EXOtic’s Fiction “[INDAYLee Tales] KaiSooRis Getting Envy~” – Part [1st—The Day]

EXOtic’s FICTION

Exo1stwonderplanet.wordpress.com

[INDAYLee Tales] KaiSooRis Getting Envy~” – Part [1st—The Day]

Title : [INDAYLee Tales] KaiSooRis Getting Envy~” – Part [1st—The Day]

Part : 1

Main Cast : 

Kai, Kyungsoo, Kris

Lee Hana, Lee Nayeon, Park Chanra

EXO Members

Length : Series

Genre : Romance

Rating : All ages 

P.S : Author pembuat FF ini bukan cuma saya, bebskyungie, doang^^ tapi ada Author lain di INDAYLee Planet ^^ 

Disclaim : SEMUA FANFICTION YANG DIPOST exo1stwonderplanet.wordpress.com adalah milik author yang menulis. DO NOT POST ANYWHERE WITHOUT ANY PERMISSION. And after read, please give comment^^ Every words from EXOWPers is A GOLD! *bow*

(Cast Note) 

Want to know who is Lee Hana? Please click here^^ 

Want to know who is Lee Nayeon? Please click here^^

Want to know who is Park Chanra? Please Click here^^

~

[INDAYLee Tales] KaiSooRis Getting Envy~

Olympic Sport Stadium

July 21st, 2012

05.45 PM KST

Olympic Sport Stadium di Seoul terlihat penuh sesak dengan antrian para Shawol yang bersiap menonton konser SHINee. Termasuk tiga wanita yang tengah berteriak-teriak –memanggil nama SHINee sambil membawa sticklight berwarna pearlescent blue di tangannya. Terlalu semangat dengan konser yang akan mereka tonton beberapa menit lagi.

Hana menarik ponselnya keluar dari dalam saku celana ketika merasakan getaran –tanda sebuah pesan masuk. Ia tertawa pelan, melihat nama Taemin muncul di Layar ponselnya.

From : Taemin oppa ^^

Saengie, kau datang ‘kan?

“Siapa yang kirim pesan?” suara tiba-tiba Nayeon membuat Hana terkesiap. Ia menoleh ke kiri, menatap Nayeon yang sangat berdekatan dengan wajahnya.

“Taemin oppa,” Hana kembali memalingkan wajahnya ke Layar ponsel dan bergegas membalas pesan Taemin.

To : Taemin oppa ^^

Iya, aku datang~ u.u Gomawo ya tiga tiket gratisnya

Hana memasukkan kembali ponselnya lalu kembali berteriak bersama Nayeon dan Chanra. Setelah membujuk Taemin selama seharian kemarin, akhirnya ia bisa mendapat tiga tiket gratis dari laki-laki itu.

“Na eon,” panggil Chanra pada Nayeon, membuat Hana ikut menoleh pada keduanya, “Kau Minho biased ya ? Bannernya Minho semua -__-.”

Nayeon memperhatikan beberapa banner bertuliskan nama Minho di tangannya lalu terkekeh pelan, “Menurutmu?”

Chanra kembali menoleh pada Hana. Memperhatikan kamera LSR yang tergantung di lehar gadis itu, kipas bergambar Jonghyun dan banner bertuliskan nama Jonghyun juga. Sementara ia hanya membawa sebuah lightstick –itupun karena diberikan oleh Hana. Sebenarnya ia menyukai Key. Tapi karena Hana memberitahunya mendadak, ia tidak sempat membawa pernak-pernik sang almighty itu dari rumah.

“Eh, Hana-ya. Jongin tidak datang? Dia ‘kan teman baiknya Taemin,” tanya Nayeon tiba-tiba.

Hana hanya mengendikkan bahu acuh, “Molla. Aku tidak peduli. Dia belum memberiku kabar hari ini,” jawabnya, tiba-tiba mengubah moodnya kembali buruk ketika mengingat Kai belum mengiriminya pesan sama sekali.

Jinjja? Wu Yifan bilang sih, semua member EXO sedang di kantor SM. Persiapan album baru,” balas Chanra, tidak memperhatikan ekspresi Hana yang sudah merengut kesal.

Hana mendesah napas pelan. Ia lagi-lagi meragukan status Kai sebagai kekasihnya. Jika bukan karena permainan konyol itu dan ucapan Kai, mungkin ia akan segera pergi jauh-jauh dari kehidupan laki-laki itu. Walaupun ia sendiri tidak yakin akan bisa jauh dari Kai.

“Ya~, jangan cemberut, Hana-ya. Kita mau menonton konser SHINee, tadi kau yang paling semangat,” ujar Nayeon seraya mengguncang bahu Hana dengan agak keras.

Hana melemparkan senyum lebar pada Nayeon dan kembali berteriak bersama Shawol lainnya. Mencoba melupakan Kai dan bersiap untuk melihat Jonghyun. Laki-laki lain yang Hana amat sangat sukai juga.

‘GATE AKAN DIBUKA SEKARANG! HARAP SEMUANYA BARIS DENGAN RAPI!’

Nayeon memeriksa nomor tempat duduk di tiket VIP yang berada di genggamannya seraya mengedarkan tatapan ke seluruh bagian Olympic Stadium yang sangat luas itu. Berkat informasi dari beberapa security, akhirnya mereka bisa menemukan tempat duduk itu. Tempat yang sangat bagus untuk melihat panggung di depan sana.

Hana melangkah dengan hati-hati melewati kaki setiap orang yang sudah duduk untuk menuju tempat duduknya. Ia melihat Nayeon dan Chanra sudah cukup jauh di depannya, sementara ia masih sangat berhati-hati karena membawa kamera. Tidak mau bersikap ceroboh lagi di tempat ramai seperti itu.

“Aduh!” Hana memekik pelan ketika kakinya tersandung kaki orang lain dan berhasil membuatnya tersungkur ke depan. Beruntung kamera miliknya masih sempat terpegang dan tidak terbentur lantai.

Gwenchana?” tanya Chanra dari tempat duduknya –yang ternyata hanya tinggal satu langkah lagi.

Hana mengangguk pelan, berdiri lagi dari posisi tersungkurnya dan bersiap melangkah menuju tempat duduk di sebelah Chanra ketika merasakan seseorang menahan tangannya. Ia menoleh dengan cepat dan menatap sosok laki-laki yang kini tengah menatap dingin ke arahnya. Kim Jongin.

“Domonie? Apa yang kau lakukan disini?!” pekik Nayeon dengan suara tertahan seraya menatap Kyungsoo yang duduk tepat di belakangnya.

“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu -__-,” jawab Kyungsoo malas.

“Wu Yifan!!” pekik Chanra juga, melambaikan tangan pada sosok Kris yang duduk berjarak dua baris di atas dari tempat duduk mereka –Nayeon, Chanra, dan Hana. Kris balas melambai dengan seulas senyum simpul –yang entah kenapa terlihat sangat manis menurut Chanra.

Hana mendesah napas pelan ketika memperhatikan pemandangan di depannya. Seluruh member EXO duduk berderet dengan rapi. Ditambah Changmin dan Yunho. Apalagi yang mereka lakukan disana selain menonton konser SHINee? Seharusnya ia sudah bisa menduga bahwa anak-anak SHINee mengundang khusus dua belas orang itu.

“Ini tempat umum, kkamjong. Lepaskan tanganmu sekarang,” titah Hana dengan memasang ekspresi datarnya. Tanpa mengucapkan apapun, Kai melepaskan tangan Hana dari cengkeramannya. Dan membiarkan gadis itu duduk bersama dua wanita lainnya di barisan lebih depan.

Nayeon mendesis pelan ketika melihat Kyungsoo hanya menatapnya dalam diam. Mungkin laki-laki itu takut ketahuan dengan ribuan Shawol –dan mungkin beberapa fans EXO diantaranya yang selalu memperhatikan gerak-gerik mereka.

“Aah, kenapa duduknya jauh sih,” gumam Chanra pelan, namun cukup bisa didengar jelas oleh Hana dan Nayeon.

“Pindah ke sana saja,” jawab Nayeon singkat.

“Kau mau membuatku dibunuh para fans EXO hah?”

“Aku ‘kan hanya memberi saran.”

“Tapi saranmu sangat tidak membantu, Lee Nayeon.”

“Lalu apa? Aku hanya memberi solusi, Park Chanra.”

“Solusi apa yang—.”

“Berhenti berdebat atau kita keluar sekarang juga,” potong Hana kemudian. Merasa kesal karena keduanya malah berdebat, sementara ia sendirian tanpa ada teman bicara.

Chanra memutar bola matanya kembali menghadap ke arah Kris di belakangnya. Ia melambai singkat seraya tersenyum manis pada laki-laki itu.

“Hei. Kau ‘kan adiknya Chanyeol oppa. Kalau pun duduk bersama mereka, para fans EXO tidak akan marah padamu,” ujar Hana, memperhatikan Kris dan Chanyeol yang duduk bersebelahan.

Sirho. Aku tidak mau masuk media sebagai adiknya Chanyeol oppa,” jawab Chanra, kembali menghadapkan tubuhnya ke depan.

“Aneh,” ujar Hana dan Nayeon bersamaan seraya menggelengkan kepalanya. Ketiga wanita itu pun segera mengangkat tinggi-tinggi sticklight di genggaman mereka ketika lampu mulai meredup dan VCR pembukaan mulai diputar. Pertanda konser akan segera dimulai.

***

Kris segera bertukar tempat duduk dengan Suho –yang duduk di sebelah Kyungsoo agar bisa semakin dekat dengan Chanra. Dan Kai pun bertukar tempat duduk dengan Sehun agar bersebelahan dengan Kris, semakin dekat dengan Hana. Ketiganya duduk tepat di belakang kekasih mereka masing-masing. Berjaga-jaga kalau saja ketiganya bersikap diluar kendali.

Melihat banner bertuliskan nama Minho di tangan Nayeon, membuat Kyungsoo sedikit kesal. Nayeon berteriak dengan semangat memanggil nama Minho. Seingatnya, Nayeon tidak pernah sesemangat itu ketika menontonnya debut di acara musik. Oh, atau mungkin melakukannya tapi ia tidak terlalu memperhatikan gadis itu.

“Berhenti berteriak, gadis bodoh!” pekik Kai seraya memukul puncak kepala Hana dengansticklight di tangannya.

“Kau juga, Namonie!” lanjut Kyungsoo.

“Chanra-ya, jangan berteriak terlalu keras, ne?” Kris malah menepuk kedua pundak Chanra dengan lembut, mengingatkan gadisnya dengan cara yang berbeda.

Nayeon dan Hana tidak memedulikan ucapan kedua laki-laki di belakangnya dan semakin bersemangat menggerakkan banner serta lightstick di tangan mereka. Intro lagu Lucifer pun mulai terdengar, disusul dengan munculnya seluruh member SHINee di tengah panggung dengan pakaian serba putih.

“KIM JONGHYUN!!!” teriak Hana seraya menggerakkan bannernya dengan semangat.

“HWAA!! ONEW!! MINHO!!” Nayeon berteriak lebih keras daripada Hana.

Chanra menarik napas dalam-dalam dan mulai berteriak bersama kedua gadis itu, “KIM KIBUM! KEY!”

Ketiga laki-laki di belakang mereka memutar bola matanya kesal. Ketiga wanita itu terdengar seperti sedang lomba –siapa yang berteriak paling keras.

Nayeon tersenyum senang seraya menurunkan banner bertuliskan nama Minho di tangannya. Well, sebenarnya banner Minho hanya sebagai kamuflase saja. Di dalam hatinya, ia masih menyimpan rapat-rapat kenangan bersama salah satu personil boygroupberanggotakan lima orang laki-laki yang tengah bernyanyi di atas panggung itu. Bahkan ketika Nayeon sudah berpacaran dengan Kyungsoo pun, rasanya sebagian hatinya masih untuk laki-laki bernama lengkap Lee Jinki itu.

“LEE JINKI!” teriak Nayeon lagi setelah tiga lagu pertama berakhir dan digantikan dengan sebuah VCR.

Hana dan Chanra sontak menoleh ke arah Nayeon. Menatap gadis itu dengan heran karena teriakan dan banner yang diangkat –sama sekali tidak berhubungan. =,=

“Ya! Kenapa kau malah berteriak nama Onew hyung?” protes Kyungsoo di belakangnya.

Nayeon menoleh cepat ke belakang, “Ini tidak ada hubungannya denganmu, Do Kyungsoo,”

“Tentu saja ada. Kau pacarku, Lee Nayeon,” Kyungsoo tersenyum miring ketika melihat ekspresi Nayeon sedikit berubah. Terlihat seperti sedang berpikir.

“Pacar ya?” Nayeon menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan memutuskan untuk kembali melihat VCR yang masih diputar.

Kyungsoo mengernyit heran. Entah Nayeon hanya berujar –atau bertanya dengan mengatakan hal itu. Biasanya Nayeon akan melakukan ‘hal aneh’ padanya. Tapi tadi Nayeon hanya menggumam pelan lalu kembali melihat ke depan. Ada yang aneh dengan gadis itu.

Suara teriakan ribuan Shawol di dalam stadium itu tidak mempengaruhi Kris yang tetap memperhatikan sosok Chanra dari belakang. Ia menggerakkan sticklight di tangannya, tapi tatapannya tetap tertuju pada punggung gadisnya –yang masih berteriak memanggil nama Key. Oh well, hal itu membuatnya sedikit merasa cemburu tentu saja.

“Kau lupa ada aku disini?” tanya Kris –sedikit meninggikan nada suaranya, mencoba menyaingi suara ribuan orang lainnya.

Chanra menoleh ke belakang kemudian terkekeh pelan, “Wu Yifanyang terbaik kok ^^.”

“Terbaik apanya? Kau terus berteriak memanggil nama Kibum dari tadi,” Kris melipat kedua tangannya di depan dada seraya mengalihkan tatapannya ke arah lain. Chanra terkekeh geli lalu menekan-nekan lutut Kris dengan jari telunjuknya.

“Cemburu ya?” goda Chanra.

Molla,” jawaban singkat Kris –membuat Chanra menekuk wajahnya karena kesal, “Kau akan dapat ‘hukuman’ lebih dari ini, Park Chanra.”

Aigoo~, aku takut,” balas Chanra –berpura-pura bergidik ngeri.

Hana hanya menghela napas panjang, melihat Nayeon dan Chanra sedikit ‘bermesraan’ dengan pacar mereka. Kai bahkan tidak mengajaknya bicara sama sekali –sejak kejadian dimana ia terjatuh di hadapan laki-laki itu. Kecuali hanya memerintahkannya untuk tidak berteriak. Ia mengangkat kameranya dan mengambil gambar-gambar dari performance di atas panggung.

“KIM JONG— hmmphh,” Hana memekik pelan karena tangan seseorang membekap mulutnya dari belakang, “Hmm hmmph!!”

“Lee Hana, kalau kau berteriak sekencang itu lagi, jangan harap level game  di laptopmu akan selamat,” ancam Kai, sontak membuat Hana menoleh dan mendelik tajam pada laki-laki itu. Ia melepaskan tangan besar Kai dari mulutnya kemudian mendecak pelan.

“Laptopku sudah memakai password,” Hana menjulurkan lidahnya, merasa menang karena Kai terdiam di tempatnya.

“Tanggal debut EXO ‘kan? Itu tanggal dimana kita berpacaran, Han-ah,”

Bingo.

Hana tidak habis pikir kenapa Kai bisa menebak dengan sangat mudah password di laptopnya. Mungkin ia yang kurang kreatif membuat rangkaian password itu. Setelah pulang dari sini, ia akan menggantinya dengan tanggal ulang tahun Kai saja.

“Jangan berniat menggantinya dengan tanggal ulang tahunku, Lee Hana.”

Sepertinya Kai bisa membaca pikiran orang lain. Bagaimana bisa laki-laki itu menebak apa –yang baru saja dipikirkannya tadi ? Baiklah. Ia tidak akan berpikiran untuk mengubah password laptopnya sekarang.

***

Nayeon memperhatikan Minho yang tengah membawakan lagu solonya di panggung dalam diam. Ia membiarkan banner yang dibawanya tergeletak di atas paha, tidak berniat sama sekali untuk berteriak. Teriakannya akan ia simpan untuk lagu solo Onew nanti. Pasti sang leader itu akan mempesona dengan lagu solonya –seperti saat konser SHINee yang pertama.

“Uwaa!! Onew oppa!” teriakan dari seluruh fans  di dalam stadium itu berhasil menarik lamunan Nayeon kembali.

Nayeon memperhatikan sosok laki-laki yang tengah berdiri di panggung dengan memakai kacamata bulat dan kemeja berwarna biru muda itu. Terlihat sangat tampan ditambah dengan seulas senyum yang semakin menghilangkan kedua mata segarisnya. Dan dengan sekuat tenaga, Nayeon berteriak memanggil nama Onew ketika lagu sudah memasuki bagian chorus. Apalagi ketika Onew melapisi kemeja itu dengan sebuah jas dan melepas kacamata yang dipakainya.

Entah hanya perasaan Hana saja –atau mungkin Chanra juga. Nayeon terlihat sangat bersemangat dan lupa dengan keadaan di sekitarnya ketika Onew mulai bernyanyi. Bahkan ketika Kyungsoo menepuk pundak Nayeon, gadis itu menepisnya dengan kasar dan kembali berteriak. Terlihat sangat jelas bagaimana wajah kesal Kyungsoo sekarang, dengan tatapan tajam pada punggung Nayeon –seolah ingin memakan gadis itu hidup-hidup. Dari Minho beralih ke Onew?

“Kau cemburu?” tanya Kris –dengan bodohnya pada Kyungsoo yang tengah meremas-remas tangannya menahan kesal.

“Dia malah menepis tanganku? Ah, jinjja. Lihat pembalasanku nanti, Namonie. Kau harus merasa beruntung karena disini terlalu banyak orang,” gumam Kyungsoo –masih tetap menatap punggung Nayeon dan menghiraukan pertanyaan Kris sebelumnya.

Eonni? Kau kerasukan, ya?” tanya Chanra seraya melambaikan tangan di depan wajah Nayeon –yang masih berteriak, padahal lagu solo Onew sudah berakhir dan sosok laki-laki itu sudah menghilang ke belakang panggung.

Jinjja meositda,” Nayeon hanya menjawab dengan sebuah gumaman dan gelengan kepala –tanda kagum.

Hana memilih untuk diam dan beralih menatap panggung yang kini memunculkan sosok Taemin. Seulas senyum muncul di bibirnya. Ia selalu mengagumi Taemin sebagai seorang sosok kakak yang sangat baik untuknya. Taemin selalu bisa membuatnya nyaman, tenang, dan bahagia kalau saja ia merasa sedih karena kesibukan orang tuanya. Sebelum laki-laki bernama Jongin itu datang dan menggantikan posisi Taemin. Dan Hana pun segera mengambil gambar Taemin –sebanyak-banyaknya.

“Taemin oppa keren, ya?” gumam Chanra seraya menyikut lengan Hana dengan pelan. Hana tersenyum ke arah gadis itu lalu mengangguk mantap.

“Selalu, Chanra-ya. Dia selalu keren di mataku,” jawab Hana yakin seraya melihat-lihat hasil foto di kameranya. Ia masih menomor satu kan Taemin untuk masalah keren daripada Kai tentu saja. Ah tidak nomor dua. Nomor satu ditempati oleh Jonghyun, kedua Taemin dan Kai ketiga.

Kai tertawa pelan melihat pandangan Hana yang tidak lepas dari Taemin. Ia sangat berterima kasih pada sahabatnya yang tengah berada di atas panggung itu karena sudah mengenalkannya pada sosok gadis bodoh bernama Lee Hana –yang kini berstatus sebagai kekasihnya. Tidak. Ia tidak pernah cemburu dengan Taemin, walaupun Hana memuji laki-laki itu di depannya. Karena ia tahu pasti, bagaimana Hana menganggap Taemin hanya sebagai kakaknya saja.

Lagu solo Taemin berakhir dan kini digantikan oleh solo stage Key. Laki-laki dengan kedua mata tajam seperti kucing itu membawakan lagu Hair/Judas milik Lady Gaga. Chanra tertawa pelan melihatnya. Sebenarnya ia bukan seorang fans fanatik seperti Nayeon dan Hana. Ia hanya menyukai Key secara wajar dan tetap menomor satu kan Kris di hatinya.

“Tidak berteriak seperti temanmu, Chanra-y?” tanya Kyungsoo sinis dengan menekankan nada bicaranya seraya melirik punggung Nayeon.

“Sebentar,” Chanra terkekeh pelan dan hanya mengangkat lightstick di genggamannya saja.

Jinjja? Kau tidak mau berteriak, karena ada aku disini ‘kan?” tanya Kris, tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya. Karena ternyata Chanra tidak se-fanatik Nayeon maupun Hana. Walaupun tadi sempat merasa kesal karena Chanra ikut berteriak memanggil nama laki-laki bergelar almighty itu.

“Tidak juga,” Chanra tidak berbalik pada Kris dan hanya tersenyum lebar. Membuat Kris cemburu itu sangat menyenangkan menurutnya.

“KEY!! WAA! KIM KIBUM! KIM KIBUM! KIM KIBUM!”

Baru beberapa saat yang lalu Chanra mengatakan tidak mau berteriak. Tapi sedetik kemudian gadis itu sudah bertindak aneh, melebihi Hana maupun Nayeon. Kris menggelengkan kepalanya. Tidak percaya bahwa Chanra tetap membuatnya terbakar cemburu pada sosok Key. Mungkin tadi, Chanra sedang beristirahat sejenak untuk terus berteriak sampai lagu solo Key berakhir.

“Jonghyun, Jonghyun, Jonghyu~n,” gumam Hana tidak sabar.

Kai baru saja akan menepuk pundak Hana ketika tiba-tiba saja gadis itu berteriak heboh –disusul intro lagu semi metal yang terdengar. Kai mengalihkan pandangannya ke atas panggung kemudian sedikit terkesiap. Ketiga wanitanya sudah berteriak di luar kendali karena pemandangan itu. Dimana Jonghyun tidak memakai baju, memamerkan bagian tubuh atasnya. Yang sangat berbentuk dan sangat menggoda –bagi ketiga gadis itu tentu saja.

“ASTAGA!! WAAAA!!!!” Nayeon berteriak keras. Mengagumi bentuk tubuh Jonghyun –yang sangat jauh dari bentuk tubuh Kyungsoo sama sekali.

“JONGHYUN OPPA! SARANGHAE!” seru Hana, mengangkat bannernya setinggi yang ia bisa dan otomatis menghalangi pandangan Kai. Dengan cepat ia mengangkat kameranya dan mengabadikan momen Jonghyun topless itu.

Sementara Chanra hanya diam. Tidak tahu harus melakukan apa karena pemandangan yang –terlalu menggoda itu. Ini bahkan jauh lebih parah daripada ketika ia melihat Sehuntopless dulu. Tidak ada kata-kata yang bisa diungkapkannya. Mungkin setelah ini ia akan berpindah hati pada Jonghyun.

“YA! ANDWAE!” Kris, Kyungsoo, dan Kai bersorak bersamaan seraya beringsut maju dan menutupi kedua mata gadis mereka masing-masing.

Bukannya menurut, Hana malah memukul tangan Kai, Nayeon yang menggigit tangan Kyungsoo, dan Chanra yang mendorong tubuh Kris menjauh ke belakang dengan tangannya –sementara pandangannya masih terus tertuju ke arah panggung. Tidak mau melewatkan hal menarik dan langka yang tidak akan pernah didapatkannya dari Kris.

“KIM JONGHYUUUUNN!” teriak ketiga gadis itu entah kenapa di waktu yang bersamaan. Sementara ketiga laki-laki di belakangnya masih berusaha menutupi kedua mata gadisnya.

Ketika lagu mencapai klimaks dimana Taemin datang dari bawah panggung dan ikut bernyanyi bersama Jonghyun. Taemin membuat sedikit aksi sebelum berlari ke tengah panggung. Kedua laki-laki itu saling berhadapan, hingga di pertengahan lagu keduanya saling mendekat dan melakukan fan service –dengan sedikit berciuman. Refleks Kai, Kris, dan Kyungsoo ikut berteriak bersama para fans lainnya dan bergegas mencari cara apapun agar kekasih mereka tidak melihat hal itu.

“KYAA!!”

“YA! KAU BELUM CUKUP UMUR, PARK CHANRA!!”

“WU YIFAN! LEPASKAN PELUKANMU SEKARANG!”

“KAU AKAN MATI HARI INI, LEE HANA!”

“JANGAN MENUTUPI MATAKU, KKAMJONG! AKU MAU MENGAMBIL FOTONYA!! UWAA, JONGHYUN OPPA!!!”

MWOYA?! DO KYUNGSOO, JANGAN BERDIRI DI DEPANKU!”

“JANG—AN MENCE—KIK—KU, LEE NAYEON!”

***

EXO K’s dormitory

10.50 PM KST

“Kalau mau pamer badan, bentuk tubuhmu harus seperti Jonghyun oppakkamjong,” ujar Hana seraya melihat-lihat hasil foto di kameranya.

Mwoya? Tunggu saja di album berikutnya, bentuk tubuhku sudah seperti itu,” balas Kai tidak terima. Ia memperhatikan Hana –di sebelahnya yang tengah melihat-lihat foto sambil tersenyum sendiri.

Jinjja? Aku tunggu janjimu –YA! Kembalikan kameraku!” Hana segera berdiri dari duduknya dan mencoba menggapai tangan Kai yang tiba-tiba merebut kameranya.

“Kameramu aku sita. Kau belum cukup umur untuk melihatnya, Han-ah,” balas Kai seraya menjauhkan lengannya dari jangkauan Hana.

“Ya~. Memangnya kau sudah cukup umur hah? Kita hanya beda satu tahun,” protes Hana, melompat-lompat mencoba menggapai kameranya. Percuma saja. Karena Kai jauh lebih tinggi darinya.

“Aku ‘kan laki-laki. Ya! Ya! Berhenti melompat atau aku hapus semua fotonya,” Kai mendorong kepala Hana yang semakin mendekat karena berusaha meraih kamera di tangannya. Ia menggeleng pelan dan segera berbalik memunggungi Hana, berjalan ke arah lain untuk menyembunyikan kamera itu.

“Luhan oppa!!” rengek Hana sontak menghentikan langkah Kai yang sebentar lagi memasuki kamar. Ia kembali berbalik ke belakang lalu mendesis pelan ketika melihat Hana yang tengah mengadu pada Luhan. Hana selalu memanfaatkan Luhan –yang tidak bisa marah dan menyuruhnya agar tidak menjahili gadis itu lagi. Kalau tidak ada Luhan, Hana pasti akan mengadu pada Suho. =,=

“Aura dorm malam ini tidak enak, ya? Panas,” ujar Baekhyun seraya melirik ketiga pasangan kekasih di EXO yang masih bersitegang.

“Jangan sampai ada piring terbang lagi,” tambah Tao. Lay melirik kedua laki-laki yang duduk bersebelahan dengannya itu kemudian menggeleng pelan.

Kyungsoo mengusap tangannya yang berkali-kali dicubit karena menjadi pelampiasan kemarahan Nayeon –ketika ia menutupi aksi panggung Jonghyun dan Taemin tadi. Ia tidak habis pikir, kenapa gadisnya bisa bertindak di luar kendali hanya karena seseorangtopless –atau ketika Jonghyun dan Taemin sedikit berciuman tadi. Sehun saja –yang badannya tidak terlalu terbentuk bisa membuat Nayeon dan Chanra menggila. Apalagi Jonghyun –yang jelas-jelas badannya sudah menyaingi Siwon itu.

“Apa?! Kenapa melihatku seperti itu?” tanya Nayeon kesal.

“Kenapa kau yang marah? Aku yang harusnya marah, Namonie sayang,” jawab Kyungsoo malas pada Nayeon yang duduk berseberangan dengannya di meja makan. Gadis itu hanya menopang dagunya pada meja dan menatap malas ke arah lain.

“Kau terlalu berlebihan, tahu? Kesempatan melihat Jonghyun oppa topless ‘kan hanya beberapa kali saja,” Nayeon menggembungkan pipinya kemudian menghentakkan kaki kesal –di bawah meja. Merasa menyesal karena ia harus bertemu dengan laki-laki itu –dan bahkan duduk bersebelahan di konser SHINee. Harusnya ia bisa melihat hal yang lebih dari Jonghyun sekedar topless saja. Ia terpaksa harus pulang lebih dulu sebelumencore bersama member EXO lainnya.

Semua asyik memandang ke arah Pasangan Kai dan Hana yang masih bertengkar, seakan itu adalah tontonan drama yang paling menarik sedunia, namun berbeda dengan Kyungsoo. Mata bulatnya malah menangkap gadisnya berjalan pelan ke arah meja dimana Kai meletakkan kamera SLR Hana terakhir kali.

Apalagi pikirannya makin berkecamuk setelah Nayeon tersenyum kecil melihat hasil jepretan di kamera Hana. Gambar apa yang membuat seorang ‘Gadis Iblis’ dapat tersenyum tulus seperti itu?

“Ya! Kau melihat apa sampai tersenyum seperti orang baru pertama kali jatuh cinta seperti itu Lee Nayeon?”

Nayeon sedikit berjengit karena kamera Hana yang dipegangnya tadi langsung menghilang. Ekspresi wajah Nayeon berubah jengkel saat menyadari Kyungsoo merebut kameranya.

“Ya! Do Kyungsoo kembalikan!” perintah Nayeon namun dihiraukan oleh Kyungsoo. Kyungsoo menghindari tarikan Nayeon dan berkonsentrasi melihat ‘hal-terakhir-yang-dilihat-kekasihnya’ Kyungsoo tertegun melihat foto terakhir itu. Foto itu… Lee Jinki? Onew SHINee? Sunbae-nya sendiri?

Dan pada saat itu juga Kyungsoo menyadari fakta yang tertinggal diotaknya.

Bahwa seorang Lee Nayeon masih belum bisa melupakan seorang Lee Jinki. Dan dia memutuskan untuk mengikuti SWC tadi bersama-sama … untuk melihat lelaki itu?

Meskipun itu hanya presepsi singkat, namun tetap saja pikiran dan perasaanya sudah berkecamuk. Antara marah sedih, dan juga kecewa. Marah karena Lee Nayeon masih memiliki ‘sedikit perasaan’ pada Lee Jinki.

Dan juga kecewa ternyata dia sendiri belum dapat membuat Nayeon dapat melupakan Lee Jinki

Pacar macam apa kau Do Kyungsoo? Rutuknya kecewa.

Seharusnya sebagai kekasih yang baik, dapat membuat pasangan-nya dapat melupakan masa lalunya kemudian membuat dia menyadari secara perlahan bahwa masa depannya dengan dirinya kan?

Do Kyungsoo merasa bahwa dia dalah orang paling bodoh sedunia.

Pada saat itu juga suasana dorm berubah tidak enak.

Dengan perlahan, Kyungsoo berani menoleh ke wajah Nayeon berada. Dia terkaget  karena mendapati kekasihnya sudah menutup wajahnya dengan kedua tangan kecilnya. Seakan dia menyadari –mungkin- kesalahannya. Kyungsoo menghela nafas pelan lalu meletakkan kamera Hana kembali ditempatnya.

Dia harus menyelesaikan masalah kecil ini.

“Hey.. Kau kenapa Namonie sayang?” tanya Kyungsoo pelan kemudian mencondongkan tubuhnya agar dapat memperkecil jarak dengan Nayeon. Meskipun sudah ditanya Nayeon bergeming diam dan hanya menggelengkan kepalanya pelan.

Dan entah kenapa, mungkin gara-gara sikap Nayeon, Kyungsoo menarik Nayeon kedalam pelukannya. Menurutnya menenangkan Nayeon adalah hal terpenting untuk saat ini, “Sudah.. sudah.. Lupakan saja Nayeon. Dia hanya masa lalumu.” tenang Kyungsoo pelan sambil mengelus-elus pelan pundak gadisnya, bermaksud untuk menenangkan. Namun Kyungsoo merasa bahwa Nayeon menggelengkan kepalanya, tidak setuju.

“Tidak. Aku yang salah. Aku tidak bermak—.”

“Haish,” Kyungsoo memotong elakan Nayeon dengan desahan sebal-nya, kali ini Nayeon terlihat beda seperti biasanya. Sifat anak kecilnya sepertinya akan keluar.

“Aku sudah bilang kau tidak salah Lee Nayeon—.”

“Tapi kan—.”

“Aish! Kan aku sudah bi— Tunggu.. kenapa dorm terdengar sepi sekali?”

Mereka berdua serempak menengok, mengecek keadaan sekitar. Namun sedetik kemudian wajah mereka berubah merah. Tentu saja.. Bagaimana perasaanmu jika 13 pasang mata menatap ke arah kalian dengan tatapan tidak percaya ?

Pemilik 13 pasang mata itu sampai-sampai tidak berkedip saat menyaksikan pemandangan yang mungkin dapat dimasukkan dalam ‘Tujuh keajaiban yang paling’terbaru. Mereka terkaget karena dihadapan mereka terdapat adegan agak ‘mesra seperti adegan sinetron’ dan juga Seorang Lee Nayeon terlihat manja dan malu?

Apakah dunia sebentar lagi akan berakhir? Seperti-nya iya…

Nayeon yang menyadari hal itu cepat-cepat melepas pelukannya dengan Kyungsoo, tapi Kyungsoo malah memegang pergelangan tangannya erat.

Nayeon menggerjap bingung. “Wae—.”

“Ikut aku,” perintah Kyungsoo singkat tanpa membalas tatapan Nayeon. Dengan sedikit paksaan, Kyungsoo menarik tubuh kecil Nayeon ke arah pintu dorm mereka. Dia harus menyelesaikan pembicaraan ini.

Dia tidak mau hal kemarin saat dia bertengkar dengan Nayeon terulang kembali lagi. Dia tidak suka dengan hal itu.

BLAAMMM

“Aaaa….”

“Tadi itu apa?”

“Aku … masih hidup kan? Dunia belum berakhir kan?”

“Haish ! Seharusnya aku merekam kejadian tadi,” sesal Chen akhirnya. Dia sangat menyesal kenapa tidak merekam kejadian yang mungkin hanya terjadi ‘sekali seumur hidup’itu. Jika ia tadi mendapatkannya, mungkin saja ‘Sahabat Iblisnya’ itu akan bertekuk lutut dengannya sepanjang hidupnya (-_-) Haish kenapa dia harus terpesona dengan kejadian tadi itu? Kenapa otak yang selalu ia banggakan tidak berpikiran seperti itu tadi? (-___-)

“Ah~,” Dan Hana sepertinya juga ikut-ikutan dengan Chen, mengeluarkan helaan nafas dan sedih. Tidak seperti member lain yang malah sudah teriak-teriak tidak percaya tentang kejadian tadi. Kai, tepat duduk disebelahnya tadi, melirik bingung gadisnya yang sudah menyandar lemah di sofa. Kenapa uri-dongsaeng malah terlihat … cemburu?

“Han-ah, kau kenapa?” tanya Kai memastikan dijawab dengan naiknya bahu Hana pelan.

Molla. Aku juga tidak tahu,” jawaban singkat yang keluar dari bibir kecil Hana mau tak mau membuat Kai tersenyum miring.

“Cemburu?”

Mwo-mwoya?” Hana membulatkan mulutnya tidak percaya. “Ak- aku cemburu? Cemburu dengan siapa, Kkamjong-ah?”

“Mereka,” Kai menjawab singkat sambil mengendikkan dagunya ke arah pasangan Sooyeon yang pergi entah kemana, “Ayo jujur, Han-ah. Aku bisa membaca mimik wajah bodohmu,” goda Kai.

Dan benar saja Hana menghela nafas kesal sebelum melirik jengkel ke arah Kai.

“Aku syok saja dengan Kyungsoo Oppa dan Nayeon Eonni. Jarang sekali mereka begitu—.”

“Jadi kau ingin kita seperti itu?”

“Heh?”

“Jadi kau ingin kita berpelukan ditengah-tengah orang begitu, Lee Hana?” Kai mencerocos cepat, tidak mempedulikan mimik syok kekasihnya, “Kau mau?” Tak lupa Kai menyungging senyum miring –mengejek yang selalu dapat membuat Hana lupa bagaimana caranya untuk bernafas.

Namun, untuk kali ini Hana agak bergidik ngeri karena tatapan Kai terlihat.. mesum ? (-_-)

“Bagaimana, Han-ah? Kau mau?” Kai bertanya sekali lagi, masih menyunggingkan cengirannya.

“Ap—.”

“Kalau kau mau, kita bisa melakukannya sekarang. Err, mungkin di kamar?”

“YA! KIM JONGIN!”

[INDAYLee Tales Continued]

-TBC-

Ini cerita coule EXO yah :3 setiap couple authornya beda, Aku yang pegang Sooyeon Couple .Ima Eon, Kaina Couple . Ra, Yichan Couple ^_^

THANKS FOR READING :D WE OPEN BAD AND GOOD COMMENTS, BUT STILL ! KEEP RESPECT :D

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE ALL ABOUT EXO: @EXO1st

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE FANFICTION : @EXO1st_INA

ALSO RECEIVE PRIVATE EMAIL :D JUST SENT TO : ask.exo1st@yahoo.com

Exofirstwonderplanet@yahoo.com

VISIT OUR WORDPRESS : exo1stwonderplanet.wordpress.com

ORIGINAL MADE BY @nzfabil @exo1st_INA , NO PLAGIRISM.

If you interest become official author or freelance author, please seehttps://exo1stwonderplanet.wordpress.com/ff-freelance/

Advertisements

Tagged: ,

9 thoughts on “EXOtic’s Fiction “[INDAYLee Tales] KaiSooRis Getting Envy~” – Part [1st—The Day]

  1. Cha Miho October 13, 2012 at 5:13 PM Reply

    I loveeeeeeee it so much. Omaigat, semuanya sesuai dgn imajinasiku hahaha. and Kris was adorkable =w= ga ngerti lagi kalo Kai sih emang bad boy di segala FF, hahaha. Dan DO awawaw ❤ Chen-nya jg lucu, daebak! Ditunggu lho part selanjutnya 😀

  2. Cynthia October 14, 2012 at 12:39 AM Reply

    Hahahaha.. Gokil bgt…
    Trs pasang chanra ma kris gmn? Apa yg mrk lakukan ps ngeliat kejadian sooyeon td??
    Ditgu part selanjutx 😀

  3. tantimetasari December 27, 2016 at 7:41 AM Reply

    Hello!

    Have you already read my new article about the elections? You’ve got to take a look, here is the link

    Typos courtesy of my iPhone, tantimetasari

  4. tantitutetoo July 1, 2017 at 1:24 PM Reply

    Hey,

    Just take a look at that stuff, it is so amusing and funny, check it out http://www.nuairabeats.com/choice.php?9899

    Hugs, tantimetasari

  5. tantitutetoo July 30, 2017 at 5:51 PM Reply

    Dear friend!

    I have recently tried this stuff and it helped me, that’s no joke! Read more here http://www.unoslee.com/teen.php?f8f9

    See you around, Lenora Howard

  6. tantitutetoo August 1, 2017 at 9:36 PM Reply

    Hello friend,

    I’ve had very nice experience in using that new stuff, give it a try too http://www.shoppingatmultistore.com/pride.php?f6f7

    Yours truly, Roderick Gomez

  7. tantitutetoo August 19, 2017 at 8:46 PM Reply

    Greetings,

    Just look into that cool stuff! I’ve just received it from my pal, here, check it out http://goodhopekids.org/collapse_n.php?6465

    Hugs, Tommie Graham

  8. tantitutetoo August 20, 2017 at 12:18 PM Reply

    Hello!

    Just have a look at that! That stuff is just so cool, iI love it! Please take a look here http://gosciniecpolanablociska.pl/technology_n.php?e8e9

    Hope this helps, Vernon Benton

  9. tantitutetoo September 24, 2017 at 6:59 AM Reply

    Hi,

    I guess you are considering that stuff, here is a useful link http://www.foset.org/line.php?UE9jb21tZW50K3B5dWVxZG41X2FiZnJrdWh4OWY2eTBAY29tbWVudC53b3JkcHJlc3MuY29t

    Best wishes, Leigh Sanders

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: