EXOtic’ FICTION “Just Like You” – Part 1

EXOtic’s Fiction

Exo1stwonderplanet.wordpress.com

“Just Like You”

Author : yuanfan

Title ; Just Like You -Part 1

Length : Series

Genre : Romance

Disclaim : SEMUA FANFICTION YANG DIPOST exo1stwonderplanet.wordpress.com adalah milik author yang menulis. DO NOT POST ANYWHERE WITHOUT ANY PERMISSION. And after read, please give comment^^ Every words from EXOWPers is A GOLD! *bow*

**

Aku kembali melihat mata liarnya yang menyalang. Aku  mundur saat dia melewatiku dilorong sekolah. Beberapa memar tampak diwajah putihnya. Dia melewatiku tanpa memandang wajahku. Wajahnya sangat tampan walaupun tampak menakutkan.

“Sun Hye… kau melihat apa?” gertak Jessica dari belakangku. Aku terlalu tertegun dengan namja paling berandal disekolah ini

“Eobseo,” aku menggeleng pada Jessica, dia tampak tak percaya.

Kemudian mencoba melihat kearah yang kulihat tadi. Sosok jakung itu masih terlihat berjalan dikoridor sekolah yang panjang.

“Kau melihat Kris Wu??” tebaknya dengan wajah yakin.

Aku menggeleng segera, dia menyipitkan matanya dan memdekatkan wajahnya padaku.

“Kau tak pandai berbohong, Sun Hye.” Kata Jessica menunjukku.

Aku hanya bisa menghela nafas dan menghentakkan kakiku pelan. Jessica tertawa puas melihatku merona merah.

“Kau suka padanya?” tanya Jessica lagi dengan senyum menggoda.

“Aniya, aku hanya mengagumi ketampanannya,” elakku.

“Dia memang tampan, tapu dia berandalan. Kau sendiri tahu kan?”

“Ah, entahlah,” kataku pasrah.

Jessica semakin tertawa keras. Aku hanya bisa melihatnya tertawa, pipiku semakin panas rasanya.

**

Kris POV

 

Luka ini tak seberapa, bukan hal ini yang kutakutkan. Aku membayangka hal yang lebih buruk lagi. Dua jam yang lalu, aku berhasil menghajar orang yang menantangku. Aku sebenarnya tak berminat, berhubung taruhannya adalah juniorku yang disanderanya. Aku tidak tega melihatnya.

“Kris-sunbaenim, kamsahamnida…” katanya tak berhenti membungkuk padaku.

“Sudahlah, lain kali kau jangan berurusan dengan mereka. heran bagaimana kau bisa tertangkap,” gumamku.

“Dia menunjukan almamater sekolah kita, dengan mengatakan kami satu sekolah denganmu, dan mencoba menantang mereka,” celetuk teman sebelahnya yang juga juniorku.

Temannya yang songong itu tampak kebingungan menahan malu menatapku.

“A… Changsahamnida, Sunbaenim,” ucapnya lagi seraya menginjak kaki teman yang disebelahnya.

“Ah, iya… terserahlah. Sekali lagi kau seperti itu aku tak akan menolongmu,” kataku.

“Siapa namamu?”

“Chuonun Baekhyun imnida,” kata anak yang terus membungkuk padaku.

“Chounun Sehun imnida,” teman sebelahnya bicara dengan wajah polos dan tanpa dosa. Dia sangat lucu menurutku.

“Baekhyun-ssi, sudahlah jangan membungkuk seperti itu,” kataku.

Dia tersenyum menegakkan badannya. Aku mengangguk padanya dan berbalik beranjak pergi.

“Kris-sunbaenim kamsahamnida,” ucap Sehun, dia membungkuk padaku dan diikuti oleh Baekhyun.

“Neh, chomaneyo,” ucapku kemudian meninggalkan mereka.

“Kris-ah, apa yang terjadi?” Suho bertanya padaku saat aku kembali ke kelas. Luhan dan Xiumin juga tampak penasaran.

“Masalah kecil,” ucapku santai dan duduk di sebelah Suho yang masih cemas.

“Kau selalu begitu, Krissie,” gumam Luhan lelah. Aku menyeringai padanya.

“Aku ikut kerumahmu,” celetuk Xiu min dengan tersenyum jahil.

Kurang ajar, dia tahu apa yang ada dipikiranku. Aku mendengus padanya.

“Aku juga ikut,” Luhan tampak sangat antusias.

“Suho-yah, kau ikut juga,” ajah Luhan jahil.

“Terserah kalian,” gerutuku sebal.

Saat aku akan memutar knop pintu rumah, jantungku berdetak kecang. Aku menghela nafas panjang, orang-orang yang dibelakangku terkikik, kecuali Suho. Aku melotot pada mereka agar diam. Tapi, mereka tetap saja tak bisa menahan tawanya. Klak! Pintu rumah terbuka, dua orang yang terkikik dibelakangku langsung terdiam.

“Kau masih ragu untuk masuk rumah dengan keadaan seperti itu,”

Seorang yeoja sudah berdiri didepan pintu dengan tampang garang, dan melipat kedua lengan didadanya. Dia membuka pintu rumah sebelum kubuka. Wajahnya tampak garang, aku menyeringai menatapnya.

“Cepat masuk!”  serunya padaku.

Dia adalah Kim Hyeon, istriku.Ya, aku sudah beristri setahun lalu tepatnya. Dia sama sepertiku masih dalam masa sekolah. Ceritanya sangat panjang, yang membuatku menikah dengannya.

.

*flashback*

Tepat setahun yang lalu, aku terlibat perkelahian antar pelajar, di China, negara asalku. Tanpa sengaja perkelahian itu melibatkan salah satu turis dari Korea, dan turis itu adalah Kim Hyeon, dia hampir mati ditengah tawuran itu. Aku berhasil menyelamatkannya. Aku lancar berbahasa Korea sehingga bisa berkomunikasi dengannya. Karena dia lupa hotel tempat dia menginap, maka aku membawanya pulang kerumah

“Ahhh… Kim Hyeon??” Mama tampak antusias, keluargaku campuran China-Korea-Canada,  jadi tak heran mereka mengerti bahasa Korea.

Hyeon hanya mengangguk takut-takut. Aku mendesis pada kedua orangtuaku yang terlalu antusias.

“Dia tersesat, Pa, Ma,” jelasku berulang kali. Mereka tampaknya salah paham denganku.

“Kris sayang, kau tak usah berbohong,” sindir Papa seraya melirikku.

“Kami tahu kau telah dewasa,”

Hyeon melihatku secara bergantian dengan kedua orangtuaku. Wajahnya tampak berontak, aku menepok dahiku berulangkali.

“Mianhe,” desahku pada Hyeon. Dia tersenyum sangar dan miris.

Paginya aku mendengar percakapan seru dibawah. Aku juga mendengar derap kaki cepat menaiki anak tangga. Brakk!! Seseorang membuka pintu kamarku kasar. Mataku masih kabur, aku memusatkan sosok yang berdiri tegak didepanku. terdengar nafasnya tersengal.

“Kris-ssi!! Bangun!!” teriaknya panik mengguncang-guncangkan tubuhku.

Hyeon? Dia berani sekali masuk ke kamarku. Aku mengucek mataku dan menegakkan badanku.

“Kau harus lakukan sesuatu!!” katanya semakin panik. Aku hanya tertegun melihatnya. Ada apa dengannya?

“Kau kenapa??”

“Kris-ssi!!” pekikknya kemudian menelungkupkan wajahnya ketempat tidur. Apakah dia kesurupan.

“Hyeon-ssi, kau kenapa? Ada apa?” tanyaku seraya mencolek-colek bahunya. Aku kaget saat dia langsung mendongak kearahku.

“Ak… aku menghubungi orang tuaku setelah ponselku menyala. Mereka kemari, dan kedua orang tuamu yang menemui mereka, dan… dan…”

“Dan? Dan apa??” kataku tak sabaran.

“Mereka membicarakan pernikahan kita….” ucap Hyeon lemas.

Aku terkena serangan jantungku ditempatku, rasanya mati dadakan. Aku masih diam, syok dengan apa yang kudengar.

“Kris-ssi, kenapa kau diam. Ayo lakukan sesuatu…” rengeknya menarik-narik kaosku.

“Bagaimana semuanya terjadi?!!” pekikku

“Molla….” Hyeon tampak lemas

Aku menatap Hyeon sesaat, kemudian meloncat turun kebawah. Lari tunggang langgang tanpa peduli sudah cuci muka atau belum. Hyeon ikut berlari dibelakangku. Sampai didepan ruang tamu, semua memandangku kaget. Aku juga tak kalah kaget, nafasku masih tersengal. Disusul Hyeon yang baru datang dengan nafas tersengal menyeimbangkan tubuhnya dengan menggelayut dilenganku.

“ahhh… kalian berkumpul disini, mari kita duduk bersama. Kita bicarakan masalah pernikahan kalian,” seru Paman, yang bisa kuduga itu adalah Ayah Hyeon.

Kami berdua menegang, Hyeon melepaskan tangannya dari lenganku. Kami saling berpandangan, tatapan miris tampak diwajah kami. Ibu Hyeon tampak menangis

“Karena Kris akan melanjutkan sekolahnya di Korea, bagaimana bila kita nikahkan segera mereka,” usul Papa, aku menginjak kakinya. Namun tak ada efeknya, Papa sama sekali tak keaskitan.

“Ah, ide yang baik Wu-ssi. Kami juga akan pergi ke luar negeri, meninggalkan Hyeon sendirian di Korea. Kalau ada Kris kami tak akan khawatir,” ayah Hyeon tanpa antusias. Ibunya mengangguk seraya mengusap airmatanya, dia menangis terharu??

“Tunggu, Papa,” selaku. Semua melihatku, Hyeon tampak berharap padaku.

“Kami masih sekolah, sekolah tidak akan menerima siswa yang sudah menikah,”

Hyeon mengangguk-angguk setuju. Semoga berhasil.

“Sembunyikan status kalian, semua akan baik-baik saja,” celetuk ibu Hyeon.

“Appa, Omma, kami berdua juga baru saja saling mengenal. Kalian salah paham dengan kami,” Hyeon mendebat kedua orang tuanya.

dui, itu benar Ajjushi-ssi, Ajjumha-ssi. Kalian semua salah paham,”

Mereka berempat terdiam memandang kami dengan tatapan tajam. Aku dan Hyeon saling pandang.

“Kami tetap menikahkan kalian,” ucap Papa tegas. Aku membelalakan mata.

“Neh, setahun lagi. setelah kalian lulus SMP,” timpal Appa Hyeon.

Cerita dalam drama apa ini??! Hyeon langsung bersandar lemas disofa.

*flashback end*

Dan akhirnya jadi seperti sekarang ini. Setahun yang lalu. aku dipindahkan ke Korea oleh kedua orang tuaku dan hidup serumah dengan Hyeon setelah orangtuanya—mertuaku—pergi keluar negeri. Kami dinikahkan muda oleh kedua orangtua kami. Takdir atau skenario drama. Entahlah. Aku dan Hyeon juga sepakat menjalaninya semua ini layaknya saudara, tak lebih. Aku mencoba bersikap sok cuek dan dingin kepadanya, tapi tak behasil. Dia ternyata lebih galak daripada yang kuduga. Entah sejak kapan aku jadi patuh darinya. Termasuk hari ini.

“Sudah kubilang! Jangan berkelahi lagi, kau sangat bandel Krisse!!” teriaknya padaku. pemandangan ini yang menjadi cuci mata 3 sahabatku yang diam menahan tawanya.

Mereka bertiga tahu tentang statusku dengan Hyeon. Tidak sengaja juga, sejak di Korea aku tak mau dekat dengan siapaun terutama yeoja. Hal itu menjadi gosip murahan disekolah, aku dikenal homo. Sampai Suho, Luhan dan Xiumin mengendap-endap mengikutiku sampai rumah. Terbongkarlah rahasiaku. Untungnya mereka siap mengunci mulut mereka.

“Luhan-ah, apa yang dia lakukan tadi?!” tanyanya pada Luhan sambil menotol-notolkan antiseptic ke wajahku. Aku berulang kali merintih, menahan sakit.

“Molla,” jawab Luhan, dia menggaruk rambutnya bingung.

“Masalah yeoja,” celetuk Xiumin.

Aku berputar memandang Xiumin, menekankan tatapanku padanya. Dia tersenyum kemenangan. Mereka senang melihatku diomeli oleh Hyeon.

“Yah, kau ini!!” makinya.

“Wae? Kau cemburu??” tanyaku sebal. Menjelaskan yang sebenarnya juga percuma. Dia sangat pemarah.

Dia menjauhkan tangannya dari wajahku dan terduduk lemas. Dia menghela nafas lelah.

“Sepertinya ini saatnya kita bercerai,” gumamnya.

Aku terkejut dengan apa yang diucapkannya. Luhan, Xiumin, dan Suho juga tak kalah syok. Mereka bahkan sampai melotot.

“Apa yang kau katakan?” kataku tak percaya.

“Kita sudah dewasa, Krissie. Sudah saatnya kita memilih jalur hidup kita. Aku tau kau juga tersiksa dengan keadaan ini,” ucapnya lembut.

Tatapan sangat teduh. Aku jarang sekali melihat tatapannya yang seperti itu. Dia tampak serius dengan apa yang dikatakannya. Aku tak bisa mengatakan satu kata pun.

“Hyeon-ah, kau serius… aku bercanda,” kata Xiumin, dia tampak bersalah.

“Sudahlah,  Xiuminniie. Aku tau yang terbaik bagi kita,” kata Hyeon kemudian beranjak pergi.

“Akan kubelikan soda untuk kalian,” dia membuka knop pintu dan keluar.

Aku masih tertegun dengan apa yang terjadi. Xiumin terdengar berbisik “mianhe” padaku. aku tahu ini bukan salahnya. Ini yang memang harusnya terjadi.

“Bukan salahmu Xiumin-ah, ini memang hal yang harus terjadi. Lagipula, kami bukan suami istri betulan,” ucapku meredakan rasa bersalah Xiumin.

Namun tatapan bersalah dan prihatin dari Luhan, Xiumin dan Suho tak dapat dihindari.

TBC

**

THANKS FOR READING 😀 WE OPEN BAD AND GOOD COMMENTS, BUT STILL ! KEEP RESPECT 😀

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE ALL ABOUT EXO: @EXO1st

FOLLOW OUR TWITTER SPECIAL FOR UPDATE FANFICTION : @EXO1st_INA

ALSO RECEIVE PRIVATE EMAIL 😀 JUST SENT TO : ask.exo1st@yahoo.com

exofirstwonderplanet@yahoo.com

VISIT OUR WORDPRESS : exo1stwonderplanet.wordpress.com

ORIGINAL MADE BY @YUANITASUGIANTO , NO PLAGIRISM.

If you interest become official author or freelance author, please see https://exo1stwonderplanet.wordpress.com/ff-freelance/

Advertisements

Tagged: ,

4 thoughts on “EXOtic’ FICTION “Just Like You” – Part 1

  1. DiniOkvav August 29, 2012 at 12:19 PM Reply

    mau komen apa y?*garuk2kpala* #plakk
    Eo,aku suka karakter kris d ff mu ini #cool
    n alurnya jg bgus,ga nyangka kalo ini debut ff pertama eonnie xD
    Intinya aku suka ff eonniee..
    Hha,itu ortu kris-hyeon kebelet bgt nikahin anak mreka,msh d bwh umur lg #pernikahanDINI *namagw**abaikan*
    oy, itu ortu kris-hyeon apa udh kenal sblumnya y??knp langsung nikah2in *?* anaknya gitu aja??
    Knp g d kasi scene prcakapan ortu kriss-hyeon wkt ngjodohin,it bkin pnasarann..
    udh y,gtu aja,aku ga pandai brkomen *?*
    #HwaitingOnnie sy tnggu next partnyaa *bowbarengLuhan* #plakk

    • 1authorexo1st August 31, 2012 at 2:41 AM Reply

      ahh.. gomawo 🙂
      wah.. masih rahasia dulu kalo masalah latar belakang mereka menikah.
      kayaknya mau saya masukan dalam flash back ajah.. hhe
      ikutin terus yaaa…

  2. Dian May 9, 2013 at 10:54 AM Reply

    Hai ni my 1st comment, TDP ni ff clop deh ceritax, aku suka hyeon yg cerewet, kris yg cuek tp nyatax ttap care ama istri. Pokokx part 18 ditunggu bwanget de.

  3. iea March 29, 2014 at 4:12 PM Reply

    kesan pertama waktu baca ff ini…lucu n menarik apalagi yg pas bagian sehun jawab pertanyaan kris dengan jujur n polos..hehehe..izin baca y chingu..^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: