“Noona, ayo duduk bersamaku!” Pinta Sehun manja dan hal itu membuat Baekhyun tersenyum tipis.

Tapi senyum itu segera menghilang saat Baekhyun dengan tiba – tiba melihat Sehun memegang dada sambil memejamkan kedua matanya.

“Sehun-ah! Waeyo? Ada yang sakit?” Tanya Baekhyun sangat amat khawatir.

Ia pasti sedang tidak baik – baik saja, pikir Baekhyun.

“Hyung.. Da..da..ku.. Se..sak..” Ucap Sehun terbata.

Ucapannya itu menimbulkan reaksi yang cukup besar. Member EXO K beserta Hee Ra terkejut bukan main.

“Sehun-ah! Ayo kita pergi ke rumah sakit sekarang!” Titah Hee Ra yang disetujui oleh Suho, Baekhyun, D.O dan Chanyeol.

***
Seoul Hospital, 19.55 KST

“Jantungnya melemah. Sebisa mungkin, kami sangat menganjurkan untuk mendonor jantung.” Ujar sang dokter kepada Member EXO K dan juga Hee Ra.

Suho memandang Sehun yang sedang terbaring lemah, menutup matanya.

“Tadi aku sudah menelpon orang tuanya Sehun. Pandainya, mereka sampai saat ini tidak mengetahui penyakit Sehun.” Ucap D.O.

“Orang tuanya juga menyuruh kita untuk melakukan yang terbaik untuk Sehun. Tentu setiap orang tua mengharapkan seperti itu, bukan?” Lanjut D.O.

Seolah mengerti, sang dokter pun mulai membuat sebuah surat persetujuan.

“Tanda tanganlah, Suho-ssi.” Suruh dokter itu sambil menyerahkan selembar kertas yang baru saja ia tulis.

Member EXO K dan juga Hee Ra membaca isi dari kertas itu dengan seksama.

“Kapan pendonoran ini akan dilaksanakan?” Tanya Suho sambil menandatangani surat yang rupanya berisi tentang persetujuan pendonoran jantung untuk Sehun.

“Secepat mungkin setelah kami menemukan pendonor yang tepat.” Jawab dokter itu singkat.

Setelah itu, Suho, D.O dan Chanyeol keluar dari ruangan untuk mengurusi administrasi rumah sakit.

Kai, Baekhyun dan Hee Ra lebih memilih untuk menjaga Sehun hingga si maknae itu sadar.

“Malam ini noona yang jaga, ya. Boleh?” Ijin Hee Ra kepada Kai dan Baekhyun.

“Tentu boleh, noona.” Ujar Kai memberi ijin.

Hee Ra menatap Baekhyun lama. Namun yang ditatap justru hanya menundukkan kepalanya.

“Kami sudah selesai bayaran. Ada yang mau ikut kami ke dorm?” Tanya Chanyeol yang tiba – tiba masuki ruangan itu.

“Aku dan Kai.” Ujar Baekhyun.

“Noona, bisa aku titipkan Sehun kepadamu?” Tanya Suho sopan.

“Tentu saja!”

***

“Eung..” Gumam Sehun setengah sadar.

“Sehun-ah! Kau baik – baik saja? Ada yang sakit? Per-”

“Noona, apa kau pernah berdansa sebelumnya?” Tanya Sehun tiba – tiba, memotong beribu – ribu pertanyaan Hee Ra.

“Eh? Ani. Wae? Kenapa kau tiba – tiba menanyakan hal itu?” Tanya Hee Ra mengerutkan dahinya.

“Aku.. Bermimpi berdansa dengan seorang yeoja. Dan entah mengapa, sekarang aku ingin berdansa denganmu, noona!” Ucap Sehun dengan mata berbinar.

“Kita akan berdansa, tapi setelah kau sembuh, ya?” Ucap Hee Ra meminta persetujuan.

“Ani. Aku ingin dansanya sekarang. Jebal, noona..” Rengek Sehun lalu mendudukkan dirinya.

Hee Ra menghela napasnya panjang. “Tapi ini sudah malam.” Elak Hee Ra menolak.

“Tidak apa – apa.” Ujar Sehun sambil tersenyum riang.

***

Ditengah dinginnya malam di rumah sakit itu, Sehun menggenggam tangan Hee Ra lembut.

Lampu – lampu yang unik, piringan lagu yang mengalunkan lagu – lagu indah, lantai bersinar dan juga bulan terang benderang melengkapi koridor rumah sakit, dimana kedua orang ini berdansa.

Persis seperti aula dansa sungguhan.

Hanya saja, pakaian mereka nampak aneh untuk tempat berkelas seperti itu.

“Sehun-ah, tidakkah kau lelah? Aku takut jantung-”

“Noona, jika aku mati di esok hari, setidaknya aku ingin memiliki cerita untuk para malaikat disana. Aku ingin bercerita bahwa aku telah berdansa dengan seorang gadis cantik malam ini.” Ujar Sehun yang membuat Hee Ra tertegun.

“Noona..” Panggil Sehun saat melihat Hee Ra tak bergeming.

“Akan kuberitahu kau satu rahasia besar.” Lanjut Sehun yang membuat Hee Ra penasaran.

Sekalipun di tempat yang gelap, Hee Ra masih dapat melihat senyuman manis yang terukir di wajah Sehun.

“Sekalipun orang ini belum menyatakannya, tapi aku sangat yakin bahwa Baekhyun hyung mencintai noona.”

***

“Eomma!” Teriak Hee Ra saat melihat appanya sedang memukuli eommanya dengan ikat pinggang.

“Appa!” Bentak Hee Ra sambil menahan tangan appa yang hendak mencambuk istrinya lebih keras.

“Appa tidak tahu diri! Bagiku, lebih baik memiliki seorang appa yang bekerja sebagai pengemis daripada memiliki appa yang bekerja sebagai karyawan sepertimu!” Desis Hee Ra dengan tatapan tajamnya.

Tangan Hee Ra masih mencengkram pergelangan tangan appanya dengan kuat, berusaha mencurahkan segala amarahnya.

“Appa seperti dirimu.. Appa yang tidak tahu malu, tidak punya hati, tidak punya perasaan.. Appa yang hanya bisa menyiksa istri dan anaknya.. Tidak pantas disebut sebagai appa!” Bentak Hee Ra keras.

“Yak! Jika kau masih ingin berperan sebagai appa, tunjukkanlah!” Teriak Hee Ra tak terkendali.

“Anak kecil.. Berani menggunakan banmal dengan orang tua?!?” Bentak si appa lalu dengan sekali gerakan, ia menghempaskan tangan Hee Ra ke udara lalu berjalan pergi dengan emosi yang masih meluap – luap.

***

“Noona? Kenapa sendirian di taman? Tidak menjenguk Sehun?” Tanya Baekhyun terkejut saat melihat Hee Ra sedang terduduk lesu di ayunan taman belakang rumah sakit.

“Aniya.. Aku hanya ingin sendiri.” Ucap Hee Ra menjawab pertanyaan Baekhyun.

Melihat ada sebuah ayunan lain yang kosong, Baekhyun segera mendudukinya sambil tersenyum riang.

“Kenapa noona lesu?” Tanya Baekhyun polos.

“Appa noona.. Selalu saja menyebalkan. Hanya bisa menyiksa orang lain, tapi belum pernah menyiksa diri sendiri.” Gumam Hee Ra.

Baekhyun terkekeh pelan. “Dulu.. Yeojachingu ku juga seperti itu.” Ujar Baekhyun terbuka.

“Noona! Ayo kita ke kamar Sehun! Kurasa keadannya memburuk.” Ujar Baekhyun cepat saat ia melihat ada sebuah pesan masuk di telepon genggamnya.

***

“Anda yakin ingin menjadi pendonornya?” Tanya seorang dokter kepada seorang gadis.

“Ya.” Jawab gadis itu yakin.

“Tentu anda tahu segala resikonya, bukan?” Tanya si dokter lagi.

“Tentu.” Jawab gadis itu sambil menandatangani berkas – berkas yang ada.

“Pendonoran jantung ini akan dilaksanakan minggu depan. Apa anda siap? Saya sarankan sebaiknya anda banyak beristirahat, nona.” Ujar dokter itu sopan.

“Tentu. Terimakasih atas bantuannya, Dok.” Ujar gadis itu lalu berlalu pergi.

***

“Minggu ini.. Minggu terakhir noona akan berada disini.. Minggu depan noona akan melanjutkan kuliah noona di Paris.” Ujar Hee Ra kepada member EXO K lainnya di kamar rawat Sehun.

“Noona..” Lirih D.O pelan.

“Sudahlah. Ini kan demi kebaikan Hee Ra noona. Bukankah seharusnya kalian mendukung?” Tanya Suho menguatkan.

‘Kring.. Kring..’

“Ha-Apa?!? Eomma? Meninggal? A-Aniya.. Itu pasti- Geurae. Aku kesana sekarang!” Ujar Suho frustasi lalu keluar dari rumah sakit dengan terburu – buru.

Member lainnya kecuali Sehun dan Hee Ra mengikutinya dengan mobil mereka masing – masing.

Semoga semuanya akan baik – baik saja, batin mereka berdua.

***

“Hyung.. Jangan bersedih.. Eommamu pasti akan baik – baik saja di alam lain, hyung..” Ujar Kai menguatkan Suho.

Suho hanya tersenyum tipis. Sejak awal mengetahui penyakit eommanya, ia sudah menduga kejadian ini pasti akan datang.

“Hyung! Katanya Sehun sudah mendapat donor jantung!” Bisik D.O tiba – tiba.

Spontan, mata Suho membelalak terkejut. Ia menghubungi pihak rumah sakit untuk memastikan kabar gembira itu.

“Aku akan kesana sekarang.” Ucapnya memutuskan sambungan telefon.

***

Dengan perasaan campur aduk, Suho memasuki kamar dimana Sehun dirawat.

“Selamat, Sehunie! Kapan operasi itu akan dijalankan?” Tanya Suho dengan mata berbinar. Siapapun tak akan menyangka bahwa anak ini habis kehilangan ibunya enam hari yang lalu.

“Besok pagi, hyung!” Ucap Sehun tak kalah gembira.

“Tapi.. Besok pagi Hee Ra noona juga akan pergi ke Paris. Jadi.. Apa ia tak bisa menemaniku operasi?” Tanya Sehun tiba – tiba sedih.

“Ingat, Sehun-ah! Itu semua demi kebaikan noona.” Ujar Suho tak ingin membuat Sehun bersedih.

Sehun tersenyum tipis, “Aku akan selalu menunggu noona.”

***

Di pagi yang cerah itu, semua member EXO K berkumpul di kamar rawat Sehun.

“D.O hyung! Kenapa akhir – akhir ini kau keren sekali? Kau mengubah gaya rambutmu?” Tanya Sehun sambil memandang rambut D.O.

“Ne, hyung. Kau jauh terlihat lebih keren! Kau gunting rambut dimana?” Tanya Kai dilengkapi pujiannya yang tulus.

D.O hanya tersenyum lebar. Tidak mungkin kan ia bercerita tentang perjalannya menggunting rambut di nenek – nenek tua itu bersama Hee Ra hingga ‘pertunjukkan gratis’ yang ia berikan kepada orang – orang di jalan raya? Bisa – bisa semua member EXO hanya menganggapnya mengarang cerita.

Andai saja Hee Ra noona masih ada di Seoul..‘ Batin D.O sambil tersenyum manis mengingat kenangannya bersama Hee Ra.

“Sehun-ssi, operasinya akan segera dimulai, ne? Kami akan membiusmu.” Ujar si dokter yang tiba – tiba masuk ke kamar rawat Shun dengan membawa sebuah jarum suntik.

Dan setelah Sehun mengangguk, dunianya seakan berputar dan semuanya tiba – tiba saja terasa gelap.

***

“Baekhyun-ssi?” Panggil seorang laki – laki dengan ragu.

“Ne?” Tanya Baekhyun kepada laki – laki itu.

“Apakah.. Operasi Sehun-ssi telah selesai?” Tanya laki – laki itu tiba – tiba.

Baekhyun hanya mengangguk bingung.

Aneh, laki – laki ini kenapa bisa bertanya seperti itu? Apa kami pernah bertemu sebelumnya?‘ Tanya Baekhyun dalam hati.

“Operasinya berjalan dengan lancar.” Tambah Baekhyun canggung.

Laki – laki itu menghela napas lega. Setelah melirik jarum jam, ia menyerahkan sebuket bunga yang sedari tadi ia pegang.

“Untukmu, Baekhyun-ssi.” Ujar laki – laki itu lalu berlalu pergi sebelum Baekhyun sempat bertanya apa – apa lagi.

Diantara bunga – bunga itu, Baekhyun melihat sebuah surat terselip diantaranya.

Setelah menimbang – nimbang, akhirnya Baekhyun memutuskan untuk membaca surat itu.

Baekhyun-ah, ini noona. Noona ingin minta maaf kepadamu karena noona tidak sempat mengucapkan selamat tinggal kepada kalian. Jangan bersedih lagi, arrachi? Jaga Sehun baik – baik, ya? Jagalah dirinya karna jantungku ada di dalam tubuhnya. Jeongmal gamsahamnida, mianhamnida,….. Saranghamnida..

 

**

THE END

**

THANKS FOR READING 😀 WE OPEN BAD AND GOOD COMMENTS, BUT STILL ! KEEP RESPECT 😀

FOLLOW @ADOREABLEXO for the lastest update about EXO

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE FANFICTION : @EXO1st_INA

ALSO RECEIVE PRIVATE EMAIL 😀 JUST SENT TO : ask.exo1st@yahoo.com

Exofirstwonderplanet@yahoo.com

VISIT OUR WORDPRESS : exo1stwonderplanet.wordpress.com

ORIGINAL MADE BY SSDNN, NO PLAGIRISM.

If you interest become official author or freelance author, please see https://exo1stwonderplanet.wordpress.com/ff-freelance/

 

Advertisements

Tagged:

9 thoughts on “[FREELANCE] EXOtic’s Fiction “Our Noona”

  1. Lee Ji Eun January 28, 2013 at 12:22 PM Reply

    Gak bisa ngomong apa – apa. Sumpah noona nya baik banget. Oh astaga. Sedih banget sih! Feel nya dapet BANGET!

    • ssdnn March 10, 2013 at 3:11 AM Reply

      makasih ya udah mau baca^^

  2. @sysie14 February 1, 2013 at 4:35 AM Reply

    fanfic nya seru thorrrr..
    daebak. ini nih yg ak suka. genre family^^
    keep writting thor. saya tunggu 😉

    • ssdnn March 10, 2013 at 3:11 AM Reply

      makasih ya udah mau baca^^
      wah. suka genre family, ya? hehe:D

  3. vickysyapa February 4, 2013 at 2:31 PM Reply

    ah gila…. keren abis!!!!!
    nangis thor bacanya TT_TT
    ga tau kenapa, tapi dapet banget nih feelnya… tapi keren gila!

    • ssdnn March 10, 2013 at 3:12 AM Reply

      makasih ya udah mau baca^^
      wah. sampe nangis? haha:D
      yang bikin juga nangis soalnya ga selesai selesai’-‘
      hehe:D

  4. ssdnn March 10, 2013 at 3:10 AM Reply

    Reblogged this on Pearlescent Blue.

  5. Jung Chan Ra July 2, 2013 at 8:17 AM Reply

    Aigoo ;(
    aku sdih bgt bacanya. Coba aja hee ra eonni msih idup, kan psti ada cinta segi empat noh: hee ra, suho, baekhyun, sehun.
    OMG. Daebakk deh ff nya 😎
    keep writing thor

  6. hannie June 21, 2014 at 2:50 PM Reply

    Uh Annyeonghaseo sya reader baru slam knal
    Fict ny sdih eonnie ny baik bget uuu pngin dpt epilog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: