EXOtic’s FICTION “Sacrifice” – Part 2

EXOtic’s FICTION

Exo1stwonderplanet.wordpress.com

“Sacrifice”

 

 

Title : Sacrifice

Sub Title : 2nd Story – A Little Closer

Main Cast :

  • Kai- Kim Jong In
  • Fellia

Length : 10 shot

Genre : Romance

Rating : PG-13

Summary :

 

I only give my whole life to one person.

Person who especially can make my heartbeat feels so real.

When i met her, World is joking around me.

Should i release you?

Can i really feel so alive when my eyes can not see you?

Can i really feel so alive when my ears can not hear you?

I learned one thing from love.

Sacrifice.

 

**

 

I was so afraid when i found out that this heart is taken by someone

I believe that i wont fall for someone

But its false, the truth i fell for him

But when i try to trust you

To love you

To see only you

This world is joking around me.

Can i really feel so alive when my eyes can not see you?

Can i really feel so alive when my ears can not hear you?

I learned one thing from love.

Sacrifice.

 

Disclaim : SEMUA FANFICTION YANG DIPOST exo1stwonderplanet.wordpress.com adalah milik author yang menulis. DO NOT POST ANYWHERE WITHOUT ANY PERMISSION. And after read, please give comment^^ Every words from EXOWPers is A GOLD! *bow*

 

**

 

A simple story between Kim Jong In & Fellia.

 

 

Kai’s POV

Baiklah. Aku kira Thomas dengan begitu baiknya menyediakan banyak waktu untukku untuk bersama dengan Fellia lebih lama. Tapi ternyata ia tidak pernah berubah dari sosok kakek-ku yang lain dan disiplin. Bagaimana ia bisa dengan teganya memerintah tuan muda sepertiku untuk membaca segudang kertas ini?

Aku melihat 3 tumpukan kertas-kertas itu. Ohmy, belum apa-apa saja keningku sudah berdenyut keras. Aku tau kenapa appa bisa sakit dan stress begitu. Siapa yang tidak akan gila melihat setumpukkan kertas putih dengan tinta hitam seperti ini? Masih mending kalau gambarnya komik atau semacamnya. Ini grafik! Apakah aku bisa menjadi tuan muda yang sukses seperti appa?

Aku mendengar pintu terbuka, gadis dengan sepatu flat itu muncul dari balik pintu sambil membawa setumpukkan kertas lainnya.

“Darimana saja kamu?”

“Aku? Aku dipanggil kakek Thomas.”

“Apa? Untuk apa?”

“Mempelajari segala hal tentang perusahaan, dan segala hal tentangmu.” katanya santai sambil menaruh tumpukan kertas itu dimeja-nya.

Aku mengerutkan kening bingung.

“Kakek Thomas mengatakan bahwa kamu itu anti dingin, jadi aku harus menyiapkan peralatan untuk membuatmu tetap hangat di musim dingin. Walaupun kamu suka makan, kamu makan segala sesuatu yang tidak bergizi dan sembarangan. Selain daripada itu kamu suka sekali tidur atau kabur untuk latihan dance, Kakek Thomas memintaku untuk mengawasimu 24 jam supaya kau tidak mengabaikan tugasmu.”

Dia diam sebentar sambil menggerakkan bola matanya, seperti berpikir. Sementara aku masih tersenyum, ternyata kakek itu pintar juga, aku jadi tidak usah berpura-pura sok kuat kalau begitu. Ia melihatku sebentar, membuatku tanpa sadar mengalihkan pemandangan melihat berkas-berkas itu, mencoba membacanya tapi tidak bisa.

“Lalu kamu itu sebenarnya walaupun sok kuat tapi tidak kuat sama sekali. Kamu mudah terserang penyakit. Kalau kamu sedih kamu akan lebih banyak tersenyum untuk berpura-pura.”

“Apa? Aku tidak begitu!” ucapku cepat. Sial, darimana kakek itu tau? Apakah ia menyewa detektif dan juga psikologis untuk mengawasiku?

“Dia juga mengatakan, kamu akan berpura-pura itu salah kalau ternyata benar.”

Aku hanya diam, berusaha tak mempedulikannya.

“Dan kakek juga mengatakan, kamu kalau sudah mengetahui orang itu tau bagaimana kamu yang sebenarnya, kamu akan memilih untuk diam berpura-pura tidak menghiraukan.”

Aku berdiri, “dan kamu juga akan melakukan berbagai cara untuk menghindar.” ucapnya lagi membuatku tercekat. Baiklah, aku benci dia tau sekali tentangku. Bagaimana ia bisa menghapal semuanya?

Aku kembali duduk, pasrah kembali melihat kertas-kertas itu lagi.

“Ohya, negara yang pertama kita tuju itu Jepang. Kita akan menangani perusahaan mobil dan pengembangan robot kita di sana. Lalu…” Aku melihatnya membuka file-file yang ada di depannya.

Deru napasnya yang begitu teratur di telingaku membuatku tertarik untuk menatap wajahnya lebih lama. Bola mataku seolah memaksa otakku untuk memberi nama lain padanya, Special Woman who wont make me bored to look at her everyday. Jujur, wajah seriusnya cantik sekali.

“Terus di China kita akan menangani perusahan kita yang sedang meresearch obat-obatan china. Sedangkan di Amerika kita akan melapor dan juga memberi laporan inti langsung ke Tuan Besar, Tuan Muda. Tadi Kakek Thomas memberitahukanku kalau Tuan Besar dipindahkan ke Amerika karena walaupun Tuan Besar sedang masa beristirahat, ia tetap ingin membantumu.”

“Ah baiklah,” kataku malas sambil terus membaca, aku melihat grafik itu. Sepertinya biasa biasa saja, toh hanya turun sedikit bukan? Tidak akan ada masalah besar Dengan itu.

Mendadak aku kaget ketika mendapati Fellia sudah berdiri dibelakangku, “Mungkin tuan muda merasa kalau penurunan itu bukan lah masalah besar, tapi sebenarnya itu adalah masalah besar. Aku baru check tadi di data perusahaan, saat terjadi penurunan itu. Perusahaan mobil kita ternyata membuat mobil terbaru, tapi ternyata mobil itu sangat bermasalah. Jika terus menerus dipakai lebih dari kecepatan 180km/jan, akan terjadi perusakan drastis pada mobil itu. Padahal mobil itu justru disarankan kepada setiap pembalap-pembalap yang ada. Bisa saja Tuan Besar mengacuhkannya supaya tidak terjadi apa-apa, tapi justru Tuan Besar mengambil semua mobil dan mengganti kerugian bahkan mengadakan konferensi pers mengatakan bahwa mobil itu bermasalah dan harus dikembalikan segera. Bisa dibayangkan akan berapa kerugian yang dialami? Tapi karena itu, justru perusahaan kita mendapat kepercayaan karena itu grafik ini hanya terlihat biasa, dan penjualan naik drastis.”

Aku menganga hebat, bukan hanya saja kagum kepada appa, tapi juga pada gadis ini. Bagaimana ia bisa menghapalkannya? Bagaimana ia bisa dengan cepatnya mempelajari segalanya?

“Kamu.. Kamu yakin baru lulus SMP? Bukannya lulus SMA? atau bahkan Kuliah? Bagaimana kamu bisa menguasainya dengan begitu mantap?” tanyaku ragu, dia hanya tersenyum lalu kemudian berdiri dihadapanku, ia melirik jam sebentar, “Aku punya kemampuan bisa mengingat apapun yang pernah kulihat dan yang kubaca. Ah.. Sekarang sudah jam 6 sore, kamu ada maag kan? Tadi kau cuma makan sandwich karena tiba-tiba disuruh kerja dan tidak jadi makan. Kata Kakek Thomas jam 6 kita sudah boleh pulang.”

“Benarkah? Ayo!” ucapku semangat sambil berdiri dan kemudian menatapnya sebentar, “Aku sungguh beruntung mempunyai assistant sepertimu.” ucapku sambil mengacak-ngacak rambutnya lalu meninggalkannya yang masih diam dibelakang, sungguh menyenangkan ya bisa menggodanya seperti itu?

End of Kai’s POV

 

**

 

Author’s POV

Kai memang tidak terlalu suka dengan yang namanya tempat yang kumuh, tapi tidak kalau dengan urusan makanan. Mau sekumuh apapun tempat itu, terpencil apapun, kalau makanan itu tidak menyebabkannya sakit perut dan terserang penyakit lainnya, ia pasti akan tetap makan disitu.

Fellia sedikit terkejut sebenarnya, ia mengira bahwa tuan muda itu akan mengajaknya pergi ke retoran mahal yang seporsi bisa mencapai ratusan ribu won, tapi ternyata ia salah. Sedikit menganga sebenarnya mengetahui Kai bisa menemukan tempat itu.

“Bagaimana kamu bisa menemukan tempat ini?”

Kai menengok sebentar menatap dan melihat gadis itu lalu tersenyum, “Sebenarnya Thomas belum memberitahukan kamu kan kalau ternyata Tuan Muda-nya ini suka makanan dan jajan sembarangan.”

“Thomas sudah memberitahukanku tentang hal itu, aku hanya bingung saja bagaimana kamu bisa menemukan tempat ini.”

“Jadi dia sudah memberitahukanmu segala hal?”

“Ya.. Ada buku khusus tentangmu. All about First Young Master.”

“Apaaaa???” jerit Kai tak percaya sambil membuka kacamata hitamnya dan turun dari mobil, pelan-pelan ia melewati jebakan-jebakan yang ada lalu kemudian berputar untuk membuka pintu, dan Fellia turun dari sana dengan sangat hati-hati.

“Ayo masuk…” kata Kai lalu kemudian menarik tangan Fellia dengan hati-hati lalu masuk ke dalam stand itu. Penjaga stand itu sepertinya sudah sangat mengenal pria itu, dan tak lama datang menghampiri Kai.

“Ah Tuan Muda.. Sudah lama tidak melihat tuan muda. Seperti biasa? Tumben sekali tuan muda membawa seorang wanita, biasanya datang bersama tuan muda lainnya.”

“Dia assistantku…” ucap Kai sambil tersenyum dan duduk, tak lama penjaga stand itu menunduk sebentar dan berbisik, “Sebentar lagi jadi pacarnya kan, Tuan Muda?”

Kai hanya tersenyum melihat Fellia yang kebingungan, dan penjaga itu berjalan pergi.

“Tadi dia bilang apa?”

“Tidak ada.”

Fellia hanya menganguk-anguk diam lalu kemudian Kai menarik tangan Fellia mendekat, membuat gadis itu sangat terkejut.

“Jadi.. Ceritakan tentangmu…”

Mata gadis itu membulat membuat Kai menahan tawanya, gadis itu sangat cantik. Kulitnya putih bersinar, bukan seperti orang Korea yang pucat. Sayang ia besar dilingkungan kumuh itu, untung orangtua Fellia menjaga yeoja itu dengan baik. Mereka pasti tau suatu saat Kai akan menjemput anaknya untuk menemaninya seumur hidup.

“A..Ap.. Apa yang harus aku.. aku ceritakan?”

“Semuanya.. Apakah aku harus meminta Thomas mengawasi segala hal tentangmu dan memberikanku sebuah buku berjudul ‘All About First Young Master’s Assistant?”

“Apaaa? Baiklah.. Kamu tanya.. Aku akan menjawabnya…”

“Kapan, dimana kamu lahir?”

“31 Maret. Di Indonesia..”

“Apa? Di Indonesia?”

“Ya.. “ jawab gadis itu uring-uringan

Kai menatap gadis itu dengan matanya yang semakin berbinar-binar, “Lalu apa nama Korea-mu? Data record-mu tidak memberitaukanku nama korea-mu”

Gadis itu mendenguskan napas pelan, “Aku lahir di Indonesia. Aku selalu menggunakan nama Indonesia-ku. Tapi aku pernah mengingat seseorang memanggilku dengan nama korea”

“Apa?”

“Kim Li Li.. Orang itu begitu menyukai bunga Lili, sehingga ia pun memanggilku begitu. Tapi semenjak sosok itu menghilang, aku tidak pernah menggunakan nama itu lagi..”

“Kenapa harus Kim? Ah, tapi bukankah itu bagus! Nama marga kita sama” ucap Kai girang

“Lalu, siapa nama appa dan eomma?”

“Haruskah aku menjawab hal itu? Eommaku seorang wanita baik yang tidak perlu kamu ketahui namanya, sedangkan appaku.. Tidak tau. Aku rasa aku tidak pernah bertemu dengannya. Tapi aku merasa yang ada di dalam mimpiku adalah dia.”

“Jadi, kamu tadi memimpikan appamu?”

“Iya.” jawabnya singkat.

“Apakah kamu pernah menyukai seseorang?”

“Tidak. Dan sebaiknya tidak.”

“Kenapa?” tanya Kai dengan penuh penasaran, gadis itu mendongak melihat Kai lalu menunduk lagi untuk meminum tehnya.

“Aku tidak percaya pria. Aku tidak akan percaya mereka.”

Kai mengerutkan keningnya, “Karena appamu?”

“Karena pria tidak bisa dipercayai.” jawab gadis itu cepat tanpa keraguan.

Kai tanpa sadar menguatkan genggamannya pada tangan Fellia, “Apakah kamu tidak bisa mempercayaiku?”

“Maaf mengganggu… Ini pesanannya.. Silahkan dinikmati…”

Kai segera saja melepas genggaman tangannya lalu kemudian mengambil sendok dan memulai makan, masih penasaran dengan jawaban gadis yang tetap menutup mulutnya rapat-rapat itu.

**

Kai melirik Fellia yang masih diam dibangku sebelah, gadis itu hanya melemparkan pandangannya keluar tak ingin memandang Kai sedikit pun.

“Kamu.. Kamu mau diantar kemana?”

“Ke rumah.”

“Tidak bisakah kau melihatku sebentar?”

“Ada apa sih?” kata Fellia sebal karena Kai daritadi mengintimadasi dia, Kai segera saja mengerem mobilnya cepat lalu kemudian menepikan mobilnya. Tak lama ia melihat gadis itu.

“Tidak bisa kah kau mempercayaiku?”

“Tidak bisa.”

Kai tiba-tiba saja terbungkam, tiba-tiba saja gadis itu menjawabnya sekian lama, “Kenapa?”

“Karena aku tidak bisa. Itu jawabannya.”

“Padahal selama ini kita menjadi dekat, kenapa kamu tidak bisa mempercayaiku?”

“Karena aku tidak mau”

“Kamu harus mau…”

Fellia membalas tatapan Kai yang semakin dalam, “Kenapa aku harus mau?”

“Karena…”

“Sebesar apapun cintamu, cintaku, atau bahkan cinta kita. Tetap saja akhirnya pasti akan ada perpisahan. Jadi lebih baik aku tidak ada memulai apapun sama sekali.”

Mereka berdua kembali terdiam, tiba-tiba saja Kai merasakan getaran dikantongnya, segera diraih-nya handphone itu dan mengangkat telpon.

“Halo? Ya.. Eh.. Oke… Baiklah… Oke.. Bye..”

Kai menoleh melihat Fellia yang mash diam, “Kamu.. Harus menginap dirumahku.”

Gadis itu melonjak kaget mendengar kata-kata itu, “Kita akan berangkat ke Jepang dengan pesawat pagi.”

“Aku bisa datang pagi-pagi ke Bandara.”

“Kita akan naik jet pribadi, bersama dengan anggota Worldmine lainnya di kediaman kami.”

Fellia menghela napas, “Baiklah… Bukannya aku dibayar disini?”

“Kamu sekarang sedang tidak dibayar.”

Fellia masih tetap diam, “Apakah kamu sekalipun tidak pernah menyukaiku? Jatuh cinta padaku? Merasakan sesuatu padaku?”

Fellia masih tetap diam dan tidak beraksi apapun, Kai dengan cepat menarik starter…

“Baiklah.. Cuma aku yang merasakannya.. Tetaplah pada keputusanmu itu…”

Fellia menatap sangsi Kai ketika ia mendengar suatu kata-kata yang terasa dingin sekali. Suara yang biasanya mengucapkan kata manis dan hangat itu, tiba-tiba saja menjadi lebih menusuk dari kata apapun. Dalam hati terkecil Fellia, ia menyesal telah berkata seperti itu.

**

Fellia beranjak dari tempat tidurnya, ia berjalan kearah pintu kaca itu dan membukanya. Pintu kaca itu tersambung dengan balkon yang ada dikamarnya. Ya. Dia sedang berada dalam salah satu kamar di kediaman Worldmine, lebih tepatnya rumah Kai.

Sudah sejak 2 jam yang lalu ia turun dari dalam mobil dan Kai tanpa kata apapun meninggalkannya, tak lama seorang ibu berusia setengah abad itu mengantarkannya ke dalam ruangan dimana ia berada sekarang.

“Apakah.. Aku keterlaluan?”

Fellia mengacak-ngacak rambutnya. Jujur, Ia takut pada pria, ia hanya takut.. Bagaimana kalau suatu saat cinta hanya akan membuatnya jatuh semakin dalam? Bagaimana kalau suatu saat ia tidak bisa bangkit lagi? Bagaimana kalau ia semakin terpuruk?

Fellia adalah seorang gadis belia yang masih labil, ia tidak bisa mengerti perasaanya sama sekali. Tapi, akhir-akhir ini ada sebuah perasaan aneh yang timbul di dalam hatinya. Dan ia tidak tahu itu apa. Hanya perasaan senang ketika Kai memperlakukannya dengan baik. Perasaan yang membuat jantungnya berdebar sangat kencang.

“Tok..tok..tok…”

Fellia berpaling melihat ke arah pintu, tak lama ia berjalan kearah pintu lalu membukanya.

“Maaf.. Saya mengantarkan peralatan yang diberikan Tuan Muda untuk anda. Barang-barang yang harus dimiliki assistantnya.”

Tak lama sebuah meja dorong muncul dibalik wanita itu, wanita itu kemudian membuka kain putih yang menutup meja dorong itu. Dan Fellia melongo saking tak percayanya.. Ia baru saja akan menyangka bahwa hari itu sedang pameran gadget.

“Di bagian atas adalah punya anda. Ada Mac, I-Pad, I-Phone, Blackberry, dan juga sejumlah gadget lainnya. Semua sudah terprogam khusus dan sudah dimasukkan datanya. Sedangkan yang dirak bawah adalah punya Tuan Muda, ada PSP, NDS, I-Pod kesayangannya lalu kemudian gadget lainnya. Semua ini akan dikemas kedalam sebuah koper, dan diharap jaga baik-baik. Tuan muda tidak suka kalau barang-nya ada yang hilang.”

Fellia hanya menganguk sambil tetap melongo melihat meja dorong itu di bawah masuk kedalam kamarnya, wanita itu menunduk, “Kalau begitu saya permisi.”

Fellia kembali menutup pintu kamarnya lalu kemudian beranjak duduk diatas tempat tidur, tak lama matanya menangkap bayangan I-Pod itu, tak lama ia berdiri dan meraihnya.

Hey You, since when you turn my life?

Why you can turn my life?

I dont know since when..

But i love my reaction when you near me

I love when i can see you

When i can touch you

 

So, will you be mine?

Will i be yours?

Together we hold this world

Because when i have you

Like i have this world

 

Chorus :

Thanks for turning my life

Thanks for makin me still breathing

Thanks for makin me still living

Thanks for makin me still loving you..

Thanks.. Thanks for turning my life

Y-O-U

You.. oh.. You..

Thanks for turning my life.. I love you~

(TURN MY LIFE ORIGINAL MADE BY @HJSOfficial)

Suara Kai.. Fellia tidak pernah tau kalau seandainya suara pra itu begitu merdu dan hangat. Ia mengira Kai hanya bias berteriak dan dance. Tapi ternyata ia salah.

Fellia mematikan lampu lalu kemudian ia meringkuk dibawah selimut sambil tetap menggunakan I-Pod itu, entah mengapa. Suara itu begitu membuatnya nyaman. Membuatnya merasa sangat senang. Membuatnya bahagia. Membuatnya merasa bahwa malam ini akan menjadi malam terindah untuknya.

**

Kai membuka pintu itu, pintu itu tidak dikunci. Teledor sekali gadis itu, pikirnya.

Tak lama kaki-nya sudah mulai masuk kedalam ruangan itu.

Ya, hari ini ia hanya berniat untuk datang melihat gadis itu, kemudian kembali ke kamar.

Tak lama, wajah gadis itu sudah terlihat. Ia sedang tidur sangat nyenyak diatas kasurnya, Kai memajukan langkahnya. Tak lama tangannya sudah terangkat untuk merapikan anak-anak rambut gadis itu dan tersenyum ketika melihat wajah polos gadis itu.

Ia tentu sudah tahu, gadis itu pasti akan sangat marah kalau tahu ia masuk kedalam kamarnya. Tapi ia toh tidak akan berbuat apa-apa, ia hanya ingin melihat gadis itu.

Tak lama, Kai melihat i-Pod-nya.. Ah! jangan bilang gadis itu mendengar lagu yang ia buat kemarin? Tangan Kai beranjak untuk merebut i-Pod itu dari telinga gadis itu, tapi sedetik kemudian ia beku karena gadis itu bergerak dalam tidurnya. Tak sadar, i-Pod itu terjatuh jauh darinya. Dan gadis itu beranjak bangun dengan mata yang tak sadar.

“i-Pod itu jatuh ya?”

Kai segera saja mendorong gadis itu untuk tetap kembali ke tempat tidur sementara tangannya menyelip di leher gadis itu tanpa sengaja agar gadis itu tidak terjatuh keras diatas tempat tidur.

“Ada apa ini?” kata gadis itu masih bingung, antara dunia nyata dan mimpi.

Kai mulai bernyanyi, “Thanks for turning my life.. Thanks for makin me still breathing.. Thanks for makin me still living.. Thanks for makin me still loving you.. Thanks.. Thanks for turning my life”

Gadis itu kembali dalam mimpinya, sementara Kai masih terus bernyanyi.

Kai merileks kan tubuhnya di atas tempat tidur, sementara gadis itu masih tidur diatas lengannya. Ia mengecup kening gadis itu. Ini semua berarti ia akan berakhir tidur di tempat tidur ini, dan keesokan harinya gadis itu akan bingung dan mungkin marah. Malam ini akan menjadi malam yang begitu panjang.

**

Fellia membuka matanya yang terasa begitu berat. Tubuhnya seolah merasa bahwa sudah ada di tempat tidur ternyaman didunia. Tunggu dulu.. Tempat ternyaman didunia? Sepertinya ia tahu itu dimana.

Gadis itu terlonjak bangun dan kaget, lagi-lagi dugaannya tidak salah. Benar, ia tidur bersama Kai. Bagaimana bisa pria itu bisa ada disitu?

Ia beranjak bangun dari tempat tidur, langit masih gelap walaupun beberapa pendar cahaya bersinar, menembus kegelapan itu. Cahaya matahari mulai muncul, masih subuh, pikirnya pelan.

“Ngomong-ngomong, kapan ya berangkatnya?”

“Jam 6.”

“Oh.”

Tiba-tiba saja Fellia terlonjak kaget lalu berbalik, “Kamu sudah bangun?”

Tidak ada jawaban, pria itu hanya mengliat di atas tempat tidur, masih nyaman ditempat tidurnya.

“Jam berapa sekarang?”

Fellia segera saja melihat jam di dinding kamar, jam 4 pagi rupanya.

“Jam 4.”

“Bangunkan aku jam 5.” kata pria itu cepat dan Fellia hanya menganguk..

Fellia baru saja mau beranjak dari tempatnya, tapi sesaat Kai berkata lagi, “Tolong bikin kan aku makanan ya.”

Fellia menoleh melihatnya, “Aku itu assistantmu. Kenapa tidak kau minta pada koki bintang 5 mu itu?”

“Aku hanya akan makan dari tanganmu.”

Fellia memajukan langkahnya, lalu menghampiri Kai. Ia segera saja menarik selimut itu supaya selimut itu menutupi tubuh pria yang kelihatan menggigil itu lalu beranjak meninggikan suhu ruangan, agar menjadi lebih hangat dari sebelumnya, “Kau.. tidurlah.. Akan aku bangunkan jam 5, lengkap dengan makanan buatanku…”

Kai hanya tersenyum.

**

Fellia masuk kedalam kamarnya, pas saat waktu menunjukkan pukul 5 pagi. Ia mendorong sebuah meja dorong masuk kedalam ruangan itu, ia menyalakan lampu lalu menghampiri Kai yang masih tidur diatas tempat tidurnya.

Pria itu masih tidur diatas tempat tidurnya, tak sangka tangannya sudah terulur untuk mengelus rambut pria itu. Entah kenapa. Ada saja keinginan kuat untuk itu.

“Ada apa denganku?” ujar gadis itu tiba-tiba lalu sesaat kemudian ia menarik tangannya, tapi tiba-tiba tangannya tertahan. Tangan pria itu terjulur menangkap tangannya.

“Kamu sudah bangun?”

“Sudah.. Sejak kamu masuk ke dalam ruangan ini.”

Fellia berbalik, lalu berjalan menuju meja dorong itu, “Lalu kenapa kamu tidak bangun saja?”

“Aku hanya ingin kau bangunkan…” ujar Kai ringan sambil berjalan menuju meja yang Fellia tata dengan makanan buatannya.

“Ini pancake, dan susu hangat. Ayo makan…”

“Kau tidak makan?”

“Ani”

Kai mengerutkan keningnya lalu menarik gadis itu untuk ikut duduk disebelahnya, “Suapi aku.”

Awalnya gadis itu tidak mau sama sekali, tapi lama kelamaan tangannya beranjak untuk mengambil sendok itu lalu kemudian menyuapi Kai. Mata mereka beradu pandang.

“Kamu juga harus ikut makan.” kata Kai sambil menyuapi Fellia.

“Yyayaya..”

Mereka bercanda satu sama lain, melupakan masalah tadi malam.

“Toktoktok…”

“Ya masuk..” teriak Kai, seorang wanita muda, seorang pelayan muncul dari balik pintu dan ia hanya ternganga melihat Tuan Muda-nya.

Kai menoleh melihat Fellia, dan ternyata.. Mereka dalam posisi saling menyuapi dengan tangan yang saling melingkar. Segera saja Fellia menarik tangannya dan kemudian memakan pancake itu sendiri.

“Ada apa?”

“Jet akan datang setengah jam lagi.” kata pelayan itu takut-takut.

“Baiklah. Kau bisa pergi.” kata Kai sambil tersenyum manis sekali, membuat pelayan itu dengan cepat tersenyum dan meninggalkan ruangan itu.

“You did it again.”

Fellia melihat Kai Dengan muka mengejek membuat Kai melihatnya bingung, “Ada apa? Ada yang salah?”

Fellia hanya memainkan pancake-nya lalu menyuapi Kai dengan cepat membuat Kai pasrah sambil menunggu gadis itu menjawab.

“Ja..hii??”

“Apa? Kau ngomong apa? Aku tidak mengerti.” jawab Fellia menjawab Kai yang berbicara dengan mulut yang penuh, Kai menelan pancake itu lalu menahan tangan Fellia yang hendak menyuapi-nya lagi.

“Jawab aku.”

Fellia tidak bisa menarik tangannya, ia kemudian memalingkan wajahnya.

“Ya… Kamu selalu melakukan itu.”

“Apa?”

“Tersenyum sambil mengumbarkan ketampanan-mu itu. Dan dengan mata bercahayamu, membuat gadis-gadis jatuh cinta padamu.”

Kai tersenyum kepadanya, “Kamu melakukannya lagi…” ucap Fellia sebal.

“Ya, biar kau jatuh cinta padaku.”

“Bukankah aku sudah bilang kalau aku tidak akan…”

Kai hanya menutup mulut wanita itu, “Aku tau.. Hanya saja aku tidak akan menyerah. Kamu tahu itu.”

Kai beranjak dari tempat duduknya, “Ayo siap-siap.”

**

Angin bertiup cukup kencang pagi itu, Kai merapatkan jaket-nya. Lalu kemudian Fellia muncul dari balik tubuhnya dan memasangkan Kai jaket-nya yang lain. Hari itu ada 3 jet yang terpampang di atas helipad.

Chanyeol dan juga Kyungsoo, serta Baekhyun berdiri di depan Kai sambil menyesap Hot Chocolate-nya.

“Kita pasti akan bekerja sangat keras 2 minggu ini.” teriak Baekhyun sambil menggosok-gosok-an tangannya.

Tiba-tiba saja Thomas muncul dari balik tubuh Kyungsoo, menghampiri mereka sambil membawa mantel yang lain.

“Tuan muda jaga diri yang benar. Saya akan tetap ada di sini untuk mengurusi masalah disini. Para tuan muda, assistant tambahan kalian sudah berada di sana duluan untuk membantu anda. Kalau begitu tuan muda yang hati-hati ya..” kata Thomas sambil memberikan mereka satu-satu mantel dan menepuk bahu mereka satu-satu.

“Aku berharap sangat banyak pada kalian.”

Kai, Kyungsoo, Chanyeol dan Baekhyun tersenyum manis. Kemudian mereka menggunakan jaket itu, perlahan Baekhyun dan juga Chanyeol masuk ke dalam jet mereka.. Kyungsoo melambai pada Thomas lalu masuk kedalam jet-nya, tidak dengan Kai, ia melepas satu dari 5 mantel yang ia gunakan lalu memakaikan-nya untuk Fellia.

“Pakailah. Kamu pasti kedinginan.” ucap Kai sebentar membuat gadis itu mendongak kearahnya, Kai tiba-tiba saja meraih tangan gadis itu lalu menariknya masuk kedalam jet. Sesampainya disana, mereka duduk. Kai segera saja memakaikan selt belt pada Fellia dan kemudian penutup telinga yang berfungsi sebagai headphone juga. Penyambung di saat bicara, tapi juga bisa untuk mendengarkan musik..

Fellia hanya bisa diam sementara Kai melakukan hal itu padanya. Apakah itu berarti dia sudah jatuh cinta pada Kai? Lihat saja, senyum Kai yang cerah saja bisa membuat jantungnya berdebar dengan begitu keras.

“Baiklah! Let’s move !!!” teriak Kai dan tak lama, jet itu melayang terbang.

**

 

            “Wakarimasu ta.. Hai..hai.. i’ll help you of course.. My daugther will be so happy to see him again.. Hai.. Wakarimasu. Janee.. (Saya mengerti.. Baik.. Baik.. Tentu aku akan membantumu.. Anakku pasti akan senang bertemu Dengan-nya lagi.. Baik.. Saya mengerti.. Sampai jumpa..”

“Haruka-chan.. Are you ready?”

Gadis muda itu tersenyum sangat cerah, “Yup, dad.. I’ll do my best.”

Pria tua itu memeluk gadis muda yang sudah beranjak dewasa itu dengan cepat lalu mengacak-ngacak rambut gadis itu, “Dont make me or them dissapointed. I’m counting on you.”

“Hai.. Wakarimasu… Ganbarimasu… (Baik.. Aku mengerti.. Aku akan berjuang)”

Yosh.. Ganbate nee~  (Berjuanglah..)”

Gadis itu melepas pelukannya lalu berjalan keluar ruangan. Kemudian menghilang dari sudut pandang ayah-nya.

End of Author’s POV

 

TBC

 

**

THANKS FOR READING 😀 WE OPEN BAD AND GOOD COMMENTS, BUT STILL ! KEEP RESPECT 😀

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE ALL ABOUT EXO: @EXO1st

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE FANFICTION : @EXO1st_INA

ALSO RECEIVE PRIVATE EMAIL 😀 JUST SENT TO : ask.exo1st@yahoo.com

Exofirstwonderplanet@yahoo.com

VISIT OUR WORDPRESS : exo1stwonderplanet.wordpress.com

ORIGINAL MADE BY @HJSOfficial @exo1st_INA , NO PLAGIRISM.

If you interest become official author or freelance author, please see https://exo1stwonderplanet.wordpress.com/ff-freelance/

Advertisements

Tagged: , ,

2 thoughts on “EXOtic’s FICTION “Sacrifice” – Part 2

  1. prenges June 20, 2013 at 2:18 AM Reply

    Aduh Kai jadi orang yang Romance bangettttttt
    Fellia lahir di Indonesia…..emmmmm
    mesterius banget sama ayahnya Fellia .

  2. Nurlaely D March 27, 2016 at 5:06 PM Reply

    Kai romantisssss, snengnya pnya assistant yg cpt tnggep n mlyani smua kprluannya…
    Wahhhh siapa itu haruka,, ? Bkal jd saingannya fellia..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: