EXOtic’s Fiction “Addicted to You”

EXOtic’s FICTION

Exo1stwonderplanet.wordpress.com

“Addicted to You”

 

*Title : Addicted to You

*Main Cast :

Do Kyung Soo

Victoria

*Length : One-shoot

*Genre : Romance, School life

*Rating : PG-11

**

Do Kyung Soo. Itu nama yang tertulis di name tag pria itu. Terlihat jelas dibagian kiri seragam putih-nya. Jaket sweater berwarna biru itu membungkus tubuhnya dengan hangat. Pria itu tersenyum dengan manisnya sambil terus mengaduk adonan yang sedang ia buat. Matanya sedari tadi bercahaya seolah menantikan kue itu matang. Ia bukan suka makan kue, ia lebih bahagia dalam proses pembuatan kue itu. Melihat kue itu mengembang dan dihiasi, membuat hatinya berbunga-bunga.

“BRAKKK…”

Dengan cepat Kyungsoo melihat kearah belakang dan nampaklah seorang gadis dengan rambut gelombang terurai didepan pintu. Gadis itu terkejut ketika melihat seseorang diruangan ini. Selama ini ia tidak pernah menemui siapapun ketika bersembunyi didalam tempat ini. Gadis itu bisa melihat mata pria itu membulat seperti huruf O dan terlihat begitu serius. Entah mengapa gadis itu menemukan hal itu sangat lucu sehingga tanpa sadar tertawa karena tidak tahan akan rasa geli pada perutnya.

“Hahahahahaha!”

Kyungsoo masih menatap gadis itu dengan pandangan bingung. Tapi kemudian ia meletakkan mangkok adonannya keatas counter dan berjalan mendekat kearah gadis itu-gadis yang sedari tadi tidak berhenti untuk tertawa-. Ketika berdiri dihadapan gadis itu, segera saja Kyungsoo memberikan tissiu yang sedari ia bahwa kepada gadis itu. Walaupun bingung, gadis itu tetap mengambil tissiu itu kemudian menggunakannya untuk mengusap peluh yang sedari tadi menetes.

Disaat gadis itu membuat tissiu itu ketempat sampah, Kyungsoo mengikutinya sampai pada akhirnya mereka berdiri bersebelahan. Kyungsoo lebih tinggi daripadanya, entah mengapa hal itu membuatnya sedikit bahagia lalu tersenyum.

What are you doing here?” tanya gadis itu. Suaranya aneh. Suaranya sangat berat dan tidak terlihat seperti apa yang ia lihat. Gadis itu terlihat manis dan juga terlihat polos dan lemah. Tapi bagaimana bisa suara yang begitu berat itu terdengar dari bibir gadis itu?

Kyungsoo bukan bodoh. Ia mengerti Bahasa Inggris. Ia belajar banyak tentang bahasa ini karena ia merasa bahwa ia akan sangat membutuhkan bahasa ini jika ingin mengejar mimpinya yang setinggi langit. Bahasa Inggris pria itu sangat lancar, hanya saja ia malas menggunakan bahasa itu.

“Apakah salah jika aku berada disini?” balas Kyungsoo sambil menatap gadis itu. Mata Kyungsoo terus menatap gadis itu, memperhatikan bahwa mata gadis itu juga besar sepertinya. Alisnya tebal dan bibir gadis itu mungil. Wajah gadis itu bukan seperti wajah orang Korea. Dari awal melihat gadis itu, ia sudah tau kalau gadis itu pasti orang asing. Hal itu terbukti ketika ia melihat name tag gadis itu. Victoria, begitulah kira-kira nama gadis itu. Nama yang terdengar sangat cantik, elegant dan juga kuat disaat yang bersamaan.

Gadis itu berjalan menjauh dari Kyungsoo. Ia mengabaikan pria itu. Mereka tidak dekat, dan Victoria tidak berniat untuk menjadi lebih dekat dengan pria itu. Ia hanya akan tinggal setahun di Korea untuk menjalankan progam pertukaran pelajarnya dan ingin secepatnya kembali ke negaranya. Ia tidak suka Seoul. Apapun yang berbau Korea saat ini. Karena sekolah barunya ini.

I don’t know if there is someone already own this room. I think I will find other place.” Ucap gadis itu tiba-tiba ketika ia sudah mencapai mulut pintu. Ia kembali melihat Kyungsoo untuk beberapa saat. Mereka berdua tidak ada yang berbicara, tapi mereka berdua seolah mempelajari satu sama lain melalui keheningan mereka.

“Ting..”

Mereka berdua, Kyungsoo dan Victoria sama-sama melihat kearah suara itu berasal. Yang pertama sadar adalah Kyungsoo. Itu adalah kue pertama yang ia masak pagi ini. Dan mendengar suara dentingan itu membuatnya semakin bahagia. Artinya ini adalah saat dimana ia menghias kue-kue itu menjadi indah. Victoria ditempatnya sama sekali tidak bergerak, matanya hanya mengikuti Kyungsoo yang berjalan kearah oven dan dengan hati-hati menarik sebuah nampan menggunakan sarung tangan masaknya.

Bau harum segera saja menyerbak di penciuman gadis itu. Dan dengan segera saja membuat perut Victoria protes untuk asupan makan. Jelas. Ia belum makan sejak kemarin. Kenapa? Karena ia masih belum bisa menerima makanan korea manapun. Kecuali Ramyeon.

Kyungsoo dengan hati-hati meletakkan kue itu diatas counter dan melihat cupcake-cupcake yang ia buat mengembang dengan sempurna disana. Ia segera saja mempersiapkan bahan-bahan yang akan ia gunakan untuk menghias kue tersebut. Sesaat sebelum menghias, Kyungsoo melihat kearah pintu dan menatap gadis itu kikuk karena tertangkap menatapnya. Senyum dengan cepat terukir dibibir Kyungsoo, “What’s your name?

Victoria tidak menjawab. Ia baru saja akan melangkah keluar dan ingin menyembunyikan tubuhnya hidup-hidup. Tertangkap basah menatap seseorang, ini baru pertama kali baginya. “Hey, don’t go. I think you can help me to decorate some cupcakes and… Help me to eat this maybe?

Food. Apapun yang berhubungan dengan benda itu, ia tidak akan protes. Dengan segera Victoria menutup pintu dapur itu dan berbalik melihat Kyungsoo yang masih menatapnya dengan senyum. Langkah cepat Victoria membuatnya dengan cepat pula sampai kehadapan Kyungsoo. Celemek yang diberikan Kyungsoo dengan cepat digunakan gadis itu.

You want me to help you eat all of this things? Are you sure?

Kyungsoo menganguk, “Yup. I only love when I make this. Of course I cant eat all of this, right?

Victoria mengambil salah satu kue bintang-bintang kecil yang sudah dipersiapkan Kyungsoo dan mulai untuk mengdekorasi salah satu Cupcake itu, “Btw, what’s your name?

“Do Kyung Soo. How about you?”

Senyum terukir dibibir gadis itu untuk pertama kalinya, dan Kyungsoo masih terus menatap gadis itu seolah menunggu nama yang akan keluar dari mulut gadis itu, “Vic. Victoria”

**

Victoria mengetuk-ngetukkan jarinya keatas kertas gambarnya. Matanya itu terus menatap langit biru yang ada diatasnya, sementara tangannya yang lain mengelus-elus perutnya yang kekenyangan. Sialan, kue tadi benar-benar membuatnya kekenyangan sampai tidak mampu untuk menggambar sekalipun. Sekalipun kesal, ia mengagumi cupcake buatan Kyungsoo. Ini pertama kalinya ia menemukan seorang pria yang bisa telaten memasak seperti Kyungsoo. Victoria harus mengakui kalau bahkan dirinya tidak bisa setenang dan sebahagia itu ketika memasak. Mungkin ia perlu untuk belajar dari pria itu.

But hey! She just met him today and why she must adore him so much? Kemana perginya perjanjian yang ia buat pada dirinya sendiri?

JANGAN TERKAIT DENGAN APAPUN YANG ADA DI KOREA.

She even don’t know. Victoria adalah seorang gadis keturunan Indonesia yang besar juga disana. Ia pindah ke Korea, untuk pertukaran pelajar tentunya. Ia sangat mencintai Korea. Karena ia begitu mengagumi Big Bang dan juga 2AM. Tapi semuanya berubah ketika ia sampai ditempat ini.

Tempat dimana ia tinggal, semuanya baik-baik saja kecuali ia harus menjaga anak pemilik rumah yang sudah dengan berbaik hati menampunya. Dan tempat dimana ia sekolah, terkadang ia menemukan beberapa orang yang sedikit merendahkannya karena berdarah Indonesia. Bagaimana bisa budaya ‘Bully’ masih berlaku dinegara ini? Dan semuanya bertambah runyam ketika ia mendapati lidahnya sama sekali tidak bisa beradaptasi dengan makanan khas Korea. Hal ini membuat gadis itu gila.

Victoria menarik napas panjang-panjang lalu melihat kembali ke sketch book-nya. Ketika melihat tumpukkan gambar-gambar cupcake yang ia design, membuatnya kembali mengingat Kyungsoo. Apakah ia akan bertemu dengan Kyungsoo lagi besok? Mungkin saja ia bisa mendapat makanan gratis yang cocok di lidahnya. Mungkin ia besok harus mencarinya. Demi kepentingan perutnya.

**

Victoria berhenti didepan counter dimana ia mendesign cupcake kemarin. Hanya saja dapur sekolah mereka pada hari itu terlihat begitu sepi dan ia tidak menemukan tanda-tanda bahwa Kyungsoo tidak ada disekitar situ. Kemudian gadis itu dengan mudahnya duduk diatas counter dan memasukkan kedua tangannya kedalam saku jaket yang sekarang ia gunakan. Ia tidak membawa apapun ketempat ini sehingga ia tidak bisa berbuat apapun selain menunggu.

Waktu terus berjalan dan sepertinya Kyungsoo tidak menampakkan batang hidungnya sampai jam istirahat akan selesai. Victoria hanya bisa menghembuskan napas pasrah. Menyalahkan dirinya sendiri kenapa tidak bertanya pada Kyungsoo lebih banyak kemarin. Dan lalu dengan bodohnya menunggu pria itu.

Lihatlah perbuatannya sekarang. Bukan hanya saja tidak mendapat makanan gratis, ia bahkan tidak mendapatkan perutnya terisi dengan baik. Ia akan pingsan mungkin sebentar lagi, mengingat sehabis ini ia harus mempelajari matematika dengan bahasa Korea. Baiklah. Dengan bahasa Indonesia atau Inggris saja ia belum tentu bisa, apalagi dengan Korea. Mari berharap.

**

Kyungsoo dengan pelan membuka pintu dapur itu. Dan matanya membulat ketika Ia mendapati seorang gadis duduk diatas kursi sementara kepalanya tertidur diatas counter dengan nyamannya. Tanpa sadar, Kyungsoo tersenyum dan menutup pintu dapur itu pelan-pelan. Waktu menunjukkan pukul 5 sore dan sekolah sudah mulai sepi. Walaupun tidak akrab dengan gadis itu, entah mengapa ia merasa senang ketika melihat gadis itu disini. Sudah berapa lama kira-kira mereka tidak bertemu? 1 minggu mungkin.

Dengan langkah sepelan mungkin, Kyungsoo menjalan mendekat kearah gadis itu dan menyadari bahwa telinga gadis itu disumpal dengan headset. Headset yang mengeluarkan suara mencapai volume maksimum. Setidaknya hal trsebut membuat Kyungsoo bernapas lega. Setidaknya ia tidak perlu membangunkan gadis itu untuk memasak ditempat ini.

Plastik-plastik yang sedari ia bawa sekarang sudah mendarat mulus diatas counter dan dengan cekatan Kyungsoo mengeluarkan segala alat dan bahan yang akan ia gunakan. Ia sudah tidak sabar untuk memasak hari ini. Kegiatan yang selalu ingin ia lakukan.

**

Indera penciuman gadis itu bekerja. Bau harum dan sangat lezat itu menggodanya untuk bangun. Dan benar saja, Victoria segera bangun ketika baru saja Kyungsoo meletakkan spagetthi yang baru matang itu diatas piring. Kyungsoo masih tidak sadar akan kehadiran Victoria sehingga sekarang tangannya masih dengan asyik menuangkan saus spagetthi itu dan menghias sisi-sisi piringnya.

Victoria terus berjalan mendekat sampai pada akhirnya ia sampai dibelakang Kyungsoo, membuat Kyungsoo merasa merinding tanpa alasan. Kemudian gadis itu memajukan wajahnya sehingga sekarang mulutnya tepat dibelakang telinga Kyungsoo, “Put a lot of cheese in my plate, understand?

Kyungsoo dengan cepat bereaksi, ia segera saja membalik tubuhnya dan mendapati Victoria beridiri dibelakangnya. Melihat tangan gadis itu didepan dadanya lalu menatapnya dengan tatapan serius namun senyum licik terlihat dengan jelas diwajahnya. Kyungsoo hanya bisa menggeleng tidak percaya, “Bagaimana bisa kamu bangun tanpa sepengetahuanku?” gerutu Kyungsoo ketika memarut lebih banyak lagi keju keatas spagetthi Victoria. Gadis itu hanya mengangkat bahu lalu memutari counter, ia berhenti tepat diseberang Kyungsoo sehingga ia bisa melhat wajah pria itu dengan leluasa.

“Kamu terlalu asyik ketika memasak.” Ucap Victoria dengan bahasa Korea. Kyungsoo segera saja menatap Victoria lagi, “Suaramu ketika berbahasa inggris dan Korea sangat berbeda.”

Tawa terdengar dari bibir gadis itu, “It sounds weird, right?

Nope, that’s unique. And I like it.” Ujar Kyungsoo spontan. Ia tersenyum melihat hasil karya sendiri dan dengan cepat mengambil garpu yang ada dalam tas-nya dan meletakkan garpu itu diatas piring. Dalam satu gerakkan, piring itu sudah dihadapan Victoria. Mata gadis itu segera saja berbinar-binar ketika melihat salah satu makanan kesukaannya.

Kyungsoo mengambil kursi dan duduk diseberang gadis itu, tempat awalnya. Spagetthi miliknya sama sekali belum tersentuh sejak tadi. Ntah mengapa, memangku tangannya diatas counter dan mengamati gadis itu makan rasanya lebih menyenangkan. Setiap suapan yang masuk kedalam mulut gadis itu akan membuat Victoria harus menutup matanya untuk merasakan seluk beluk cita rasa spagetthi itu. Dan Kyungsoo senang melihat gadis itu makan. Seperti Victoria benar-benar menikmati apa yang ia buat dan bukannya hanya menikmati makanan itu karena tidak ada yang bisa dimakan. Membuat Kyungsoo merasa berarti.

Melihat pirinya yang masih penuh membuat Kyungsoo menghela napas. Ia tidak pernah suka makanan buatannya sendiri. Ia sendiri tidak tau mengapa. Sehingga tanpa sadar ia menggeser piring itu kesamping sehingga bisa lebih leluasa untuk memangku tangannya disana. Detik kemudian, Kyungsoo berdiri dan memutari counter itu. Victoria masih belum sadar. Masih sibuk dengan spagetthi-nya. Tapi kemudian tubuhnya tegang ketika merasakan tangan seseorang menyentuh rambutnya. Refleks gadis itu berbalik dan mendapati Kyungsoo yang berdiri disana, sambil memegang ikat rambut. Kyungsoo terlihat sangat siap untuk mengikat rambutnya.

“Teruslah makan, aku hanya tidak ingin kamu merasa terganggu waktu makan karena rambutmu sendiri.” Jelas Victoria ketika gadis itu masih terus menatapnya dengan tatapan aneh. Setelah mendengar semua penjelasan itu, Victoria hanya mengangkat bahu dan terus makan. Kyungsoo hanya tertawa tanpa suara melihat hal itu.

“Kamu terlihat bahagia ketika kamu makan.” Ujar Kyungsoo tiba-tiba. Victoria terdiam beberapa saat. Ia harus mencerna perkataan Kyungsoo itu. Bahasa Koreanya bisa dibilang cukup baik, tapi mungkin saja ia salah dengarkan? Lagipula, ia tidak begitu mengerti apa maksud dari kalimat itu. Apakah Kyungsoo sedang memujinya, memberitahunya atau mungkin mengejeknya?

“Maksudmu?’

“Tidak ada. Lanjutkan saja makanmu.”

Victoria menggerutu panjang mendnegar elakkan pria itu. Tapi kemudian ketika piringnya habis, ia mendapati Kyungsoo yang teerus memperhatikannya. Membuat hatinya bertanya-tanya lagi. Tapi dilain hal, spagetthi dalam porsi penuh disebelah Kyungsoo membuatnya lebih penasaran. Kyungsoo yang melihat arah pandang Victoria hanya bisa menggeleng pelan sambil tertawa, “Are you really that hungry?

Well hell. Yes, I am.” Ucap Victoria asal sambil dengan cepat menarik piring spagetthi yang disodorkan Kyungsoo mendekat. Kyungsoo yang mendengar perkataan gadis itu hanya bisa menatap gadis itu tidak percaya.

“Kenapa kamu tidak makan di kantin saja?”

Victoria menggumamkan beberapa kata dengan mulut penuh. Dan Kyungsoo sama sekali tidak mengerti. Pria itu menunggu Victoria sampai selesai mengunyah apa yang ada dalam mulutnya. “Makanan Korea tidak begitu cocok di lidahku.”

Oh really?

You’re English was not really that good, Kyungsoo. Don’t act to be cool.” Sela Victoria sambil tertawa. Hal itu membuat Kyungsoo menatapnya sebal dan mulutnya tidak berhenti untuk memprotes hal tersebut. Dimata Victoria, Kyungsoo seperti mamanya. Bawel tapi jago masak. Entah mengapa ia jadi merindukan rumahnya sekarang.

Don’t wait for me everyday.” Ucap Kyungsoo tiba-tiba. Victoria yang baru saja mengusap bibirnya dengan tissiu untuk menghilangkan noda bumbu dibibirnya langsung bingung. Kyungsoo hanya membalasnya dengan eye smile.

Why?

Because I only available on Thursday. I have a lot of things to do.

Victoria hanya menganguk seolah menandakan bahwa ia mengerti. Mata gadis itu menatap Kyungsoo yang menyodorkan sebotol mineral water padanya. Setiap perlakuan pria itu seperti mengabulkan setiap permintaannya. Kyungsoo seperti mengetahui apa yang ada dalam pikirannya. Terkadang Victoria berpikir bahwa mungkin mata yang bulat itu bisa menembus dirinya, tapi pemikiran bodoh itu ditepis gadis itu habis-habisan.

Eat properly. I don’t want you sick and skip my special food next week, okay?

Victoria mendapati dirinya menganguk ketika mendengar perintah yang terdengar manis di telinganya. Astaga. Bagaimana bisa hal ini terjadi? Dan semuanya semakin buruk ketika menyadari jantungnya terpacu lebih cepat. Lebih kacau lagi ketika mendapati dirinya sudah merindukan Kyungsoo, merindukannya untuk seminggu kedepan walaupun pria itu masih ada dihadapannya sekarang.

**

You are so late….

Pintu itu baru saja bergeser tapi Victoria sudah tau siapa orang itu. Kyungsoo dari balik pintu itu hanya bisa tersenyum, “Apakah kamu begitu lapar sampai menungguku seperti ini?”

Victoria hanya bisa menganguk ditempatnya sementara matanya terus menatap Kyungsoo. Seolah berusaha kembali mengingat segala hal tentang Kyungsoo. Matanya, hidungnya, pipinya, mulutnya, cara pria itu berbicara. Semua hal yang bisa diperhatikan gadis itu.

Well, im not that hungry actually.

I just don’t know what to say.

I am missing you so badly.

And this is horror because I miss you than your food.

“I will cook…”

“Lets cook together.”

Mata Kyungsoo membulat, melihat kearah Victoria yang sudah berdiri disebelahnya. Menatap dengan tatapan penuh minat dan hal itu membuat Kyungsoo merasa ini semua aneh.

**

“Yak! Jangan kupas dan potong bawangnya seperti itu! Astaga! Kamu mengerikan! Berikan pisau itu padaku!”

Dengan polosnya Victoria memberikan pisau itu pada Kyungsoo. Memang tidak aneh, ia memang selalu terlihat mengerikan ketika memegang pisau. Lagipula gadis itu tidak berniat untuk memotong bawang juga. Kyungsoo memotong bawang itu telaten dan beberapa saat kemudian mata pria itu panas. Victoria yang menyadari itu hanya tertawa sementara Kyungsoo hanya menggerutu, “Tidak bisakan kamu berbaik hati mengambilkan tissiu dan membantuku? Atau aku akan menaruh racun kedalam makanan ini.”

Victoria dengan cepat mengambil tissiu, Kyungsoo berhenti sesaat ketika Victoria memegang dahunya dan mereka saling berhadapan. Dengan lembut Victoria mengusap tissiu itu ke mata pria itu. Sangat hati-hati. Ketika selesai, mereka berdua mendapati diri mereka berada dikeadaan yang sangat awkward. Mereka berdua sangat-sangat dekat, dan Victoria sedang memegang dagu pria itu. Astaga, ini semua terasa aneh buat mereka berdua.

Dengan cepat Victoria menarik tangannya sendiri lalu membelakangi Kyungsoo. Ia merasakan bahwa kedua pipinya sekarang sudah pasti merah karena terasa panas sekarang juga. “Ahem… Bisakah kamu ambilkan aku telur dan mengocoknya rata? Aku akan menyelesaikan ini semua terlebih dahulu.’

Angukkan adalah jawaban dari Victoria. Gadis itu tidak mengeluarkan suara apapun dari pita suaranya. Masih tidak sanggup lebih tepatnya.

**

“Jadi apa cita-cita-mu?”

Victoria masih sibuk mengunyah makanan yang ada dalam mulutnya sementara mereka berdua saling bertatap-tatapan. Gadis itu menelan makanan dalam mulutnya lalu menjawab, “Forensik atau mungkin Guru Bahasa Asing. I don’t know.”

Kyungsoo menganguk sementara memasukkan potongan telur kedalam mulutnya, “How about yours?” tanya Victoria balik.

International singer. But chef at first.

“Restoranmu pasti laku nantinya.” Tambah Victoria refleks membuat Kyungsoo tertawa ditempatnya. Ia masih belum memberitahu gadis itu. Mungkin belum saatnya. Ia masih belum memberitahu gadis itu kalau ia tidak bisa menjadi seorang Chef. Karena itulah ia datang ketempat ini. Untuk memasak sesuka hatinya.

“Lalu bagaimana kamu bisa terdampar di Korea?”

“Aku mengikuti pertukaran pelajar. Tidak ada yang special dari itu.” Jawab Victoria cuek sembari mengambil sosis yang ada di piring dihadapan mereka berdua lalu mengigitnya dengan lahap namun tetap sopan.

Kyungsoo memperhatikan gadis itu dengan sudut matanya sekalipun ia sedang menunduk dan berusaha mengunyah, “Kamu sangat sopan dalam makan. Tapi makanmu banyak sekali.”

“Well, aku punya budaya untuk makan dengan sangat sopan dan juga tidak boleh menyisahkan apapun. My family rules.” Jelas Victoria membuat Kyungsoo menganguk. Nada Victoria yang terdengar yakin membuat Kyungsoo semakin mengingat suara gadis itu. Bahkan sampai suara it terus berputar didalam kepalanya.

**

Kyungsoo membilas piring terakhir dan meletakkan piring tersebut diatas meja. Matanya kemudian melirik Victoria yang tertidur diatas counter. Gadis itu terlihat kedinginan tapi tidak ada tanda-tanda bahwa gadis itu akan bangun. Langkah Kyungsoo semakin mendekat kearah gadis itu, berusaha sepelan mungkin. Berharap bahwa gadis itu tidak akan terbangun.

Tangan Kyungsoo meregang dan berusaha untuk melepaskan jaket yang sedari tadi ia gunakan. Lalu dengan cepat menyampirkan jaket itu dibahu Victoria. Saat itu wajah mereka sangat dekat bahkan Kyungsoo dapat mendengar gadis itu bernapas. Bau harus rambut gadis itu menyerbak di indera penciumannya, membuatnya merasa nyaman. Bahkan Kyungsoo tidak sadar kalau seandainya bibir miliknya sudah mendarat lembut dipundak kepala gadis itu, mengecupnya cukup lama.

Tidak butuh lama untuk Kyungsoo menyadari semua perasaan ini. Hanya saja ia masih belum siap memberitahukan gadis itu segalanya. Tapi ini semua semakin membuatnya gila. Menunggu 1 minggu untuk bertemu gadis itu sama saja membunuhnya. Tidak secara langsung, tapi perlahan. Seperti menikmati proses kematiannya.

**

Perlahan mata Victoria terbuka, semua terlihat kabur awalnya tapi kemudian ia menyadari kalau ia masih berada didapur. Dan hal yang pertama ia cari adalah Kyungsoo. Pria itu yang memintanya untuk tidur sementara pria itu menyuci piring, tentu saja hal itu disetujui Victoria langsung. Ketika mendapati Kyungsoo tertidur disebelahnya, dengan wajah yang menghadap kearahnya membuat sesuatu dalam hati Victoria berbunga-bunga. Pria itu terlihat sangat nyaman dalam tidurnya. Seperti seorang malaikat.

Ketika tangan Victoria bergerak ingin menyentuh kulit pria itu, Kyungsoo bergerak dalam tidurnya lalu terbangun. Hal itu membuat Victoria berdeham ditempatnya. “Ini sudah jam 6 sore, aku rasa kita harus pulang.”

Kyungsoo mengusap-usap matanya, masih berusaha untuk memulihkan kesadarannya. Ia berdiri tapi kemudian Victoria mencegahnya, membuat Kyungsoo menatapnya tidak mengerti. “Ada apa?”

“Apakah kamu akan datang minggu depan?”

Hati Kyungsoo berdetak lebih cepat. Ia juga ingin menemui gadis itu minggu depan, tapi ia harus menelan pahit-pahit kenyataan kalau ia sangat sibuk hari itu. Jadi pria itu hanya menggeleng diikuti Victoria yang mengeluh dalam diam. Ia bisa melihat sorot kecewa dimata gadis itu, tapi tidak bisa berbuat apa-apa.

Victoria bangkit dari duduknya lalu menarik tas-nya kasar, tanpa sadar buku-buku-nya jatuh dan Kyungsoo membantu gadis itu untuk memungut. Sebuah buku berwarna kuning itu terbuka, membuat mata bulat Kyungsoo semakin besar untuk meyakini apa yang dilihat pria itu. Sekilas senyum terbentuk dibibirnya sebelum memberikan buku itu kembali pada Victoria.

**

Mata Victoria menyusuri koridor kelas 3. Ia berusaha untuk melihat dimana letak kelas Kyungsoo. Tapi ia masih tidak menemukannya. Ini sudah ada ke 7 semenjak minggu lalu, semenjak ia mulai mencari Kyungsoo. Tapi ia tidak menemukannya. Tidak mungkin kalau Kyungsoo adalah adik kelasnya, kebetulan yang paling mungkin adalah jika Kyungsoo lebih tua drinya.

Ketika seorang wanita lewat dihadapannya, Victoria memberanikan dirinya untuk bertanya. Ia tidak ingin mendapatkan hasil yang sia-sia dalam pencarian ini.

Jogiyo (Permisi),”

Wanita itu berbalik dan eye smile terlihat dimatanya, “Ne? (Ya?)”

Sunbae (Senior), kenal Do Kyung Soo Sunbae?”

Wanita itu tampak kebingungan. Tapi kemudian ia mendekat, “Tidak ada siapapun di angkatan kelas 3-ku yang memiliki nama Do Kyung Soo.”

Tampang bingung serta kaget terlihat jelas diwajah Victoria, “Tapi 3 tahun lalu iya. Do Kyung Soo adalah lulusan sekolah ini dan ia salah satu dari idol group terpopuler, EXO. Neo molla? (Kamu tidak tau?)” lanjut wanita itu.

Seketika itu juga mulut Victoria ternganga lebar. Baiklah, ia tidak bisa menerima kenyataan ini. Ini semua terasa sangat aneh baginya.

**

What should I do?

I don’t understand.

So, I am got fooled

Th most stupid things that I ever done is

Let that things happened

I fell for him

Someone that I cant reach.

No matter what happen

**

Victoria tidak menyalakan lampu, hal itu tidak biasa. Gadis itu membiarkan pintu itu terbuka dan mulai masuk. Ia rasa bahwaia harus meninggalkan tempat ini secepat mungkin, tidak peduli apapun yang terjadi.

Ketika baru saja akan keluar, Victoria mendapati sebuah laptop diatas counter. Hal itu membuatnya sangat-sangat penasaran sehingga membukanya. Dan secara otomatis sebuah video terputar disana.

Hello there^^”

Kyungsoo menggunakan sebuah hoodie berwarna kuning cerah yang sangat menyilaukan mata. Ia berada disebuah ruangan berlatar belakang putih dan semua yang ada didalam sana terlihat sangat rapi.

Well, im going to tell you something important.”

Kyungsoo berdeham sesaat lalu kemudian ia menurunkan hoodie-nya sehingga wajahnya bisa terlihat dengan sangat jelas.

Annyeong haseyo, EXO-K D.O imnida. Im charge in singing. I’ve told you about this. I want to be international singer. That’s why, im just laughing around when you told me that I will have restaurant.”

Suara Kyungsoo terdengar tidak yakin tapi ia masih berusaha tetap tersenyum menghadap kamera.

Victoria yang melihat Kyungsoo di video itu langsung terlihat sangat bersemangat. Bagaimanapun, pria itu terlihat sangat tampan dimatanya. Dan tidak bisa dipungkiri kalau ia sangat merindukannya.

“Aku tidak berniat untuk menyembunyikan hal ini padamu. Hanya saja hari itu ketika aku pertama kali melihatmu, kamu beda. Bagaiamana aku mendeskripsikannya? Kamu datang begitu saja, berkata dan berlaku seenaknya dihadapanku. Tapi aku suka. Kenapa? Karena kamu menjadi dirimu sendiri dimataku.”

Kyungsoo mendekat kearah kamera. Matanya terlihat sangat tajam dan yakin, “Aku pernah mengatakan pada fansku kalau aku suka melihat gadis yang dengan bahagianya makan segala yang kumasak. Dan mungkin itu salah satu hal kenapa aku tertarik padamu.”

“Hari-hari berikutnya setelah pertemuan kita, aku terus memikirkanmu dan ingin menemuimu. Tapi aku tidak bisa, aku mempunyai tanggung jawab yang aku harus aku selesaikan.”

In this video message, I want tell you that… Sarangahae.

Semuan merah muncul dengan jelas dipipi pria itu, Kyungsoo menarik napas panjang terlebih dahulu. “Jadi jika kamu bersedia untuk melakukan kencan diam-diam bersamaku, memasak bersamaku, bersiap untuk tidak memilikiku setiap waktu atau mungkin cemburu akibar pekerjaanku tapi rela bersamaku. Katakan padaku secara langsung kalau kamu mencintaiku. Jebal.”

Victoria tidak tau harus bereaksi seperti apa. Tenggorakannya terasa sangat sakit sehingga tidak bisa mengeluarkan apapun. Dan jauh dalam lubuh harinya, Victoria bahagia. Karena setidaknya pria itu memiliki perasaanyang sama dengannya.

“BRAK.”

Pintu geser itu terbuka dan tiba-tiba saja Kyungsoo muncul dari sana. Pria itu menggunakan topi ulangtahun yang terlihat lucu dimata Victoria. Dan sebuah kue ulangtahun berukuran sedang dibawa oleh Kyungsoo. Pria itu menghampiri Victoria, “Saengil Chukae. Selamat ulangtahun!

Aksen aneh dari mulut Kyungsoo membuat Victoria tertawa disela-sela air matanya yang sedari tadi turun dipipinya tanpa aba-aba. Dalam sekejap, Victoria menutup mata dan mulai memohon. Menit kemudian ia meniup lilin itu dan menatap Kyungsoo antusias.

“Jadi.. Apa jawabanmu?”

Victoria kaget ketika tiba-tiba saja Kyungsoo bertanya seperti itu. Tapi kemudian ia hanya melempar seulas senyum pada Kyungsoo, “Mana kado ulangtahunku?”

“This birthday cake and video? Isnt that enough?”

Victoria menggeleng dengan cepat, “Well can I ask you something?”

Walaupun tidak mengerti, akhirnya Kyungsoo menganguk juga. Tapi sedetik kemudian matanya yang besar itu semakin membesar dan detak jantungnya semakin cepat. Gadis itu.. mencium bibirnya

Well, I want you. Hahaha…”

Kyungsoo tidak bisa mengatakan bahwa ia tidak menyukai hal yang dilakukan Victoria barusan. Mungkin agresif akan bertambah dalam list wanita ideal-nya. Sejak hari ini.

**

THE END

P.S : WELL DONE! 4 HOURS TYPED THIS HELL LIKE CRAZY.

HAPPY BIRTHDAY DEAR VICTORIA MY BESTIES ❤

WELL, IM SORRY TO ACT LIKE I MAD TO YOU.

ACTUALLY I JUST WANT TO FOCUS FINISH THIS FUCKING FF.

WELL IM SORRY IF THIS NOT LOVEABLE ENOUGH!

I LOVE YOU!

E.L.U.D.E

**

THANKS FOR READING :D WE OPEN BAD AND GOOD COMMENTS, BUT STILL ! KEEP RESPECT :D

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE ALL ABOUT EXO: @EXO1st

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE FANFICTION : @EXO1st_INA

ALSO RECEIVE PRIVATE EMAIL :D JUST SENT TO : ask.exo1st@yahoo.com

Exofirstwonderplanet@yahoo.com

VISIT OUR WORDPRESS : exo1stwonderplanet.wordpress.com

ORIGINAL MADE BY @HJSOfficial @exo1st_INA , NO PLAGIRISM.

If you interest become official author or freelance author, please see https://exo1stwonderplanet.wordpress.com/ff-freelance/

Advertisements

Tagged: , ,

6 thoughts on “EXOtic’s Fiction “Addicted to You”

  1. naritareky November 18, 2012 at 4:43 AM Reply

    Kereeeen FF nya
    Aku kira bosenin
    Eh pas bacaaa seru loh ternyataa 😀

  2. Cynthia November 19, 2012 at 5:44 AM Reply

    Kereeenn..
    Romantis..
    Aq pingin kyk gitu 😀
    (¯ʃƪ¯)

    • hanjesi November 19, 2012 at 12:17 PM Reply

      Bias-mu siapa sih? :3
      Ini bakal dibikin side story oleh pemeran utama aku dan juga Jikyo :3
      Addicted to You ini juga bakal dibikin long story-nya oleh pemeran utamanya, Victoria 🙂

  3. hanjesi November 19, 2012 at 6:15 AM Reply

    Masih akan di edit dan dibikin side story-nya sama temenku -_-
    Maaf kalau berantakan dan banyak sekali typo T_T
    Makasih juga uda bilang ga ngebosenin xD HAHA

    Love you ❤

  4. Anggita Ratri Pusporini December 22, 2012 at 3:12 PM Reply

    hahah banyak typo ya Jes XD
    waaaaaaa aku senyum2 bacanya, kekekek. temenmu beneran suka makan apa kaga tuh, tapi kutebak dia emang suka spaghetti ya? *sotak*
    aku kok agak awkward ya Jes waktu mbayangin DO ngomong saranghae? hahah abisnya tuh orang masih muka bocah banget, mbayangin dia confess susah susah gampang XD
    ooooh itu yg DO liat dibukunya Victoria tuh hari ulang taunnya ya?
    aaaaaaaaaaaaa endingnya aku suka! kk~ like usual, nice FF!! :3

  5. tyana May 17, 2013 at 5:11 AM Reply

    oh. . . . Sweet bnget >//<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: