EXOtic’s Fiction “ JUST LIKE YOU” – Part 6

EXOtic’s FICTION

Exo1stwonderplanet.wordpress.com

“Just Like You”

 

*Title : Just Like You

*Part : 6

*Main Cast :

ë  Kris Wu

ë  Kim Hyeon

ë  Kim Sun Hye

*Length :  Series

*Genre : Romance

*Rating : PG 13

*P.S :  Ini adalah karya original by YuanFan. Dilarang keras untuk mem-plagiat dan mencopas tanpa seijin author

leave comment please 😀

*Sinopsis : Kris Wu dan Kim Hyeon menikah muda, mereka menyembunyikan status mereka karena mereka sama-sama seorang pelajar. Ini semua dikarenakan kemauan kedua orang tua mereka. Mereka hidup bersama selama setahun, meski begitu perasaan mereka tak bergeser, Kim Hyeon masih menyukai mantan pacarnya Park Chanyeol. Kris? Dia belum menemukan seorang yang tepat untuk dirinya. Sampai kemudian memutuskan untuk bercerai. Apakah perasaan akan berubah menjadi cinta??

*Disclaim :

SEMUA FANFICTION YANG DIPOST exo1stwonderplanet.wordpress.com adalah milik author yang menulis. DO NOT POST ANYWHERE WITHOUT ANY PERMISSION. And after read, please give comment^^ Every words from EXOWPers is A GOLD! *bow*

**

Hyeon POV

Aku melihat Sun Hye noona ambruk, aku ingin berdiri menolongnya tapi Chanyeol menahanku. Kris segera mengangkatnya ke atas. Apa gara-gara aku mengajak jalan terlalu berlebihan? Aku merasa bersalah, dia seorang putri dari keluarga yang kaya tak mungkin pernah berjalan terlalu lama.

“Hyeon-ah..” kata Suho oppa sambil mengusap hidungku yang mulai berhenti mimisannya dengan sapu tangan.

Chanyeol duduk disebelahku sambil mengusap kepalaku.

“Apakah Sun Hye noona akan baik-baik saja?” tanyaku khawatir, suaraku agak sedikit sumbang karena menahan nafas.

“Ini salahku,” gumamku

“Aniya, mungkin dia hanya lelah,” sahut Kris yang baru saja turun. Dia menghampiriku dan memeriksa hidungku.

“Kau pusing?” tanyanya.

Aku mengangguk.

“Kris-oppa, ini salahku sudah mengajaknya berjalan terlalu jauh,” aku masih merasa bersalah.

“Sudahlah, dia hanya pingsan. Luhan sedang memanggilkan dokter untuknya. Juga untukmu,” Kris menenangkanku.

Luhan? Dia memanggilkan dokter? Aku menelengkan badanku menjangkau pandanganku yang tertutupi Kris. Benar, Luhan tampak sedang menelpon seseorang.

“Aku tak mau dokter,” tolakku sedikit merengek.

“Kau harus cepat pulih,” kata Xiumin oppa yang  berdiri agak jauh dariku. Kris mengiyakannya dengan mengangguk setuju.

“Aniya…” aku bangkit dari sofa dan berdiri diatasnya sambil membuat tanda silang dengan lenganku.

“Kalian tidak bisa memaksaku,” aku melompati punggung kursi dan lari masuk ke kamar mandi.

“Yah!!” seru mereka. Chanyeol hampir menangkapku tadi, tapi aku berhasil lolos.

Aku sangat membenci kata ‘dokter’.

Kris POV

Aku menyerah menghadapi Hyeon yang seperti anak kecil seperti ini. Dia selalu menjadi sangat menyebalkan bila demam. Bisa-bisanya berontak seperti anak kecil dan lari ke kamar mandi mengurung diri. Chanyeol mengejarnya, aku hanya melihatnya saja.

“Hyeon-ah… ayolah, dokter tidak akan menyakitimu,” bujuk Chanyeol.

Aku berdiri disampingnya dengan memasang wajah pasrah. Kuserahkan semua pada Chanyeol. bila dia seorang Chanyeol tak bisa membujuknya, apalagi aku??

“Aku tidak mau. Aku bilang TIDAK MAU!!” dia menekankan kalimat ‘tidak mau’nya dengan tegas.

“Chanyeol-ah, sudahlah. Aku akan mengatasinya nanti,” kataku pada Chanyeol putus asa.

“Tapi, Kris-ssi. Dia…”

“Aku tau, tapi semakin kita memaksanya dia semakin tak mau keluar.”

Chanyeol mengangguk mengerti, aku menepuk bahunya kemudian meninggalkannya didepan kamar mandi sendirian.

“Kau kerepotan?” Luhan bertanya setengah menyindirku.

Aku hanya menyunggingkan senyum kecil. aku berbelok kedapur, untuk membuatkan Sun Hye bubur.

“Xiumin dan Suho sudah membuatkan yeoja yeopo itu bubur. Mereka sudah mengantarnya keatas.”

Aku menyipitkan mataku memandang Luhan dengan tatapan heran. Dia mengalihkan matanya dari televisi dan membalas pandanganku seakan berkata “MWO??!”. Aku segera lari menaiki tangga menuju kamar Sun Hye. Awas kalau mereka melakukan sesuatu. Aku membuka pintu kamar dengan kasar, terlihat Xiumin dan Suho duduk berhadapan dengan Sun Hye yang sudah siuman.

“Yah, kenapa kau membuka pintu dengan kasar begitu?” tanya Suho memandangku ganjil.

“Ani… hanya memastikan saja, kalian tak berbuat macam-macam,” kataku tajam.

Xiumin tampak mendengus, “Kau pikir kami kemari untuk berbuat sesuatu pada Sun Hye-ssi??”

“Pikiran orang tak bisa ditebak,” gumamku membuat Suho menatapku geli.

“Mereka menemaniku,” kata Sun Hye dengan nada bahagia,

“Dokter-nim sudah memeriksaku, beliau berkata aku diminta memakan makanan hangat. Mereka membuatkanku bubur kacang hijau yang sangat enak,”

Aku mengangguk mengerti. Hyeon benar-benar melewatkan pemeriksaan dokter. Apa kabarnya dikamar mandi sekarang? dia akan semakin memburuk bila terkena udara lembab kamar mandi.

“Mianhe, membuat kalian semua kerepotan. Aku tak apa sebenarnya, hanya aku agak trauma dengan darah,” kata Sun Hye.

“Aniya, kau tak merepotkan kami,” jawabku lembut.

“Hyeonnie dimana?” tanya Xiumin celingukan.

“Dia masih bersembunyi dikamar mandi?”

Aku mengangguk, “Chanyeol menungguinya,” jawabku dengan nada lemah.

Aku melihat sedikit pandangan Suho padaku, dia tersenyum penuh arti padaku. Aku membalasnya dengan mengangkat sebelah alisku. Apa maksudnya dengan tersenyum seperti itu padaku??

Sun Hye POV

Aku menemukan banyak orang baik sejak tinggal dirumah ini. Aku menjadi semakin betah dan tak ingin meninggalkann rumah ini. Xiumin, Luhan, Suho, dan Chanyeol adalah orang baik yang pernah kutemui. Dulu aku merasa canggung berbicara dengan lawan jenisku, namun sekarang sudah merasa terbiasa.

“Permisi…” Kris masuk kamarku dengan membawa nampah berisi makanan.

“Ah, Kris-ssi… aku merepotkanmu—“

“Tetap duduk ditempat,” suruhnya saat aku akan berdiri dari ranjangku.

“Ini makan malammu. Aku tak begitu ahli memasak,”

Dia meletakkan nampah dimeja samping ranjangku. Aku melihat wajah tampannya, dia sungguh namja yang sangat perhatian. Aku tersentuh dengan sikapnya ini. Jangan buat aku lebih menyukaimu lagi, Kris.

“Mianhe… aku merepotkan,”ucapku sambil menunduk.

“Gwenchana, aku suka sekali bisa membantumu,”

“Ah, iya.. sampaikan rasa terimakasihku pada Xiumin-ssi dan Suho-ssi. Buburnya benar-benar enak”

Kris tersenyum dan mengangguk.

“Hyeonnie.. bagaimana keadaannya?” aku teringat padanya. Apakah dia baik-baik saja.

“Panasnya semakin meningkat. Itu gara-gara dia berdiam diri dikamar mandi terlalu lama dan tak sengaja terpeleset masuk kedalam bak mandi.”

Aku ingin tertawa membayangkannya, tapi ini bukan waktunya untuk tertawa. Kris sepertinya sangat mencemaskan keadaan dongsaengnya. Ada yang bertalu tak senang bila memikirkan hal itu.

“Dimana dia sekarang?” tanyaku, aku berharap tidak dikamar Kris.

Aku tau dia menjadi sangat manja pada Kris bila demam. Aku melihatnya tempo hari, betapa manjanya dia.

“Bergelung disofa ruang tengah. Hfftt… dia membuat Chanyeol tak bisa pulang malam ini,” keluh Kris.

“Waeyo?”

“Hyeon terus bergelayut dipinggangnya setelah minum obat tadi, dia akan terjaga sepanjang malam dan tak akan bisa tidur lagi bila Chanyeol membuatnya terbangun,” Kris kembali mendesah.

“Istirahatlah, semoga besok kau sudah pulih dan bisa masuk sekolah,”

Kris membalikan tubuhnya, aku tidak mau ini berakhir. Aku ingin dia menungguiku sampai besok pagi, tapi hal itu tak mungkin kulakukan.

“Kris-ssi,” panggilku secara tak sadar. Dia memutar tubuhnya mengahadapku.

“Hem?”

Ottoke?? Apa yang kulakukan??

“Eng…” aku mencari alasan,

“Kamsahamnida,” ucapku

“Ne~” dia tersenyum sangat manis.

“besok kita berangkat sekolah bersama?” tanyaku mulai mengakrabkan diri.

“Ne~, kita satu sekolah kan?  Beristirahatlah,” pamitnya kemudian membuka daun pintu dan hilang dibaliknya.

Aku tersenyum sendiri. Hatiku serasa berbunga-bunga. Seperti mimpi, aku bisa dekat dengan orang yang kusukai, melihatnya dari dekat  dan menghabiskan banyak waktu dengannya. aku tiba-tiba teringat sesuatu. Aku merogoh tasku yang kuletakkan di bawah kolong tempat tidur dan mengambil benda kotak pipih. Sejak aku dirumah ini sekalipun belum pernah kuaktifkan ponselku.

“mwo??” seruku kaget saat baru saja menghidupkan ponselku.

Banyak sekali pesan masuk. Hampir semua dari Jessica, sopirku dan bibi rumah. Tapi tak ada satupun dari Mami ataupun Papi, sangat menyesakkan membuat airmataku runtuh tanpa kuminta.

Kris POV

“Chanyeol-ah, apakah kau lapar?” tanyaku saat melewatinya.

Dia mengalihkan pandangannya dari televisi. Sepertinya geraknya juga terbatasi karena Hyeon tidur sambil memeluk pinggangnya. Kenapa anak itu bisa melakukan hal itu pada mantan kekasihnya? Sungguh merepotkan.

“Aniya.. aku sudah cukup kenyang,” katanya.

Aku tau dia berbohong, sedari tadi aku tau dia tak makan apapun. Bahkan ubi manis yang dibelinya bersama Hyeon tidak disentuhnya. Aku berjalan menghampirinya, mengurungkan niatku kedapur.

“Mianhe, Hyeon sangat merepotkanmu,” ucapku tak enak hati padanya.

“Aniya… aku tak merasa direpotkan,” katanya.

Aku mengangguk, tentu saja dia merasa tak direpotkan. Aku tau sebenarnya mereka masih saling menyayangi. Apakah ini juga salahku, yang menikah dengan Hyeon sehingga memisahkan Chanyeol darinya?? Bukan. Ini bukan salahku, tapi salah kedua orangtua kami yang berbuat konyol.

“Kris-ssi, kau Oppa yang sangat baik bagi Hyeonnie,” celetuk Chanyeol tiba-tiba. Aku memandangnya dengan wajah penuh tanya.

“Hyeon sangat sering menceritakanmu bila disekolah. Semua yang diceritakan tentangmu, aku dulu sempat cemburu padamu,” akunya malu-malu.

“Yah, kau masih menyukai Hyeon?” tanyaku penasaran juga.

“Ngg… naega…” dia tampak salah tingkah.

“Kau masih menyukainyakan?” dugaku sambil duduk di karpet bawah.

“Hyeon juga sering menceritakanmu padaku. Apakah kalian tidak ada keinginan untuk kembali menjalin hubungan lagi?”

Sekarang Chanyeol yang menatapku agak penuh tanya. Yang dia tau aku adalah kakak laki-laki Hyeon, bukan suaminya. Apa jadinya kalau dia tau aku suaminya? Aku ingin sekali mencoba reaksinya, tapi Hyeon akan membunuhku bila aku melakukannya.

“Aku pernah mengatakan hal itu pada Hyeon,”

Aku merasakan degupan jantung cepat saat mendengar hal itu, entah kenapa aku menjadi tegang.

“Tapi, dia menolakku.”

“Ne? Waeyo?”

“Molla,” jawabnya pasrah.

Aku memberinya senyuman untuk menabahkan hatinya, dan menepuk bahunya pelan. Ekor mataku menangkap Hyeon yang bergerak. Aku dan Chanyeol tertegun melihat Hyeon yang menegakan badannya sambil mengucek matanya. Chanyeol tampak lebih tegang.

“Ngg??” dengung Hyeon memandangi kami berdua secara bergantian.

Hyeon POV

Kepalaku masih berat, tapi ada suara berisik yang mengusikku. Aku menegakan badanku, dan baru kusadari lenganku terus melingkar dipinggang Chanyeol. Aigoo… rasanya wajahku terbakar saking malunya. Tapi , aku seolah bersikap biasa.

“Ngg??” dengungku mengalihakan perhatian mereka.

“Jam berapa ini?” tanyaku.

“Jam setengah satu,” jawab Kris.

“Hem?” aku membeliakan mataku kearah jam dinding.

“Yah! Kenapa kau belum pulang juga?!” aku memukul bahu Chanyeol gemas.

“A—ku..” Chanyeol terbata.

“Kau menahannya dengan rengekan sepanjang kau tidur. Kau yang membuatnya tak bisa pulang,” Kris tampak berang denganku. Aku merengutkan wajahku tak suka dengan sikapnya.

“Kalau begitu pulanglah sekarang. Sudah malam, bibi akan mencarimu. Kau besok juga sekolah…” gumamku sebal dan terbesit rasa bersalah.

Chanyeol tak menunjukan wajah marahnya padaku, malah dia menunjukan wajah yang teduh. Membuatku meleleh dan jantungku berdegup kencang.

“Baiklah aku pulang,” katanya bangkit dari duduknya.

“Yah! Hyeon-ah… kau mengusirnya dimalam buta?! Ini sudah terlalu larut untuk pulang. Tidurlah disini Chanyeol-ah,” seru Kris.

“Aniya, aku akan pulang,” gumam Chanyeol sambil mengusap puncak kepalaku lembut.

Aku semakin salah tingkah padanya. Sebenarnya aku ingin dia tetap disini sampai pagi menjelang. Aku mengkhawatirkannya, udara diluar sangat dingin. Bus mungkin juga sudah tak ada jam segini. Bagaimana bila dia jalan kaki dan kedinginan?? Aku menggigit bibir bawahku membayangkannya.

“Ya sudahlah, bawa saja mobilku,” Kris menyerahkan kunci mobilnya. Chanyeol tampak ragu saat akan mengambilnya.

“Aku berangkat sekolah selalu jalan kaki, jadi tenang saja.”

“Kamsahamnida,” kata Chanyeol mengambil kunci itu dari tangan Kris.

“Kalau begitu aku pamit. Hyeon-ah, lekaslah sembuh.” dia mengusap puncak kepalaku lagi. Aku mengangguk tak berani menatap matanya.

“Tetap disini, aku yang akan mengantarnya ke depan,” suruh Kris saat aku akan beranjak, akhirnya aku kembali bergelung diselimutku dan membiarkan Kris mengantar Chanyeol.

Ah… sial, kepalaku semakin pusing. Tubuhku rasanya diserang hawa dingin seperti dipegunungan Himalaya. Aku merapatkan tubuhku dengan selimut. Saat mendengar suara langkah kaki Kris, aku membuka mataku dan menegakan tubuhku.

“Wajahmu sangat merah. Karena Chanyeol atau kare—“ dia menyentuh dahiku dengan telapak tangannya.

“Demammu naik. Kau kedinginan?” tanyanya.

“Aku hanya pusing,”

“Pabo! Itu artinya demammu naik, salahmu sendiri kau berdiam diri dikamar mandi sampai terpeleset seperti itu,”

“Yah! Kau yang mengagetkanku dengan mendobrak pintu kamar mandi.”

Marahku mengingat betapa kagetnya aku saat Kris mendobrak pintu membuatku terlonjak kaget dan masuk kedalam bak mandi.

“Mianhe…” gumam Kris, dia duduk disebelahku sambil mengusap rambutku lembut. Dia merengkuh pundakku dan menyandarkan dibahunya.

“Tidurlah lagi,”

“Aku tak bisa,” jawabku asal.

“Sini,” dia membaringkanku dipangkuannya dan membelai-belai dahiku lembut. Rasanya sangat nyaman.

“Hyeon-ah, jangan berwajah seperti itu,”

“Hem? Wajah yang bagaimana?” aku membuka mataku melihat wajahnya yang menunduk menatapku. Matanya kebingungan kesana kemari.

“Aniya..” katanya. Aku mendengus.

“Kau mulai menyukaiku?” tanyaku iseng.

“Ne~, bagaimana kalau aku mulai menyukaimu?”

Aku menyipitkan mataku, aku bisa melihat seulas senyum jahil disudut bibirnya. Dasar, kurang ajar!

“Hyeon-ah, aku ingin menciummu. Boleh? Aku suamimu,” katanya sambil memandangku teduh,.

“Wajahmu mesum,” umpatku.

Dia malah tersenyum manis, meletakkan telapak tangan kanannya di dahiku. Pandanganku penuh dengan close-up wajahnya. Jantungku berdebar.

“Bagaimana kalau aku benar-benar menyukaimu?” tanya Kris lebih menundukan wajahnya mendekati wajahnya.

“Gurae? Aku tak akan menjawabnya,” kataku sambil tersenyum jahil padanya. Dia tersenyum dan semakin mendekatkan wajahnya.

Aku seperti mimpi, kupejamkan mataku. Aku merasakan bibir dinginnya menyentuh bibirku.

“Bibirmu panas,” gumamnya, aku bisa melihatnya tersenyum.

Jantungku terus berdegup cepat. Aku benar-benar berciuman dengan Kris, anehnya aku tak ingin berontak. Aku menerimanya.

Graaakkk!!!! Tiba-tiba ada suara mengagetkan kami berdua. Kami menoleh bersamaan ke sumber suara. Aku membelalakan mataku. Sun Hye??! Dia melihat apa yang kami lakukan! Dia akan mengetahui hubungan kami, ottoke??

 

TBC

**

THANKS FOR READING  😀 WE OPEN BAD AND GOOD COMMENTS, BUT STILL ! KEEP RESPECT 😀

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE ALL ABOUT EXO: @EXO1st

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE FANFICTION : @EXO1st_INA

ALSO RECEIVE PRIVATE EMAIL JUST SENT TO : ask.exo1st@yahoo.com

Exofirstwonderplanet@yahoo.com

VISIT OUR WORDPRESS : exo1stwonderplanet.wordpress.com

ORIGINAL MADE BY @yuanitasugianto @exo1st_INA , NO PLAGIRISM.

If you interest become official author or freelance author, please see https://exo1stwonderplanet.wordpress.com/ff-freelance/

Advertisements

Tagged:

9 thoughts on “EXOtic’s Fiction “ JUST LIKE YOU” – Part 6

  1. Cynthia September 17, 2012 at 7:27 AM Reply

    hah???
    Ottohke?? x_x
    Dtgu part selanjutx 😀

    • 1authorexo1st September 20, 2012 at 5:06 PM Reply

      gomawo udah keep reading 🙂
      semoga ga bosenin. Saya makin semangat niih 😀
      saya akan cepet update 😀

      -yuanfan 😀

  2. DiniDink September 17, 2012 at 11:39 AM Reply

    ck.yaiyalha sunhye betah tinggal ama hyeon, wong d klilingi *?* namja tampan macam kris,Xiumin,
    Luhan, Suho, dannn Chanyeol nae yeobo *plakk* nenek buyut ane aja palingan jg betah tinggal d sono #abaikan
    uwoww… thanKyu udh msukin *?* chanyeol lg..
    aaa… apakah hyeon-kris bner2 saling mencintai *?* aish,sbnernya gmn prasaan mreka,eo?? #mupengsendiri
    lha,kalo kris ama hyeon trus gmn sunhye*?* #hanyaOnniedanTuhanYgtau
    aigoo..makin rumit aja nich prasaan tiga orang…sunhye-kris-hyeon…
    ga mau tau,,poko ee LANJUTT!!!!

    • 1authorexo1st September 20, 2012 at 5:08 PM Reply

      neee~ lanjutt. makin semangat nih.. 😀
      semoga ga bosenin.
      tapi entar endingnya Kris sama saya. hahaha. boong kok.
      keep reading yaa. 😀

      -yuanfan

  3. Swastika Chayati September 20, 2012 at 11:21 AM Reply

    lanjut min!! ><
    always support you ^^

    • 1authorexo1st September 20, 2012 at 5:10 PM Reply

      ahh, gomawo udah baca
      saya akan cepet update. moga suka 😀
      keep reading yaa 😀

      -yuanfan

  4. hanjesi October 11, 2012 at 3:27 AM Reply

    WHAT THE WHAT THE..
    Uda bagus-bagus adegan mesra, pake ada barang pecah segala… YAKKKK

    • 1authorexo1st October 13, 2012 at 8:42 AM Reply

      saya indonesia tulen min, jadi arus sinetron kebawa juga. 😀
      gomawo udah nyempetin baca min 😀

      -yuanfan-

      • hanjesi October 14, 2012 at 3:30 PM

        Iyeee xD hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: