EXOtic’s Fiction “We Are One” – Part 2

EXOtic’s FICTION

Exo1stwonderplanet.wordpress.com

“WE ARE ONE”

Title : We Are One – Part 2

Length : Chapter

Author : @fab_cinta & @valeriegegee

Genre : Romance, Friendship, Fantasy

Disclaim : SEMUA FANFICTION YANG DIPOST exo1stwonderplanet.wordpress.com adalah milik author yang menulis. DO NOT POST ANYWHERE WITHOUT ANY PERMISSION. And after read, please give comment^^ Every words from EXOWPers is A GOLD! *bow*

**

“Kai, kami tidak bisa menemukan tempat tidur itu, tetapi kami bisa memberikan tempat tidur paling nyaman di negeri ini,” ujar Chanyeol kepada Kai yang mendengus kesal.

Huh, dimana aku bisa menemukannya?”

“Rumah Miho. Ayah Miho pengusaha tempat tidur yang paling disegani di kota ini, kami yakin tempat tidur paling berkualitas ada di rumahnya.”

Miho terbelalak oleh ucapan dan kedipan mata Kyungsoo. Aura cinta yang bertebaran di sekitar Kai, terlihat jelas bahwa itu datang darinya. Miho menoleh kepada Hyerin untuk meminta pertolongan, tetapi seperti biasa, ia sedang berada di dunianya sendiri bersama Baekhyun. Miho menyerah dan memperbolehkan Kai untuk menginap di rumahnya. Kai yang mendengar persetujuan itu tidak menolak tawaran menarik itu, asalkan ia bisa tidur lagi, itu sudah cukup baginya.

Mereka berdua pun berjalan bersama menuju rumah Miho, sedangkan yang lainnya masih mempunyai urusan masing-masing. Di perjalanan, Miho pun membuka percakapan.

“Hei… Maafkan aku tadi siang, aku tidak bermaksud menabrakmu… Apakah masih ada yang sakit?” ucap Miho memberanikan diri memulai percakapan. Dia benar-benar membisu ditelan ketakutan dan kegugupan yang menyelimutinya sejak siang tadi.

Kai memandang Miho dengan malas, hal ini menampakkan keseksiannya lebih banyak dibandingkan sebelumnya.

“Sudahlah aku tidak apa-apa, tidak perlu mencemaskanku, maaf aku terlalu keras tadi,” Kai menutup kalimatnya dengan senyum simpul andalannya. Miho tertegun.

“Hm? Ada apa? Sikutmu tiba-tiba sakit?”

“E-eh b-bukan… Hanya saja… Aku tidak tahu bahwa malaikat benar-benar ada…E h? Eh, maksudku..m-m-malam ini..i-indah ya?” pipi Miho memerah dan ia pun tak sanggup untuk menahan malunya itu. Kai memandangi gadis di sebelahnya itu, wajahnya begitu menggemaskan namun ia tidak mau mengakuinya.

Sesampainya di rumah Miho…

“Dimana orang tuamu?” tanya Kai malas.

“Mereka sedang di luar kota,” jawab Miho singkat. Sepertinya Miho tidak mau membicarakannya, Kai pun enggan untuk meneruskan pembicarannya. Keheningan malam pun menyelimuti mereka berdua.

“Hey Baekhyun, apakah Miho dan Kai akan baik-baik saja?” gumam Hyerin di pelukan kekasihnya itu. Mereka memutuskan untuk berkencan sebentar di rumah pohon Hyerin dimana mereka bisa melihat dua bulan yang bersinar menerangi planet itu.

“Ya tenang saja Hyerin sayang, aku melihat bahwa sebenarnya Kai tertarik pada Miho, lagipula Miho bisa membangunkan potensi yang tidak ia sadari itu,” tutur Baekhyun sambil menyibakan rambut yang menghalangi wajah belahan hatinya itu.

Aah.. Aku jadi tenang jika kamu yang mengucapkan itu. Hey! Kita begini saja yuk sampai pagi!” kata Hyerin nakal dan berbalik memandang Baekhyun. Wajah Baekhyun bersemu merah dan itu membuat Hyerin tertawa senang.

Deg.. Deg.. Deg

Jantung Miho berdebar begitu keras seperti drum ditabuh, ia takut Kai mendengarnya. Tetapi nampaknya pemuda di belakangnya itu tidak peduli.

“I-ini kamarmu, kamu boleh menggunakannya selama kamu disini,” kata Miho gugup.

“Terima kasih.” Kai menjawab singkat tetapi tetap menampilkan senyuman mautnya.

“E-e-eh… T-tunggu ya, a-aku akan pergi mengambilkan baju ganti untukmu.” Miho menjadi salah tingkah dan buru-buru pergi.

Kai hanya mengangguk dan menebarkan pandangannya ke seluruh ruangan.  “Lumayan” pikirnya.

Tentu saja yang paling ditunggu-tunggu Kai, ia menghampiri ranjang berukuran king-size itu. Ia menyentuh lembut seprai putihnya yang halus. Ia pun bergegas melepas kaus kakinya, dan duduk di atas ranjang… Perlahan sebuah senyuman mulai terbentuk di sudut bibir Kai. Senyum itu semakin melebar, Kai tertawa.

“Hahaha ini memang ranjang terbaik yang pernah kutemui!” Kai melonjak-lonjak kegirangan di atas ranjang. Ia langsung merebahkan dirinya ke atas kasur dan memejamkan matanya. Oh, indah sekali rasanya… Ia tidak ingin pergi dari kasur itu selama-lamanya.

*tok tok tok*

…. tidak ada jawaban.

“Kai? A-aku masuk ya,” Miho nekat membuka pintu kamar Kai karena tak ada jawaban. Miho sendiri sebenarnya kesal kenapa ia menjadi seperti orang gagu di depan Kai.

Alangkah terkejutnya Miho saat masuk dan mendapati Kai sudah tertidur pulas di atas ranjang. Tidurnya nampak nyenyak sekali seperti bayi yang baru lahir, Miho tidak tega untuk membangunkan Kai maka ia pun meletakkan pakaian yang ia bawa di sebelah Kai.

Miho memandangi Kai yang tertidur, “Benar-benar seeperti seorang malaikat.” Tanpa sadar, kata-kata itu meluncur dari bibir Miho. Kai bergerak.

“Ah!” Miho tidak berani melihat reaksi Kai dan langsung berlari keluar kamar, tanpa sadar ia membanting pintu kamar dan itulah yang membuat Kai benar-benar terbangun dari istirahat sejenaknya.

Aish, really? Perempuan itu benar-benar tidak manis, mengapa tadi aku menganggapnya menggemaskan? Lagipula suara lembut itu, Miho kah?” Kai bergumam sebentar dan menyadari bahwa ada pakaian di sebelahnya, tanpa sadar terlukis senyuman kecil di bibirnya.

Keesokan paginya…

“K-ai~ B-A-N-G-U-N!” Chanyeol berteriak manja dan keras sekali di telinga Kai supaya ia bangun, diteriaki langsung di telinga seperti itu, Kai mau tak mau bangun.

“HEI! BERISIK! Ini masih pagi! Kenapa??!”

“T-tuh kan Yeolie.. Aku sudah bilang dia akan m-marah…”

“Biarkan saja Miho, hanya dengan cara inilah pemalas ini akan bangun. Sekarang waktunya untuk berlatih! Kami sudah ‘menepati’ janji, dan sebagai seorang lelaki jantan, iya pun harus menepati janjinya DAN itu dimulai dari hari ini!” tegur Sehun menggebu-gebu.

“Sekarang ikut kami dan bersiap-siap. Miho akan membantumu.”

Ketiga derpies itupun keluar dari kamar Kai dan meninggalkannya berdua dengan Miho. Mungkin ini mimpi yang terlalu indah bagi Miho, rambut yang berantakan, mata yang masih mengantuk, wajah yang sangat tampan itu, segalanya, terlalu menakjubkan mata. Kai yang merasa gugup diperhatikan terlalu lama oleh Miho menepuk kedua pipi Miho dan menyeringai, ia pun bangun dan bergegas ke kamar mandi, meninggalkan Miho yang meleleh sendirian di kamar yang luas itu.

Mereka berlima pun pergi ke sebuah taman, banyak alunan musik disana, sepertinya tempat untuk para musisi berlatih.

“Baiklah Kai, kita akan berlatih disini. Kompetisi ini merupakan unjuk kebolehan para lelaki di planet ini. Kompetisi ini sangat disegani oleh lelaki di EXO PLANET karena pemenangnya akan mendapatkan hadiah yang diimpikan seluruh lelaki di planet ini.”

“Apa?”

“Kekuasaan. Kehormatan. Mungkin kamu pernah mendengar bahwa kami tidak mempunyai penguasa, tetapi diantara para lelaki, kehormatan itu perlu ada. Bisa dianggap sebagai lelaki terbaik di planet ini merupakan sesuatu yang tidak tergantikan. Kau pasti tau sendiri bagaimana rasanya.”

Kai mengangguk dan mulai mengerti keadaan yang harus ia hadapi.

“Namun.. Kita kalah tahun lalu karena kurang sesuatu.”

“Apa lagi?”

“Kharisma. Kamu mempunyainya Kai, dan kita butuh bantuanmu untuk menjadi anggota kami sehingga segala kemampuan kita lengkap.”

“Kharisma? HAHA, kalian becanda. Mana mungkin aku memiliki itu? Hanya papaku dan saudaraku yang memilikinya. Kalau keseksian, tentu aku bisa mengeluarkan itu.”

Ehem, anyway, Miho sebenarnya perempuan berkharisma tinggi, ia akan mengeluarkan kharisma itu dari dalam dirimu, sedangkan kami akan mengajarkanmu hal-hal lain seperti menari, rapping dan bernyanyi. Untuk saat ini kamu akan berlatih menari bersama Sehun. Latihan vokal akan kamu mulai bersama Kyungsoo dan rapping bersamaku. Kami mohon bantuanmu, Kai.”

Kai tidak mempunyai pilihan lain selain mengiyakan permintaan mereka, dan latihan pertama Kai pun dimulai. Ketiga kemampuan itu, dikuasai Kai dalam sekejap. Tidak sedikit mata yang melihat mereka berlatih dan terpesona oleh kemampuan pendatang baru itu. Miho, yang melihat sekumpulan gadis yang memandangnya sinis, merasa bangga karena ia bisa bersama Kai lebih dekat daripada yang lain. Ia bahkan bisa membersihkan keringat Kai! Kyaa~! Tetapi ada satu hal yang sebenarnya membuatnya gundah, ia merasa pernah melihat Kai sebelumnya… Jauh sebelum ia bertemu dengan Kai di kecelakan kecil itu..

“Kanan… Kiri, maju, three-four, lompat! Putar! Smile! Yak! Begitu, bagus Kai! Dari sini kamu akan bernyanyi dan rapping bersama Chanyeol.”

Hosh… Hosh… Kukira ini adalah hal yang menyebalkan, ternyata ini tidak semenyebalkan itu. Miho! Bagaimana penampilan kami?” Kai yang merasa mulai akrab bersama Miho tidak segan-segan mengajaknya bicara di sela-sela latihan mereka. Ingin sekali sebenarnya ia duduk bersama Miho disana, menjaganya dan tidak membuatnya menunggu sendirian seperti itu, ia tidak tahu perasaan apa ini, tetapi ia tidak ingin Miho diperhatikan oleh para lelaki yang lewat di dekatnya.

Miho memberikan two thumbs up dengan senyum manis di wajahnya, ia sudah tidak merasa segugup kemarin, tetapi debaran itu masih tidak kenal lelah berlari di hatinya. Hanya saja… Ia sudah tidak tahan dengan hal yang mengganggunya ini, ia pun mendekati keempat lelaki itu.

“Kalian semua, aku merasa semuanya sudah baik, dan tidak kusangka Kai bisa mengikuti kalian secepat ini. Tetapi jujur, begitu saja tidak akan cukup. Pemenang sebelumnya juga memiliki kelebihan ini, dan betul kata Chanyeol tadi, kalian tidak mempunyai kharisma, kecuali untuk Kai. Haah, kalau Kai tidak ada disini, malas aku membantu kalian… Eh…” Kai memandang Miho kaget tetapi Miho langsung melanjutkan nasehatnya, “Ehem, oke maksudku, begini, Sehun, katamu kamu bisa tampil seksi, tetapi itu belum cukup! Akan kutunjukkan bagaimana cara yang tepat melelehkan hati orang-orang.”

Miho pun mulai menyalakan musik, suara up-beats yang riang, dan ekspresi Miho yang menurut Kai sangat menggoda… Menarik perhatian para penonton di taman itu. Miho memulai tariannya yang cepat dan penuh tenaga, tidak lupa ia sertakan tatapan mata menggoda, gerakan yang gemulai namun eksotis, benar-benar melelehkan seluruh lelaki di taman itu, tidak terkecuali Kai yang merasa badannya mulai bersikap tidak wajar. Seringai yang selalu Miho munculkan setiap kali matanya tertuju ke depan, kadang ditujukkan kepada Kai. Ya, ketika sudah menari, Miho benar-benar sudah melupakan sekelilingnya, ia memang pantas disebut sebagai the Princess of Dancing di EXO PLANET.

Latihan itu diakhiri dengan tepukan gemuruh dari para penonton yang lebih banyak laki-laki, Kai yang masih terpana hanya bisa terpaku di tempat dan memandang Miho. Miho yang melihat Kai memandanginya terus menerus dari tadi, kembali gelagapan dan memberanikan diri tetap stay cool dihadapan yang lain dan para derpies yang bersorak dengan noraknya.

Hah-hah… Oke, jadi itulah kharisma. Aku yakin kalian juga bisa melakukannya, triknya ada di tatapan mata dan senyuman. Tarian yang energik serta suara vokal yang kuat, akan mendukung semuanya itu dengan baik. Jangan lupa ketika rapping, tetap tampilkan kharsima yang bercahaya. Latihan lah di rumah, besok dan sampai hari sebelum kompetisi, aku akan membimbing kalian semua sambil tetap melatih kemampuan kalian yang lain.”

Hari demi hari berlalu, mereka berlatih dengan giat setiap harinya. Sesekali Luhan, Baekhyun dan Hyerin mengikuti perkembangan mereka. Tidak ketinggalan tim Lay, Xiumin, Chen dan Tao yang senantiasa memata- matai mereka.

Malam terakhir sebelum hari kompetisi, mereka mengadakan pesta barbeque di rumah Hyerin.

“Wah~ benar-benar enak! Aku puas sekali!” Chanyeol mengelus-elus perutnya yang kekenyangan.

“Hei, hati-hati kekenyangan! Bagaimana dengan besok?” Kyungsoo memberi Chanyeol tatapan O_O

“Ah tak apa lah bang, kita siap kan?” Sehun menjilati tangannya sehabis memakan paha ayam. Luhan langsung memeberikan serbet ke tangan Sehun.

“Aku siap.” Kai tersenyum, suasana hatinya entah mengapa sedang senang sekali.

“Baguslah kalau kau siap, Kai.” Miho menimpali dengan senyum juga, mereka berdua berpandangan lalu menjadi salah tingkah.

“Err.. Dimana Hyerin?” Miho berusaha mengalihkan perhatian.

“Ah, menurutmu?” Sehun melirik ke arah rumah pohon di depan rumah Hyerin. Sepintas mereka melihat sesosok bayangan dua orang yang sedang bersenda gurau dengan mesranya di atas sana. Dengan kompak satu meja pun menggeleng.

“Biar kupanggil mereka.” Miho beranjak dari kursinya.

“Aku saja.” Kai pun menyusul Miho keluar rumah.

Sesampainya di rumah pohon..

“Hyerin! Baekhyun! Ayo turun! Jangan pacaran terus! Kalian kan tuan rumahnya!” teriak Miho dari bawah. Kai menoleh ke atas dan melihat dua orang itu menjulurkan kepala dan tersenyum.

“Hei, Miho! Kai! Naiklah kemari!” teriak Hyerin sambil menahan tawa, entah apa yang tengah ia lakukan bersama pacarnya itu.

“Naik saja ayo! Kai, kau kan belum pernah naik, ayo! Pemandangan disini sangat fantastis!” sambung Baekhyun sama-sama riangnya.

Terpaksa Miho dan Kai naik, Kai menjaga Miho dari bawah, kalau-kalau Miho tergelincir atau terjatuh.

Sesampainya di atas…

“Bagus kan?” ujar Hyerin dalam rangkulan Baekhyun.

Kai hanya bisa tersenyum melihat kemesraan mereka berdua dan memutuskan untuk memandangi kedua bulan yang bersinar begitu terang di atas langit. Aneh memang, planet ini memiliki dua bulan, tetapi keduanya sama besar, sama terang dan sama indahnya.

“Aku mau mengambil minum, kau mau menemaniku?” Baekhyun mengedipkan sebelah mata pada Hyerin, “Tentu saja!” jawab Hyerin riang. Mereka berdua lalu turun sambil cekikikan.

Tinggalah Miho dan Kai berdua di rumah pohon itu… Mereka berdua tenggelam dalam keindahan malam bermandikan cahaya bulan kembar itu. Kai pun teringat pada adik kembarnya, Taemin.

“Ada apa? Kamu rindu rumah?” Miho seperti bisa membaca pikiran Kai.

Hmph, tidak juga. Aku senang disini, aku bisa tidur sepuas-puasnya, ranjang yang empuk sekali, makanan yang enak, bisa bertemu banyak orang baru, yah walaupun kadang-kadang aneh..” Kai tersenyum, Miho pun ikut tertawa dibuatnya.

“…dan ada dirimu.” nada suara Kai tiba-tiba berubah menjadi serius namun tetap lembut. Ia menarik Miho agar lebih dekat dan tepat menghadapnya.

Miho merasa jantungnya bisa meledak kapan saja, ia yakin sekali wajahnya sudah sangat merah seperti kepiting rebus. “Ah-ha-ha, aku senang kalau kau senang disini..” jawabnya sambil memalingkan tubuh dari Kai dan menatap ke arah bulan.

Tanpa diduga, Kai mulai melingkarkan kedua tangannya di pinggang Miho, “Hei..K-kai?! Apa yang ka-“ tiba-tiba saja Kai sudah memeluk Miho dari belakang dan membenamkan kepalanya di pundaknya. Samar-samar, tercium wangi shampoo ayahnya. Waktu rasanya berhenti lama sekali bagi Miho, mukanya merah padam.

“Hei Miho.. Kamu tahu tidak.. Aku rasa… Aku suka padamu.”  Kai berbisik manis di telinga Miho.

Jantung Miho hampir berhenti berdetak mendengar pernyataan cinta Kai, “—kamu… Bisa membuat mataku tidak lepas darimu. Sejak kau menari di hadapanku hari itu, aku sudah jatuh hati padamu, kau tahu itu? Aku belum pernah menemukan gadis yang spesial seperti dirimu. Aku betul-betul suka padamu Miho…” Kai melanjutkan pernyataannya.

Miho menarik nafas dan berbalik memandang pemuda tampan di hadapannya yang baru ditemuinya untuk sesaat. Ia pun teringat perkataan Baekhyun dan Hyerin dahulu saat awal hubungan mereka berjalan, ‘Kamu mungkin bisa membohongi pikiranmu, tetapi kamu tidak bisa membohongi hatimu.’

Miho pun menatap lekat-lekat wajah Kai yang penuh harap dan berkata, “…kurasa, aku juga suka padamu Kai.”

Mendengar jawaban itu, Kai langsung memeluk Miho erat-erat, ia tersenyum, dan bahkan tertawa karena bahagia. Senyum termanis yang pernah dilihat kerumunan orang di bawah sana yang melihat dengan bahagia juga.

D-Day

Selected VIP wouldn’t it be mind-blowingly awesome

Now we’re on a rock rock rocket,

Just gotta keep your seatbelt fasten!

“Sepertinya aku pernah mendengar melodi ini…” gumam Kai dengan penasaran.

“SELAMAT DATANG EXOTICS YANG KAMI CINTAI! HARI INI, HARI YANG TELAH DITUNGGU-TUNGGU OLEH PARA PEMUDA KITA DATANG! KOMPETISI YANG MEMPERTARUHKAN HARGA DIRI MEREKA TELAH DATANG! MARI, SAMBUTLAH PEMENANG KITA TAHUN LALU, TAEMIN!”

“TAEMIN?!” Kai melonjak karena kaget. “A-apa yang dia lakukan disini?!”

Miho lalu sadar bahwa pemuda itu sangat mirip dengan Kai, ia pun bertanya kepada Kai mengenai identitas orang itu.

“Itu adik kembarku. Dialah yang membawaku kesini. Aku tidak percaya dia ikut kompetisi ini dulu.”

Taemin pun memberi sambutan singkat kepada para penonton, sesekali ia mencuri pandang kepada kakaknya tersayang itu dan melihat bahwa ia sudah menemukan seseorang yang akan mendampinginya.

“Baiklah! Mari kita mulai pertandingan ini!”

Babak pertama dimulai dengan unjuk bakat melompati gawang sepak bola. Kai yang sempat terkejut lalu memaklumi hal itu karena memang segala sesuatunya sudah aneh ketika ia datang kesini. Yeolie yang bertugas di babak ini, dan tentu saja, kangguru saja kalah tinggi lompatannya dibandingkan dengannya.

Seiring berjalannya waktu, peserta pun semakin berkurang, hanya lima kelompok yang tersisa, salah satunya ialah kelompok Lay.

“Seperti yang sudah kukatakan dan kita lakukan di rumah, jangan sampai salah ya Lay!” ujar Xiumin yang lalu berlari menyiapkan peralatan yang diperlukan. Saat itu, Lay melihat Miho bersama Kai. Miho terlihat begitu bahagia. Harus ia akui, keduanya terlihat sangat cocok, tetapi perasaanya selama lima tahun kepada Miho dipertaruhkan disini, ia pun mendekati mereka berdua.

“Hai Miho, dan Kai.”

Keduanya menengok. Miho yang sudah terlalu familiar dengan wajah Lay pun mendengus pelan, Kai yang sepertinya pernah melihat lelaki di depannya itu hanya bisa memandangnya datar. Lay yang merasa sedikit kikuk lalu langsung menlontarkan niatnya.

“Miho. Sudah lima tahun hatiku dipenuhi olehmu, hari ini, aku memutuskan untuk menjadi hari terakhir perjuanganku. Jika aku menang, jangan temui lelaki ini lagi, tetapi jika dia yang menang, aku harap kamu bisa bahagia bersamanya dan melupakanku untuk selamanya.”

Tanpa menunggu balasan dari pasangan di depannya itu, Lay berbalik lalu berlari sambil menahan tangis. Ia tahu, harapan itu hanya kecil, namun, hanya inilah yang bisa ia lakukan untuk membuktikan cintanya kepada Miho.

Tidak lama kemudian, pertandingan final free styles pun dimulai.

Tim Lay mendapat kesempatan pertama. Lay menoleh sekali kearah Miho dan Kai di pinggir panggung yang menatapnya dengan serius sebelum melangkah mantap ke depan.

We are one!” Lay, Chen, Xiumin dan Tao mengacungkan tangan bersamaan. Lay mengangguk kemudian musik pun dimulai. Lay mengeluarkan tariannya yang belum pernah dilihat siapapun.

”Apa itu! Aku belum pernah melihat tarian Lay seperti itu!” seru Chanyeol dan Kyungsoo tentu saja sudah O__O

Setelah tarian Lay yang luar biasa dahsyat itu selesai, Chen mengambil spotlight, dengan senyumannya yang manis, ia mulai menyanyi. Suara emas Chen begitu hebat sampai-sampai beberapa orang mulai menangis karena terharu akan keindahannya.

”Mereka hebat juga…” ucap Luhan dari pinggir panggung.

”Luhan! Kamu ini bagaimana sih? Kamu mendukung kami atau mereka sih?” Sehun merasa gusar.

”Ya, lihat saja siapa yang paling bagus.” jawab Luhan yang tidak melepaskan pandangan bambinya dari panggung.

Setelah Chen selesai bernyanyi, Tao pun muncul. Ia memberi hormat kepada pada juri, lalu memulai aksi wushunya. Ia melompat, berputar, menendang, menangkis udara, dan memainkan tongkat bambu andalannya.

“Tenang saja, aku yakin kau pasti bisa.” ucap Miho menggenggam tangan Kai. Kai meremas tangan Miho dan tersenyum padanya.

Saat semua selesai, Lay, Chen dan Tao naik ke panggung menghampiri Xiumin di tengah. Mereka bersiap untuk penutupan. Lay dan Chen membuat tanda hati besar dengan tangan mereka, sementara Tao melakukan aksi bbuing-bbuing. Dan… Senjata Xiumin, yaitu berpose dengan menggembungkan pipinya yang seperti bakpao. Serentak semua orang berteriak histeris melihat aksi penutup itu.

”Baiklah, kalian selamat berjuang.” Baekhyun menyemangati teman-temannya.

”Ayo derpies!”

”Kai…” ujar Miho menyentuh tangan Kai sebelum ia pergi. ”Selamat berjuang, aku akan menunggumu disini.”

”Tenang saja Miho, aku pasti akan kembali padamu.” Kemudian dengan langkah mantap ia menuju panggung.

Kai melihat Taemin yang mengangguk padanya, Kai menoleh ke samping panggung dan melihat Miho, dan Lay di sisi lainnya. ”Okay, GAME ON,” sahutnya memberi semangat dalam hati.

“We are one!” musik pun dimulai. Kai dan Sehun membukanya dengan tarian mereka yang sangat memukau, mereka berdua pasangan yang cocok, hal itu bisa dilihat dari nafas tarian mereka yang sama.

Kemudian dilanjutkan dengan melodi indah dan emosional dari KyungSoo. Jangan meremehkan KyungSoo ketika ia mulai bernyanyi, semua gadis langsung pingsan dibuatnya. Chanyeol pun memulai rapnya setelah Kyungsoo selesai bernyanyi. Suara Chanyeol yang berat terdengar begitu seksi ketika ia mulai mengerap dengan cepat.

Terakhir, adalah senjata Derp Squad, mereka mengijinkan Kai untuk menari solo. Semua gadis langsung merapat ke pinggir panggung. Namun, Kai hanya meletakkan tatapannya pada satu gadis yang melihatnya dari kejauhan, Miho.

Begitu musik terdengar, Kai langsung menggerakkan tubuhnya sesuai alunan musik. Tidak lupa ia sesekali mengeluarkan smirk andalannya ataupun tersenyum menggoda. Ia mengingat pesan Miho.. Kai pun mengeluarkan seluruh kharisma yang selama ini tak sadar ia miliki.

Seluruh penonton pun seperti mengalami ledakan meteor jatuh, mereka semua mengelu-elukan nama Kai. Bahkan, Raja Suho pun salah satu dari penonton yang dibuat gila oleh Kai.

Taemin tersenyum puas, ”Kak, aku bangga padamu,” ucapnya dalam hati.

Raja Suho akhirnya berkomentar mengenai penampilan anaknya itu, dengan bangga ia berteriak, ”Jongin benar-benar anakku! Hahaha dia memang hebat! Kau lihat itu penasehat Kris?” Suho tertawa bahagia melihat akhirnya anaknya itu berhasil.

”Tentu saja baginda, tuan muda Jongin ternyata memang memiliki bakat dan kharisma seperti Anda.” ucap Kris kagum.

Semua orang bertepuk tangan lebih meriah setelah penampilan Derp Squad selesai. Kris, bersama kuda terbang putihnya lalu berjalan menuju panggung dan memberikan sebuah buket bunga kepada Jongin. Mata perempuan-perempuan itu pun tiba-tiba berpindah menuju penasehat Kris. Kuda putih, tingkah laku seperti gentleman, bukankah ia seorang pangeran?! Itulah yang ada di benak para gadis yang menyaksikan aksi pemberian bunga sederhana yang seharusnya, tidak perlu diheboh-hebohkan.

Kai, setelah menerima buket bunga itu, lalu memberikannya kepada para derpies dan segera berlari memeluk Miho lalu memutarnya di udara sejenak. Keberhasilan dan penampilannya hari itu, tak lain berkat dewi cantik kesayangannya. Lay, yang melihat dari jauh momen indah itu, hanya bisa tersenyum miris dan berjalan keluar ruangan.

Pengumuman belum diberitakan, tetapi entah mengapa penonton di dalam hanya ingin pemenangnya ialah tak lain dan tak bukan, KRIS!! Merasa kikuk dan bingung dengan situasi yang sungguh amat mengejutkan-nan-aneh itu… Kris menerima piala yang diberikan oleh tuan muda Taemin kepadanya. Ia sungguh, tidak tahu harus mengucapkan apa, dan pada akhirnya ia mengucapkan terima kasih dalam 12 bahasa. Sungguh, Krisus. All Hail Krisus.

”Lay! Tunggu!” Miho berlari mengejar Lay yang terus menghindarinya sejak perlombaan itu selesai kemarin. Lay yang merasa cinta pertamanya hancur lebur, tidak sanggup untuk menemui Miho dan terus menghindar. Namun, bukan Miho namanya kalau tidak bisa mengejar Lay.

”Apa? Aku kalah, semua orang sudah tahu itu, dan aku akan menepati janjiku padamu itu,” ucap Lay dengan wajah sedih.

”Lay… Jangan bersikap seperti itu, aku tidak sanggup untuk melupakanmu, bodoh! Kamu, salah satu orang terdekatku yang sangat memperhatikanku sejak kecil, walaupun sungguh, maaf, aku tidak bisa membalas perasaanmu selama ini, tetapi kamu tetap orang yang penting untukku.” Miho memegang tangan Lay dan menatapnya penuh kasih sayang seorang sahabat. Ia tahu, batas yang sudah Miho buat untuknya itu tidak akan pernah bisa ia lewati.

”Miho… Kamu benar-benar membuatku gila. Semua tingkahmu itu, membuatku sakit tahu. Ah, sudahlah, yang penting kamu bahagia sekarang. Jika Kai membuatmu menangis, aku tidak akan segan-segan untuk memukulnya untukmu.”

Mereka berdua pun tertawa ringan dan kembali bercanda-tawa seperti biasa. Kai yang melihat itu dari kejauhan, juga tersenyum simpul, tetapi semua orang di sekitarnya pun tahu bahwa hanya kesedihan yang ada di wajah pemuda tampan itu.

—flashback—

”Jongin! Ayahanda sungguh bangga padamu! Kamu memang benar-benar anak papa!” Raja Suho memeluk anaknya dengan erat.

”Tapi aku kan tidak memenangkan kompetisi itu pa, malah penasehat kita yang memenangkannya.” ucap Kai kecewa. Penasehat Kris hanya berdeham menjaga wajah keep calm and stay cool nya itu.

“Itu tidak menjadi masalah, kamu sudah bekerja keras dan membuat papa bangga!” ujar Raja Suho sambil tersenyum. Ini pertama kalinya Kai merasa senang dipeluk papanya. Ia pun balas memeluk sang ayahanda.

”Hei kak, kau hebat!” Taemin menghampiri kedua ayah-anak itu. Kai tersenyum dan menghampiri adik kembarnya, ”Terima kasih Taem!” Ia pun ganti memeluk Taemin.

”Aku hebat bukan? Aku bahkan mempertemukanmu dengannya,” bisik Taemin pada kakak kembarnya.

Nya? Oh, Miho maksudmu? Ya ya aku berterima kasih juga untuk itu, walaupun bukan sepenuhnya karena kau.” Kai mendengus sambil tertawa, sifat aslinya sudah mulai keluar kembali.

”Jongin, Taemin, kalian boleh kemana saja sesuka kalian hari ini, tetapi kita akan pulang besok pagi.”

”APA?! BESOK PAGI?! Papa! Aku—“ Kai langsung mengajukan protes kepada sang raja.

”Memangnya kamu mau tinggal disini? Jongin, kamu harus ingat tempat tinggalmu sendiri. Tidak ada waktu perpanjangan, oke?”

”Ta-”

”Aku tidak mau mendengar alasan apapun Jongin, banyak hal yang harus kita urus setelah kita pulang nanti,  mengerti?”

’Kak, maafkan aku, aku tahu ini pasti berat untukmu,’ tatapan Taemin seolah-olah mengatakan demikian kepada Jongin.

”Kai? Hello~ Kai? Kau baik-baik saja?” Miho menyadarkan Kai dari lamunannya. Ia begitu larut dalam pikirannya sampai tidak menyadari Lay sudah pergi.

”Ah.. Ya aku baik-baik saja.” Kai memalingkan wajahnya. Krisus! Kenapa ia begitu sial! Ia baru saja akan bersenang-senang dengan tambatan hatinya dan teman-teman barunya, kenapa waktu harus memisahkan mereka? Pikirnya dalam hati.

”Sungguh?” Miho berusaha untuk menatap mata Kai, mata yang membuatnya larut dalam ketenangan dunia.

Kai tidak mengatakan satu kata pun melainkan langsung menarik Miho ke dalam pelukannya.

”K-Kai?” Miho bingung dengan tindakan Kai yang tiba-tiba.

”Diam.. Biarkan aku begini sebentar..” Kai memeluk Miho erat-erat seakan takut Miho bisa menghilang bagai kabut. Kai mengulang kembali semua peristiwa yang telah ia lewati bersama teman-temannya, terutama Miho. Ia sungguh akan merindukan semuanya itu, suara Miho, senyum Miho, suara tawa Miho, mata Miho yang bening, tentu saja ia akan rindu untuk dapat memeluk Miho seperti ini.

Miho merasa ada yang aneh dengan Kai, ”Kai… Kau menangis?… Apakah kau baik-baik saja? Kai? Lihat aku! Kai!” ujar Miho gelisah. Kai segera menghapus butiran air mata yang menggenang di pelupuk matanya.

”Kai, ada apa dengan dirimu?” Miho semakin khawatir dengan kekasihnya yang tiba-tiba murung.

”Aku… Harus pulang ke tempat asalku. Besok pagi.” kenyataan seperti memukul Miho dengan keras.

Miho tahu dalam hatinya suatu saat hari ini pasti akan datang, namun ia tidak menyangka akan secepat itu, ia belum siap untuk semuanya itu. Tetapi, melihat wajah kekasihnya yang  begitu sedih, Miho tidak ingin memilukan hati kekasihnya lebih dalam lagi. Miho berusaha untuk tetap tenang.

”Kai, lebih baik menghargai pertemuan daripada perpisahan, jadi lebih baik kita gunakan waktu yang ada sebaik-baiknya untuk membuat kenangan bukan?” Miho memaksakan untuk tersenyum.

Kai tersenyum lemah dan mengangguk, lalu menarik tangan Miho pergi.

Seharian itu mereka pergi bermain-main, bersama Derp Squad, Luhan, Baekhyun, Hyerin, Lay, Xiumin, Tao dan Chen. Penasehat Kris mengawal mereka kemana-mana. Seringkali Kai memisahkan diri dari kawanan agar ia bisa memiliki waktu berdua bersama Miho.

Saat matahari mulai tenggelam dan digantikan oleh bulan kembar, semua orang pamit untuk pulang. Miho meminjam rumah pohon Hyerin walaupun ia harus membujuk Baekhyun yang marah-marah karena ia menjadi tidak bisa menghabiskan malam bersama Hyerin.

Hmm.. Tidak terasa, sebentar lagi hari akan berakhir..” ujar Miho lirih.

Shhh, aku tidak mau mendengar kamu membicarakan hal itu. Bukankah kamu sendiri yang berkata bahwa kita harus menikmati saat ini?” Kai meletakkan telunjuknya di depan bibir Miho.

”Maafkan aku, jadi apa yang harus kita lakukan?” tanya Miho depresi.

Kai mencari posisi duduk yang enak, tadi ia membawa selimut ke atas, ”Kemarilah.” Kai membuka kedua tangannya. Miho duduk dalam pelukan Kai, Kai lalu membungkus tubuh mereka berdua dengan selimut.

”Bagaimana?” tanya Kai, melingkarkan tangannya pada Miho.

”Nyaman, hehe. Oke, ceritakan semua tentang dirimu dan tempat tinggalmu. Aku ingin tahu lebih banyak tentangmu.” Miho mencubit hidung Kai. Kai tersenyum dan mulai bercerita mengenai dirinya. Ia tidak pernah terlalu terbuka pada orang lain, tetapi ia betul-betul ingin Miho tahu semuanya tentang dirinya.

”Jadi nama aslimu Jongin?” Kai mengangguk, ”baiklah aku akan memanggilmu Jongin kalau begitu.” Entah mengapa saat Miho menyebut namanya, muka Kai memerah.

”Ah tidak apa-apa, aku lebih senang kamu memanggilku Kai, jadi berbeda dengan panggilan orang-orang lain.” kata Kai cepat sambil tersenyum manis.

Mereka terus berbincang sampai malam benar-benar larut dan mereka terlelap dalam posisi Miho menyenderkan tubuhnya pada Kai dan kepalanya berada tepat di dada Kai yang bidang. Kai meletakkan kepalanya di atas kepala Miho.

Saat pagi datang menjemput…

”Kau siap, kak?” Taemin menyambut Kai yang baru datang bersama Miho dan diikuti teman-teman mereka. Taemin membungkuk pada mereka. Kai menarik nafas panjang, ”Beri aku waktu lima menit.”  Taemin mengangguk, ”tak apa, ambilah waktu sesukamu.” Taemin menepuk pundak Kai lalu pergi menghadap ayahnya.

”Hati-hati ya, Kai! Terima kasih atas bantuanmu selama ini!” ujar Chanyeol sambil melambaikan tangan kepada Kai. Kyungsoo menyedot kembali ingusnya, dan disikut oleh Sehun karena risih.

Kai tertawa lalu berpelukan dengan Derp Squad untuk terakhir kalinya.

”Sampai jumpa Kai,” Luhan tersenyum dan menyerahkan bungkusan plastik, ”oleh-oleh bubble tea untukmu.” Kai mengangguk dan mengucapkan terima kasih.

”Kai, sampai jumpa ya, aku sedih sekali kau harus pulang,” ujar Hyerin bersedih.

Aigoo Hyerin…” Baekhyun langsung mecubit pipi kekasihnya itu ”aku harus pergi juga supaya kau peduli padaku, begitu?” timpal Baekhyun cemburu.

Hyerin langsung menarik Baekhyun dan memeluknya, ”Awas kalau kamu pergi! Aku akan benci padamu selamanya.” Baekhyun tertawa, ”Tenang saja, aku tidak akan kemana-mana Hyerin sayang.” ia mengecup lembut pipi Hyerin. Kai tersenyum, ia akan rindu melihat kebodohan pasangan yang satu itu. Dan akhirnya Kai sampai pada orang terakhir….Miho.

Kai tahu Miho berusaha sangat keras untuk tidak menangis, Kai pun langsung memeluknya dan tumpahlah air mata Miho. Ia terus memeluk Miho dan mengelus kepalanya sampai ia agak tenang,

”Hei… Kau tahu kan berat sekali bagiku untuk meninggalkanmu disini, tetapi aku ingin kamu tahu bahwa aku sungguh-sunguh bersyukur bisa bertemu denganmu dan menjalin kenangan bersamamu. Sampai kapanpun kaulah yang terbaik untukku.” Kai menunduk agar bisa menatap wajah Miho.

”Aku… Aku tahu kau harus pulang.. Jaga dirimu baik-baik Kai, tidak perlu mengkhawatirkan aku karena aku akan baik-baik saja.” Miho berusaha menahan air matanya agar tidak kembali menangis.

”Aku pasti akan mencari cara supaya aku bisa datang kemari, aku janji! Kau percaya padaku kan?” Miho mengangguk lemah. Taemin sudah datang dan menjemput Kai, Raja Suho dan Penasehat Kris sudah menunggu mereka di kuda terbangnya.

Wajah Miho kembali berlinang air mata, ”Pergilah.. Aku akan baik-baik saja, aku akan menunggumu.” ucap Miho di sela-sela air matanya.

Kai mengusap air mata Miho, ”Tersenyumlah untukku, aku tidak ingin pergi dengan bayangan wajahmu menangis.” Miho berusaha untuk tersenyum, Kai tersenyum lemah melihatnya.

”Aku sayang padamu Miho, sayang sekali.” Kai memeluk Miho dengan sangat erat untuk terakhir kalinya.  ”Aku juga,” bisik Miho, dan seketika itu juga, Kai menarik dagu Miho dan menciumnya tepat di bibir.

Semua orang disana membelalakan mata seperti Kyungsoo O__O

“Selamat tinggal Kai,” kata Miho begitu mereka melepaskan pelukan sambil tersenyum.

”Kau salah, bukan selamat tinggal, tapi sampai jumpa kan? Aku akan menemuimu segera! Jika kau rindu padaku, lihatlah dua yang ada di langit, ingatlah aku menatapmu dari seberang sana.”

TBC

**

**

THANKS FOR READING 😀 WE OPEN BAD AND GOOD COMMENTS, BUT STILL ! KEEP RESPECT 😀

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE ALL ABOUT EXO: @EXO1st

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE FANFICTION : @EXO1st_INA

ALSO RECEIVE PRIVATE EMAIL 😀 JUST SENT TO : ask.exo1st@yahoo.com

Exofirstwonderplanet@yahoo.com

VISIT OUR WORDPRESS : exo1stwonderplanet.wordpress.com

ORIGINAL MADE BY @FAB_CINTA @VALERIEGEGEE , NO PLAGIRISM.

If you interest become official author or freelance author, please see https://exo1stwonderplanet.wordpress.com/ff-freelance/

Advertisements

Tagged: , ,

3 thoughts on “EXOtic’s Fiction “We Are One” – Part 2

  1. Cynthia August 22, 2012 at 12:34 PM Reply

    Bagus bangt ceritax..
    Aq mau cari yg part 1 gmn carax ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: