EXOtic’s Fiction “Pulchritude” – Part 4

EXOtic’s Fiction

Exo1stwonderplanet.wordpress.com

“PULCHRITUDE”

Title : Pulchritude

Part : 4

Author: Shin Heera

Cast:

  • Kim Jongin (EXO)
  • Oh Sehun (EXO)
  • Park Chanyeol (EXO)
  • Park Chonsa (YOU)

Minor Cast:

  • EXO Member

Ket:

  • Kai at History era
  • Oh Sehun at 22nd teaser
  • Park Chanyeol at History era
  • Baekhyun at History era
  • Kim Kyungsoo at History era
  • Suho at High Cut era

 

Disclaim : SEMUA FANFICTION YANG DIPOST exo1stwonderplanet.wordpress.com adalahmilik author yang menulis. DO NOT POST ANYWHERE WITHOUT ANY PERMISSION. And after read, please give comment^^ Every words from EXOWPers is A GOLD! *bow*

……………………………………………………

Ps:

  • * > masih hari yg sama
  • ** > keesokannya
  • Don’t be silent reader
  • Don’t copy – paste my imaginations!!

……………………………………………………

Review Chapter 3

“Keluar!” teriak Kai dengan keringatnya yang membasahi wajah dan lehernya sangat jelas.

“Aku bisa mengantarmu sampai dorm dan—.”

“KELUAR! Aku bisa meminta sahabatku!”

Chonsa hanya berdiri mematung sambil menatap Kai dengan lirih.

“TUNGGU APA LAGI?!”

…………………………………………….

CHAPTER 4

 

“Kalau begitu aku akan menunggu sampai sahabatmu datang.”

Kai mendengus kasar. “Keras kepala..”

Namja itu tidak juga beralih untuk mengambil ponselnya atau satu usaha yang memastikan bahwa Dio, sahabatnya, akan datang dan menolongnya. Kakinya terluka dan dia tidak dapat berbuat apa-apa. Yang dirasakannya kali ini hanya malu. Malu pada dirinya sendiri. Bagaimana dirinya terjatuh ketika menari? Lebih parahnya, ada seseorang yang melihatnya tepat ketika ia terjatuh. Benar-benar memalukan.

Chonsa berjalan menuju pinggiran studio dan menyimpan tas berisi not lagunya. Dengan ragu dirinya kembali mendekati Kai yang tengah tertunduk dengan napas yang masih tidak teratur. Satu kaki dilipatnya ke atas dan kaki lainnya, yang terluka, diluruskan.

“Apa masih sakit?”

Tidak. Kai tidak menjawab bahkan meliriknya sedikit pun. Chonsa menghembuskan napasnya melewati mulut.

“Apa sahabatmu benar-benar akan datang?”

Tetap terdiam. Tidak ada jawaban.

“Apa—.”

“—Park Chonsa?”

Keduanya menoleh bersamaan ke arah pintu studio. Bibir Chonsa tersenyum ketika sosok yang ditemukannya adalah Oh Sehun. Yeah, Pangeran SIAS yang selalu terlihat mempesona dan sempurna. Kini sudah berada diantara mereka.

“Kai..” sapa Sehun sambil melihat kondisi Kai dengan kening berkerut. Apa Kai baik-baik saja?

“Sebaiknya kalian berdua pergi!!” teriak Kai dengan wajah dinginnya.

“Ah! Kebetulan! Bagaimana kalau—”

“—Park Chonsa! Sampai kapan kau tidak mendengarkanku, hah?! Pergi..” Kai terlihat mengambil napas sebanyak-banyaknya dan tidak menatap dua orang itu.

“Sebenarnya ada apa?” tanya Sehun yang terlihat kebingungan kali ini. Apa yang terjadi?

“Oh Sehun, bawa yeoja ini kemanapun kau mau dan tinggalkan aku sendiri.” Tetap seperti itu. Kai tidak merubah posisi duduknya.

Sehun melirik ke arah Chonsa. “Kajja..”

Tidak ada pilihan lain, Chonsa mengangguk pelan dan meninggalkan studio itu bersama Sehun. Sepertinya Kai benar-benar sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.

 

“Aku tidak menemukanmu di ruang tutor. Lalu aku mencarimu dan ternyata aku menemukanmu di studio satu, bersama Kai,” jelas Sehun dengan tawa kecil di akhir.

“Maafkan aku, Sehun-ah. Seharusnya aku memberitahumu sebelumnya,” ucap Chonsa yang sedang menggosok tangannya karena kedinginan.

“Kau harus menggunakan mantel yang lebih tebal. Jaga kesehatanmu, Chonsa-ya..” kata Sehun ketika mereka berdua sudah sampai di depan asrama wanita.

Chonsa tersenyum. “Baiklah. Hm, kau bisa pulang sekarang. Kamsaeyo..”

“Hm.” Sehun memasukkan kedua tangannya ke dalam saku mantel lalu tersenyum manis ke arah Chonsa. “Jalja..”

Dengan tiba-tiba jantung Chonsa berdetak cepat. Ketika Sehun menatapnya seperti itu. Walaupun hanya beberapa detik. Bahkan ketika Sehun sudah berjalan semakin jauh seperti itu, jantungnya tidak ingin berdetak secara normal.

 

BLAM~

Dengan mood yang sangat baik, dirinya melangkah dengan ceria manuju kamar, mengganti bajunya dan tidak sabar untuk melanjutkan lagu-lagunya yang belum sempurna.

Tunggu. Chonsa memutar-mutar lehernya mencari sesuatu yang sangat penting itu. Kakinya berlari menuju tasnya. Dengusan kasar keluar. Seharusnya dia sudah tahu kalau buku lagu tidak disimpan di dalam tas gendongnya. Tapi tas tangan yang terpisah.

“SIAL!!! TAS NOT LAGUKU TERTINGGAL!! HAIIISSHH!!”

 

 

Dengan langkah sebal dan dengan tempo yang tidak beraturan, Chonsa kembali menuju gedung sekolah dengan piamanya. Tentu saja dibalut mantel super tebal, bagaimana pesan Sehun.

Pukul tujuh malam. Sebentar lagi semua pintu akan terkunci. Dirinya harus cepat-cepat masuk dan membawa tas itu.

Baiklah, studio satu sudah terlihat. Hmm, gelap. Dirinya yakin Dio, sahabat Kai, sudah datang dan menolongnya untuk kembali ke dorm.

Tapi ternyata dugaannya salah besar. Matanya kembali menemukan sosok Kai yang belum juga berubah dari posisinya di tengah kegelapan itu. Namja itu terbelalak ketika Chonsa menyalakan lampu.

“Kai?!” seru Chonsa panik dan kembali menghampiri Kai. “Jangan menolak! Aku akan mengantarmu kembali ke dorm.”

“Aku tidak butuh bantuanmu!” balas Kai. Wajahnya sudah memucat.

Chonsa mendengus dan mengambil tas notnya dengan cepat lalu menghampiri Kai dan mengulurkan tangannya ke arah namja itu.

“Kajja!”

“Shireo!”

“Aigooo! Sampai kapan kau seperti ini, Kai? Dengan diam tidak akan membuat lukamu berangsur sembuh! Cepat..” Dengan paksa Chonsa membantu tubuh jangkung Kai untuk bangkit dan melingkarkan lengan namja itu di lehernya.

Kai terlihat tidak berdaya saat itu. Keringat dingin menjalar dan rasa pusing yang hebat merajai. Benar-benar berantakan.

“Pelan-pelan saja..”

Chonsa lebih menguatkan lengan kirinya di pinggang Kai agar namja itu tidak terjatuh.

Setelah mereka berhasil melewati taman sekolah dan akhirnya sampai di depan dorm namja, Kai melepaskan diri dari rangkulan Chonsa.

“Tidak, Kai. Aku akan mengantarmu sampai dorm.” Chonsa kembali meraih lengan Kai tapi namja itu menepisnya.

“Kau bisa pergi..” ucap Kai sambil berbalik, mencoba berjalan dan geraman keras keluar. Sakit di kakinya benar-benar luar biasa.

“Hemeeeh..” gumam Chonsa yang langsung kembali memapah Kai menuju dorm, menaiki tangga dan akhirnya sampai di depan pintu.

Kai mengeluarkan kartu kunci dari saku celananya dan dengan sensor, pintu itu terbuka.

“Tunggu apa lagi? Pergi!”

Saat itu banyak sekali pasangan mata yang menatap mereka. Tapi Chonsa benar-benar tidak peduli. Dia sudah merasakan tatapan para yeoja yang lebih menyakitkan dari ini.

“Bagaimana kalau aku mengobati lukamu dan setelah itu aku pulang?” tawar Chonsa yang dibalas dengusan kasar.

“Aku bisa melakukannya.”

“Haah, padahal aku mempunyai obat jitu di dorm. Sekali oles langsung sembuh. Kau percaya, bukan? Haha. Aku selalu memakainya ketika aku terjatuh setelah menari. Ayo, Kai, kita masuk!”

Chonsa mendorong pintu dorm milik Kai lalu kembali memapahnya sampai Kai terduduk di atas sofa putih bersih.

Chonsa sempat tertegun melihat dorm ini yang tertata sangat rapi dan tidak banyak benda atau pajangan di sana. Chonsa hanya dapat menemukan cermin dimana-mana. Dan ini benar-benar keren.

“Ah, itu!” seru Chonsa ketika matanya menemukan kotak P3K dan segera mengambil obat-obatan.

Kai hanya melihat kemana pun yeoja itu berpindah dan ia lakukan. Kai sempat berpikir, bagaimana bisa dia membiarkan seorang yeoja masuk ke dalam dormnya? Sesuatu yang belum pernah terjadi dan Park Chonsa adalah yeoja pertama yang berhasil meraih istananya.

“Sepertinya membengkak. Ini pasti sakit..” ujar Chonsa yang sudah mulai mengobati pergelangan kaki kiri Kai yang terkilir.

“Diam dan obati saja.”

“Sebaiknya kau istirahat beberapa hari. Kau tidak bisa menari dengan keadaan kakimu yang seperti ini, Kai.”

“AKU BISA MENARI BAGAIMANAPUN KONDISIKU!!” sanggah Kai. Dirinya benar-benar tidak menyukai jika seseorang berkata bahwa dirinya tidak bisa menari walaupun dalam artian berbeda.

“Tapi jika kau memaksakan, lukamu akan tambah parah!” balas Chonsa sambil membaluti pergelangan kaki Kai dengan keras.

“AAWWW!!”

“AH! Mianhae..”

Kai membuang wajahnya dengan tampang kesal.

“Sudah selesai.” Chonsa kembali memasukkan peralatan obat ke dalam kotak P3K lalu bersiap untuk kembali ke dorm.

“Cepat pergi..”

“Kau tidak ingin mengucapkan terimakasih?” tanya Chonsa dengan senyumannya.

“Untuk apa?! Aku tidak meminta pertolonganmu asal kau tahu!”

Chonsa tertawa kecil. “Yasudah kalau begitu. Aku pulang.. cepat sembuh, Kai.”

Kai terdiam, melihat pergelangan kaki kirinya yang sudah terbaluti perban dengan rapi itu.

 

*

 

“Oh Sehun!”

“Ah, Kim Soona..”

Soona berlari menghampiri Sehun dengan senyumannya.

“Apa aku tidak salah lihat? Tadi aku melihatmu kembali dari asrama yeoja,” tanya Soona sambil tersenyum penuh arti.

“Ya, kau benar.”

“Apa yang kau lakukan?”

“Mengantar seseorang,” jawab Sehun dengan gaya santainya seperti biasa. Senyumnya selalu menemani seperti biasa sampai membuat semua orang terpana melihat keramahannya, seperti biasa.

“Nugu, hm?”

“Park Chonsa..” jawab Sehun dengan malu lalu berdeham beberapa kali dan mengedarkan pandangannya di cafe ini.

“Oh.. Kalian berdua memangnya sudah pulang dari mana?” tanya Soona lagi. Belum puas dan belum kuat mengumpulkan hipotesa di benaknya.

“Ah, Kai.Dua puluh menit yang lalu dia masih berada di studio satu..”

“Hm? Apa dia belum kembali? Tapi ini sudah malam..”

Sehun mengangguk beberapa kali. “Ya, mungkin dia sudah kembali ke dormnya. Soona, aku memesan kopi hangat dulu. Apa kau ingin aku memesan satu untukmu?” tawar Sehun sambil menunjuk antrian.

“Ah, tidak usah. Aku harus kembali. Sampai jumpa besok, Sehun-ah..”

“Hm..”

 

Soona merasa bimbang. Apa harus dia melihat studio satu? Apa Kai masih berada di sana? Ah, tidak. Semua pintu sekolah pasti sudah dikunci. Sudah pukul tujuh malam. Tapi dia harus memastikan.

Baiklah, akhirnya Soona melangkahkan kakinya dengan cepat menuju sekolah.

Kakinya melangkah dengan perlahan di koridor yang sudah gelap ini. Terlihat studio satu dalam keadaan terang. Bibirnya tersenyum. Kai pasti berada di sana.

Tapi belum juga dirinya masuk ke dalam studio, matanya sudah terbelalak dan bersembunyi di tembok setelah pintu masuk. Matanya kembali mencoba melihat apa yang tengah mereka lakukan.

Park Chonsa. Yeoja itu benar-benar membuatnya marah. Bisa-bisanya dia mengambil semua yang seharusnya menjadi miliknya. Prestasi di dalam kelas, dan sekarang berani-beraninya mendekati Kai, memegang tangan namja itu, melingkarkan lengannya di pinggang namja yang sangat ia cintai. Benar-benar sakit.

Air matanya keluar tapi dengan segera tangannya membekap mulut agar tidak mengeluarkan suara sedikit pun. Mereka berdua sudah keluar dari studio tanpa mengetahuinya. Untung saja koridor dalam keadaan gelap.

Soona melihat keadaan kaki Kai yang sepertinya terluka. Dirinya benar-benar menyesal karena datang terlambat. Seharusnya yang berada di samping Kai, yang membantunya berjalan adalah dia. Bukan yeoja itu.

“Park Chonsa.. lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu..”

 

**

 

Sepasang bola mata indah kecoklatan itu menatap seorang namja yang kali ini berpenampilan sangatlah menawan, tidak seperti biasanya. Hanya menggunakan t-shirt putih berbalut blazer biru muda ditambah celana putih bersih yang melekat di kaki panjangnya.

Rambut orange tua namja itu dibiarkan bergelombang dan menambah kesan bersinar pada wajahnya. Benar-benar tampan.

Yeoja pemilik mata coklat itu tersenyum melihatnya, dari kejauhan. Hanya ini yang dapat ia lakukan. Tidak ingin kejadian memalukan kemarin terulang kembali jika ia mengampirinya.

Tapi tiba-tiba senyumnya tenggelam ketika melihat Park Chanyeol, namja yang sedari tadi dipandangnya, tersenyum sangat tulus. Lama sekali dia tidak melihat senyuman itu yang selalu diberikan untuknya setiap hari, setahun yang lalu.

Kim Sera menarik napas panjang ketika melihat siapa orang yang dituju Chanyeol sampai membuat namja itu tersenyum. Park Chonsa. Haish…

Yeoja itu berdiri bersama kerumunan murid-murid SIAS yang tengah menunjukkan bakat mereka di kantin ini. Tertawa dan berteriak bebas dan itu terlihat menyenangkan. Apalagi Chanyeol terlihat sangat terpesona dengan apapun yang yeoja itu lakukan.

Sera harus melakukan sesuatu agar Chanyeol menjauh dari yeoja itu dan kembali padanya. Dia tidak ingin kehilangan namja yang sangat dicintainya selama beberapa tahun ke belakang. Tidak ada namja yang sangat mengerti dirinya selain dia.

Dan Sera menyesal. Sangat menyesal asal kau tahu. Tidur bersama Suho benar-benar pilihan yang salah. Dia tidak menyangka bahwa semua akan terjadi seperti ini. Tidak ada yang menyayanginya lagi.

Kim Sera hanya memiliki Park Chanyeol.

 

*

 

( Park Chanyeol POV)

 

Tuhan, bagaimana bisa aku merasakan kebahagiaan mencapai puncak hanya karena melihat wajahnya yang selalu ceria seperti itu? Apa dia pernah menangis? Haha. Sepertinya tidak.

Senyuman mempesona selalu terlihat di bibir manisnya. Matanya menyorot indah setiap kali bertatapan dan selalu berhasil membuatku tidak sadarkan diri.

Tawanya. Benar-benar tawa yang indah dan aku menikmatinya. Suaranya yang selalu terdengar merdu, gerakan tubuhnya yang molek dan caranya berbicara sangatlah menarik dan aku tidak pernah bosan dibuatnya.

Bahkan.. jantungku selalu berdebar keras seperti ini.. ketika melihatnya..

Apa yang terjadi denganku?

Apa aku jatuh cinta?

 

(Author POV)

 

“Chanyeol oppaaaa!!!”

“Ah! Ne, Chonsa-ya?”

Chonsa menghembuskan napasnya lalu tersenyum manis. “Aku sudah memanggilmu berkali-kali.”

“Maaf..”

“Oppa, aku harus kembali ke kelas,” ucap Chonsa.

“Tapi bel berbunyi lima belas menit lagi,” sanggah Chanyeol sambil megerutkan keningnya samar.

Chonsa kembali tersenyum. “Ada yang harus aku kerjakan. Oppa, kau sangat tampan hari ini. Annyeong!”

Lihat! Jantung Chanyeol kembali berdebar hanya karena Chonsa menyebutnya tampan. Padahal dia tahu bahwa Chonsa menyebut namja lain juga tampan. Oh Sehun.

=..=

 

*

 

Chonsa melambatkan langkahnya ketika mendekati studio satu. Matanya menatap kasihan  pada Kai yang hanya duduk di pinggiran studio dengan pergelangan kaki kiri yang pasih diperban.

Bibirnya tersenyum dan memasuki studio itu. Untung saja bel belum berbunyi dan tidak banyak murid berada di sini. Bahkan sahabat Kai pun tidak ada.

“Annyeooong~,” sapa Chonsa sambil membungkukkan badannya, agar Kai dapat melihat kedatangannya dengan jelas. Karena sedari tadi yang Kai lakukan hanyalah melamun sampai tidak menyadari bahwa Chonsa sudah berada di hadapannya.

“Ada apa? Apa yang akan kau lakukan, ha?” tanya Kai seperti biasa terdengar pedas. Tapi terasa manis untuk Chonsa karena dia senang Kai membalas ucapannya.

Tiba-tiba Chonsa duduk di hadapan Kai dan memasukkan tangan kanannya ke dalam saku. Bibirnya tersenyum penuh arti. “TADAAA!!” seru Chonsa yang membuat Kai sedikit terkejut.

“Mwoya?!” Kai mengerutkan keningnya dalam-dalam dan sedikit menjauhkan kakinya yang diluruskan dari arah Chonsa.

“Ini obat yang aku katakan kemarin. Kau harus memakainya, Kai. Akan kubantu..”

“Aku sudah bisa menari dan aku tidak membutuhkannya!” seru Kai. Namun Chonsa tetap tersenyum.

“Tapi aku tidak melihatmu menari kali ini. Biasanya kau menari saat istirahat, bukan? Dan akan banyak murid berkumpul di luar studio hanya karena ingin melihatmu menari.”

Kai sudah bersiap kembali menolak dengan egoisnya. Tapi tiba-tiba matanya menangkap sosok Soona di ambang pintu studio.

“Ayo, cepat obati saja..” ucap Kai dengan nada yang rendah kali ini. Tidak ada teriakan atau sentakkan di dalamnya. Chonsa mengerutkan kening. “Park Chonsa, apa kau tidak mendengarku?”

Chonsa mengedipkan matanya beberapa kali lalu mengangguk cepat. “Baiklah. Ini akan terasa cukup sakit, jadi tahan teriakanmu..”

Dengan serius Chonsa mulai membuka perban yang membaluti pergelangan kaki kiri Kai. Sangat perlahan. Khawatir Kai akan merasakan sakit dengan apa yang dilakukannya.

Kai meringis sambil melirik ke arah Soona yang belum juga pergi. “Obat apa yang  kau pakai?”

“Ini..” jawab Chonsa sambil menunjuk satu obat oles dengan matanya lalu kembali serius dengan luka Kai.

‘Mwo? Itu obat yang selalu Mom pakai ketika terkilir atau terluka saat menari. Itu sangat mahal dan sangat jarang ditemukan. Bagaimana bisa yeoja ini memilikinya?’

Beberapa menit kemudian, Kai menarik napas dan menghembuskannya ketika Soona sudah tidak menguntitnya lagi.

“Selesai!”

“Kau boleh pergi sekarang. Cepat sebelum aku kembali mengusirmu..”

Chonsa terkekeh. “Cepat sembuh. Aku tidak sabar melihatmu kembali menari, Kai..”

DEG!

Ya! Kai merasakan hantaman cepat itu di dadanya. Ketika yeoja itu tersenyum dan menatapnya seperti itu.

Mengapa bisa?

 

*

 

Seperti biasa. Setiap sonsaengnim yang masuk mengajar kelas swc, ketika di akhir jam pelajaran nama Park Chonsa selalu menjadi yang terbaik. Tidak diragukan lagi.

Kim Soona hanya mencoba mengatur napasnya, jangan sampai air matanya keluar.

Semua murid sudah keluar kelas kecuali dirinya dan Sera.

Chonsa membereskan kertas notnya yang tidak tersusun ke dalam tas not dan bersiap untuk membeli segelas susu dan masuk ke ruang tutor untuk menulis lagu.

“Annyeong haseo..”

Chonsa sempat ragu. Apa yeoja itu benar-benar menyapanya?

“Ah, ne?”

“Park Chonsa, bagaimana kalau kita pergi ke food court dan membeli segelas minuman  segar dan sepiring pancake?”

Ah?” Chonsa masih belum dapat mengembalikan semua dugaan-dugaan yang mulai tidak beres di otaknya.

“Apa kau sibuk?” tanya Sera sambil tersenyum. Rambut coklat panjang lurusnnya terlihat indah terpantul sinar matahari sore yang masuk dari jendela.

“Sama sekali tidak! Kajja!”

Dengan semangat, Chonsa bangkit dari bangkunya dan berseri. Dirinya benar-benar senang. Akhirnya dia mempunyai teman yeoja.

Tapi dirinya tidak berpikiran jauh. Apa yang akan terjadi padanya setelah berteman dengan Sera?

 

 

TBC ;]

 

**

 

THANKS FOR READING 😀 WE OPEN BAD AND GOOD COMMENTS, BUT STILL ! KEEP RESPECT 😀

 

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE ALL ABOUT EXO: @EXO1st

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE FANFICTION : @EXO1st_INA

ALSO RECEIVE PRIVATE EMAIL 😀 JUST SENT TO : ask.exo1st@yahoo.com

Exofirstwonderplanet@yahoo.com

VISIT OUR WORDPRESS : exo1stwonderplanet.wordpress.com

 

ORIGINAL MADE BY @dearaflames NO PLAGIRISM.

If you interest become official author or freelance author, please see https://exo1stwonderplanet.wordpress.com/ff-freelance/

 

Advertisements

Tagged: , ,

2 thoughts on “EXOtic’s Fiction “Pulchritude” – Part 4

  1. Cynthia September 6, 2012 at 3:56 PM Reply

    Ihhh kai iyu judes banget sihh.. egox besar bgt..
    Semoga chonsa g diapa2in ma sera..
    Ditgu part selanjutx 😀

  2. Dian September 7, 2012 at 4:21 AM Reply

    Kapan nie kljtna kluar..
    Aq smkn pnsrn..
    Hoho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: