EXOtic’s Fiction “JUST LIKE YOU” – Part 3

EXOtic’s FICTION

Exo1stwonderplanet.wordpress.com

“JUST LIKE YOU”

 

*Title :  Just Like You

*Part : 3

*Main Cast :

  • Kris Wu
  • Kim Hyeon
  • Kim Sun Hye

*Length :  Series

*Genre : Romance

*Rating : PG 13

*Disclaim : SEMUA FANFICTION YANG DIPOST exo1stwonderplanet.wordpress.com adalah milik author yang menulis. DO NOT POST ANYWHERE WITHOUT ANY PERMISSION. And after read, please give comment^^ Every words from EXOWPers is A GOLD! *bow*

**

Kim Hyeon POV

 

Badanku terasa agak tak enak, aku setengah geloyoran saat berjalan pulang menuju rumah. Tas sekolahku yang biasa saja, tiba-tiba terasa berat. Pandangan mataku kabur, aku sempat memepetkan tubuhku ke pagar tembok ang ada disepanjang jalan.

“Hyeon-ah!” seru seseorang sambil memegangiku bahuku. Aku memutar kepalaku memandang orang itu.

“Chanyeollie,” gumamku sedikit bersandar ke badan Chanyeol.

Dia adalah sahabatku disekolah, dia juga adalah mantan pacarku.

“Kau sakit?” tanyanya khawatir dan memapahku.

“Aniya… hanya—‘kruyyuuk’ “ aku tersenyum malu saat perutku berbunyi nyaring. Dia tersenyum mengejek.

“Ahh.. dasar kau, ayo kutraktir makan,” ajaknya menarikku.

“Ani… rumahku sangat dekat dari sini. Krissie emh maksudku Kris-oppa pasti udah masak makanan enak,” kataku seraya menengok jam tanganku.

Hampir aku keceplosan, Chanyeol tahu tentang Kris tapi sebagai kakak laki-lakiku bukan suamiku. Dia akan pergi menjauhiku bila tau hal yang sebenarnya. Jujur aku masih menyukainya hingga sekarang.

Aku mencium bau harum dari dalam rumah, Kris pasti sudah memasak makan siang. Hari ini giliran dia memasak. Aku ingin tahu dia masak apa. Aku menyilahkan Chanyeol masuk, dan segera berlari menghampiri Kris yang sibuk didepan kompor. Dia memakai celemek biru tua, yang membuatnya semakin manis.

“Krissiie!!” seruku samnil melongok apa yang dia masak.

“Ck… kau mengagetkanku,” desisnya sebal. Aku menggelembungkan pipiku.

“Dengan siapa kau pulang?” tanyanya, dia selalu bisa menebak ekspresi wajahku.

“Chenyeol,” gumamku malu-malu.

“Pantas kau sangat bahagia,” katanya lambat-lambat kemudian memencet hidungku gemas.

“Kau masak lebih dari dua porsikan?” tanyaku, dia mengangguk.

“Aku selalu memasak lebih dari dua porsi setiap hari, karena selera makan seperti kuli,” bisiknya dengan senyum iblis. Aku menyikut iganya hingga dia merintih. Aku kembali menemui Chanyeol yang sudah duduk di tatami.

“Aku tak merepotkan Kris-ssi?” tanyanya agak sungkan.

“Aniya,” aku mengibas-kibas tanganku.

“Dia malah senang bila ada yang mau menikmati masakannya. Dia jago sekali memasak.”

“Wah… aku ingin segera menyoba masakannya,”

Aku mengangguk antusias. Beberapa menit kemudian, Kris muncul dengan membawa panci agak tanggung. Dia memasak, entah apa namanya, campuran jamur dengan sayuran. Bila dia yang memasak, dia akan menghilangkan daging dalam masakannya. Kecuali ayam goreng.

“Maaf saya merepotkan.” Ucap Chanyeol saat Kris duduk diantara kami. Kris tersenyum.

“Tidak juga, aku senang rumah kami jadi ramai,” Kris paling pintar berbasa-basi.Aku acungi jempol aktingnya yang hampir sempurna itu. Aku mengangkat sudut bibirku.

“Lama kau tak kemari, kau sudah punya pacar, heh?” tanya Kris tapi tatapannya melirik kearahku.

“Aniya, aku hanya sibuk dengan latihan basket akhir-akhir ini,” jawab Chanyeol sambil terus melahap makananya.

“Dia merindukanmu,”

“Uhhhuk!!” aku tersedak saat Kris melirikku dengan pandangan yang tak mengenakkan. Chanyeol hanya tersenyum melirikku. Rasanya aku tak bisa menelan makananku.

Kris POV

Sepanjang hari wajah Hyeon tampak merah karena Chanyeol. Dia bahkan tak bisa menyembunyikan senyum riangnya. Tampaknya dia masih benar-benar masih menyukai Chanyeol. Mungkin karena alasan itu  juga dia ingin tak ada ikatan antara kami berdua, aku mengerti.

“Sepertinya sudah sangat sore, aku ijin pulang,” pamit Chanyeol.

“Ne~, hati-hati dijalan. Mampirlah kemari bila ada waktu,” kataku.

Wajah riangnya itu selalu tersenyum, membuatku iri pada sifat periangnya. Dia beranjak dari tatami dan  mengenakan sepatunya. Hyeon mengikuti dibelakangnya.

“Kau mau ikut Chanyeol-ssi?” godaku, Hyeon menggelembungkan pipinya sebal padaku.

“Aku tak melarangmu,” tambahku tak menghiraukan isyarat matanya yang menyuruhku diam.

Aku menyuruh Hyeon membereskan sisa makan siang tadi, sementara aku tidur disofa depan televisi. Beberapa menit kemudian, selembar lap kotor terlempar kearahku. Aku bangkit dari tidurku, Hyeon sudah  memasang wajah galak. Dia ternyata yang melemparkannya, aku mendengus dan melemparkannya kembali.

“Yah! Kris…. aku sakit..” rengeknya berjalan sambil menhentak-hentakan kakinya. Dia berjalan kepadaku dan dengan seenaknya menindih tubuhku.

Hyeon ikut berbaring disampingku, aku sampai tak bisa bergerak. Sofa ini terlalu sempit.

“Aku sakit Krisssiee…” rengeknya lagi.

Ku pegang dahinya dan memandang wajahnya yang  memelas. Pantas, suhu bandannya panas. Dia akan menjadi manja setengah mati kalau sedang sakit. Aku membenarkan posisiku, agak sedikit duduk dan menyandarkan kepala Hyeon dipangkal bahuku.

“Kau harus minum obat,” gumamku.

“Aku tak mau,” dia masih merengek, wajahnya menyebik.

“Hyeon-ah, ayo kupapah kau kekamarmu,” kataku seraya menyampirkan lengannya dibahuku. Dia menariknya lagi, menggeleng.

“Aku  mau tidur disini saja,” dia menggelungkan badannya disofa.

Dasar anak ini, merepotkan kalau sifat kekanak-kanakannya datang seperti ini. Aku berdiri dan melompati punggung sofa untuk keluar.

Setelah membawakan bantal dan selimut untuk Hyeon, aku memasakan bubur apel untuknya. Aku akan memaksanya untuk meminum obat.

“Hyeon-ah,” panggilku dengan lembut mengusap dahinya. Dia mendengung dan kembali tidur.

“Ayo, bangun. Makan buburmu dan minum obat. Aku janji akan memenuhi apa maumu,” rayuku.

Kim  Hyeon POV

Aku terbangun saat mendengar suara Kris. Aku menggelungkan badanku lebih rapat dengan selimut. Kris duduk disebelahku dengan membawa mangkuk. Aku melihatnya dengan seksama, dan hanya bisa mendengung. Dia meletakkan mangkuknya dan membantuku sedikit bersandar dipunggung sofa.

“Kau harus minum obat,” katanya lembut.

Aku ingin menolaknya, tapi aku juga tak mau membuatnya repot bila aku terus-terusan sakit seperti ini.

“Ne~” gumamku pasrah.

Dia kemudian menyuapkan bubur yang ada didalam mangkuk. Bubur apel. Dia sangat pandai membuatnya. Kris berubah menjadi lebih baik dalam setahun ini. Dia mengurangi kebiasaanya tawuran dan lebih bagus dibidang akademiknya. Aku tau sebenarnya dia orang yang pintar dan berbakat, hanya saja dia selalu malas melakukannya.

“Gomawo,” kataku sambil menelan bubur yang ada dimulutku.

Dia tersenyum manis. Dia memang manis.

“Kau suamiku yang sangat baik hati,” aku mengedipkan sebelah mataku, membuatnya mendengus kesal.

“Hentikan, itu menggelikan. Apa kau mulai suka padaku?” tanyanya sinis.

Aku tertawa dan menggelayut manja dilengannya.

“Andweee~” kataku menggodanya.

“Dasar kau, cepat habiskan,” suruhnya sambil menyuapkan sesendok bubur padaku lagi. Aku melahapnya dengan tanpa melepaskan pandanganku darinya. Dia sangat imut bila tersipu malu.

“Apa aku perlu mengusap sisa makananmu dengan lidahku?” tawarnya sambil senyum setan.

Aku mengerutkandahiku. Dia menunjuk sudut bibirnya sendiri kemudian menunjukku. Aku reflek mengusap sudut bibirku, sial, dia akan mengataiku seperti anak kecil.

“Dasar bocah, bisa kah kau makan dengan anggun,”

Tepatkan?! Dia sangat menyebalkan, tapi aku menyayanginya. Mungkin sama sepertinya aku tak akan bisa terbiasa hidup tanpa dirinya. Dia bagian dari hidupku, aku hanya bisa menyukainya. Lebih dari sahabat, pacar, suami, ataupun saudaraku. Dia seperti belahan jiwaku, tapi aku tak mau memilikinya. Aku yakin dia dan aku mempunyai jalan berbeda.

“Sekarang minum obatmu,” suruh Kris, aku sedikit menegang mendengar kata obat.

“Aku sudah sediakan sirup untukmu,” tambahnya setelah melihat ekspresiku.

Aku sedikit bernafas lega dan mengangguk. Kris memang paling mengerti aku. Sekalipun saat kami pertama kali tinggal bersama aku dan dia tak pernah berhenti bertengkar dan adu mulut saling mencaci, toh akhir kami berdua semakin mengerti satu sama lain.

“Kris…cp..cp” panggilku sambil mengecap obat dimulutku. Dia menoleh.

“Kau bilang akan menuruti semua mauku bila aku mau minum obat,”

“Sial, kau dengar?!” desisnya menyesal. Salah sendiri kau bilang.

“Aku ingin makan lagsana,” rengekku.

Kris berdecak tak suka, aku tau dia sangat benci daging kecuali ayam goreng. Tapi, salah sendiri dia bilang mau menurutiku. Aku tak mau tau.

“Bahannya habis,” tolaknya.

“Kau bisa belanja di minimarket,” kataku tak mau kalah.

“Kau tau ini jam berapa?”

“Ayolah… Krissie…” rengekku.

Kris menghela nafasnya lelah kemudian beranjak dari sampingku. Aku menahan tangannya dan menarik-nariknya, dia mengangguk pasrah. Sangat memuaskan. Haha.

“Kau jangan aneh-aneh kutinggal sebentar,” pesannya padaku.

“Jangan makanes ataupun beranjak dari sini. Arreaso?”

“Ne~” jawabku mengangguk patuh.

“Bagus,”

Kim Sun Hye POV

Aku berlari dengan nafas tersengal, kakiku sudah tak kuat lagi berlari. Tapi, aku memaksakan diriku untuk berlari. Derap kaki dibelakangku membuatku ngeri dan memberdirikan bulu kudukku.

“Nona!!” teriak suara berat dengan beberapa derapan lain. Aku semakin mempercepat langkahku, aku tak mau tertangkap.

Aku melihat sebuah gerobak sampah besar, di sudut jalan. Aku beralari bersembunyi dibaliknya. Aku mendekap kedua lututku dan tas yang kubawa. Nafasku masih tersengal, aku sangat takut.

“Kemana dia? Ayo,kita kejar lagi,” suara itu memerintahkan yang lainnya kembali mengejar lurus. Aku tertolong.

Aku lari dari rumah besar memuakan itu. aku tak mau hidup distu lagi, aku ingin menghirup udara bebas. Tapi, saat aku ingin kabur diam-diam bodyguard orang tuaku menemukanku dan mengejarku. Aku sudah menuliskans selembar surat untuk orang rumah. Kukatakan pada mereka, aku pergi hanya beberapa waktu untuk mencari kehidupan baru.

“Yah, apa yang kau lakukan disitu?” tanya seseorang dari belakangku.

Aku berjingkat kaget, memandang orang tinggi itu. Kupikir dia orang yang mengejarku. Aku tersenyum agak terpaksa padanya, ataulebih tepatnya nyengir.

“Aniya…” kataku lambat-lambat. Namja itu hanya menyeringai heran padaku. Aku menggedikan bahuku dan tersenyum kikuk.

 

TBC

**

THANKS FOR READING :D WE OPEN BAD AND GOOD COMMENTS, BUT STILL ! KEEP RESPECT :D

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE ALL ABOUT EXO: @EXO1st

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE FANFICTION : @EXO1st_INA

ALSO RECEIVE PRIVATE EMAIL :D JUST SENT TO : ask.exo1st@yahoo.com

Exofirstwonderplanet@yahoo.com

VISIT OUR WORDPRESS : exo1stwonderplanet.wordpress.com

ORIGINAL MADE BY @yuanfan @EXO1st_INA , NO PLAGIRISM.

If you interest become official author or freelance author, please see https://exo1stwonderplanet.wordpress.com/ff-freelance/

Advertisements

Tagged:

8 thoughts on “EXOtic’s Fiction “JUST LIKE YOU” – Part 3

  1. Cynthia August 31, 2012 at 2:13 PM Reply

    Lanjutan jgn2 mrk ber-3 satu rumah??? Wahh semakin seruu nihh.. Ditgu lanjutanx ya 😀

    • 1authorexo1st September 3, 2012 at 11:34 AM Reply

      hehe.. tunggu kelanjutannya ya:)
      gomawo udah baca

      -yuanfan

  2. Dinidink September 2, 2012 at 5:06 AM Reply

    selalu ye,tbc d saat tdk tepat!
    ah,onnie cepet d lanjut #nodonginpiso
    aigoo,uri kris pasti sngat manis kalo make celemek gitu *cubitpipikris*

    • 1authorexo1st September 3, 2012 at 11:35 AM Reply

      biar penasaran, hehe..
      baca kelanjutannya ya..

      gomawo udah baca..
      keep reading yaa

      -yuanfan

  3. hanjesi October 11, 2012 at 3:02 AM Reply

    Boleh ga aku jadi hyeon-nyaaaaaa??
    Krissie T,T
    Aku mau makan fetuccini T,T hooaaaaa hoaaaaa

    • 1authorexo1st October 13, 2012 at 8:48 AM Reply

      makasih udah baca 😀 /terharu/
      boleh kok silahkan.

      kris : sori saya ga bisa bikin, beli ajah sendiri ya 😀

      -yuanfan-

      • hanjesi October 14, 2012 at 3:32 PM

        Kris : you so damn mean to mehhh? Oh let’s seee!!!

  4. iea March 29, 2014 at 4:31 PM Reply

    wahh…manis banget hubungan kris n hyeon…^^
    selama part ini hyeon minta dibuati lasagna mulu..jadi pengen…:-|

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: