EXOtic’s Fiction “ JUST LIKE YOU” – Part 7

EXOtic’s FICTION

Exo1stwonderplanet.wordpress.com

“Just Like You”

 

*Title : Just Like You

*Part : 7

*Main Cast :

ë  Kris Wu

ë  Kim Hyeon

ë  Kim Sun Hye

*Length :  Series

*Genre : Romance

*Rating : PG 13

*P.S :  Ini adalah karya original by YuanFan. Dilarang keras untuk mem-plagiat dan mencopas tanpa seijin author

leave comment please

*Sinopsis : Kris Wu dan Kim Hyeon menikah muda, mereka menyembunyikan status mereka karena mereka sama-sama seorang pelajar. Ini semua dikarenakan kemauan kedua orang tua mereka. Mereka hidup bersama selama setahun, meski begitu perasaan mereka tak bergeser, Kim Hyeon masih menyukai mantan pacarnya Park Chanyeol. Kris? Dia belum menemukan seorang yang tepat untuk dirinya. Sampai kemudian memutuskan untuk bercerai. Apakah perasaan akan berubah menjadi cinta??

 

*Disclaim :

SEMUA FANFICTION YANG DIPOST exo1stwonderplanet.wordpress.com adalah milik author yang menulis. DO NOT POST ANYWHERE WITHOUT ANY PERMISSION. And after read, please give comment^^ Every words from EXOWPers is A GOLD! *bow*

**

Sun Hye POV

Tiba-tiba perutku lapar, ingin mengambil sesuatu didapur. Sekalian kubawa nampah sisa makan malamku yang dibawakan oleh Kris. Dia sungguh manis sekali. Aku terus tersenyum sepanjang waktu bila mengingat hal itu. Aku mendengar sayup-sayup suara dari ruang tengah.

Brakk!! Aku menjatuhkan nampahku, saat melihat sesuatu dengan mata kepalaku sendiri. Apa yang dilakukan Kris dan Hyeon??! Mereka berciuman??! Aku kaget melihat mereka. Mereka berdua juga tampak kaget menyadari kehadiranku.

“A-apa yang kalian lakukan??!” tanyaku curiga dengan terbata-bata.

Aku duduk diam diantara mereka, Hyeon yang wajahnya masih merah—entah karena malu atau demamnya semakin naik—menunduk dan memainkan jarinya.

“Aku suaminya,” gumam Kris. Aku membelalak menatap Kris tak percaya.

“Aku suami Kim Hyeon,” ulang Kris.

Hatiku seperti ada yang memukul dengan palu godam. Sangat sakit rasanya. Apakah mereka mengerjaiku? Mereka tak mungkin telah menika. Tidak mungkin, sangat tidak mungkin.

“Jadi kalian berdua…” aku menunjuk mereka bergantian.

“Eonnie, semua ini tidak seperti didalam pikiranmu. Walaupun hidup bersama, diantara aku dan Kris tak pernah ada apa-apa. Kami berdua hidup bersama layaknya saudara,” terang Hyeon pelan-pelan.

“Benarkah?” tentu saja aku sangat tidak mempercayainya.

Tak mungkin tak pernah terjadi apapun, mereka hanya tinggal berdua dan apa yang kulihat tadi membuktikan semuanya.

“Bukankah tadi kalian berciuman?”

“Aku menularkan demamku,” kata Hyeon polos kemudian tersenyum jahil.

“Pikiranmu salah. Apakah kau melihat bagaimana kami berciuman?”

Aku memang tidak melihat seluruhnya, yang kulihat mereka saling mendekatkan wajah. Tapi, tidak mungkin tidak terjadi apapun.

“Kris hanya menggodaku,” tambah Hyeon dengan wajah yang sangat santai.

“Sampai kapanpun kami akan tetap saudara. Kau juga, eonnie.”

Aku mengalihkan pandanganku pada Kris, dia menyunggingkan senyum padaku.

“Bagaimana kalian bisa menikah?” tanyaku.

“Entahlah, orangtua kami yang meminta. Alasannya sangat konyol. Semua terjadi begitu cepat, selama setahun ini aku dan Hyeon menjalani pernikahan konyol,” jawab Kris menyeringai.

“Kalian menikah selama setahun??!” Aku benar-benar tak percaya dengan kekonyolan ini. Apa-apaan ini?

“Ne~, tapi tak ada orang yang tau selain kedua orang tua kami, xiumin Oppa, Suho oppa, Luhan oppa dan eonnie,” Hyeon menunjukku saat menyebutkanku seperti dideretan orang penting.

“Ku harap kau juga akan menyembunyikan hal ini pada siapapun… termasuk Chanyeol,” hyeon menunduk saat menyebutkan nama Chanyeol, nadanya tampak lesu.

“Kami juga akan segera bercerai,” Hyeon kembali mendongakkan kepalanya sambil tersenyum riang. Aku memandangnya ganjil. Cerita apa ini??

Kris POV

 

Sebuah kecelakaan besar terjadi, Sun Hye tahu hubungan ‘suami-istri’ku dengan Hyeon. Dia menjadi salah satu dari daftar orang yang harus menjaga rahasia ini. Tapi, yang membuatku kaget adalah perkataan Hyeon tentang ‘perceraian’ dia menyinggung kembali hali itu, perutku menjadi mulas.

Aku menghela nafas berat, kulirik jam dinding diruang tengah menunjukan pukul 3 pagi. Hyeon dan Sun Hye sudah kembali ke kamarnya masing-masing. Sun Hye tampak kaget mengetahui hal yang sebenarnya..

Kau menyukai Hyeon, Kris. Tiba-tiba kata-kata Suho kembali teriang di kepalaku. Tanganku meraba bibirku, aku tersenyum simpul. Aku berciuman dengan Hyeon beberapa jam yang lalu.

“Ah, apa yang kulakukan?” gumamku sambil mengacak rambut depanku.

“Dia sungguh bodoh, menyebutkan kata-kata perceraian dan untuk apa dia mengatakan berciuman untuk menularkan demam??! Teori apa itu?? dasar, Hyeon!” umpatku sebal.

Aku membaringkan tubuhku di sofa. Aku sangat lelah hari ini. benar-benar lelah. Sampai mataku benar-benar terlelap.

Aku merasakan tangan halus membelai wajahku, menepuk pelan pipiku untuk membangunkanku. Aku tak mau membuka mataku, masih ingin lebih lama merasakan tangan nyamannya.

“ng… lima menit lagi Hyeon-ah…” gumamku sambil bergelung.

“Kris-ah!! ayo bangun!! Kau memanggil siapa?! Hyeon?? Aku Xiumin,”

Aku terlonjak bangun dari tidurku, ketika aku membuka mata wajah Xiumin memenuhi pandanganku membuatku memundurkan wajahku sendiri.

“Sial,” umpatku. Xiumin menyeringai setan padaku.

“Hyeon memintaku menjemputmu, dia sudah berangkat duluan bersama Chanyeol,”

Aku mendesah lelah, dibelakang Xiumin tampak Suho dan Luhan asyik memakan sesuatu di meja makan. Sun Hye ada diantara mereka.

“Kris-ah, mandilah dulu. Kami akan menunggumu,” kata Sun Hye berdiri memandangku beberapa meter dari meja makan.

Ruang tengah rumah ini memang satu ruangan dengan meja makan dan dekat sekali dengan dapur. Aku melompat dari sofa dan berjalan ke kamar mandi belakang.

“Bila bukan karena Sun Hye-ssi, kami akan membiarkanmu tidur seharian,” gumam Luhan dengan senyuman sangat menyebalkan. Aku ingin melemparnya dengan apa saja yang ada didekatku.

“Ah, ini. Memo dari Hyeon,” Xiumin menyerahkan sticky note merah muda padaku.

‘yah! Mandi dengan benar, jangan sampai kau tidak mandi dan berangkat sekolah. Jangan melewatkan sarapanmu! Kerjakan semua dalam 10 menit, kau tidur like a buffalo. Aku berangkat duluan,

Hyeon’

Tulisan cakar ayamnya membuatku sakit mata. Hyeon itu sangat cerewet, bahkan tulisannya bisa menggambarkan hal itu. Aku mendesah berat lagi, meremas kertas itu menjadi kecil dan melemparnya kesembarang arah.

“Ah, apa yang kau lempar??!” teriak Luhan.

Lemparan kertasku tepat mengenai kepala Luhan, aku hanya smirked padanya.

Hyeon POV

 

Aku tak bisa fokus pada pelajaranku hari ini. Mungkin aku belum sembuh total, aku merasakan jantungku terus berdegup tak beraturan. Aku mencengkeram dadaku, berharap degupnya kembali normal.

“Kim Hyeon-ah…” panggil Hyuri Sonsaeng-nim.

Aku sedikit kaget, dan mengacungkan tanganku kikuk.

“Apakah kau tak apa? kulihat kau sedikit pucat?”  Hyuri sonsaeng-nim menghampiriku dan semua mata memerhatikanku. Aku menunduk tak tau harus bagaimana.

“Ani, saya baik-baik saja. Hanya kurang tidur,” elakku.

“Aku akan mengantarnya ke UKS,” Chanyeol tiba-tiba berdiri dari bangkunya dan sertai tatapan heran seluruh kelas.

“Dia sedang sakit, Hyuri-sonsaengnim.”

“Ne~ kelihatannya begitu. Dia sangat pucat. Baiklah, Chanyeol-ah antar Hyeon ke UKS,” kata Hyuri Sonsaengnim, beliau memberi jalan untuk Chanyeol berjalan menuntunku ke UKS.

Beberapa anak aku mendengar berbisik-bisik sambil terus melirikku. Aku tak tau apa yang mereka bicarakan, aku terus melanjutkan jalanku.

Chanyeol terus menungguiku di samping ranjangku. Dia bersikeras ingin menemaniku. Aku sebal dengan sikapnya yang seperti ini, dia membuatku semakin menyukainya.

“Yah, kembalilah! Bilang saja, kau menemaniku sebagai alasan membolos,” omelku tak sabaran. Chanyeol yang dari tadi menunduk memainkan ujung selimutku, mendongak.

“Apa yang kau lakukan bila seseorang yang berarti bagimu sedang sakit?” dia malah bertanya padaku.

“Emh…’’ aku mencoba berfikir, “aku akan mencemaskannya,”

“Begitupun aku, aku juga seperti itu,” ucapnya teduh membuatku salah tingkah.

“Apa yang kau bicarakan? Aku hanya sakit sedikit, kau tak perlu sekhawatir itu. Chanyeol-ah, kembalilah ke kelasmu,” aku mencoba membujuknya. Dia menggeleng.

“Kau tetap saja keras kepala,” desahku dengan seringaian setan.

“Hyeon-ah.. aku ingin bertanya padamu,”

“Ne??” meliriknya sebentar sambil memandangi langit-langit atas UKS.

Aku menungguny bicara, tapi dia tak kunjung bicara. Akhirnya, aku mengarahkan pandanganku padanya. Dia menunduk sambil memainkan jarinya.

“Apa yang ingin tanyakan masalah besar?” tebakku, itu kebiasaannya bila ingin menanyakan sesuatu yang serius dia akan selalu berpikir lama.

Chanyeol mendongak menatapku, dia hanya memandangku tanpa kata-kata.

“Aku… aku ingin bertanya,” Chanyeol menjeda kalimatnya. Dia tampak mengatur nafasnya.

“Apa—apakah benar, Kris-ssi bukan saudaramu?”

Hatiku serasa mencelos saat Chanyeol bertanya hal ini. Aku tak cukup persiapan bila dia mengetahui hal ini sekarang. Aku harus berkata apa sekarang??

“Siapa yang berkata seperti itu?” tanyaku berusaha sesantai mungkin.

“Aku mendengar dari teman-teman,” dia kembali menunduk seakan tak mau melihatku.

“Teman-teman?” aku mengulangi kata-katanya, aku berlahan menelan ludahku. Chanyeol mengangguk.

“Ne, ada gosip beredar kau sudah menikah,”

Jantungku tiba-tiba bertalu sangat cepat, tapi rasanya seluruh darahku berhenti mengalir. Siapa yang mengetahui hal ini selain orang-orang yang kuketahui? Siapa? Aku berusaha berwajah santai dan datar, seakan tak terjadi apa-apa.

“Kau percaya?” aku menyoba bersikap biasa saja.

“Ak—entahlah,” Chanyeol tampak ragu menjawabnya.

Aku tahu dia sangat bimbang dengan kebenaran ini, tapi aku tak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya sekarang. Aku butuh waktu untuk menyiapkan semuanya. Aku bangkit dari bebaringku dan menggengam tangan Chanyeol.

“Percayalah apa yang dikatakan oleh hatimu. Kau yang lebih mengenalku dibandingkan siapapun,” kataku. Chaneyol memandangku dalam, kemudian dia ambruk dan memelukku.

“Chan…Chanyeol-ah…” gumamku sambil menepuk-nepuk punggungnya pelan.

“Aku tak rela kau dimiliki orang lain selain aku,” katanya cepat sambil mengeratkan pelukannya.

Mataku tiba-tiba panas, ingin menangis. Rasanya hatiku meleleh mendengar kata-katanya, rasanya aku melayang merasakan hangat tubuhnya. Sanggupkah aku menahan bibirku untuk tak berkata jujur, agar aku tak melukai hatinya.

“Ne…” gumamku sambil mengeratkan lenganku pada punggung lebarnya.

Aku merasakan Chanyeol melonggarkan lengannya, dan mendorong bahuku pelan. Dia menatapku dalam. Aku tak sanggup melihat tatapan teduhnya.

“Hyeon-ah…” katanya pelan.

“Sarangheyo, Hyeon-ah…”

Aku terdiam ditempat, mulutku terkunci. Aku ingin mengatakan hal yang sama, tapi hatiku berontak. Bila aku mengatakannya sekarang, dia akan mengalami sakit hati yang dalam.

“Aku tau… kau sudah menolakku. Tapi, entah mengapa hatiku berkata kau masih menyayangiku,” dia tersenyum antara malu dan sedih.

“Aku hanya menyayangimu saja, tak lebih. Sekalipun kau berpaling, aku akan tetap ada dibelakangmu.”

Ya, Tuhan! Aku sungguh tak sanggup. Aku tak sanggup menahan perasaanku yang membuncah, bagaimana ini?!

“Bagaimana bila aku juga masih menyayangimu?” tanpa sadar aku melepaskan pertanyaan itu. Apa yang kulakukan?

Chanyeol menegakkan kepalanya menjadi lebih tegak dan memandangku dengan serius. Aku menunduk menghindari tatapannya.

“Tapi… aku tak bisa.” Lanjutku.

“Waeyo?” nada Chanyeol tampak melemah.

“Tidak untuk sekarang, aku masih belum bisa. Aku juga tak mau kau menunggu, aku ingin kau segera temukan orang lain yang bisa membahagiakanmu.” Aku tersenyum memandangnya.

“Kau tau… ucapanmu tadi akan membuatku semakin terikat padamu. Aku tak peduli harus menunggu berapa lama lagi. Aku ingin kau disampingku,” mata Chanyeol berkaca-kaca membuatku tak sanggup menahan air mataku.

Aku membekap mulutku dan menangis terguguk, rasanya sangat menceloskan hatiku. Tolong aku, bagaimana? Terlintas wajah Kris dipikiranku. Apa tadi? Kenapa muncul wajah Kris? Aku meraba bibirku, aku baru ingat. Aku berciuman dengannya semalam. Ada yang berontak dalam hatiku, pikiranku tiba-tiba kacau tak menentu. Aku merasakan Chanyeol kembali memelukku dan mencium puncak kepalaku lembut.

Kris POV

 

Perasaanku seharian tak enak, entah kenapa. Pikiranku terus pada Hyeon. Tiba-tiba saja aku mengkhawatirkannya. Apa terjadi sesuatu dengannya? tapi bila ingat apa yang dia tulis di memo pagi tadi, aku rasa dia cukup sehat.

“Yah, Kris!! Kau memikirkan apa?” Suho melemparkan buntalan kertas padaku. Aku melemparkannya kembali padanya.

“Eobseo,”jawabku sambil merebahkan kepalaku dimeja.

“Hyeon-aahhh….” suara Luhan dan Xiumin tampak menggodaku.

Aku mengambil kertas dari buku didepanku dan meremasnya hingga menjadi buntalan. Setelah itu melemparkan dengan keras ke mulut Luhan. Sial! Meleset. Aku kembali meletakan kepalaku dimeja.

“Krissiee.. kau mulai jatuh cinta pada Hyeon. Mengaku saja, susah sekali,” bisikan Xiumin membuatku risih setengah mati.

“Jangan ikut campur urusanku,” kataku sebal.

“Ahhhhh….” sorak Xiumin, Luhan dan Suho bersamaan sambil menyenggol bahuku keras.

“Aku dengar Sun Hye mengetahui kartu matimu, benarkah?” Suho bertanya sambil celingukan kekanan dan ke kiri memastikan tidak ada orang yang mendengar selain kami. Aku hanya mengangguk.

“Jinja??!!” pekik Luhan heboh.

“Kalian memberitahunya?”

“Tentu saja tidak. Aku tak segila itu akan buka mulut dengan orang asing,”

“Lalu? apa yang membuatnya dia mengetahuinya?” Xiumin tampak antusias.

Aku menegakkan badanku dan menghadap mereka. Aku bingung harus jujur atau berbohong. Hatiku berontak ketika ingin mengatakan hal yang sebenarnya. Mereka akan mengataiku habis-habisan. Akhirnya aku hanya menyeringai.

“Apakah terjadi sesuatu dengan kalian? Apa yang kalian lakukan?? Ayo, ceritakan pada kami!!” desak Suho melangkah menghamipiriku dan mengguncang-guncangkan bahuku.

“Ani…” jawabku pasrah.

“Kau berbohong, telingamu merah,” celetuk Xiumin.

“Pasti ada suatu hal terjadi yang membuat Sun Hye mengetahui ‘itu’,” Luhan menebak-nebak ala detektif  kacangan. Aku meliriknya sebal.

“Sun Hye memergokiku saat aku dan Hyeon berciuman,” akhirnya kukatakan juga.

“MWOOOO!!!!!!” teriak trio usil tepat didepan wajahku, aku sampai memejamkan mata karena kedashyatanya.

“Yah!! Benarkah??!” Luhan memekik membuat teman-teman lain yang ada dikelas melihat kami. Sadar diperhatikan, Luhan memasang wajah dengan cengiran yang menurutnya manis.

“Yah, sebenarnya bagaimana perasaan kalian berdua?” desak Suho

Aku menggedikan bahuku, Xiumin meninju bahuku keras.

“Ah!” sontakku lalu memandangnya marah.

“Kau yang benar saja??! Kalian sampai berciuman, mustahil kalian tak ada perasaan apapun. Kalian saling menyukai hanya saja tak mau mengakuinya,” omel Xiumin panjang lebar.

“Padahal aku sudah sangat senang, kalian tidak ada perasaan satu sama lain. Aku cukup menyukai Hyeonnie,” gumam Luhan dengan raut wajah tanpa dosa. Aku menggebuk perutnya sampai dia merintih.

“Yah, langkahi mayatku!” kataku tegas.

“Kau kelihatan sekali menyukai Hyeon. Katakan saja padanya, kalian sangat rumit,”

Aku mendengus. Mengatakan aku menyukai Hyeon? Apa yang mereka pikirkan, aku dan Hyeon hanya sekedar saudara, teman dekat, dan belahan jiwa yang tak akan tergantikan. Baginya Chanyeol-lah pengisi hatinya sesungguhnya.

“Aku lebih memilih Sun Hye-ssi. Neomu yeopo…” gumamku.

“Ah, benarkah? Akhirnya, kau menyukai seorang gadis!! Thanks God!!” sorak Luhan dengan tingkah yang luar biasa excited, membuatku bergidik ngeri.

“Anyeong hasseo…” suara halus menggema diseluruh kelas menyita perhatian kami semua. Beberapa orang tampak terperangah dengan sosok yang berdiri didepan pintu, terutama para namja.

“Wah, panjang umur sekali. dia datang saat kita membicarakannya,” gumam Suho tanpa melepas pandangannya. Yeoja cantik itu melambaikan tangan padaku kemudian berlari menghampiri kami.

“Apa yang membuatmu datang kemari, Sun Hye-ssi?” tanya Suho menggodanya.

“Aku hanya ingin memberikan ini untuk makan siang,” dia menyerahkan kotak persegi panjang padaku. Aku memandang kotak itu cukup lama, sampai Luhan menyenggolku.

“Untuk kami?” Xiumin menggodanya.

Sun Hye tampak terkejut kemudian salah tingkah.

“Kuenya bisa kalian makan bersama. Cukup banyak,”

“Ah, ne~, tapi sebagian besar untuk Krissie. Benarkan??” Luhan semakin jahil menggodanya membuat wajah Sun Hye bersemu merah.

“Yah! Kalian sangat keterlaluan. Menggoda sampai seperti itu,” marahku erwarsambil membuka kotak dan menyumpal mulut Luhan dengan sepotong kue berwarna coklat itu.

“Umg…Hawas.. khhau Khiiriis!! (awas, kau Kris!)” suaranya aneh karena mulutnya penuh dengan kue. Aku pura-pura tak mendengarnya.

“Kamsahamnida, Sun Hye-ssi,” ucapku.

“Bisakah kau berhenti berlaku formal padaku?” pintanya sambil tersenyum manis. Suho tersenyum penuh arti.

“Juga kalian semua, aku lebih senang bila dianggap sebagai teman. Perlakuan formal membuatku seperti orang asing,”

“Ah, ne~. Gomawo, Sun Hye-ah.” aku mengulang ucapanku. Dia tertunduk menahan tawanya dan mengangguk.

“Aku akan kembali ke kelasnku. Sebentar lagi bel masuk, jaljaa..” pamitnya sambil melambaikan tangannya.

“Sun Hye tampaknya menyukaimu,” bisik Suho. Aku meliriknya yang medekatkan diri ketelingaku dengan pandangan tetap ke arah pintu hilangnya Sun Hye. Dia balik menatapku.

“Makan,” kataku mendorong satu kue lain kemulutnya.

“Yah!!” teriaknya berang.

Pulang sekolah, hal ini yang kutunggu-tunggu. Aku ingin segera merebahkan diri di kasur dan tidur siang dengan nyenyak. Luhan sempat mengajakku pergi ke kafe tempat biasanya kita berkumpul. Tapi entah kenapa aku ingin segera pulang. Saat dikoridor kelas, aku melihat Sun Hye berdiri dengan seorang temannya.

“Kris-ah!!!” panggilnya sambil melambaikan tangan.

“Oh, kau dipanggil Sun Hye,” Xiumin menyenggol bahuku. Aku menunjukan cengiranku.

“Jangan sia-siakan kesempatan, dia sangat cantik Krissie.” Luhan berbisik jahi padaku.

“Apa yang kalian katakan?! Aku ingin menyumpal mulut kalian,” desisku berat.

“Atau kau terbayang Hyeonnie….??”

Sialan, Suho menjadi ikut-ikut mereka. Aku diam saja pura-pura tak  mendengar dan membalas lambaian tangan Sun Hye. Sampa di depannya, aku dan ketiga sahabatku berhenti.

“Kenalkan, dia Jessica Jung,” kata Sun Hye sambil mengarahka tangannya pada yeoja cantik disebelahnya.

Aku hanya menganggukan kepala, Suho dan Xiumin tersenyum manis dan menjabat tangannya. Kecuali Luhan, dia tak acuh dengan yeoja itu. Ada apa dengannya? biasanya apabila ada yeoja cantik dia akan bertingkah overhyperaktif.

“Luhan-ah, ada apa denganmu?” bisikku.

“Aniya.. ayo kita pulang sekarang,” Luhan menarikku dengan paksa. Aku sampai tak bisa mengelaknya.

“Sun Hye-ya, ayo pulang,” ajakku. Sun Hye mengangguk dan berjalan menyusulku bersama Jessica, Xiumin dan Suho.

Mobilku masih dibawa oleh Chanyeol, aku baru ingat. Tapi tak ada pengaruhnya, aku selalu berangkat sekolah dengan jalan kaki dan naik bus umum. Sampai rumah, Sun Hye langsung menuju kedapur dan aku merebahkan badanku di sofa depan televisi. Beberapa menit kemudian , Sun Hye menyodoriku segelas lemon squash.

“Gomawo,” kataku semangat segera menegaknya hingga habis.

“Mau kubuatkannya lagi?” tawar Sun Hye.

“Ak… aniya…” Aku malu, dia mungkin melihatku seperti kuda kehausan.

Aku mendengar suara tetapan kaki berjalan dari ruang tamu. Hyeon terlihat dengan muka lusuh dan sangat tak bersemangat.

“Hyeonnie, kenapa kau?” aku meletakkan gelasku dan menghampirinya. Dia malah melewatiku dan menggeleng.

“Kau masih sakit?”

Tanpa melihatku dia menggeleng lagi. dia menaiki tangga tanpa suara, Sun Hye melemparkan pandangan tanda tanya besar padaku. aku menggedikan bahuku dan menyusulnya ke atas.

Hyeon POV

Aku merasakan badanku sakit semua, aku ingin menangis. Pikiranku tak tentu kemana arahnya. Sepulang sekolah tadi, Chanyeol menciumku. Aku tak bisa mengelak, aku tak bisa. Ada hatiku yang berontak, tapi aku tak tahu apa itu. Aku melempar tasku sembarang ke pojok kamar, kemudian aku melemparkan badanku ke ranjang.

“Hyeonnie,” gumam Kris yang muncul di ambang pintu. Aku hanya meliriknya sekilas kemudian memiringkan tubuhku membelakanginya.

Aku mendengar langkahnya mengahmpiriku, ranjang sedikit bergerak saat dia duduk disampingku.

“Jangan membuatku khawatir. Mana yang sakit?” tanya lembut.

“Aniya, aku baik-baik saja. Aku hanya kelelahan.” Aku memutar tubuhku dan duduk bersila di sebelahnya. Aku mencoba tersenyum pada Kris.

“Jangan bohongi aku,” gumam Kris.

“Kris-ah, aku benar baik-baik saja,” kataku menyakinkannya.

“Wajahmu lusuh,” dia menyeka pipiku. Aku mengambil tangannya dan menurunkannya dari wajahku.

“Aku sungguh tak apa. Kris…” panggiku. Dia mengangkat kesua alisnya.

“Apakah kau sedang menyukai seseorang?”

“Apa yang kau tanyakan? Aku menyukaimu kan?” dia tersenyum jahil padaku. Aku tahu dia bercanda, tapi entah kenapa aku tak menyukainya..

“Jangan buat aku suka padamu, Pabo,” aku meninju bahunya.

“Mwo??! Kau mulai menyukaiku?” Kris tampak bangga dengan hal itu.

Aku mendengus melihatnya wajahnya yang berseri-seri.

“Ne~, maka dari itu. Bisakah kita percepat perceraian kita?” tanyaku. Kris sedikit membelalakan matanya, kemudian meneduh dan memelukku lembut.

“Aniya… aku tak mau cerai denganmu,”

Aku syok mendengar ucapannya. Apa yang dia katakan?! Bercandakah? Menggodaku? Aku tak suka dia membuncahkan hatiku seperti ini. Aku takut kesakitan nantinya.

“Aku hanya ingin bercerai… Chanyeol menungguku,” ungkapku, Kris melepaskanku dan menatapku tajam. Tanpa kata-kata dia beranjak dari kamarku.

“Terserah kau,” katanya singkat, kemudian menoleh padaku.

Jantungku berhenti berdetak, saat melihat matanya berkaca-kaca. Aku sesak nafas melihatnya, perasaan apa ini???!!

TBC

**

THANKS FOR READING  😀 WE OPEN BAD AND GOOD COMMENTS, BUT STILL ! KEEP RESPECT 😀

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE ALL ABOUT EXO: @EXO1st

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE FANFICTION : @EXO1st_INA

ALSO RECEIVE PRIVATE EMAIL JUST SENT TO : ask.exo1st@yahoo.com

Exofirstwonderplanet@yahoo.com

VISIT OUR WORDPRESS : exo1stwonderplanet.wordpress.com

ORIGINAL MADE BY @yuanitasugianto @exo1st_INA , NO PLAGIRISM.

If you interest become official author or freelance author, please see https://exo1stwonderplanet.wordpress.com/ff-freelance/

Advertisements

Tagged:

7 thoughts on “EXOtic’s Fiction “ JUST LIKE YOU” – Part 7

  1. Cynthia September 26, 2012 at 9:01 AM Reply

    Wahhh semakin seru nihhh..
    Jdx pasangannya tetap ato berubah??
    aq pinginx sih kris ma hyeon trs chanyoel sm sun hye. 😀
    Dtgu part selanjutnya 😀

    • 1authorexo1st September 26, 2012 at 9:06 AM Reply

      Wahhh.. thanks udah ikutin terus.
      saya sampe nunggu komen dari Chingu lho 😀
      Keep Reading yaa… 😀

      -yuanfan

      • Cynthia September 27, 2012 at 4:19 AM

        sippp (y)

  2. dinidink September 27, 2012 at 10:11 AM Reply

    *jeggerr* woa.. makin rumit kisahnyaa..
    wkwk..chanyeol nyosor *?* juga xp
    hayoo, hyeon~ah.. pilih kris ato chanyeol ?? tapi,tapi jgn kau embat dua – duanya,sisakan buatku satu,ne *?* #digeplakk
    makin sipp nie epep onn, makin sulit ditebak *?* makin bgus critanya…
    #Hwaiting unniee..lanjutkn!!!!!

    • 1authorexo1st September 29, 2012 at 12:11 PM Reply

      ne~, gomawo udah baca terus. haha saya nunggu komennya lho dari kemarin. 🙂
      hehe, oke saya akn berjuang untuk update selanjutnyanya.
      keep reading yaa.. 😀

      -yuanfan

  3. hanjesi October 11, 2012 at 3:36 AM Reply

    Pertama..
    KENAPA SIH KRIS SUKA BANGET NGE-BULLY SUAMI AKU (read : Luhan)

    Dan.. Kenapa harus ada Jessica disana.
    Dan..
    Kenapa cinta segiempat ini menyebalkan.
    Kenapa. . .

  4. 1authorexo1st October 13, 2012 at 8:43 AM Reply

    tenang, min.. tenang. mau minum /sodorin minum/
    gomawo udah nyempetin baca.
    mian baru bisa balas komenannya 😀

    -yuanfan-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: