EXOtic’s Fiction “Summer Story” – Part 4

EXOtic’s FICTION

Exo1stwonderplanet.wordpress.com

“Summer Story”

 

TITLE               : Summer Story

SUB-TITLE        : The Fourth – Behind the Sun

AUTHOR          : Cha Miho (@fab_cinta)

MAIN CASTS   :

  • Cha Sheileen
  • Kim Jong In
  • Zhang Yi Xing

LENGTH           : Series

GENRE             : Romance, School Life, Friendship, Family

RATING           : PG – 13

LANGUAGES   : Korean (Indonesian) and English (Minor)

-notes- cerita ini akan mengambil tempat di London, England, sehingga beberapa percakapan akan menggunakan bahasa Inggris. Namun bahasa utama yang digunakan tetap Korea (Indonesia). Percakapan di dalam bahasa Inggris dan pikiran seorang tokoh dilambangkan dengan huruf miring.

-disclaimer- SEMUA FANFICTION YANG DIPOST exo1stwonderplanet.wordpress.com adalah milik author yang menulis. DO NOT POST ANYWHERE WITHOUT ANY PERMISSIONS and after you read the story, please give a comment ^^ Every word from EXOWPers is A GOLD! *bow*

**

 “Tell me that you’re effin kidding me,” ucap Brenda ketika kami berdua berjalan menuju kelas pertama kami pagi itu.

Tepat seperti dugaanku, ketika aku dan Jongin menginjakan kaki di halaman parkir sekolah, semua mata siswi disini berubah lebih tajam daripada elang. Semua siswi tersebut lalu dengan cepat mengelilingi Jongin, seakan-akan dia merupakan artis idola yang mereka gemari. Aku yang secara ‘tidak sengaja’ terdorong ke luar lingkaran itu, melihat bahwa tidak hanya satu lingkaran yang terbentuk pagi itu, tetapi ada dua lingkaran lain yang walaupun tidak sebesar lingkaran Jongin namun sama-sama berfrekuensi tinggi. Aku menebak bahwa dua lingkaran yang lain ialah teman-teman Jongin, hahaha kasihan mereka….

Sekilas aku melihat Jongin memandangiku dan aku dapat membaca raut mukanya yang mengatakan bahwa ia membutuhkan pertolongan. Tetapi apa daya, aku lebih mementingkan keselamatanku daripada harus menjadi umpan di tengah serigala perempuan itu ha ha ha. Selamat berjuang Jongin-ya, saya mendukungmu dari jauh nak.

I’ve never thought that you’ve known him when you were in Seoul!! Why don’t you ever tell me that you have a childhood friend who is SUPER HAWT?” gerutu Brenda yang masih tidak percaya bahwa Kai aka (as known as) Jongin, yang ia perkenalkan kepada Sheileen, ternyata pernah menjadi teman akrab sahabatnya itu.

Sheileen hanya bisa tertawa menanggapi semua ketidakpercayaan Brenda. Tetapi sebenarnya, ada sedikit rasa bangga yang tersirat di dalam diri Sheileen karena ia bisa lebih lama mengenal Jongin daripada Brenda.

“You know, high quality meat is rare and the most of people won’t like to share it ;)” balasku senang yang dibalas oleh tatapan iri Brenda.

“Bah. Look who’s talking now, Your Highness. But anyway, it’s so lucky of you too that he will live with you for 2 weeks!” kata Brenda sambil menerawang keatas, mencoba mengatur kecemburuannya terhadap sahabatnya yang beruntung itu.

Sheileen pun sedikit terpana mendengar ucapan singkat Brenda itu. Brenda benar. Aku memang beruntung. Aku tetap merasa bahwa semuanya ini terlalu….kebetulan. Oh well, selama keberuntungan ini menyenangkan, mengapa tidak?

Tanpa menghiraukan apapun, Sheileen dan Brenda pun akhirnya melanjutkan berjalan riang menuju kelas Mr. Yixing di awal pagi hari sekolah kami.

—Kim Jongin’s POV—

Aish, Cha Sheileen. Apakah dia balas dendam padaku sekarang hah? Perempuan-perempuan di London dan di Korea ternyata sama saja. Jika sudah melihat suatu ‘barang’ yang  bagus, aigoo… bisa lepas dari mereka hidup-hidup saja sudah beruntung.

Tetapi sebenarnya ada hal yang lebih penting daripada itu……

Kenapa kakak Lay ada disini..?

            Tok Tok Tok

Pintu ruang kesiswaan itu terdengar diketuk oleh seseorang, dan seorang laki-laki muda, berseragamkan kemeja garis-garis biru pun memasuki ruangan itu. Kacamata tanpa minusnya yang selalu ia pakai untuk mempertajam paras wajahnya yang tergolong manly itu terpampang manis diatas hidungnya.

Laki-laki itu pun menyapa Jongin, “Hei Kai, welcome to London. Lama tak berjumpa ya,” kata Mr. Yixing kepada adiknya Kim Jongin, yang selalu ia panggil dengan nama kecilnya, Kai.

Tentu saja Jongin masih terkejut dengan kehadiran kakaknya yang sudah selama satu tahun ia tidak temui itu. Ia memang diberitahu bahwa kakaknya ini akan pergi mengajar ke London, tapi ia tidak pernah mengira akan mengajar di sekolah yang sama dengan Sheileen.

“Kak Lay. Bagaimana bi—“

Stop.” Sela Mr. Yixing sambil mengayunkan tangannya ke depan, “Hmm.. Aku tahu kamu pasti akan menanyakan itu. Tapi pertama-tama, untunglah aku berinisiatif melihat keadaan kalian di pintu gerbang tadi. Bisa-bisa kalian sudah tidak bernyawa ketika memulai pelajaran pertama hari ini,” kata Mr. Yixing diselingi tawa kecil yang lalu berjalan kearah sofa di dekat Jongin duduk.

“Oh ya, terima kasih untuk itu. The greeting is too main stream, indeed,” ucap Jongin yang tidak mau lagi mengingat-ingat kejadian menyeramkan pagi itu dan hanya bisa tersenyum masam.

“Haha memang benar. Oh ya, ngomong-ngomong, sebenarnya aku penasaran…. Bagaimana bisa kamu baru terkejut sekarang melihatku berada di satu sekolah yang sama denganmu? Bukankah kemarin sudah ada breefing mengenai nama-nama guru yang ada disini?” ucap Mr. Yixing sambil menatap lurus ke arah Jongin.

Jongin menggerutu, “Tetapi namamu bukan Lay disana! Kamu tahu aku paling lemah menghafal nama-nama orang. Walaupun kita sudah bersaudara selama 6 tahun, tetapi aku tetap tidak bisa menghafal nama mandarinmu yang sangat susah itu,” kata Jongin mengeluh seperti adik laki-laki yang masih kecil.

Mr. Yixing hanya bisa tertawa dan setelah puas menikmati kelucuan adiknya yang tidak pernah berubah itu, ia pun melanjutkan, “Baiklah, bisa kuterima alasan anak kecilmu itu. Sekarang giliranku bertanya kembali. Bagaimana kamu bisa mengikuti program ini? Setauku, di pikiranmu hanya ada menari dan menari. Kenapa tiba-tiba ingin mengikuti program transferred student ini?” tanya Mr. Yixing yang lalu menuangkan teh hangat yang disediakan di ruangan tersebut.

“Alasanku? Gadis itu di London kak,” balas Jongin singkat dan padat yang membuahkan lebih banyak tanda tanya di kepala Mr. Yixing.

“Gadis itu? Teman masa kecilmu yang bersamamu saat menari di studio tari yang kamu ceritakan itu? Dia ada di London sekarang?” tanya Mr. Yixing yang mulai tertarik kemana pembicaraan ini akan menuju.

Yesh. Sebenarnya bisa berada di satu sekolah yang sama dengannya merupakan suatu hadiah khusus sih untukku, mungkin memang kita sudah ditakdirkan bersama-sama….”  ucap Jongin yang lalu tersipu sendiri dengan impian manisnya.

Mr. Yixing hanya bisa menggelengkan kepala dan tertawa mendengar impian polos dan jujur adiknya itu, ia pun melanjutkan pertanyaannya, “Nah, lalu, siapa gadis itu?”  tanya Mr. Yixing yang sebenarnya dari dulu, ingin sekali mengetahui gadis yang disukai adiknya ini.

“Masih rahasia. Sudah kukatakan dari dulu, aku pasti akan memberitahumu ketika aku benar-benar sudah jadian dengannya. Lagipula kakak juga belum memberitahukanku gadis yang kakak temui di panti asuhan amma. Apa itu, malaikat kecil yang pintar menari? Hehehe,” goda Jongin yang langsung menimbulkan rona merah kecil di wajah kakaknya yang tentunya menghasilkan buah tawa yang cukup besar dari Jongin.

“Diamlah. Dia benar-benar seperti malaikat tahu! Ketika dia menari waktu itu, seakan-akan angin pun ikut menari bersamanya! Jangan salahkan aku jika aku terpanah oleh gadis semanis itu,” ucap Mr. Yixing yang wajahnya semakin memerah.

“Hahaha baiklah-baiklah. Jika suatu saat kakak memberitahukan siapa nama malaikatmu itu, aku juga akan memberitahukan malaikatku. Ngomong-ngomong, kenapa kakak bisa mengajar disini?” tanya Jongin yang sebenarnya tidak bisa menemukan jawaban di balik pertanyaan simple-nya ini.

“Oh, temanku Chen merekomendasikan sekolah ini kepadaku. Dia bilang, kepala sekolah disini temannya dan beliau sedang membutuhkan pengajar dari Korea. Jadi.. I just applied and got received. Btw psst, kepala sekolah disini agak aneh, beliau suka sekali mengumpulkan guru-guru dari berbagai negara…” kata Mr. Yixing yang lalu sambil mengingat-ingat teman-teman gurunya yang berasal dari berbagai macam Negara.

Seriously? I see. Tapi itu tidak penting. Sekarang, bukankah waktunya untuk masuk ke kelas?” ucap Jongin yang menyadari perubahan raut muka kakaknya yang menjadi panik.

OMG. I forget! Ayo cepat ikuti aku! Pelajaran pertamamu yaitu di kelasku!” ucap Mr. Yixing yang lalu bersiap-siap untuk menuju ke kelas pertamanya.

“Hahaha okaaay sir. Psst, ada gadis manis tidak di kelasku?” gurau Jongin yang mengikuti kakaknya dari belakang dengan setengah berlari.

“Anak manis? Oh ada-ada, dan itu malaikat kecilku yang kuceritakan. Awas kalau kau sampai berani berbuat hal-hal menyebalkan di hadapannya,” ucap Mr. Yixing yang memberikan Jongin sebuah tatapan garang kepadanya.

“Oh? Benarkah? Woaah, aku penasaran seperti apa dirinya. Boleh kutahu namanya siapa?” tanya Jongin yang mulai memperlambat langkahnya karena sudah sampai di depan kelas pertamanya hari itu.

“Namanya Cha Sheileen,” ucap Mr. Yixing seraya tersenyum yang lalu menyapa murid-muridnya pagi itu dan meninggalkan Jongin yang membatu di depan pintu kelasnya.

—End of Kim Jongin’s POV—

“Good morning everyone! I’m sorry, I’m late. But I have good news for everyone!” sapa Mr. Yixing riang kepada murid-muridnya yang sudah 5 menit menunggu kehadirannya.

Some of you must have known the trouble makers for this morning craziness right?” goda Mr. Yixing yang lalu mendapat respon terlalu positif dari gadis-gadis di kelasnya.

Yes girls, your wish is fulfilled. Come on in, Kai!” ucap Mr. Yixing yang mempersilahkan adiknya untuk masuk ke dalam kelas.

Kim Jongin berjalan dengan santai, bisa dilihat bahwa pemuda ini memiliki kharisma yang luar biasa. Senyuman pertama yang diberikannya kepada para gadis-gadis di kelas itu pun mampu membuat semuanya meleleh, kecuali Sheileen yang hanya memutar kedua bola matanya namun tidak bisa ia pungkiri kalau kecepatan debaran jantungnya bertambah.

Hi everyone. My name is Kim Jongin, but I prefer to be called as Kai. I’m a transferred student from Seoul, South Korea. My ability is dancing and I would loved to show it in front of you guys if you wished for it,” ujar Kai percaya diri seraya menggerakkan kakinya yang sudah gatal ingin bergerak.

Tentu saja keinginan Kai ini dikabulkan dengan senang hati oleh para gadis yang sudah tidak sabar melihat pertunjukkan kecil di pagi hari itu. Para lelaki yang berada di ruangan itu hanya bisa menggeleng-geleng dan mencoba melihat seberapa kerenkah pendatang baru itu dibandingkan mereka.

Mr. Yixing lalu mempersilahkan Kai untuk menunjukkan kebolehannya di depan kelas. Salah seorang murid pun memutarkan sebuah lagu dance sebagai background music untuk penampilan Kai.

Ketika lagu itu diputar, Kai seolah-olah sudah berada di dunianya sendiri. Hanya dirinya, dan musik. Tangannya lalu mulai bergerak, gesit namun efisien. Kakinya melangkah secara pelan namun pasti, koreografi yang rumit pun mulai ditunjukkan olehnya. Tidak lupa raut muka Kai yang tidak segan-segan membius semua orang di ruangan itu ditampilkannya depan apik selama pertunjukkan kecilnya. Kakaknya pun sampai terpesona dengan kebolehan adiknya yang ia tahu, semakin berkembang setiap tahunnya.

Daebaaak Kaiii!!” teriak salah seorang perempuan di ruangan itu dan diikuti tepuk tangan meriah dari segala arah. Sheileen yang juga terbius dengan tarian singkat yang mengaggumkan itu pun menjadi salah seorang yang tepukan tangannya paling keras di kelas.

Kai pun terkekeh dan berusaha mengatur nafasnya kembali. Ia berhasil merebut semua perhatian teman-temannya pagi itu, terutama perhatian gadis yang ia sukai.

Wonderful Kai, very beautiful! Now, since your warm greeting has done, you may sit in your chair, please,” ucap Mr. Yixing yang lalu menunjukkan Kai tempat duduknya.

Di sebelah Cha Sheileen? Amazing bro, you know me too well. Dan hahaha, gadis itu merengut sekarang, lucunyaaa.

Ketika Kai hendak menuju kursinya, kakaknya berbisik sebentar ke arahnya, “Itulah gadis yang kukatakan. Jika kamu berani macam-macam, jangan harap bisa mendapatkan PS3mu dariku,” ucap Mr. Yixing yang membuat Kai terdiam, tidak tahu harus berkata apa. Bukan karena PS3-nya, namun fakta bahwa mereka berdua diam-diam menyukai gadis yang sama.

Kai pun akhirnya menuju ke tempat duduknya, setelah selesai merapikan tasnya, ia pun menegok ke arah perempuan yang daritadi sudah memandanginya dan berkata, “Aigoo~ kamu lagi kamu lagi. Btw, seharusnya kamu menolongku tadi pagi,” ucap Jongin sedikit berbohong dan bepura-pura kesal ketika ia sudah bisa duduk dengan tenang di kursinya.

Sheileen memandanginya dengan jutek awalnya, namun akhirnya berubah menjadi geli. Ia pun lalu berkata dengan jahil, “Jasa penyelamatanku tidak gratis Kim Jongin, kamu yakin bisa membayarnya? FYI (for your information) salahkan Mr. Yixing jika kamu duduk di sebelah putri termanis di dunia, jangan aku!”

Jongin mengangkat alisnya lalu berkata, “Putri? Harapanmu terlalu tinggi. Anw, tentu boleh. Lalu, apa yang kamu inginkan?”

Aku sedikit terkejut mendengar betapa cepatnya Jongin merespon, namun akhirnya aku menemukan sesuatu yang menarik dari sejuta ide rencana-untuk-mempermalukan-Kim-Jongin.

Dance battle. Your dance greeting was quite a show Mr. Jongin. Melihatmu menari membuat tubuhku gatal ingin bergerak. Lagipula, aku rindu bertanding menari denganmu,” tutur Sheileen yang lalu pura-pura menyimak pelajaran musik Mr. Yixing.

“Fine by me then. When and where?” jawab Jongin cepat dan singkat.

“Akan kuberitahu lebih lanjut,” ucapku yang lalu tersenyum kepadanya dan kembali menyimak pelajaran musik Mr. Yixing dengan lebih serius sekarang.

Jongin masih menatap gadis itu sedikit lama yang entah mengapa, ia begitu ingin memeluk gadis itu sekarang. Hey, bolehkah aku mencintaimu ketika senyumanmu mungkin akan berpaling dariku?

Jongin pun mendesah dan mencoba menyimak pelajaran yang diberikan kakaknya sekarang. Tanpa ia sadari, kakaknya juga memperhatikan tatapan yang diberikannya kepada Sheileen dan menyadari bahwa rival cintanya, ialah adiknya tersayang.

Tanpa mereka berdua sadari, pelajaran Mr. Yixing pun berlangsung dengan cepat, hal itu membuat beberapa muridnya sedikit sedih, terutama Cha Sheileen. Tetapi, kertas memo yang ia tinggalkan untuknya ketika Mr. Yixing menjelaskan bab baru sambil berjalan di dekat Sheileen, membuat segalanya menjadi baik-baik saja.

“Ms. Cha Sheileen, let’s have a quick ‘date’ at the park behind the Gym on the first break.”

Regards, Mr. Yixing

—Summer, Cha’s Studio, 7 years ago—

“Jongin-ah~” kataku tiba-tiba memecah keheningan yang menenangkan.

“Ada apa Leen?” tanya Jongin sambil masih mengistirahatkan badannya yang mulai sedikit berotot itu.

Siang itu kami sudah menyelesaikan latihan singkat yang diberikan oleh salah satu dance instructor amma. Cukup melelahkan, mengingat sebentar lagi kami akan mengadakan  pentas di salah satu teater ternama di Seoul. Aku dan Jongin hanya berdua di ruangan practice amma. Karena kelelahan, jadi kami berdua sama-sama berbaring di lantai dan menatap ke langit-langit, membiarkan pikiran kami terbang menuju pintu-pintu pikiran yang belum terbuka.

“Apa kamu….mempunyai mimpi? Amma bilang aku seharusnya punya mimpi jadi kalau sudah besar aku tahu apa yang akan aku kejar.”

“Aku punya.”

“Oh ya? Apa itu? Ayo ceritakan padaku!”

Berada di sisimu, selamanya. Jongin menatapku sebentar, lalu kembali menatap langit-langit ruang latihan, “Aku ingin menjadi penari. Penari yang bisa menunjukkan kepada dunia berbagai cerita tentang kehidupan.”

“Benarkah? Waah, hebat sekali!” ucapku gembira dan bersemangat menanggapi pernyataan Jongin yang menurutku sangat keren itu.

Jongin sepertinya terlihat malu-malu dan ragu, tetapi ia melanjutkan kata-katanya, “Mungkin ini akan terdengar lucu dan aneh bagimu… Tetapi kamu akan menjadi orang pertama yang akan selalu muncul di benakku ketika aku mengejar mimpiku ini.”

Aku tertegun untuk sejenak, kurasakan sedikit debaran yang aku rasa…bukanlah sesuatu yang buruk. Lalu Jongin melanjutkan kembali kata-katanya, “Karena, dimanapun kita berada, percayalah aku akan selalu ada di sisimu sehingga kamu tidak akan pernah sendirian dan bersama-sama kita akan meraih mimpi kita.”

Aku kembali terdiam dan berusaha mencerna setiap kata yang ia ucapkan, akhirnya aku hanya bisa membalas, “Aku benar-benar tidak tahu apa yang sedang kamu katakan Jongin-ya, tetapi baiklah, mari berjuang bersama!” kataku dengan semangat sambil membalikan badanku sehingga wajah kami bertautan, dan aku tersenyum riang kepadanya.

Kenangan itu tiba-tiba melesat di pikiranku ketika mendengar celotehan Mr. Bryce. Sungguh, guru ini selalu bisa membuat pelajaran sejarah menjadi sangat membosankan. Aku melihat Jongin sekilas dan terpana dengan keberaniannya tidur di pelajaran salah satu guru killer ini.

Hm.. Mengapa aku tiba-tiba mengingat kenangan ini..? Setelah kupikir-pikir, apa maksud dari perkataannya waktu itu ya…

Aku merenung sejenak, mencoba menyelami kejanggalan yang sudah lama kupertanyakan. Sebenarnya setelah dipikir-pikir, ingatanku begitu buruk. Terlalu banyak memori yang terpencar-pencar dan beberapa kejadian yang aku tidak bisa ingat..

Kurasakan kepalaku berdenyut sedikit ketika sedang berusaha mengingat serpihan kenangan itu, tanpa kusadari bel istirahat sudah berbunyi. Kuabaikan sakit yang semakin berdenyut di kepalaku, dan bersiap menuju ke taman belakang gedung olahraga di Timur. Sebelum itu aku tidak lupa membangunkan si pemalas Jongin yang sepertinya sempat bermimpi indah.

“Jongin-ya, wake up!” seruku mengguncang-guncang lengan Jongin.

Matanya terbuka satu. Lalu tertutup lagi. Terbuka satu lagi, menatapku curiga, lalu menutup lagi. Ia lalu membuka kedua matanya, dan sepertinya sadar bahwa ia sedang menatapku, lalu ia hanya tersenyum menyeringai, mengganti posisi, dan tidur lagi.

Baik. Kesabaranku habis. Kamu yang meminta ini Jongin-ya.

“Hey guys! Jongin spoke to me that he will gladly answer any kind of questions you will ask! For the lucky one, you could even see his sleeping face!” teriakku lantang kepada seluruh penjuru kelas yang langsung heboh oleh teriakan para gadis. Jongin yang sebenarnya sudah bangun itu pun hanya bisa melotot padaku dan tenggelam dalam kerumunan para gadis itu.

“SHEILEEN! HEI TUNGGU! TANGGUNG JAWAB KAMU!” teriaknya panik ketika melihatku tidak ada niat untuk memperbaiki situasi ini.

Aku terkikik geli dan lalu mulai bersiap-siap untuk bertemu dengan Mr. Yixing. Tak lupa aku mengecek rambutku sebelum bertemu dengannya. “Aku akan membantumu setelah istirahat selesai, selamat menikmati istirahatmu!” kataku yang langsung berlari menuju taman, meninggalkan Jongin yang masih mengomel tidak jelas.

—Kim Jongin’s POV—

Gadis itu meninggalkannya lagi. Sial, mengapa ia begitu terburu-buru sih? Sekilas aku melihatnya memegang sebuah kertas memo, dan bahkan ia merapikan dulu rambutnya sebelum pergi entah kemana. Terlihat manis sekali dia, ck. Apakah seseorang akan menyatakan cintanya kepadanya? TIDAK TIDAK, itu tidak boleh terjadi.

Hanya dengan memikirkan kemungkinan pahit ini sudah membuat Jongin mendengus kesal. Hal ini lalu dikaburkan dengan cepat oleh perempuan-perempuan yang sejak beberapa menit yang lalu sudah mengelilinginya seperti lebah sehingga ia tidak bisa mengikuti Cha Sheileen.

“What’s wrong Kai?”

“Do you want to hang with us after school?”

“You haven’t seen the school yet right? Let me show you around!”

“Do you have any girlfriend yet, Kai?”

“Can I call you Jongin? Just like Sheileen does?”

“What’s your favourite color?”

“What…How…Why…What…”

DIAMLAH KALIAN. AH SHEILEEN! KEMBALI!

—the end of chapter four—

TBC

**

THANKS FOR READING  WE OPEN BAD AND GOOD COMMENTS, BUT STILL ! KEEP RESPECT

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE ALL ABOUT EXO: @EXO1st

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE FANFICTION : @EXO1st_INA

ALSO RECEIVE PRIVATE EMAIL  JUST SENT TO : ask.exo1st@yahoo.com

Exofirstwonderplanet@yahoo.com

VISIT OUR WORDPRESS : exo1stwonderplanet.wordpress.com

ORIGINAL MADE BY CHA MIHO (@FAB_CINTA) NO PLAGIRISM.

If you’re interested of becoming our official author or freelance author, please see https://exo1stwonderplanet.wordpress.com/ff-freelance/

Advertisements

Tagged: , ,

7 thoughts on “EXOtic’s Fiction “Summer Story” – Part 4

  1. Cynthia September 14, 2012 at 4:10 PM Reply

    hahaha.. kasian kai dikerjain sheileen..
    kira2 gmn y perasaan kai pas ngeliat lay n sheileen??
    Ditgu part selanjutx ya 😀

  2. Cha Miho September 14, 2012 at 4:27 PM Reply

    Aigoo~ Gomawo Cynthia udah baca terus hehehe~ sips, tunggu yah!

  3. Lee Hyerin September 14, 2012 at 4:34 PM Reply

    Nice hahaha, i get the kai and lay thing right now 😉 keep it up!

    • Cha Miho September 16, 2012 at 3:16 AM Reply

      Oh, sebelumnya rada ngebingungin ya? Hahaha, sorry :3
      Thanks! Lagi semangat nulis nih, coba ngerjain tugas sekolah bisa sesemangat ini….hiks. #curcol

  4. hanjesi October 11, 2012 at 5:08 AM Reply

    Oh.. Kay..
    I understand..
    So.. They are brother.. But not in the same blood, right?
    And..and..
    Dan kenapa karakter jong-in disini sama di Nimic hampir sama..
    Tapi untung ga se mudah dan se gamblang ini nyatain cinta.. Bayangin Kai ngomong cinta setiap hari ke aku.. Ga tau bakal muntah gimana..

    And well then.. Kai sama-sama sakit hati disini xD lolol
    Kayaknya memang karakter yang pantas di siksa dalam ff.. Hahaha *salahkan tampangmu Kai*

    And.. And..
    How teacher can ask his student to date so easily? Daebak school…
    I hope that there is teacher like yixing in my school too -__-V why why why

    *lanjut dengan mudahnya buka part 5*

    • Cha Miho October 13, 2012 at 1:58 PM Reply

      Wah sorry deh ya kalo karakter kai-nya mirip yg di Nimic, jujur aku jg punya pandangan Kai akan mempunyai sikap yg “Bad Boy” gitu. Ga cocok aja kalo jadi gentle……lol. Bakal ngerasa aneh rasanya, lol.

      And yes sir you just spilled some spoilers to the readers but awrite =w= dan aku sih ga bakalan muntah, nanti Kai illfeel lagi, lol.

      It’s London babe B) Western mode on.

      • hanjesi October 14, 2012 at 3:37 PM

        Gapapa.. Kalau karakter kai gentle.. Aku yang mau muntah -_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: