EXOtic’s Ffiction “Just Like You” – Part 5

EXOtic’s FICTION

Exo1stwonderplanet.wordpress.com

“Just Like You”

 

*Title : Just Like You

*Part : 5

*Main Cast :

ë  Kris Wu

ë  Kim Hyeon

ë  Kim Sun Hye

*Length :  Series

*Genre : Romance

*Rating : PG 13

*P.S :  Kris Wu dan Kim Hyeon menikah muda, mereka menyembunyikan status mereka karena mereka sama-sama seorang pelajar. Ini semua dikarenakan kemauan kedua orang tua mereka. Mereka hidup bersama selama setahun, meski begitu perasaan mereka tak bergeser, Kim Hyeon masih menyukai mantan pacarnya Park Chanyeol. Kris? Dia belum menemukan seorang yang tepat untuk dirinya. Sampai kemudian memutuskan untuk bercerai. Apakah perasaan akan berubah menjadi cinta??

*Disclaim :

SEMUA FANFICTION YANG DIPOST exo1stwonderplanet.wordpress.com adalah milik author yang menulis. DO NOT POST ANYWHERE WITHOUT ANY PERMISSION. And after read, please give comment^^ Every words from EXOWPers is A GOLD! *bow*

**

Kris  POV

Sun Hye ingin tinggal bersama kami berdua, aku saling berpandangan dengan Hyeon. Dia juga tampak syok, tapi kemudian tersenyum dan… mengangguk??! Apa yang dia pikirkan?? Dia menyetujui Sun Hye tinggal bersamaku dan dia? Tidak, dia selalu berbuat seenaknya.

“Sun Hye-ssi… bukannya aku melarangmu, aku hanya takut keluargamu khawatir,” kataku.

“Aniya, dia sudah bilangkan keluarganya tak akan khawatir. Jadi tak apa dia tinggal disini,” sahut Hyeon membuatku terbelalak.

Kim Hyeon… apa yang lau lakukan?! Kenapa dia malah mendukungnya seperti itu?!

“Tak apa kau tinggal disini, asalkan kau nyaman aku tak keberatan,” kata Hyeon dengan mata berbinar-binar. Membuatku ingin menjitaknya.

“Benarkah? Kalian menyetujuinya?” tanya Sun Hye sambil memandangku. Tampaknya dia menunggu jawabanku.

“Apapun yang dikatakan Hyeonnie, aku menyetujuinya,” gumamku sedikit menyunggingkan senyum.

“Ahh, Krissie… gomawo!!” pekik Hyeon sambil memelukku.

“Akhirnya aku punya saudara perempuan!! Yee…” pekiknya lagi berganti memeluk Sun Hye yang tersenyum.

“Kamsahamnida,” gumamnya, aku mengangguk padanya.

Tiba-tiba aku teringat sesuatu, hari ini hari Minggu. Xiumin, Luhan dan Suho biasanya akan datang berkunjung bisa heboh sampai mereka tahu secara tiba-tiba. Aku beranjak dari dudukku.

“Hyeonnie, aku pergi sebentar. Kau bersihkan rumah, ya..”

“Kau mau melarikan diri dari tugasmu? Minggu ini kan bagianmu..” preotes Hyeon.

“Ak—“

“Aku bisa menggantikannya membersihkan rumah,” sela Sun Hye.

“bentuk rasa terimakasihku pada kalian,” tawarnya sambil tersenyum

“Jinja? Baiklah,” kataku bangga.

“Andwe!!” Hyeonn menjitak kepalaku membuatku merintih kesakitan.

“Sun Hye-ya adalah tamu, kau dengan seenak hatimu menyuruhnya bersih-bersih?!” omelnya. Aku memanyunkan bibirku.

“Gwenchana, aku tak keberatan. Ingin berterimakasih pada kalian. Bisakah kalian juga menganggap aku sebagai bagian keluarga kalian?” Sun Hye menatap mata kami bergantian dengan teduh. Dia sangat cantik bila berwajah seperti itu.

Hyeon memandangku penuh arti kemudian tersenyum manis padaku.

“Ne~, kau sudah seperti saudaraku sendiri.” Ucap Hyeon sambil menepuk bahu Sun Hye lembut.

“Kalau begitu biarkan aku mengerjakan tugas rumah juga,”  pinta Sun Hye.

“Kalau itu, hari ini memang giliran Krissie,”

Dasar Hyeon, dia sangat senang membuatku susah. Kapan dia bisa memanjakanku?!

“Aku akan menggantikanmu bila nanti kau giliran membersihkan rumah. Kita bertukar jadwal,” kataku. Sun Hye mengangguk senang.

Hyeon terlihat sangat kesal, aku menang. Aku tersenyum kemenangan pada Hyeon yang wajahnya sudah ditekuk.

“Hyeon-ah.. aku pergi dulu, jaga rumah baik-baik. Jangan nakal ya…” godaku sambil mengangkat satu alisku.

“Kau menyebalkan,” desisnya sebal.

“ Aku pergi sebentar,” pamitku kemudian mengambil sepatu dirak sepatu.

Kubuka pintu rumah dan segera beranjak pergi, namun ada yang menarik sweaterku. Aku menoleh kebelakang, Hyeon dengan wajah cemberut memandangku sebal.

“Waeyo?” tanyaku. Apakah dia masih demam? Aku memegang dahinya, lumayan dari pada yang kemarin. Sudah seperti kompor.

“Kau mau kemana?” tanyanya masih dengan nada manja.

“Aku akan pergi kerumah Su ho,”

“Tak akan lama kan?”

Kenapa dia jadi seperti ini, sepertinya dia  masih sakit. Aku membalikan badanku mengahadap padanya dan memegang bahunya.

“Aku harus menjelaskan semua ini trio usil,” kataku.

Hyeon mengangguk mengerti, kuusap puncak kepalanya lembut. Kemudian beranjak pergi. sebelum aku masuk kedalam mobil aku menoleh kebelakang, Hyeon masih bersandar ditepi pintu dengan tatapan kosong. Tampaknya dia sangat sakit. Aku perlu melakukan sesuatu.

“Yeoboseo,” sapa orang disebelah sana.

“Chanyeol-ah?” tanyaku, sambil mengikatkan sabuk pengaman.

“Ne~naega…”

“Aku Kris,”

“Oh, Kris-ssi. Ada apa meneleponku?” tanyanya.

“Hyeon sakit, aku ada urusan sebentar. Bisakah kau menemaninya dirumah. Atau mengajaknya jalan-jalan. Dia akan menjadi manja bila terkena demam,” Aku bercerita panjang lebar.

“Ne~ aku tau,” kata Chanyeol. Aku tak heran bila dia tau, Chanyeol adalah mantan pacar Hyeon. Wajar dia tau tentang Hyeon. Sepertinya aku tak salah meminta tolong padanya.

“Dirumah, ada seorang yeoja. Dia sepupu kami, kau juga boleh mengajaknya kalau kau mau,” aku memutar kemudi dan mengeluarkan mobil dari halaman rumah.

“Ah, ne~,”

“Mianhe, kalau aku menganggumu,” ucapku tak enak.

“Aniya, Kris-ssi. Aku sedang tidak sibuk,”

“Kamsahamnida,”

“Ne~ cheomaneyo,” katanya dipenghujung pembicaraan.

Aku menutup telepon dan melemparkan ponsel ke jok sebelahku.

Hyeon POV

Aku diam disofa dekat televisi, Sun Hye berjalan didepanku sambil meletakkan semangkuk bubur.

“Kau harus makan banyak,” ucapnya sambil duduk disebelahku.

Aku tersenyum padanya.

“Ne~gomawo,” kuambil bubur yang dia buat untukku dan memakannya.

“ahh… panas…” erangku

“Yah, kau jangan terburu-buru makannya. Sini aku suapkan,” dia mengambil mangkok dan sendok yang kupegang. Kemudian dia meniupkan sesendok bubur sebelum di suapkannya padaku.

“Aaaa…” katanya sambil menyuapkan bubur, aku memakannya dengan lahap.

Aku merasa mempunyai kakak perempuan. Dia sangat cantik dan anggun, seperti seorang putri.

“Kenapa kau memandangiku seperti itu?” tanyanya saat sadar kupandangi.

“Ah, aniya. Aku hanya merasa aku mempunyai kakak perempuan.”

“Aku senang mendengarnya, tapi bukankah kau seusiaku?”

Aku menggedikan bahuku.

“Aku setahun dibawah Krissie, kau ?”

“Aku seangkatan dengan Kris, jadi kau dongsaengku,” katanya sambil mengacak rambutku.

“Jinja?ah, senangnya. Aku merasa sangat senang. Bolehkah kupanggil eonni?” tanyaku penuh harap.

Sun Hye mengangguk. Yes. Aku mempunyai seorang kakak perempuan sekarang. Aku jadi ingin menjodohkannya dengan Kris.

“Apakah eonni sudah mempunyai namjachingu?”

Aduh, apa yang kutanyakan? Sangat tidak sopan. Aku menggigit bibir bawahku menyadari kesalahanku. Aku sedikit menengok melihatnya, dia tersenyum kemudian dia menggeleng.

“Mianhe, kau kurang sopan,” kataku.

“Aniya, itu hal yang wajar. Kau sendiri?”

Aku menggeleng malu. Kalau boleh kujawab, aku tidak mempunyai pacar tapi mempunyai suami. Aku terkikik sendiri membayangkannya.

Ting Tong… terdengar suara bel rumah. Aku akan beranjak tapi Sun Hye eonni menahanku.

“Istirahatlah. Biar aku,”

Dia beranjak keluar. Aku diam sambil memainkan remote televisi, tak ada yang menarik. Tak lama kemudian, Sun Hye eonnie kembali.

“Ada tamu untuk mu,” katanya.

Dari belakangnya muncul sosok tinggi besar yang membuatku mengembangkan senyumku lebar.

“Chanyeolliee…” seruku sambil berlari kearahnya.

Dia tersenyum dan mengacak rambutku gemas. Sun Hye eonnie meninggalkan kami berdua sambil tersenyum padaku penuh arti.

“Aku senang kau kemari,” kataku bahagia.

“Kris-ssi tadi menelponku. Dia bilang kau sakit,”

Aku mendesis, dasar Kris. Apa yang dia lakukan dan apa yang dia katakan. Menyebalkan, awas saja kalau kau pulang.

“Mau pergi jalan-jalan?” tawar Chanyeol. Aku memandangnya agak ragu.

“ini juga Kris yang menyuruhmu?” tanyaku sarkatis.

Chanyeol menggeleng, matanya membulat imut sekali. Aku tersenyum dan mengangguk.

“Boleh aku mengajak eonnie ku?” tanyaku

“Tentu,” katanya.

Kris POV

Aku duduk dikarpet kamar Suho, dia duduk di kursi belajarnya sambil terus memandangiku. Sesekali aku meliriknya seraya menegak minuman kaleng yang diberinya.

“Mwo?” tanyaku agak sebal dengan tatapannya.

“Aku hanya tak habis pikir, sekarang kau beristri dua?” dia membulatkan matanya. Aku mengambil bantal dari ranjang belakangku dan melemparkannya padanya.

“Augh!” rontanya.

“Jangan menambah-nambahkan. Kau berlebihan,” kataku.

“Dia mungkin hanya tinggal selama beberapa hari. Sun Hye. “ gumamku sambil menerawang langit-langit kamar Suho.

“Dia cantik?” Suho tampak penasaran.

Aku mengangguk, “Neomu…” tambahku.

“Benarkah? Dibandingkan dengan Hyeon?”

Kali ini aku mengambil guling dari ranjangnya dan melemparkan kearahnya. Sayang, dia bisa menghindarinya.

“Jangan pernah membandingkan Hyeon-ku dengan siapapun,” aku melirik Suho dengan tajam. Namja didepanku itu menutup mulutnya menahan tawanya.

“Yah, Kris-ah… kau sebenarnya suka pada Hyeonnie?”

Aku mendesah dan meremas kaleng minuman yang kupegang hingga ringsek. Maksudku mau kulemparkannya ke Suho, tapi Suho sudah lebih dulu membentengi diri dengan bantal lemparanku tadi. Aku menyeringai melihat dia ketakutan.

“Aku…” gumamku, entah setiap kali ada pertanyaan ‘sukakah dengan Hyeon-ah?’, otakku tiba-tiba berhenti berputar.

“Kau menyukainya, Kris-ah..” Suho menyeringai lebar padaku.

“Ne~, aku menyukainya. Tidak sebagai istri atau pacarku, tapi belahan jiwaku. Aku… aku rasa dia mempunyai masa depan dimana aku tak disana. Kita punya jalan masing-masing kau tahu,” ucapku pada Suho. Dia mendengus.

“Kau menyukainya Kris, waktu setahun mustahil kau tidak muncul perasaan sama sekali,”

“Benar . Rasa itu muncul,” aku menerawang jauh melewati jendela kamar Suho yang besar.

“Aku takut kehilangannya. Dia sangat cerewet kau tau, tanpa itu aku akan merasa sepi,”

“Urungkan niat kalian untuk bercerai,” Suho mengingatku pada hal itu lagi, aku tersenyum simpul lalu menggeleng.

“Waeyo? Bukannya kau jelas-jelas suka??”

“Aniya, kami akan tetap bercerai. Kami akan menemukan jalan kami sendiri. Dia memang kuanggap belahan jiwaku, tapi aku tak mau memilikinya,”

Suho menatapku aneh, aku beranjak menuju tepi jendela dan menghirup udara segar diluar. Kamar Suho ada dilantai dua, jadi aku bisa melihat sebagian pemandangan kota dari sini. Aku melemparkan kaleng yang kupegang menuju langit biru, awan putih, terbawa semilir angin dan…

“Aoohhh!!!” teriak seseorang dari bawah.

Apakah lemparanku mengenai seseorang? Aku melongok kebawah mencari korban.

“Ada apa Kris?” Suho ikut melongok kebawah.

“Aniya, aku tadi melemparkan kalengku, sepertinya mengenai seseorang,” kataku sambil terus mengedarkan mataku kesekitar halaman.

“Yah!! Kris-ah!!!” teriak orang dibawah, dari gayanya memegang dahinya dia sepertinya korbanku.

“Kau yang melempar kaleng ini?” dia menunjukan kaleng minuman yang sudah ringsek.

“Ah… mianhe Luhan-ah.. aku tak sengaja,”

“Mwooo?!! Jadi benar kau!! Yah, tunggu kau!!”

Aku melihat Luhan lari dalam rumah Suho, mati aku?!! Harus bagimana ini?? aku celingukan mencari tempat sembunyi. Luhan akan menendangku keras-keras, dia pemain bola yang handal. Tapi tidak untuk bokongku.

“Kris!!!!!”  teriak Suho, saat aku membuka lemari pakaiannya dan bersembunyi didalamnya.

Sun Hye POV

 

Aku duduk dibangku taman, dibawah pohon yang mulai gugur daunnya. Hyeon yang duduk disampingku memainkan jarinya sambil sesekali mendesah. Dari mulutnya keluar segumpal embun dari nafasnya yang panas. Dia merapatkan syalnya dan menggosok-gosokkan tangannya.

“Kau kedinginan Hyeon-ah?” tanyaku agak khawatir dengan kesehatannya. Dia tersenyum manis dan menggeleng.

Kami berdua menunggu Chanyeol-ssi yang pergi keseberang jalan membeli ubi manis.

“Aku tidak mengganggu kalian kan?” aku agak tak enak hati.

“Mwo? Tentu saja tidak. Aku senang kau ikut,” Hyeon selalu periang. Apakah ini sifatnya? Membuatku iri.

“Chanyeol bukan siapa-siapaku, kami bersahabat dengan sangat baik.” ceritanya.

Tak lama kemudian Chanyeol-ssi datang dengan membawa sekantong  Ubi manis. Hyeon mengambil satu dan menggosoknya ditangan, alih-alih mengusir dinginnya.

“Kau tak apa terus-terusan diluar? bagaimana kalau sakitmu jadi lebih parah?” nada Chanyeol-ssi sangat mencemaskan Hyeon.

“Kita pulang saja,” usulku.

“Aniya, aku ingin jalan-jalan,” rengek Hyeon.

“Jangan seperti anak kecil Hyeon-ah, wajahmu sangat merah. Ayo kita pulang,” tegur Chanyeol agak tak sabaran.

“Hyeon-ah, ayo kita pulang. Kita akan memakan ubi ini dirumah bersama. Siapa tau Kris-ssi sudah ada dirumah,”

Hyeon diam memandang kami berdua dengan bergantian. Akhirnya, dia pasrah dan mengangguk. Chanyeol membantunya berdiri dari duduknya. Aku membantu membawakan kantong Ubi manis yang dibawa Chanyeol.

“Kalian sangat cerewet,”gerutu Hyeon dengan senyum mengembang.

“Ayo pulang,” katanya kemudian menggandengku dan Chanyeol.

Kami menyusuri jalan pulang bertiga, aku tak berhenti tertawa mendengar candaan Hyeon atau Chanyeol. Aku tak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya sangat menyenangkan. Kalau boleh memilih aku akan menukar semua yang kupunya untuk bisa hidup seperti ini. Aku ingin bebas seperti mereka.

“Kalian…” seru seseorang saat kami sampai didepan halaman depan rumah. Tampak Kris dan 3 namja lainnya berdiri didepan pintu rumah. Sepertinya Kris baru saja datang.

“Annyeong!!” sapa Hyeon dan Chanyeol bersamaan. Aku hanya membungkuk dan tersenyum.

“Kau darimana?” tanya Kris menghampiri Hyeon.

“Ubi manis,” gumam Hyeon sambil menunjukan kantong yang kubawa.

“Aku mau,” celetuk salah seorang namja berwajah imut dan bermata sipit yang sedikit gendut.

“Yah, ini untukku bukan untuk Xiumin-oppa,” kata Hyeon memanyunkan bibirnya.

“Chanyeol-ah, gomawo sudah menemaninya,” ucap Kris pada Chanyeol.

“Ne~ cheomaneyo,”

“Ayo kalian segera masuk, udara sangat dingin,” ajak Kris, mengambil kantong yang kupegang dan mendorong pundakku lembut menuntun masuk kedalam. Aku merasakan getaran aneh dalam hatiku. Aku tak berani menatap wajah Kris.

Brakk!! Tiba-tiba terdengar suara sesuatu jatuh. Aku menoleh kebelakang.

“Hyeon-ah!!” seru kami bersamaan.

Chanyeol yang ada didekatnya langsung mendekapnya dan menggendongnya berlari membaringkannya ke sofa.

“A-aku hanya pusing,” gumam Hyeon terbata.  Ada darah keluar dari hidungnya.

Aku sangat membenci darah. Kepalaku berat tiba-tiba terasa berat, dan semua menjadi gelap. Yang bisa ku rasakan, bau darah yang anyir. Aku sangat membencinya.

 

TBC

**

THANKS FOR READING 😀 WE OPEN BAD AND GOOD COMMENTS, BUT STILL ! KEEP RESPECT 😀

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE ALL ABOUT EXO: @EXO1st

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE FANFICTION : @EXO1st_INA

ALSO RECEIVE PRIVATE EMAIL JUST SENT TO : ask.exo1st@yahoo.com

Exofirstwonderplanet@yahoo.com

VISIT OUR WORDPRESS : exo1stwonderplanet.wordpress.com

ORIGINAL MADE BY @yuanfan @exo1st_INA , NO PLAGIRISM.

If you interest become official author or freelance author, please see https://exo1stwonderplanet.wordpress.com/ff-freelance/

Advertisements

Tagged:

7 thoughts on “EXOtic’s Ffiction “Just Like You” – Part 5

  1. Cynthia September 12, 2012 at 2:40 AM Reply

    Wahh kriss udh mulai terbuka soal perasaannya..
    Tp kira2 kelanjutx gmn yaa??
    Ditgu part selanjutx..

    • 1authorexo1st September 12, 2012 at 5:27 PM Reply

      ahh.. Cynthia-ssi makasi udah keep reading. saya bakal update cepet. jadi semangat. gomawo /bow/
      moga ga bosen, tunggu part berikutnya yaa..

      -yuanfan 😀

  2. Cynthia September 13, 2012 at 4:11 AM Reply

    aq g pernah bosen kok baca ff apapun ttg boy band yg aq suka 😀

    • 1authorexo1st September 13, 2012 at 5:00 PM Reply

      ne~ gomawo… keep reading yaa 🙂

      -yuanfan ;D

  3. DiniDink September 13, 2012 at 8:35 AM Reply

    Eoh, gomawo udh tag’n aku d fb..
    Uhm, ini slalu bkin penasaran.. sulit d tebak!! bagus onnie! Feelnya jg dapet,typonya jarang..hoho..sy suka!!
    Ah, ada chanyeol lagiii *cubitpipichanyeol*
    Sering – sering munculin *?* chanyeol yahh… *^▁^*
    #hwaiting onn…#Lanjutkannn *lambai2barengchanyeol*

    • 1authorexo1st September 13, 2012 at 5:03 PM Reply

      ne~ cheoamaney dongsaeng-ah.
      moga ga bosen ya.. keep reading 😀
      Kris keknya yang bakal sering muncul /haha/
      :p
      gomawo 🙂

  4. hanjesi October 11, 2012 at 3:19 AM Reply

    Wae wae wae T,T
    Kalau sudah suka yang memiliki lah -_-
    Kalau ga, Kris buat aku aja T,T

    Terus terus..
    Aku mau dong manja T,T
    Tapi kenapa ga pernah becus bikin karakter manja =3=

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: