EXOtic’s FICTION “WE ARE ONE” – Part 1

EXOtic’s FICTION

Exo1stwonderplanet.wordpress.com

“WE ARE ONE”

Title : We Are One – Part 1

Length : Chapter

Author : @fab_cinta & @valeriegegee

Genre : Romance, Friendship, Fantasy

Disclaim : SEMUA FANFICTION YANG DIPOST exo1stwonderplanet.wordpress.com adalah milik author yang menulis. DO NOT POST ANYWHERE WITHOUT ANY PERMISSION. And after read, please give comment^^ Every words from EXOWPers is A GOLD! *bow*

**

We are one! We are one!

Sorakan dan teriakan histeris para gadis di planet itu sudah menjadi melodi setiap harinya di EXO PLANET, sebuah planet yang memiliki karakteristik menyerupai Bumi namun tidak ada penguasa di dalamnya. Planet itu hanya dipenuhi oleh canda tawa orang-orang di dalamnya, tidak ada permusuhan, dan kebahagiaan mewarnai kehidupan mereka setiap harinya. Namun, siapa sangka, kehadiran seorang Iblis ke dunia mereka, akan membawa kejutan baru bagi orang-orang di dalamnya.

“Sudah kukatakan, semua orang harus menjalani ujian ini supaya bisa menjadi seorang iblis sejati! Janganlah kau malas begitu dan banggakan papamu ini!” gerutu Raja Suho yang sudah frustasi mengurus anaknya yang malas itu.

“Mudah untuk papa katakan begitu! Papa mempunyai segala kharisma yang manusia dambakan! Manusia tunduk padamu, pa! Bahkan iblis pun begitu! Sudahlah, jangan harapkan apapun dari anakmu ini, suruhlah kembaranku yang sempurna itu! Lalu biarkan aku tidur dengan damai disini,” gerutu Jongin kepada papanya yang merupakan Raja Iblis di Jion.

“JONGIN!”

“Tenang papa, aku akan memikirkan cara supaya dia bisa ikut bersamaku ke Bumi. Istirahatlah dan minumlah teh yang aku buat, besok aku pasti akan membawa kakak Jongin bersamaku,” ucap Taemin, adik kembar Jongin dengan tulus.

“Ah.. Coba Jongin bisa menirumu Taemin. Baiklah, kuserahkan dia kepadamu.”

Keesokan harinya…

“Kak, bangun, kudengar papa baru membeli tempat tidur yang terempuk di negeri ini. Selain itu, tempat tidur ini memiliki sistem pengamanan yang terbaik! Ayo cepat, ikuti aku!”

Mmhm~? Ah Taem, benarkah itu? Baiklah, selama aku bisa tidur sepuasku.”

Sesampainya di ‘tempat’ yang Taemin maksud, suatu lagu dalam bahasa yang tidak Jongin mengerti menggema di ruangan gelap itu.

떠나오늘밤에, 떠나오늘밤에, 떠나오늘밤에, 다신오지않게!

새하얀 light 마침밝아진
회색빛 sky 요동치며갈라진

개의시공아직은 don’t know
설명할틈은없어 we gotta go go!

“Taemin, suara apa itu? Dan kenapa kita ada di ruang ujian sekarang?”

“Lihat dua pintu disana? Kakak bisa melihat tulisan Earth. Earth adalah Bumi, kakak tidak ingin pergi kesana bukan? Tempat tidur yang papa pesan ada di pintu yang satunya, EXO, disana kakak tidak akan diganggu oleh siapapun dan tempat tidur yang kukatakan ada disana.”

“Berarti aku tidak perlu ikut ujian? Tunggu, bukannya kamu satu kelompok dengan papa?”

Taemin tersenyum lembut. “Aku selalu memikirkan kepentingan kakak dahulu, jadi aku selalu ada di pihak kakak.”

Melihat ketulusan adik kembarnya, Jongin tersentuh dan memutuskan untuk pergi ke planet yang bernama EXO itu.

“Baiklah, aku percaya padamu. Perlukah aku membawa GPS?”

“Tidak usah, jika waktunya tiba, aku akan menjemput kakak. Selamat bersenang-senang.”

EXO PLANET,  XX TIME

“Cih, gelap sekali, dimana tempat tidur itu?” Jongin mendengus kesal karena tidak bisa melihat apa-apa, namun ia tetap berjalan. Pintu itu pun membawanya melewati lorong panjang yang sunyi dan gelap, kemudian ia pun melihat suatu titik terang.

“Katakan, EXO! EXO! YAY! Go EXO Go Go EXO, aw! We are.. DERP SQUAD!” seorang lelaki jangkung dari kejauhan melompat-melompat dengan girang. Kedua orang disampingnya sepertinya merupakan anggota tim penggembira yang lain.

Aish, berisik sekali mereka. Ah, sudahlah, pasti mereka tahu dimana tempat tidur itu.”

“Wooh daebak! Hebat sekali Yeolie! Kurasa kita akan memenangkan pertandingan ’itu’ minggu depan! Sehun! Ayo kita sinkronisasikan gerakan kita dengannya!” ucap Kyungsoo dengan mata bulat yang berbinar-binar.

“Bang Soo, muka! Jaga mukamu.” Sehun memeragakan muka Kyungsoo yang terlihat seperti ini O_O

Oopsie~ Hehe, ya sudahlah, ini yang membuat semua wanita terpikat padaku. Aku terlalu imut.”

“Imut? Tidak! Akulah yang paling imut diantara kita bertiga, lagipula aku riang dan selalu membuat para gadis tertawa,” ucap Chanyeol dengan bangga.

Hey sudahlah, kalian tidak ada apa-apanya denganku. Lihat saja, tarianku selalu memikat gadis-gadis cantik itu. Sexy. Itulah yang para wanita inginkan!” kata Sehun tidak mau kalah dengan yang lainnya dan memeragakan tarian andalanya.

Pfft.

“O_O? Siapa itu?!”

“HAHAHA! Kamu bilang itu seksi? Dan apa itu wajah kegirangan serta mata bulat itu, hahaha! Aku tak percaya gadis-gadis menyukai kalian,” ucap Jongin dengan gelinya sambil berjalan mendekati mereka.

“I-i-i-itu bukan urusanmu! Dan kami yakin kamu tidak bisa mengalahkan kami!” gerutu mereka satu persatu tanpa mempersoalkan siapa pemuda asing itu.

Jongin menyeringai. “Heeh~ aku tidak mau kalian pulang menangis tergila-gila olehku, namun jika kalian sangat penasaran, carikanlah tempat tidur pesanan Raja Suho dan aku akan membantu kalian memenangkan kontes itu.”

Derp Squad lalu membentuk lingkaran teletubies, mendiskusikan tawaran itu.

“Ayo kita turuti dia saja, lihat tidak, dengan tertawa saja tiba-tiba sekujur tubuhmu tersengat listrik kecil. Dan kita… Lelaki!” jerit Sehun yang was-was yang tidak-tidak.

“Aku tahu! Tapi aku tidak pernah mendengar nama Raja Suho, kurasa dia dari planet lain O_O”

Hm kita pura-pura bantu dia saja dahulu dan sementara itu kita uji dia dengan mengajaknya berkeliling untuk melihat reaksi para gadis.”

Mereka bertiga pun setuju dengan kesimpulan terakhir Chanyeol dan ketiganya pun lalu melontarkan pandangan serius kepada pemuda misterius itu. Jongin hanya bisa menatap mereka dengan wajah mengantuknya yang kembali lagi membuat ketiga derpies itu yakin.

“B-baiklah. Kami akan membantumu, namun kami ingin menunjukkan isi kota kepadamu terlebih dahulu. Kurasa kamu bukan dari dunia ini, siapa namamu? Dan darimana asalmu?”

“Ah aku? Aku…. Kai, dan aku bukan datang dari sebuah planet, terlalu sulit untuk dijelaskan, namun tujuanku kesini hanya untuk mencari tempat tidur itu.”

Ketiga derpies berpandangan dan memutuskan untuk langsung menemani Jongin berkeliling.

“Oke sebelum itu, namaku Kyungsoo, yang jangkung dan girang disana Chanyeol, sedangkan sisanya…” *plak*

“YAH! Sakit tahu! Baiklah baiklah! Lelaki ‘tampan’ disana bernama Sehun, kita bertiga adalah Derp Squad.” Mereka bertiga lalu memberikan pose derpies dengan bangga.

Heeh… Oke…”

Sesampainya di pusat kota..

“Hei-hei, kau lihat pemuda itu? Krisus, tampan sekali dia.”

“Aku tahu! Kau lihat! Tatapannya itu lho… Membuatku meleleh!!”

Gadis-gadis di pusat kota itu saling menyikut melihat Derp Squad dan Kai lewat di tengah-tengah mereka. Kai tahu gadis-gadis sudah mulai terpesona padanya. Sejak kecil, kemanapun ia dan adik kembarnya, Taemin, pergi, semua mata gadis-gadis pasti akan terpicut.

“Eh bang, tuh lihat ternyata dia memang disukai gadis-gadis,” bisik Sehun kepada dua orang di sebelahnya.

“Tidak! Aku tidak percaya aku  kalah olehnya! O___O” Kyungsoo protes tidak terima.

“Pahit memang kawan-kawan, tetapi lihat, mereka semua benar-benar tergila-gila padanya. Kita pasti menang nanti!” ujar Chanyeol dengan senyuman ‘kegirangan’nya.

“Bodoh! Kenapa kau senang! Bagaimana kalau sampai penggemar kita berkurang nanti?!” Kyungsoo  memukul punggung Chanyeol.

Kai yang mendengar perbincangan kecil mereka bertiga, mengeluarkan seringai andalannya, dan dalam sekelebat mata, semua gadis di pusat kota berteriak histeris melihatnya.

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!”

“Baekhyun!” seorang gadis berlari dengan semangat sampai membentur pintu rumah.

“Aku disini.” sahut seorang lelaki dengan eye smile dan jari-jari lentik yang sedang menyisir rambutnya kecoklatannya di depan cermin. Sang gadis menghampiri si pemuda itu.

“Ada seorang pemuda, dia ada bersama Derp Squad, tapi Krisus, dia tampan sekali!! Kau harus melihatnya Baekhyun!” ucap gadis itu dengan riangnya, sesuatu hal yang jarang Baekhyun lihat akhir-akhir ini, dan hal itu hanya membuat raut wajah Baekhyun menjadi dongkol.

Tsk, jadi begitu? Sekarang kau suka padanya, Hyerin? Lalu bagaimana denganku?” ujar Baekhyun sinis.

“Hahaha, tentu saja kau masih nomor satu untukku, aku  kan hanya mengatakan dia tampan. Lagipula aku belum pernah melihat dia sebelumnya, sepertinya dia datang dari planet lain,” Hyerin lalu mengelitiki Baekhyun sampai ia terpaksa tersenyum kembali.

“Baiklah, baiklah. Awas kamu lain kali, eh bukan.. Tidak ada lain kali untukmu! Kamu kan milikku seorang.” Baekhyun tersenyum lembut dan memeluk kekasihnya itu. Hyerin mengangguk dan tertawa.

Hey pasangan disana! Jangan bermesra-mesraan di depanku! Kalian sengaja mau pamer ya?”

Baekhyun dan Hyerin menengok ke arah sumber suara itu, “Miho!” ujar mereka berdua melepaskan pelukan.

“Miho! Aku baru saja mau mengunjungimu!” Hyerin menghampiri Miho, sahabatnya sejak kecil.

“Yang benar saja, sepertinya kalau aku tidak datang kalian tidak akan lepas.” Miho melirik ke arah Baekhyun.

“Ah apa-apaan kau, sudah kalian disini saja, aku mau pergi,” Baekhyun berdeham, mengganti topik pembicaraan.

“Baekhyun, kamu mau kemana?” tanya Hyerin bingung.

“Aku ada urusan, nanti kuhubungi atau aku ke rumahmu, ok?” Baekhyun mengecup kening Hyerin lalu pergi. Miho hanya geleng-geleng melihat kedua temannya itu.

Baekhyun pergi ke arah kota dan mencari Chanyeol, temannya anggota Derp Squad itu. Dia memang mempunyai urusan dengannya, sekaligus ia penasaran dengan pemuda yang diceritakan Hyerin. Bagaimana mungkin kekasihnya itu dan gadis-gadis lain (menurut Hyerin) sampai tergila-gila pada pemuda itu, biasanya ia sendiri cukup bisa membuat semua gadis jatuh hati padanya.

“Kai, kurasa ucapanmu itu benar, tidak pernah kulihat nenek penjual bubble tea itu terkesima sampai guling-guling seperti itu.. O_O”

Tiba-tiba terdengar teriakan dari seseorang di sebelah nenek itu.

“Nenek! Astaga, kau tidak apa-apa? Sini aku bantu berdiri.“

Kai terkesima sejenak oleh kecantikan gadis itu. Tidak pernah ia melihat gadis yang begitu.. Manis… dan lucu.

Hey, siapa gadis itu?” Kai menunjuk-nunjuk seseorang yang membantu sang nenek.

Mereka bertiga berpandangan lalu tertawa terbahak-bahak. Sehun pun memanggil Luhan, sahabat karibnya sejak kecil.

“Luhan! Kesini sebentar! Akan kujelaskan kenapa nenekmu bisa jatuh!”

Luhan pun berlari kecil dan rambut pirangnya tersibak dengan manisnya tertiup angin sepoi-sepoi yang lewat. Kai yang melihat peristiwa itu, tidak bisa berkata apa-apa untuk debaran jantungnya yang seperti pesawat jatuh, kupu-kupu yang bertebangan di perutnya dan lem kanji yang melekat di bibirnya.

“H-hai..” sapa Kai gelagapan. Dia tak peduli dengan keseksian yang ia miliki hancur dalam satu detik, gadis ini pantas untuk meluluhkan hatinya kalbu.

Derp Squad pun kembali tertawa tidak terkontrol dan tawa itu hanya berupa melodi manis bagi Kai yang sudah buta oleh daya tarik Luhan. Sedangkan Luhan, yang sepertinya mengerti keadaan aneh yang biasa menimpanya, lalu menepuk pundak Kai. Tentu saja, Kai kelabakan dengan keberanian perempuan manis yang baru ia temui itu.

“Pemuda… Kamu pasti berpikir bahwa aku manis dan lucu, benar bukan?”

Kai mengangguk pelan, masih terpesona dengan keindahan Luhan. Ketiga derpies hanya tertawa dan memberikan tatapan ‘Selamat ya’ sampai menangis.

“Kuberitahu kau satu hal, kenyataan yang akan menamparmu ini, jangan sampai kau pingsan. Aku sudah kelelahan menggotong nenek tadi, hah tidak kusangka berat dia naik, akan repot jika kau juga jatuh.”

Kai lalu bingung dan tegang, ia pun memberanikan diri bertanya kepada Luhan.

“Apakah kau… Sudah ada yang memiliki..?”

Luhan menggeleng dan itu membuat beban 100 ton di hati Kai terangkat.

“Lalu, apa kenyataan yang ingin kau sampaikan itu?”

“Lelaki. Aku lelaki tulen.”

Ketiga derpies tidak tahan dengan ekspresi yang Kai timbulkan dan langsung berguling-guling di tanah. Sedangkan Kai, merasa dipermalukan, lalu tertunduk malu dan tidak berani menatap Luhan. Luhan yang sudah terbiasa dengan hal ini pun menepuk-nepuk punggung Kai.

Aish, aku tahu akan begini jadinya. Ayo bangun dan mari duduk di sana, akan kuberi kau bubble tea gratis kesukaanku dan Sehun.” Kai pun mengangguk dan mengikuti Luhan.

Baekhyun yang selama ini memperhatikan Kai dari balik dinding pun akhirnya keluar dan menyeret Chanyeol ke dekatnya.

“Oh! Hey yo wassup Bacon!

“Tidak baik. Kudengar dari Hyerin ada seorang lelaki yang sangat tampan, diakah itu?” Baekhyun lalu menunjuk-nunjuk Kai yang sedang menikmati bubble tea-nya.

“Iya, itu dia. Dia memang tampan bukan? Ah, bukan keputusan yang salah membawa dia berkeliling.”

“Hm? Apa maksudmu?”

“Kau tahu pertandingan ’itu’ bukan? Dengan membawa Kai masuk Derp Squad, kurasa kita bisa menjadi pemenangnya. Hadiah itu, kau tahu betapa bahayanya jika jatuh ke orang yang salah.”

Haah, kurasa hasil pemikiranku yang ingin kubicarakan denganmu tidak berguna. Sudah ada solusinya tuh,” ucap Baekhyun kesal yang mau tak mau ia pun mengakui bahwa Kai memang ada di kelas pemuda tampan.

“Haha ayo, kukenalkan kau padanya!” Chanyeol pun tanpa segan-segan menarik Baekhyun menuju rombongan gembira itu.

“Miho! Kamu benar-benar harus melihat pemuda itu! Dia sangat menawan! Segalanya terlukis sempurna di dirinya,” sorak Hyerin begitu gembira dan semangatnya.

“Ah, tidak mungkin. Bukankah katamu pacarmu itulah yang paling tampan di planet ini? Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih tampan daripada pacarmu itu.”

“Tidak.. Psst jangan katakan ini pada Baekhyun, tetapi sungguh Miho, dia mengalahkan Baekhyun!”

Miho yang terkesima oleh sahabatnya yang sampai berani berkata bahwa ada yang lebih tampan daripada pacarnya itu pun membuat Miho penasaran.

“Oke, akan kucari dia dan kubuktikan bahwa kau itu salah Hyerin. Pinjam sepedamu ya!”

Miho pun memutuskan untuk mencari pemuda tampan itu ke pusat kota karena Hyerin melihatnya disana tadi.

“Dimanakah dia… Apa dia sudah berjalan jauh meninggalkan kota? Ah tidak mungkin, mengingat ia bersama para Derp Squad itu, pasti banyak ‘rintangan’ dalam perjalanan,” gumam Miho pada dirinya sendiri.

Ia lalu mendengar suara keramaian dari arah Barat Laut, “Ah pasti mereka disana! Dimana ada semut pasti ada gula! Eh maksudku… Dimana ada gula pasti ada semut!” Ia pun berbelok dan mengayuh sepedanya dengan semangat. Dan….

JEDGER. GEDUBRAK. BRAAAK. SREEET.

“ADUUUH!!”

Semua orang menjadi hening sesaat…

“Aduuh, ah, sial, sikuku terbaret.” Miho mencoba berdiri, tidak lama kemudian ia mendengar erangan seseorang, ia pun baru sadar ada orang lain yang menjadi korban dalam kecelakaan kecil ini.

“Astaga! Maafkan aku, ya ampun, apakah kau baik-baik saja?” Miho menyodorkan tangannya pada pemuda yang jatuh tertunduk di depannya. Ia tidak mengubris uluran tangan Miho dan langsung berdiri.. Rambutnya hitam, tatapan matanya begitu dalam, membuatmu larut di dalamnya. Kulitnya yang tan kecoklatan justru memberikan kesan seksi, bibirnya… Terbuka… Dan…

“HEI! KAU BODOH ATAU BODOH SIH? TIDAK PUNYA MATA YA?? BISA NAIK SEPEDA TIDAK SIH? JANGAN-JANGAN BERJALAN PUN KAU BELUM LANCAR! BAGAIMANA KALAU AKU MATI? KAU MAU TANGGUNG JAWAB HAH?!” Pemuda tampan di hadapan Miho itu langsung mengeluarkan semua amarahnya sampai urat-urat di lehernya terlihat seperti mau putus.

“Kai! Kau baik-baik saja? Tenang Kai tenang, kepalamu mendidih dan berasap seperti panci gosong,” Chanyeol menghampiri Kai dan mengipasinya.

Kyungsoo O_O

Melihat kejadian naas itu, Sehun pun pergi meminta es batu pada nenek Luhan (atau sebenarnya ia mengikuti Luhan kemana-mana).

“Miho?! Apa yang kau lakukan disini?”

“Baekhyun!”

“Jadi kau kenal dengannya?!” Kai menoleh pada Baekhyun.

“Ya, dia teman baik pacarku,” jawab Baekhyun tenang.

“..dan dia teman baikku, kenalkan, Kai ini Baekhyun, Baekhyun ini Kai,” ucap Chanyeol sambil tersenyum lebar sumringah.

Kai menyambut jabat tangan Baekhyun, tetapi masih menatap Miho tajam.

“Err.. Bagaimana kita pergi makan siang? Kalian pasti lapar, ya kan? Apalagi kamu yang baru datang Kai, anggap saja ini pesta penyambutanmu, setuju? Aku yang bayar.” Chanyeol berusaha memecahkan suasana yang teramat canggung di tengah jalan itu.

“Baiklah, aku akan pergi menjemput Hyerin dulu,” Baekhyun mengawali membuka mulut, dan pergi.

Kai sebenarnya ingin protes tetapi mengingat perutnya yang mulai menjerit-jerit, lebih baik ia menurut saja, mumpung makan gratis. Kapan lagi bisa makan gratis?

Kai berjalan duluan menuju restoran di seberang jalan, dan Miho mengikutinya dengan takut-takut tetapi masih terpesona di belakang Kai. Chanyeol harus menyeret Kyungsoo yang masih bengong O_O  sedangkan Sehun…

“Sehun!! Kamu mau makan bersama kami atau makan Luhan saja?! Cepat kemari! Bawa saja Luhan sekalian!” teriak Chanyeol kepada Sehun yang tidak kunjung kembali dari toko bubble itu.

Akhirnya mereka semua makan siang bersama di restoran…

“Selamat siang! Saya Lay yang akan melayani Anda semua. Apakah kalian sudah siap memesan?” seorang pelayan bertopi unicorn menghampiri meja mereka.

“Aku pesan nomor  1.”

“Nomor 3.”

“Nomor 6 dan 7.”

“Nomor 6 dan 30.”

“Nomor  10 dan 8,” ucap Sehun dan Luhan mengakhiri order yang cepat itu.

“B-baik…. Tetapi maaf, bisakah kalian ulangi pesanannya?” Lay menjawab kebingungan.

Kai langsung naik darah, “Kau ini bagaimana sih?! Dicatat tidak tadi? Cih nomor 1, satu. Dua untuk nomor 6, lalu nomor 7, 8, 10 dan 30. Masih bingung?”

“Maaf, tidak, dan terima kasih!” ujar Lay yang langsung bergegas kembali ke dapur.

“Tunggu!” Kai menghentikan Lay. Lay pun berbalik menghadap Kai.

“Karena kesalahanmu kau harus memberikan makanan gratis atau diskon untuk kami.” Kai tersenyum licik.

Lay pun hanya bisa menarik nafas dan undur diri.

“Oh iya, kenalkan itu Hyerin, Kai.”

Hyerin tersenyum pada Kai, Kai hanya mengangguk kecil.

“Hey, kau janji padaku ingat?” Baekhyun menarik tangan Hyerin yang menopang dagunya.

“Iya iya aku tahu, tenang saja lah.”

Kyungsoo yang sudah kembali dari alam mimpi, menjelaskan sekali lagi pada semuanya tentang strategi Derp Squad untuk merekrut Kai di kompetisi mendatang. Dalam pembicaraan, berkali-kali Chanyeol tersenyum lebar seperti orang idiot, Sehun tidak memperhatikan karena terlalu asik dengan Luhan, Baekhyun banyak memberikan komentar, sedangkan Kai selalu mendengus dan menguap atau menyeringai dengan jahilnya. Miho dan Kai kerap kali bertukar pandang, namun mereka langsung membuang muka.

Mereka terlalu larut dalam diskusi sehingga tidak menyadari kehadiran Lay di dekat mereka yang mendengar semuanya itu.

“Ini aku, ya, kita dalam bahaya, Derp Squad merekrut orang baru, dia memiliki kharisma yang luar biasa hebat, bahkan dia berhasil membujukku memberikan makanan gratis! Kita harus segera mengadakan pertemuan, ya, baiklah, sampai nanti.” Lay menutup teleponnya.

Di seberang sana…

“Baik, sampai nanti.” seorang pemuda dengan pipi tembem menggemaskan seperti bakpao menutup telepon.

“Abang Lay? Apa katanya?” tanya seorang pemuda yang sebenarnya tampan, tetapi.. Entah ada apa dengan dirinya yang membuatnya terlihat gelisah.

“Darurat, bawa Tao kemari, Chen” ujar pemuda berpipi bakpao yang setelah diusut-usut memiliki nama Xiumin.

“Taemin! Dimana kakakmu itu? Aku baru saja melihat absen di petugas ujian itu, nama dia belum tercentang dan sekarang sudah hampir waktunya untuk memulai ujian kalian di Bumi!” ujar Raja Suho yang mencemaskan anaknya itu.

“Papa mempercayakan kak Jongin kepadaku bukan?“ balas Taemin dengan tenang.

“Betul.. Tetapi aku juga perlu tahu dimana keberadaan anakku itu!”

“Dia ada di EXO PLANET pa, aku yang mengirimnya kesana.”

“APA!? Untuk apa kamu membawanya ke planet yang tidak mempunyai pemimpin itu?! Astaga, Taemin!”

Sshh– akan kubuktikan kakak tidak apa-apa, lagipula disana hampir akan dimulai pertandingan ‘itu’. Papa tahu sendiri kelebihan kakak dan hal ini bisa membantunya menyadarkan potensi yang sebenernya papa turunkan kepadanya.”

Raja Suho terdiam sejenak, lalu mengelus-elus kepala Taemin. “Memang kamu benar-benar mewarisi kepintaran mamamu, haruskah kita menengok dia?”

“Boleh, tetapi biarkan aku selesaikan ujian ini dahulu, aku tidak mau ketinggalan momen berharga ini,” ujar Taemin yang lalu tersenyum licik penuh kebahagiaan.

“Hahaha! Baiklah anakku. Kris! Kemarilah.”

Kris, penasehat Raja Suho yang sudah setia kepadanya selama 7 tahun pun berlari kecil mendekat.

“Ya, Baginda?”

“Siapkan time portal beserta kuda terbangmu, kita akan pergi menjemput Jongin beberapa hari lagi.”

Eh.. Baiklah baginda.”

“Kak Tao! Boneka panda yang kakak janjikan itu mana? Aku tidak mau kakak berkata bahwa kakak pandanya…” tutur seorang gadis kecil yang menarik-narik celana Tao.

“Yah… Ketahuan, nanti deh ya, setelah memenangkan pertandingan itu, kakak akan membelikanmu boneka panda itu! Tetapi aku masih berpikir bahwa aku lebih mirip Panda daripada boneka-boneka Panda itu…”

“Aaah! Kakak!” Jinhyo pun memukuli kakaknya dengan kesal, Tao hanya bisa tertawa.

“Tao!”

Seseorang memanggilnya dari depan pintu rumahnya, dari suaranya, Tao menebak itu abang Chen.

Hey bang Chen! Ada apa?” Tao membuka pintu lalu mempersilahkan Tao untuk masuk.

“Ah terima kasih, dan kita tidak punya waktu Tao, ayo cepat ikut aku dan pergi menemui abang Lay dan Xiumin! Rival kita, muncul.” Chen memberikan tatapan serius yang mendalam kepada Tao dan Tao tahu, ketika abang Chen bersikap seperti ini, sesuatu yang benar-benar buruk sedang terjadi.

“Hyo, kamu tunggu di rumah ya atau bermainlah bersama Kookie dan Haroro, kakak ada urusan sebentar.”

Mmhm, baiklah kak.”

Sesampainya di rumah Lay…

“Abang Lay, Xiumin! Kami datang. Ada apa?”

Oy ya Tao, Chen, kemarilah. Kalian pasti sudah mendengar keributan gadis-gadis sejak pagi tadi bukan? Terlalu ramai, fans Baekhyun pun tidak ada yang meneriaki dia seribut tadi.”

Hmm aku memang mendengarnya, tetapi tidak terlalu kupikirkan, ada apa?”

“Dia bersama Derp Squad. Kurasa mereka merekrut pemuda itu bersama mereka. Kalau tidak salah… Namanya Kai. Kalian tahu, kalau sampai dia masuk, tamatlah kita.”

“Akan kuperlihatkan kemampuan wushu rahasia yang bahkan mamaku saja tidak tahu bang! Juri pasti akan terkesima oleh itu. Lagipula abang Lay bisa memamerkan kemampuan dance yang sudah diakui nomor satu di planet ini! Abang Xiumin bisa membantumu juga! Dan abang Chen, dengan tatapan dalam itu dan suara jernihmu, segalanya sempurna.”

“Tetapi kita tidak mempunyai kharisma itu! Aku melihat Miho bersama mereka… Dan bahkan Miho pun terlihat terpesona oleh Kai… Aish Miho, kenapa bukan aku saja?! Aku pasti akan mempunyai kharisma itu jika Miho bersamaku,” gerutu Lay yang semakin stress.

Xiumin tersenyum lalu berkata… “Hey tenang, aku mempunyai trik rahasia untuk kita, jadi…”

TBC

**

THANKS FOR READING 😀 WE OPEN BAD AND GOOD COMMENTS, BUT STILL ! KEEP RESPECT 😀

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE ALL ABOUT EXO: @EXO1st

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE FANFICTION : @EXO1st_INA

ALSO RECEIVE PRIVATE EMAIL 😀 JUST SENT TO : ask.exo1st@yahoo.com

exofirstwonderplanet@yahoo.com

VISIT OUR WORDPRESS : exo1stwonderplanet.wordpress.com

ORIGINAL MADE BY @FAB_CINTA @VALERIEGEGEE , NO PLAGIRISM.

If you interest become official author or freelance author, please see https://exo1stwonderplanet.wordpress.com/ff-freelance/

Advertisements

Tagged: , ,

6 thoughts on “EXOtic’s FICTION “WE ARE ONE” – Part 1

  1. Park Josei August 26, 2012 at 5:20 AM Reply

    D.O-yaaaaaa lucu abis owaaaaa #applause

    • exo1stwonderplanet August 26, 2012 at 12:18 PM Reply

      ecieee.. Kia pagi2 buka wp 🙂

    • Cha Miho August 27, 2012 at 3:17 AM Reply

      Kyaaah~ DO emang harusnya munyu2~~ :3 maaci dah baca yaa!
      -Miho-

  2. jungrae__ September 29, 2012 at 5:01 PM Reply

    ANNYEONG CHINGU-YAH!!
    aw lucu banget ficnya gua mupeng selama membaca ihihihi
    write more soal taem! kkk gua suka bgt taem & jongin dijadiin kembaran ❤
    derp squad omg want ahahahah
    super likeyyy! mau baca part2 nya skrg~
    hwaiting!

    • Cha Miho October 3, 2012 at 3:09 PM Reply

      Heyaa, makasih makasih 🙂 Sips, tancap terus yaw 😀

  3. iea March 29, 2014 at 3:07 PM Reply

    maaf y chingu…aku izin liat dulu..aku kira ini ff just like u ga taunya link yg dlibrary yg salah..mav y aku bukan siders..tp linknya salah..aku belum baca koq..nanti kalo udah baca aku komen lagi…gomawo…^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: