EXOtic’s Fiction “Just Like You” – Part 2

EXOtic’s Fiction

Exo1stwonderplanet.wordpress.com

“Just Like You”

 

Author : yuanfan

Title : Just Like You

Part : 2

Length : Series

Genre : Romance

Main Cast : Kris

Disclaim : SEMUA FANFICTION YANG DIPOST exo1stwonderplanet.wordpress.com adalah milik author yang menulis. DO NOT POST ANYWHERE WITHOUT ANY PERMISSION. And after read, please give comment^^ Every words from EXOWPers is A GOLD! *bow*

**

Kim Hyeon POV

 

Kami memang sudah bersama selama setahun, tapi tak ada hal lain yang istimewa dalam hubungan kami. Kris dan aku tak pernah saling mencintai, kami lebih hanya sekedar saudara. Aku mengambil beberapa bungkus cemilan, melemparkannya kedalam keranjang, becampur dengan beberapa kaleng soda.

“Kamsahaminda,” ucapku saat kasir selesai menghitung semua belanjaanku. Aku segera mengambil kantong belanjaanku dan keluar.

Didepan minimarket, ada seorang gadis yang menuntun sepedanya. Rantainya lepas. Aku datang menghampirinya.

“Maaf, apakah kau butuh bantuan?” tanyaku seraya mendekatinya. Dia tersenyum kepadaku.

“Aniya, kamsahamnida,” ucapnya.

“Aku bisa membenarkan rantai sepedamu,” kataku seraya berjongkok dan melihat rantai sepedanya. Aku mencoba mengotak-atik tanpa menunggu jawaban darinya.

“Ini sangat gampang,” gumamku.

Aku menaruh belanjaanku didepan lututku dan tanganku mulai sibuk mengutak-atik rantainya.Beberapa menit kemudian rantainya kembali benar.

“Sudah selesai,” kataku sambil berdiri menjinjing belanjaanku lagi. Gadis itu terperangah melihat hasil kerjaku.

“Ah… kamsahamnida,” katanya berulang kali membungkuk padaku.

“Cheomaneyo. Ini,” aku memberinya sekaleng soda dingin, dia masih diam menatapku.

“Kau tidak haus setelah berjalan? ini..” aku menyodorkan kaleng soda itu ketangannya.

“Jeongmal kamsahamnida, aku merepotkanmu,” katanya kembali membungkuk lagi. aku mengangguk dan tersenyum.

“Kau mau kuantar pulang?” tawarnya, dia menggedikan dagunya ke boncengan sepedanya.

“Terimakasih, rumahku sangat dekat. Aku duluan ya,” kataku sambilku sambil melambaikan tanganku.

“Tunggu, chounun Kim Sun Hye,” katanya agak berteriak.

“Chounun Kim Hyeon,” aku membungkuk padanya kemudian memutar badanku berjalan pergi.

 

Aku melihat Kris berdiri didepan halaman rumah. Dia duduk didepan pintu dengan wajah lebamnya. Dia berdiri saat melihat aku datang, aku sedikit menengok kebelakangnya.

“Mereka sudah pulang?” tanyaku, dia hanya menggeleng.

“mengapa kau ada disini?”

“Aku menunggumu… Hyeon-ah, aku ingin bicara denganmu,” dia menyeret tanganku lebih dekat dengannya.

“Mwo? Sudahlah, kita bicarakan nanti. Kasihan teman-temanmu menunggu,” aku menepis tangannya lembut, kemudian mengapit tangannya dan berjalan masuk.

“Hyeeooon-ah… kami sangat lapar dan haus…” sambut tiga orang yang bergelung di tatami. Aku tersenyum.

“Neh, aku akan memasak,” kataku, disambut sorak “yeee~” oleh mereka.

 

**

 

Kim Sun Hye POV

 

Aku beruntung bertemu orang baik yang bisa membenarkan rantaiku. Aku pikir aku akan menuntun sepedaku sampai depan rumah. Kim Hyeon. Itu namanya, dia sangat murah senyum dan baik hati. Kelihatannya kami seumuran.

Aku membelokan sepedaku kehalaman rumah. Penjaga yang berdiri didepan pintu gerbang membungkuk padaku. aku masuk kedalam rumah, yang selalu terlihat dingin dan sepi. Aku sama sekali tak suka dengan suasana ini.

“Kau menggunakan sepeda lagi?” suara sinis itu menggema keseluruh ruangan. Aku menoleh ke sumber suara, terlihat Mami menuruni tangga menghampiriku dengan tatapan marah.

“Aku ingin cari udara segar,” aku beralasan menghindari tatapan Mami dengan pura-pura melepas sepatuku.

“Berhentilah bersikap rendah diri, kau harus menghargai dirimu. Kau tau kau siapa kan? Mami tak mau sampai salah satu rekan bisnis Mami melihatmu memakai sepeda tua itu,” katanya tajam. Aku tak membantah ataupun mengiyakannya.

“Aku lelah,” gumamku dan beranjak dari sofa.

“Tunggu, Sun Hye…” Mami menghadangku.

“Ini jadwal les privatmu yang baru,” Mami menyerahkan selembar kertas yang berisi penuh dengan jadwal yang menyebalkan. Aku mendesah.

“Apa aku harus melakukannya?” aku agak jengkel.

“Neh, tak ada bantahan. Demi dirimu,”

Aku menatap wajah Mami sebentar kemudian mendengus dan beranjak dari hadapannya. Aku sangat malas dengan kehidupanku, aku sangat benci. Aku ingin sekali saja bebas tanpa aturan, menjadi orang biasapun aku tak menolak. Kim Hyeon, nama itu terlintas dipikiranku. Sepertinya hidupnya sangat bebas, terlihat dari wajahnya. Aku ingin spertinya.

 

**

 

Kris POV

 

Aku tak habis pikir dengan cara pemikiran Hyeon. Entah kenapa aku tidak bisa mengiyakan keputusannya untuk bercerai. Aku mengacak rambutku, buku didepanku hanya kubuka dan kututup. Pensil kuketukan-ketukan ketepi meja. Pikiranku kemana-mana.

“Kris-ah!!” teriak Hyeon, derap kakinya berjalan ke kamarku. Dia membuka pintu kamarku dengan kasar.

“Kau menghabiskan Ramen yang kubuat?!” wajahnya agak sebal. Aku ragu untuk mengangguk.

“Ahh!!!” teriaknya kemudian memukul bahuku.

“Aku belum makan sama sekali, bagaimana bisa kau habiskan?!” rengeknya tampak marah.

“Mianhe, Hyeon-ah…”

“Aku tak mau tau, masakan aku lagsanya!”

“Mwo? Aku menghabiskan Ramen, kenapa harus menggantinya dengan masakan rumit?!” aku berdiri dari kursi belajarku, sangat tak terima, masak Lagsana sama dengan bunuh diri.

“Aku tak mau tau, hukumanmu,” katanya enteng sambil menggoyangkan telunjuk jarinya. Tersenyum kemudian balik kanan dan pergi.

“Kurang ajar,” desisku sebal.

 

Hyeon sangat menyebalkan, dia selalu menyiksaku dan anehnya aku mau saja melakukan apa yang diminta. Aku paling tidak suka memasakan lagsana untuknya, membuatku agak mual. Aku sedikit benci daging.

“Krissie… Palli… aku lapar,” rengeknya untuk kesekian kalinya

“yah, kalau kau ingin cepat…pesan saja dirumah  makan!” kataku sebal. Ku dorong loyang ke dalam oven dengan agak kasar. Aku menyetel timer oven, dan mengambil beberapa roti dari dapur. Kulemparkan roti tepat diatas meja.

“Ganjal perutmu dengan roti,” aku menggedikan kepalaku. Hyeon memanyunkan bibirnya tapi kemudian menyobek dan melahapnya.

Aku duduk dihadapannya sambil menyodorkan segelas susu untuknya. Ini hal yang rutin dia lakukan, minum susu sebelum tidur. Dia tak akan bisa semalaman suntuk bila ritualnya tidak dilakukan. Aku jadi ingat pertama kali hidup hanya berdua dengannya, dia semalaman begadang gara-gara kehabisan susu setelah makan malam.

“Hyeon-ah,” gumamku, dia memandangku dengan pipi menggelembung karena makanannya.

“Kau serius dengan keputusanmu tadi?” tanyaku serius. Dia menggigit rotinya lagi sambil mengangguk.

“Wae? Aku terbiasa hidup denganmu…” kataku  malu-malu.

“Mwo?? Kau mulai suka padaku…” katanya sambil tersenyum iblis.

Kenapa dia sangat narsis. Menyukai gadis seperti dia sama saja bunuh diri. Aku mendengus sebal.

“Kalau kita cerai, kita harus berpisah rumah. Aku tak bisa hidup sendiri,” akuku jujur. Aku mungkin tak akan bisa hidup tanpa Hyeon. Dia-lah yang membuatku berubah menjadi lebih baik.

“Krissiee… gwiopta…” ucapnya sambil menggapai wajahku dan mencubit pipiku. Aku menepisnya sebal.

“Hmmm… aku tak akan meninggalkanmu. Ini rumah kitakan, yang kumaksud adalah mengakhiri tindakan konyol kita selama setahun. Dinikahkan diusia muda tanpa saling mengenal dan tujuan hanya untuk  menjaga adalah perbuatan konyol,”

Aku berpikir sejenak, benar juga kata Hyeon. Semua ini adalah tindakan konyol. kita bisa saja hidup bersama tanpa status menikah, anggap saja saudara. Buktinya tak pernah terjadi apapun selama setahun ini.

“Jadi maksudmu seperti itu?” tanyaku, dia mengangguk.

“Kita tak akan tinggal terpisah?”

Dia menggeleng, melahap potongan terakhir rotinya.

“Kau mulai suka denganku, Krissie?” tanyanya lagi. Sangat menyebalkan.

Aku dengan gemas melempar jeruk kecil tepat kepalanya, membuatnya memanyunkan bibirnya lagi.

“Aku lapar Krissie-yah..” rengeknya mulai lagi.

“Sebentar lagi, tunggu 30 menit.”

“Hmph… lama,”

 

Alarm oven berdenting, artinya sudah 45 menit lewat. Aku mengambil alas untuk mengangkat loyang dari dalam oven. Aku segera mengirisnya dan meletakan sepotong besar di piring.

“Yah, Hyeon-ah… ini sudah matan—“ kata-kataku terpenggal saat melihat Hyeon sudah tersungkur dimeja, tidur.

“Kau…” gumamku sebal. Kesalahanku adalah memberinya susu terlebih dahulu. Dia akan tidur setelah minum susu. Dasar!!

 

 

 

Kim Sun Hye POV

 

Pagi ini entah dimana sepedaku disembunyikan. Aku mencari keseluruh sudut rumah. Namun tak ada. Aku sangat yakin ini kerjaan Omma, kenapa dia tak bisa sedikitpun melihat anaknya bahagia.

“Nona, mari kita berangkat,” kata Ajjushi, sopir keluargaku. Aku diam sejenak menghentakan kakiku pelan kemudian mengangguk terpaksa.

Aku tak mau terlahir dalam keluarga ini, kalau bisa menawar aku ingin bertukar kehidupan dengan seseorang. Adakah cara untuk itu?

 

Sampai didepan sekolah, aku melihat sosok namja yang kulihat tempo hari. Wajah memarnya sudah tak terlihat lagi, dia sangat tampan dan penuh karisma. Senyumnya sangat indah. Apakah aku jatuh cinta? Brakk!!

“Ah, changsahamnida,” kataku, aku tak sengaja menabrak seseorang saat berjalan. Aku terlalu fokus pada namja itu.

“Gwenchana,” kata gadis itu dengan senyum mengembang. Aku tau siapa dia, Kim Hyeon.

“Kau… kau Kim Hyeon, benar?” tanyaku seraya menunjuknya.

Dia seperti berusaha mengingat sesuatu, apakah dia sudah lupa denganku.

“Ahh!!” gumamnya sambil menepok dahinya.

“Kau Kim… Kim Sun Hye? Gadis yang rantainya copot?” tanyanya sambil memeragakan gerak orang mengayuh sepeda. Aku tersenyum dan mengangguk.

“Mianhe, ingatanku kurang bagus.”

“Kau sekolah disini?” tanyaku, tapi kulihat seragam sekolahnya bukan dari sekolah ini.

“Aniya,” ucapnya seraya menggeleng.

“Aku sedang—oh!” matanya menemukan sesuatu.

“KRISS-Ahhh!!!” teriaknya tiba-tiba sambil melambai-lambaikan tangannya. Aku ikut melihat kearah yang dia lihat. Seorang namja  berlari kearah kami. Namja itu… dia.

“Apa yang kau lakukan disini??” tanya namja itu pada Hyeon. Hyeon merengutkan  wajahnya dan menabrakan kantong yang dia bawa ke dada Kris.

“Ini, apa ini??!” katanya jengkel. Kris mengambil kantong itu dan membukanya, wajahnya sangat polos. Berbeda dengan wajah tempo hari yang kulihat.

“Mianhe,” katanya menyeringai,

“Gomawo sudah mengantarnya,” dia merangkul pundak Hyeon dengan satu lengannya. Hyeon menyipitkan matanya sebal pada Kris, Kris membalasnya dengan senyuman merayu.

“Gara-gara kau, aku akan terlambat.” Gerutu Hyeon.

“Mianhe… Oh, kau mempunyai teman disini?” tanya Kris sambil menunjukku. Hyeon memandangku bingung.

“Bukannya kalian satu sekolah, kalian tak saling mengenal?” tanya Hyeon.

Kris dan aku menggeleng bersamaan. Hyeon menggeleng sambil berdecak.

“Kalian berkenalan sendiri saja, aku sudah sangat telat. Sampai jumpa Sun Hye. Bye..bye Krissie!!” teriaknya kemudian berlari dengan cepat.

“Yah, hati-hati, Hyeonnie!!” teriak Kris, aku melihat wajahnya tampak khawatir. Beberapa saat kemudian dia menurunkan wajahnya melihatku. Aku berusaha mengalingkan pandanganku.

“Kamsahamnida,” ucap Kris seraya membungkukkan badannya, kemudian beranjak dari hadapanku.

Aku tak sanggup bicara apapun, hanya tersenyum dan mengangguk. Dia namja yang kusuka. Aku menyukainya dari pertama melihat tatapan elangnya. Lalu apa hubungannya dengan Kim Hyeon? Mereka terlihat sangat akrab. Apakah mereka pacaran?

“Sun Hye-ah!!” seseorang memanggilku, Jessica terlihat melambai kearahku. Aku tersenyum padanya lalu berlari menghampirinya.

 

TBC

**

THANKS FOR READING 😀 WE OPEN BAD AND GOOD COMMENTS, BUT STILL ! KEEP RESPECT 😀

 

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE ALL ABOUT EXO: @EXO1st

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE FANFICTION : @EXO1st_INA

ALSO RECEIVE PRIVATE EMAIL 😀 JUST SENT TO : ask.exo1st@yahoo.com

Exofirstwonderplanet@yahoo.com

VISIT OUR WORDPRESS : exo1stwonderplanet.wordpress.com

ORIGINAL MADE BY @YUANITASUGIANTO , NO PLAGIRISM.

If you interest become official author or freelance author, please see https://exo1stwonderplanet.wordpress.com/ff-freelance/

Advertisements

Tagged: , ,

7 thoughts on “EXOtic’s Fiction “Just Like You” – Part 2

  1. Cynthia August 27, 2012 at 2:59 PM Reply

    Wahh konfliknya seru nih.. Ditgu lanjutannya ya 😀

    • 1authorexo1st August 28, 2012 at 10:40 AM Reply

      gomawo chingu
      iya.. tunggu yaaa..saya akan segera update. 🙂
      moga ga bosenin 🙂

  2. DiniOkvav August 29, 2012 at 1:56 PM Reply

    eo, ini msh awal y,hwaiting dech utk sunhye xD smg PDKTanmu dgn kris brhasil nakk #ea
    dann kris,bner2 nggemesin,apalagi mukanya noh #plakk
    O,spertinya akan ada cinta yg rumit nantinya #sotoy
    ok.lanjutkaann eonnie xD *kaburbawakris* *digamparOnnie*

    • 1authorexo1st August 30, 2012 at 12:05 PM Reply

      yaa… thanks yaa. udah baca saeng.. lanjutannya udah dipost kok saeng…
      baca juga ya… 🙂
      gomawo 🙂

  3. hanjesi October 11, 2012 at 2:55 AM Reply

    KYAKYAKYA

    Maaf ya author nyebelin ini baru baca sekarang -_-
    Padahal lagi ujian..
    *jangan ditiru*

    Ehmehmehm..
    Aku suka kris!
    Oke cukup.
    Hahah
    Lanjut part 3~

    • 1authorexo1st October 13, 2012 at 8:42 AM Reply

      gomawo udah nyempetin baca 😀
      oke.. juga maafkan saya, min baru bisa balas komen. hehe
      maaf min, kris milik saya. anda dilarang suka. 😀

      -yuanfan-

  4. iea March 29, 2014 at 4:23 PM Reply

    hubungan hyeon n kris lama kelamaan emang kaya kakak adik…sering bertengkar, adu pendapat..tapi sweet..

    tapi apa hyeon g punya kakak atau adik? soalnya dia kayanya kesepian…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: