EXOtic’s Fiction “Just Like You” – Part 4

EXOtic’s FICTION
Exo1stwonderplanet.wordpress.com
“Just Like You”

*Title : Just Like You
*Part : 4
*Main Cast :

  •   Kris Wu
  •   Kim Hyeon
  •   Kim Sun Hye

*Length : Series

*Genre : Romance

*Rating : PG 13

*P.S : Kris Wu dan Kim Hyeon menikah muda, mereka menyembunyikan status mereka karena mereka sama-sama seorang pelajar. Ini semua dikarenakan kemauan kedua orang tua mereka. Mereka hidup bersama selama setahun, meski begitu perasaan mereka tak bergeser, Kim Hyeon masih menyukai mantan pacarnya Park Chanyeol. Kris? Dia belum menemukan seorang yang tepat untuk dirinya. Sampai kemudian memutuskan untuk bercerai. Apakah perasaan akan berubah menjadi cinta??

*Disclaim :
SEMUA FANFICTION YANG DIPOST exo1stwonderplanet.wordpress.com adalah milik author yang menulis. DO NOT POST ANYWHERE WITHOUT ANY PERMISSION. And after read, please give comment^^ Every words from EXOWPers is A GOLD! *bow*
**

Kris POV

Hyeon akan jadi sangat manja bila dia sedang demam, bila tidak dituruti dia akan merengek sepanjang hari, membuatku sangat pusing. Hyeon memang senang bila dia berhasil menyiksaku. Tapi, aku sungguh tak bisa lepas darinya.

Aku membeli beberapa sayuran dan daging, untuk membuatkan dia Lagsana. Heran kenapa dia suka makanan itu.

“Kamsahamnida,” kataku sambil mengambil kantong belanjaan yang sudah dihitung oleh kasir.

Aku merapatkan jaketku saat keluar dari dalam minimarket, sangat dingin malam ini. Aku berjalan menyusuri jalan setapak menuju rumah. Entah halusinasi atau kenyataan, aku mendengar suara derap langkah beberapa kaki. Berlari? Di malam hari? Beberapa detik kemudian muncul beberapa lelaki berjas hitam berlari melewatiku dengan tergesa.

“Permisi…” seseorang diantara menepuk pundakku.

“Ne?”

“Apakah Anda melihat seorang gadis berambut panjang, memakai seragam sekolah dan membawa koper besar??”

Aku bingung menelan kata-kata mereka, aku sedikit berpikir kacau. Lalu menggeleng pelan.

“Aniya…” jawabku pelan.

Lelaki itu mengangguk padaku, lalu membungkuk.

“Kamsahamnida,” katanya.

“Ne~ cheomaneyo,”

Mereka mencari seseorang? Buronan? Tapi apakah mungkin seorang buronan memakai seragam sekolah dan membawa koper besar. Kurasa yang mereka cari adalah seorang anak miliyader. Aku menghela nafasku, dan melanjutkan langkahku. Ekor mataku menangkap sesuatu, sosok seseorang yang meringkuk dibelakang box sampah besar.

“Yah, apa yang kau lakukan disitu?” seruku. Dia tampak berjingkat, didekapannya ada sebuah tas besar.

“Aniya…” jawabnya lambat-lambat.

“Kalau kau tidak melakukan sesuatu tak mungkin kau meringkuk ditempat itu,” aku berjalan menghampirinya. Dia berdiri, wajahnya terpantul cahaya lampu jalan. Sangat cantik.

“Aniya, aku tak melakukan apa-apa. aku hanya… hanya…”

“Kau hanya sembunyi, benar?” timpalku mengingat beberapa orang yang mencarinya tadi. Dia menggigit bibir bawahnya, wajahnya tampak cemas.

Aku seperti tidak asing dengan wajahnya, tapi wajah cantik seperti dirinya memang sangat banyak di Korea.

“Aku akan panggilkan orang-orang yang mencarimu, YA—“ Yeoja itu langsung mebekam mulutku.

“Andwe… andwe… jangan panggil mereka.. jangan…” katanya memohon.

Aku hampir tak bisa bernafas karena tangannya menutupi mulut dan hidungku. Aku mengangguk, berharap dia akan melepaskan bekapannya.

“Kau janji?” tanyanya lagi.

Sun Hye POV

Namja tampan itu mengangguk, aku melepaskan tanganku dari wajahnya. Aku memang melakukannya dengan refleks, tapi setelah menyadari apa yang kulakukan tiba-tiba wajahku terasa terbakar.

“Kamsahamnida,” ucapku sambil menunduk malu.

Kris mengangguk.

“Kris-ssi…”

“Tunggu, darimana kau tahu namaku Kris?”

“Ah… itu.. itu..” aku kelepasan, bagaimana ini? kami memang belum  berkenalan secara resmi, saling berjabat tangan dan menyebutkan nama. Aku tahu namanya saat Kim Hyeon memanggilnya.

“Kita pernah bertemu sekali, saat Kim Hyeon-ssi menemuimu disekolah,”

Kris mengerutkan dahinya, kemudian mengangguk. Sepertinya dia sudah mengingatnya.

“Ne~ aku ingat, tapi aku tak tahu namamu..”

“Chounun Kim Sun Hye imnida,” Kataku sambil terus menundukan kepalaku. Kris kembali mengangguk.

“Kau… mau kemana kau?” tanyanya melihatku dari ujung kaki sampai ujung kepalaku.

“Orang-orang tadi sangat bingung mencarimu. Apa kau buronan?”

“Aniya,” aku buru-buru menampiknya segera. Aku memang bukan buronan, pandangan matanya masih mencurigaiku.

“Aku ingin mencari rumah Kim Hyeon-ssi, apa kau tau?”

“Ne? Hyeon?” ulangnya. Aku mengangguk.

“Aku ingin menginap malam ini dirumahnya,”

Benar. tak ada tujuan lain selain rumah Hyeon, sekalipun aku baru saja mengenalnya. Bila aku kerumah Jessica sekarang, mereka akan menemukanku.

“Kau sudah lama mengenalnya?” dia ternyata masih mencurigaiku.

Maafkan aku, tak ada cara lain selain berbohong. Aku mengangguk agak ragu.

“Emh… anu… sebenarnya… aku… “ Kris menggumam tidak jelas, sambil menggaruk belakang kepalanya. Kenapa dia sekarang yang tampak salahtingkah?

Kris POV

Dia teman Hyeon? Hyeon sama sekali tak pernah  mengatakan tentangnya. Ah, entahlah. Lagipula tak baik juga meninggalkan seorang gadis malam-malam begini. Hal seperti ini seperti dejavu. Beberapa tahun lalu, aku melakukan hal yang sama yaitu membawa Hyeon pulang karena dia tersesat, dan membuat keluargaku salahpaham dan menikahkan kami berdua.

“Ayo, ku antar kerumahnya,” kataku, berjalan mendahuluinya. Dia mengikutiku dibelakang, tampaknya sangat keberatan dengan tas besarnya.

Aku berhenti dan menghadap kearahnya, kuambil tasnya kemudian kembali berjalan.

“Apakah rumah Hyeon-ssi jauh?”

“Ani, sebentar lagi kita sampai,” kataku sambil menunjuk gang didepan tikungan.

Mungkin aku akan menginap dirumah Xiumin, Luhan atau Suho malam ini. Kim Sun Hye adalah teman satu sekolahku, apa jadinya kalau teman-teman yang lain tau aku sudah menikah.

Sampai depan halaman rumah, aku  membuka pintu yang tidak terkunci dan menyilahkan Sun Hye masuk. Aku mengganti sandalku dengan slipper. Aku masih berdiri didepan pintu saat mendengar derap kaki dari dalam.

“Krisssiee… kau lama,” Hyeon berlari menggelayut dipinggangku.

Kusentuh badannya, semakin panas. Aku mendekapnya dan menuntunya ke Sofa tidur depan televisi.

“Mianhe,” ucapku sambil membaringkannya. Wajahnya sangat merah, dia menyipitkan mata kearahku. Kemudian dia  menunjuk Sun Hye yang ada dibelakangku.

“Kau mengenalnya kan?”

Dia mengeryitkan dahinya, kemudian tersenyum. Dia mengangguk.

“Kim Sun Hye??” ucapnya.

Aku mengiyakannya, Sun Hye mendekati kami berdua dengan perlahan.

“Ne~, ini aku. Kau sakit?” tanyanya. Hyeon menggeleng. Dasar, dia sendiri selalu tak menyadari bahwa dirinya sakit.

“Dia demam,” kataku, sedikit tersenyum Hyeon. Hyeon menggelembungkan pipinya.

“Sun Hye-yah, ada apa kau malam-malm datang kemari?” tanya Hyeon.

“Aku… aku… sebenarnya..”

“Dia kemalaman, dan ingin menginap disini.” aku melanjutkan kata-katanya, sambil membelai rambut Hyeon. Hyeon mengangguk setuju, dia terlalu terbuka terhadap setiap hal.

“ Apakah kau keberatan bila kau juga menjaga Hyeonnie, Sun Hye-ssi?” tanyaku pada Sun Hye lembut.

“Aniya, aku akan merawatnya,” wajah lembutnya tampak tulus.

“tunggu, kau mau kemana, Krissie?” Hyeon mulai kumat manjanya. Jangan sampai dia kelepasan mengatakan sesuatu.

“Aku akan pulang—“

“Pulang kemana??” tanya Hyeon. Aku  berusaha memberi isyarat padanya.

“Aku tak mau dirumah sendiri tanpamu,” katanya sambil menggelayuti lenganku. Dia terlalu demam, kurasa.

“Ka-kalian, tinggal bersama?” tanya Sun Hye penasaran.

“Ah… itu…” aku harus mencari alasan yang tepat.

“Tentu saja.” Tidak. jangan bicara Hyeon-ah…

“Dia kakakku yang sangat baik,” lanjutnya dengan menggelayut semakin manja padaku. Aku bernafas lega.

“Jadi… kalian bersaudara,”

Aku dan Hyeon mengangguk bersamaan. Aku tersenyum pada Sun Hye, yang masih melihat kami berdua secara bergantian. Mungkin dalam pikirannya sedang membandingkan wajahku dan wajah Hyeon yang tak ada kemiripan sama sekali. Aku kembali menyeringai kikuk.

“Lalu… kau bilang ‘mau pulang..’ pulang kemana? Bukankah kalian tinggal bersama?” Sun Hye tampaknya masih ragu.

“Bukan begitu maksudku, aku akan menginap dirumah temanku. Biar kau leluasa dirumah ini,” jawabku mengarang bebas.

“Aku merepotkan, ya?” nada Sun Hye tampak merasa bersalah. Apa aku salah bicara?

“Aniya. Itu hanya alasan Kris untuk menginap bersama teman-temannya, dia akan begadang semalam suntuk bila berkumpul dengan temannya,” timpal Hyeon. Aku senang dia membantuku, tapi tidak untuk membuatku seperti namja tukang keluyuran.

“Krissie… kau tak menunjukan kamar Sun Hye? Biarkan dia beristirahat,” kata Hyeon.

“Ah, Ne~, akan kutunjukan kamarmu. Kaja,”  Aku beranjak dari dudukku.

“Mianhe aku sangat merepotkan,”

“Aniya,” seruku bersamaan dengan Hyeon. Sun Hye memaksakan senyumnya diantara rasa tak hatinya.

Sun Hye POV

Aku tak menyangka, Kim Hyeon menjadi satu atap dengan Kris. Aku merasakan debaran jantungku antara senang dan merasa tak enak hati. Aku merasa sangat merepotkan mereka. Apalagi ternyata Hyeon sendiri sedang sakit. Tapi, entah kenapa aku tak suka bila Kris dan Hyeon berlaku sangat mesra seperti itu sekalipun mereka adalah saudara.

“Ini kamarmu, Sun Hye-ssi,” suara Kris membuyarkan lamunanku.

Tak terasa tadi aku berjalan menaiki tangga. Kris menyalakan lampu kamar yang tampak rapi dan bersih. Cat coklat mudanya memberi kesan hangat disetiap sudutnya. Bed yang umum digunakan dihias dengan bed cover imut beraksen warna coklat Domo.

“Kau suka warna coklat?” tanyaku basa-basi berusaha akrab.

“Tidak, Hyeonnie yang menyukainya. Dia juga yang menatanya. Kau suka?”

Aku menghentikan edaran pandanganku kesekeliling dan mengalihkan ke wajah Kris. Tampan.

“Ne~, kamsahamnida,” ucapku.

“Cheomaneyo. Kalau begitu istirahatlah, kau pasti lelah. Setelah berlarian,” ada senyuman menyindir diwajah Kris. Tampaknya dia belum percaya, kalau aku bukan buronan.

“Aku bukan buronan!,” tegasku,

“Aku—“

“Sudahlah beristirahatlah, ceritakan besok pagi,” katanya seraya tersenyum manis. Ini pertama kalinya dia tersenyum manis. Aku merasa wajahku kembali terbakar. Dia beranjak pergi dan menutup pintu dengan pelan, senyumannya masih terbayang didaun pintu.

“Aku rasa aku mulai gila,” gumamku pelan.

Hyeon POV

Badanku rasanya semakin berat dan tulang-tulangku seperti rontok. Aku menggelungkan tubuhku semakin erat disofa. Kim Sun Hye. Aku heran mengapa dia bisa sampai nyasar kerumah ini? dari raut wajahnya tampaknya dia sedang ada masalah.

“Hyeon-ah,” aku mendengar suara Kris memanggilku dengan lembut.

Aku membuka mataku, Kris berjongkok menatapku. Aku menggapai lengannya dan mendekapnya. Entah kenapa aku menjadi melakukan apa yang ingin kulakukan.

“Panasmu sudah turun?” tanyanya sambil memeriksa dahiku dengan tangan kanannya. “belum sepertinya,” dia menjawab pertanyaannya sendiri.

Dia menarik tangannya dari dekapanku dan berdiri. Aku merasa terluka dengan sikapnya itu, seperti penolakan. Tapi… dia mengangkat kepalaku, duduk disofa dan menaruh kepalaku dipangkuannya.

“Begini lebih baik?” tanyanya sambil membelai-belai kepalaku.

Aku mengangguk dan memejamkan mataku. Rasanya sangat nyaman.

“Hyeon-ah, kau mengenal Sun Hye-ssi kan?”

Aku memutar kepalaku mendongak kearahnya. Dia menunduk menatapku. Aku mengangguk.

“Dia tampaknya sedang dalam masalah. Wajahnya sangat redup,”

“Benarkah? Sepertinya dia sedang dikejar-kejar oleh orang,” kata Kris.

Aku tertegun mendengarnya, dia seperti bukan tipe orang yang banyak hutang. Wajah cantiknya malah menggambarkan dia seorang anak yang kaya raya.

“sudahlah, jangan pikirkan itu. Besok saja kita bicarakan. Tidurlah sekarang,” Kris kembali membelai-belai kepalaku.

“Beri aku ciuman, maka aku akan tidur,” kataku iseng.

“Begitukah?”

Aku  mengangguk. Tanpa disangka dia menundukan kepalanya semakin rendah. Benarkah ini?? bila iya ini ciuman keduaku setelah upacara pernikahan. Kurasakan bibirnya mendarat didahiku.

“I love you,” bisiknya sambil terkikik.

“I love you too… chanyeol-ah,” aku memandangnya sambil tersenyum jahil.

“Dasar!” dia menjitakku. Aku memanyunkan wajahku dan kemudian merasakan belaiannya sambil memejamkan mataku.

Ada sebercak cahaya yang menerobos mataku. Aku meriyipkan mataku menahannya. Ada sesosok manusia jakung didepan jendelaku.

“Kris… aku silau..” kataku sambil menyadarkan tubuhku kebantal.

Aku celingukan melihat sekelilingku. Bukankah ini adalah kamarku? Bagaimana aku bisa sampai disini?

“Kau sangat berat, Hyeon-ah…” gumam Kris sambil melompat disampingku. Aku men-pout-kan bibirku dan dia mencubit hidungku gemas.

“Ayo bangun, demammu sudah turun tampaknya.” Dia kembali memeriksa dahiku.

“Kau sudah membuat sarapan?” tanyaku.

“Sun Hye yang membuatnya, dia cukup ahli. Kelihatannya masakannya enak,” katanya.

“Kau berhutang satu lagsana padaku,”

“Ohh… baiklah. Sekarang ayo turun.” Pintanya.

“Gendong aku,”

Kris berdecak dan segera berdiri. tangannya menggapai kedua lenganku dan menarikku kepunggungnya.

“Yaah! Kris aku hanya bercanda, yaah!!” seruku berontak. Tapi dia malah membawaku berlari menuruni tangga.

Sun Hye POV

Aku ingin membuat sarapan untuk mereka berdua, yang telah baik padaku. terutama untuk Kris. Rasanya wajahku terbakar saat mengingat wajah manisnya semalam. Aku menggelengkan kepalaku mengusir lamunanku dan fokus pada supku yang hampir matang. Kelihatannya lumayan berhasil masakanku, tak rugi aku belajar dari koki rumahku. Setelah beres semua aku menghidangkan semuanya dimeja makan, tampak sempurna. Aku duduk disalah satu kursi menunggu mereka. Aku mendengar derapan kaki dari tangga.

“Turunkan aku Kris!! Turunkan aku!!” Hyeon tampak berteriak histeris saat Kris berlari menuruni tangga sambil memanggulnya.

Ada getaran aneh dalam dadaku melihat hal itu. Kris tersenyum menyapaku, sambil berjalan kearahku dan mendaratkan Hyeon dikursi dengan berlahan.

“Kau membuatku jantungan!” pekik Hyeon sambil memukul bahunya. Kris hanya tersenyum.

“Ah, Pagi Sun hye-ah…” sambutnya saat pandangannya kearahku. Kris mengambil duduk sebelah Hyeon.

“Wah, sepertinya sangat lezat.. kau pandai memasak,” puji Kris, membuatku tersipu.

“Kamsahamnida,” ucapku malu.

“Kalau begitu, selamat makaaaan…” seru Hyeon heboh. Dia selalu periang seperti itu, membuatku iri.

Kupikir saat ini, waktu yang tepat untuk mengatakannya. Aku mengambil nafas dan merilekskan pikiran dan tubuhku.

Hyeon POV

“masakanmu benar-benar enak,” seruku setelah melahap habis makanan yang ada. Sun Hye tersenyum sangat anggun.

“Kamsahamnida,” ucapnya lagi. Dia tipe wanita yang sangat sopan.

“Emhh… Sun Hye-ah, a..aku ingin menanyakan sesuatu,” kataku ragu. Kris yang sedang mengunyah makananya meliriku.

“Aku tahu apa yang ingin kau tanyakan.”

Tampaknya Sun Hye mengerti apa yang ingin kutanyakan.

“Aku tak bisa cerita semuanya, terlalu panjang,” katanya. Aku dan Kris dengan seksama mendengarkannya.

“Sebenarnya aku lari dari rumah,”

Kris hampir menyemburkan makanannya saat mendengarnya. Aku mengangah tak percaya. Ingin aku mengeluarkan kata-kata, tapi Sun Hye mulai bicara lagi.

“Tapi, dengarkan aku dulu,” pintanya.

“Aku lari dari rumah, bukan karena hal buruk. Aku hanya ingin hidup bebas dalam beberapa waktu. Peraturan dirumahku sangat ketat, aku tak mau hidup seperti didalam sangkar. Aku sudah meninggalkan pesan untuk keluargaku dirumah, tapi tetap saja orang-orang Papa mengejarku.”

“Tak sebaiknya kau mengatakan keinginanmu baik-baik?” tanyaku. Kris sepertinya sudah menelan makanan dimulutnya, atau malah sudah memuntahkannya entah dimana. Dia sekarang melihat Sun Hye dengan wajah orang menonton film action.

“Kau tak tau bagaimana kedua orang tuaku. Tapi semalam aku sudah menelpon mereka, mereka berkata ‘terserah’. Jadi kuanggap itu mengiyakanku,”

“Tapi, Sun Hye-ssi, mereka tau kau tinggal dimana sekarang?” tanya Kris. Sun Hye menggeleng.

“Mereka tak bertanya, jadi jangan khawatir kalian akan dikejar-kejar orang-orang Papa. Karena untuk beberapa saat aku butuh tempat tinggal, maukah kalian menampungku?”

Aku dan Kris membelalakan mata mendengar permintaannya. Aku hampir tercekat, Kris terutama. Dia seperti ayam tersumbat tenggorokannya. Sun Hye ingin tinggal dengan kami??

TBC
**
THANKS FOR READING WE OPEN BAD AND GOOD COMMENTS, BUT STILL ! KEEP RESPECT

FOLLOW OUR TWITTER  😀 SPECIAL FOR UPDATE ALL ABOUT EXO: @EXO1st
FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL 😀  FOR UPDATE FANFICTION : @EXO1st_INA
ALSO RECEIVE PRIVATE EMAIL JUST SENT TO : ask.exo1st@yahoo.com
Exofirstwonderplanet@yahoo.com
VISIT OUR WORDPRESS : exo1stwonderplanet.wordpress.com
ORIGINAL MADE BY @yuanfan @exo1st_INA , NO PLAGIRISM.
If you interest become official author or freelance author, please see https://exo1stwonderplanet.wordpress.com/ff-freelance/

Advertisements

Tagged:

6 thoughts on “EXOtic’s Fiction “Just Like You” – Part 4

  1. Cynthia September 4, 2012 at 11:00 PM Reply

    Wahh bakal tinggal bersama nih.. Gmn ya keadaanx nt?? Ditunggu part selanjutnya ya 😀

    • 1authorexo1st September 5, 2012 at 3:13 AM Reply

      gomawo udah keep reading. 🙂
      moga ga membosankan dan tetep ikuti yaa 🙂

      -yuan fan 😀

  2. Dinidink September 7, 2012 at 5:07 AM Reply

    aaa…kriss!!!ini sbnernya gmn sich prasaan kris k hyeon!!bkin gemes aja nungguin next partnya..
    uh,, onnie ini #daebak
    btw, chanyeol ga muncul lg y *celingakclinguk

    • 1authorexo1st September 7, 2012 at 4:01 PM Reply

      gomawo udah baca saeng.. 🙂
      moga ga bosen yaa..
      keep reading yaa, saya akan segera update kok. 😀

      ~Yuan Fan

  3. hanjesi October 11, 2012 at 3:10 AM Reply

    Mwomwomwo!!!
    Kebohongan akan membuat seseorang sakit hati ujungnya =3=

    Siap-siap deh sakit hati jadi Sunhye T,T #freepukpuk

    • 1authorexo1st October 13, 2012 at 8:45 AM Reply

      gomawo udah baca, mian baru bisa balas komenannya.
      moga ceritanya menghibur 😀
      saya jadi terpacu nih buat nulis /ala../

      -yuanfan-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: