EXOtic’s Fiction “Bitter Sweet Revenge” – Part 1

EXOtic’s FICTION

Exo1stwonderplanet.wordpress.com

“Bitter Sweet Revenge”

exo-exom-exo-m-luhan-cute-Favim-vert-horz

 

*Title : Bitter Sweet Revenge

*Sub-Title : Part 1 – First Revenge

*Author : Han Je Si

*Main Cast :

  • Jessy Han
  • Luhan
  • Kris Wu

 

*Length : Series

*Genre : Celebrity Life, Romance, Revenge

*Rating : PG-15

*P.S : This story started at Changsha (While EXO-M have their first Variety Show “Happy Camp). Imagine pure cute innocent Lulu, Responsible Cold Kris also Naugthy Careless Jessy. Thank you for reading <3. Italic and bold are past time. Some italic are foreign language. Sorry for a lot of typo. If you find it, pretend like you didn’t find it, okay? ^^ Haha

*Disclaim : SEMUA FANFICTION YANGDIPOST exo1stwonderplanet.wordpress.com adalah milik author yang menulis. DO NOT POST ANYWHERE WITHOUT ANY PERMISSION. And after read, please give comment^^ Every words from EXOWPers is A GOLD! *bow*

 

**

“Jessy-a….”

“Ne. unni?”

“Bisakah kamu membantuku?”

“Bantu apa?”

“Pergilah ke gedung SM dan gantikan aku menjadi coordi disana.”

“Nde?”

**

 

tumblr_m9s5a1eliN1r52tbjo1_500

ef32678743b5f3d7af0dc82e190a9ef2_view

Aku menurunkan sedikit topiku lebih rendah dari sebelumnya. Sedikit panic ketika mendengar teriakkan itu semakin mengeras. Sekarang aku sedang berada di Bandara. Kami, aku dan EXO-M sedang berada di Bandara menuju Changsha untuk Variety Show pertama mereka. Dan bisa kubayangkan seberapa banyak fans mereka yang menunggu mereka. EXO-M, boyband rookie dari SM Ent. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa mereka sangatlah menganggumkan. Mereka bukan hanya saja tampan dan cocok dengan apapun yang kusarankan pada mereka, tapi mereka juga bertalenta dan mampu mengikat hati siapapun. Tak terkecuali aku.

Mei-mei-a…”

Aku menoleh dan mendapati Lay, atau lebih suka kupanggil Gege berdiri disampingku. Dia memanggilku Mei-mei. Yang berarti adiknya. Gege selalu berkata bahwa ia ingin sekali mempunyai adik kecil, sementara dianatara semua coordi, aku lah yang paling muda. 17 tahun untuk umur Korea. Tanpa sadar aku mendorong Lay menjauh, “Yak, gege. Bagaimana kalau ada fans yang mem-foto?”

Wei shen me? Paling-paling wajahmu akan di blur.” Ucapnya polos sambil terus mendekat padaku. Sialan, itu memang benar. Tapi hanya saja aku tidak ada yang ingin mengenaliku. Tidak ada yang boleh mengenaliku. Semua coordi dan manager oppa tau benar kenapa aku tidak ingin dikenali. Mereka berkata harusnya aku santai saja, tapi tetap saja tidak bisa. Tidak ada yang boleh mengenaliku sedikitpun.

Detik berikutnya aku sama sekali untuk malas bersuara, membiarkan Yixing Gege berkata apapun disebelahku. Toh aku tidak akan bisa menghindar juga darinya. Hari ini aku lah yang mendandani Yixing gege. Aku suka tubuhnya yang ramping dan bisa menggunakan apapun. Ia terlihat lebih menawan jika dibalut dengan kain hitam polos disekujur tubuhnya. Warna ungu adalah warna yang sangat cocok dengannya. Ia sangat tampan hari ini. Aku iri sekali dengannya.

“Yixing-a!”

Yixing Gege menoleh kebelakang dan mendapati Kris oppa berjalan mendekat kearah kami. Astaga astaga, bisakah dia berhenti menjadi begitu tampan? Siapa yang mendandani Kris oppa? Bless her! Ah, aku baru saja ingat kalau aku lah yang memilihkan baju-nya hari ini walaupun tidak mendandaninya. Ia terlihat begitu mempesona dengan kaos polos dan jas biru itu. Kris Oppa  sangat menyukai kalung dan juga pierching. Ia tidak akan protes apapun jika didandani tapi ia tidak suka dan sangat tidak suka jika harus menggunakan baju yang sleeveless. Semua orang tau kalau ia mempunyai tattoo kalajengking di lengannya. Dan ia tidak suka menunjukkannya pada siapapun. Aku tidak pernah bertanya kenapa ia memilih untuk men-tatoo dirinya sendiri. Mungkin Kris oppa hanya tidak ingin terlihat mengerikan dimata fans-nya. Padahal menurutku, hal itu keren.

“Kamu di panggil sama Manager Hyung.”

“Mwo? Jinja? Arraseo. Mei-a, Gege ketemu sama manager hyung dulu ya.” Ucap Yixing Gege sembari mengelus-elus kepalaku. Aku hanya menganguk patuh sambil terus berjalan. Kenapa aku seperti anak kecil seperti ini?

Btw, I hate this the most. Walking beside Kris Oppa is really make me looks so short. Padahal aku sudah menggunakan high heels hari ini. Tapi kenapa ia semakin tinggi saja hari ini? Masa unni memberikannya insoles?

Oppa…”

Kris oppa hanya terus menggumam, ia sama sekali tidak melihatku seperti yang dilakukan Yixing Gege jika berjalan bersamaku. Matanya tetap lurus kedepan, memberikan senyum terbaiknya atau setidaknya tatapan terbaiknya kesetiap kamera fans. Baiklah, aku tau ini salah. Tapi aku menyukai tatapan dinginnya itu. Sekalipun aku selalu berada disisinya, aku tidak pernah mendapat foto-nya. Aku lebih memilih untuk mengumpulkannya dari beberapa fansite favourite-ku.

Oppa tidak menggunakan insoles kan hari ini?”

Aku bisa melihat raut wajah Oppa berubah drastic dan langsung menatapku, “Tentu saja tidak, Jessy-a. Mungkin kamu saja yang semakin pendek.” Ucapnya cepat lalu kembali melangkah. Sialan. Kenapa ia tidak pernah mengeluarkan perkataan yang baik? Dari awal hingga akhir aku terus mengutuk diri kenapa aku harus mengurusi pria sepertinya. Kalau bukan karena pekerjaan ini, aku pasti akan membuat tampangnya acak-acakkan dan jelek hari ini.

**
“Luhan-a!!!!!!”

“Han Je Si-a! Aku ini lebih tua darimu! Panggil aku dengan sebutan Luhan Oppa!”

“Shirreo! Kamu seperti anak kecil bagi-ku, Luhan-a!”

“Kalau begitu panggil aku Gege!”

“Sh-i-re-o!!!!!!” elakku sambil mengambil jaket yang dibawa Luhan dan melipatnya hati-hati. Aku bisa merasakan bahwa Luhan mengikutiku terus dengan pout-an-nya yang lucu itu. Aku tersenyum lalu mengacak-acak rambutnya pelan, “Luhan-a, tidurlah. Kamu tidak lelah?”

“Ani… Aku mau bersamamu.”

“Woah.. Apa yang dikatakan uri Luhan-a? Bagaimana kalau aku melaporkannya pada Sehun-a?”

Luhan melipat tangannya didepan dada lalu menatapku tajam, “Apa hubungannya dengan Sehun? Ia tidak akan marah. Aku hanya ingin mengganggumu. Kenapa harus selalu dikaitkan dengannya?”

“Ara-ara. Jangan cepat marah seperti itu, Luhan-a. Sekarang kamu ingin apa?”

“Panggil aku, oppa.”

Aku menarik tangan Luhan sehingga ia berdiri dari tempat duduk. Ia berdiri dihadapanku, beberapa centi dariku lebih tepatnya. Tubuhnya itu tinggi. Sekalipun sikapnya terkadang seperti anak kecil, ia tetap saja terlihat seorang pria dihadapanku. Baunya yang manis dan hangat seperti seorang bayi merasuk tubuhku. “Kalau aku tidak mau, apakah tidak ada permintaan lain?” tanyaku menggoda.

Wae wae wae kamu tidak mau memanggilku dengan sebutan Oppa. Neo jeongmal.. jahat.” Protes Luhan membuatku tertawa. “Bagaimana aku bisa memanggilmu dengan sebutan Oppa jika kamu terus mengeluh begini Luhan-a.”

“Tapi.. tapi..”

Aku memajukan langkahku dan masuk kedalam pelukannya. Aku bisa merasakan nafas Luhan terdengar sangat berat dan detak jantungnya yang terasa semakin cepat. Aku suka setiap reaksi yang ia berikan untukku. Aku bahkan tidak tau kenapa aku menjadi seperti ini padanya. Aku hanya merasa nyaman padanya, seperti aku merasa nyaman pada member lain. Aku, gadis 19 tahun yang masih belum pernah jatuh cinta. Salah? Tidak. Aku hanya belum bisa menemukan seseorang yang membuat jantungku berdebar sangat keras sekalipun aku bisa membuat banyak pria jatuh cinta padaku.

“Jessy-a.”

“Euhm?”

Saranghae..”

“Ara..” balasku sambil mengeratkan pelukkan diantara kami. Ini bukan kali pertamanya Luhan mengatakan hal ini seperti ini.  Aku shock, tentu saja saat pertama kali. Tapi lama-kelamaan aku bisa beradaptasi pada setiap perkataannya. Tidak ada ikatan diantara kami. Aku sendiri tidak mengerti apa yang terjadi diantara kami, semuanya terjadi seperti ini. Tanpa aku bisa berbuat apapun.

**

“Aku melihatmu dengan Luhan tadi.”

Aku tidak menoleh kearah Kris Oppa kali ini. Aku tau ia akan protes untuk apa yang kami lakukan. Tapi bisakah ia protes pada Luhan saja? Karena yang memaksaku untuk memeluk Luhan adalah Luhan. Ya mungkin karena juga aku ingin merasakan bau bayinya lebih dekat, tapi kan aku juga terpaksa melakukannya karena ia terus merengek. Jadi ini bukan sepenuhnya salahku.

“Kalian pacaran?”

Dengan cepat aku menggeleng. Mataku bertemu dengannya, mata tajamnya yang membuat siapapun meleleh karena terpesona sekaligus ketakutan. Tapi untuk kondisi ini, aku meleleh untuk terpesona kesekian kali. “Lalu?”

“Tidak tau. Kenapa Oppa  tidak bertanya langsung saja pada Luhan?”

“Kamu tau kalau Luhan tidak bisa diajak bicara serius.” Katanya terus terang. Kami berhenti disebuah sofa nyaman diruang Lounge. Aku tidak melihat bayang-bayang Luhan disekitar sini. Mungkin dia sudah jatuh tertidur setelah aku membuatkannya Strawberry Milk hangat.

“Kami masih boyband Rookie, Jessy-a. Akan buruk jika salah satu dari kami terlibat kisah cinta. Terlebih lagi jika bersama salah satu coordi.” Ucap Kris Oppa serius. Ia duduk bersandar disandaran sofa dan kakinya terlipat indah dihadapanku. Aku tersenyum lalu menatapnya licik, “Oppa, aku sama sekali tidak ada perasaan pada Luhan. Dan aku ada disini karena pekerjaan. Membuat Luhan nyaman adalah bagian dari tugasku. Jika aku pacaran dengan salah satu dari kalian, aku pasti akan memberitahumu.”

Jujur saja. Aku benci tatapan tidak percaya dari Kris. Ia selalu menganggapku anak kecil yang bisa memberikannya masalah kapanpun dan tidak memberikanku sedikitpun kesempatan untuk berusaha. Ia seperti dengan teratur mendorongku menjauh. Disaat pertama kali tau aku adalah coordi untuknya, ia hanya memintaku untuk menyiapkannya baju dan memilih coordi lain untuk mendandanni-nya. Aku tidak mengerti. Yang jelas, aku membenci dan menyukainya sekaligus. Mau tidak mau, ia tetap mempesona dimataku.

Oppa tidak istirahat?”

Pria itu menggeleng sambil menyesap hot coffee yang tadi dipesannya. Kami terus terdiam untuk beberapa saat. Tapi kemudian aku memajukan wajahku mendekat kearahnya yang duduk dihadapanku. “Oppa membenciku?”

Kris terlihat ragu beberapa saat. Aku lebih berharap bahwa ia mengatakan semuanya secara langsung tanpa berputar-putar. Karena aku paling benci jika ada orang yang tidak tulus dengan perasaannya sendiri. “Tidak. Aku hanya tidak nyaman dengan keberadaanmu.”

Suara tawa terdengar halus dari mulutku. Senyum yang sedari tadi tidak terukir sekarang terpajang indah diwajahku, “Oppa tenang saja. Aku tidak akan lama. Aku hanya menggantikan coordi unni yang sedang ada urusan. Lagipula dari mata Oppa, aku sudah tau kalau oppa hanya percaya pada unni yang sudah bekerja lama dan professional. Oppa tidak pernah sekalipun menghargai kerja kerasku, kan? Ara.”

“Tidak, bukan seperti itu.”

Oppa, aku sama sekali tidak tersinggung. Aku akan lebih sebal jika Oppa berpura-pura seperti tidak ada yang salah.”

Aku berdiri lalu mengambil jaket yang tertinggal diatas sofa, tanganku yang kecil menggenggam cappuccino hangat yang sedari tadi kuesap. “Terima kasih atas traktirannya, oppa.”

Dari ekor mataku, aku bisa melihat bahwa ia menghela napas panjang akan kelakukanku. Aku tau kalau seandainya ia memang tidak pernah suka akan keberadaanku. Tapi aku kan berada disini juga terpaksa. Toh mau apapun yang dia perbuat, tidak akan pernah bisa membuatku pergi selama masih terikat kontrak. Setidaknya aku bisa bahagia karena dia harus tersiksa akibat menyesuaikan dirinya disisiku. Untuk sementara waktu.

**

“Jessy-a, bangunkan Kris sekarang.”

Aku melepas bando yang menahan rambutku saat aku membersihkan wajahku. Mataku yang tadi belum sepenuhnya tersadar tiba-tiba saja membulat drastis mendengar suara Seunghwan Oppa yang ada dibelakangku. Aku tidak pernah mengerti dengan jalan pikirannya.

Sebelumnya, aku tidak pernah dikaitkan dengan Kris Oppa, entah itu karena pembagian tugas yang memang seperti itu atau karena permintaan pria itu. Sepertinya Seunghwan Oppa bisa membaca pertanyaan yang terpancar dari mataku, “Ada pergantian pembagian tugas.”

Pria itu berdeham sebentar lalu keluar dari kamar mandi dan duduk diatas sofa kamarku, kamarku kosong. Mungkin coordi lain mungkin saja sudah keluar. “Kamu akan bertanggung jawab sepenuhnya akan Kris dan Lay. Mulai hari ini.”

Tenggorokkanku tiba-tiba saja tercekat. Apa yang dia katakan? Kris?

“Maksud, oppa?”

Seunghwan Oppa menegakkan tubuhnya dan menatap lurus kemataku, “Kamu akan lepas tangan akan Luhan. Kami hanya tidak ingin ada rumor diantara kalian.”

“Tapi hubunganku dengan Luhan hanya sebatas teman, oppa..”

“Tapi kamu tidak memanggilnya oppa dan kalian terlihat lebih dari seorang teman bagiku dan mata banyak orang.” Ucapnya pelan namun dengan nada yang lebih berat. Aku menghembuskan napas keras-keras. Tau dengan jelas perbuatan siapa ini.

Tanpa kata apapun, aku berdiri dan meninggalkan Seunghwan Oppa yang masih duduk lalu menutup pintu kamar keras-keras. Aku tidak marah, hanya saja mereka tidak bisa bertindak seenaknya tanpa mendengarkan penjelasanku, kan?

**

Tanganku menarik tirai itu kuat-kuat sehingga sinar matahari masuk kedalam ruangan itu tanpa ampun. Suara berisik ini juga mungkin  bisa menjadi alat yang membantuku membangunkan mereka. Tao dan Kris. Duo paling susah dibangunkan di EXO-M.

Suara berisik mulai terdengar diatas kasur dan aku melihat selimut mereka mulai bergerak-gerak. Tap sialnya, semua kembali sunyi setelah sekian menit aku menunggu. Dengan sebal aku menapakkan kakiku mendekat kasur mereka. Dalam satu tarikan, aku bisa melepaskan selimut yang dipakai Kris. Aku tidak kaget kalau seandainya pria itu hanya menggunakan boxer putih yang pernah sekali aku lihat. Tubuhnya yang putih itu terlihat sangat indah dan bahkan tidak berlemak sedikitpun. Benar-benar sempurna. Aku tertawa sedikit ketika Kris melipat tubuhnya sendiri karena merasa kedinginan, tapi apa peduli-ku?

“Mr. Kris, tolong bangun karena sebentar lagi semuanya harus turun. Anda juga, Mr. Huang Zi Tao.” Ucapku akhirnya. Tiba-tiba saja mata mereka berdua terbuka lebar dan dengan kaget melihatku, “YAK! Kamu sedang apa dikamarku?” teriak Tao sebal sambil berusaha menutupi tubuhnya sendiri.

“Aku kesini bukan karena kamu, Mr. Huang Zi Tao. Tapi aku disini karena disuruh membangunkan Mr. Kris yang terhormat.” Jawabku ringan sambl menyunggingkan senyum manis.

Mata Tao membulat, membuat matanya semakin lucu. Apalagi dengan kantong matanya yang tebal itu. “Kamu coordi Kris Gege sekarang?”

Nde.”

Kris dengan malas bangun dari tempat tidurnya dan berjalan kearah kamar mandi. Tangannya yang besar itu merebut handuk putih yang sedari tadi ku genggam, “Milikku, kan?” ucapnya tanpa sedikitpun memberiku waktu untuk menjawab.

“Dasar menyebalkan.” Rutukku sebal sambil duduk diatas kasur yang tadi ditiduri oleh Kris. Tao disampingku bergelung lagi didalam selimut, tapi ia terus menatapku. “Jessy-a, kenapa kamu bisa menjadi coordi Kris Gege sekarang?”

Hembusan napas lelah keluar dari mulutku, “Tanyakan itu pada Gege tersayangmu, Tao-a.” ucapku sesaat sebelum aku menidurkan tubuhku diatas kasur dan menciumi bau Kris. Sialan, kenapa perasaanku jadi seperti ini?

**

7e088f7agw1dtschxfabnjb0q13

Aku memakaikan baju warna yang tadi kupilihkan untuk Kris. Setelah selesai, aku mengatur model atas bagian baju dengan itu hati-hati. Parfum yang digunakan pria itu sangat menyengat. Bukan bau yang menggoda seperti parfum Tao atau Kai, tapi lebih aura dingin dan dewasa. Setelah selesai, Kris berjalan menjauh dariku dan berkaca di cermin besar didekat kamar mandi sementara aku menjelajahi koper hitamnya itu. Aku mengambil kotak hitam yang ada didasar koper itu, aku tau kalau seandainya Kris melirikku dari ekor matanya tapi tidak bereaksi sama sekali akan perbuatanku. Ia hanya diam sementara mengatur kera bajunya dengan hati-hati.

“Itu kotak aksesorisku. Tolong pilihkan.” Katanya ringan tanpa menoleh sedikitpun kearahku. Bagiku, itu perintah. Bahkan Yixing Gege ataupun Luhan belum pernah memerintahkan seperti itu. Dan satu hal lagi yang kutemukan di Kris, dia memiliki kotak aksesorisnya sendiri. Terpisah dari yang lain. Itu berarti tugasku bertambah.

Dengan pelan-pelan aku membuka pengunci kotak perhiasan berwarna hitam itu dan terperangah melihat isinya. Pierching yang indah, jam tangan mahal ataupun kalung unik kutemukan disana. Masing-masing terletak rapi disetiap tingkatan kotak itu. Aku tidak pernah melihat design-design barang-barang itu sebelumnya. Kemungkinan besar adalah pria itu sendiri yang mengoleksinya.

Tanganku mengambil sebuah kalung silver, ditengahnya terdapat bandul yang berbatu matakan hitam. Pria itu menggunakan kalung itu kemarin. Aku selalu ingin tau dimana ia membeli benda-benda ini, karena aku jatuh cinta pada setiap design-nya.Tanpa kata-kata, Kris merebut kalung itu dan menggunakannya pelan-pelan kalung itu.

Aku tersenyum ketika ia kesulitan menggunakannya dan beranjak mendekat kearahnya.

“Kamu mau membantuku? Apa kamu tidak merasa bahwa kamu kependekkan?” sindirnya sambil menunjukkan senyum liciknya.  Tapi sungguh, pria ini salah memilih lawan.

Dengan cepat tanganku menyusup dipinggangnya dan mataku menatap bayangku sendiri dikaca. Pria itu bergerak tidak nyaman ketika aku mengatur model bagian atas bajunya yang ternyata diubah olehnya lagi. Ia terlihat sangat tersiksa dengan itu. Kemudian tanganku memaksa tubuhnya berbalik melihatku.

“Kamu salah memilih orang Kris-sshi.” Ucapku pelan ketika memaksanya untuk menunduk kearahku. Aku sadar kalau seandainya jarak diantara kami sangatlah dekat. Aku bahkan bisa merasakan bahwa nafasnya mengenai telingaku. Tapi aku tetap santai sambil berusaha memasangkan kalung itu dilehernya. “Aku bukan tipe wanita yang akan sesak napas akan pesona-mu.”

Setelah selesai, aku menepuk bahunya lalu memundurkan tubuhku darinya. Senyum terukir manis dibibirku sementara Kris hanya memandangiku dengan tatapan tidak percayanya. “Ini yang kamu lakukan pada Luhan?”

Tawa aneh terdengar dari bibirku, aku membalikkan tubuhku dan mulai membereskan koper pria itu. “Ya, terutama pada artis yang tidak mau diatur dan didandani seperti kalian.”

“And Kris-sshi,”

Aku menutup koper itu lalu berbalik melihat Kris, “Tahan-tahanlah padaku. Toh ini semua karena keinginanmu, kan?”

Muka Kris memucat. Aku bisa melihat kalau seandainya ia menyesali keputusannya sekarang. Menyesali keputusannya dengan memilihku sebagai coordi-nya. Tapi akan kupastikan ia akan lebih menyesal nantinya. Bukan karena aku begitu mengerikan, tapi akan kupastikan ia akan sangat menyesal karena harus jatuh cinta padaku. Pada aku yang dicintai semua orang, dan pada aku yang tidak pernah jatuh cinta pada siapapun.

**

Aku meroggoh kantong serbaguna dipinggangku, berusaha mencari sisir. Aku memajukan langkahku untuk mendekat kearah Kris dan tanpa aba-aba mengatur poni-nya. Aku suka sekali mengatur rambutnya, turun tapi tidak terlalu turun. Ia terlihat sangat tampan dan juga friendly disaat yang bersamaan. Ia pasti akan mendapat komentar yang bagus dari fans nantinya.

Aku bisa merasa Kris agak canggung pada awalnya, tapi ia hanya berdeham dan berusaha untuk tidak menganggapku tidak ada. Lebih baik, aku sedang tidak ingin bicara apapun padanya saat ini.

Tanpa sadar ketika aku kembali ketempatku, aku melihat Luhan menatapku dengan pandangan yang menusuk. Aku tau kalau ia marah sekali padaku, bahkan aku sempat mendengar teriakkan ketidak setujuannya saat didandani dengan coordi lain. Kalau bukan karena Seunghwan Oppa, mungkin saja Luhan masih tetap merengek.

568094701

Secara inti, aku tidak suka dandanan Luhan pada hari ini. Ia menggunakan baju yang dipakai di MV history dan tatanan rambutnya hari ini terlihat sedikit berantakan dan membuatnya tua. Bagaimana bisa coordi yang biasanya yang menangani Kris dan Tao yang kesannya dewasa dijadikan coordi Luhan? Aku sama sekali tidak mengerti pemikiran Seunghwan Oppa.

Suasana di Backstage Happy Camp pada hari itu cukup memuakkan. Ruangannya agak sempit dan banyak sekali orang didalam sana. Belum lagi panas yang membuat make up luntur. Aku berkali-kali membantu Lay gege memperbaiki make upnya. Lay gege sama sekali tidak bisa diajak diam karena ia selalu bergerak. Sama seperti Kai dan Chanyeol oppa.

“Jessy-a, jahat.”

Aku terkesiap ketika merasakan seseorang berbisik dibelakang telingaku sambil menggenggam tanganku. Tapi detik kemudian aku tau kalau itu Luhan. Aku tidak mengerti bagaimana ia bisa berada begitu cepat dibelakangku. Aku tersenyum lalu menggenggam tangannya lebih erat.

“Kamu aku merasa begitu, euhm?” balasku lembut sambil mendekat kearahnya. Aku bisa melihatnya tersenyum, “Yesseu. Kamu sama sekali tidak menolak ketika harus ditugasi untuk mengurus Duizhang dan melepaskanku.”

“Ani, aku protes pada Seunghwan Oppa, tapi ia sama sekali tidak mendengarkanku.”

Tatapan Luhan mulai melunak dan perlahan aku bisa merasakan bahwa ia menidurkan kepalanya dipundakku dan menarik napas panjang disana, “Tapi tadi kamu mengabaikanku. Kukira kamu marah padaku karena aku banyak merengek.”

Aku mengukir senyum dan mengangkat tangan kananku yang bebas untuk mengelusi kepalanya, “Kamu tidak gugup?”

Luhan menggeleng, “Selama kamu ada di genggamanku, aku tidak akan gugup.”

**

“Bukankah sudah kubilang untuk mengambil jarak dengan Luhan?”

Aku dan Tao serta Ye Li unni (Coordi Tao) menengok kearah Kris yang baru saja keluar dari kamar mandi. Ada apa sih dengannya? Kenapa ia selalu marah padaku? Lagipula kan aku hanya memberikan perhatian yang sama kepada semua member.

“Sudahlah, Wufan-a. Luhan memang manja pada Jessy. Ia tidak akan bisa diam kalau seandainya tidak beradadi sebelah Jessy. Lihat saja dandanannya hari ini, ia terlihat sangat murung.” Sela Ye Li Unni sambil menghampiri Kris.

Kris mengehla napas lalu mengalihkan tatapannya dari Ye Li Unni menuju mataku, “Tapi mereka seperti itu di backstage. Banyak sekali orang yang melihat mereka. Bagaimana kalau seandainya fans pada tau? Lagipula dia itu coordi-ku dan Lay. Seharusnya ia berada disebelah kami bukannya disebelah Luhan”

Aku melemparkan piyama yang sedari tadi kugenggam tepat didepan wajahnya, “Maaf. Aku tidak akan mengulanginya lago, Kris-sshi. Aku sudah menyiapkan perawatan wajahmu. Kamu ingin kubantu atau memarahiku terus?”

Kris dengan kasar mengambil piyama itu dan memperdekat wajahnya denganku. Untuk beberapa saat, tidak ada suara yang terdengar diantara kami. Sehingga aku lebih memilih untuk memundurkan kakinya, “Sepertinya kamu tidak memerlukanku. Kalau begitu ayo kita istirahat. Selamat malam, Kris-sshi.”

Aku begitu terburu-buru sampai tidak sadar kalau menabrak lengan pria itu. Tapi tidak apa-apa, aku juga akan melakukannya kalaupun sadar.

Tangannku menutup pintu kamar itu dengan pelan lalu bersandar dibelakangnya. Seumur hidup, aku tidak pernah begitu tidak dipercayainya oleh seseorang. Dan Kris adalah orang pertama yang akan kubuat menyesal.

**

“Kamu keterlaluan, Wufan-a.”

“Iya, ge. Lagipula Luhan Gege yang mendekatinya. Seharusnya bukan dia yang kamu marahi.”

Kris menatap kedua orang yang berada dihadapannya itu dengan gusar. Ia sebenarnya tidak ingin memarahi siapapun. Maksudnya, ia juga tidak ingin melarang Luhan dan Jessy. Mereka memang terlihat seperti teman dimatanya, mungkin lebih. Tapi tidak dimata manager mereka. Mau tidak mau, Kris harus melakukan hal ini jika ia tidak mau membuat rumor diantara EXO-M. Rumor berarti akan menjadi ancaman dan peringatan baru untuknya. Jadi leader, tidak pernahlah mudah. Sungguh.

**

TBC

**

THANKS FOR READING 😀 WE OPEN BAD AND GOOD COMMENTS, BUT STILL ! KEEP RESPECT 😀

 

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE ALL ABOUT EXO: @EXO1st

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE FANFICTION : @EXO1st_INA

ALSO RECEIVE PRIVATE EMAIL 😀 JUST SENT TO : ask.exo1st@yahoo.com

Exofirstwonderplanet@yahoo.com

VISIT OUR WORDPRESS : exo1stwonderplanet.wordpress.com

ORIGINAL MADE BY @HJSOfficial @exo1st_INA , NO PLAGIRISM.

If you interest become official author or freelance author, please see https://exo1stwonderplanet.wordpress.com/ff-freelance/

 

 

Advertisements

Tagged: , ,

12 thoughts on “EXOtic’s Fiction “Bitter Sweet Revenge” – Part 1

  1. Alexikha_Wu December 19, 2012 at 9:06 PM Reply

    Keereeennn 100 jempol buat author….cepet lanjutyah

  2. Anggita Ratri Pusporini December 22, 2012 at 2:04 PM Reply

    haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~ ini sih maunya kamu banget ya Jes, kkk. baru kali ini loh aku mau baca FF yg ada Kris-nya, heheh. gara2 kamu :3
    duh banyak banget yg mau kuomongin sampe bingung O.O
    -itu “kamu” umur 17 apa 19 Jes?
    -“Setidaknya aku bisa bahagia karena dia harus tersiksa akibat menyesuaikan dirinya disisiku”, maksudnya ini apa yg balas dendam? aku masih gatau balas dendamnya disini gimana dan karena apa >//<
    -HEAAAAAA~ kau PD sekali Jes, ckck. "Bukan karena aku begitu mengerikan, tapi akan kupastikan ia akan sangat menyesal karena harus jatuh cinta padaku. Pada aku yang dicintai semua orang, dan pada aku yang tidak pernah jatuh cinta pada siapapun." hahah, okedeh ngikut aja, biar kamunya seneng, walau agak ga terima, kkk XD
    -issssh pasti nih sukanya Luhan yg manja2 ke kamu, huhu jelly T____T *nangis di ketek Luhan
    -ohya! aku setuju!! iya dandanannya Luhan di Happy Camp jelek, aku juga gasuka 😮

    okaaay, aku lupa mau ngomong apalagi. pada dasarnya aku gabisa comment pendek, heheh. tapi seneng kan aku comment panjang? kakakak XDD
    aku ga janji akhir2 ini bakal sering baca FFmu lagi, mgkn abis UN atau kalo lagi bosen, aku baca ya, aku lagi pusing nih Jes kelas XII T__T *curcol*
    KEEP WRITING YAK! XDD

    • hanjesi December 24, 2012 at 6:47 PM Reply

      YIPPIE COMMENT PANJANG. /RLAB/ HAHA
      OKEH. INI KAN FF HASIL FRUSTASI KARENA KRIS -__- HAHAHAHA
      JADI YA OTOMATIS INI MAU KU XD
      1. Disini umur 19 -__-V awalnya 17, tapi karena kesepakatan dengan Author pengedit Addicted to You dan series lainnya, diubah jadi 19 -__-V hehe
      2. Karena apa ya? Karena ga dipercayai sama Kris kali xD hahaha
      3. HAHAH. Aku kan cantik unni -__-V hahah. Lihat aja deh ntaran xD lolol
      4. Iya dong bahagia bikin luhan MANJA. HAHA. Ini juga gara2 ide-nya unni aku dari Hongkong yang ketemu di Backstage dan ngelihat Luhan manja sama stylist sampai ngikutin kemana aja ;—; siaall
      5. Syukurlah ada yang mendukung HAHAHA

      Btw, selamat menempuh hidup susah dikelas 3~ hahahaa
      Thanks for reading :3 muahmuah

      • Anggita Ratri Pusporini December 27, 2012 at 8:30 AM

        HAH SERIUS LUHAN MANJA SAMA STYLIST-NYA? OMOOOOO~ NGIRI PAKE BANGET NGET NGEEEEEET!!! >//<
        hahah yaiyalah semua cewe cantik, masa ganteng :p
        Nimic lanjutin dulu woy!! XDD

      • hanjesi December 28, 2012 at 11:03 AM

        Iya -__- dia beruntung banget jadi partner media disana ;—; SOBSSSSS

        Nimic yaaaa?
        Lagi konsen bikin giveaway ini ;—; sabaar yaaaaa :3

  3. Cynthia December 23, 2012 at 11:51 AM Reply

    Kasian Kris dimarahi manager..
    Tp apakah itu akan berubah jd cinta?
    Luhan gmn 😦
    Aq plig g sk Luhan sakit hati 😦
    Cpt dilanjut dehh biar g penasaran 😀

    • hanjesi December 24, 2012 at 6:50 PM Reply

      Iya kasihan Kris /peluk Luhan/. Jadi cinta ga yaaaa xD Aku juga ga mau bikin Luhan sakit hati /sobs/

      Thanks for reading xD hehehhee

  4. naritareky December 27, 2012 at 3:49 AM Reply

    Je~Si akhirnya aku ada waktu sempat baca FF mu haha

    Dan akhirnyaaa juga kamu post FF
    Kamu tau? Aku seminggu sekali berkunjung ke blog ini tapi FF kamu belum ada di yang di post, sampai akhirnya ada FF baru haha

    Sekaraaang Kris, Luhan Je~Si
    Aku suka sikap manja nya luhan keliatan gmna gitu haha
    Jadi bayangin kalo luhan manjanya ke aku wakakakak

    Btw lanjutan nya jangan kelamaan yaa :p

    • hanjesi December 28, 2012 at 11:25 AM Reply

      Yeayyy \=D/ kamu memang reader sejatiku.. Hhehee :*

      Eungg.. Iya ini giliran kris-lu -_-V kai didepak sama Kris T__T
      Dia memang manja didunia nyata ;—; ga bisa bayangin kalau dia manja ke aku gimana ;–;

  5. mama dimas January 11, 2013 at 3:11 AM Reply

    hahay Kris-ssi bilang aja kalau kamu cemburu 🙂
    next ditunggu,

    • exo1stwonderplanet January 11, 2013 at 6:45 AM Reply

      Iya tuh, harusnya si Kris bilang aja dia cemburu ^^ jadinya aku ga perlu nyiksa dia, kan? :ppppp -HanJeSi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: