EXOtic’s Fiction “One Day Without You”

EXOtic’s Fiction

Exo1stwonderplanet.wordpress.com

“One Day Without You”

Tittle                : One Day Without You

Author             : Keystisia97

Length             : Oneshoot

Rating              : G

Genre              : Sad Romance

Disclaim : SEMUA FANFICTION YANG DIPOST exo1stwonderplanet.wordpress.com adalah milik author yang menulis. DO NOT POST ANYWHERE WITHOUT ANY PERMISSION. And after read, please give comment^^ Every words from EXOWPers is A GOLD! *bow*

**

“___-ya. Bagaimana kalau kita bermain?” katanya padaku. Aku menatapnya.

“Kau ingin bermain? Bukankah kau tidak suka hal yang kekanakkan?” tanyaku balik padanya.

“Ayolah. Kali ini saja.” katanya mulai merajuk. Aku menghela nafas menghadapi sikapnya yang mulai kekanakkan.

“Baiklah. Apa yang ingin kau mainkan?” kataku pada akhirnya.

“Kita taruhan!” katanya senang.

“Taruhan?” aku balik bertanya.

“Ne. Jika kau menang, aku akan memberimu sebuah kejutan. Tapi, jika kau kalah. Aku akan memberimu hukuman!”

“Hukuman? Em… menanrik! Baiklah, kuterima tantanganmu. Tapi apa yang kita pertaruhkan?”

“Kau tahu sudah berapa lama kita menjalin hubungan?”

“Er~ 2 tahun.”

“Dan setiap hari kita bertemu. Benar?”

“Um,” aku mengangguk.

“Jadi begini taruhannya…” dia terdiam sejenak. Wajahnya berubah serius “Kau harus bisa melewati satu hari saja… tanpaku.” Katanya.

“Mwo? Satu hari? Tanpamu? Hh.. kukira kau ingin aku melakukan apa…” kataku meremehkan. Kalau itu sih suatu hal yang sangat mudah.

“Baiklah. Kuterima. Dan persiapkan hadiahmu untukku, Suho!” kataku seraya bangkit dan meninggalkannya. Dan tanpa kusadari, dia tersenyum kecut.

Aku sangat bodoh. Kenapa saat itu aku menyanggupi permintaannya? Jika tahu begini akhirnya,  lebih baik saat itu aku menolaknya…

“Jadi, mulai besok kau tidak boleh menghubungiku. Meneleponku, meng-sms-ku, menemuiku, bicara denganku, bahkan kau tidak boleh memikirkanku!” katanya padaku saat kami pulang sekolah.

“Mwo? Kurasa aku tidak bisa melakukan point terakhir itu.”

“Harus bisa! Yang jelas kau harus bisa melakukan apa yang kukatakan” katanya serius. Ia menatapku dalam.

“Kau ini kenapa sih? Hey, Suho. Ini hanya taruhan biasa. Tidak perlu seserius itu!” kataku pada akhirnya. Entahlah, perasaanku sedikit tidak nyaman kali ini. Dia ngotot memintaku melakukan apa yang dikatakan olehnya. Ini bukan Suho yang kukenal.

“Kumohon jangan banyak bertanya dan lakukan saja. Kau.. ugh…” Suho menghentikan kalimatnya. Ia mengernyit dan terlihat menahan sakit.

“Suho-ya. Gwaenchanayo?” kataku sambil berusaha menahan tubuhnya yang sepertinya goyah.

“Tidak. Aku baik-baik saja” katanya sambil melepaskan tanganku. Kami sudah sampai didepan rumahku. Dia kembali pada posisinya semula. Hari ini wajahnya pucat. Tapi dia berkeras mengantarku pulang. Padahal jarak rumah kami tidak bisa dibilang dekat.

“Mulai sekarang. Berusahalah, tanpaku” katanya serius. Ia menatapku dalam, dan kedua tangannya hinggap di bahuku. Dia benar-benar aneh.

“Ne. Kenapa kau terlalu khawatir? Kau pikir aku tidak bisa melewati satu hari saja tanpamu, eh?” kataku dengan senyum yang kupaksakan. Dia mendekatkan wajahnya dan menciumku. Terasa begitu hangat. Dia sudah sering menciumku seperti ini. Tapi, kenapa ciuman ini sepertinya lain? Entahlah, dia seperti mengucapkan semua yang ingin ku dengar….

Dia menjauhkan wajahnya dan memelukku sangat erat. Lalu melepasku dan lagi-lagi menatapku.

“Ya! Hanya sehari. Apa itu begitu sulit? Atau jangan-jangan kau yang tidak bisa melakukannya? Hati-hati dengan hukumanmu!” kataku mecoba bercanda. Dia tertawa kecil lalu berpamitan padaku.

“Sampai jumpa.” katanya. Dia berjalan mundur sambil melambaikan tangannya padaku, dengan senyum manisnya yang biasa. Aneh, dia meninggalkanku baru berapa detik yang lalu dan kini, aku merindukannya. Sabar ___, 24 jam bukanlah waktu yang lama. Kau tak akan merasakannya.

*

Esoknya, hari Minggu. Yah, tantangan dimulai. Dan aku sendiriran, di akhir Minggu. Ini akan menyiksa. Tapi kuputuskan untuk mengalihkannya dengan browsing banyak hal di internet hingga senja menggantung. Dan saat aku kembali bosan, kuputuskan membereskan kamarku. Aku menyapu dan membersihkan debu di mejaku. Dan… aigoo, bodohnya. Kenapa foto Suho  bisa terjatuh? Aku berjongkok dan memunguti pecahan kaca dari pigura yang kini sudah berantakkan itu. Aish, kenapa aku tidak hati-hati? Jariku tergores. Hh… hanya sedikit. Selesai membersihkan kekacauan, aku mengobati lukaku dan keluar menuju balkon kamar. Eh? Hujan? Bukannya tadi langit begitu cerah? Cuaca sekarang memang tidak bisa ditebak! Kira-kira sekarang Suho sedang apa ya? Hahaha. Aku hanya tinggal tidur dan begitu membuka mata, aku akan menang darinya! Aku menang Suho! Tunggu saja. Aku masuk kedalam kamar dan menutup pintu balkon lalu menenggelamkan diriku kedalam selimut. Hanya tinggal menutup mata. Dan jika membuka mata lagi, aku akan bertemu denganmu Suho-ah. Yah! Kita akan bertemu begitu aku membuka mata. Hh.. baru kali ini aku begitu merindukanmu. Apa kau menggunaiku?

 

Esoknya aku berjalan kesekolah dengan tergesa karena tidak sabar untuk bertemu dengan Suho. Tapi apa yang kudapati? Dia belum datang? Tumben! Dan… kenapa penghuni kelas ini sepertinya jadi pendiam sekali? Bukankah ini kelas ‘paling berisik di sekolah’? Kenapa sepi seperti ini? Hh.. akhir akhir ini begitu banyak keanehan. Aku berbalik dan berniat kembali kekelasku, namun seseorang mengagetkanku.

“___?” kagetnya wajahnya berubah cemas saat melihatku.

“Uh, Chanyeol?” kataku heran. Dia meminta maaf dan bermaksud masuk kedalam namun aku menahannya.

“Ah, Yeol. Kau tahu dimana Suho? Aku ingin menemuinya? Bukankah ini sudah terlalu siang untuk datang kesekolah?” tanyaku padnya. Namun apa yang kudapat? Bukan jawaban. Melainkan sikap Chanyeol yang berubah drastis. Wajahnya menegang.

“Kau… tidak… tahu?” tanyanya sedikit memaksakan kalimat itu keluar dari mulutnya.

“Uh?” keningku mengerut. Apa yang tidak aku tahu?

“Suho…” Chanyeol terlihat sulit mengatakan lanjutannya.

“Ada apa dengan Suho?” Tanyaku mulai khawatir. Kenapa perasaan aneh masuk kedalam hatiku? Ada apa? Kenapa hanya karena aku menanyakan tentang Suho, Chanyeol sebegitu tegangnya? Apakah terjadi apa-apa pada Suho? Beribu pertanyaan melayang dibenakku. Namun aku hanya mengeluarkannya dengan kerutan di dahiku.

“Dia… dia meninggal kemarin.”

Pikiranku hilang. Otakku kosong seketika.

Apa? Suho? Mennggal? Kemarin?

“Hahahaha. Kau jangan bercanda Chanyeol. Aku tahu Suho menyuruhmu melakukan inikan?” kataku sambil memaksakan diriku untuk tertawa. Tentu ini hanya lelucon! Jangan katakan kalau dia sebenarnya tidak punya sesuatu untuk diberikan padaku karena aku memenangkan taruhannya.

“Tidak. Tidak ___. Ini benar. Suho meninggal kemarin. Kanker.” Chanyeol terlihat bersikeras meyakinkanku.

Lelucon bodoh macam apa ini? Kenapa hatiku mempercayainya?

“Tidak! Suho tidak mati! Suho hanya mengerjaiku! Aku tahu itu! Dia senang sekali melakukan ini padaku. Tidak! Bohong!” air mataku mulai mengalir.

“Dia… menitipkan ini untukmu” Chanyeol menyerahkan secarik kertas padaku. Aku membukanya dan membacanya. Aku benar-benar menangis sekarang.

“Tidak! Suho! Dia masih disini! Dia pasti masih disini dan tertawa melihatku seperti ini disuatu tempat. Suho! Keluarlah! Ini sudah tidak lucu!” teriakku. Aku tak peduli puluhan atau bahkan ratusan pasang mata menatapku iba. Aku tidak peduli jika aku memparmalukan diriku sendiri! Yang kupedulikan sekarang adalah, Suho!

“Terimalah ___. Biarkan Suho tenang disana” kata Chanyeol padaku. Tangannya mencengkram pundakku. Aku berusaha menepisnya. Namun aku terlalu lemah dan Chanyeol menarikku ke dalam pelukkannya. Aku menangis dan memukul Chanyeol. Dia diam saja dan memelukku makin erat. Kertas yang tadi diberikan Chanyeol untukku sudah tak berbentuk dalam genggamanku.

“ Suho bodoh! Kenapa kau tidak mengatakan apapun padaku! Bodoh! Kau bodoh Suho! Kau jahat! Kau belum menepati janjimu! Mana hadiah yang akan kau berikan padaku!? Kau belum memberiku hadiah itu! Kanapa kau malah pergi, Suho bodoh!!!” aku menangis sejadinya namun pelukkan Chanyeol masih menenankanku. Aku lemas. Aku ingin pingsan tapi bahkan tidak bisa. Aku hanya jatuh terduduk saat pelukkan Chanyeol mengendor.

“Dia jahat! Suho jahat”

**

Kenapa aku menerima tantangannya waktu itu! Jika tahu akhirnya akan seperti itu aku akan menolaknya dan aku akan menemaninya disaat terakhirnya. Kenapa kau menyiksaku seperti ini, bodoh! Aku memukul batu nisan didepanku. Makam Suho. Aku memukulnya berkali-kali hingga sebuah tangan menahan tanganku dan kembali mendekap tubuhku dengan hangat.

**

Kau bisa melewatinyakan!? Jika kau bisa melewatinya sehari. Aku yakin kau bisa melewatinya di hari-hari selanjutnya. Maafkan aku tidak bisa memenuhi janjiku padamu. Teruslah tersenyum.

Saranghae…

Suho.

THE END

**

THANKS FOR READING 😀 WE OPEN BAD AND GOOD COMMENTS, BUT STILL ! KEEP RESPECT 😀

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE ALL ABOUT EXO: @EXO1st

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE FANFICTION : @EXO1st_INA

ALSO RECEIVE PRIVATE EMAIL 😀 JUST SENT TO : ask.exo1st@yahoo.com

exofirstwonderplanet@yahoo.com

VISIT OUR WORDPRESS : exo1stwonderplanet.wordpress.com

ORIGINAL MADE BY @Keystisia97 , NO PLAGIRISM.

If you interest become official author or freelance author, please see https://exo1stwonderplanet.wordpress.com/ff-freelance/

 

Advertisements

Tagged: ,

6 thoughts on “EXOtic’s Fiction “One Day Without You”

  1. Yulia Han August 14, 2012 at 6:25 PM Reply

    kasian suhooo~. but, wait. kayanya aku kenal. ini authornya ruips bkn? soalnya aku kenal sama kalimat pesan terahirnya itu, sama kya bkinan admin ruips/haru kalo abis ficnya..

    • 97dreamworld August 20, 2012 at 7:13 AM Reply

      Eh? Pesen yg mana?? Bukan. Ini blom pernah d publish selain disini sumpah. Ini bikinan aku pure sumpah demi apapun!! Btw thanx for reading 🙂

    • 97dreamworld August 20, 2012 at 7:16 AM Reply

      Thanks for reading :).
      Eh? Bukan. Pesen yg mana? Sumpah ini pure bikinan aku. Blom prnah d publish selain disini…

  2. chanchan August 15, 2012 at 10:22 PM Reply

    Surat dari suho nya itu sedih banget:(((( keren tapi ceritanyaaa:D

  3. HanJeSi August 20, 2012 at 3:13 PM Reply

    This is not mine. To make it clear. (:
    My fanfiction haven’t posted here yet.
    This is officialy pure made by the author. Please read ‘Author : Keystisia97’ and not HAN JE SI (:
    Ruips or Haru is Han Je Si. Please don’t bring that thing here (: thank you.

    -HJS

  4. yuan August 31, 2012 at 11:30 AM Reply

    beneran seru… sedih..
    aku bacanya di bus. untung kaga nangis..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: