EXOtic’s FICTION “Creepy KI2S” – Part 1

EXOtic’s Fiction

Exo1stwonderplanet.wordpress.com

“Creepy KI2S”

Author : @heenimk

Title: Creepy K12S (Chapter 1)

Main Cast:

EXO-K Suho, EXO-K Sehun, Eun Aeryung

Genre: Sci-fi, Romance, Fantasy

Length: Multi Chapter

Disclaim : SEMUA FANFICTION YANG DIPOST exo1stwonderplanet.wordpress.com adalah milik author yang menulis. DO NOT POST ANYWHERE WITHOUT ANY PERMISSION. And after read, please give comment^^ Every words from EXOWPers is A GOLD! *bow*

“…Benar, itu artinya setiap roh punya berjuta masa lalu, sebelum mereka ‘terlahir kembali’ menjadi diri mereka yang sekarang. Dan fungsi setiap lipstick itu, adalah mengembalikanmu kembali ke dunia pada salah satu masa lalumu, sebelum roh-mu direinkarnasi.”

_____________________________

Eun Aeryung terpana menatap sederet benda mungil berkilauan di hadapannya. Meski terhalang etalase kaca, buttery balm tampak terjejer rapi menggelitik sisi feminin gadis itu. Rambut panjang yang terurai sempurna, wajah mungil, dress selutut yang manis, dan sapuan tipis bedak di kulit putihnya. Apalagi yang terasa kurang pada gadis itu, selain lip butter edisi terbatas yang hanya diproduksi hari ini?

Aeryung menggeleng cepat, menepis kuat keinginan untuk membawa pulang salah satu seri buttery balm yang tengah marak menjadi perbincangan gadis-gadis muda di Korea Selatan. Setidaknya, tidak, karena sekarang ia sedang melakukan grocery shopping dengan namja itu. Berbeda jika kini ia bersama eomma, Aeryung bisa merengek agar wanita paruh baya itu membelikan benda mungil di depannya yang tergolong mahal. Tapi dengan namja itu?

“Ya, ppali, kau sudah selesai?”

Namja itu, dengan satu telinga terpasang earphone, berseru memanggil Aeryung. Kedua tangan namja itu bersidekap enggan. Sebuah troli berisi penuh bahan makanan terletak tepat di samping namja itu bersandar. Aeryung menatap miris lip butter dari luar etalase kaca, mengucapkan byebye pada seri cotton candy shade yang paling ia inginkan.

Dengan asal gadis itu meraih sebuah kotak dari tumpukan sereal di sebelahnya, berbalik, dan meletakkan sekotak cornflakes ke dalam troli mereka.

Tsk, hanya memilih sereal lama sekali.” Dengus namja itu malas.

Aeryung mengernyitkan kening, menatap tajam ke arah namja itu. “Berhentilah mengeluh seperti anak kecil, oppa.” Seru Aeryung kesal, berjalan mendahului namja itu melewati rak sayuran segar. Beginilah jika mereka berdua melakukan grocery shopping. Pertengkaran kecil? Jangan ditanya.

Namja itu tergesa meraih lengan gadisnya, perlahan turun dan beralih meraup tangan mungil gadis itu ke genggamannya. Merasakan tautan jemari keduanya semakin erat di dalam saku mantel namja itu, Aeryung mengulas senyum melihat sifat kekanakan namja-nya.

Tsk, sekarang siapa yang merengek meminta perhatianku?

“Oppa, tunggulah dulu di mobil, ada sesuatu yang lupa kubeli. Titipan eomma.” Pinta Aeryung, berbohong, tepat setelah mereka selesai membayar di kasir. Rupanya akal sehatnya masih bekerja baik, mengolah ide brilian untuk membeli buttery balm tanpa sepengetahuan namja itu.

Namja itu hanya mengangguk menurut dan mendorong troli berisi belanjaan mereka keluar. Setengah berlari Aeryung menghampiri etalase kaca tadi.

Aish, apa tadi aku salah lihat?

Aeryung mengusap matanya pelan, menelisik etalase tempat beragam kosmetik itu terpajang. Nihil, sederet benda mungil incarannya seakan lenyap.

“Kau mencari ini, agasshi?”

Satu uluran tangan sontak membuat gadis itu terlonjak kaget. Mata Aeryung menangkap sebuah kotak cantik di tangan sosok asing itu. Perpaduan metallic gold-nya terlihat menawan. Sekejap kesadarannya seperti tertarik masuk ke dalam olahan warna benda itu, membuat halmeoni yang mengulurkan kotak mungil padanya mengulas senyum simpul. Perlahan sepasang tangan keriput beringsut membuka kotak itu, memperlihatkan sederet…

Igo…Lipstick? Lip butter? Aish, mereka semua berderet manis sekali.

“Kau pasti tak akan menyesal, aku akan memberinya padamu secara gratis. Eotte?”

Aeryung menimang tawarannya.

Gratis? Penawaran seperti itu justru membuatku curiga.

Seolah mengerti, halmeoni itu mengendik ringan ke arah etalase kaca di samping mereka.

“Kalau yang kau cari adalah satu set lip butter yang diproduksi terbatas, maka kupastikan kau tidak bisa mendapatkannya. Produk itu sudah habis terjual dan itu stock terakhir di Seoul.”

Aeryung mengerjap takjub melihat kemampuan halmeoni itu membaca pikirannya.

“Jadi, bagaimana, agasshi?”

***

“Aeryungie, kkaja. Makan malam sudah siap.”

“Ne, oppa, sebentar aku ke sana.” Sahut Aeryung, balas berseru dari dalam kamar.

Sudah dua jam sejak gadis itu tiba di rumah, tapi perhatiannya tak kunjung lekang dari kotak menawan pemberian halmeoni tadi. Benar, setelah pemikiran panjang, ia memutuskan menerima kotak itu. Sosok mungil gadis itu masih betah duduk berlama-lama di depan meja riasnya, menghadap cermin. Memainkan kotak kecil itu dengan kedua tangannya.

Membuka, menutup, matanya begitu terpukau pada sederet lipstick yang terbaring rapi, tepatnya, 12 lipstick itu benar-benar mirip dengan satu set lip butter yang gagal ia beli.

“Cotton candy shade looks like a cotton candy color, baby pink with a little hint of purple, a nude color shade.” Tiru gadis itu, saat sebaris kalimat iklan lip butter terlintas di pikirannya. Ia mengambil satu di antara 12 lipstick pengisi kotak itu.

Melepas tutup lipstick itu, perlahan Aeryung memoles benda warna soft pink itu di bibirnya. Gadis itu tersenyum puas pada cermin, nude color seperti dugaannya, tampak pantas.

“Oppa pasti menyukai warnanyㅡ” Belum sempat Aeryung menyelesaikan kalimatnya, sontak kedua matanya membulat saat seberkas cahaya merambat muncul dan menyapu penglihatannya. Membuat gadis itu memejamkan matanya erat karena terlalu silau, nafasnya tercekat untuk sekedar berteriak. Aeryung hanya bisa menggenggam kotak mungil itu kuat, menepis segala khayalan aneh yang sempat-sempatnya terlintas.

…..

“Ya, Eun Aeryung, cepat keluar!!”

Tak lama pintu kamar gadis itu terbuka. Namja itu masuk dengan raut wajah kesal. Makan malam buatannya sudah dingin karena gadis itu tak kunjung keluar dari kamar. Sejenak amarahnya tertahan dan berganti menatap heran ke sekeliling kamar gadis itu. “Aeryungie? Neo oddiga?”

Sosok gadis itu lenyap.

***

“Aeryung-ssi, kau cantik sekali.”

Sebuah pujian hangat memaksa gadis itu membuka mata.

Aeryung mengerjap merasakan sapuan ringan lipstick di bibirnya. Sosok pemilik suara tadi, seorang ahjumma, tersenyum ramah padanya setelah selesai memoles bibir gadis itu. Tangan ahjumma itu beralih merapikan maria veil yang tersemat cantik di atas rambut Aeryung.

Tunggu. Maria veil?

“Warna ini cocok sekali untukmu, Suho-ssi memang jeli.” Ahjumma itu mengalihkan lipstick itu ke dalam genggaman Aeryung, gadis itu memainkan ragu lipstick bertuliskan nama ‘Suho’ di tangannya, bingung.

“Jeongseonghaeyo, ini di mana..? Nuguseyo..?”

Ini jelas, bukan kamarku.

Ahjumma itu balas menatap Aeryung tak percaya, seakan gadis itu baru saja melontarkan pertanyaan terbodoh sepanjang eksistensi kehidupannya.

“Aku tahu kau gugup, Aeryung-ssi, setiap mempelai wanita memang akan sedikit mengalami amnesia ringan di hari bahagia mereka.” Ujar ahjumma diikuti sebuah tawa kecil.

M-mempelai wanita? Aku?

Aeryung melempar pandangannya pada cermin, nyaris saja ia berteriak ketika menangkap pantulan tubuhnya mengenakan wedding dress putih. Beruntung, sepasang tangannya yang sudah terbalut sarung tangan putih reflek membekap mulutnya sendiri.

“A-aku..”

“Suho-ssi sudah menunggumu, kkaja.” Dorongan halus mengusik keterkejutan gadis itu, setengah terhuyung Aeryung berjalan ke arah dorongan tangan ahjumma itu. Menuju sosok namja dengan tuxedo hitam yang tengah berdiri memunggunginya.

“Op-oppa..?” Ucap Aeryung hati-hati, berharap ini semua hanya lelucon tidak lucu dari namja itu, berharap ini hanya bagian dari segelintir kejahilan namja itu padanya, seperti biasa.

Sosok namja itu berbalik badan, dan seketika Aeryung merasa sekujur tubuhnya meremang. Nafasnya kembali tercekat. Apa ia benar-benar amnesia?

Dia…Bukan oppa. Lalu siapa namja asing ini?

Wajah namja ber-tuxedo itu..tampan, terlalu sempurna seakan ia baru saja meloncat keluar dari buku dongeng. Aeryung memandang penuh ke arah wajah asing itu tanpa berkedip.

“Aku tahu aku tampan, chagiya.” Namja itu berdehem pelan, semburat merah samar muncul di kedua sisi wajahnya. Membuyarkan lamunan Aeryung, membuat gadis itu salah tingkah.

“Nuguseyㅡ”

“Pendeta sudah menunggu kita, kkaja.” Namja itu menarik tangan Aeryung tergesa namun sarat kelembutan.

Ya! Apa orang-orang ini selalu suka menyela perkataanku?!

“Suho-ssi.” Ucap Aeryung setelah mengingat nama sosok asing itu.

Berhasil. Namja itu, Suho, berhenti dan berbalik menatapnya.

Aeryung menatap canggung pada cengkeraman erat namja itu di pergelangan tangannya. “Nuguseyo..?”

“Mwo? Aeryungie, jangan bercanda di saat penting seperti ini.”

“Aku tidak bercanda, Suho-ssi. Akuㅡ”

“Aish, jangan bilang kau terlalu gugup karena hari ini hari pernikahan kita, chagiya.”

Suho memberi satu kecupan singkat di pipi gadis itu. “Tenanglah, arasseo?”

Aeryung menatap namja itu tak percaya. Kalau bukan gila, maka namja itu pasti salah orang. Bagaimana mungkin ia menjadi mempelai namja yang bahkan baru sekali ini ia temui?

“Kau pasti salah orang, Suho-ssi.”

Sontak Suho gelak tertawa. Diraihnya tubuh mungil Aeryung, memeluk sayang gadis itu. “Aku tidak mungkin salah mengenali kekasihku, Eun Aeryung.”

Bisikan lembut tepat di telinganya membungkam Aeryung, gadis itu terdiam.

Benar. Namja ini pasti sakit jiwa.

“Sudah, berhenti bercanda, chagiya. Pendeta dan para undangan akan marah jika terlalu lama menunggu. Kkaja.” Ujar Suho seraya kembali menarik tangan Aeryung.

Gadis itu pasrah saat tangan Suho menuntunnya menuju sebuah pintu ukiran yang cantik.

Seruan riuh saling bersahutan begitu mereka melewati pintu itu, tampak banyak orang berdiri dan memandang iri sekaligus gembira ke arah mereka. Aura bahagia terasa jelas menguar di hall megah itu. Aeryung menelan ludah. Mendongak menatap Suho, Aeryung tertegun mendapati jantungnya berdetak tak karuan saat melihat namja itu tersenyum sangat lembut ke arahnya. Wajah gadis itu memanas. Apa benar ia telah jatuh cinta..?

Jatuh cinta pada namja aneh yang meng-klaim-nya paksa sebagai mempelai wanitanya, memeluknya, mengecup pipinya, dan sekarang, membawanya berjalan menuju altar..?

Setelah serangkaian pemberkatan panjang, kini tiba pada acara puncak prosesi pernikahan mereka, apalagi kalau bukan berciuman?

Keduanya saling berhadapan. Aeryung tertunduk malu, bagaimana tidak? Ia akan berciuman dengan namja yang baru ia kenal hari ini dan mengesahkan pernikahan mereka, namja aneh yang bertingkah seakan mereka telah lama mengenal.

Mianhaeyo, siapa pun yeoja yang seharusnya berada di posisiku…

Aeryung memejamkan kedua matanya saat wajah Suho mendekat, gadis itu meremas lengan namja itu saat deru nafas mereka saling bertubrukan. Perlahan sebuah material terlembut menyentuh bibir gadis itu. Menghisap setiap belahannya dengan lembut, membuai gadis itu. Mata Aeryung mengernyit kaget saat cahaya itu kembali muncul, menyilaukan bahkan pada sepasang kelopak matanya yang masih tertutup erat.

***

“Ya! Kau gila, Aeryung-ah!”

Terdengar seruan seseorang memanggil namanya.

Aeryung mengerjap membiasakan cahaya melalui retina matanya. Ia memandang kaget pada sosok di depannya. Seorang yeoja. Dari seragam yeoja itu, seperti..anak SMA?

Ya! Tidak sopan sekali bocah ini memanggilku ‘Aeryung-ah’?

Pandangan Aeryung beralih pada lipstick dan cermin yang berada di tangannya sendiri. Sebuah lipstick berwarna peach yang cantik. Matanya membulat takjub. Lipstick ini, apa benda ini yang menyebabkan semua hal aneh terjadi padanya? Ia merogoh sakunya mencari kotak mungil berisi lipstick itu, tepat. Aeryung menautkan satu alisnya, saat mendapati pakaiannya sendiri..sama dengan milik yeoja itu.

Aku..? Baju seragam sekolah..?

Aeryung bertambah bingung saat membuka kotak mungil itu, hanya ada 10 lipstick di dalamnya. Menjadi 11 jika ditambah lipstick di tangannya sekarang. Ada satu lipstick yang menghilang, dan itu adalah lipstick berwarna soft pink yang ia gunakan di kamarnya tadi.

“Aeryung-ah, cepat sembunyikan.” Yeoja asing itu beringsut menutup lipstick dan cermin di tangan Aeryung dengan buku saat seorang wanita paruh baya berjalan melewati mereka.

“Jung sonsaengnim.” Sapa yeoja itu sopan. Sementara Aeryung hanya menunduk kikuk ke arah wanita paruh baya di hadapan mereka.

“Yoobin, Aeryung, kalian tidak boleh mengobrol di perpustakaan, arasseo?”

“Arasseo, sonsaengnim.” Yeoja itu menyahut cepat.

Yeoja itu, Yoobin, menghela nafas lega begitu wanita paruh baya itu berjalan menjauh.

“Aeryung-ah, kau benar-benar gila. Nekat sekali kau berdandan di perpustakaan, huh? Tsk, hanya karena dibutakan oleh cintamu pada namja itu? Oh, ayolah, Eun Aeryung, baru kali ini aku melihat yeoja yang begitu serius, mengejar-ngejar namja neat yang setiap hari kerjanya hanya berkencan dengan buku-buku di perpustakaan ini. Memang benar namja itu termasuk sunbae populer dengan semua prestasi akademiknya di sekolah ini, tapi, kau tidak mungkin bersaing dengan buku-buku tebal miliknya dan hey!” Yoobin berseru kesal, melihat lawan bicaranya malah melihat ke arah lain.

Perhatian Aeryung terpecah oleh sosok wanita paruh baya tadi. Rasanya mirip dengan seseorang yang ia kenal. Tapi siapa?

Wanita paruh baya itu…Geurae!

Mirip sosok halmeoni yang memberiku lipstick aneh ini.

Aeryung beralih kaget menatap Yoobin, kesadarannya terkumpul.

“Kau tidak mendengarku?” Yoobin bersungut, Aeryung tersenyum canggung sambil menunjuk pipinya yang tercoret lipstick. Sengaja, mencari alasan agar ia bisa menyingkir dari yeoja berisik itu, barang sejenak. Ada hal yang harus ia pastikan.

“Aku akan keluar untuk membeli tissue, Yoobin-ah.”

…..

“Jung sonsaengnim.” Aeryung berani melangkah mendekati sosok itu, saat dirasa hanya ada mereka berdua. Suasana koridor saat itu lenggang. “Atau harus kupanggil…Halmeoni?”

Wanita paruh baya itu berbalik dan balas tersenyum ramah. “Matamu jeli sekali, Aeryung-ah. Malhaebwa, pasti banyak yang ingin kau tanyakan padaku, bukan?”

Lipstick apa ini?” Tanpa basa-basi Aeryung menanyakan tujuan utamanya.

K12S, produk percobaan. Yang sekarang kau pakai adalah contoh sampel dari penelitian yang sedang coba kami kembangkan.” Wanita itu bersandar santai pada dinding, tak berminat meladeni tatapan tajam Aeryung.

“Jangan bertingkah macam-macam, Eun Aeryung. Ini bukan duniamu. Dan harusnya kau bersyukur karena aku mau repot-repot datang melihat keadaanmu, di dunia ini.”

“Apa maksudmu?”

Lipstick itu, sejenis time capsule yang dapat mengirimmu kembali pada dunia di masa lalu roh-mu secara random. Kau pasti pernah mendengar istilah reinkarnasi, bukan? Benar, itu artinya setiap roh punya berjuta masa lalu, sebelum mereka ‘terlahir kembali’ menjadi diri mereka yang sekarang. Dan fungsi setiap lipstick itu, adalah mengembalikanmu kembali ke dunia pada salah satu masa lalumu, sebelum roh-mu direinkarnasi.”

Aeryung menatap kotak mungil di genggamannya tak percaya.

“Ada 12 macam lipstick di kotak itu. Dan kau, gadis beruntung yang bisa mencobanya. Mencoba pergi dan mencicipi ke 12 masa lalumu. Seingatku kemarin kau sudah mencoba creamsicle, lipstick berwarna soft pink, itu, bukan? Dan, wuush! Kau langsung berada di Seoul 1987 saat di mana kau adalah Eun Aeryung yang akan menikah dengan Suho, suamimu di masa itu.”

“Aku ingin kembali. Aku tidak tertarik mengintip masa lalu roh-ku, halmeoni. Jadi biarkan aku kembali pada duniaku yang seharusnya.”

“Sayang sekali, Aeryung-ah. Untuk kembali, kau harus menyelesaikan ke 12 lipstick itu.”

“A-apa maksudmu?”

“Sudah kubilang, satu lipstick untuk satu masa lalu. Jika semua lipstick sudah kau gunakan, kau bisa kembali pada duniamu yang sekarang.”

“Ada syarat penggunaannya, Eun Aeryung, tidak bisa sekaligus memakai semua lipstick.” Wanita itu berujar santai, seolah memahami ekspresi Aeryung yang seakan mengatakan ‘hanya memakai lipstick kan, tinggal kupakai saja semua sekaligus.’

“Setelah kau memakai creamsicle kemarin, kau terlempar ke Seoul 1987 dan di sana kau berciuman dengan Suho, lalu kau langsung terlempar ke masa Seoul 1920 ini, bukan?”

Aeryung merasakan kepalanya mulai pening. Jadi, kali ini ia berada di Seoul, tahun 1920?

“Setelah kau memakai lipstick itu, kau harus berciuman dengan namja yang namanya muncul di lipstick itu, baru kau bisa berpindah masa. Jangan khawatir, karena sesaat setelah berpindah masa, kau akan menemukan dirimu tengah memakai lipstick berikutnya secara otomatis.”

Aeryung beralih menatap macaroon, sebuah lipstick berwarna peach di genggamannya. Tertera nama ‘Oh Sehun’. Jadi, kali ini ia harus berciuman dengan namja ini?

Bruk! Tubuh gadis itu ambruk seketika.

“Eun Aeryung!!” Seruan Yoobin memenuhi koridor lenggang itu. Menolong Eun Aeryung, sahabatnya, yang entah kenapa jatuh tak sadarkan diri.

Sosok wanita itu menghilang.

TBC

THANKS FOR READING 😀 WE OPEN BAD AND GOOD COMMENTS, BUT STILL ! KEEP RESPECT 😀

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE ALL ABOUT EXO: @EXO1st

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE FANFICTION : @EXO1st_INA

ALSO RECEIVE PRIVATE EMAIL 😀 JUST SENT TO : ask.exo1st@yahoo.com

exofirstwonderplanet@yahoo.com

VISIT OUR WORDPRESS : exo1stwonderplanet.wordpress.com

ORIGINAL MADE BY @HEENIMK , NO PLAGIRISM.

If you interest become official author or freelance author, please see https://exo1stwonderplanet.wordpress.com/ff-freelance/

 

Advertisements

Tagged: , ,

9 thoughts on “EXOtic’s FICTION “Creepy KI2S” – Part 1

  1. AdeTarina December 10, 2012 at 10:01 AM Reply

    Annyeong haseyo, Author~~~ Slam knal yaaa~~~
    Waah, brUntungny aq hri ni nemu ff mnarik gni…. 😀
    Slera Q bngtzz…! ^D^
    Yaa,, so sweet…
    Awalny agak bingung siih ma prolog,, tp stlah ngikutin alurny,, jd pham dch… n n nyemplung bngtz feel’ny…
    Okay! Lanjut k next part^^

    • exo1stwonderplanet December 19, 2012 at 1:01 PM Reply

      Bagus deh kalau suka dan uda ngerti sama alurnya ^^ Hahaha
      Tolong diabca juga ya fanfiction karya author lain ^^
      Dijamin ga bikin nyesal bacanya deh ><
      -HJS

  2. muztkyu June 30, 2013 at 3:12 PM Reply

    anyeong!! lagiacak-acak google.. eh nemu blog ini.. dan tara… aku nemu ff keren ini.. aku baca lanjutannya ya…

  3. jongdaeya August 14, 2013 at 2:35 AM Reply

    great ff ^^ aku suka fantasy tale kayak gini 😀 tapi aku fikir alurnya terlalu cepat.. semoga bisa jadi best author ya.. fighting!!!

  4. rivalda sonia teresa January 24, 2014 at 4:40 AM Reply

    Annyeong author ^o^
    Rivalda imnida, 98L
    Ff nya menarik thor! Moga aja chapternya panjang 😀

  5. Ame~chan February 8, 2014 at 7:18 AM Reply

    Annyeong, author aku new reader di sini
    aku dapet ff ini dari temen ku ternyata ff nya beneran bagus dan ternyata aku juga ketinggalan chapter banyak (maklum kudet)
    Fighting!!

  6. dpratiwi990 June 8, 2014 at 1:43 PM Reply

    Apapun ini, aku baru baca dan bener2 jatuh cinta sama ceritanyaaaaaa huaaaaaaah asik bgt bisa kisseu sama 12 member EXO! :3
    Kereeeeeen bengeeeeet. Keep writing:)

  7. Park Ji Hyun October 11, 2014 at 12:01 PM Reply

    Annyeonghaseo…
    Seneng banget bisa baca ni ff, DAEBAK !!! Next terus thor !

  8. Cynthia August 11, 2015 at 9:42 AM Reply

    Ayo dilanjut lagi.. seru2. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: