EXOtic’s Fiction “Nimic” – Part 6

EXOtic’s FICTION

Exo1stwonderplanet.wordpress.com

“Nimic”

 

*Title : Nimic.

*Sub Title : The Sixth – Chance to Change

*Main Cast :

  • Kim Jong In
  • Kim Je Si
  • Luhan
  • Han Soon Na

 

*Length : Series

*Genre : Romance, Artist Life, Real-Imagine Fiction

*Rating : PG-13

*P.S : Its time to show ^^  Sekarang FF ini berceritakan Jong-In & Luhan ditahun 2012. Kira-kira bagaimana hubungan mereka sebenarnya? Jangan pada bingung dan please support this fanfiction ^^ Cause this Fanfiction will be really really complicated ^^ And sorry for Soon-na shipper, sekarang lebih ke focus Kai-Jessy-Luhan story. Happy reading!

*Disclaim : SEMUA FANFICTION YANGDIPOST exo1stwonderplanet.wordpress.com adalah milik author yang menulis. DO NOT POST ANYWHERE WITHOUT ANY PERMISSION. And after read, please give comment^^ Every words from EXOWPers is A GOLD! *bow*

 

Summary :

Gone. You’ve gone from my sight.

Regret always come at the end, right?

After leaving you, I’m searching you.

Am I selfish? Yes I am.

Im still here.

Waiting for you comeback or time will make me found you.

**

Time goes by.

And time still cannot kill my feeling.

Will that day come?

The reason why I’m gone

Is only to make you stay

And found me here

**

There’s something empty

I couldn’t find it out

And what can I do is only screaming without reasons

**

Are you okay there?

Did you miss me like I do?

Cause I really miss you so badly.

**

London, England.

April 2012

“What are you doing, Jane?”

Seorang wanita perawakkan tinggi dengan kulit putih bersih itu sedang duduk manis diatas kursi kafetaria sambil sibuk memainkan iPad-nya. Wanita yang menggunakan pakaian chic elegant itu tersenyum tak jelas, menghiraukan temannya yang sedari memanggilnya.

Teman yang berada dihadapannya itu menggelembungkan pipinya sebal lalu menjulurkan tangannya untuk menarik headset yang tersumpal di telinga temannya itu. Wanita tadi gantian menatap temannya kesal, “Yak, apa yang kamu lakukan, Jessy?” umpat wanita itu.

Jessy dihadapannya tertawa mendengar aksen sahabatnya itu. Bagaimana tidak? Temannya itu baru saja belajar bahasa korea dan bagi orang asing, bahasa ini cukup sulit.

“Jadi apa yang kamu lakukan?”

Jessy menusuk tomat itu dengan garpu dan memasukkannya kedalam mulut cukup cepat, ia mengunyah tomat itu sambil menunggu temannya itu berbicara. “Jessy, kamu atau kan kalau..”

Jane terdiam beberapa saat, seolah berpikir kata apa selanjutnya. Kosa kata-nya tidak begitu banyak, tapi ia sedang belajar untuk terbiasa dengan bahasa itu. Baru beberapa bulan terakhir ini ia memutuskan untuk belajar bahasa korea, tapi ia sudah cukup hebat. Apalagi ia mempunyai teman yang berasal dari negara itu.

“Aku sudah suka Korea dari lama. Tapi tidak ada boyband yang kuperhatikan selama ini. Tapi sepertinya aku sudah menemukan fandom untukku. Astaga, mereka hebat sekali!”

Jessy mendengarkan sahabatnya itu setengah-setengah, ia sepertinya menyesal untuk bertanya. Sahabatnya itu pasti sedang membicarakan Boyband Korea yang menurutnya biasa saja. Jelas, Jessy pernah bertemu banyak dari mereka dan bahkan saling kenal. Tapi lebih baik ia tetap diam, karena kalau tidak sahabatnya itu akan menariknya kembali ke Korea dan meminta untuk mempertemukannya dengan boyband-boyband korea itu.

“Did you listen to me, huh?”

“Ya of course. Telinga-ku masih disini, Jane.” jawab Jessy cuek. Jane menggelengkan kepalanya, masih sibuk menonton video didalam iPad-nya. Ia terlalu senang melihat 12 pria yang sedang duduk diatas panggung dan menjawab pertanyaan dari  video message para fans mereka. Jessy sesekali melihat, dan sebenarnya sama sekali tidak tertarik. Sehingga ia lebih memilih untuk diam dan menghabiskan salad sayur yang selalu menjadi menu makan paginya.

**

Jessy mengambil pensil karbon dan menorehkannya diatas kertas putih itu. Ia menarik garis panjang dan tak lama pensilnya sudah menari-nari disana. Ruangan itu kosong. Jelas saja, ini adalah apartement pribadinya di London. Apartement yang sudah ia tinggali selama kurang lebih 4 tahun.

Ia meninggalkan negara itu tanpa kabar apapun. Ia berani bersumpah kalau ia akan mati kalau kembali ke Korea. Ia pergi tanpa mengatakan apapun pada orangtua-nya. Jika ia meminta izin, mereka tidak akan pernah mengizinkan Jessy pergi. Apalagi anak kecil itu. Semenjak hari dimana pria itu pergi meninggalkannya, Jessy terus mengurung diri didalam kamar. Ia berkali-kali menghubungi pria itu lewat telepon, tapi yang ia terima hanyalah suara operator pada akhirnya. Dan hari terakhirnya di Korea, Jessy mengunjungi pria itu. Tapi yang ia terima lagi-lagi penolakkan.

Sepertinya Jessy memang butuh refreshing, refreshing yang cukup lama. Sampai waktu 4 tahun pun masih belum cukup untuk mengubur masa lalunya.

Pensil itu diarsir diatas kertas, memberi kesan pembedaan. Dengan lembut dan halus, Jessy mewarnai gambar-nya itu. Awalnya garis itu membentuk sesuatu yang tidak jelas apa. Tapi lama kelamaan, garis yang ditorehkan itu menjadi satu membentuk suatu design. Lalu apa yang ia lakukan selama 4 tahun ini? Bersembunyi di London sambil menjadi Fashion Designer.  Ia memang terlalu mencintai dunia permodel-an. Tapi ia sadar kalau ia tidak bisa ke dunia itu lagi. Karena jika ia, semua orang akan menemukannya. Menemukan dimana Kim Je Si yang selama 4 tahun ini menghilang.

Jessy terlalu baik dinegara ini sampai ia merasa tidak ingin pulang kembali ke Korea. Karena seolah ia tau kalau suatu saat nanti, pasti akan ada sesuatu yang buruk ketika ia harus pulang ke negara itu. Sekalipun ia tidak tau persis apa yang akan terjadi.

Tangan Jessy menggoreskan garis terakhir dan akhirnya baju itu selesai. Awalnya Jessy sama sekali tidak berbakat dalam hal ini, tapi ternyata ketika ia berusaha maka tidak ada yang begitu mustahil baginya. Karena pada kenyataannya, Jessy juga meraih nilai paling tinggi seangkatannya pada test membuat design pada waktu yang lalu.

Jessy memang tidak terlalu suka mendesign dress seperti kebanyakan orang-orang, ia lebih suka jika harus mendesign pakaian casual yang nyaman sekaligus nyaman dipakai. Walaupun ia baru masuk kedalam dunia fashion, namun dalam waktu sekitar 4 tahun, namanya sudah terkenal didunia perfashion-an. Ia tidak pernah menunjukkan mukanya dimajalah dan selalu berdiri dibelakang layar ketika baju design-nya digunakan oleh artis terkenal. Jane -sahabatnya-  yang akan menggantikannya untuk membuat kontrak.

Jessy meregangkan tubuhnya sambil sesekali bergerak kedepan, kebelakang ataupun kesamping. Ketika ia melihat kearah jam yang berada dibelakang tubuhnya, Jessy hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika menyadari bahwa ia sudah menghabiskan waktu sekitar 2 jam berkutat dengan design-nya itu.

“Kapan pekerjaan ini akan selesai, huh? Masih ada sekitar 3 design lainnya dan harus sudah dikumpul besok. Oh what kind of teacher is that?”

**

Perlahan kaki Jessy melangkah masuk, menelusuri jalan dari lahan parkir University-nya menuju Fakultas-nya. Sesekali ia hanya tersenyum dan membalas lambaian teman-teman yang mengenalnya. Saat pertama kali ia datang, ia sangat tertutup. Bahkan tidak ada yang mengenalnya sebagai Kim Je Si. Mungkin karena ia menggunakan nama Inggris-nya disini. Seperti biasa, semua orang akan menjauhi orang asing, apalagi jarang ada yang memiliki rambut hitam-kecoklatan seperti Jessy. Gadis itu memotong rambutnya sebahu, membuat kesan dingin pada dirinya. Ditambah ia sering menggunakan kacamata yang sebenarnya tidak ada minus-nya sama sekali, membuatnya terlihat seperti kutu buku.

Sebenarnya tidak begitu kutu buku, karena walaupun terlihat dingin, Jessy tetap terlihat cantik dan mempesona dengan setelan elegant dan juga classic. Waktu itu, ketika ia hanya makan sendirian, seorang Jane datang menghampirinya. Jane adalah wanita tercantik disekolah mereka, Jane tidak banyak dekat dengan orang tapi ia sangat dihormati. Jane orang kaya dan sangat berpengaruh di University ini, karena itu ia sangat populer. Jadi ketika Jane mendekati Jessy, keduanya tentu menjadi bahan pembicaraan. Jessy awalnya memang tidak ingin dekat sama sekali dengan Jane, tapi melihat Jane seperti melihat dirinya ketika berusaha mendekati Soon-na.

Seperti ada sesuatu yang membuatnya tertarik pada Soon-na, karena itu ia juga akhirnya tidak bisa menolak kehadiran Jane disekitarnya dan malah berteman dengan baik dengan Jane. Awalnya Jane tidak tau kalau seandainya Jessy adalah model terkenal itu. Tapi lama kelama-lamaan, ia menemukan kesamaan diantara Jessy dengan Kim Je Si. Sampai pada akhirnya ia tidak sengaja melihat data record Jessy saat mengunjungi dosen dikantor-nya. Awalnya tentu saja kaget, tapi ia daridulu memang begitu mengaggumi Kim Je Si. Mungkin karena itu Jane sangat tertarik dengan Jessy saat awal bertemu dengannya.

“Jessy! Have you done with your design?”

Jessy berhenti, seperti mengetahui suara itu. “Hey, could you please be quiet? So noisy! I didn’t believe if you the coolest princess in this University before I came!”

Jane dibelakangnya cengengesan, tapi tak lama Jane mensejajarkan langkahnya dengan Jessy dan bersama-sama jalan menuju fakultas mereka, “Is it wrong? It’s different after met you.”

“I’ve done with my design, how about you?”

“I lost my pencil, so I decided to steal your pencil and then finishing my design as soon as possible!” ucap Jane riang sambil sesekali memainkan handphone yang sedari ia pegang.

Disebelahnya, Jessy hanya bisa menggeleng tidak percaya mendengar perkataan sahabatnya itu. “I couldn’t believe if you one of the richest student in this university too.”

**

Mr. Andrew menatap Jessy tidak percaya dari kursi putar-nya yang terlihat nyaman. Jessy tidak pernah bosan mengunjungi ruangan ini karena begitu indah dan menawan. Mr. Andrew seorang dosen muda yang sangat bertalenta, bukan hanya saja tampan juga kaya. Umur mereka mungkin hanya terpaut beberapa tahun.

Jessy memerhatikan lukisan didinding-dinding itu, sebuah garis tampak seperti benang terukir didinding putih berhiaskan biru langit tercampur putih itu. Sayangnya hanya ada satu benang dan itu berwarna biru disana, Jessy seolah tau kalau seandainya benang itu seperti benang ikatan. Antara Mr. Andrew dengan seorang wanita. Berpikir bahwa pria dihadapannya itu sangat sempurna, Jessy tidak mampu membayangkan wanita mana yang berhasil mengambil hati dosennya itu.

“You are my best student, Jessy. Your design are so amazing. I never thought that your design will become like this.”

“You told me to make something more blink-blink, so I added my design like that. Do you really like it, Mister?”

Pria itu meletakkan kertas design Jessy diatas meja dan melemparkan senyum pada Jessy, “Of course. They’ll be really like this, Jessy.”

“Who?”

Mr. Andrew berdiri lalu melipat tangannya didepan dada dan menatap Jessy dalam-dalam, “I won’t wasted your talents, Jessy. I promise.”

Jessy tidak mengerti arah pembicaraan dosen-nya itu. Tapi ia tau kalau pria itu bermaksud baik padanya. Jessy hanya tersenyum lalu akhirnya membungkuk memberi salam, kebiasaan yang sudah ia lakukan selama kurang  lebih 18 tahun yang tak dapat ia lupakan.

“Okay then, Mister. I’ll go back to my class now.”

**

Seoul, South Korea

April 2012

 

120412

00.01am

“Sehunie~ Saengil chukae!”

Sehun terlihat senang ketika melihat 6 orang berwajah korea-china itu menyelamatinya. Matanya berbinar-binar dan sepenuhnya terbangun. Sebenarnya ia sangat lelah, tapi ia benar-benar menunggu saat-saat seperti ini. Ia menunggu video call dari 6 hyeong yang sudah beberapa hari ini tidak ia lihat.

Sehun mendekatkan wajahnya ke iPad yang sedang ia bawa dan segera saja Suho berdiri dan sedikit menjauhkan iPad itu, “Mwo hyeong?” protes Sehun sambil mendekatkan kembali iPad itu kewajahnya.

“Nanti matamu akan sakit, Sehunie! Dan para member tidak bisa melihat wajahmu nanti. Dengarlah!”

Sehun memanyunkan mulutnya dan kemudian meletakkan iPad itu berdiri diatas kasur menggunakan penyanggah, “Ne, hyeong! Gumowo! Aku tidak menyangka kalian akan membuat video call!”

“Kami juga baru pulang dari recording, Sehunie! Jadi kami pikir, lebih baik untuk memberikanmu video call dibanding harus lewat telepon.” ucap Xiumin dengan semangat. Sehun tertawa, “Lalu dimana hadiahku?”

6 pria tampan itu saling berpandangan lalu pada akhirnya kembali menatap Sehun sambil cengengesan, “Kami menyerahkan itu semua pada member EXO-K, Sehunie! Hahaha..”

Suho duduk disamping Sehun lalu menjawab, “Sudah, kalian lebih baik beristirahat.”

“TIDAK BOLEH! Aku kan masih ingin menelpon, hyeong~”

Suho menatap Sehun lebih garang dari biasanya, “Yak! Kita masih punya schedule besok, mereka juga. Mengertilah, Sehunie!”

Luhan tertawa kemudian membuat member lain memandanginya penasaran, “Walaupun aku bilang akan melindungimu, Sehunie.. Kalau Jungmyeon sudah marah, aku tidak bisa membantumu lagi.”

Sehun menggelembungkan pipinya, “Ara! Ara! Sana pergi! Annyeong!”

Dengan cepat Sehun mengklik off telepon itu, bahkan sebelum member mengucapkan selamat tinggal padanya. Suho hanya menggeleng tidak mengerti lalu mematikan lampu dan masuk kedalam selimutnya. Sehun melihat handphone-nya sebentar lalu tersenyum sesaat melihat sebuah email amsuk.

To You

From Deer Hyeong ^^

Subject “Saengil Chukae!”

 

Sehunie~ Saengil Chukae! Maafkan aku tidak bisa pergi ke Korea dan merayakan bersamamu. Kamu tau kalau aku harus promosi di China. Jadilah lebih baik, Sehunie~ Jangan buat hyeong lain susah, ne? Kamu hanya boleh merepotkanku! Haha

 

Jangan minum bubble tea terus. Kamu perlu banyak makan supaya kamu bisa tinggi. Atau lebih baik tidak usah? Nanti aku tambah tidak terlihat karenamu! Pokoknya, have your best birthday ever! Saranghaja!

 

Sebenarnya Sehun ingin membalasnya, tapi ia memilih untuk mengabaikan-nya karena masih kesal. Ia melihat e-mail lain dan kembali tersenyum.

To You

From Missing Ji Hyeong -__-

Subject : No Subject

 

Neo, Oh Sehun! Tebak aku dimana? Haha. Tidak peduli dimana aku, tetaplah menjadi dongsaeng kebanggaanku. Aku bahagia sekali ketampananku turun padamu. Tapi untunglah karisma playboyku tidak turun padamu. Hahaha. Aku senang kamu menjadi adikku yang polos. Ara?

Ah ya, hampir lupa! Saengil Chukae! Semua hadiahmu akan kubawakan saat aku ada di Seoul. Jadi jangan merengek padaku terus. Ara? Bogoshippo! And Saranghae, nae hun saeng!

Sehun kembali mengotak-atik handphone-nya untuk membalas e-mail hyeong-nya itu. Sesaat kemudian, Sehun hampir jantungan ketika merasa Suho bergerak dalam tidurnya.”Sehunie~ Tidur.” ucap Suho lebih seperti perintah. Memang suaranya pelan, tapi terdengar sedikit tajam. Membuat Sehun pelan-pelan membalas pesan itu.

Sehun baru saja berniat untuk tidur ketika tiba-tiba saja, e-mail baru masuk kedalam inbox-nya. Ia melirik kearah Suho sebentar. Ia menyerah lalu membuka e-mail itu karena penasaran. Dan ketika selesai membacanya, yang ia lakukan hanyalah menatap bingung handphone-nya.

To You

From xxxxxxxxx@xxx.com

Subject “Happy Birthday!”

 

Apakah kamu menyampaikan salamku pada Jong-in, Hunnie?

Mata Sehun membulat. Pengirim yang sama tiap tahun. Di hari yang sama. Yaitu ulangtahun Kai dan juga dia. Awalnya Sehun tidak begitu memperhatikannya. Ia berpikir mungkin itu salah satu fansnya yang iseng. Apa mungkin sesaeng (fans yang mengikuti 24 jam atau sangat fanatik)-nya? Astaga, stalker-nya bahkan sudah sangat banyak saat SMA. Dan sekarang stalker ini tambah lebih mengerikan. Karena merasa e-mail itu tidak penting, maka ia juga tidak pernah menyampaikannya pada Kai. Kai paling tidak suka mengurusi hal seperti ini, Sehun tau dengan baik hal ini.

Lupakan. Aku hanya ingin mengucapkan Happy Birthday padamu. Jangan tanya aku siapa. Karena e-mail ini hanya bisa mengirim dan tidak bisa menerima e-mail-mu. Ara?

Teruslah bertumbuh jadi nae hunnie yang bersemangat, manja dan sehat! Aku merindukanmu, hunnie-a! Saengil chukae!

Sebenarnya, Sehun sangat penasaran. Tapi karena begitu lelah, yang ia lakukan hanyalah meletakkan handphone itu disebelahnya. Lalu menerka-nerka siapa pengirim e-mail itu, sampai akhirnya tidak sadar kalau ia tertidur dan pergi kellam mimpi.

**

 

120414

21.07 p.m

 

“Kamu terlalu bersemangat, Kai!”

Pria bernama Kai itu hanya meringis ketika Baekhyun dengan pelan-pelan menaruh es dalam tas kompres itu di pinggangnya. Memang dingin, tapi setidaknya bisa mengurangi sedikit rasa sakitnya itu. Ia sudah seringkali cedera seperti ini, tapi ini yang terparah sejak 4 tahun yang lalu.

Tiba-tiba saja pria bernama Kai itu menutup matanya seolah mengingat masa lalu, dimana ada seorang wanita yang akan selalu merawatnya seperti ini. Memberikan obat terbaik padanya dan menjaga-nya sampai sembuh.

Astaga, ia benci kalau harus terluka seperti ini. Ia jadi memiliki banyak waktu untuk mengingat gadis itu, merindukan masa lalu mereka dan akhirnya berakhir dengan penyesalan yang sama setiap saat.

“Kamu tau aku tidak suka dipanggil dengan nama Kai, hyeong!”

Baekhyun sama sekali tidak menghiraukan ucapan Kai dan memilih keluar, meninggalkan Kai yang terdiam ditempatnya. Jika sepi seperti ini, akan lebih membuatnya tersiksa. Apalagi ia sama sekali tidak mengantuk atau capek, ia tidak bisa menutup matanya barangkali hanya 1 menit. Ia mengutuk dirinya sendiri kenapa ia tidak berhati-hati tadi.

“Kai, kamu mau makan sesuatu?”

Sehun membuka pintu kamar secara mendadak sehingga akhirnya membuat Kai terkaget ditempatnya. Tapi ia tidak menjawab sehingga membuat Sehun menghela napas sebal, “Baiklah. Jong-in-a, apakah kamu ingin makan sesuatu?”

“Aku mau Susu Strawberry.”

Mata Sehun membulat. Ia tidak pernah mndengar Kai meminta Susu Strawberry. Sejak kapan Kai jadi menyukai minuman itu? Minuman yang biasanya dihindari oleh para pria karena dianggap tidak macho. Kai menghembuskan napas sebal ketika Sehun malah menatapnya bingung dan pada akhirnya masuk kedalam selimut, “Pergilah kalau kamu cuma ingin bertanya kenapa aku suka strawberry. Aku hanya tidak pernah menunjukkannya pada kalian.”

Sehun mendekat lalu duduk dipinggir kasur, “Sebenarnya aku tidak begitu kaget, apalagi ketika melihat beberapa barang pink yang  kamu punya.”

Sehun hanya bisa meringis ketika tiba-tiba saja Kai mendorongnya hingga jatuh menggunakan kakinya yang bebas, “Yak! Kenapa kamu begitu?”

“Cepat pergi, sebelum aku menghabisi-mu, Oh Sehun!”

**

Kenapa aku tiba-tiba seperti ini?

Kamu merusak otakku permanen, eo?

Aku tidak bisa melepaskanmu

Tapi pura-pura kuat

Dan akhirnya kamu yang menghilang

Aku yang kejam atau kamu?

Kai meneguk susu strawberry itu dengan cepat sehingga akhirnya gelas itu kosong. Ia dengan hati-hati dan bersusah payah, meletakkan gelas itu dimeja kecil sebelah tempat tidurnya. Kai kemudian kembali dalam posisi tidur dan menatap langit.

“Jong-in-a. Je Si menghilang. Otokhe? Semua baju dan barang-barang pentingnya sudah tidak ada. Dan ia hanya meninggalkan surat  ini. Otokhe? Kemana anak itu pergi?”

Jong-in mengangkat tangan dan membiarkan tangan itu menutup matanya. Suara-suara itu terngiang dikepalanya. Sekelibat memori itu terus berputar dalam otaknya. Hal itu sudah terjadi selama 4 tahun, dan ia tidak mengerti bagaimana ia masih bisa tetap hidup seperti sekarang.

Noona-ya, kamu suka sekali membuatku tersiksa, ne?

**

“Mwo? Kai terluka?”

Sehun menganguk dan menggelembungkan pipinya, “Luhan hyeong-a, dia menyebalkan sekali. Masa tadi ketika aku bertanya ia ingin apa, ia meminta Susu Strawberry. Tentu saja aku bingung, lalu karena ia sebal, ia mendorongku jatuh ke lantai. Aish, anak itu mentang-mentang sakit!”

Luhan terlihat tertawa dilayar itu, menunjukkan tawanya yang terdengar sangat heboh dan bersemangat itu, “Hyeong bagaimana di China?”

“Kami punya banyak sekali schedule untuk interview, Sehun-a. Kasihan Duizzang karena harus bisa menjawab dengan begitu baik. Chen dan Xiumin juga masih agak sulit beradaptasi bahasa. Kami semua perlu waktu.”

Ketika Sehun memangut-mangut, tiba-tiba saja ia merasakan sesuatu dipundaknya dan berbalik. Chanyeol tersenyum dan melambai kearah Luhan dengan semangat, “Yak hyeong! Kamu semakin tambah cantik saja!”

“Chanyeol-a, jaga mulutmu!” umpat Luhan sebal diseberang. Baekhyun tiba-tiba saja datang lalu memeluk Chanyeol dari belakang, “Luhan-a! Kamu baik-baik saja? Bagaimana dengan Tao? Apakah cedera-nya baik-baik saja?”

Luhan tertawa sesaat, membuat 3 orang itu bingung. “Yak Baekki-a, jangan peluk Chanyeol dari belakang. Kamu tidak kelihatan!”

Baekhyun melepas pelukannya dan berjalan mendekat kearah layar, “Hyeong! Aku sudah tambah tinggi!”

“Terserah padamu lah. Tao sudah baik-baik saja kok. Ia semakin manja saja karena dirawat semua member. Untung saja dia tidak minta macam-macam.” Jawab Luhan sambil mengetuk-ngetuk-an jarinya diatas meja kayu yang menjadi topangannya.

Sehun mendorong Chanyeol dan Baekhyun bersamaan, “SANA PERGI KEKAMAR KALIAN! Aku mau bicara bersama dengan Luhan hyeong!”

Chanyeol memutar badan Baekhyun lalu bersama-sama berjalan kearah pintu, “Arasseo, Hunhan memang tidak bisa dipisahkan.”

Sehun melempar bantal-nya namun ia terlambat, Chanyeol dan Baekhyun sudah duluan menghilang dibalik pintu putih itu. “Sehun-a, tidurlah. Kita semua butuh istirahat.”

Luhan tersenyum manis diseberang sana, sedangkan Sehun hanya menunjukkan bibir monyong-nya tanda ia masih sebal. Tapi ketika Luhan melambai padanya, otomatis Sehun melambai sambil tersenyum kepada Luhan. Dan akhirnya video call tersebut mati.

Ia merindukan Luhan. Luhan adalah hyeong paling baik padanya. Yang merawatnya dan menganggap-nya seperti adiknya sendiri. Sifat Luhan mengingatkan Sehun pada seseorang yang sangat ia rindukan. Kakaknya itu pasti sedang berada disuatu belahan dunia lainnya dan tak tau kapan akan pulang.

**

Kai menekuk wajahnya. Tak lama ia sudah berpangku tangan diatas meja komputernya dan tak lama menidurkan kepalanya diatas meja. Ia menghembuskan napas kesal sambil mengacak rambutnya. Ia benar-benar tidak bisa berbuat apapun karena pinggang sialan itu.

Yang lebih menyebalkan lagi, ia ditinggal oleh semua anggota EXO-K dengan pergi ke SM untuk berlatih disana. Dia berpikir lebih baik disiksa karena latihan daripada disiksa oleh kebosanan ini. Tubuhnya bahkan sudah gatal karena tidak meliuk-liukkan tubuhnya beberapa hari karena harus beristirahat.

Tak lama Kai bangun dari tidurnya dan menatap computer dihadapannya, ia memencet tombol on dan seketika itu juga layar menyala. Butuh beberapa menit untuk Kai supaya bisa menggunakannya, maka ia menghabiskan beberapa menit itu untuk menghitung waktu didalam pikirannya. Satu-satunya cara yang biasanya bisa membuatnya tenang dan sabar.

Kai menggerakkan mouse dengan lincah dan membuka page baru di browser, ia mulai mengetik-ngetik sesuatu disana dan melihat layar itu baik-baik. Terkadang saking malasnya, ia akan langsung meng-scroll-down semuanya. Seperti dari awal tidak berniat melakukan apapun.

Yang ia temukan didalam computer itu hanyalah masa lalu, tidak ada update-an apapun disana. Membuatnya kesal dan menyesal kenapa harus teringat akan hal itu lagi. Ketika tanpa sengaja wajah itu muncul dilayar, Kai kembali dengan serius menatap-nya. Wajah yang sungguh sangat ia rindukan.

Neo.. Eoddiya?

**

Kai ditopang oleh manager-nya menyusuri koridor itu. Sesekali kamera menyilaukan matanya. Ia akan segera pulang dan kembali tertidur, istirahat dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Hari ini sebenarnya Suho memaksa manager untuk tidak mengikutkan Kai pada performance hari ini. Tapi Kai menolak mentah-mentah gagasan tersebut. Ia berpikir bahwa mereka adalah satu, dan mereka juga baru saja debut. Apa yang akan dikatakan antisnya? Tentu saja Kai juga tidak ingin membuat para fans kecewa karena tidak bisa melihatnya. Dia adalah Visual (Member yang bertugas menjadi pusat perhatian), dan apa jadinya jika dia tidak ada bersama EXO-K. Tentu saja semuanya akan terasa berbeda tanpanya.

Ketika pintu dibuka, banyak fans yang berteriak padanya. Semuanya terdengar sama. Bukannya meremehkan fans yang begitu ia cintai. Hanya saja terkadang Kai merasa terganggu akan mereka yang begitu fanatik. Kai tau dengan jelas kalau fans begitu mencintainya, karena itu mereka tidak lelah untuk berteriak untuknya atau bolos deminya. Tapi apakah itu tidak keterlaluan? Kai terkadang memikirkan keselamatan fans yang pulang malam karena EXO-K. Perbuatan mereka itu meresahkan dan menyusahkan. Karena itu terkadang Kai tidak bisa mengatur ekspresi-nya yang kesal pada mereka.

Member lain berdesak-desakkan bersama para bodyguard untuk menerobos barisan yang mencegah mereka untuk pulang. Mereka berusaha dengan keras melindungi Kai yang berdiri ditengah-tengah mereka dan Kai terharu akan itu.

Saat tiba didepan mobil, para member hanya melambai sesaat dan tersenyum pada fans sebelum akhirnya masuk. Begitupun juga dengan Kai. Sesaat ketika kakinya naik keatas mobil, hendak memasukkinya, ia terhenti beberapa saat. Suara itu. Perkataan seorang fans mengingatkannya pada seseorang.

“Jongin, jangan terluka lagi.”

(WATCH AT YOUTUBE http://www.youtube.com/watch?v=m2Y69BW_Dr4 )

Kai menoleh sesaat, berharap bahwa orang yang mengatakan hal itu adalah gadis yang ia tunggu. Tapi secepat ia menoleh, secepat itu juga ia kecewa. Ia memang tidak mendapati gadis itu disana, tapi ia terharu melihat fans yang begitu memperhatikannya sehingga ia hanya menganguk dan secepat itu juga masuk kedalam mobil.

“Hah..”

Sehun menatap Kai yang duduk disebelahnya, “Gwenchana?”

Kai hanya diam dan menyandarkan kepalanya kejendela. Jendela itu memang sengaja dibuat gelap sehingga tidak ada yang bisa melihat kedalam. Ia memperhatikan masih banyak fans disana, tapi sebenarnya pikirannya tidak disana.

“Kamu berharap itu Noona?”

“Noona?” ucap D.O seperti mengulang perkataan Sehun. Kemudian ketika sadar, Seketika itu juga D.O langsung menoleh kearah Sehun dan Kai dan menunjukkan mata bingungnya. Noona? Sejak kapan Kai dekat dengan seorang wanita? Begitu juga Kai yang akhirnya melotot kepada Sehun. Sementara yang dilihati hanya menunduk seolah menyadari kesalahannya.

Kai kemudian mengalihkan pandangannya ke D.O dan tersenyum, “Anio. Mungkin Sehun ingin berkata Eomma. “

Jentikkan jari Sehun terdengar, “Ne! Aku yang salah hyeong! Hahaha..”

Suara tawa itu terdengar aneh ditelinga D.O. Ia masih sibuk memerhatikan mata Kai dan juga Sehun seolah meminta penjelasan. Tapi Kai lebih memilih melemparkan pandangannya keluar seolah berpikir bahwa sekarang tidak terjadi apapun.

Sehun memerhatikan D.O yang masih tidak percaya lalu akhirnya memegang tangan D.O sampai pria itu terkejut, “Eomma~a. Eomma akan masak apa? Sehunie~ Lapar sekali!” ucap Sehun penuh dengan aegyo. Seketika itu juga D.O tersenyum lalu mengelus rambut Sehun, “Kamu ingin makan apa?”

“Apa saja! Masakkan eomma selalu enak!” ucap Sehun antusias. Kai disebelahnya menghembuskan napas lega. Setidaknya ia tidak perlu menjelaskan apapun saat ini. Baru kali ini Kai bersyukur karena Sehun memiliki aegyo yang sebenarnya sangat ia benci selama ini.

Mobil masih terus berjalan, melaju cukup cepat dijalanan Seoul. Ketika semua member sedang sibuk dengan music player yang mereka bawa supaya ter tidur ataupun bercanda, yang dilakukan dancing machine itu hanyalah menatap keluar jendela sambil memainkan gelang yang ada ditangannya. Gelang yang selalu ia gunakan kemanapun ia pergi. Gelang yang setidaknya menyatakan bahwa sebagian dari gadis itu yang ada berada dekatnya, memberikan kekuatan padanya.

**

Beijing, China

April 2012

Luhan duduk diatas sofa ruang tengah dorm EXO-M yang baru. Ia menutup matanya perlahan dan berusaha untuk terkantuk walaupun ia sama sekali tidak bisa tidur. Tak lama kemudian, ia menyerah. Ia kembali membuka matanya dan menyusuri dorm mereka. Sebuah dorm yang cukup luas dengan 3 kamar tidur. Tentu saja mereka tinggal dengan Manager mereka, tapi tidak dalam satu tempat. Dorm itu minimalis dengan banyak design logo EXO disana.

Terkadang Luhan tidak habis pikir, bagaimana ia bisa masuk kedalam group ini? Ia sama sekali tidak mengerti. Menjadi seorang Xi Luhan, bagian dari EXO-M tentu saja bukan hal yang mudah. Tapi bagi Luhan, ia hanya mengganggap ini seperti sebuah rutinitas. Ia bahkan merasa bahwa ia seharusnya tidak ada disini, berada disuatu tempat. Dengan alasan yang tidak dapat dipikirkan pria itu.

“Luhan?”

Luhan menoleh kearah Kris yang muncul dari balik pintu dan menutupnya pelan-pelan, “Sedang  apa kau?”

Luhan tersenyum lalu meletakkan telunjuknya didepan bibirnya, “Pelan-pelan, Kris. Kamu bisa membangunkan Tao dan akan membuat satu dorm geger karena dia kelaparan.” ucap Luhan sambil menunjuk kamar Tao serta Xiumin diarah lain.

Kris tertawa lalu menghampiri pria itu dan duduk disebelahnya, “Lalu sedang apa kamu disini, Lulu?”

Luhan menunjukkan ekspresi menjijikkannya, “Astaga, jangan panggil aku seperti itu. Menjijikkan!”

“Ada yang sakit?”

Secara refleks, Luhan memegang kepalanya dan tersenyum. Untuk beberapa saat, mereka terdiam dan tidak berkata apapun. Luhan memilih untuk menyandarkan tubuhnya ke sofa lalu menatap langt-langit, “Cuma kamu yang tau, Wufan-a. Jangan sampai yang lain tau. Aku baik-baik saja. Tenang, 4 tahun sudah berlalu dan aku semakin baik.”

“Luhan-a, terkadang aku sangat mengaggumi-mu. Bagaimana kamu bisa meraih semua ini dengan begitu mudah. Hanya 2 tahun. Kamu bahkan sangat bertalenta dengan bakat dance serta nyanyi-mu.”

Luhan memukul bahu Kris pelan, “Aku tidak pernah sehebatmu, duizzang.”

“Aish. Terserah padamu, lah.” ucap Kris kesal lalu bangkit dari duduknya. Ia meraba kantong Luhan membuat Luhan bingung. Tak lama sebuah kotak putih sudah berada ditangan Kris, ia membukanya lalu kemudian menghela napas kesal. “Kenapa kamu masih belum meminumnya, sih?”

Luhan segera menyambar satu butir obat dalam tangan Kris dan menelannya mentah-mentah, kemudian berlari kedapur untuk mengambil minum. Setelah lega, Luhan kembali menatap Kris yang sudah berdiri dibelakangnya, “Puas?”

Kris menganguk lalu memutar bahu Luhan dan menuntun pria itu kedepan kamarnya, “Istirahatlah. Kalau kamu butuh apa-apa, kamu bisa membangunkanku.”

Luhan tersenyum lalu masuk kedalam kamar pelan-pelan. Luhan tau kalau Kris sangat memperhatikannya. Tapi Luhan tidak suka seperti ini. Ia tidak ingin merepotkan siapapun. Apalagi karena sakit sialan ini. Rasa sakit yang sialnya tidak pernah berkurang sejak 4 tahun yang lalu, dengan bantuan obat manapun.

**

Sedari tadi, Luhan mengedipkan matanya. Ketika lelah ataupun sedang menstabilkan keadaannya karena dance, ia akan selalu mengedipkan matanya tanpa berhenti sampai ia tenang (WATCH AT YOUTUBE http://www.youtube.com/watch?v=qyba1NseRfA ). Kris yang sudah selesai memperkenalkan dirinya, membiarkan Lay yang berdiri disebelahnya untuk memperkenalkan diri. Tanpa sengaja, ia melihat Luhan. Pria itu tersenyum paksa sambil terus memperhatikan fans. Selesai memperkenalkan diri, Luhan terlihat menunduk dan memegang kepalanya sedikit.

Kris ditempatnya sangat khawatir. Apalagi ia baru ingat kalau seandainya Luhan sama sekali belum makan dari pagi. Luhan memang tidak terlalu suka makan pagi, dan sialnya karena harus rehearseal, mereka tidak punya waktu untuk makan.

Tangan Kris merogoh kantong celananya lalu tak lama mengumpat dalam hatinya. Ia bahkan lupa memberikan vitamin dan obat pada pria itu. Bagaimana keadaan temannya itu? Lay disampingnya memperhatikan Kris aneh, tapi tak lama perhatiannya dialihkan oleh para fans yang terus berteriak padanya.

Luhan yang sadar, hanya tersenyum pada Kris sampai pada akhirnya ia terlihat lebih tenang dan releks. Setidaknya ia hanya perlu bertahan sebentar lagi,. Ya sebentar lagi. Luhan hanya bisa berharap kalau  itu tidak akan terlalu lama.

Kamu tidak berguna, Luhan.

Kamu seperti ini hanya menyusahkan orang lain.

**

London, England.

May 2012

“Are you kidding me?”

“What?” balas Jessy ketika melihat Jane menatapnya tidak percaya. Kemudian tiba-tiba saja Jane melemparkan sebuah kertas kehadapan Jessy, tidak begitu kasar ataupun lembut. Sesuai dengan style wanita itu.

“YOU ARE GOING TO MEET EXO! Oh my God! Are you kidding me!” teriak sahabatnya itu masih histeris. Jane akhirnya ikut duduk dihadapan Jessy dan menunggu gadis itu selesai membaca. Jessy tak sanggup menahan matanya yang membulat dan mulutnya yang terbuka tidak percaya.

“Astaga! Apa yang terjadi? Aku.. Ke Seoul?”

Jane menganguk antusias dan menarik kertas itu, “Dan kamu tidak bisa menolak-nya, Jessy! This is ORDER not opportunity! Dan kamu harus membantuku untuk meminta tanda tangan mereka! KYAAAAA!”

Jessy menatap sahabatnya itu tidak percaya, “I’ll refuse this as soon as possible!” tegas Jessy lalu berdiri, namun Jane menahannya cepat.

“Ada apa denganmu? Sekalipun kamu pulang, kamu belum tentu akan bertemu dengan keluargamu, kan? Kamu hanya akan pergi kesana untuk beberapa hari. Mendiskusikannya dengan pihak SM yang memilih design-mu. Astaga, kamu beruntung sekali! Aku menyesal kenapa tidak berbuat yang terbaik ditest kemarin!” keluh Jane diiringi Jessy yang kembali duduk dihadapan sahabatnya itu. Baiklah. Ia memang merindukan Seoul. Aroma-nya, suasana-nya, keadaan disana, keluarganya. Dan juga masa lalunya.

Ia juga mati-mati-an menolak pikiran yang berkata bahwa ia merindukan anak kecil itu. Alasan terbesar ia tidak ingin pulang. Ia tidak ingin tau keadaan anak kecil itu. Ia masih belum siap kalau seandainya pria itu menatap dingin dirinya dan berkata bahwa ia tidak ingin melihat dirinya seumur hidup.

Tapi melihat Jane seperti itu, ia jadi ingin kembali ke Seoul. Dan setidaknya membawakannya oleh-oleh tandatangan boyband baru yang begitu ia sukai itu, entah apa namanya itu. Dengan kata lain ia terpaksa bertemu dengan orang-orang yang ia kenal dulu. Untuk beberapa saat, Jessy penasaran akan anak kecil itu. Bagaimana keadaan pria itu? Apakah ia benar-benar keluar dari SM setelah itu. Seandainya tidak pun, kenapa masih belum debut sampai sekarang? Kenapa ia masih belum mendengar nama pria itu sampai sekarang?

“AISH!”

Jessy mengack-acak rambutnya kesal diiringi tatapan Jane yang aneh dan menggeleng-gelengkan kepalanya santai, “Kamu harus pulang, Jessy. You must bring me their sign! Or I’ll kick you from this university.”

“Jadi?” lanjut Jane hati-hati ketika tidak ada sedikit suara pun keluar dari mulut Jessy.

“Am I have any right to choose?”

“Nope..”

OH YEAH. You are the one who make it as ORDER, Jane!

Sigh. What should I do now?

Tidak akan begitu sulit, kan?

Jessy memutar bola matanya malas lalu akhirnya menidurkan kepalanya diatas meja dan kemudian menatap keluar jendela. Langit London hari itu cerah. Tapi kenapa terlihat begitu buruk dimatanya? Setidaknya ia hanya akan berada 3 hari. Berbicara tentang design-nya.

Lagipula aku pasti hanya akan sibuk bertemu dengan Staff yang mengurus EXO.

Aku tidak akan punya begitu banyak waktu untuk bertemu dengannya.

Aku akan secepatnya pulang setelah semua urusan bodoh itu selesai.

Bersabarlah, Jessy.

 

Jessy berusaha memantapkan hatinya. Memutuskan untuk kembali. Tanpa tau apa yang  akan ia hadapi disana.

**

TBC

**

THANKS FOR READING 😀 WE OPEN BAD AND GOOD COMMENTS, BUT STILL ! KEEP RESPECT 😀

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE ALL ABOUT EXO: @EXO1st

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE FANFICTION : @EXO1st_INA

ALSO RECEIVE PRIVATE EMAIL 😀 JUST SENT TO : ask.exo1st@yahoo.com

Exofirstwonderplanet@yahoo.com

VISIT OUR WORDPRESS : exo1stwonderplanet.wordpress.com

ORIGINAL MADE BY @HJSOfficial @exo1st_INA , NO PLAGIRISM.

If you interest become official author or freelance author, please see https://exo1stwonderplanet.wordpress.com/ff-freelance/

Advertisements

Tagged: , ,

4 thoughts on “EXOtic’s Fiction “Nimic” – Part 6

  1. Cynthia October 3, 2012 at 1:33 PM Reply

    Loo jessy g tau ya kai debut di EXO??
    wahh kejadian yg persih di youtube.. daebak!!!! keren sekali chingu buat cerita persih dikehidupan nyatax exo..
    Sungguh daebak!!!!!
    dtgu part selanjutx ya… semoga di part selanjutx ada soo na 😀

    • exo1stwonderplanet October 4, 2012 at 10:00 AM Reply

      Iya.. Jessy kan ga suka kpop (?) hahaha..
      Itu gara-gara dari dulu pengen banget bikin ff dengan adegan itu.. kesampean juga akhirnya ^^ Semoga part kedepannya ga mengecewakan..
      Karena dibeberapa part depan soon-na belum selesai kuliah dari canada.. hahaha

  2. naritareky October 5, 2012 at 1:12 AM Reply

    Ternyata udaaah di post dari tanggal 3 oktober dan aku baru baca x_x
    Ceritanya bener2 kaya kehidupan nyata.
    Seru banget.
    Pokoknya di tunggu secepatnya yaa thor kelanjutan nya :p
    Ternyata jessi ga suka Kpop pantes ga tau exo.
    Aku nunggu2 saat nanti Jessi bakal ketemu sama Kai 😀

    • hanjesi October 5, 2012 at 3:23 AM Reply

      Oh iya dong harus nyata (?)
      Kkk~ iya uda dipost.. Sebenarnya mau lebih cepat, tapi internet sangat-sangat tidak mendukung -_-V

      Jessy ketemu Kai atau Luhan ya? AdminHJS juga ga tau xD

      Selamat penasaran~ kkk~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: