EXOtic’s Fiction “ Just Like You” – Part 10

EXOtic’s FICTION

Exo1stwonderplanet.wordpress.com

“Just Like You”

 

*Title : Just Like You

*Part : 10

*Main Cast :

ë  Kris Wu

ë  Kim Hyeon

ë  Kim Sun Hye

*Length :  Series

*Genre : Romance

*Rating : PG 13

*P.S :  Ini adalah karya original by YuanFan. Dilarang keras untuk mem-plagiat dan mencopas tanpa seijin author

leave comment please

*Sinopsis : Kris Wu dan Kim Hyeon menikah muda, mereka menyembunyikan status mereka karena mereka sama-sama seorang pelajar. Ini semua dikarenakan kemauan kedua orang tua mereka. Mereka hidup bersama selama setahun, meski begitu perasaan mereka tak bergeser, Kim Hyeon masih menyukai mantan pacarnya Park Chanyeol. Kris? Dia belum menemukan seorang yang tepat untuk dirinya. Sampai kemudian memutuskan untuk bercerai. Apakah perasaan akan berubah menjadi cinta??

 

*Disclaim :

SEMUA FANFICTION YANG DIPOST exo1stwonderplanet.wordpress.com adalah milik author yang menulis. DO NOT POST ANYWHERE WITHOUT ANY PERMISSION. And after read, please give comment^^ Every words from EXOWPers is A GOLD! *bow*

**

Sun Hye POV

Kris seperti orang linglung beberapa hari ini. Dia sering berdiam diri dan tidur larut malam, bahkan kadang dia tak pernah tidur. Setiap hari yang dia lakukan menelepon Chanyeol dan teman-teman Hyeon lainnya. Chanyeolpun sekarang sering menginap dirumah, dan menghabiskan sepenjang hari setelah sekolah mencari dimana Hyeon. Tiga sahabat Kris yang setia, juga sama, mereka menghabiskan waktu bersama Kris untuk mencari gadis pabo itu! banyak sekali yang mencintainya, kenapa dia berbuat konyol seperti ini? Hanya karena bertengkar dengan Kris, dia sampai berbuat seperti ini. Dia sungguh kekanak-kanakan.

“Sun Hye-ya, Mama-mu meneleponku,” celetuk Jessica yang duduk didepanku. aku menelengkan kepalaku bingung, kenapa Mama tidak langsung meneleponku sendiri.

“Wae?”

“Dia menyuruhmu pulang, dia berjanji tak akan membuatmu seperti dulu,”

Jessica.

“Yang kutanyakan bukan itu, kenapa Mama tidak menelepon ponselku sendiri?” aku masih heran.

Jessica menggedikan bahunya. Aku mengeluarkan ponselku dan menekan nomor ponsel Mama. Aku mendengar suaranya yang angkuh.

“Mama, ada apa? kenapa Mama menelepon Jessica, bukan aku?” tanyaku langsung.

“Ne~,” jawabku singkat setelah mendengar jawaban dari Mama. Aku langsung menutup teleponku.

“Ada apa?” tanya Jessica, aku menghela nafasku berat.

“Kurasa aku memang harus benar-benar pulang,” kataku sambil menggedikan kepalaku.

“Kau serius? Kenapa mengucapkannya dengan nada enteng seperti itu??”

“Karena Mama bilang, dia tak akan mengurung dan mengatur jadwalku seperti dulu,” kataku senang. Jessica juga tampak tersenyum bahagia.

Tapi, itu berarti aku harus meninggalkan Kris, dalam kondisinya sekarang? Aku tak tega, ini semua gara-gara Hyeon. Kemana anak itu pergi??! dia sungguh membuat repot.

Kris POV

Aku mengetuk-ketuk pensilku ke meja, pelan, mengusir rasa suntukku karena pelajaran sejarah yang membosankan. Aku berharap, mata pelajaran cepat selesai dan aku ingin segera pulang, ingin mencari Hyeon lagi. Ah, Hyeon-ah… dimana kau, jeongmal mianhe. Aku tak pernah menyangka semua jadi seperti ini.

“Kris-ah, kau sedang apa?” bisik Luhan yang duduk dibelakangku, aku meliriknya sebal. Dia adalah biang heboh dan pengganggu konsentrasi apapun jenisnya.

“Sedang menuliskan namamu,” kataku asal.

“Mwo?”

“Dihatiku,” tambahku, dia menampakan wajah ingin muntah didepanku dan bersandar menjauhkan diri dariku. Aku menyeringai.

“Apakah kita harus mencari Hyeon lagi?” bisik Suho yang ada disebelahku. Mendengar nama Hyeon disebut, rasanya hatiku jatuh kelututku.

“Ne~,” jawabku berat.

“Kemana lagi?” Xiumin ikut menimpali, dia yang duduk didepanku memundurkan sedikit badannya.

“Molla,” aku menggedikan bahuku.

“Sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian berdua? sangat mencurigakan,” celetuk Xiumin. Aku pura-pura tak mendengarnya.

“Aku akan menghubungi Chanyeol nanti.” Kataku mengakhiri pembicaran ini dan kembali menulis apa yang dicatatkan Seongsangnim didepan.

Chanyeol menungguku didepan gerbang sekolah. Dia mengirim pesan singkat padaku saat aku baru saja keluar dari kelas. Sun Hye dan Jessica menungguku didepan kelas tepat, Sun Hye melambaikan tangan padaku. Aku tersenyum simpul padanya.

“Luhan-ah, aku ada perlu sebentar denganmu,” aku berbisik pada Luhan. Dia memandangku seakan tak pernah melihat wajahku sebelumnya. Dia mengangguk.

“Aku dan Luhan ada perlu sebentar, kalian duluan saja. Chanyeol sudah menunggu didepan gerbang sekolah. Kasihan dia menunggu kita lama,” kataku.

“Kalian mau kemana?” tanya Suho memandang wajahku dan Luhan bergantian.

“Aku ada perlu sebentar dengan Kris-ssi.” Belum aku menjawab, Luhan sudah mendahuluinya. Aku hanya menyumbang anggukanku.

“Kami akan segera menyusul,” tambahku kemudian beranjak dari depan mereka.

“Apa yang ingin kau tanyakan?” tanya Luhan setelah merasa jauh dari mereka. Aku memutar poros kakiku dan berhenti tepat didepannya. Diapun berhenti didepanku.

“Masalah Hyeon,” gumamku.

“Aku merasa ada yang kau sembunyikan antara kau dan Hyeon.”

Luhan mengernyitkan dahinya, dia menggeleng geli lalu mendengus.

“Apa yang kau pikirkan Krissie?”

“Aku hanya ingin bertanya, apa hubunganmu dengan Hyeon?” aku mencoba memandangnya tanpa ekspresi.

“Eobseo,” jawab Luhan enteng, aku mulai geram. Tapi, kutahan.

“Aku tak percaya. Malam dimana Hyeon kabur, dia pergi bersamamu ‘kan?”

“Kabur?” Luhan mengulang dengan wajah heran.

“Ah…” dia menepuk dahinya.

“Jadi benar dia kabur, kami memang pergi makan. Tapi, dia berkata padaku, kau tahu dia pergi denganku dan ketika aku bertanya, ‘apakah ada sesuatu diantara kalian berdua?’ dia menjawab baik-baik saja,”

Wajah Luhan tak pernah berbohong setahuku, dia mengatakannya dengan lancar. Artinya dia jujur. Aku memandang Luhan bingung.

“Tapi… kenapa kau? Bukan Suho atau Xiumin?”

“Molla,” dia menggedikan bahunya.

“Aku agak penasaran juga dengan password ponselnya, dia menggunakan namamu, bukan namamu dan bahkan bukan nama Chanyeol,” aku memandang Luhan agak dalam. Luhan terlihat sedikit berfikir kemudian menyeringai.

“Aku tak tahu, Kris…” jawabnya.

Kurasa Luhan memang tidak berbohong. Aku mengangguk-anggukan kepalaku.

“Ne~, baiklah. Kita kembali lagi,” ajakku.

“tunggu ,Kris.” Luhan menahan langkahku. Aku memandangnya dengan mengangkat kedua alisku.

“Aku juga ingin mengatakan sesuatu padamu. Kau tahu, aku mantan namjachingu Jessica?”

Aku mengangguk.

“Kau mungkin tak pernah tahu kisah sebelumnya,”

“Aku tahu, Luhan-ah.. walaupun mungkin tak selengkap yang kau punya,” aku tersenyum padanya, dia mengangguk mengerti.

“Ne~, dia kemarin meminta maaf padaku. Dia berkata, masih menyukaiku dan menyayangiku. Tapi, aku tak mempunyai perasaan yang sama dengannya,”

Aku mendengarkan dengan seksama.

“Aku menyukai orang lain. Apakah kau mengijinkan bila aku menyukai Hyeon dan menjaganya? Bila kau tak bisa bersamanya seterusnya, aku mau menjaganya,” ungkap Luhan dengan wajah yang penuh perasaan.

Aku merasa kepalaku mendidih. Panas. Hatiku membeku membentuk gumpalan yang menyakitkan. Aku membelalakan mata tak percaya dengan apa yang kudengar. Aku mengepal tanganku, berharap aku bisa menahannya.

Sun Hye POV

Kami menunggu Luhan dan Kris kembali. Mereka sangat lama sekali.

Aku gelisah, mereka tak kunjung kembali. Kulihat jam tanganku menunjukan pukul 3 sore.

“Bila kita mengulur waktu semakin sedikit waktu kita,” kata Chanyeol.

“Ne~, tapi Kris dan Luhan belum kembali. Baru pertama kali ini aku melihat mereka tampak serius,” Suho menambahkan.

“Chanyeol-ah… kau sama sekali tak dihubungi oleh Hyeon?” tanyaku mengganti topik, mengisi waktu menunggu mereka.

“Aniya… bahkan nomornya yang lama tak bisa dihubungi. Sebenarnya, ada masalah apa? aku tak mengerti?”

Aku memandang Chanyeol bingung, bagaimana menjelaskan hal ini. Lagipula disini juga ada Jessica. Aku berjanji tak akan pernah membocorkan rahasia ini dengan orang lain. Aku melihat Suho dan Xiumin penuh arti, berharap mereka tahu maksudku.

“Chanyeol-ah…” gumam Suho.

Aniya, jangan-jangan dia benar-benar mengatakan hal itu. Aku menahan nafasku sambil melirik Jessica yang sejak tadi melihat kearah lain. Dia sama sekali tak berbicara sejak kejadian sepulang sekolah beberapa hari lalu.

“Aku akan akan bicara hal yang sebenarnya…” Suho memandang Xiumin dengan tatapan meminta persetujuan, dia juga menatapku. Aku langsung menunduk.

Aku pikir Chanyeol akan terlihat syok atau bahkan heboh dengan apa yang didengar dari Suho. Dia hanya tersenyum dan mengangguk. Berbeda dengan Jessica yang langsung membuka mulutnya lebar-lebar dan membulatkan mata sipitnya.

“Aku tahu, aku sudah merasa sebelumnya. Ada yang tak beres diantara Kris dan Hyeon. Kabar mereka menikahpun sudah pernah kudengar, sekalipun Hyeon masih menutupinya, dia tak bisa membohongiku,” ujar Chanyeol. Dari nadanya dia tampak kesakitan.

“Mianhe, aku bercerita seperti ini,” ucap Suho.

“Aniya, malah lebih baik aku mengerti kebenarannya. Bagaimanapun rasa sukaku pada Hyeon tak akan berkurang. Sedikitpun,”

Aku salut dengan ketegaran hati Chanyeol dan ketulusannya. Sekali lagi mengapa Hyeon begitu bodoh??!

“Yah! Apa yang kalian lakukan??” seru Xiumin tiba-tiba  membuat kami ikut melihat kearah dia berteriak.

Apa yang terjadi dengan mereka?? Luhan dan Kris datang dengan wajah yang berantakan, lebam disana-sini. Mereka hanya tersenyum tipis.

“Mengajarkan bagaimana menghargai perasaan pada pangeran kita,” gumam Luhan saat sudah bergabung dengan kami. Dia menggedikan kepalanya pada Kris yang mendengus.

“Kau keterlaluan,” desisnya.

Luhan terkekeh. Aku, bukan, tapi kami semua semakin tak mengerti.

“Sudahlah, jangan pikirkan. Kami baik-baik saja, ayo kita pergi,” Ajak Luhan merangkul Chanyeol.

“Yah, kau! Memendeklah sedikit!!” teriak Luhan pada Chanyeol saat tangannya harus menjulur jauh untuk mencapai pundaknya. Kami menyeringai geli melihatnya.

“Changsahamnida,” dengan polosnya Chanyeol sedikit menekuk kakinya menyamakan tinggi dengan Luhan.

Mulai dari lapor polisi, mencari keseluruh rumah teman-temannya serta kebiasaan Hyeon semua nihil. Hyeon pergi entah kemana. Kris sudah tampak frustasi, wajahnya tampak lelah.

“Kris-ah…” Suho dan Xiumin baru saja datang, kami berpencar.

“Eobseo,” katanya lemah. Aku mendesah pasrah. Jessica yang sedari tadi tak bicara padaku juga tampak kecewa.

“Lalu apa yang harus kita lakukan lagi?” tanyaku mulai putus asa.

“Kita pulang,” kata Kris tiba-tiba.

“Mwo?” seru kami bersamaan.

“Mungkin Hyeon mempunyai alasan mengapa dia pergi,” Kris memandang mata kami satu persatu. Ada perasaan sengsara disana, aku merasa ikut menanggungnya. Dia beranjak berjalan mendahului kami tanpa kata-kata.

Kris POV

Aku mulai lelah, aku tak tahu harus mencarimu kemana, Hyeon-ah. aku ingin meminta maaf padamu dan memelukmu erat. Luhan menyadarkan bagaimana perasaanku yang sebenarnya, walaupun dengan cara yang sangat menyebalkan. Aku menelusuri wajahku yang terpasang plester, dipipi kananku. Pukulan Luhan memang tidak main-main.

“Aku benar-benar menyukai Hyeon,” katanya beberapa jam yang lalu. Entah kenapa aku merasakan hatiku panas sekali dan mendidih rasanya.

Aku mengepalkan tanganku dan mengayunkan keudara, menghantam wajah halus Luhan.

“Yah! Apa yang kau katakan??!!” Teriakku berang. Luhan menyeringai menegakan badannya. Kemudian membalas pukulanku.

“Aku sangat menyukai Hyeon. Sangat menyukainya, dia lah yang membuatku berpaling dari Jessica. Bukankah kau tak suka padanya?”

“Dia milikku, hanya milikku…” tekanku padanya.

“Berarti kau menyukainya?” dia menajamkan matanya.

“A—“ aku tak tahu harus mengatakan apa, suaraku tercekat.

“jangan pernah menggantungkan perasaanmu, kau takut terluka? Karena yang disukai Hyeon hanya Chanyeol? Kau pengecut,”

Aku tertohok dengan kata-kata yang diucapkan oleh Luhan. Apakah aku benar-benar menyukai Hyeon?

“Kris-ah, kalau kau tak menyukainya… kau tak akan bertahan selama ini dengannya. Kau tak akan pernah menjaganya, dan kau tak akan sefrustasi ini kehilangannya. Kalian bertengkar? Gara-gara aku?”

Aigoo, dugaan Luhan tak meleset. Tapi aku sangat gengsi untuk mengakuinya, aku hanya diam saja.

“Kau tahu, mengapa password ponselnya namaku? Alasannya sangat sederhana, bila passwordnya menggunakan namamu atau nama Chanyeol akan sangat gampang ditebak,”  kata Luhan. Mengapa aku tidak memikirkannya??

“Lalu mengapa namamu?”

“Kau masih cemburu ya, bisa saja dia menggunakan nama Suho atau Xiumin. Kebetulan dia memakai namaku, aku yakin, sebenarnya dia juga menyukaimu. Kris, akui saja perasaanmu,” kata Luhan.

“Kau juga menyukainya?” aku mengangkat satu alisku.

“Kau gampang termakan omongan orang. Aniya… aku hanya memancingmu. Aku memang menyukai Hyeon, sebagai dongsaengku tak lebih. Aku menyukai orang lain. Kau tak menyukai Sun Hye ‘kan?”

Aku mengernyitkan dahiku, lalu menepok dahinya keras. Aku sangat heran dengan cara pemikirannya. Dia sangat menyebalkan.

“Jangan bilang kau menyukai Sun Hye?!!” kataku.

Luhan dengan malu-malu mengangguk. Dasar, plaboy! Aku menampar pipinya gemas.

“Yaaah…kenapa kau menamparku? Kau tak ingin memiliki Sun Hye dan Hyeon dengan bersamaankan? Kau serakah!”

“Aniya!! Kau menyukai sahabat mantanmu, ya ampun!!” keluhku.

“Tidak boleh?”

“Terserah kau…” kataku pada akhirnya dan dia memelukku membuatku jijik.

“Lepaskan aku Luhan-ah…!! ah…!!!”

“Kris, minummu,” Sun Hye meletakan beberapa minuman dimeja untuk kami semua. Pikiranku kembali ke masa sekarang, melihat wajah teman-temanku yang mulai lelah.

“Jeongmal mianhe, aku merepotkan kalian,” ucapku.

“Aniya, Hyeon juga termasuk keluargaku sendiri. Jadi jangan sungkan,” sahut Suho. Aku tersenyum kepadanya. Aku merasakan ponselku bergetar. Aku merogoh sakuku. Hyeon. Dia menelepon?!!

“Yah!! Pabo-yah! Dimana kau?!!” seruku seketika sebelum dia mengatakan apapun. Dia terdengar mendengus.

“Mianhe, Krissie.. jeongmal mianhe.” Aku mendengar suara yang beberapa hari ini kurindukan.

“Kau dimana, Hyeon bodoh?”

“Krissie…” dia memanggilku.

“Aku tak akan kembali. Aku berhutang banyak hal padamu, sampai-sampai aku tak sanggup membayarnya. Kau terlalu baik padaku, dan kau terlalu lama kurepotkan. Krissie, jeongmal gomawo,” nada Hyeon sangat lemah.

“Dimana kau?” tanyaku mulai putus asa. Aku merasakan hal yang lain.

“Kri—“

“DIMANA KAU??!” teriakku, mataku panas rasanya.

“Hyeon-ah,  jawab aku dimana kau?! Kau tahu betapa aku lelah mencarimu??! Kau tahu betapa aku sudah mulai putus asa?!! Hyeon-ah!!”

“Mianhe… Krissie…” aku mendengarnya dia terisak. Aku sendiri tak bisa menahan airmataku. Luhan menguatkan bahuku.

“Aku… aku sudah mengurus perceraian kita. Aku akan mengirimkan surat  perceraian itu padamu. Ak—,”

“Mwo??! Apa yang kau katakan??! Hyeon-ah!! apa yang ada dikepalamu? Sebegitu marahkah kau padaku??!” marahku tak karuan.

“Krissie, banyak hal. Banyak hal yang harus kita akhiri. Kita mulai menata hidup kedepan, kau akan bahagia tanpa aku,” ucap Hyeon membuat jantungku berhenti berdetak. Aku diam tanpa bisa mengatakan apapun.

“Kris, jeongmal mianhe… jangan cari aku lagi. Sampai jumpa, Krissie…”

Sambungan telepon Hyeon terputus. Mimpi burukkah aku? Benarkah semuini? Pikiranku masih melayang kemana-mana. Aku mendengar teman-temanku menanyakan beberapa hal, yang paling terdengar jelas ditelingaku saat nama Hyeon disebut. Lainnya tampak kabur, bahkan aku tak bisa membuka mulutku untuk menjawab mereka. Aku mengalihkan pandanganku pada Chanyeol yang tampaknya mengerti apa yang ada dalam pikiranku, dia bersandar lemas pada dinding, tersenyum miris padaku. Aku tahu, dia juga sangat kecewa.

Hyeon POV

Tindakan kekanak-kanakan menghadapi semua ini dengan kabur. Tapi, tak ada cara lain, aku harus pergi. Akan kucari jalan yang tepat untuk menyelesaikan semuanya. Setelah aku mendatangi rekan bisnis Appa yang lama, aku menjadi semakin jelas bahwa Appa dan Omma sangat membutuhkan bantuan. Tak ada cara lain selain membantu mereka, tanpa mereka mengetahui aku dan Kris sudah tak lagi bersama, mereka akan kecewa. Aku akan mengembalikan uang orangtua Kris dan mengakhiri semua ini. Walaupun cepat atau lambat, keluarga Wu akan menganggapku tahanan kabur. Aku tak tahu harus pergi kemana sekarang. Aku tahu tempat yang paling aman dari semuanya sekarang.

“Yah!!! Awas!!!!” teriak orang dari sampingku.

Aku menoleh, sebuah sepeda tak terkendali mengarah padaku.

“Kyaaaaaa!!!!! Bruaaakk!!!”

Badanku rasanya berat, tertindih sepeda itu dan pengendaranya.

“Yah! Kau tidak tahu itu pinggir jalan?!!” makiku.

“Jeongamal mianhe…” ucap namja itu menyesal. Aku mengenal suaranya.

“Yah! Oppaa!!!” seruku.

Akhirnya aku tahu dimana aku harus pergi. terimakasih Tuhan.

TBC

**

THANKS FOR READING 😀 WE OPEN BAD AND GOOD COMMENTS, BUT STILL ! KEEP RESPECT  😀

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE ALL ABOUT EXO: @EXO1st

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE FANFICTION : @EXO1st_INA

ALSO RECEIVE PRIVATE EMAIL 😀 JUST SENT TO : ask.exo1st@yahoo.com

Exofirstwonderplanet@yahoo.com

VISIT OUR WORDPRESS : exo1stwonderplanet.wordpress.com

ORIGINAL MADE BY @yuanitasugianto @exo1st_INA , NO PLAGIRISM.

If you interest become official author or freelance author, please see https://exo1stwonderplanet.wordpress.com/ff-freelance/

Advertisements

Tagged:

8 thoughts on “EXOtic’s Fiction “ Just Like You” – Part 10

  1. Dian October 19, 2012 at 5:19 AM Reply

    Yaaaa spa lgi itu yg muncul…
    Wah wah wah..

    • 1authorexo1st October 19, 2012 at 5:05 PM Reply

      hehe.. hayo sapa lagi kira-kira 😀 ??
      moga menghibur dan tetep ikut part selanjutnya yaa 😀
      jengmal gomawo 😀

      -yuanfan-

  2. Andini October 19, 2012 at 12:48 PM Reply

    Hyeon ketemu oppanya ya? Atau siapakah itu.. Jangan kabur2 terus dong aduh hyeon kayanya harus ikut casting ‘bolang’ ya:’) makin rame dan scene yg bikin klimaks itu yg hyeon nelfon. Semangat lanjutinnya ya thor!! Ditunggu banget soalnya^^

    • 1authorexo1st October 19, 2012 at 5:07 PM Reply

      okee.. gomawo 😀 saya jadi semangat buat lanjutin 😀
      baiklah, Hyeon ikutan bolang biar eksis dikit /sodorin kain merah ke Hyeon/
      keep reading yaa 😀
      jeongmal gomawo 😀

      -yuanfan-

  3. Cynthia October 20, 2012 at 8:04 AM Reply

    Wahhh Luhan berhasil meyakinkan perasaan kris..
    Trs Luhan ma sun hye gmn ya??? Trs jessica?
    Sapa itu oppa yg dikenal hyeon???
    Wahh penasaran nihh dtgu part selanjutx ya 😀
    Aq suka bgt critax 😀

    • yuanfan October 28, 2012 at 8:22 AM Reply

      gomawo chingu, 😀
      semoga menghibur 🙂
      keep reading yaa , jawabannya ada dipart selanjutnya 😀
      saya udah post part 11 lhoo 😀

  4. dinidink October 26, 2012 at 2:14 AM Reply

    yahh.. tbc disaat tdk tepat..#huwee penasaran,lha itu oppa sapa lagi?? *garukaspal*
    wehh,ternyata yg disukai luhan itu sunhye *ngangguk2* aku kira beneran suka hyeon..syukur dech sunhye ada jg yg suka xp
    lha tp itu jessica gmn *?*

    • yuanfan October 28, 2012 at 8:08 AM Reply

      hehe biar penasaran lah.. 😀
      emh, Jessica.. keep reading pokoknya 😀
      saya udah post part 11 loh 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: